Kembali
16
1
2024 Maktabatun Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 4 · 1 ISSN 2797-2275

Eksplorasi Fitur dan Fungsi Perpustakaan Digital Sciencedirect dan DOAJ Pada E-Resources Perpustakaan Nasional

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

E-Resources dalam penelitian ini adalah salah satu sumber daya informasi elektronik yang tersedia di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI). Bentuk e-Resources mencakup berbagai jenis materi perpustakaan digital online seperti e-journal, e-book, dan karya referensi online lainnya. Untuk mengakses e-Resources Perpusnas, seluruh masyarakat Indonesia dapat mendaftarkan dirinya secara online dan menjadi anggota PNRI. Perpustakaan Nasional melakukan penyebaran koleksi digital untuk seluruh masyarakat melalui e-Resources Perpusnas yang berisi ebook dan ejurnal baik lokal maupun internasional, diantaranya adalah ScienceDirect dan DOAJ. Metode Pengumpulan Data: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi. Data diperoleh melalui observasi langsung ke fitur ScienceDirect, dan DOAJ sebagai sumber referensi hasil penelitian. Analisis Data: Proses analisis data dilakukan dengan memberikan deskripsi dan penilaian pada fitur-fitur yang telah dipotret (printscreen) dari kedua database yang diteliti disertai dengan penjelasan kelebihan dan kekurangan dari kedua database yaitu ScienceDirect dan DOAJ. Hasil dan Pembahasan: Hasil observasi menunjukkan bahwa ScienceDirect dan DOAJ merupakan database jurnal berkualitas yang tersedia pada E-Resources Perpusnas. ScienceDirect memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan DOAJ. Fitur alat Bantu dan filter penelusuran ScienceDirect lebih lengkap dibandingkan dengan DOAJ. DOAJ memberikan akses penuh ke semua artikel jurnal yang ada di dalamnya. ScienceDirect hanya memberikan akses ke artikel/jurnal open access dan diperlukan biaya untuk akses penuh ke konten yang ada dalam database. Kesimpulan: Akses dan diseminasi informasi dari ScienceDirect terbatas sedangkan DOAJ memberikan akses lebih bebas dan gratis

Abstract

E-Resources in this research is one of the electronic information resources available at the National Library of the Republic of Indonesia (PNRI). The form of e- Resources includes various types of online digital library materials such as e-journals, e-books, and other online reference works. To access National Library e-Resources, all Indonesian people can register themselves online and become PNRI members. The National Library distributes digital collections to the entire community through National Library e-Resources which contain ebooks and journals both local and international, including ScienceDirect and DOAJ. Data Collection Method: This research uses a qualitative approach with observation methods. Data was obtained through direct observation using the ScienceDirect feature, and DOAJ as a reference source for research results. Data Analysis: The data analysis process is carried out by providing a description and assessment of the features that have been photographed (printscreen) from the two databases studied accompanied by an explanation of the advantages and disadvantages of the two databases, namely ScienceDirect and DOAJ. Results and Discussion: Observation results show that ScienceDirect and DOAJ are quality journal databases available on National Library E-Resources. ScienceDirect is of higher quality compared to DOAJ. ScienceDirect's tools and search filter features are more complete than DOAJ. DOAJ provides full access to all journal articles contained in it. ScienceDirect only provides access to open access articles/journals and a fee is required for full access to the content in the database. Conclusion: Access and dissemination of information from ScienceDirect is limited while DOAJ provides freer and free access
