Kembali
16
1
2021 Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 7 · 2 ISSN 2685-8363

Optimalisasi Media Online untuk Mendukung Kinerja Layanan Perpustakaan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada di Era Covid-19

Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada; Universitas Gadjah Mada

Abstrak

Pandemi COVID-19 telah merubah segala tatanan kehidupan, baik dari perilaku sosial, ekonomi, kesehatan serta pendidikan. Perpustakaan yang merupakan institusi yang bertugas dalam mendukung kelangsungan pendidikan perguruan tinggi juga mengalami dampak akibat pandemi COVID-19. Keterbatasan dalam bertatap muka dan pelayanan secara onsite menjadi sebuah tantangan bagaimana perpustakaan tetap mampu menjalankan pekerjaannya. Hal ini menjadi dasar pemikiran bagi Perpustakaan Fakultas Biologi untuk melakukan inovasi layanan berjudul Optimalisasi Media Online untuk Mendukung Kinerja Perpustakaan di Era New Normal Pandemi COVID-19. Tujuan dari kegiatan inovasi layanan ini adalah agar Perpustakaan Fakultas Biologi UGM tetap dapat memberikan layanan yang optimal kepada pemustaka di tengah-tengah kondisi pandemi yang ketat akan protokol kesehatan serta pembatasan kontak fisik. Inovasi ini berwujud optimalisasi layanan melalui jejaring media online yang komunikatif seperti WhatsApp, Instagram dan YouTube untuk memberikan gambaran dan panduan yang real khususnya bagi anggota baru/para mahasiswa baru sarjana dan pascasarjana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September 2020 sampai Bulan April 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi dari pemanfaatan media online ini memberikan dampak antara lain perpustakaan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi secara digital, pemustaka secara langsung mendapatkan pengalaman yang lebih dalam meningkatkan soft skill e-literasi dan bagaimana mengakses sumber-sumber informasi digital, institusi perpustakaan mampu meningkatkan Quality and Quantity e-Services dengan memaksimalkan sumberdaya yang dimiliki perpustakaan serta memacu kreativitas dan peluang inovasi secara berkelanjutan. Dengan inovasi ini maka Perpustakaan akan menjadi inspired destination khususnya bagi Perpustakaan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Kesimpulan penelitian ini adalah Perpustakaan Fakultas Biologi UGM tetap dapat memberikan layanan yang optimal kepada pemustaka di era pandemi COVID-19 melalui inovasi-inovasi terkait optimalisasi media online.

Abstract

The COVID-19 pandemic has changed all aspects of life, from social behavior, economy, health and education. Libraries, which are institutions that support higher education, have also experienced the impact of the COVID-19 pandemic. Limitations in face-to-face and on-site service become a challenge on how to remain able to carry out the work of an employee. This became the rationale for the Biology Faculty Library to innovate entitled Online Media Optimization to Support Library Performance in the New Normal Era of the COVID-19 Pandemic. The purpose of this service innovation activity is so that the Faculty of Biology Gadjah Mada University Library can continue to provide optimal services to users in the midst of a pandemic that is strict on health protocols and physical contact. This innovation is in the form of optimizing services through communicative online networking media such as WhatsApp, Instagram and YouTube to provide a real picture and guide, especially for new members/new undergraduate and postgraduate students. The research method used is qualitative research case study approach. The study was conducted from September 2020 to April 2021. The results of this study show that the optimization of the utilization of online media has an impact, among others, libraries can improve communication skills digitally, direct users get more experience in improving e-literacy soft skills and how to access digital information sources, library institutions are able to improve the quality and Quantity e-Services by maximizing library resources and spurring creativity and innovation opportunities on an ongoing basis. With this innovation, the library will become an inspiring destination, especially for the Library of the Faculty of Biology, Universitas Gadjah Mada. The conclusion of this research is that the Library of Biology Faculty Gadjah Mada University can still provide optimal services to users in the era of the COVID-19 pandemic through innovations related to optimizing online media.
