Motivasi Mahasiswa Menjadi Anggota Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Universitas Gadjah Mada
Abstrak
Pada dasarnya perpustakaan adalah perpaduan antara manusia, tempat, dan informasi. Perpustakaan UGM merupakan sumber informasi guna menunjang terlaksanya Tri Dharma Perguruan Tinggi. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi apa yang mendorong mahasiswa menjadi anggota Perpustalcaan UGM. Penelitian dilaltukan di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, Gedung Unit II Sekip, pada bagian layanan Kartu Anggota Perpustakaaan. Pada tahun 2006, terdapat 1.674 orang mahasiswa tercatat sebagai anggota perpustakaan. Sampel yang diambil sebanyak 200 orang dengan metode aksidental. Jenis penelitian adalah survei dengan pendekatan deslcriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Uji validitas menggunakan rumus Product Moment, uji reliabilitasnya dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach, dan uji hipotesis menggunakan analisis Anova. Analisis data menggunakan Program SP SS versi 12 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, motivasi mahasiswa untuk menjadi anggota Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, yaitu motivasi ektrinsik dan motivasi intrinsik, motivasi mahasiswa positif dan signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 33,303 dan signifikansi 0,05, sedangkan nilai value atau tingkat signifikansi 0,000 ( lebih kecil dari 0,05 atau 5%). Disamping itu terdapat penilaian kurang baik dari mahasiswa yaitu pada aspek promosi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat direkomendasikan kepada perpustakaan supaya lebih meningkatkan kualitas layanan dan promosinya, sehingga dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menjadi anggota perpustakaan.
Keywords:
Perpustakaan UGM
· motivasi
· anggota perpustakaan
Introduction
Pendahuluan Perpustakaan merupakan sumber informasi ilmiah bagi perguruan tinggi, bahkan perpustakaan dapat disebut sebagai jantung universitas atau perguruan tinggi. Kualitas pendidikan di suatu perguruan tinggi, salah satunya tergantung pada kualitas perpustakaannya. Perpustakaan perguruan tinggi berfungsi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi tersebut. Sebuah universitas yang baik tidak hanya dilihat dari seberapa banyak jumlah peneliti dan kaum intelektualnya, seberapa besar jumlah fakultas yang dimiliki, tetapi juga dilihat dari perlengkapan dan fasilitas yang dimiliki termasuk laboratorium yang lengkap dan sebuah perpustakaan yang baik. Tanpa perpustakaan yang baik, mustahil perguruan tinggi dapat menjalankan fungsinya dengan balk. Koleksi yang disediakan hams sesuai dengan kebutuhan pemustaka, demikian pula pelayanan yang diberikanjuga hams prima. Di Indonesia, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS) pasti memiliki perpustakaan, bahkan Universitas Gadjah Mada, selain memiliki perpustakaan pusat, fakultas-fakultas juga memiliki perpustakaan sendiri-sendiri, demikian pula halnya dengan lembaga atau pusat penelitiannya (Pranowo, 1990:12). Universitas Gadjah Mada menerapkan sistem desentralisasi dalam penyelenggaraan perpustakaannya. Akan tetapi dengan dikeluarkannya SK Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor UGM/004/471/UM/01/37 tanggal 17 Juni 1990 tentang sentralisasi perpustakaan di lingkungan universitas, maka sejak saat itu perpustakaan di 18 fakultas dan 24 perpustakaan lain di lingkup universitas berada di bawah koordinasi Perpustakaan (http://www.ugm.ac.id). Seiring dengan perkembangan, jumlah perpustakaan di lingkungan Universitas Gadjah Mada juga bertambah yaitu menjadi 30 perpustakaan fakultas dan jurusan, 5 perpustakaan magister, dan 17 perpustakaanpusat studi (Supomo (t.t.): 24-28). Kenyataan ini menunjukkan bahwa meskipun berdasarkan SK Rektor Perpustakaan Universitas Gadjah Mada menerapkan sistem sentralisasi, tetapi dalam praktiknya sistem tersebut belum sepenuhnya dapat dilaksanakan. Ada beberapa hal yang sudah dapat dikoordinasi oleh Perpustakaan, yaitu sentralisasi database perpustakaan serta penerapan Teknologi Informasi (TI) di perpustakaan berupa program SIPUS (Sistem Informasi Perpustakaan) di beberapa perpustakaan fakultas. Data pengguna SIPUS di perpustakaan fakultas adalah sebagai berikut : No. Nama Perpustakaan Sistem Informasi yang digunakan 1. UPU Perpustakaan UGM SIPUS Terpadu versi 3 2. Fakultas Ekonomi SIPUS Terpadu versi 3 3. Fakultas Filsafat SIPUS Terpadu versi 3 4. Fakultas MIPA SIPUS Terpadu versi 3 5. Fakultas Hukum SIPUS Terpadu versi 2 6. Fakultas Geografi SIPUS Terpadu versi 4 (Web) 7. Fak.Kedokteran Hewan SIPUS Terpadu versi 4 (Web) Label Penggunaan (SIPUS) di Lingkungan UGM Sumber: Olah data primer (Surachman, 2007) Berdasarkan kenyataan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Perpustakaan Universitas Gadjah Mada saat ini belum sepenuhnya menerapkan sistem sentralisasi tetapi masih dalam taraf menuju sentralisasi perpustakaan. Bahkan masih dapat dikatakan menerapkan sistem desentralisasi. Pada sistem desentralisasi terdapat kelemahan, yaitu sering terjadi duplikasi koleksi. Pada sistem sentralisasi, terjadinya duplikasi koleksi dapat diatasi karena pengadaan koleksi, yaitu bagian pengadaan. Pada perpustakaan yang menganut sistem desentralisasi berlaku perpustakaan pusat dan fakultas atau lembaga memiliki bagian pengadaan masing-masing. Pada sisi lain sistem desentralisasi mempunyai sejumlah keunggulan diantaranya adalah: desentralisasi memungkinkan penempatan buku pada lokasi yang sesuai dengan kebutuhan pemakai sehingga buku dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan membagi koleksi ke dalam unit berdasarkan subyek, maka semua bentuk dokumen (tercetak dan elektronik) dapat dikumpulkan menjadi sate sehingga membantu bagi pemustaka (Sulistyo-Basuki, 1994:73). Penerapan sistem desentralisasi seperti yang telah diutarakan di atas menyebabkan ada beberapa koleksi milik perpustakaan pusat yang jarang, atau sama sekali tidak dimanfaatkan oleh pemustaka. Sebab keperluan mereka sudah terpenuhi dengan adanya koleksi yang sama di perpustakaan fakultas. Sistem sentralisasi selain dapat mencegah duplikasi koleksi, juga dapat menghemat waktu, tenaga, dan uang. (Pranowo: 1990). Dengan demikian dana yang seharusnya terserap untuk sebuah koleksi yang sebenarnya sudah ada atau dimiliki dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain dalam rangka pengembangan perpustakaan, seperti digitalisasi perpustakaan dan lain-lain. Sebaliknya pada sistem desentralisasi seringkali mahasiswa sudah merasa puas denga pelayanan di perpustakaan fakultas dan jurusan sehingga mereka enggan untuk memanfaatkan fasilitas dan koleksi buku yang ada di perpustakaan pusat. Hal inilah yang menyebabkan fasilitas perpustakaan pusat tidak dapat tersentuh da dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa Apabila ini dibiarkan terjadi terus menerus, mat lama kelamaan koleksi di perpustakaan pusat, data. hal ini Perpustakaan Universitas Gadjah Mada semakin tidak akan tersentuh oleh pemustaka. Keberhasilan suatu perpustakaan juga dap; dinilai dari banyaknya pemustaka yang datang da memanfaatkan koleksi maupun sumber informasi, yang ada di perpustakaan. Suatu perpustakaan yang baik atau bahkan ideal tentunya akan dap; memenuhi sebagian besar kebutuhan informasi yan dibutuhkan oleh pemustaka. Pada sisi lai pemustaka akan merasa terdorong datang perpustakaan apabila fasilitas yang ada perpustakaan dapat