Keywords: ScienceDirect · DOAJ · e-Resources Perpusnas · Digital Library

Introduction

Perpustakaan digital telah mengubah dunia pengetahuan dan informasi, mempengaruhi cara mencari dan mengakses informasi, menggunakan, dan berbagi sumber daya. Dikutip dari penelitian oleh (Toya, 2023) dampak utama perpustakaan digital adalah meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan dengan mengatasi hambatan geografis, memungkinkan akses informasi dari mana saja melalui perangkat seluler. Ini mempromosikan pembelajaran seumur hidup, mendukung penelitian, dan pendidikan. Kemudahan ini menghilangkan batasan kunjungan fisik, seperti waktu perjalanan dan jam operasional, Koleksi digital memungkinkan pengguna untuk mencari dan mengakses sumber daya dengan cepat dan kapan saja. Perpustakaan digital memperluas ketersediaan sumber daya dengan mengumpulkan bahan dari berbagai institusi, menciptakan koleksi yang luas dan beragam. Pengguna dapat mengakses buku, jurnal, dokumen sejarah, dan konten multimedia dari berbagai negara dan budaya, mendorong pemahaman lintas budaya, memperkaya penelitian, pembelajaran, kreativitas, inovasi, dan kolaborasi global. Perpustakaan Nasional sebagai perpustakaan Pembina seluruh perpustakaan yang ada di Indonesia telah melanggan beberapa database baik lokal maupun internasional yang dapat diakses melalui e-Resource Perpusnas diantaranya adalah ScienceDirect dan DOAJ. Perpustakaan digital tidak hanya memudahkan akses ke literatur ilmiah tetapi juga meningkatkan efisiensi dalam penyebaran informasi. Penelitian ini fokus pada eksplorasi fungsi dan fitur yang tersedia pada ScienceDirect dan DOAJ dalam membantu pengguna mengakses informasi untuk keperluan penelitian pendidikan dan pengajaran a. Sejarah Perkembangan Perpustakaan Digital Sejarah perkembangan perpustakaan digital menunjukkan evolusi dari konsep dasar penyimpanan informasi oleh Vannevar Bush menjadi sistem perpustakaan yang terintegrasi dan canggih. Perkembangan teknologi informasi dan jaringan telah memungkinkan perpustakaan digital untuk memberikan akses yang luas dan alat bantu penelitian yang canggih kepada pengguna di seluruh dunia. Beberapa sumber (Putri; Habiburrahman, dan Nabila, 2022; Prabowo, 2013) memberikan penjelasan tentang periode sejarah perkembangan perpustakaan digital, sebagai berikut: 1945: Konsep Awal oleh Vannevar Bush Konsep dasar pengembangan perpustakaan digital pertama kali diperkenalkan oleh Vannevar Bush dalam artikelnya "As We May Think". Bush membayangkan sebuah perangkat bernama Memex, sebuah meja kerja dengan layar kaca yang berfungsi sebagai "mesin memori" untuk menulis, menyimpan, dan mengorganisasikan berbagai dokumen ilmiah seperti artikel, buku bacaan, dan surat- surat. Dasar pemikiran Bush adalah adanya hambatan akses kepada sumber informasi yang telah dipublikasikan sehingga diperlukan metode yang dapat membantu penyimpanan dan akses ke sumber informasi yang diperlukan. 1960-an hingga 1970-an: Awal Otomasi Perpustakaan Pada dekade 1960-an hingga 1970-an, otomasi perpustakaan dimulai dengan penggunaan komputer untuk mengelola katalog dan sistem sirkulasi. Pada periode ini, Library of Congress mulai mengimplementasikan sistem tampilan dokumen elektronik untuk mendukung penelitian dan operasional perpustakaan, menandai awal dari era otomasi dalam pengelolaan perpustakaan. 1980-an: Pengembangan Sistem Otomasi Pada tahun 1980-an, perkembangan perangkat lunak untuk otomasi perpustakaan seperti CDS/ISIS oleh UNESCO pada tahun 1986 mulai muncul. Perpustakaan besar mulai mengadopsi sistem otomasi ini, meskipun biaya investasi masih tinggi. Di Indonesia, Perpustakaan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Perpustakaan Lembaga Manajemen Kelistrikan (LMK) memelopori penggunaan komputer pribadi untuk pengelolaan perpustakaan, memulai era baru dalam manajemen perpustakaan digital. 