MEDIA SOSIAL WADAH UNTUK BERBAGAI PENGETAHUAN ANTAR PERPUSTAKAAN SOLO RAYA
Universitas Sebelas Maret
Abstrak
Perkembangan teknologi informasi berupa media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dan Tweeter membawa pengarub positif terhadap penyebaran informasi dan pengetabnan yang semakin mudah. Hal ini juga dapat dimanfaatkan oleh pustakawan daerah Solo Raya untuk saling berbagi pengetabuan tanpa harus bertemn secara langsung. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang dignnakan untnk mengumpnlkan data adalal observasi dan wawancara. Isi informasi yang dibagikan di media sosial Facebook perpustakaan daerah Solo Raya lebib banyak memberikan postingan informasi kegiatan yang diadakan di perpustakaan. Perpustakaan daerab Solo Raya juga belum memiliki grup Facebook yang dapat menjadi wadakh untuk berbagi informasi secara bersama-sama. Menurnt hasil wawancara pustakawan di perpustakaan daerah Solo Raya, media sosial yang paling populer dignnakan untuk berbagi pengetabuan di kalangan pustakawan daerab Solo Raya adalah WhatsApp.
Abstract
The development of information technology in the form of social media such as WhatsApp, Facebook, Instagram and Tweeter has had a positive influence on the increasingly easy disseminationof information and knowledge.This can also be used by Solo Raya librarians to share knowledge without having to meet in person.The research method used in this study is qualitative.The method used to collect data is observation and interviews. Relatedto the content of information shared on social media Facebook regional libraries in Solo Raya provide more information aboutactivities held in the library.The Solo Raya regional library also does not have a Facebook group that can be a forum for sharinginformation together.According to the results of librarian interviews in the Solo Raya regional library, the most popular social media used to share knowledge among librariansin the Solo Raya area is WhatsApp</p>
Keywords:
berbagi pengetabuan
· media sosial
· perpustakaan
Introduction
Berkembangnya teknologi informasi berdampak pada semakin mudahnya penyebaran informasi. Sekarang ini hampir semua orang dapat dengan mudah menyebarluaskan informasi dan berbagi pengetahuan, apalagi dengan munculnya media sosial setiap orang sudah seperti mempunyai media sendiri. Di Indonesia media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya. Menurut data dari situs Wearesocial.com penggunaan media sosial di Indonesia sangat banyak, tercatat 130 juta warga Indonesia menjadi pengguna aktif media sosial. Youtube menempati posisi pertama media sosial yang paling populer digunakan di Indonesia, di susul Facebook diposisi kedua dan WhatsApp di posisi ketiga. Berbagi pengetahuan biasanya berlangsung pada saat orang sedang berinteraksi secara langsung, seperti pada saat berbincang dengan rekan kerja, berkumpul dengan teman, diskusi rapat, atau hanya sekedar berbincang dengan teman bisa juga pada saat nongkrong di cafe atau makan bersama. Biasanya orang harus bertemu untuk berbagi pengetahuan dan jarak bisa menjadi salah satu kendala dalam berbagi pengetahuan. Namun, dengan munculnya media sosial jarak seharusnya tidak lagi menjadi kendala dalam berbagi pengetahuan. Menurut Bangun dkk (2018:8) Media sosial memiliki berbagai keuntungan, diantaranya adalah untuk memfasilitasi komunikasi yang kontinyu, serta menciptakan situasi yang kolaboratif. Munculnya media sosial terutama yang memiliki fitar grup membuat berbagai pengetahuan menjadi lebih mudah dilakukan. Terdapat tujuh perpustakaan daerah di Solo Raya. Perpustakaan daerah Kota Surakarta, perpustakaan daerah Boyolali, perpustakaan daerah Sukoharjo, perpustakaan daerah Karanganyar, perpustakaan daerah Wonogiri, perpustakaan daerah Sragen dan perpustakaan daerah Klaten. Dalam pengelolaan perpustakaan dalam satu jenis perpustakaan yang sama seperti perpustakaan daerah alangkah baiknya perpustakaan saling bekerjasama dalam meningkatkan kualitas pelayanannya. Dalam mengelola perpustakaan untuk menjadi lebih baik tekadang dihadapkan dengan permasalahan yang pemecahannya membutuhkan bantuan dari pihak lain, baik untuk pembuatan layanan maupun pembuatan program yang ada di perpustakaan. Jika dulu antar perpustakaan harus melakukan kunjungan untuk meningkatkan kompetensi di perpustakaan asal, agar bisa melakukan jastifikasi terhadap keadaan yang ada di lokasi studi banding. Kini dengan hadirnya media sosial dapat mempermudah berbagai pengetahuan antar pustakawan dari perpustakaan yang berbeda tanpa harus beranjak dari perpustakaannya. Untuk berbagi pengetahuan sekarang tidak perlu melakukan kunjungan atau bertemu. Cukup dengan memanfaatkan media sosial perpustakaan bisa saling bekerjasama dalam berbagai pengetahuan.