Keywords: COVID-19 · e-literacy · library · online networking media

Introduction

Pandemi COVID-19 telah merubah segala tatanan kehidupan, baik dari perilaku sosial, ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Perpustakaan merupakan institusi yang bertugas dalam mendukung kelangsungan pendidikan perguruan tinggi yang mengalami dampak akibat pandemi. Perpustakaan sebagai lembaga yang selalu berkembang (library is the growing organism), memerlukan perencanaan dalam pengelolaannya, meliputi bahan informasi, sumber daya manusia, dana, gedung/ruang, sistem dan perlengkapan. Perkembangan perpustakaan untuk menjadi institusi yang berkembang sangat tergantung dari peran sumber daya manusianya. Perpustakaan sebagai salah satu organisasi yang berada di bawah institusi Perguruan Tinggi harus mampu menjadi penyedia fasilitas pendukung untuk proses belajar mengajar di institusinya. Berdasarkan UU Nomor 43 Tahun 2007 bahwa fungsi utama Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah sebagai tempat menyimpan segala literatur sumber acuan dalam belajar dan dapat memberikan pelayanan kepada pemustaka yaitu mahasiswa, dosen dan sivitas akademik. Perpustakaan dapat melakukan perubahan yang membawa ke arah kebaikan, inovatif, kreatif dan bermanfaat bagi seluruh komponen masyarakat. Hal ini ditekankan oleh Makmur (2015) bahwa perpustakaan sebagai jantungnya kreativitas, jantung informasi, jantung penyebaran ilmu pengetahuan dan jantung perubahan. Mahasiswa sebagai bagian dari akademisi yang memanfaatkan pelayanan Perpustakaan Perguruan Tinggi memiliki hak untuk mendapatkan layanan informasi yang tersedia di perpustakaan, baik berupa layanan keanggotaan, layanan sirkulasi, akses informasi dan bimbingan literasi melalui kelas pelatihan agar mahasiswa baru memiliki bekal referensi dan menguasai cara penggunaan Software Mendeley untuk manajemen sitasi. Permasalahan yang dihadapi perpustakaan selama masa pandemi tidak hanya menurunnya jumlah kunjungan. Keterbatasan kemampuan pustakawan sebagai salah satu syarat sumber daya manusia dalam mengembangkan perpustakaan juga merupakan masalah yang harus ditemukan solusinya agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pengguna jasa layanan perpustakaan. Sumber daya manusia merupakan unsur pendukung utama dalam kegiatan organisasi/lembaga. Tingkat kualitas manajemen pengelolaan perpustakaan dan layanan informasi sangat tergantung dari kualitas sumber daya manusia (Istiana, 2017). Pustakawan yang menjadi salah satu bagian dari sumber daya manusia diharapkan untuk dapat ikut berkembang sejalan dengan perubahan zaman. Sebagaimana yang tertuang di dalam Undang - Undang Nomor 43 Tahun 2007 bahwa pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Kondisi tersebut disikapi oleh Perpustakaan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dengan berbagai upaya menuju tatanan layanan yang dapat diikuti oleh pemustaka. Akibat dampak dari pandemi yang telah berlangsung sejak bulan Maret tahun 2020 menjadi dasar pemikiran bagi perpustakaan untuk merubah layanan konvensional menuju tatanan normal baru mengikuti perubahan dan perkembangan zaman. Hasil penelitian Wasdiana (2020), pandemi COVID-19 menimbulkan adanya kebutuhan akan layanan perpustakaan secara online melalui penerapan konsep digital library sebagai bentuk komunikasi informasi dari lembaga perpustakaan ke pemustakanya. Oleh karena itu, Perpustakaan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada mengoptimalkan layanannya melalui pemanfaatan media online seperti Instagram, YouTube, WhatsApp dan e-mail sebagai sarana dalam memperoleh sumber informasi. Optimalisasi layanan menggunakan media online tersebut dilengkapi dengan kolaborasi bersama mahasiswa melalui terbentuknya komunitas library volunteer yang merupakan jembatan antara kalangan pustakawan dengan kalangan mahasiswa. Pembentukan library volunteer memiliki tujuan agar layanan up to date dan sesuai dengan budaya serta kebutuhan mahasiswa. Inisiasi tersebut dilakukan untuk mewujudkan best practice di Perpustakaan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada walaupun sedang di era pandemi COVID-19. TINJAUAN PUSTAKA 1. Layanan Perpustakaan Menurut Undang-Undang No 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 55 menyebutkan bahwa salah satu syarat untuk menyelenggarakan perguruan tinggi harus memiliki perpustakaan (Suharso dkk., 2020). Berdasarkan PP No. 24 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pada pasal 1 ayat (10) dijelaskan bahwa perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang merupakan bagian integral dari kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di perguruan tinggi sehingga perpustakaan perguruan tinggi menjadi bagian yang integral dari kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat atau tridharma pada perguruan tinggi (Kurniawan, 2016). Tujuan layanan perpustakaan yang berstandar adalah menjadikan perpustakaan itu terpadu dalam layanan informasi yang berbasis teknologi informasi agar dapat mendukung kegiatan perpustakaan. Pelayanan perpustakaan dapat dikatakan sebagai ujung tombak dalam jasa penyelenggaraan perpustakaan, karena bagian inilah yang pertama berhubungan dengan masyarakat pengguna serta bagian yang paling sering digunakan pengguna perpustakaan. Pelayanan perpustakaan adalah jasa yang diberikan oleh perpustakaan dalam penyediaan bahan pustaka dan pemberian informasi kepada pengguna (Rahmah, 2018). 