1990-an: Sistem Terintegrasi dan Jaringan Perpustakaan Pada dekade 1990-an, perkembangan perangkat lunak yang mengotomasi hampir seluruh fungsi perpustakaan seperti OPAC, kontrol sirkulasi, pengadaan bahan, dan interlibrary loan semakin pesat. Penggunaan jaringan lokal (LAN) dan jaringan luas (WAN) memungkinkan komunikasi dan kolaborasi antar perpustakaan, memperluas akses dan efisiensi dalam pengelolaan perpustakaan. Fasilitas online searching dari layanan seperti dialog dan medline berkembang, memberikan akses penelusuran informasi jarak jauh. 2000-an: Perpustakaan Digital dan Open Access Pada tahun 2000-an, peningkatan akses internet dan pengembangan teknologi jaringan mendukung perpustakaan digital. Pada periode ini, peluncuran berbagai basis data dan jurnal open access seperti DOAJ (Directory of Open Access Journals) memberikan akses luas ke sumber informasi ilmiah. Penggunaan perangkat lunak open source untuk manajemen perpustakaan seperti SLiMS (Senayan Library and Information Management System) di Indonesia mulai berkembang, mendukung otomatisasi perpustakaan secara lebih luas dan terjangkau. Perkembangan Terkini: Integrasi dan Alat Bantu Penelitian Dalam perkembangan terkini, perpustakaan digital telah mengintegrasikan alat bantu penelitian seperti Mendeley dan Zotero untuk mendukung pengelolaan referensi dan kolaborasi penelitian. Selain itu, pengembangan fitur-fitur canggih seperti rekomendasi artikel, visualisasi data, dan kolaborasi online terus dilakukan. Perpustakaan nasional dan institusi akademik terus mengembangkan layanan digital untuk mendukung aksesibilitas dan diseminasi informasi ilmiah yang lebih luas dan efisien. b. e-Resources Perpustakaan Nasional Perpustakaan nasional adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam bidang perpustakaan serta berfungsi sebagai perpustakaan pembangun, pelestarian, deposit, rujukan, penelitian, dan pusat kerjasama perpustakaan. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memiliki berbagai jenis sumber daya informasi elektronik yang ada di website Perpustakaan Nasional Republik Indonesia maupun aplikasi perpustakaan digital. Jenis sumber daya informasi elektronik tersebut dapat diakses langsung oleh pemustaka secara bebas dan tidak dipungut biaya. Jenis sumber daya informasi elektronik yang dimiliki Perpustakaan Nasional Republik Indonesia adalah iPusnas, indeks berita, fitur tanya pustakawan, layanan referensi perpusnas melalui email, seri penelusuran referensi, diseminasi informasi, e-Resources (e-book dan ejournal), dan Khastara yang memiliki kandungan informasi sesuai dengan jenisnya. Selain itu, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia juga memiliki jenis sumber daya informasi elektronik berupa naskah kuno, buku langka, peta, foto, gambar & lukisan, dan majalah & surat kabar, (Mu’alifah 2022) E-Resources dalam penelitian ini adalah salah satu sumber daya informasi elektronik yang tersedia di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI). Bentuk e-Resources mencakup berbagai jenis materi perpustakaan digital online seperti e-journal, e-book, dan karya referensi online lainnya. Untuk mengakses e-Resources Perpusnas, seluruh masyarakat Indonesia dapat mendaftarkan dirinya secara online dan menjadi anggota PNRI. E-Resources bisa didefinisikan sebagai sumber informasi yang disimpan dan diakses dalam format elektronik atau digital. Akses ini bisa dilakukan melalui komputer pribadi, mainframe, atau perangkat bergerak dari jarak jauh menggunakan internet atau intranet. Sumber informasi elektronik dapat berasal dari digitalisasi materi fisik (reproduksi) atau bisa juga diterbitkan langsung dalam format digital (digital born) sebagai bagian dari penerbitan