Kembali
16
1
2019 LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan Vol 7 · 1 ISSN 2477-5320

EVALUASI KOLEKSI BERDASARKAN PADA METODE YANG BERPUSAT PADA PENGGUNAAN (USECENTERED METHOD) Studi Kasus pada Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi koleksi. Jenis evaluasi yang digunakan yaitu metode yang berpusat pada penggunaan (use-centered method) yang meliputi evaluasi koleksi sirkulasi, evaluasi berdasarkan pendapat pengguna serta evauasi berdasarkan pengunaan koleksi di ruang baca perpustakaan. Lokasi penelitian dilakukan di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari hasil evaluasi kajian sirkulasi diketahui bahwa peminjaman koleksi lebih banyak didominasi oleh koleksi yang bersubjek kesehatan. Hal ini terlihat dari data statistik mengenai 10 judul terpopuler yang sering dipinjam hampir sebagian merupakan koleksi dengan subjek kesehatan yakni koleksi bidang kebidanan dan keperawatan; Untuk evaluasi berdasarkan pendapat pengguna mengenai koleksi yang terdapat di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya menunjukkan bahwa dilihat dari aspek kelengkapan, keragaman dan relevansi koleksi dapat dikatakan sudah cukup lengkap. Namun untuk aspek kemutakhiran dan komposisi koleksi perlu lebih diperhatikan lagi. Sedangkan dari hasil evaluasi yang didasarkan pada penggunaan koleksi di ruang baca oleh pemustaka terungkap bahwa pengguna perpustakaan lebih cenderung menggunakan subjek bidang ilmu terapan yakni bidang kesehatan.

Abstract

This study aims to evaluate collections. The type of evaluation used is the use-centered method which includes the evaluation of circulation collections, evaluations based on user opinions and evaluation based on the use of collections in the library reading room. The location of the study was conducted at the Muhammadiyah University of Tasikmalaya library. The research method used is qualitative research with a type of case study research. Based on the results of the study it is known that from the results of the evaluation of circulation studies it is known that borrowing collections is dominated by collections that are subject to health. This can be seen from statistical data about the 10 most popular titles that are often borrowed, almost in part, collections with health subjects, namely collections of midwifery and nursing; For evaluations based on the opinions of users about the collections contained in the UPT of the Muhammadiyah University of Tasikmalaya Library, it shows that in terms of completeness, the diversity and relevance of collections can be said to be quite complete. But for the latest aspects and composition of the collection, it needs to be considered more. Whereas from the evaluation results based on the use of collections in the reading room by the visitors, it was revealed that library users were more likely to use the subject of applied science, namely the health sector.
Keywords: collection evaluation · collection development · users · library

Introduction

Cikal bakal Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya diawali sejak mulai hadirnya Sekolah Perawatan Kesehatan pada tahun 1983 yang kemudian bertransformasi menjadi Akademi Keperawatan (AKPER) pada tahun 1999 dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) pada tahun 2006. Pada akhir tahun 2014 dengan turunnya Surat Keputusan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 598/E/O/2014 tanggal 17 Oktober 2014 tentang perubahan bentuk dari STIKes Muhammadiyah Tasikmalaya menjadi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) yang diresmikan secara langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Umum MUI Pusat Prof. DR. H.M. Din Syamsuddin, MA pada tanggal 14 Januari 2015. Perubahan bentuk perguruan tinggi yang akhirnya menjadi Universitas tersebut jika dilihat dari Struktur Organisasi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya menetapkan perpustakaan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT), sehingga bernama UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya menjalankan fungsinya sebagai sumber informasi dan layanan program pendidikan, pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dengan kegiatan sehari-hari menyeleksi, mengolah, merawat serta melayankan informasi kepada sivitas akademika. UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya dikepalai oleh seorang dengan latar belakang pendidikan kesehatan masyarakat, lalu dibantu oleh tiga orang staf, dua orang diantaranya memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Perpustakaan. Sedangkan, satu orang lainnya tidak memiliki latar belakang Ilmu Perpustakaan, melainkan memiliki latar belakang ilmu psikologi. Adapun koleksi yang dimiliki UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya pada Desember 2018 berjumlah 3.707 judul dan 8.514 eksemplar dengan rincian jenis pustaka yaitu buku teks, jurnal, referensi, prosiding, fiksi, surat kabar, majalah ilmiah, ensiklopedia, majalah, kamus, komik, laporan penelitian, cerita bergambar, atlas, kitab suci, skripsi. Koleksi yang dimiliki sampai saat ini mayoritas berasal dari perpustakaan lama dengan subjek kesehatan. Walaupun sudah berubah bentuk dari STIKes menjadi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya dan bertambah fakultas baru pada tahun 2015/2016 yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Teknik terdapat kesenjangan dalam jumlah koleksi. Kesenjangan itu terjadi karena koleksi yang terdapat di dalam perpustakaan lebih banyak subjek mengenai kesehatan dari Fakultas Ilmu Kesehatan dibandingkan dengan koleksi dari fakultas baru. Koleksi yang ada di perpustakaan diatas sejak tahun 2015 mayoritas diperoleh dari hibah dan sumbangan, diantaranya hibah dari Dinas Perpustakaan dan Keasrsipan Daerah Kota Tasikmalaya, Asia Foundation, dan sumbangan dari mahasiswa. Setiap mahasiswa baru, diwajibkan harus menyumbang satu buku. Pembelian baru dilakukan pada tahun 2018. Penambahan jumlah koleksi di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya terbilang tidak stabil, khususnya tiga tahun belakangan ini. Pada tahun 2016 koleksi perpustakaan tidak ada penambahan, karena hasil sumbangan dari mahasiswa baru yang dikumpulkan oleh pihak Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya disumbangkan lagi ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Sejak di tahun 2017 baru mengalami penambahan sebanyak 386 judul atau hanya 12% dari jumlah total koleksi yang ada, yang berasal dari hibah dari Dinas Perpustakaan dan Keasrsipan Daerah Kota Tasikmalaya, Asia Foundation, dan sumbangan dari mahasiswa. Subjek koleksi yang bertambah di tahun 2017 meliputi subjek koleksi kesehatan, pendidikan dan keguruan, dan teknik. Sedangkan di tahun 2018 mengalami pengurangan, perpustakaan hanya menerima 144 judul atau 4% dari jumlah koleksi yang ada, yang berasal dari hibah Asia Fondation, dan pembelian. Subjek yang bertambah di tahun 2018 hanya subjek kesehatan, dan subjek keagamaan saja (Perpustakaan UMTAS, 2018). UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya pada tahun 2018 melayani 1.975 pemustaka yang terdiri dari dosen, mahasiswa dari program studi Keperawatan, Kebidanan, Profesi Ners, Bimbingan Konseling (BK), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru PAUD, Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Pendidikan Teknologi Informasi, Teknik Pertambangan, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, serta tamu dari luar sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Layanan yang diberikan UPT Perpustakaan Univeritas Muhammadiyah Tasikmalaya kepada pemustaka yang terdiri dari layanan sirkulasi yang mencakup peminjaman buku, pengembalian, memperpanjang masa pinjaman, pembuatan surat bebas pinjam pustaka, dan pembuatan surat bukti penyerahan skripsi/karya ilmiah. Serta layanan referensi yaitu layanan rujukan yang beragam dan mendalam dari berbagai bahan pustaka referensi yang ada di perpustakaan serta penelusuran informasi sumber digital. Dengan disediakan layanan tersebut, UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya sudah sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP 010:2011) mengenai Perpustakaan Perguruan Tinggi yang menyebutkan bahwa layanan perpustakaan sekurang-kurangnya memiliki layanan sirkulasi, layanan referensi, layanan teknologi dan komunikasi. UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya berkontribusi mendukung dalam hal penyebaran informasi ilmiah di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat, sesuai dengan tujuan Perguruan Tinggi yang disebut Tri Dharma (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat). Mengenai hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan Sulistyo-Basuki (1991) yang mengatakan bahwa : “Perpustakaan perguruan tinggi ialah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahanya, maupun lembaga yang beralifiasi dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi mencapai tujuanya. Tujuan perguruan tinggi di Indonesia dikenal dengan nama Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dam