2. Kontribusi Perpustakaan dalam Perkembangan Pengetahuan Perpustakaan sebagai tempat sumber informasi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk belajar, penelitian dan pengembangan sumber daya manusia. Perpustakaan merupakan salah satu sarana pembelajaran bagi masyarakat yang menyediakan sumber informasi baik tercetak maupun elektronik. Perpustakaan juga menjadi agen kebudayaan dan agen perubahan serta tempat terkumpulnya sumber informasi sebagai bahan pembelajaran masa lalu, sekarang dan masa depan (Hermanto, 2019). Proses berpikir manusia menuntut mereka untuk menemukan sebuah metode belajar dari pengalaman dan memunculkan keinginan untuk Menyusun sesuatu hal secara empiris, serta dapat diukur. Perkembangan ilmu sesungguhnya tidak dapat terlepas dari rasa keingintahuan yang besar diiringi dengan usaha-usaha yang sungguh-sungguh melalui penalaran, percobaan, penyempurnaan dan berani mengambil risiko tinggi. Hal tersebut menghasilkan penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi suatu generasi dan menjadi acuan bagi generasi selanjutnya untuk mengoreksi, menyempurnakan, mengembangkan dan menemukan penemuan selanjutnya (Karim, 2014). 3. Pandemi COVID-19 Pada Bulan Desember 2019, virus COVID-19 ditemukan di Wuhan, China dan menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Kemudian mulai akhir Bulan Maret 2020 di sejumlah daerah mulai memberlakukan pembatasan sosial (Anjani, 2021). Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan untuk membatasi penyebaran COVID-19 berdampak pada berbagai bidang di seluruh dunia khususnya pendidikan di Indonesia (Herliandry dkk., 2020). Penutupan lingkungan pendidikan khususnya di lingkungan perguruan tinggi berimbas pada penutupan perpustakaan. Kegiatan pelayanan secara langsung yang menghadirkan fisik di perpustakaan sementara waktu dibatasi bahkan ditutup demi mencegah terjadinya penularan COVID-19 di lingkungan pendidikan (Anjani, 2021). Dengan adanya penutupan pelayanan selama COVID-19 pada perpustakaan menimbulkan terjadinya hambatan dalam mengakses sumber informasi di perpustakaan tersebut. Kondisi tersebut berkaitan dengan semakin bertambahnya kasus COVID-19. Berdasarkan catatan Worldmeters, hingga Februari 2021, virus corona telah menginfeksi sebanyak 109.380.243 orang di berbagai belahan dunia (Dzulfaroh, 2021). 4. Media Online Media online sudah merambah di semua bidang termasuk perpustakaan sehingga berdampak pada pesatnya arus informasi (Fatmawati, 2017). Indonesia termasuk salah satu negara yang sebagian besar masyarakatnya merupakan pengakses internet terbanyak. Karena masyarakat Indonesia telah begitu dekat dengan internet, maka segala kegiatan sehari-hari akan berhubungan dengan internet (Suharsono, 2019). Perpustakaan sekiranya perlu untuk memberikan pendidikan pemustaka melalui pemberdayaan pustakawannya yang meliputi kompetensi literasi informasi, literasi akademik, literasi visual sampai pada literasi media (Fatmawati, 2017). Media sosial merupakan salah satu jenis media online yang hadir dalam kehidupan masyarakat. Media sosial lebih dominan sebagai sarana interaksi dan penyalur informasi. Dewasa ini, media sosial yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai berikut; (1) WhatsApp (WA) sebagai sarana interaksi dengan anggota yang nomor WAnya telah diketahui terlebih dahulu dan dapat melihat story (tulisan, foto, video) apabila nomor kedua orang yang melakukan interaksi telah disimpan pada kontak HP. (2) Facebook (FB) merupakan media komunikasi yang cakupannya lebih luas dari WA, dan anggotanya dapat dicari sesuai dengan nama FB. Melalui FB seseorang dapat menulis sesuatu yang panjang atau pendek yang disebut status, upload foto dan video. (3) Instagram (IG), media ini mirip dengan FB yang memiliki cakupan luas dan anggotanya dapat dicari sesuai dengan nama IGnya. Pengguna IG lebih sering mengupload foto atau video beserta caption dibanding dengan hanya mengupload tulisan dikarenakan kapasitasnya yang terbatas. Berbeda dengan WA, melalui FB dan IG pengguna dapat mengintip beranda atau status seseorang tanpa harus menambah ataupun mengonfirmasi pertemanan terlebih dahulu namun berbeda halnya apabila ada beberapa pengguna IG sengaja mengunci berandanya sehingga orang yang tidak mengikutinya tidak dapat melihat. Selain media sosial tersebut, masih banyak media lainnya, tetapi yang lebih sering digunakan adalah tiga media tersebut (Khatimah, 2018).