elektronik atau e-publishing, (Ahmar, A.S., et al, 2018). Definisi yang sama diberikan oleh International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) yang dikutip dari (Magfiroh 2018), e-Resources adalah materi yang memerlukan akses komputer, baik itu melalui komputer pribadi, mainframe, atau perangkat mobile. ,e-Resources ke dalam beberapa jenis, yaitu: e-journal, e-books, database full text, database indexing dan abstracting, database referensi (biografi, kamus, direktori, ensiklopedia, dll), data dan statistik, e- images dan e-audio dan sumber daya visual. Penggunaan e-Resources di perpustakaan memberikan kemudahan bagi pemustaka untuk mendapatkan informasi terkini dan relevan tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. Dengan semakin berkembangnya teknologi, akses terhadap e-Resources menjadi semakin penting dan merupakan bagian integral dari layanan perpustakaan modern. Eresources Perpustakaan Nasional menyediakan akses ke berbagai koleksi digital yang meliputi buku, jurnal, majalah, dan materi multimedia. Fitur-fitur utama meliputi: a. Pencarian Lanjutan: Memungkinkan pengguna untuk mencari dengan filter yang spesifik, seperti jenis dokumen, tahun publikasi, dan bahasa. b. Akses Teks Penuh: Artikel dan buku dapat diakses dalam format teks penuh, tergantung pada kebijakan akses. c. Layanan Peminjaman Digital: Pengguna dapat meminjam buku digital dengan batas waktu tertentu. d. Integrasi dengan Basis Data Internasional: Eresources Perpustakaan Nasional terhubung dengan berbagai basis data internasional, meningkatkan jangkauan informasi yang tersedia. Eresources Perpustakaan Nasional merupakan salah satu sarana akses dan diseminasi informasi kepada masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan informasinya. Pada saat melakukan penyebaran informasi, sangat penting untuk mengetahui dengan benar mengenai informasi yang ingin disebarluaskan atau disampaikan serta mengetahui kualitas dari informasi tersebut, (Mu'alifah, 2022) Di era digital, perpustakaan telah berkembang dari sekadar tempat fisik menjadi portal digital yang menyediakan akses ke berbagai sumber informasi. Perpustakaan digital tidak hanya memudahkan akses ke literatur ilmiah tetapi juga meningkatkan efisiensi dalam penyebaran informas, (Ahmar dkk.2018), Salah satu acuan Kemenristekdikti dalam menentukan reputasi suatu jurnal atau prosiding adalah badan akreditasi dan pengindeksan nasional dan internasional. Menurut (Laksono, dkk., 2021) jurnal yang terindeks Scopus atau Web of Science, PubMed dan Thomson dikategorikan sebagai Jurnal bereputasi tinggi, jurnal yang terindeks DOAJ, ERIC, Copernicus, Proquest, Ebsco, gale, google scholar metrics dan lain-lain yang setara adalah dikategorikan sebagai jurnal bereputasi sedang dan jurnal yang hanya terindeks di Google Scholar, portal garuda, ISJD, Moraref dan pengindek lain yang setara dikategorikan sebagai jurnal bereputasi rendah. c. DOAJ (Directory of Open Access Journals) DOAJ (Directory of Open Access Journal) adalah situs jurnal gratis yang bisa diakses oleh umum. Directory ini bertujuan untuk memberikan akses penuh pada jurnal-jurnal ilmiah yang telah melewati Sistem kontrol yang ketat, sehingga jurnal yang diakses tetap berkualitas, (Maharani S., Susilowati, I dan Wahyuno, S.R. 2020). Jurnal yang tersedia tidak terbatas pada bahasa dan subyek pembahasan, (Madalli, 2015) DOAJ, diselenggarakan dan dikelola oleh Perpustakaan Universitas Lund, Swedia, (Ode, 2021) DOAJ adalah mesin pencari akademis terpadu yang khusus memberikan akses online gratis ke jurnal sains dan ilmiah yang dimiliki oleh institusi akademik, komersial, pemerintah, dan lembaga nonprofit. Berdasarkan statistiknya sendiri, DOAJ hingga tahun 2024 telah mengumpulkan 20480 jurnal dari 134 negara dan 80 bahasa di dunia. menyediakan