pengabdian masyarakat” Koleksi merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah perpustakaan, koleksi menjadi alasan datangnya pemustaka ke perpustakaan, karena koleksi sesuatu yang sentral yang akan dilayankan kepada pemustaka. Tersedianya koleksi dalam perpustakaan ditentukan dengan beberapa faktor, seperti yang diuraikan dalam buku Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman (1994) yaitu : “Besarnya koleksi ditentukan oleh berbagai faktor seperti jumlah program studi, jumlah mata kuliah (dasar umum, dasar keahlian, bidang studi), tingkat pendidikan (akademi, politeknik, institut, universitas), kegiatan penelitian, banyaknya buku ajar per mata kuliah, dll” Jika dilihat dari katalog database UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, perpustakaan memiliki jumlah koleksi buku wajib program studi keperawatan sebanyak 922 judul, kebidanan 735 judul, Bimbingan Konseling (BK) 40 judul, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 80 judul, Pendidikan Guru PAUD 50 judul, Pendidikan Teknologi Informasi 52 judul, Teknik Pertambangan 20 judul, Teknik Mesin 37 judul, Teknik Elektro 69 judul, Teknik Lingkungan 26 judul, dan untuk program studi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik belum memiliki koleksi buku wajib di perpustakaan. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah koleksi buku wajib per program studi yang dimiliki UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya tidak semua sesuai dengan SNP 010:2011 Perpustakaan Perguruan Tinggi, yang menyebutkan jumlah buku wajib per program studi setidaknya memiliki 144 judul buku wajib. Mengingat semakin besarnya jumlah mahasiswa yang ada di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, perpustakaan dituntut untuk dapat memenuhi berbagai macam koleksi yang dapat memenuhi kebutuhan pemustaka. Agar koleksi perpustakaan tetap tersedia dengan kebutuhan pemustaka, maka diperlukan pengembangan koleksi. Untuk pengembangan koleksi didalam perpustakaan, biasanya pustakawan mengacu pada pedoman tertulis yaitu kebijakan pengembangan koleksi. Untuk saat ini pedoman kebijakan pengembangan koleksi masih dalam tahap persetujuan dari rektor Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya dan untuk sementara tidak ada pedoman kebijakan pengembangan koleksi. Kebijakan pengembangan koleksi dapat digunakan sebagai pegangan untuk membantu pustakawan dalam pemilihan bahan pustaka untuk perpustakaan. Begitu pula dengan kesesuaian koleksi dengan kebutuhan pemustaka sangat penting untuk diketahui. Pengembangan koleksi diharapkan sesuai dengan kebutuhan pemustaka yang diawali atau didasarkan pada hasil evaluasi koleksi. Oleh karena itu, setiap perpustakaan harus selalu melakukan kegiatan evaluasi koleksi. Menurut Winoto, Sinaga, & Rohanda (2018) evaluasi koleksi adalah: “Dalam konteks pengembangan koleksi, evaluasi koleksi adalah kegiatan yang berkaitan dengan menentukan kekuatan dan kelemahan dari koleksi bahan pustaka dilihat dari aspek kualitas bahan pustaka, keterkaitan dengan visi dan misi perpustakaan dan lembaga penaunganya serta aspek tuntutan, kebutuhan, dan selera masyarakat pengguna baik pengguna aktif maupun pengguna potensial” Lebih lanjut Evaluasi koleksi menurut ALA’s Guide to the Evaluation of Library Collections yang dikutip Evans & Saponaro (2005) dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu berdasarkan koleksi (collections-centered) dan berdasarkan penggunaan (usecentered). Adapun metode use-centered merupakan metode yang berfokus pada individu atau kelompok dalam menggunakan koleksi, dan bagaimana mereka menggunakan dan memanfaatkan berbagai komponenya, dan menentukan keberhasilan pengguna dalam mengidentifikasi dan menemukan apa yang dibutuhkan dalam menggunakan koleksi yang ada dalam perpustakaan. Ada lima kategori dalam melakukan evaluasi koleksi dengan menggunakan metode use-centered yaitu sebagai berikut: (1) melakukan kajian sirkulasi; (2) meminta pendapat pengguna; (3) menganalisis statistik pinjam antar perpustakaan; (4) melakukan kajian penggunaan diruang baca; (5) memeriksa keterediaan koleksi di rak (Evans & Saponaro, 2005). Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti melihat bahwa pengembangan koleksi yang ada di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya belum berjalan optimal. Maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti mengenai evaluasi koleksi berdasarkan metode use-centered di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya.