memenuhi kebutuhannya aka informasi. Faktor-faktor yang mendorong mahasiswa datang ke perpustakaan bisa berasal dari keinginan mereka sendiri, dalam arti berasal dari diri individu dan atau berasal dari luar. Dorongan dari dalai individu ini biasa dinamakan motivasi intrinsik sedangkan yang berasal dari luar disebut motiva ekstrinsik (Armstrong, 1990:68). Kebutuhan individu mahasiswa akan informa guna menunjang perkuliahan, biasanya merupakan faktor utama yang mendorong mereka untuk datar ke perpustakaan. Disamping itu, juga karena fakta dan luar yang berupa fasilitas perpustakaan yan lengkap, tugas dosen, atau karena kebutuhan meret sudah terpenuhi dengan koleksi yang ada perpustakaan lain, misalnya perpustakaan fakultas. Dengan melihat latar belakang masalah seper diuraikan dimuka, maka penulis terdorong until meneliti motivasi apa dan bagaimana motiva mahasiswa untuk menjadi anggota Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Dalam Penelitian ini penulis mempunyai tujuan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui motivasi apa yan mendorong mahasiswa menjadi anggofa Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, 2. Untuk mengetahui bagaimana motivasi mahasiswa menjadi anggota Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Hasil penelitian tentang motivasi mahasiswa menjadi anggota Perpustakaan UGM ini diharapkan mempunyai manfaat bagi: 1. Peneliti, a. dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh dibangku lculiah dengan basil penelitian praktik kondisi di lapangan, b. penelitian ini dilaksanakan dalam rangka penyusunan skripsi sebagai salah sate syarat yang telah ditetapkan dalam kurikulum untuk mencapai gelar Sarjana Ilmu Perpustakaan pada Jurusan IPI Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2. Lembaga Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, memberi informasi berupa masukan kepada pihak manajemen Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan pengembangan perpustakaan sesuai dengan tujuan rencana strategis serta misi perpustakaan. 3. Ilmu pengetahuan: a. dapat memperkaya perbendaharaan ilmu pengetahuan pada umumnya, dan ilmu perpustakaan pada khususnya, b. Sebagai pendorong dan acuan bagi peneliti lainnya untuk meneliti masalah yang berkaitan dengan permasalahan yang berbeda. Tinjuan Pustaka A. Motivasi Motivasi, berasal dari kata Latin "motivus" yang artinya: sebab, alasan dasar, pikiran dasar, dorongan bagi seseorang untuk berbuat; atau ide pokok yang selalu berpengaruh besar terhadap tingkah laku manusia (Kartono, 1994:147). Motivasi dapat juga diartikan sebagai usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya, terselubung bagi yang bersangkutan tetapi dapat ditelusuri melalui perilakunya (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005:756). Proses timbulnya motivasi seseorang terdiri beberapa tahapan, antara lain; pertama, munculnya suatu kebutuhan yang belum terpenuhi menyebabkan adanya ketidakseimbangan (tention) dalam did seseorang dan berusaha untuk menguranginya dengan berperilaku tertentu. Kedua, seseorang kemudian mencari cara-cara untuk memuaskan keinginan tersebut. Ketiga, seseorang mengarahkan perilakunya kearah pencapaian tujuan atau prestasi dengan cara-cara yang telah dipilihnya dengan didukung oleh kemampuan, keterampilan, maupun pengalamannya. Berdasarkan beberapa definisi di atas dan memperhatikan ketiga tahapan proses timbulnya motivasi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi mahasiswa untuk menjadi anggota perpustakaan dapat muncul disebabkan adanya kebutuhan akan informasi yang hams dipenuhi guna menunjang perkuliahan, sehingga untuk memuaskan kebutuhan tersebut mahasiswa hams mencarinya di perpustakaan. B. Teori Motivasi