berbagai metode pencarian untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna internasional, menyediakan makalah dalam bahasa Inggris, Prancis, Yunani, Portugis, Spanyol, dan Turki, (Lili 2014). d. ScienceDirect Sciencedirect adalah situs web milik Elsevier, penerbit asal Belanda, ScienceDirect diluncurkan pada Maret 1997 dan dikenal karena menyediakan akses ke artikel jurnal berkualitas tinggi. Sciencedirect menyediakan akses ke basis data bibliografi ilmiah dan kesehatan. Saat ini ScienceDirect Menyediakan 41770 konten yang terdiri dari buku, jurnal, handbook dan koleksi referensi. Berdasarkan data yang diperoleh langsung dari website ScienceDirect jumlah jurnal akademik yang tersedia adalah 5047 jurnal dan 35566 e-book, (ScienceDirect.Com., 2024). Metadata bibliografi dapat diakses gratis, tetapi akses penuh ke teks memerlukan biaya untuk berlangganan. ScienceDirect dan Scopus keduanya dimiliki dan dikelola oleh Elsevier, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Scopus mencakup jurnal internasional dari berbagai penerbit, sementara ScienceDirect hanya mengindeks publikasi dari Elsevier. Scopus menyediakan informasi dasar tentang jurnal, seperti judul, penerbit, dan link ke laman resmi, serta menampilkan abstrak artikel ilmiah. Untuk membaca artikel penuh, pengguna harus mengunjungi situs penerbit jurnal dan mungkin membayar. Di sisi lain, ScienceDirect menawarkan akses lengkap dengan full-text artikel ilmiah, memungkinkan pengguna membaca publikasi langsung di situsnya. Pengguna dapat membaca dan mengunduh publikasi ilmiah secara gratis di ScienceDirect setelah registrasi dan login, meskipun sebagian besar konten mungkin memerlukan pembayaran (Pujiati, 2024)

Method

Metode Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode observasional. Data dikumpulkan melalui observasi langsung pada fitur-fitur yang tersedia di E-Resources Perpustakaan Nasional. Database yang menjadi objek kajian dalam penelitian ini adalah ScienceDirect, dan DOAJ. Eksplorasi fitur-fitur yang tersedia pada ScienceDirect, dan DOAJ yang memfasilitasi kemudahan dalam melakukan penelusuran ke jurnal atau artikel yang tersedia pada kedua platform tersebut. Pemilihan ScienceDirect dan DOAJ sebagai obyek yang diteliti karena kedua nya menyajikan jurnal-jurnal bereputasi yang menjadi sumber rujukan terpercaya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya mahasiswa, dosen dan para peneliti dalam melakukan penelitian. Proses analisis data dilakukan dengan memberikan deskripsi dan penilaian pada fitur-fitur yang telah dipotret (printscreen) dari kedua database yang diteliti disertai dengan penjelasan kelebihan dan kekurangan dari kedua database yaitu ScienceDirect dan DOAJ.

Result & Discussion

E-Resources Perpustakaan Nasional menyediakan fasilitas akses ke berbagai terbitan baik lokal maupun internasional seperti database DOAJ, ScienceDirect, Wiley Proquest Taylor & Francis, e- book Sage dll. yang dapat diakses dengan menjadi anggota perpustakaan nasional Republik Indonesia melalui link https://e-Resources.perpusnas.go.id/. Pada penelitian ini, yang menjadi fokus observasi adalah pada fitur-fitur yang tersedia pada database yang tersedia pada E-Resources Perpusnas yaitu DOAJ dan ScienceDirect. Gambar 1 merupakan hasil print screen bebeeapa data base koleksi digital yang tersedia pada e-Resources Perpustakaan Nasional RI. a. Fitur-Fitur pada DOAJ (Directory of Open Access Journals) DOAJ adalah database yang independent yang pengembangannya didukung 82% berasal dari Lembaga akademis dan 18% berasal dari kontribusi pendukung DOAJ. Untuk dapat bergabung dengan DOAJ penerbit jurnal tidak perlu membayar atau memberikan donasi. DOAJ memiliki misi untuk meningkatkan visibilitas, aksesibilitas, reputasi, penggunaan dan dampak jurnal penelitian