Method

Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode (qualitative research) dengan jenis penelitian menggunakan studi kasus. Adapun mengenai penelitian kualitatif menurut Moleong (2011:6) adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Sedangkan mengenai penelitian kasus Surrachman (1982:143) menyatakan bahwa studi kasus adalah suatu pendekatan yang memusatkan pada suatu kasus intensif dan rinci. Pendapat senada juga dikemukakan Stake dalam Creswell (2013) yang menyatakan studi kasus adalah: “Strategi penelitian dimana didalamnya peneliti menyelidiki secara cermat sutau program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu. Kasuskasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas, dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan.” Kemudian untuk teknik pengumpulan datanya dilakukan melaluo observasi, wawancara dengan para pengelola perpustakaan dan para pengguna perpustakaan serta melalui syudi kepustakaan yakni dengan mengkaji berbagai literatur yang berkaitan dengan pengembangan koleksi perpustakaan. Sedangkan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah pengguna perpustakaan dan objek dalam enelitian adalah koleksi yang ada di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS).

Discussion

Sebagaimana yang telah dipaparkan pada di awal tulisan, penelitian ini mengkaji tentang masalah evaluasi koleksi. Berkaitan dengan evaluasi koleksi merupakan salah satu elemen yang sangat penting untuk dilakukan karena dengan melakukan evaluasi, pustakawan dapat mengetahui apakah koleksi yang disediakan sudah memenuhi kebutuhan informasi pemustaka atau tidak, serta evaluasi koleksi adalah sebuah pendekatan logis dan sistematis dalam mengetahui kekuatan dan kelemahan koleksi dalam sebuah perpustakaan. Dalam konteks pengembangan koleksi (collection development) tahapan koleksi merupakan tahapan terakhir dan menjadi tahapan yang akan menjadi masukan dan penyempurnaan pada saat mengawali lagi tahap analisis kebtuhan masyarakat. Dalam proses pengembangan koleksi tahapan evaluasi koleksi harus selalu dilaksanakan dengan teratur supaya koleksi sesuai dengan perubahan dan perkembangan program perguruan tinggi. Ada beberapa tujuan evaluasi koleksi perpustakaan dapat dirinci sebagai berikut: 1) Mengetahui mutu, lingkup dan kedalaman koleksi; 2) Menyesuaikan koleksi dengan tujuan dan program perguruan tinggi; 3) Mengikuti perubahan, perkembangan sosial budaya dan iptek 4) Meningkatkan nilai informasi. 5) Mengetahui kekuatan dan kelemahan koleksi. 6) Menyesuaikan kebijakan penyiangan koleksi. (Sumber : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 1994) Mengenai evaluasi koleksi secara teoritis ada metode evaluasi yang lazim dipakai di lemabaga perpustakaan dan pusat informasi yakni metode yang berorentiasi pada koleksi (collectioncentered) dan metode yang berorientasi pada penggunaan (usecentered). Penelitian mengkaji evaluasi koleksi yang menggunakan metode yang berorientasi pada penggunaan (use-centered).Adapun evaluasi berdasarkan metode yang berorieantasi pada penggunaan (use-centered) meliputi lima proses dalam melakukan evaluasi, yaitu melakukan kajian sirkulasi (circulation studies); (2) meminta pendapat pengguna (use opinion/studies); (3) menganalisis statistik pinjam antar perpustakaan (analysis of ILL statistics); (4) melakukan kajian penggunaan diruang baca (In-house use studies); (5) memeriksa keterediaan koleksi di rak (shelf availability) (Evans & Saponaro 2005). Kemudian berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh dari observasi, wawancara dan studi kepustakaan tentang evaluasi koleksi berdasarkan use-centered di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya dapat dikemukakan hasil sebagai berikut : 1. Kajian Sirkulasi (Circulation Studies) terhadap koleksi di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya mempunyai koleksi yang dikelompokan menjadi koleksi sirkulasi, koleksi referensi, koleksi hiburan, dan koleksi Muhammadiyah Corner. Hal yang terpenting dalam perpustakaan yaitu kegiatan sirkulasi. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Sulistyo-Basuki dalam Mu’arofah (2015) bahwa kegiatan sirkulasi sering kali disebut sebagai ujung tombaknya jasa perpustakaan, karena kegiatan ini akan berhubungan langsung dengan pengguna perpustakaan. Kegiatan sirkulasi berhubungan dengan peminjaman koleksi yang ada di perpustakaan. Koleksi sirkulasi di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya dapat dipinjam dan digunakan diluar perpustakaan. Tidak hanya koleksi sirkulasi saja yang dapat dipinjam namun koleksi Muhammadiyah Corner pun dapat dipinjam. Di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya untuk suatu disiplin ilmu yaitu subjek kesehatan yang terdiri dari program studi kebidadan dan keperawatan tingkat pemanfaatan koleksinya cukup tinggi, yaitu terlihat dari data 10 judul buku yang sering dipinjam, peneliti dapatkan ketika dilapangan yang sudah dipaparkan tabel 4.7 di hasil penelitian. Sedangkan untuk tingkat peminjaman koleksi pada disiplin ilmu lainya masih kurang yaitu subjek pendidikan dan subjek teknik. Untuk peminjaman koleksi sirkulasi di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya masih belum seimbang. Hal ini disampaikan pula oleh pustakawan di sana yaitu Ibu Yuli Herliani yang mengatakan bahwa koleksinya condong banyak ke fakultas kesehatan, jadi untuk sementara yang banyak dikunjungi dan banyak dipinjam oleh mahasiswa itu tentang bukubuku kesehatan. Menurut Mu’arofah (2015) salah satu ukuran yang menunjukan bahwa perpustakaan telah dimanfaatkan secara seimbang adalah ketika bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan sering dimanfaatkan oleh pemustaka. Kesenjangan jumlah koleksi masih terjadi antara disiplin ilmu tertentu dengan disiplin ilmu lainya, terlihat di tabel 4.8 bahwa jumlah koleksi yang paling banyak didominasi oleh koleksi kebidanan dan keperawatan, meskipun seperti itu pustawakan di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya berupaya mencatat kebutuhan buku-buku yang selalu direkomendasikan oleh setiap program studi yang ada di fakultas Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya setiap ajaran baru, lalu melakukan pengajuan untuk pengadaan koleksi ke pihak kebijakan. Pihak kebijakan untuk pengadaan koleksi berada di pihak Rektorat. Dalam kurun waktu dua tahun trakhir yaitu tahun 2017 dan tahun 2018 pengadaan koleksi di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya hanya menerima sumbangan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Daerah Kota Tasikmalaya, Asia Fondation, sumbangan dari mahasiswa. Kesenjangan harus segera di antisipasi, jika dalam pengadaan ada kendala seperti finansial, maka pustawakan harus mempunyai kreativitas cara lain agar kebutuhan informasi pemustaka tetap terpenuhui. Gambar 1 : Koleksi Sirkulasi di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Masih tentang koleksi di setiap pergurtuan tinggi Universitas Muhmmadiyah diwajibkan adanya koleksi ke Muhamadiyahan atau biasa disebut dengan koleksi Muhammadiyah Corner, meliputi Fiqih Lima Mazhab, Manajemen Dakwah Islam, Benteng Muhammadiyah, dan lain-lain. Koleksi ini di peroleh dari pembelian dan hibah dari pimpinan pusat Muhammadiyah. Semua koleksi yang disediakan di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya seyogyanya dapat dimanfaatkan oleh pemustaka dengan baik. Menurut hasil data di lapangan dilihat dari banyaknya koleksi yang bisa dipinjam, diketahui koleksi yang paling sering dipinjam adalah koleksi dengan subjek kesehatan. Hal ini sesuai dengan pemaparan Ibu Yuli selaku pustakawan yang mengatakan koleksinya condong banyak ke fakultas kesehatan, jadi untuk sementara yang banyak dikunjungi dan banyak dipinjam oleh mahasiswa itu tentang buku-buku kesehatan. Pendapat ini juga didukung dengan laporan statistik peminjaman bahan pustaka sebagai berikut: Tabel 1 Statistik Judul Koleksi Yang Sering Dipinjam di UPT Perpustakaan Universitas Muhmmadiyah Tasikmalaya 10 Judul Terpopuler • Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia : Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik • Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan • Metodologi Penelitian Kesehatan • Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Perkemihan • Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas • Askep Pada Klien Dengan Gangguan Kebutuhan Dasar Manusia • Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis • Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses Keperawatan Edisi 4 • Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas • Asuhan Neonatus, Bayi dan Anak Balita Sumber : Laporan UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Maret 2019) Berdasarkan hasil pengamatan peneliti selama di lapangan menemukan bahawa koleksi yang ada di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya masih didominasi oleh koleksi dengan subjek kesehatan. Terbukti dari data arsip yang disimpan oleh pihak perpustakaan dan hasil wawancara dengan Ibu Yuli yang mengatakan 10 judul terpopuler merupakan buku yang sering dipinjam oleh pemustaka, dan bahwa benar adanya buku yang sering dipinjam itu merupakan buku dengan subjek kesehatan. Sedangkan untuk peminjaman koleksi dengan subjek pendidikan dan teknik masih terbilang sedikit. Data di atas juga dapat menjadi dasar laporan koleksi mana yang sering dipinjam dan digunakan oleh pemustaka disana. 2. Pendapat pengguna (use opinion/studies) terhadap koleksi di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Kegiatan belajar mengajar dapat menjadi efektif salah satunya yaitu dengan tersedianya sumber informasi untuk mendukung pembelajaran, dan ini merupakan tugas perpustakaan menyajikan sumber informasi yang lengkap, beragam, menyajikan koleksi dengan kondisi fisik yang baik agar isi informasi dapat tersampaikan dengan baik, dan ketersediaan alat bantu penelusuran informasi. Kata lengkap disini maksudnya adalah menyediakan koleksi yang disesuaikan dengan jumlah program studi dan kurikulum yang berlaku. Seperti yang diuraikan dalam buku Perpustakaan perguruan tinggi: buku pedoman (1994) kelengkapan koleksi hendaknya jangan hanya terdiri atas buku ajar yang langsung dipakai dalam perkuliahan saja, tetapi juga meliputi bidang ilmu yang berkaitan erat dengan program yang ada secara lengkap. Kelengkapan koleksi yang ada di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya untuk beberapa disiplin ilmu sudah lengkap, namun untuk tahun terbit tidak update. Hal ini disampaikan pula oleh Ibu Lela bahwa koleksi di perpustakaan sudah lengkap namun untuk buku-buku terbitan terbaru kurang. Disiplin ilmu tersebut adalah keperawatan dan kebidanan. Untuk disiplin ilmu pendidikan untuk koleksi dasar sudah lengkap, namun untuk konsentrasi ilmu tertentu seperti IPA, Matematika belum lengkap. Dan untuk disiplin ilmu Teknik masih ada mahasiswa yang mencari dan membeli buku ke luar UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya karena tidak menemukan buku