Kembali
16
1
2020 LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan Vol 8 · 1 ISSN 2477-5320

PERILAKU PENCARIAN INFORMASI PADA MAHASISWA STRATA SATU (S1) PENDIDIKAN BIOLOGI ANGKATAN 18 UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA DALAM MENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN

Universitas Indonesia; Universitas Indonesia

Abstrak

Setiap orang memiliki kebutuhan informasi dan memiliki perilaku pencarian informasi.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku pencarian informasi yang dilakukan oleh mahasiswa program studi Pendidikan Biologi angkatan 18 UNTIRTA. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku pencarian informasi mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA. Peneliti menggunakan model perilaku pencarian yang dikembangkan oleh David Ellis. Kuesioner yang disebarkan adalah skala likert dengan rentang 5.Responden berjumlah 34 orang. Dari hasil analisis kuesioner, mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA tahuakan kebutuhan informasinya. mahasiswa pendidikan biologi angkatan 28 UNTIRTA melakukan proses starting hingga extracting selama proses pencarian. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa pendidikan biologi angkatan18 UNTIRTA memiliki kesadaraan akan kebuutuhan informasi dan mampu mencari, memilah dan mengolah informasi sesuai dengan kebutuhannya

Abstract

Everyone has information needs and information seeking behavior. This study aims to describe the information seeking behavior carried out by college students of the Biology Education Study Program class of 18 UNTIRTA. This research is a descriptive quantitative research. The purpose of this study is to describe the information seeking behavior of the 18th generation of UNTIRTA biology education students. Researchers used a seeking behavior model developed by David Ellis. The questionnaire distributed was a Likert scale with a range of 5. Respondents numbered 34 people. From the results of the questionnaire analysis, students of Biology Education class of 18 UNTIRTA knew their information needs. Biology education students of class 28 UNTIRTA conducted the process of starting up to extracting during the search process. It can be concluded that the biology education student class 18 UNTIRTA has awareness of information needs and is able to search, sort and process information according to their needs.
Keywords: information needs · information seeking behavior · UNTIRTA

Introduction

Seperti manusia membutuhkan air, udara, makanan, obat maupun tempat berlindung, kebutuhan informasi juga selalu ada dalam diri manusia. Orang yang disediakan informasi secara memadai memungkinkan orang tersebut menyelesaikan permasalahannya dengan lebih baik(Mansour, 2018). Dalam konteks ilmu informasi, kebutuhan informasi muncul ketika sesorang menyadari bahwa mereka tidak memiliki atau kekurangan pengetahuan atau pemahaman untuk mencapai tujuan, menjawab pertanyaan dan lain sebagainya (Batley dalam Latiar, 2018). Bhatt (2014) mengutip Penelitian sebelumnya dari Thanuskodi (2009) tentang kebutuhan informasi di Fakultas Hukum. Dalam penelitiannya tentang kebutuhan informasi tersebut, Thanuskodi dalam Bhatt (2014) menjelaskan bahwa praktisi hukum memerlukan informasi guna melaksanakan pengajaran dan penelitian. Buku dan laporan hukum adalah informasi yang dinilai penting. Dari hasil penelitian tersebut, dapat dilihat bahwa informasi berperan penting dalam proses pembelajaran di Fakultas Hukum. Buku dan laporan hukum adalah sebagai sumber pembelajaran. Pembelajaran itu sendiri, merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 20 dalam Rahmadi dkk., 2018). Wilson dalam Savolainen (2012) menjelaskan bahwa kebutuhan informasi dapat dikategorikan secara umum menjadi kebutuhan fisiologis, kebutuhan emosional dan kebutuhan kognitif. Guna memenuhi kebutuhan informasi, orang tersebut akan melaksanakan pencarian informasi. Proses pembelajaran juga terjadi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Porgram studi Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA). Tenaga