Method
Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Metode penelitian kualitatif karena data yang terkumpul dan dianalisisnya lebih bersifat kualitatif (Sugiyono, 2009:14). Peneliti akan lebih cenderung mencari data dengan melakukan observasi dan wawancara. Observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan pemanfaatan media sosial di perpustakaan daerah di Solo Raya. Informan dalam penelitian ini adalah pustakawan dari perpustakaan daerah Solo Raya yang mencangkup perpustakaan daerah Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten. Observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan pemanfaatan media sosial di perpustakaan daerah di Solo Raya.
Discussion
Media Sosial perpustakaan di Solo Raya Secara umum, perpustakan di wilayah Solo Raya sudah menggunakan media sosial. Media sosial yang digunakan di perpustakaan daerah Solo Raya seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Media sosial yang paling dimanfaat untuk digunakan di perpustakaan adalah Facebook. Perpustakaan daerah Surakarta menggunakan media sosial Instagram (@disarpus_surakarta), Facebook (Arpusda Kota Surakarta), Twitter (soloarpusda) dan channel Youtube (arpusda solo). Perpustakaan daerah Karanganyar memanfaatkan media sosial Facebook (Dinas Kearsipan ~ dan Perpustakaan — Kab. karanganyar) Instagram (disarpus_karanganyar) dan (Perpustakaan daerak_karanganyar). Perpustakaan daerah Sragen hanya memanfaatkan media sosial Facebook (Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen). Perpustakaan daerah Boyolali merupakan salah satu perpustakaan daerah di Solo Raya yang banyak memanfaatkan media sosial. Media sosial yang digunakan perpustakan daerah Boyolali antaralain Instagram (@perpustakaan daerahboy), Facebook (Perpustakaan Umum Daerah Boyolal), ada juga Twitter yang bisa diakses di (@perpustakaan ~ daerabboy). Untuk berdiskusi atau tanya seputar perpustakaan Boyolali disediakan juga nomor WhatsApp (082327405726) dan juga PIN BBM (DA8B24DA) yang memudahkan akses pemustaka dengan pustakawan. Perpustakaan daerah Wonogiri menggunakan media sosial Facebook (Perpustakaan Umnm Kabupaten Wonogiri). Sama seperti perpustakaan daerah Wonogiri perpustakaan daerah Klaten juga hanya menggunakan media sosial Facebook (Perpustakaan Umum Klaten). Hanya Perpustakaan daerah Sukoharjo belum memanfaatkan media sosial sehingga belum ada akun Instagram, Twitter, Facebook, ataupun Youtube terkait perpustkaan Sukoharjo. Berbagi pengetahuan dengan media sosial antar perpustakaan Solo Raya Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengguna media sosial sudah dilakukan oleh perpustakaan daerah Solo Raya. Media sosial yang paling banyak digunakan oleh pengelola perpustakaan adalah WhatsApp, tetapi hanya perpustakaan Boyolali saja yang sudah menggunakan WhatsApp sebagai penunjang untuk layanan di perpustakaan. Sedangkan penggunaan media sosial yang digunakan untuk memberikan layanan paling banyak digunakan Facebook. Terkait dengan penggunaan media sosial untuk berbagi pengetahuan antar perpustakaan daerah di Solo Raya masih belum digunakan secara maksimal. Media Sosial masih haya sebatas digunakan untuk berbagai informasi. Pembuatan grup dengan memanfaatkan media sosial sudah dilakukan namun dengan menggunakan media sosial WhatsApp. Namun, grup tersebut hanya sebatas untuk kepala perpustakaan saja atau pejabat struktural. Isi dari pembahasan di grup lebih banyak digunakan untuk memberikan informasi kegiatan dan postingan pribadi Secara keseluruhan berbagi pengetahuan yang bertujuan untuk meningkatkan layanan perpustakaan di media sosial masih belum dilaksanakan oleh perpustakaan daerah di Solo Raya. Sementara itu yang melatar belakangi penggunaan media sosial di perpustakan daerah Solo Raya lebih kepada untuk memudahkan berbagi informasi. Namun, untuk perpustakaan daerah Karanganyar dan Boyolali menurut pengelola perpustakaannya mereka