Method

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus merupakan suatu rangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam tentang suatu program, peristiwa dan aktivitas baik pada tingkat perseorangan, sekelompok orang, lembaga atau organisasi untuk memperoleh pengetahuan mendalam tentang peristiwa tersebut (Rahardjo, 2017). Studi kasus dilakukan dengan mendeskripsikan rangkaian layanan di Perpustakaan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Penelitian dilakukan secara teliti, mendalam dan menyeluruh dengan teknik pengambilan data pengamatan langsung (observasi). Subjek penelitiannya adalah tiga pustakawan Perpustakaan Fakultas Biologi UGM dan objek penelitiannya adalah layanan perpustakaan Fakultas Biologi UGM. Pengumpulan data dilakukan dengan prosedur peneliti membaca keseluruhan hasil observasi untuk memperoleh informasi, peneliti mengompilasi informasi dan peneliti mengelompokkan informasi berdasarkan urutan kejadian, kategori dan tipologinya. Analisis data melalui reduksi data, yaitu pemilihan dan penyederhanaan data yang diperoleh. Penyajian data dilakikan secara terperinci dan menyeluruh. Dalam penelitian ini peneliti berusaha memahami dan menghayati optimalisasi layanan di Perpustakaan Fakultas Biologi UGM. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September 2020 sampai Bulan April 2021.

Result & Discussion

Perpustakaan Fakultas Biologi UGM menjadi salah satu bagian unit kerja di bawah Fakultas Biologi UGM dalam setiap program kerjanya berdasarkan pada perencanaan fakultas dan universitas. Awal tahun 2017, Perpustakaan Fakultas Biologi UGM menempati gedung baru yang terletak di Gedung B lantai 3. Sejak perpindahan gedung tersebut konsep layanan perpustakaan juga mulai berubah. Perpustakaan tidak hanya sekedar sebagai unit pengolah, penyimpan dan penyebaran informasi. Lebih dari itu perpustakaan ingin menjadi unit inspired destination di dalam menuangkan berbagai ide, inovasi, sumber inspirasi dan tempat memotivasi para pemustaka untuk menunjukkan banyak prestasi bagi institusi. Perubahan layanan tersebut tidak lepas dari tuntutan zaman yang juga turut berubah, perpustakaan akan terus tumbuh dan berkembang mengikuti arus perubahan zaman. Pada era sekarang dimana kecepatan akses ke berbagai sumber informasi menjadi hal penting dalam sebuah unit layanan. Tentu saja perkembangan tersebut harus dapat diikuti oleh kemampuan sumberdaya manusia yang kompeten pada bidangnya. Di era pandemi COVID-19 ini, pelayanan online sangat dibutuhkan untuk menjamin keberlangsungan layanan Perpustakaan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada serta meningkatkan Quality and Quantity e-Services. Pelaksanaan inovasi layanan dengan media online ini terkait secara menyeluruh mulai dari mahasiswa baru aktif sebagai anggota sampai dengan lulus studinya meliputi layanan pendaftaran/aktivasi anggota, layanan referensi, layanan literasi, layanan kenyamanan ruang, sampai dengan layanan bebas pustaka. Perpustakaan Biologi UGM menginovasikan diri dengan mengoptimalkan layanannya melalui pemanfaatan media online seperti Instagram, YouTube, WhatsApp dan e-mail sebagai sarana dalam komitment untuk tetap optimal melayani di masa pandemi seperti saat ini. Detail inovasi dalam optimalisasi media online yang dilakukan oleh Perpustakaan FakultasBiologi Universitas Gadjah Mada sejak pandemi COVID-19 adalah sebagai berikut: A. Macam-macam Layanan Online Optimalisasi layanan menggunakan media online merupakan langkah yang tepat untuk diimplementasikan di masa pandemi COVID-19 sebagai wadah komunikasi secara digital. Pemanfaatan media online juga telah diterapkan oleh Perpustakaan Harvard. Perpustakaan Harvard menggunakan media sosial berupa Facebook dan Twitter untuk berinteraksi dengan pengguna. Selain di Perpustakaan Harvard, NTU Library juga memanfaatkan Facebook, Instagram, Twitter, Youtube dan Blog untuk berinteraksi dengan penggunanya (Meilita, 2020). Perpustakaan Fakultas Biologi UGM juga memanfaatkan media online berupa Instagram, youtube, google form dan email untuk melayani pengguna perpustakaan sejak adanya pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Jenis layanan online yang disediakan antara lain: 1. Aktivasi Keanggotaan Secara Online Kegiatan aktivasi keanggotaan baru Perpustakaan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada 2021 dilakukan melalui link http://ugm.id/Daftarbio. Mahasiswa baru tidak secara otomatis langsung menjadi anggota aktif di perpustakaan, tetapi harus mendaftar ke unit perpustakaan. Mahasiswa baru yang akan mendaftar menjadi anggota baru