POLA PERILAKU PENCARIAN INFORMASI MAHASISWA BERPRESTASI UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN 2019
Universitas Negeri Malang; Universitas Negeri Malang; Universitas Negeri Malang
Abstrak
Perilaku setiap mahasiswa berprestasi terdiri dari alur yang membentuksebuah pola aktivitas berbeda-bedasesuai dengan tingkat masing-masingkebutuhan dan berbagai faktor dalam pencarian sumber informasiseiring denganperkembanganperadaban, sehingga penting untuk diteliti lebih lanjutdengantujuan untuk mengetahui bentuk urutan pola elemen dan untuk mengetahuielemenperilaku pencarian informasiyang dominan digunakan oleh mahasiswaberprestasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.Samplingpada penelitian ini adalah Mahasiswa Berprestasi Universitas Negeri Malangtahun 2019 sebanyak delapan belas yang diambil melalui teknikpurposivesamplingdengan pengumpulan data wawancara. Data dianalisis melalui reduksidata, koding,penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwapola elemen perilaku pencarian informasisetiap Mahasiswa BerprestasiUniversitas Negeri Malang tahun 2019berbeda-beda.Simpulan penelitian terdapat sembilan pola perilaku pencarian informasi yang berbedadandelapanelemen yang dominan digunakanolehMahasiswa Berprestasi Universitas NegeriMalang tahun 2019</p>
Abstract
The behavior of every outstanding student consists of a path that forms a pattern of activity that varies according to the level of each need and various factors in the search for sources of information along with the development of civilization, so it is important to be investigated further with the aim to determine the shape of the pattern of elements and to find out the dominant element of information seeking behavior used by high achieving students. This research uses a descriptive qualitative approach. Sampling in this study were eighteen students of State University of Malang in 2019, who were taken through purposive sampling techniques by collecting interview data. Data were analyzed through data reduction, coding, data presentation and conclusions. The results of the study stated that the pattern of information seeking behavior elements of each State University of Malang State University Student Achievement in 2019 was different. In conclusion, there are nine different patterns of information seeking behavior and eight dominant elements are used by Achievement Students of State University of Malang in 2019.
Keywords:
information
· information sources and tracking information
Introduction
Perilaku pencarian informasi seseorang terutama pada kalangan sivitas akademika (mahasiswa) mampu mengalami perubahan pola perilaku secara signifikan. Perubahan itu terjadi seiring dengan faktor perkembangan teknologi informasi dan skill seseorang dalam mencari informasi. Perilaku pencarian informasi tersebut ditinjau dari teori David Ellis 1989 dengan enam elemen pembentuk, kemudian disempurnakan oleh Meho dan Tibbo pada tahun 2003 dengan sepuluh elemen pembentuk perilaku pencarian informasi yang secara berurutan yaitu starting, chaining, browsing, monitoring, accessing, differentiating, extracting, verifying, networking dan information managing 1. Pola perilaku pencarian informasi tersebut tidak selalu memiliki susunan sepuluh elemen yang berurutan dikarenakan adanya faktor perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, skill dalam menelusuri informasi serta kebutuhan informasi yang dimiliki oleh masing-masing individu. Pola perilaku pencarian informasi dikalangan mahasiswa yang mampu mengalami perubahan dikarenakan adanya faktor perkembangan teknologi dan informasi dimana kini penyedia dan penyebaran sumber informasi yang semakin canggih serta masif sehingga perlu adanya skill untuk menelusuri sumber informasi yang dibutuhkan. Faktor-faktor yang telah disebutkan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan sumber informasi supaya mampu meningkatkan keterampilan dalam menelusuri dan memilah-milah sumber informasi yang dibutuhkan. Secara umum pada penelitian terdahulu terkait dengan topik perilaku pencarian informasi mahasiswa, hanya sampai pada masing-masing mahasiswa yang selalu dituntut untuk melalui elemen-elemen perilaku pencarian informasi secara berurutan dari teori David Ellis yang telah direvisi oleh Meho dan Tibbo tahun 2003, mulai dari starting