pendidik dan mahasiswa serta sivitas akademika di program studi ini juga tentunya memiliki kebutuhan informasi. kebutuhan informasi dalam hal ini adalah sumber pembelajaran. Sumber pembelajaran memiliki kedudukan dan peran yang vital atas terjadinya proses pembelajaran. Sumber belajar yang lengkap, relevan, dan mutakhir dapat mendorong terwujudnya pembelajaran yang berkualitas di perguruan tinggi. Terlebih mengingat bahwa pada perguruan tinggi menggunakan sistem belajar orang dewasa (andragogy), sehingga mahasiswa secara mandiri dituntut proaktif dalam berinteraksi dengan sumber belajar. Semakin lengkap sumber belajar yang ada akan semakin memudahkan mahasiswa dalam belajar dan mendorong ketercapaian tujuan pembelajaran (Rahmadi dalam Rahmadi dkk.,2018). Salam satu sumber pembelajaran adalah dunia maya internet. Dunia internet ini menyediakan selaksa materi yang bisa diakses dari siapapun dan manapun. Kuncinya adalah penguasaan mesin pencari informasi. Kemampuan atas mesin pencari tersebut akan membimbing seseorang mampu mendapatkan informasi sesuai yang dibutuhkan. Termasuk juga para mahasiswa yang dalam kesehariannya selalu dituntut untuk menghadirkan informasi dan merangkainya dalam studi berbagai subjek. Mahasiswa yang ada di program studi Pendidikan Biologi UNTIRTA adalah angkatan 18 misalnya, tuntutan studi memaksa mereka harus bisa menguasai dunia informasi digital. Tentu penguasaan mesin pencari informasi menjadi bagian dari kehidupan mereka. Oleh karenanya, seperti apa perilaku para mahasiswa di program studi Pendidikan Biologi UNTIRTA ini akan dipaparkan pada tulisan berikut. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana perilaku pencarian informasi yang dilakukan oleh mahasiswa program studi Pendidikan Biologi angkatan 18?. Penelitian terkait perilaku pencarian informasi telah banyak dilakukan, namun penelitian tentang perilaku pencarian informasi secara spesifik pada mahasiswa angkatan 18 program studi pendidikan Biologi di UNTIRTA, penelitian maupun disertasi belum pernah dilakukan. Oleh karena itu tujuan penelitian ini menjadi penting, terutama untuk bisa mendeskripsikan bagaimana perilaku pencarian informasi mahasiswa tersebut. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu perpustakaan dan Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam melayani sivitas akademika khususnya mahasiswa program studi pendidikan biologi angkatan 18. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian kuantitatif banyak dituntut menggunakan angka,mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut,sertapenampilandari hasilnya (Arikunto dalam Hanif dan Krismayani, 2018). Menurut Bryman yang dikutip oleh Pendit dalam Hanif dan Krismayani (2018) bahwa penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan upaya Pengumpulandatanumerik dan menggunakan logika deduktif dalam pengembangan dan pengujian teori. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Arikunto dalam Hanif dan Krismayani (2018) menyatakan penelitian deskriptif yaitu penelitian yang mengumpulkan data berdasarkan faktor-faktor yang menjadi pendukung terhadap objek penelitian, kemudian menganalisa faktor- faktor tersebut untuk dicari peranannya. Populasi dari penelitian ini adalah Seluruh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Porgram studi Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa angkatan 18. Menurut Menurut Gay, Mills dan Airasian dalam Idrus (2015) untuk penelitian metode deskriptif, minimal sampel adalah 10% populasi, untuk populasi yang relatif kecil minimal 20%, sedangkan untuk penelitian korelasi diperlukan sampel sebesar 30 responden.Sampel dari penelitian ini adalah 20 persen dari 102 Mahasiswa pendidikan Biologi UNTIRTA angkatan 18. Penulis akan menyebarkan kuesioner skala likertdengan rentang 1-5 sebanyak 14 pernyataan melalui google form kepada 102 Mahasiswa pendidikan Biologi UNTIRTA angkatan 18. Penulis menggunakan model perilaku pencarian informasi yang dikembangkan oleh David Ellis dan mengembangkannya sebagai instrument dalam kuesioner penelitian ini.