Perpustakaan Fakultas Biologi UGM tidak lagi datang langsung ke Perpustakaan melainkan mendaftar melalui google form http://ugm.id/Daftarbio. Untuk mempermudah mahasiswa dalam melakukan aktivasi keanggotaan baru melalui google form, library volunteer telah menyusun dan mengunggah video inovasi berjudul “Perpustakaan Biologi UGM - Yuk kenal lebih dekat Perpustakaan Fakultas Biologi UGM” pada link https://www.youtube.com/watch?v=MJ4yZ8hLKdQ. Berdasarkan penelitian Fatmawati (2020), automasi layanan perpustakaan yang memanfaatkan teknologi informasi juga diterapkan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Salah satu automasinya adalah pada pelayanan anggota yang meliputi pendaftaran, foto, cetak kartu dan bebas Pustaka. Pada Perpustakaan Fakultas Biologi UGM, sivitas akademik yang telah terdaftar sebagai anggota baru dapat memanfaatkan fasilitas dan layanan yang disediakan oleh perpustakaan serta identitasnya sudah tercantum dan terintegrasi dalam Sistem Informasi Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (SIPUS UGM). Kondisi pandemi ini memudahkan sivitas akademik dan juga petugas pelayanan karena waktu pelayanan menjadi lebih cepat, efisiensi sumber daya dan tidak menimbulkan kerumunan di lokasi perpustakaan. Hal ini merupakan wujud dari optimalisasi layanan agar tetap berjalan di era pandemi COVID-19. Sebelum terjadi pandemi COVID-19, kegiatan aktivasi hanya dapat dilakukan secara onsite di Perpustakaan Fakultas Biologi UGM. Melalui fasilitas aktivasi keanggotaan secara online ini, perpustakaan dapat meningkatkan kecepatan dalam mencatat, menyimpan, menyajikan, menyebarkan dan menemukan kembali informasi serta meringankan beban kerja pustakawan (Fatmawati, 2020). Selain itu, dengan beralihnya menjadi layanan online, maka tidak terjadi kerumunan di Perpustakaan Fakultas Biologi akibat menunggu antrean layanan aktivasi anggota baru perpustakaan. Untuk sumber daya manusia yang dipersiapkan dalam menerapkan automasi perpustakaan sekurang-kurangnya harus dapat mengoperasikan komputer (Fatmawati, 2020). Para pustakawan Perpustakaan Fakultas Biologi UGM memiliki kemampuan komputer yang baik sehingga peralihan layanan dari onsite dan online ini dapat berjalan dengan baik. 2. Perpanjangan Masa Pinjam Buku Secara Online Selain aktivasi keanggotaan, terdapat layanan perpanjangan peminjaman buku secara online. Sebelum pandemi COVID-19, perpanjangan peminjaman buku harus dilakukan oleh peminjam dengan langsung mendatangi perpustakaan. Namun dengan adanya pandemi COVID-19 yang membatasi adanya interaksi seseorang, muncullah inovasi berupa optimalisasi layanan dengan memanfaatkan media online yaitu whatsapp. Peminjam yang ingin memperpanjang peminjaman buku diminta untuk menghubungi salah satu Pustakawan Perpustakaan Fakultas Biologi UGM. Data yang dikirimkan oleh peminjam kepada pustakawan tersebut akan diproses melalui SIPUS UGM sehingga status buku yang dipinjam menjadi diperpanjang sesuai ketentuan. Tampilan sistem informasi perpanjangan dengan memanfaatkan media online pada Perpustakaan Fakultas Biologi UGM dapat dilihat pada Gambar 1 sebagai berikut: Layanan perpanjangan online juga sudah diterapkan oleh UPT Perpustakaan Institut Teknologi Bandung (ITB). Layanan ini bertujuan untuk memudahkan pengguna yang berada di tempat yang jauh dari perpustakaan dan ingin melakukan perpanjangan masa pinjam bukunya. Pustakawan UPT Perpustakaan ITB memaparkan bahwa penggunaan layanan perpanjangan online sangat efektif untuk diterapkan (Andriani, 2020). Selain di UPT Perpustakaan ITB, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar juga menerapkan perpanjangan buku melalui aplikasi SOLASI (Sistem Online Anda Pesan Kami Siapkan). Pemustaka dapat melakukan peminjaman buku, pemesanan buku, perpanjangan buku melalui gawai (Titiswari, 2021). Layanan perpanjangan masa pinjam buku dengan memanfaatkan media online dinilai memudahkan pemustaka, memudahkan pustakawan serta mempercepat proses layanan karena dapat dikerjakan di mana saja. Apabila dibandingkan dengan layanan perpanjangan buku yang masih manual, layanan perpanjangan buku manual masih memerlukan peran penjaga untuk mengonfirmasi peminjaman, perpanjangan dan pengembalian. Hal tersebut membuat beban kerja pustakawan meningkat ditambah lagi jika perpustakaan dalam keadaan ramai, penjaga akan melayani satu per satu pengunjung secara berulang. Kondisi ini mengakibatkan pelayanan tidak efisien (Pujiarto, 2020). Inovasi layanan perpanjangan masa pinjam buku secara online ini akan menurunkan kelalaian mahasiswa dalam melakukan perpanjangan dikarenakan mahasiswa tidak perlu datang ke Perpustakaan Fakultas Biologi. 