beranggapan penggunaan media sosial tidak hanya sekedar untuk memudahkan berbagi informasi saja tapi juga merupakan sebuah tuntutan kebutuhan perkembangan jaman. Terkait dengan berbagi pengetahuan berdasarkan temuan di lapangan. Pemanfaatan media sosial di perpustakaan daerah secara keseluruhan responden menyatakan bahwa penggunaan media sosial hanya sebatas untuk penyebarluasan informasi kegiatan dan media promosi untuk sampai ketahap berbagi pengetahuan masih belum. Namun, sebernarnya berbagi pengetahuan sudah ada hanya saja para responden belum memahaminya. Seperti yang disamapaikan oleh Yusuf (2012: 398) menyatakan bahwa pengetahuan bisa tercipta secara terprogram lewat interaksi antar orang, baik langsung maupun tidak langsung, baik menggunakan media tradisional maupun menggunakan media global. Dapat kita lihat dari pemanfaatan Facebook oleh perpustakaan di Solo Raya, selama bulan September tahun 2019 seperti berikut: 1. 2. Perpustakaan daerah Karanganyar Pemanfaatan Facebook yang dilakukan oleh perpustakaan daerah Karanganyar bisa dikatakan sudah berbagi pengetahuan tentang pengelolaan perpustakaan yang dilakukannya. Salah satunya seperti yang di lihat di tanggal 14 September bahwa perpustakaan daerah Karanganyar melaksanakan promosi dengan menghimbau untuk mengunjungi perpustakaan. Kemudian di tanggal 26 dan 27 September jika dilihat dari postingan yang diunggah oleh perpustakaan daerah Karanganyar kegiatan tersebut adalah termasuk memberikan informasi yang terkait dengan berbagi pengetahuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan perpustakaan daerah Karanganyar bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang ada di sekitarnya. Perpustakaan daerah Boyolali Pada bulan September perpustakaan daerah Boyolali hanya satu kali saja melakukan unggahan di Facebook pada tanggal 25 September 2019. Unggahan yang dilakukan berbentuk foto dan caption. Kegiatan yang di informasikan dalam unggahan tersebut adalah kunjungan perpustakaan daerah Boyolali ke perpustakaan daerah Surakarta dengan maksud untuk mencari referensi untuk pembangunan perpustakaan Boyolali sebagai pusat layanan umum. Dari postingan kegiatan yang di unggah oleh perpustakaan daerah boyolali ini dapat dikatakan sebagai bagian dari perpustakaan Boyolali untuk berbagai pengetahunan. Untuk meningkatkan kualitas pelayanannya perpustakaan Boyolali melakukan studi banding dengan perpustakaan daerah yang lainnya. Postingan tersebut mendapatkan 8 suka dan tidak ada komentar. Perpustakaan daerah Sukoharjo Perpustakaan Daerah Sukoharjo tidak menggunakan Facebook. Perpustakaan daerah Wonogiri Perpustakaan Daerah Kabupaten Wonogiri sudah tidak aktif dalam menggunakan Facebook dalam melakukan pelayanannya. Hal ini terlihat dari wp date postingan yang dilakukan terakhir kali pada tanggal 11 Juni 2012. Perpustakaan daerah Klaten Perpustakaan Daerah Kabupaten Klaten memiliki Facebook yang terakhir #p date pada tanggal 28 Januari 2015. Perpustakaan daerah Sragen Pemanfaatan Facebook yang dilakukan oleh perpustakaan daerah Sragen bisa dikatakan sudah berbagi pengetahuan tentang pengelolaan perpustakaan yang dilakukannya. Dapat dilihat dari postingan yang di unggah pada tanggal 21 September 2018 pengetahuan yang dibagikan adalah tiga buah inovasi yaitu SMS (Shor? Message Service) Gateway, Agendaku Satu dan Eling yang dimiliki oleh perpustakaan daerah Sragen yang dipamerkan dalam acara pameran. Serta hal menarik lain yang ditampilkan Dinas Arsip dan Perpustakaan yaitu cetak kartu anggota perpustakaan. Cukup dengan menyertakan identitas maka Anda bisa mendapat kartu anggota perpustakaan secara gratis. Pengetahuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan keperpustakaan, perpustakaan daerah Sragen, bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang ada di sekitarnya seperti yang dapat dilihat dari postingan tanggal 27 September 2018. Perpustakaan daerah Kota