yang sedang dibutuhkan di dalam perputaskaan. Selain lengkapnya koleksi yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku disetiap program studi masing-masing, perpustakaan pun perlu menyediakan koleksi yang beragam. Pemustaka datang ke perpustakaan mempunyai tujuan yang berbeda-beda tidak selalu untuk belajar, tapi ada juga yang datang untuk berekreasi menikmati koleksi non akademik atau biasa disebut dengan koleksi hiburan. Di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya mempunyai koleksi yang beragam seperti buku teks, jurnal, skirpsi, prosiding, novel, majalah, Koran, kitab suci, atlas, ensiklopedia, kamus. Dari kesemua jenis itu dikelompokan menjadi koleksi sirkulasi, koleksi referensi, koleksi hiburan, dan koleksi Muhammadiyah Corner. UPT Perpustakan Muhammadiyah Tasikmalaya mempunya koleksi yang khas dan tidak bisa ditemukan di perpustakaan yang ada di kota Tasikmalaya yaitu koleksi Muhammadiyah Corner, yang dimana koleksi ini di dapatkan dari sumbangan pimpinan pusat Muhammadiyah. Untuk keberagama koleksi yang dimiliki perpustakaan tentunya sangat dinikmati oleh pustakawan disana. Dari semua koleksi yang sudah disebutkan di atas, untuk kondisi fisik koleksi yang terdapat di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya mempunyai kondisi fisik yang baik dengan begitu isi informasi dapat tersampaikan dengan baik, karena pustakawan disana selalu memperhatikan setiap keadaan koleksi disana dengan melakukan kegiatan stock opname yang dilakukan ketika mahasiswa libur panjang. Dengan melakukan stock opname pustawakan bisa mengetahui kondisi fisik koleksi yang berada di perpustakaan, dan bisa menyesuaikan jumlah koleksi yang dimiliki dengan database. Untuk melakukan kegiatan stock opname tidak ada batasan untuk melakukanya, itu semua tergantung dengan kebijakan perpustakaan masing-masing. Menurut Ibu Yuli pustawakan referensi Universitas Padjadjaran untuk melakukan stock opname tidak ditentukan batas waktunya. Mengenai koleksi yang terdapat di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya selain berupa koleksi sirkulasi juga ada koleksi referensi. Sebagai sebah koleksi referensi, maka koleksi ini tidak bisa dipinjamkan namun hanya bisa dibaca di ruang perpustakaan saja. Adapun koleksi referensi mencakup skripsi, jurnal, kamus, prosiding, atlas, ensiklopedia. 3. Penggunaan Koleksi di ruang baca (in-house use studies) di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Dalam evaluasi koleksi berdasarkan use-centered di perpustakaan tidak hanya cukup dengan data peminjaman sirkulasi, namun koleksi yang dibaca di ruang baca perpustakaan perlu diperhatikan. Karena, koleksi yang ada di perpustakaan tidak dapat dipinjam semua, salah satunya koleksi referensi, dan koleksi hiburan hanya bisa dimanfaatkan di dalam perpustakaan. Menurut Yunus Winoto, Sinaga, danRohanda (2018) penggunaan koleksi di ruang baca dapat dilakukan dengan sebagai berikut : “kajian dapat dilakukan dengan menghitung buku dan jurnal yang ada di meja baca setelah selesai dibaca pengguna pada kurung waktu tertentu. Tingginya penggunaan untuk bukubuku kelompok kelas tertentu bisa berarti bahwa pengguna memang membutuhkan informasi dalam subjek itu dan buku-buku yang corok dengan kebutuhan pengguna.