Discussion

1. Tinjauan literatur a. Sumber pembelajaran Secara etimologis, sumber belajar terdiri dari dua kata yaitu sumber dan belajar. Setiap kata tersebut mengandung makna tersendiri. Disiplin ilmu Teknologi Pendidikan menjelaskan sumber (resource) sebagai “asal yang mendukung terjadinya belajar, termasuk sistem pelayanan, bahan pembelajaran, dan lingkungan” Sedangkan belajar (learning) diartikan sebagai “perubahan yang relatif permanen dalam pengetahuan, perilaku, atau sikap seseorang karena pengalaman” (Seels dan Richey dalam Rahmadi dkk., 2018). Menggabungkan kedua definisi tersebut, berarti sumber belajar adalah asal atau sesuatu yang dapat mendukung terjadinya perubahan yang relatif permanen pada pengetahuan, perilaku, atau sikap seseorang karena suatu pengalaman interaksi yang terjadi selama proses belajar, seperti menanggapi, menafsirkan, merespon,dan mengambil pelajaran dari suatu umpan balik. Secara terminologis, menurut Association for Educational Communication and Technology (AECT), sumber belajar yakni semua sumber termasuk data, orang, dan benda yang dapat dimanfaatkan untuk belajar, secara terpisah maupun terkombinasi, demi tercapainya tujuan pembelajaran (AECT dalam Rahmadi dkk. 2018). b. kebutuhan informasi Nicholas dalam Tawaf (2012) menjelaskan 5 fungsi informasi dalam menunjang implementasi tri dharma perguruan tinggi yakni: 1. Fungsi fact finding yaitu informasi yang dibutuhkan seseorang untuk menjawab pertanyaan tertentu. 2. Fungsi current awareness yaitu informasi yang dibutuhkan seseorang agar dapat mengikuti perkembangan mutakhir. 3. Fungsi research yaitu seseorang membutuhkan informasi dalam bidang tertentu secara lengkap dan mendalam. 4. Fungsi briefing yaitu informasi yang dibutuhkan seseorang mengenai topik tertentu secara ringkas dan sepintas. 5. Fungsi stimulus yaitu informasi yang dibutuhkan seseorang untuk merangsang ide-ide baru. Sehingga informasi dibutuhkan oleh semua sivitas akademika termasuk mahasiswa. Kebutuhan informasi menurut Kulthau dalam Mansour (2018) adalah perkembangan dari kesadaran yang samar dari sesuatu yang telah dipergunakan dan berujung pada menemukan informasi yang bermafaat kontribusinya pada pemahaman dan pemaknaan. Pendapat Crowford dijelaskan oleh Devadson dalam Tawaf (2012) terkait kebutuhan informasi seseorang bergantung kepada 10 (sepuluh) hal berikut : 1. Work activity (aktivitas pekerja) 2. Discipline/ Field / Area of interest (Disiplin/lapangan/area ketertarikan) 3. Availability of facilities (Ketersediaan fasilitas) 4. Hierarchical position of individuals (Posisi hirarki seorang individu) 5. Motivation factors for information needs (faktor motivasi terhadap kebutuhan informasi) 6. Need to take a decision (kebutuhan untuk membuat keputusan) 7. Need to seek new ideas (kebutuhan dalam mencari ide baru) 8. Need to validate the correct ones (kebutuhan untuk memvalidasi kebenaran) 9. Need to make professional contributions (kebutuhan untuk membuat kontribusi yang professional) 10. Need to establish priority for discovery etc (kebutuhan untuk membangun prioritas dalam penemuan dan sebagainya). c. Faktor kebutuhan informasi Penjelasan Katz dkk yang dikutip oleh Tan juga Yusuf dan Subekti dalam Ningrum dkk (2015) terkait Faktor-faktor kebutuhan informasi adalah sebagai berikut: 1. Kebutuhan kognitif : kebutuhan yang dirgunakan oleh seseorang untuk memperkuat dan menambah informasi, dan pengetahuan serta pemahaman untuk menguasai lingkungannya. 2. Kebutuhan afektif : kebutuhan yang berhubungan dengan hal yang menyenangkan yang memberi kekuatan estetis, serta pengalaman emosional. 3. Kebutuhan integrasi personal : kebutuhan untuk memperkuat kredibilitas diri, kepercayaan serta stabilitas dan status dari seorang individu. 