ilmiah yang berkualitas, yang dapat diakses secara global. selain itu berkomitmen untuk memberikan akses secara global tanpa hambatan dan secara gratis ke semua layanan metadata untuk semua orang, (Rayhan, D 2022). DOAJ dapat di akses melalui link https://e-Resources.perpusnas.go.id/lib/114. Sebagai database open access DOAJ dapat diakses secara langsung melalui link https://www.doaj.org/ walaupun tidak terdaftar sebagai anggota perpustakaan Nasional. Pada halaman utama ada beberapa fitur yang dapat membantu pengguna dalam memperoleh semua informasi dalam jurnal yang diterbitkan di DOAJ. Fitur-fitur yang tersedia pada halaman utama adalah search (penelusuran), documentation (dokumentasi), about (jurnal info), dan menu login. Akses ke jurnal yang tersedia pengguna tidak perlu membuat akun atau melakukan. Akun hanya diperlukan bagi penulis artikel atau bagi relawan DOAJ. Berikut adalah tampilan pada halaman utama DOAJ. Menu utama DOAJ menampilkan informasi jumlah judul jurnal, artikel, negara dan Bahasa jurnal yang terindeksoleh DOAJ. Jurnal-jurnal ilmiah berkualitas dari berbagai negara dan Bahasa terdaftar dan terindeks dalam DOAJ. Akses ke jurnal atau artikel dapat dilakukan secara gratis, bebas dan tanpa adanya pembatasan. Tidak diperlukan registrasi untuk mengakses jurnal, akun hanya diperlukan oleh penulis atau relawan DOAJ. Penelusuran artikel dan jurnal di DOAJ dapat dilakukan pada menu Search. Kriteria pencarian jurnal dan artikel dapa dilakukan dengan mengetik subyek atau kata kunci yang diinginkan dan melakukan pembatasan (filter) pencarian dengan memilih beberapa kriteria seperti berdasarkan judul, ISSN, subyek, Penerbit dan kota/negara tempat terbit. Menu filter yang tersedia akan membantu penelusuran agar lebih efisien dan tepat pada subyek informasi yang diinginkan. Gambar 03 memperlihatkan salah satu contoh penelusuran jurnal di DOAJ menggunakan kata kunci Nursing. DOAJ tidak menyediakan fitur penelusuran langsung ke jurnal atau artikel yang ada dalamnya. Filter pencarian diperlukan agar topik yang diinginkan lebih spesifik. Berdasarkan gambar 04 diketahui bahwa fitur pencarian pada DOAJ dapat difilter dengan membatasi pada subyek, bahasa, lisensi, negara yang menerbitkan atau pada penerbit jurnal. Gambar 04 menampilkan contoh pencarian jurnal dengan kata kunci Nursing yang menampilkan 190 judul jurnal yang sudah terindeks, namun pencarian ini bisa lebih dipersempit dengan mencentang pada submenu kriteria jurnal yang diiinginkan, subyek, bahasa, lisensi, negara, penerbit dan tipe peer review. Jurnal dapat diakses atau di download secara gratis melalui tautan website pemilik jurnal yang tersedia pada kolom bagia kanan jurnal yang diinginkan. b. Fitur-Fitur pada ScienceDirect ScienceDirect merupakan database yang memiliki koleksi ebook dan ejurnal yang bereputasi tinggi yang telah dilanggan oleh Perpustakaan Nasional untuk seluruh anggota Perpustakaan Nasional. Tautan ScienceDirect dapat diakses melalui tautan https://e-Resources.perpusnas.go.id/. ScienceDirect dimiliki dan dikelola oleh Elsevier, seperti halnya Scopus, namun keduanya memiliki beberapa perbedaan utama. Scopus mencakup jurnal internasional dari berbagai penerbit, sedangkan ScienceDirect hanya mengindeks publikasi dari Elsevier. Scopus menyediakan informasi tentang jurnal, seperti judul, penerbit, dan tautan ke laman resmi jurnal, serta menampilkan abstrak dari artikel ilmiah. Untuk membaca artikel secara penuh, pengguna harus mengunjungi situs web penerbit jurnal tersebut dan mungkin perlu melakukan pembayaran sebelum mengunduh dan membaca kontennya. ScienceDirect menawarkan konten yang lebih lengkap dengan menampilkan teks penuh dari publikasi ilmiah, sehingga pengguna dapat langsung membaca keseluruhan artikel di platform tersebut. ScienceDirect adalah platform