hingga information managing. Disisi lain keterampilan atau skill mahasiswa berbeda-beda tergantung dengan bidang ilmu yang ditekuni, tingkat kebutuhan informasi yang dimiliki dan bagaimana pemanfaatan media penyedia sumber informasi yang kini ditunjang dengan adanya kemajuan teknologi informasi oleh mahasiswa tersebut. Hal tersebut dapat dikatakan suatu kelemahan penelitian terdahulu karena tidak menimbulkan kebaruan informasi terhadap topik perilaku pencarian informasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan setiap pola penggunaan elemen perilaku pencarian informasi serta untuk mengetahui elemen yang dominan digunakan oleh mahasiswa berprestasi dalam menelusuri sumber informasi yang dibutuhkan di era kemajuan teknologi informasi sesuai dengan kapasitas dan skill yang dimiliki oleh setiap mahasiswa berprestasi tersebut. Maka dari itu meskipun banyak penelitian terkait topik perilaku pencarian informasi, namun sayangnya tidak satupun yang membahas aspek pola penggunaan elemen perilaku pencarian informasi yang sesuai dengan kapasitas dan skill masing masing individu dalam konteks menelusuri sumber informasi yang ditunjang dengan perkembangan teknologi informasi. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dijelaskan diatas, penelitian ini dilakukan untuk menyempurnakan penelitian terdahulu yang fokus dalam memahami dan mengetahui pola perilaku pencarian informasi mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 dalam memenuhi kebutuhan informasi yang dimiliki yang ditunjang dengan perpustakaan perguruan tinggi (Universitas Negeri Malang). Mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 notabennya adalah generasi Z dengan kapasitas dan skill masing masing yang dimiliki, sehingga penelitian ini ditekankan pada perilaku pencarian informasi generasi Z yang ditunjang oleh perkembangan teknologi informasi sebagai bahan inovasi perpustakaan perguruan tinggi. Hasil capaian penelitian adalah mampu menunjukkan masing-masing pola perilaku pencarian informasi mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 dan elemen-elemen yang mendominasi digunakan dalam memenuhi kebutuhan informasi dengan mengacu pada teori David Ellis yang dikembangkan oleh Meho dan Tibbo tahun 2003. Manfaat penelitian ini diantaranya adalah (1) Sebagai suatu bahan dalam memberikan saran dan kritik yang konstruktif bagi penyedia sumber informasi baik pengelolaan pendayagunaan internet maupun penyajian informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi Universitas Negeri Malang dalam lingkungan perguruan tinggi; (2) Sebagai bahan evaluasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Universitas Negeri Malang dalam menyajikan pelayanan kepada pemustaka pada era digital natives; (3) Dapat menambah wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa Universitas Negeri Malang; (4) Sebagai bahan rujukan penelitian dimasa mendatang dengan topik bahasan yang sejenis; (5) Sebagai wawasan kepada pembaca terkait perilaku pencarian informasi yang dimiliki oleh mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang program sarjana.
Method
Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis data berupa informasi melalui pengambilan data dengan wawancara. Adapun data lain yang diambil oleh peneliti sebelum melakukan proses wawancara adalah berupa bentuk observasi dalam menelusuri informasi peserta yang mengikuti kompetisi Mahasiswa Berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019. Kemudian pengumpulan CV (Curriculum Vitae) dari masing masing Mahasiswa Berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019, dimana didalam CV tersebut terdapat data perolehan prestasi yang selama ini telah diraih sebagai penunjang dari data utama penelitian. Pada pendekatan kualitatif informan merupakan sampel dalam penelitian, sehingga adanya teknik sampling dalam menentukan jumlah informan yang akan diteliti. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling merupakan teknik dalam pengambilan sumber data sebagai sampling dengan pertimbangan yang telah ditentukan. Pertimbangan tersebut misalnya seseorang yang dianggap paling mengerti tentang sesuatu yang kita harapkan atau seseorang tersebut memiliki kuasa yang penting sehingga akan memberikan kemudahan bagi peneliti mengeksplorasi objek yang diteliti. Pada penelitian ini pertimbangan-pertimbangan dalam menentukan sampling adalah mahasiswa yang memiliki predikat sebagai mahasiswa berprestasi di Universitas Negeri Malang yang berhasil masuk ke ajang final atau peserta finalis pada pemilihan mahasiswa berprestasi (PILMAPRES) tahun 2019. Analisis data menggunakan reduksi data, koding, penyajian data dan kesimpulan. Penelitian ini dimaksudkan dalam menelusuri data dan informasi yang akan dipergunakan untuk mendeskripsikan alur penelusuran informasi oleh mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 yang akan menunjukkan pola perilaku yang berbeda-beda dari setiap mahasiswa berprestasi