4. Kebutuhan integrasi sosial : menjadi kebutuhan yang erat kaitannya dengan keinginan bergabung dengan orang lain. 5. Kebutuhan berkhayal : menjadi kebutuhan dalam pencarian hiburan. d. Perilaku Pencarian Baodi dan Patricia dalam Mansour (2018) mendefinisikan perilaku pencarian sebagai konsekuensi dari perasaan kebutuhan atas informasi, yang kemungkinan seseorang akan melakukan permintaan baik formal maupun informal dari sumber informasi atau jasa informasi guna memuaskan kebutuhannya. Perilaku pencarian informasi diartikan oleh Kartika dalam Rahmah dan Rahmah (2019) sebagai perilaku pencarian tingkat mikro, yang ditunjukkan seseorang ketika berinteraksi dengan semua jenis sistem informasi. Pencarian informasi sangat dipengaruhi oleh kebutuhan informasi yang diinginkan oleh pengguna, semakin tinggi kebutuhan akan informasi yang diinginkannya, maka semakin tinggi pula pencarian informasi yang dilakukan oleh pengguna perpustakaan. e. Model Perilaku Pencarian Pengguna Terdapat enam model perilaku pencarian informasi yang dikembangkan oleh David Ellis yaitustarting, chaining, browsing, differentiating, monitoring dan extracting (Riyadi dalam Rahmah dan Rahmah, 2019) yang dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Starting : terdiri dari kegiatan atau aktivitas yang memulai terjadinya kegiatan pencarian informasi. 2. (2).Chaining : kegiatan mengikuti rangkaian sitasi, pengutipan atau bentuk-bentuk perujukan antar dokumen yang satu dengan yang lainnya. 3. Browsing : pencarian secara acak, mencari tetapi dengan agak terarah, di wilayah-wilayah yang dianggap punya potensi terhadap informasi yang dibutuhkan. 4. Differentiating : pemilahan, menggunakan ciri-ciri di dalam sumber informasi sebagai acuan dasar untuk memeriksa kualitas ataupun isi informasi. 5. Monitoring : memantau perkembangan dengan memfokuskan diri pada beberapa sumber terpilih. 6. Extracting : secara sistematis menggali di satu sumber untuk mengambil informasi yang dianggap penting. 2. Analisis kuesioner Pada tanggal 29 Maret 2020 Penulis menyebarkan kuesioner online google form kepada mahasiwa pendidikan biologi UNTIRTA angkatan 18. Kuesioner berbentuk skala likert dalam rentang 1-5 dengan poin penilaian Sangat Tidak setuju, tidak setuju, cukup setuju, setuju dan sangat setuju. Sebanyak 14 pernyataan tentang perilaku pencarian informasi disebarkan untuk diukur. Dari 102 Mahasiswa Pendidikan Biologi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Univeristas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) angkatan 18, sebanyak 34 mahasiswa menjadi responden dari kuesioner yang disebarkan oleh penulis. Hasil dari pengisian kuesioner responden beserta analisisnya dapat dilihat sebagai berikut : a. Saya menentukan topik yang akan dicari sebelum melakukan pencarian informasi Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 0 % Tidak setuju 2,9 % Cukup setuju 5,9 % Setuju 50% Sangat setuju 41,2% Total 100% Tabel 1. Analisis pernyataan nomer 1 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 50% mahasiswa setuju, 41,2% sangat setuju dan 5,9 % cukup setuju dengan pernyataan tersebut. Hanya 2,9% mahasiswa yang tidak setuju dengan pertanyaan tersebut. Dapat diartikan bahwa sebagian besar mahasiswa menentukan topik informasi yang dibutuhkan sebelum melakukan pencarian informasi. b. Saya melakukan pencarian informasi setelah berdiskusi atau konsultasi kepada dosen Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 0 % Tidak setuju 2,9 % Cukup setuju 29,4% Setuju 61,8% Sangat setuju 5,9% Total 100% Tabel 2. Analisis pernyataan nomer 2 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 61,8 % mahasiswa setuju, 29,4 % cukup setuju dan 5,9 % sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Hanya 2,9% mahasiswa yang tidak setuju dengan pertanyaan tersebut. Dapat diartikan bahwa sebagian besar mahasiswa melakukan pencarian setelah berdiskusi atau berkonsultasi kepada dosen. c. saya mengetahui kebutuhan informasi anda saat mengikuti perkuliahan Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 0 % Tidak