yang menyediakan akses ke banyak jurnal ilmiah atau buku elektronik (ebook) yang diterbitkan oleh Elsevier. ejurnal dan ebook ditampilkan dalam urutan alfabet dan dapat dilakukan filter sehingga pencarian menjadi lebih fokus sesuai subjek yang diinginkan. Tidak semua koleksi ScienceDirect yang telah dilanggan oleh Perpustakaan Nasional yang dapat diakses secara gratis akan tetapi memerlukan langganan atau pembayaran agar dapat diakses. Pada laman ScienceDirect, ditemukan beberapa istilah yang menggambarkan aksesibilitas konten. Fitur- fitur utama yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pengguna scienceDirect. 1. Account Akun pada ScienceDirect adalah profil pengguna yang dibuat di platform ScienceDirect untuk mendapatkan akses lebih lanjut dan memanfaatkan berbagai fitur yang disediakan oleh situs tersebut. Akun ScienceDirect adalah akun pengguna yang memungkinkan Anda mengakses berbagai fitur personalisasi dan manajemen yang tidak tersedia untuk pengguna yang tidak terdaftar. Akun dibuat secara gratis dengan menggunakan alamat email. Dengan akun pengguna bisa menyimpan artikel, pencarian, dan koleksi pribadi, serta menerima pemberitahuan tentang topik atau jurnal yang diminati. Akun juga memungkinkan berbagi konten dengan kolega, mengakses konten berlangganan melalui institusi, dan mengelola referensi serta bibliografi untuk keperluan penelitian. 2. Search Menu pencarian (search) pada ScienceDirect adalah alat yang fleksibel dan efisien untuk menemukan artikel, buku, jurnal, dan konten ilmiah lainnya. Fitur pencarian dasar memungkinkan pengguna memasukkan kata kunci, judul artikel, atau nama penulis, sedangkan pencarian lanjutan menawarkan filter berdasarkan kriteria seperti tahun publikasi, jenis dokumen, bidang studi, dan status akses (open access atau berlangganan). Pengguna juga dapat memanfaatkan operator boolean untuk mempersempit atau memperluas hasil pencarian dan mencari dalam bidang tertentu seperti judul, abstrak, atau nama penulis. Selain itu, ScienceDirect memberikan saran pencarian dan hasil terkait untuk membantu menemukan konten relevan lebih cepat. Berikut adalah penjelasan mengenai istilah dalam melakukan penelusuran di ScienceDirect: Koleksi Open Access: a. Koleksi Open Access (Akses Terbuka) mengacu pada artikel dan buku yang tersedia untuk umum tanpa biaya. Konten ini dapat diakses dan diunduh secara gratis oleh siapa saja, tanpa memerlukan langganan atau pembayaran. b. Konten ini diterbitkan dengan lisensi open access, yang memungkinkan distribusi dan penggunaan ulang sesuai dengan ketentuan lisensi tersebut. Contain Open Access: a. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan jurnal atau buku yang mencakup beberapa artikel atau bab yang tersedia dengan akses terbuka. Dengan kata lain, tidak semua konten dalam jurnal atau buku tersebut adalah open access, tetapi beberapa bagian dari kontennya tersedia secara gratis. b. Ini bisa berarti bahwa jurnal atau buku tertentu memiliki kombinasi artikel yang berbayar dan beberapa artikel yang open access. Subscribed & Complimentary: a. Subscribed mengacu pada konten yang hanya dapat diakses oleh pengguna yang memiliki langganan berbayar melalui institusi mereka atau secara individu. Ini adalah mayoritas konten di ScienceDirect. b. Complimentary mengacu pada konten yang disediakan secara gratis oleh penerbit untuk waktu yang terbatas atau untuk tujuan tertentu. Ini mungkin termasuk artikel promosi, edisi khusus, atau akses sementara yang diberikan sebagai bagian dari kesepakatan atau promosi tertentu. 