Discussion
Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2019 sampai dengan bulan Januari 2020 di Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian tersebut berupa data wawancara yang telah direduksi, kemudian disajikan dalam bentuk koding. Koding merupakan hasil pengambilan istilah secara umum dari reduksi data transkrip wawancara pada setiap elemen perilaku pencarian informasi yang dilakukan oleh mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 sebanyak delapan belas mahasiswa. Hasil koding tersebut akan membentuk unsur unsur perilaku pencarian informasi mahasiswa yang ditunjukkan pada tabel 4.1 berikut ini. No. Elemen Perilaku Pencarian Informasi Hasil Koding 1 Starting (1) Internet; (2) Rasa ingin tahu; (3) Gagasan; (4) Buku; (5) Strategi; (6) Verifikasi; (7) Identifikasi sumber informasi; (8) Relasi 2 Chaining (1) Bahan klarifikasi; (2) Pemahaman informasi; (3) Verifikasi; (4) Kemutakhiran informasi; (5) Pengayaan informasi; (6) Bahan konsiderasi; (7) Efektivitas waktu; (8) Reputasi informsai 3 Browsing (1) Media digital; (2) Media cetak; (3) Multimedia (cetak dan digital); (4) Bahan konsiderasi; (5) Kevalidan informasi; (6) Pengayaan informasi; (7) Bahan klarifikasi; (8) Kefaktualan informasi; (9) Pemahaman informasi; (10) Relasi 4 Monitoring (1) Kompetisi; (2) Relasi; (3) Pengikut sosial media; (4) Konferensi; (5) Workshop/seminar; (6) Diskusi; (7) Verifikasi; (8) Jurnal bereputasi; (9) Rasa ingin tahu 5 Accessing (1) Aksesonline; (2) Aksesonline offline; (3) Interaksi; (4) Relasi 6 Differentiating (1) Verifikasi; (2) Substansi informasi; (3) Kefaktualan informasi; (4) Pengelompokkan informasi, (5) Menggaris bawahi kalimat. 7 Extracting (1) Parafrase kalimat penting, (2) highlight kalimat penting, (3) menulis poin informasi, (4) menggaris bawahi kalimat penting, (5) membuat ringkasan, (6) mengetikkan kata kunci. 8 Verifying (1) Penyedia informasi; (2) Substansi informasi; (3) Bahan klarifikasi; (4) Komparasi sumber informasi; (5) Prestasi penulis 9 Networking (1) Kompetisi; (2) Forum diskusi; (3) Relasi; (4) Organisasi 10 Information Managing (1) Folder sumberinformasi; (2) Aplikasi Tabel 4.1.Hasil koding per elemen perilaku pencarian informasi mahasiswa berprestasi tahun 2019 Hasil penelitian yang disajikan pada tabel 4.1 tersebut menjelaskan bahwa kolom sebelah kanan unsur-unsur perilaku yang dilakukan oleh mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 terhadap setiap sepuluh elemen perilaku pencarian informasi pada kolom sebelah kiri secara berurutan. Unsur unsur perilaku tersebut dikelompokkan berdasarkan masing-masing mahasiswa berprestasi dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Pengelompokkan unsur unsur tersebut dapat dilihat pada tabel 4.2 dan 4.3 berikut ini. Mawapres ke / Elemen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Starting 1,2,3 ,5 1,2,6 1,3,7 1,2,3,4 1,2,3 1,7 1,2 1,2,4,7 1,3,5 Chaining 8 5 1 7 5 1 5,6 2,3 3,4 Browsing 1,9 1 3 1,7 3,10 3,7 1,6 1 1 Monitoring 1,2 2,3,6 5,8 5,9 3,5,7 1,6 2,5 2,3 5 Accessing 1,3 1 1,3 1 1 1 1 1,3,4 2,3 Differentiating 1,2 1,2 2 2 1,2 1,3 1 1 1 Extracting 1 2 3 1 4 4 2 4 4 Verifying 1 1,2 1,2 1,4 1 1,4 1 1 1 Networking 1 2 4 4 4 3 3,4 3 4 Information Managing 1 1,2 1 2 1,2 1 1 1,2 1 Tabel 4.2.Pengelompokkan unsur perilaku pencarian informasi mawapres ke1-9 Mawapres ke-/ Elemen 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Starting 1,3,4,6 1,5 1,2,4 1,8 1,2,3,4 1,3,4,5 1,6 1,2,4 1,2 Chaining 2 2 1,2 1,5 3 1 2 1 1,2 Browsing 1 1 3 1,6 2,8 1,4 3,6 3,6 1,5 Monitoring 8 3 3 5 3,5 3,5 3,5 3,4 3 Accessing 1,3 1,3 1,3 1,3 1,3 1,3 1,3 2 1 Differentiating 1,2 1,2,4 1 2 2 2 2 1,5 1,2 Extracting 5 6 4 4 1 3 1 4 5 Verifying 1,5 2 1 1 1 2 1 1 1 Networking 