setuju 2,9 % Cukup setuju 38,2% Setuju 50% Sangat setuju 8,9% Total 100% Table 3. Analisis pernyataan nomer 3 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 50% mahasiswa setuju, 38,2 % cukup setuju dan 8,9 % sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Hanya 2,9% mahasiswa yang tidak setuju dengan pertanyaan tersebut. Dapat diartikan bahwa sebagian besar mahasiswa mengetahui kebutuhan informasinya saat mengikuti pelajaran. d. Saya mengetahui Kebutuhan Informasi yang spesifik atau khusus (kebutuhan informasi yang berbeda dengan orang lain) Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 0 % Tidak setuju 5,9 % Cukup setuju 38,2% Setuju 44.1% Sangat setuju 11,8% Total 100% Table 4. Analisis pernyataan nomer 4 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 44,1% mahasiswa setuju, 38,2 % cukup setuju dan 11,8 % sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Hanya 5,9% mahasiswa yang tidak setuju dengan pertanyaan tersebut. Dapat diartikan bahwa sebagian besar mahasiswa mengetahui kebutuhan informasi spesifik atau khusus, informasi yang dibutuhkan berbeda dari orang lain. e. Saya melakukan pencarian informasi ketika menyadari dan mengetahui kebutuhan akan informasi Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 0 % Tidak setuju 0% Cukup setuju 17,6% Setuju 44.1% Sangat setuju 38,2% Total 100% Table 5. Analisis pernyataan nomer 5 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 44,1% mahasiswa setuju, 38,2 % sangat setuju dan 17,6% cukup setuju dengan pernyataan tersebut. Dapat diartikan bahwa mahasiswa melakukan pencarian informasi ketika menyadari dan mengetahui kebutuhan informasi. f. Saya melihat daftar pustaka penelitian sebelumnya untuk melakukan pencarian informasi Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 0 % Tidak setuju 5,9% Cukup setuju 23,5% Setuju 50% Sangat setuju 20,6% Total 100% Table 6. Analisis pernyataan nomer 6 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 50% mahasiswa setuju, 23,5 % cukup setuju dan 20,6 % sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Hanya 5,9% mahasiswa yang tidak setuju dengan pertanyaan tersebut. Dapat diartikan bahwa sebagian besar mahasiswa melihat daftar pustaka dari penelitian sebelumnya untuk melakukan pencarian informasi. g. Saya menggunakan nama pengarang sebagai kata kunci dalam mencari informasi Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 0 % Tidak setuju 14,7% Cukup setuju 50 % Setuju 17,6% Sangat setuju 17,6% Total 100% Table 7. Analisis pernyataan nomer 7 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 50% dari mahasiswa cukup setuju, 17,6% setuju dan 17,6 % sangat setuju dengan pernyataan tersebut. sebanyak 14,7% mahasiswa yang tidak setuju dengan pertanyaan tersebut. Dapat diartikan bahwa sebagian besar mahasiswa menggunakan nama pengarang sebagai kata kunci dalam mencari informasi. h. Saya menggunakan subjek/topik sebagai kata kunci dalam mencari informasi Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 0 % Tidak setuju 0% Cukup setuju 2,9 % Setuju 50% Sangat setuju 47,1% Total 100% Table 8. Analisis pernyataan nomer 8 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 50% mahasiswa setuju, 47,1% sangat setuju dan 2,9% cukup setuju dengan pernyataan tersebut. Dapat diartikan bahwa mahasiswa menggunakan subjek/topik sebagai kata kunci dalam pencarian informasi. i. Perpustakaan selalu memenuhi kebutuhan informasi saya Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 2,9 % Tidak setuju 11,8% Cukup setuju 41,2 % Setuju 41,2% Sangat setuju 2,9 % Total 100% Table 9. Analisis pernyataan nomer 9 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 41,2 % mahasiswa setuju dan cukup setuju, serta 2,9 % sangat setuju dengan pernyataan tersebut. 