Menurut Sutarto (1998:311-324), terdapat beberapa teori motivasi, yaitu: a. Teori motivasi "klasik" dari Frederick W. Taylor, bahwa seseorang bersedia bekerja apabila ada imbalannya berupa sate macam barang terutama berupa uang, b. Teori motivasi "kebutuhan" dari Abraham H. Maslow, bahwa seseorang berperilaku karena didorong oleh adanya keinginan untuk memperoleh pemenuhan dalam bermacam-macam kebutuhan, c. Teori motivasi "dua faktor" dari Frederick Herzberg, bahwa dalam setiap pelaksanaan pekerjaaan akan terdapat dua faktor penting yang mempengaruhi pekerjaan akan dilaksanakan dengan baik atau tidak, d. Teori motivasi "human relation" atau "hubungan kerja kemanusiaan" dari Rensis Likert, bahwa manajer harus dapat menumbuhkan perasaan para pegawai bahwa mereka memang sangat dibutuhkan oleh organisasi, bahwa tiap-tiap pegawai dapat diterima oleh kelompoknya disamping itu para pegawai harus diyakinkan bahwa mereka adalah termasuk orang-orang penting, e. Teori motivasi 'preference-expectation" atau " pengutamaan penghargaan" dari Victor H. Vroom, bahwa seseorang akan terdorong untuk bekerja dengan baik apabila akan memperoleh suatu imbalan yang pada saat itu sedang dirasakan sebagai kebutuhan pokok yang harus segera dipenuhi, f. Teori motivasi "X dan Y" dari Douglas McGregor, bahwa ada dua kelompok sifat orang, yaitu kelompok orang yang bersifat baik (disebut sebagai "good") dan kelompok orang yang bersifat buruk (disebut sebagai "evil"), g. Teori kebutuhan "ERG" (Existence, Relatedness, Growth) dari Clayton P. Alderfer, bahwa orang memiliki 3 macam kebutuhan, yaitu "Existence" (Adanya), kebutuhan "Relatedness" (Berhubungan), dan kebutuhan "Growth" (pertumbuhan), h. Teori kebutuhan berprestasi dari David C. MacClelland, bahwa individu memiliki 3 macam kebutuhan yaitu kebutuhan "achievement" (berprestasi), kebutuhan "affiliation" (persatuan), dan kebutuhan "power" (berkuasa), i. Teori motivasi keadilan dari Strecy Adams, bahwa input utama ke dalam pelaksanaan kerja dan pemuasan adalah tingkat keadilan dan ketidakadilan yang dirasakan orang-orang dalam situasi kerja. Menurut Nawawi (2003: 352-257), apabila dilihat dari sudut pandang ilmu psikologi terdapat enam teori motivasi, yaitu: 1. Teori kebutuhan Maslow, menurut teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. Terkait dengan penelitian ini, maka motivasi dapat diartikan sebagai suatu kebutuhan yang mendorong mahasiswa untuk menjadi anggota perpustakaan, yaitu kebutuhan akan fasilitas dan informasi yang ada di perpustakaan, yang bisa mereka dapatkan apabila menjadi anggota perpustakaan. 2. Teori dua faktor dari Herzberg, teori ini menyatakan bahwa ada dua faktor yang dapat memberikan kepuasan dalam bekerja, yaitu: a. faktor yang dapat memotivasi (motivator), misalnya: prestasi, penghargaan, tanggung jawab, dan lain-lain. b. kebutuhan kesehatan lingkungan kerja (hygiene factors) yang dapat berbentuk upah/ gaji, hubungan antar pekerja, kondisi kerja, kebijakan perusahaan, dan proses administrasi di perusahaan. Diantara dua faktor di atas, maka faktor pertamalah yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. Keinginan untuk berprestasi, memperoleh penghargaan dan rasa tanggung jawab terhadap studinya merupakan motivasi yang mendorong mahasiswa untuk mencari informasi yang mendukungnya, informasi tersebut dapat diperoleh di perpustakaan, sedangkan informasi dan fasilitas yang ada di perpustakaan dapat dimanfaatkan secara maksimal apabila menjadi anggota perpustakaan, 3. Teori prestasi (Achievement) dari McClelland, dalam teori ini disebutkan bahwa kebutuhan berprestasi merupakan motivasi dalam pelaksanaan pekerjaan, dengan demikian dapat dikemukakan bahwa kebutuhan mahasiswa untuk berprestasi merupakan