3. Permintaan Surat Bebas Pustaka Secara Online untuk Keperluan Yudisium Salah satu layanan Perpustakaan Fakultas Biologi UGM adalah pemrosesan permintaan surat bebas pustaka mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang akan menyelesaikan studinya di Fakultas Biologi. Prosedur permintaan surat bebas pustaka adalah mahasiswa mengisi google form melalui link http://ugm.id/BebasPustaka. Mahasiswa yang telah mengisi google form diminta untuk melakukan konfirmasi melalui whatsapp kepada Pustakawan Perpustakaan Fakultas Biologi UGM. Setelah pustakawan menerima whatsapp, pustakawan akan mengecek google sheet dan membuatkan surat bebas pustaka melalui SIPUS UGM. Berikut adalah tampilan form permintaan surat bebas pustaka pada Perpustakaan Fakultas Biologi UGM di era pandemi COVID-19: Layanan bebas pustaka adalah suatu layanan yang diberikan kepada pemustaka untuk mengurus surat keterangan bebas pinjam buku atau bersih pinjaman bahwa yang bersangkutan tidak memiliki pinjaman. Pemberian surat ini bertujuan untuk melengkapi persyaratan administrasi yudisium/wisuda (Suparmini, 2014). Pada pelayanan secara onsite yang dilaksanakan di Perpustakaan Undiksha, terdapat empat pokok permasalahan dalam pelayanan bebas pustaka yaitu (1) jumlah mahasiswa yang mengurus bebas pustaka terlalu banyak, (2) prasarana yang kurang optimal, (3) biaya yang tinggi dan (4) prosedur layanan yang panjang. Inovasi pelayanan bebas pustaka melalui media online yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Fakultas Biologi dapat mengindari antrean yang terlalu banyak karena dapat dilakukan di tempat pemustaka masing-masing, hanya membutuhkan koneksi internet, tidak membutuhkan biaya serta prosedur layanan yang mudah untuk diikuti. 4. Penyerahan dan Permintaan Bukti Penyerahan Tugas Akhir Secara Online Saat ini, perpustakaan di lingkungan Universitas Gadjah Mada tidak mewajibkan mahasiswa mengumpulkan hardfile maupun CD room Tugas Akhir ke Perpustakaan dikarenakan sudah adanya digitalisasi karya akhir yang terintegrasi di sistem informasi Electronic Thesis and Dissertation (ETD) yang dapat dibuka di komputer perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Perpustakaan Fakultas Biologi memanfaatkan media online berupa email dan whatsapp sebagai wadah untuk menyimpan softfile Tugas Akhir mahasiswa baik skripsi, tesis maupun disertasi. Berdasarkan penelitian sebelumnya, beberapa Perpustakaan Perguruan Tinggi telah memiliki kebijakan untuk menggunakan sistem unggah mandiri dalam proses penyerahan tugas akhir mahasiswa salah satunya adalah Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Sistem unggah mandiri ini menjadi terobosan baru dalam pengembangan sistem repositori di Perpustakaan Perguruan Tinggi dimana penyerahan tugas akhir yang sebelumnya hanya dalam bentuk cetak dan softcopy yang di-burning ke dalam CD (Compact Disk) menjadi lebih praktis dan minim biaya (Halida, 2018). Tugas akhir memiliki peranan sangat penting bagi perguruan tinggi dan merupakan arsip sebagai sumber ilmu pengetahuan. Tugas akhir konvensional dapat berupa satu eksemplar tugas akhir disertai file digital (berupa CD) yang wajib diserahkan ke program studi/unit pengolah dan perpustakaan sebagai persyaratan administrasi kelulusan (Faridah, 2020). Saat ini hampir semua perguruan tinggi di Indonesia mengalami permasalahan dalam melakukan penyimpanan berkas-berkas institusi termasuk berkas Tugas Akhir mahasiswa. Permasalahannya antara lain sulitnya menemukan kembali arsip/dokumen dengan cepat, peminjaman yang tidak dikembalikan maupun semakin bertambahnya arsip (dokumen) tanpa adanya penyusutan (Sutarman, 2012). Inovasi penyerahan dan permintaan bukti penyerahan tugas akhir secara online merupakan solusi atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi ketika hal tersebut dilayani secara offline. 5. Permohonan Peminjaman Ruang Komputer Optimalisasi layanan Perpustakaan Fakultas Biologi UGM selanjutnya adalah layanan permohonan peminjaman ruang komputer. Peminjaman ruang komputer ini biasanya dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir yang akan melakukan sidang kelulusan atau pendadaran. Langkah-langkah pengurusan peminjaman ruang komputer di Perpustakaan Fakultas Biologi UGM adalah (1) mahasiswa mengisi link google form http://ugm.id/Labkombio, (2) mahasiswa melakukan konfirmasi kepada pustakawan melalui whatsapp dan (3) mahasiswa yang sudah dikonfirmasi dapat menggunakan ruang computer sesuai jadwal yang telah disepakati. Proses pembelajaran menggunakan aplikasi online menjadi