11,8 persen tidak setuju dan 2,9 % sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Dapat diartikan bahwa sebagian besar mahasiswa merasa bahwa kebutuhan informasi mereka terpenuhi oleh perpustakaan. j. Saya mencari informasi di internet apabila informasi yang dicari tidak tersedia dalam bentuk tercetak/print Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 0 % Tidak setuju 2,9% Cukup setuju 0% Setuju 35,3% Sangat setuju 61,8 % Total 100% Table 10. Analisis pernyataan nomer 10 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 61,8 % mahasiswa sangat setuju dan 35,3 % setuju dengan pernyataan tersebut. Hanya 2,9% mahasiswa tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Dapat diartikan bahwa sebagian besar mahasiswa mencari informasi di internet apabila informasi yang dicari tidak tersedia dalam bentuk tercetak. k. Saya lebih sering menggunakan informasi yang tercetak/print Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 0 % Tidak setuju 20,6% Cukup setuju 44,1% Setuju 32,4% Sangat setuju 2,9 % Total 100% Table 11. Analisis pernyataan nomer 11 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 44,1 % mahasiswa cukup setuju, 32,4 % setuju dan 2,9 % sangat setuju pernyataan tersebut. 20,6 % mahasiswa tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Dapat diartikan bahwa sebagian besar mahasiswa lebih sering menggunakan informasi yang tercetak/print. l. Saya membaca terlebih dahulu informasi yang saya dapatkan sebelum mengutip Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 0 % Tidak setuju 0% Cukup setuju 2,9% Setuju 44,1% Sangat setuju 52,9 % Total 100% Table 12. Analisis pernyataan nomer 12 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 52,9 % mahasiswa sangat setuju, 44,1% setuju dan 2,9% cukup setuju dengan pernyataan tersebut. Dapat diartikan bahwa mahasiswa membaca terlebih dahulu informasi yang diperoleh sebelum mengutip. m. Saya menyeleksi/memilih informasi yang saya dapatkan sebelum mengutip Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 0 % Tidak setuju 0% Cukup setuju 2,9% Setuju 44,1% Sangat setuju 52,9 % Total 100% Table 13. Analisis pernyataan nomer 13 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 52,9 % mahasiswa sangat setuju, 44,1% setuju dan 2,9% cukup setuju dengan pernyataan tersebut. Dapat diartikan bahwa mahasiswa menyeleksi terlebih dahulu informasi yang diperoleh sebelum mengutip. n. Saya selalu mencari informasi yang terbaru Pilihan Persentase Sangat tidak setuju 0 % Tidak setuju 0% Cukup setuju 14,7% Setuju 58,8% Sangat setuju 26,5 % Total 100% Table 14. Analisis pernyataan nomer 14 Dari hasil tersebut terlihat bahwa 58,8 % mahasiswa setuju, 26,5% setuju dan 14,7% cukup setuju dengan pernyataan tersebut. Dapat diartikan bahwa mahasiswa selalu mencari informasi yang terbaru. 3. Perilaku pencarian informasi mahasiswa pendidikan biologi UNTIRTA Angkatan 18 Dari analisis jawaban kuesioner diatas terlihat bahwa mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA memiliki kebutuhan informasi dan melakukan pencarian informasi. mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA melakukan pencarian informasi ketika merasa butuh terhadap suatu informasi. karena berada di lingkungan akademis, sebagian besar kebutuhan informasi adalah untuk menyelesaikan tugas atau penelitian. Oleh sebab itu, sebagian besar mahasiswa melakukan konsultasi/diskusi dengan dosen sebelum melakukan pencarian informasi. Uraian perilaku pencarian informasi dari mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA adalah sebagai berikut : a. Starting : terdiri dari kegiatan atau aktivitas yang memulai terjadinya kegiatan pencarian informasi. Dari hasil analisis kuesioner terlihat bahwa mayoritas mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA menentukan topik dari kebutuhan informasi sebelum melakukan pencarian.Selain itu, mahasiswa juga berdiskusi/konsultasi dengan dosen sebelum melakukan pencarian informasi. b. Chaining : kegiatan mengikuti rangkaian sitasi, pengutipan atau bentuk-bentuk perujukan antar dokumen yang