pendorong bagi mereka untuk datang mencari informasi dalam rangka meraih prestasi dalam studinya. Salah sate syarat agar dapat memanfaatkan fasilitas dan informasi yang ada di perpustakaan adalah dengan cara menjadi anggota. Jadi secara tidak langsung kebutuhan berprestasi mahasiswa mendorong mereka untuk menjadi anggota perpustakaan, 4. Teori penguatan (reinforcement), dalam teori dinyatakan bahwa suatu tingkah laku yang mendapat ganjaran menyenangkan akan mengalami penguatan dan cenderung untuk diulangi. Apabila ditinjau dari sudut pandang teori ini, maka permasalahan pada penelitian kali ini bisa dikatakan kurang relevan karena teori ini lebih menekankan pada motivasi yang muncul karena adanya ganjaran atau insentif, sedangkan secara umum motivasi mahasiswa menjadi anggota perpustakaan adalah karena dorongan terpenuhinya kebutuhan mereka akan informasi untuk mendukung studinya, 5. Teori harapan (expectancy), menurut teori ini, harapan merupakan energi penggerak untuk melakukan suatu kegiatan. Dapat dikemukakan disini bahwa harapan untuk terpenuhinya kebutuhan akan informasi mendorong perilaku mereka untuk menjadi anggota perpustakaan sehingga dengan demikian kebutuhan itu dapat terpuaskan. 6. Teori tujuan sebagai motivasi Dalam teori ini dikemukakan, bahwa seseorang yang memahami apa tujuan organisasinya, maka dia akan menjadikan tujuan itu sebagai pendorong dalam tindakannya. Sehubungan dengan teori tersebut, maka tujuan mahasiswa memperoleh informasi bisa menjadi pendorong tindakannnya, dalam hal ini tindakan memutuskan untuk menjadi anggota perpustakaan. Berdasarkan, beberapa teori motivasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa teori yang relevan dengan permasalahan pada penelitian kali ini adalah teori motivasi "kebutuhan" yang dikemukakan oleh Maslow, dimana menurut teori ini, kebutuhan diartikan sebagai kekuatan yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. Terkait dengan penelitian ini, maka motivasi dapat diartikan sebagai suatu kebutuhan yang mendorong mahasiswa untuk menjadi anggota perpustakaan, yaitu kebutuhan akan fasilitas dan informasi yang ada di perpustakaan, yang bisa mereka dapatkan apabila menjadi anggota perpustakaan. C. Jenis Motivasi Menurut jenisnya, motivasi dibagi 2: 1. Motivasi intrinsik disebut juga motivasi hakiki yaitu faktor-faktor dad dalam did sendiri yang mempengaruhi orang untuk berperilaku atau untuk bergerak kearah tertentu. (Armstrong, 1990: 68). Terkait dengan teori motivasi "kebutuhan" dari Maslow, maka kebutuhan mahasiswa akan informasi ini termasuk motivasi intrinsik karena berasal dari dalam individu mereka sendiri. 2. Motivasi Ekstrinsik, yaitu dorongan yang datangnya dari luar diri seseorang (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005:756). Motivasi ekstrinsik disebut juga motivasi buatan, yaitu apa yang kita lakukan terhadap orang untuk memotivasi mereka (Armstrong, 1990: 68). Sesuai dengan pengertian tersebut, maka motivasi ekstrinsik bisa berupa: fasilitas yang ada di perpustakaan, seperti fasilitas peminjaman buku, keanggotaan, fasilitas ruang perpustakaan, koleksi, sarana temu kembali informasi (Online Public Acces Catalog), serta profesionalisme pustakawan, atau dapat berupa ajakan dari teman, dan tugas dari dosen. D. Perpustakaan Dad beberapa sumber bacaan yang diperoleh, maka pengertian perpustakaan dapat disimpulkan sebagai sebuah tempat atau gedung tempat menyimpan sumber-sumber informasi, baik dalam bentuk terekam, tercetak atau non cetak yang berjumlah minimal 1.000 judul atau 2.500 eksemplar. Sumber informasi tersebut dikelola dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian informasi dan rekreasi para pemustaka. E. Perpustakaan Perguruan Tinggi Berkaitan dengan penelitian kali ini Perpustakaan Perguruan Tinggi yang dimaksud adalah Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, sebagai unsur penunjang Universitas Gadjah Mada. Perpustakaan berfungsi memberikan layanan mformasi kepada mahasiswa, dosen dan karyawan dalam menjalankan tugas-tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Method