solusi bagi dosen dalam mengembangkan proses pembelajaran secara daring akibat pandemi COVID-19. Proses pembelajaran tersebut membutuhkan perangkat smartphone atau komputer yang dapat berfungsi dengan baik (Putra, 2021). Salah satu kegiatan pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa adalah pendadaran atau sidang tugas akhir. Dalam memfasilitasi kebutuhan mahasiswa, Perpustakaan Fakultas Biologi UGM menyediakan layanan peminjaman ruang komputer yang memiliki akses internet cepat dan perangkat yang lengkap dan baik sehingga meminimalisasi risiko gangguan jaringan maupun gangguan perangkat yang terjadi ketika mahasiswa melakukan sidang tugas akhir. Selama pandemi COVID-19 ini, permohonan peminjaman ruang komputer di Perpustakaan Fakultas Biologi dapat dilakukan secara online. Hal ini merupakan inovasi yang memudahkan pengguna layanan dalam memesan ruang komputer. B. Kolaborasi Library Volunteer Untuk mewujudkan Perpustakaan Fakultas Biologi yang sesuai dengan budaya pemustaka, Perpustakaan Fakultas Biologi UGM juga menginisiasi terbentuknya library volunteer. Relawan Perpustakaan merupakan komunitas mahasiswa yang telah berkolaborasi dengan Perpustakaan Fakultas Biologi UGM dan menjadi bagian dalam beberapa kegiatan Perpustakaan Fakultas Biologi UGM seperti pelatihan manajemen sitasi dan penelusuran referensi, bedah buku, dan akses ke berbagai fasilitas perpustakaan lainnya serta kegiatan pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh pustakawan Perpustakaan Fakultas Biologi UGM (Aini, 2018). Tujuan dari kolaborasi pustakawan dan mahasiswa adalah agar dalam setiap kegiatan perpustakaan yang melibatkan banyak sumber daya manusia dapat terlaksana secara baik dan terencana serta dapat diikuti oleh trend generasi milenial. Pustakawan dituntut untuk dapat melakukan perubahan yang membawa ke arah kebaikan, inovatif, kreatif, kebermanfaatan bagi institusi dan komponen pendukung lainnya. Selain itu, library volunteer juga memperoleh berbagai manfaat dalam kolaborasi ini antara lain mahasiwa secara langsung akan mendapatkan pengalaman lebih dalam meningkatkan soft skills tentang bagaimana membangun kerjasama tim, mengatasi permasalahan (problem solving), memiliki keahlian dalam mengakses sumber-sumber informasi digital ( e-journal, e-book, e –thesis dan lain-lain) yang bermanfaat sebagai bekal dalam masa perkuliahan, memiliki kemudahan dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan serta mendapatkan sertifikat yang dapat dipergunakan untuk menambah portofolio mahasiswa. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan Perpustakaan Fakultas Biologi UGM yang berkolaborasi dengan library volunteer adalah sebagai berikut: 1. Optimalisasi Fungsi Media Sosial Perpustakaan Fakultas Biologi UGM Perkembangan teknologi informasi saat ini ditambah dengan adanya pandemi COVID-19 yang membatasi ruang gerak langsung seseorang, membuat media sosial menjadi sarana penting untuk penyebaran informasi dan komunikasi. Berkembangnya teknologi informasi saat ini dapat membawa perubahan dalam pelayanan perpustakaan dengan memanfaatkan jejaring sosial maupun media sosial. Media sosial yang kerap digunakan antara lain twitter, whatsapp, youtube, pinterest, instagram dan facebook (Gunawan, 2017). Perpustakaan Fakultas Biologi saat ini memiliki media sosial instagram dengan username @libbiologi dan youtube dengan channel “Kanal Pengetahuan Fakultas Biologi UGM”. Agar informasi yang disajikan melalui media sosial bersifat inovatif, pustakawan menggali ide bersama dengan library volunteer sehingga library volunteer dapat menjembatani gap generasi antara pustakawan dengan pemustaka Perpustakaan Fakultas Biologi UGM yang didominasi oleh generasi milenial yang melek teknologi. Informasi yang disajikan antara lain cara menggunakan layanan perpustakaan, agenda-agenda terdekat yang diselenggarakan oleh perpustakaan serta peringatan hari besar. Konten-konten tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga menarik minat pustakawan untuk memanfaatkan layanan Perpustakaan Fakultas Biologi UGM. Dengan langkah tersebut, Perpustakaan Fakultas Biologi dapat menjadi wadah penggalian informasi, penciptaan inovasi dan kreasi serta tempat diskusi yang mampu menyesuaikan perubahan generasi. 