“ Kemudian berdasarkan data statistik pengunjung mengenai penggunaan koleksi di ruang baca UPT Perpustakaan universitas Muhammadiyah Tasikmalaya dapat dikemukakan dalam tabel sebagai berikut : Tabel 2 Penggunaan Koleksi di Ruang Baca (in-house use studies) Jenis Koleksi Call Nurmber Buku Jurnal 617.3 Jit a 616.992 Ott b 371.33 SAD m 174.9 DRA e 610.5 WIJ k 610.5 KAM n 610.5 KUR n 610.5 sas j 106.5 Chur r Sumber : UPT. Perpustakaan UMTAS, 2019. Dilihat dari tabel 4.8 bahwa yang paling tinggi penggunaan koleksi yaitu dengan kelompok kelas 610 (kedokteran dan kesehatan) oleh pemustaka baik itu buku maupun jurnal yang digunakan di ruang baca diantaranya buku Asuhan Keperawatan Post Operasi, KMB 2 Keperawatan Medikal Bedah, Buku Saku Keperawatan Onkologi, Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol.9 No.4, Nurse Media Journal Of Nursing Vol.4 No.2, Ners Journal Vol.12 No.1. Di dalam UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya terdapat hal yang unik, selain jurnal yang terpajang di dalam rak, pustakawan juga menyediakan alamat e-journal disetiap meja baca. Dengan begitu memudahkan pemustaka untuk mengakses jurnal. Hal ini pun disampaikan oleh Rizki Vauzi Virmansyah yang merasa terbantu dengan adanya link jurnal yang disediakan oleh pustakawan sebagaimana berikut : “Untuk jurnalnya sendiri memang itu bisa diakses juga ada link nya juga, nah itu bisa memudahkan kita unutuk mencari jurnal khususnya kesehatan disana dimudahkan. Nah itu pun ditempel di meja-meja sehingga memudahkan mahasiswa untuk nyarinya. Jadi, ketika petugasnya sedang istirahat atau gimana yah, nah itu bisa dilihat bahwasanya oh ini ada link nya jadi tinggal di search aja, nah itu bisa yang memudahkan” (Wawancara dengan Rizki Vauzi Virmansyah pada Senin, 11 Maret 2019) Gambar 2 : Penggunaan Koleksi Perpustakan di Ruang Baca Perpustakaan

Conclusion

Evaluasi koleksi berdasarkan metode yang berorientasi pada penggunaan (use-centered). Ada tiga aspek yang menjadi fokus penelitian ini yakni evaluasi pada kajian sirkulasi, pendapat pengguna terhadap kokesi serta penggunaan koleksi di ruang baca. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Berdasarkan evaluasi pada kajian sirkulasi (circulation studies) di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya peminjaman koleksi lebih banyak didominasi oleh koleksi yang bersubjek kesehatan. Hal ini terlihat dari data statistik mengenai 10 judul terpopuler yang sering dipinjam hampir sebagian merupakan koleksi dengan subjek kesehatan yakni koleksi bidang kebidanan dan keperawatan. Untuk jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan masih terjadi kesenjangan jumlah koleksi, koleksi didominasi oleh koleksi dari program studi kebidanan dan keperawatan yaitu memiliki jumlah koleksi buku wajib lebih dari 700 buku, dan untuk koleksi buku wajib yang dimiliki program studi lainya kurang dari 80 buku. 2. Untuk evaluasi berdasarkan pendapat pengguna (use opinion/studies) mengenai koleksi yang terdapat di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya menunjukkan bahwa dilihat dari aspek kelengkapan, keragaman dan relevansi koleksi dapat dikatakan cukup. Namun untuk aspek kemutakhiran dan komposisi koleksi untuk subjek bidang ilmu/program studi yang ada di UMTAS perlu untuk lebih diperbaiki dan dilengkapi lagi. Hal ini untuk menghindari terdapatnya beberapa koleksi subjek bidang tertentu lengkap seperti kesehatan, sedangkan subjek bidang lain seperti pendidikan dan teknik masih kurang. 3. Kemudian untuk evaluasi yang didasarkan pada penggunaan koleksi di ruang baca (in-house use studies) oleh pemustaka di UPT Perpustakaan Universitas Mumammdiyah Tasikmalaya, berdasarkan hasil penelitian terungkao bahwa pengguna perpustakaan lebih cenderung menggunakan subjek bidang ilmu tentang kesehatan yakni 610. Adapun mengenai banyaknya pengguna yang membaca atau menggunakan koleksi kelas 610 dikarenakan jumlah mahasiswa bidang keperawatan dan kebidanan jumlahnya paling banyak serta jumlah koleksi keperawatan dan kebidanan juga relatif paling lengkap di UPT Perpustakaan UMTAS.