Surakarta Perpustakaan daerah Surakata bisa dikatakan aktif dalam memanfaatkan Facebook. Keterkaitan dengan berbagai pengetahuan menggunakan media sosial Facebook yang dapat kita lihat dari beberapa postingan selama bulan September, perpustakaan daerah Surakarta sangat aktif sekali dalam melakukan promosi untuk meningkatkan jumlah kunjungannya. Dilihat dari apa yang di posting oleh perpustakaan daerah Surakarta termasuk informasi yang mengandung pengetahuan jika di lihat oleh perpustakaan daerah lain seperti kita lihat banyak kegiatan dari postingan tersebut yang mengajak masyarakat Surakarta untuk lebih mengenal perpustakaan dengan diadakannya lomba seperti dilihat di postingan tanggal 9 dan 11 September 2019, Outingclass di postingan tanggal 25, 26 dan 27 September 2019 serta postingan pada tanggal 12 dan 13 September 2019 terkait pameran/ kegiatan yang diadakan di pusat perbelanjaan. Media sosial yang paling mudah digunakan untuk berbagai pengetahuan menurut seluruh informan adalah WhatsApp. WhatsApp dipilih sebagai media sosial yang paling mudah untuk berbagi pengetahuan karena terdapat fitur grup. Meskipun Facebook juga memiliki fitur grup para informan dari hasil wawancara lebih memilih WhatsApp karena mudah peggunaannya dan konten di aplikasinya tidak begitu banyak. Menurut (Anwar, 2018) menyatakan WhatsApp aplikasi yang mampu menawarkan ruang obrolan, baik secara pribadi maupun berkelompok, memungkinkan pertukaran data, gambar, /Jnk, video hingga dokumen. Dari apa yang disampaikan Anwar, WhatsApp dengan memanfaatkan fitur grupnya sebenarnya sudah dapat dijadikan ruang atau wadah yang dapat digunakan sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan tanpa harus bertemu secara langsung. Berdasarkan temuan di lapangan Whatsaap grup yang beranggotakan pengelola perpustakaan daerah Solo Raya sudah ada dengan nama “Forum Arpuda Solo Raya”. Namun, grup tersebut hanya beranggotakan kepala bidang/pejabat struktural saja tanpa ada pustakawan/fungsional. Grup tesebut belum sepenuhnya digunakan untuk berbagi pengetahuan baru sebatas berbagi informasi kegiatan dan memudahkan komunikasi Untuk berbagi pengetahuan tentang pengelolaan perpustakaan dengan menggunakan WhatsApp para pustakawan lebih memilih melalui jalur pribadi.
Conclusion
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, secara umum dapat disimpulkan bahwa, pemanfaatan Facebook untuk berbagai pengetahuan bisa dikatakan belum maksimal karena belum ada grup Facebook yang dibuat untuk di jadikan wadah berbagi pengetahuan antar perpustakaan daerah Solo Raya. Serta masih ada perpustakaan yang belum memiliki akun Facebook sendiri dan ada perpustakaan yang sudah tidak aktif lagi dalam menanfaatkan Facebook. Media sosial yang paling mudah digunakan untuk berbagi pengetahuan menurut pengelola perpustakaan daerah di Solo Raya adalah WhatsApp. Pengelola perpustakaan daerah memanfaakan WhatsApp grup hanya sebatas untuk memberikan infromasi kegiatan saja. Alangkah baiknya jika antar perpustakaan bersedia untuk melaksanakan beberapa langkah sebelum menanfaatkan media sosial untuk berbagi pengetahuan antar perpustakaan. Seperti berikut ini: a) b) ¢) d) Sebelum berbagi pengetahuan antar perpustakaan menggunakan media sosial sebaiknya melaksanakan kerjasama antar perpustakaan terlebih dahulu yang kaitannya dengan kesediaan berbagai informasi tentang pengelolaan perpustakaan, dan bersedia memberikan solusi untuk setiap permasalahan yang dihadapi oleh perpustakaan kaitannya dengan peningkatan kualitas perpustakaan. Dalam sebuah perpustakaan harus mempunyai pustakawan yang professional atau pengelola yang khusus untuk mengelola media sosial agar termanfaatkan dengan baik. Memilih media sosial yang tepat sesuai sehingga mudah dan efisien dalam berbagi pengetahuan. Setiap pengelola media sosial diharapkan menjadi user/pengguna yang aktif agar tercipta saling diskusi satu sama lain (mengkritisi).