3. Journal & Books Penelusuran Informasi pada scienceDirect dapat dilakukan dengan langsung mengetikan kata kunci pencarian atau dengan terlebih dahulu menentukan sumber informasi yang diinginkan apakah dari jurnal atau buku. Menu Journal & Books pada ScienceDirect memungkinkan pengguna untuk menelusuri dan mengakses berbagai jurnal ilmiah dan buku yang diterbitkan di platform ScienceDirect. Menu Journal & Books adalah alat penting bagi pengguna yang ingin menelusuri koleksi luas jurnal ilmiah dan buku yang tersedia di platform ini. Pengguna dapat mencari jurnal berdasarkan nama, subjek, atau bidang studi, dan mengakses edisi terbaru serta arsip lama. Menu ini juga memungkinkan penelusuran buku dan bab buku berdasarkan topik atau penulis, serta menyediakan akses ke konten lengkap untuk pengguna yang memiliki langganan atau akses institusional. Dengan fitur-fitur ini, menu Journal & Books membantu peneliti, akademisi, dan mahasiswa untuk mengakses sumber daya ilmiah yang mereka butuhkan dengan lebih mudah dan efisien. 4. Helps Menu helps pada ScienceDirect adalah fitur yang dirancang untuk membantu pengguna dalam memaksimalkan penggunaan platform dan mengatasi berbagai masalah yang mungkin mereka hadapi. Berikut adalah penjelasan dalam paragraf mengenai fitur dan manfaat dari menu helps: Menu Helps merupakan panduan untuk membantu pengguna menavigasi dan memanfaatkan fitur-fitur platform secara efektif. Pengguna dapat mengakses tutorial, panduan pengguna, dan FAQ untuk mendapatkan informasi tentang cara melakukan pencarian, mengelola akun, mengakses konten, dan menggunakan fitur lanjutan. Selain itu, menu ini menawarkan bantuan teknis untuk mengatasi masalah akses, unduhan, dan kompatibilitas perangkat. Dengan adanya menu helps memastikan bahwa pengguna dapat dengan mudah mengatasi kendala dan memaksimalkan manfaat dari penggunaan ScienceDirect. Akses ke jurnal atau ebook pada ScienceDirect dapat dilakukan dengan cara langsung mengetik kata kunci pencarian yang diinginkan atau dengan terlebih dahulu melakukan filter pencarian dengan memilih tipe pencarian buku atau jurnal. Selanjutnya melakukan beberapa pembatasan misalnya berdasarkan tahun, jurnal open access, contain open access atau Subscribed & Complimentary. Koleksi yang sesuai dengan filter pencarian akan tampil secara alfabetis sehingga dapat dipilih dan melanjutkan proses sitasi atau download ke koleksi. Gambar 06 menjelaskan tentang penelusuran pada ScienceDirect yang dilanggan oleh Perpusnas. hasil observasi memperlihatkan bahwa koleksi yang telah dilanggan tidak dapat diakses fullteks kecuali koleksi yang memang open access. Koleksi open akses dapat diakses secara bebas meskipun tidak menjadi anggota perpustakaan nasional. Berdasarkan pencarian terdapat 11 artikel jurnal yang ditemukan namun dari jurnal tersebut hanya 2 artikel yang bisa didownload fullteks pada ScienceDirect Perpustakaan Nasional.

Conclusion

Eksplorasi fitur dan fungsi E-Resources Perpustakaan Nasional, ScienceDirect, dan DOAJ menunjukkan bahwa kedua platform ini memiliki keunggulan masing-masing dalam memfasilitasi akses dan diseminasi informasi digital, kesimpulanya adalah: 1. Aksesibilitas DOAJ menyediakan akses open access ke semua artikel, sementara ScienceDirect memerlukan langganan untuk akses teks penuh ke semua artikelnya. 2. ScienceDirect DOAJ sama-sama memiliki kualitas dan akurasi yang ketat, akan tetapi scienceDirect hanya mengindeks publikasi dari Elsevier. 3. Penelusuran Informasi dapat dilakukan secara langsung di ScienceDirect sedangkan DOAJ hanya mengarahkan ke website Jurnal yang sudah terindeks didalamnya. Tingkat efektifitas dan kemudahan akses ke ScienceDirect dan DOAJ yang diteliti ini akan menjadi masukan yang perlu dipertimbangkan oleh Perpustakaan Nasional dalam memutuskan untuk meneruskan berlangganan atau tidak. Hasil penelitian ini dapat membantu meningkatkan layanan Perpustakaan Nasional dalam merumuskan kebijakan dan upaya yang perlu dilakukan agar e- resources dapat dimanfaatkan secara maksimal dan lebih mudah untuk akses informasi.