Sudah disebutkan di depan pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara aksidental, artinya siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila dipandang orang tersebut cocok untuk dijadikan sebagai sumber data. (Sugiyono, 2007:67). Pengumpulan data dilakukan dengan 3 cara, yaitu: 1. Observasi atau pengamatan langsung terhadap kejadian-kejadian yang ditemukan. 2. Kuesioner, yaitu dengan mengajukan daftar pernyataan secara tertulis kepada respondent yaitu anggota perpustakaan pada tahun 2006. 3. Metode dokumentasi, dilakukan dengan mengumpulkan bahan-bahan atau laporan-laporan yang ada di Perpustakaan UGM, khususnya di bagian layanan keanggotaan, membaca atau mempelajari buku teks, catatan kuliah, makalah seminar serta browsing dari internet mengenai topik yang berkaitan dengan penelitian ini. Data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kemudian ditabulasi dan selanjutnya dihitung dengan menggunakan rumus-rumus atau metode statistik (SPSS) untuk memperoleh kesimpulan dalam penelitian ini.
Result
Kuesioner yang disebar dalam penelitian ini berjumlah 200 buah. Kuesioner yang berhasil dikumpulkan kembali seb any ak 198 buah. Sedangkan 2 kuesioner tidak kembali. Semua kuesioner yang kembali, layak untuk digunakan atau dianalisis. Hasil penyebaran kuesioner dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel Hasil Penyebaran Kuesioner Keterangan Jumlah Kuesioner yang disebar 200 Kuesioner yang kembali 198 Respon rate 99,% Kuesioner yang tidak kembali 2 Kuesioner yang kembali tapi tidak layak digunakan 0 Total kuesioner yang layak dianalisis 198 Sumber : data primer yang diolah, 2008 Berdasarkan Tabel diatas diketahui bahwa sebanyak 200 eksemplar kuesioner yang disebar, ternyata yang kembali sejumlah 198 eksemplar atau sama dengan 99% dari seluruh kuesioner yang disebar. Dua eksemplar kuesioner dinyatakan tidak kembali tanpa alasan yang jelas, yaitu kuesioner dengan nomor responden 90 dan 91.
Discussion
Penelitian ini merupakan penelitian dengan variabel tunggal yaitu motivasi mahasiswa menjadi anggota Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Berdasarkan kisi-kisi yang digunakan dalam kuesioner yang disebar kepada responden dapat diketahui bahwa terdapat dua (2) indikator yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Selanjutnya kedua indikator tersebut digunakan dalam kuesioner guna mengukur bagaimana motivasi mahasiswa untuk menjadi anggota Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Data hasil pengukuran kemudian diolah dan dianalisis guna mendapatkan simpulan dalam penelitian. Dari kegiatan tabulasi data yang dilakukan pada penelitian ini dapat memperlihatkan bahwa, dari 200 eksemplar kuesioner yang disebarkan pada 200 responden, yang berhasil dikumpulkan kembali sebanyak 198 eksemplar. Dua eksemplar kuesioner yang tidak kembali tanpa alasan yang jelas adalah kuesioner dengan nomor responden 90 dan 91. Pernyataan dalam kuesioner yang berjumlah 32 butir, tidak semua dapat terisi dengan penuh. Dua pernyataan yang terlewat tersebut terdapat dalam kuesioner dengan nomor responden 20 dan 21, pada kolom "sangat tidak baik" sehingga pada kolom ini diberi skor 0 (nol). Dan keseluruhan pernyataan yang berjumlah 32 butir, sebanyak 29 butir mendapat penilaian baik dari responden, 1 (satu) butir pernyataan diinterpretasikan sangat baik dan 2 (dua) butir