2. Sosialisasi e-Literasi kepada Mahasiswa Baru Fakultas Biologi UGM Keterbatasan sumber daya manusia di Perpustakaan Fakultas Biologi UGM merupakan salah satu alasan diadakannya training of trainer (ToT) library volunteer oleh pustakawan dengan menghadirkan pelatih yang menguasai e-literasi meliputi cara penelusuran e-database e-journal dan manajemen sitasi menggunakan Mendeley. Peserta ToT yang merupakan library volunteer tersebut kemudian bertugas untuk melakukan sosialisasi ilmu yang didapatkan kepada mahasiswa baru agar memudahkan mereka dalam mencari literatur dan membuat tulisan ketika perkuliahan. Kegiatan sosialisasi e-Literasi kepada mahasiswa baru dilaksanakan ketika masa orientasi mahasiswa baru atau dikenal dengan Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) Fakultas. Berdasarkan fungsinya, perpustakaan memiliki lima fungsi yaitu fungsi pengajaran, fungsi informasi, fungsi penelitian, fungsi penyimpanan dan fungsi budaya (Setyadi, 2019). Dalam hal menjalankan fungsi tersebut, Perpustakaan Fakultas Biologi berkolaborasi dengan library volunteer dengan berbagai rangkaian acara. Library volunteer membantu membuat poster, menyampaikan materi, membuat press release dan memandu jalannya acara dengan didampingi pustakawan sebagai penanggung jawabnya. Berikut adalah dokumentasi kegiatan sosialisasi e-literasi: 3. Bedah Buku Karya Sivitas Akademik Fakultas Biologi UGM Perpustakaan Fakultas Biologi UGM juga memiliki Kegiatan Bedah Buku Karya Sivitas Akademik Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin. Dikarenakan adanya pandemi COVID-19 maka kegiatan bedah buku dilaksanakan secara online melalui zoom meeting. Menurut penelitian dari ASEAN Libraries masyarakat sedang berkembang masih kental dengan budaya mengobrol dibandingkan dengan budaya membaca (chatting society). Negara Indonesia dan negara berkembang lainnya masih memiliki tingkat baca yang rendah (Nafisah, 2014). Kondisi rendahnya minat baca di Fakultas Biologi UGM menjadi tanggung jawab Perpustakaan Fakultas Biologi UGM yang merupakan sumber literasi Fakultas Biologi. Kegiatan bedah buku Fakultas Biologi UGM yang diperankan penting oleh pustakawan menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 dapat menjadi pemicu inovasi dan kreasi agar tetap memberikan pelayanan prima di tengah keterbatasan yang ada. Inovasi untuk mengadakan bedah buku secara online melalui zoom merupakan langkah awal Perpustakaan Fakultas Biologi untuk bertanggung jawab meningkatkan minat baca sivitas akademik di dalamnya. Menurut Basya (2020), terlepas dari tingkat kecerdasannya (IQ) yang rendah, sedang, ataupun sebagaimana pada umumnya manusia kebanyakan, kebiasaan membaca dapat membuat seseorang memiliki kemampuan menalar, mendeskripsikan, bahkan juga mengimajinasikan sesuatu. Melalui kegiatan membaca, kemampuan seseorang dalam studinya tidak semata-mata menghafal melainkan juga memproduksi pengetahuan dan inovasi (Basya, 2020).

Conclusion

Perpustakaan Fakultas Biologi UGM tetap dapat memberikan layanan yang optimal kepada pemustaka di tengah-tengah kondisi pandemi yang ketat akan protokol kesehatan serta pembatasan kontak fisik melalui inovasi-inovasi menggunakan media online. Optimalisasi layanan yang dimaksud antara lain tersedianya layanan online yaitu aktivasi keanggotaan, perpanjangan masa pinjam buku, permintaan surat bebas pustaka, penyerahan dan permintaan bukti penyerahan tugas akhir dan permohonan peminjaman ruang komputer. Selain itu, Perpustakaan Fakultas Biologi UGM juga berkolaborasi dengan library volunteer untuk meningkatkan kualitas perpustakaan dan sumber daya di dalamnya melalui berbagai kegiatan antara lain optimalisasi fungsi media sosial Perpustakaan Fakultas Biologi UGM, sosialisasi e-literasi kepada mahasiswa baru dan bedah buku karya sivitas akademik Fakultas Biologi UGM. Di era pandemi COVID-19 ini, optimalisasi dari pemanfaatan media online ini memberikan dampak antara lain Perpustakaan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dapat meningkatkan kemampuan komunikasi secara digital, pemustaka secara langsung mendapatkan pengalaman yang lebih dalam meningkatkan soft skill e-literasi dan bagaimana mengakses sumber-sumber informasi digital, institusi perpustakaan mampu meningkatkan Quality and Quantity e-Services dengan memaksimalkan sumberdaya yang dimiliki perpustakaan serta memacu kreativitas dan peluang inovasi secara berkelanjutan. Dengan inovasi ini maka Perpustakaan akan menjadi inspired destination khususnya bagi Perpustakaan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. SARAN Peran library volunteer diharapkan dapat dioptimalkan untuk menjembatani kesenjangan budaya literasi antara generasi pustakawan dan generasi pemustaka yang didominasi oleh generasi milenial dengan cara memfungsikan media online yang dimiliki Perpustakaan Fakultas Biologi secara masif sehingga jejaring sosial Perpustakaan Fakultas Biologi dapat semakin luas.