satu dengan yang lainnya. Dari hasil analisis kuesioner bahwa mayoritas mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA merujuk daftar pustaka penelitian terdahulu sebelum melaksanakan pencarian informasi. c. Browsing : pencarian secara acak, mencari tetapi dengan agak terarah, di wilayah-wilayah yang dianggap punya potensi terhadap informasi yang dibutuhkan. Dari hasil analisis kuesioner terlihat bahwa mahasiswa memiliki kata kunci atau keywords dalam melakukan pencarian. Mayoritas mahasiswa menggunanakan topik/subjek dan nama penulis sebagai kata kunci guna menemukan informasi yang dibutuhkan. Mahasiswa melakukan pencarian infromasi di perpustakaan, karena merasa kebutuhan informasinya mampu terpenuhi. Akan tetapi, mahasiswa akan mencari versi digital atau melakukan pencarian online apabila informasi tercetak tidak tersedia. d. Differentiating : pemilahan, menggunakan ciri-ciri di dalam sumber informasi sebagai acuan dasar untuk memeriksa kualitas ataupun isi informasi. Dari hasil analisis kuesioner terlihat bahwa mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA melakukan pemilahan informasi karena sebagian besar mahasiswa membaca terlebih dahulu informasi yang didapatkan sebelum mengutip. e. Monitoring : memantau perkembangan dengan memfokuskan diri pada beberapa sumber terpilih. Dari hasil analisis kuesioner terlihat bahwa mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA melakukan monitoring karena berdasarkan analisis dari kuesioner bahwa sebagian besar mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA mencari informasi yang terbaru. Artinya mahasiswa memantau perkebangan dan bertujuan untuk menggunakan informasi yang terbaru. f. Extracting : secara sistematis menggali di satu sumber untuk mengambil informasi yang dianggap penting. Dari hasil analisis kuesioner terlihat bahwa mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA melakukan extracting karena berdasarkan analisis dari kuesioner bahwa sebagian besar mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA mengimpelementasikan seleksi informasi sebelum mengutip

Conclusion

Berdasarkan hasil analisis kuesioner dapat disimpulkan bahwa mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA telah memahami kebutuhan informasinya. Baik informasii secara umum maupun kebutuhan informasi spesifiknya. Karena berada di lingkungan akademis, inforomasi sangat diperlukan oleh mahasiswa guna menyelesaikan tugas atau penelitiannya. Mahasiswa melaksanakan seluruh model perilaku pencarian informasi mulai dari starting hingga extracting. Pada tahap starting mahasiswa melakukan diskusi atau konsultasi dengan dosen terkait serta menyiapkan topik/kata kunci sebelum memulai pencarian. Pada tahap chaining mahasiswa melihat daftar pustaka pada penelitian sebelumnya sebagai rujukan guna mempermudah proses pencarian. Selanjutnya mahasiswa mulai melakukan browsing. Mahasiswa pergi ke perpustakaan untuk mencari informasi tercetak. Apabila informasi tercetak tidak tersedia, maka mahasiswa melakukan pencarian dalam bentuk online. Setelah melakukan browsing, mahasiswa melakukan differentiating. Mahasiswa membaca hasil temuannya. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan informasi yang diterim adengan yang dibutuhkan. Apabila tidak sesuai, tentunya informasi tersebut tidak digunakan. Jadi, dalam proses ini terdapat aktivitas seleksi informasi. Setelah itu, mahasiswa melakukan monitoring. Mahasiswa memantau informasi yang diterima sekaligus melihat perkembangan dari topiknya. Mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 berusaha mencari dan menggunakan informasi yang terbaru. Tahap terakhir adalah extracting. Mahasiswa membaca dan mengutip dari informasi hasil pencariannya. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA memiliki kesadaraan akan kebuutuhan informasi dan mampu mencari, memilah dan mengolah informasi sesuai dengan kebutuhannya.