diinterpretasikan tidak baik. Berdasarkan tabel perhitungan skor masing-masing indikator yaitu motivasi ekstrinsik dan intrinsik terlihat bahwa skor rata-rata yang diperoleh dapat diinterpretasikan baik. Hal ini berarti bahwa secara keseluruhan motivasi mahasiswa untuk menjadi anggota Perpustakaan Universitas Gadjah Mada adalah baik. Meskipun demikian, masih terdapat aspek-aspek pada Perpustakaan UGM yang perlu ditingkatkan lagi terutama aspek yang diinterpretasikan kurang baik oleh mahasiswa atau responden. Pada penelitian ini terdapat 2 (dua) aspek yang diinterpretasikan kurang baik, yaitu promosi perpustakaan UGM (motivasi ekstrinsik) dan motivasi untuk mendaftar sebagai anggota atas kemauan mahasiswa sendiri (motivasi intrinsik) Aspek yang pertama akan menjadi baik apabila Perpustakaan UGM dapat meningkatkan promosinya kepada pemustaka, sehingga seluruh fasilitas yang dimiliki dapat diketahui oleh mahasiswa atau masyarakat sebagai pemustaka. Hai ini terkait dengan aspek yang kedua, karena kemauan mahasiswa atau pemustaka untuk mendaftarkan din sebagai anggota tidak akan muncul tanpa mereka mengetahui fasilitas dan manfaat apa yang akan mereka dapatkan apabila menjadi anggota Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Dari hasil uji hipotesis penelitian diketahui bahwa Motivasi Mahasiswa menjadi anggota Perpustakaan UGM positif dan signifikan, hal tersebut ditunjukkan oleh nilai p value atau tingkat signifikansi sebesar 0,000 (lebih kecil dari 0,05 atau 5%) dan nilai F (nilai anova satu arah) sebesar 33,303 (positif). Hal ini dapat diterangkan bahwa Perpustakaan UGM dengan segala macam indikatornya memberikan motivasi mahasiswa untuk menjadi anggota Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Apabila Perpustakaan UGM dapat meningkatkan kualitasnya dalam segala aspeknya maka motivasi mahasiswa untuk menjadi anggota juga akan meningkat. Perpustakaan UGM dapat menarik motivasi mahasiswa untuk menjadi anggota apabila dapat lebih meningkatkan kualitasnya dengan variabel-variabel lain misalnya strategi pelayanan yang lebih menarik mahasiswa, yang lebih computerized, cepat tidak berbelit-belit, dan sebagainya. Dalam penelitian ini, variabel-variabel lain yang diasumsikan dapat berpengaruh terhadap motivasi mahasiswa untuk menjadi anggota Perpustakaan UGM tersebut tidak diteliti, sehingga tidak dibahas lebih lanjut.
Conclusion
Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab IV , maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut: 1. Ada motivasi yaitu motivasi ekstrinsik yang meliputi lokasi perpustakaan, peraturan tata tertib, fasilitas perpustakaan, koleksi perpustakaan, layanan, profesionalisme pustakawan, ajakan dari teman, tugas dari dosen dan promosi perpustakaan, serta motivasi intrinsik yang merupakan dorongan atau kemauan dari individu mahasiswa sendiri untuk datang dan mendaftarkan din sebagai anggota Perpustakaan UGM. 2. Motivasi Mahasiswa menjadi anggota Petpustakaan Universitas Gadjah Mada adalah positif dan signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai F hitting sebesar 33,303 dan signifikansi 0,05, sedangkan nilai value atau tingkat signifikansi 0,000 ( lebih kecil dari 0,05 atau 5% yaitu signifikansi yang diambil pada penelitian) 3. Aspek promosi perpustakaan mendapat penilaian kurang baik dari responden. saran 1. Seyogyanya perpustakaan UGM lebih meningkatkan promosinya, sehingga dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menjadi anggota perpustakaan. 2. Diharapkan penelitian ini dapat menjadikan bahan pertimbangan, bagaimana langkah selanjutnya yang hams ditempuh dan yang paling tepat diterapkan di Perpustakaan UGM, agar fasilitas yang ada di perpustakaan dapat dimanfaatkan secara optimal.