4 3 3 2 4 4 2 3,4 4 Information Managing 1 1 1,2 1,2 1,2 1,2 1 1,2 1,2 Tabel 4.3.Pengelompokkan unsur perilaku pencarian informasi mawapres ke 10-18 Berdasarkan hasil dari koding yang dipaparkan pada tabel 4.1 sampai tabel 4.3 terdapat sembilan pola perilaku pencarian informasi mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 yang ditunjukkan pada gambar bagan 4.1 sampai dengan gambar bagan 4.9 berikut ini Gambar bagan 4.1.Pola Perilaku Mawapreske13 Gambarbagan 4.2.Pola Perilaku Mawapreske3, 10, 12, 15, 17 ' Gambar bagan 4.3.Pola Perilaku Mawapreske2, 5, 6, 7, 18 Gambar bagan 4.4.Pola Perilaku Mawapreske16 Gambar bagan 4.5.Pola Perilaku Mawapreske11 Gambar bagan 4.6.Pola Perilaku Mawapreske8 Gambar bagan 4.7.Pola Perilaku Mawapreske9 Gambar bagan 4.8. Pola Perilaku Mawapres ke 4 dan 14 Gambar bagan 4.9. Pola Perilaku Mawapres ke 1 Apabila diamati kembali pada gambar bagan 4.1 hingga 4.9 tersebut maka pola perilaku pencarian informasi tidak dilakukan secara berurutan seperti pada teori David Ellis yang telah direvisi oleh Meho & Tibbo. Pola perilaku pencarian informasi pada gambar bagan 4.1 hingga 4.3 mencakup seluruh elemen perilaku pencarian informasi yang dilakukan secara acak. Pada pola perilaku pencarian informasi bagan 4.1 urutan proses pencarian informasi diawali (starting) dengan menelusuri sumber informasi di internet dan teman (networking) yang ahli dalam menilai keakuratan sumber informasi (verifying), kemudian dilanjutkan dengan memilah-milah (differentiating) sumber informasi yang telah didapatkan sesuai dengan yang dibutuhkan serta menandai poin-poin informasi yang dianggap penting (extracting). Selanjutnya mawapres pada pola perilaku pencarian informasi bagan 4.1 menelusuri sumber rujukan yang digunakan dalam sumber informasi yang didapatkan untuk menilai keaslian rujukan dan sumber informasi itu sendiri (chaining), serta mengeksplorasi (browsing) dan memantau sumber informasi terbaru sesuai dengan yang dibutuhkan (monitoring) melalui workshop yang didukung dengan kelancaran dan kemudahan mengakses penyedia sumber informasi baik internet maupun perpustakaan (accessing). Terakhir mawapres pada pola perilaku pencarian informasi bagan 4.1 adalah menata dan mengatur tata letak sumber informasi didalam folder yang sudah dikelompokkan (information managing). Pola perilaku pencarian informasi pada bagan 4.2, 4.3, 4.6, 4.7 memiliki persamaan dalam empat elemen pertama yaitu starting-verifying-differentiating extracting. Gambar bagan 4.2 dan 4.3 memiliki perbedaan paling signifikan pada elemen yang akan ke accessing dan networking. Pada pola perilaku pencarian informasi bagan 4.2 setelah elemen monitoring adalah accessing-networking dikarenakan usai proses pemantauan sumber informasi terbaru mawapres tersebut langsung dengan inisiatif sendiri mengakses sumber informasi (accessing) yang kemudian menjalin relasi dengan teman yang lain (networking) dengan tujuan mampu menyebarluaskan sumber informasi yang didapatkan kepada komunitas yang memiliki kebutuhan informasi yang sama. Hal tersebut dilakukan pula oleh mawapres pada pola perilaku pencarian informasi bagan 4.4, 4.6, 4.8 akan tetapi pada bagan tersebut menghilangkan satu sampai dua elemen untuk efektivitas waktu dalam pencarian informasi. Pada pola perilaku pencarian informasi bagan 4.3 setelah elemen monitoring adalah networking-accessing dikarenakan usai proses pemantauan pada elemen monitoring mawapres berupaya untuk menjalin relasi (networking) dengan orang lain yang memiliki kebutuhan sumber informasi yang sama, agar proses pengaksesan sumber informasi semakin mudah (accessing). Tahapan tersebut dilakukan pula pada pola perilaku informasi pada bagan 4.7 dan 4.9. Pada pola perilaku pencarian informasi bagan 4.4 hingga 4.9 paling banyak tidak menggunakan elemen chaining maupun extracting dikarenakan proses tersebut telah dilakukan oleh kemajuan teknologi informasi berupa adanya pengelompokkan jurnal mulai dari Q1 sampai Q4, sehingga mawapres tersebut langsung menelusuri sumber informasi yang dibutuhkan utama pada penyedia sumber informasi tersebut. Maka dari itu pada urutan pola diatas elemen perilaku pencarian informasi yang mendominasi digunakan adalah elemen starting, browsing, monitoring, accessing, differentiating, verifying, networking dan information managing Berdasarkan kesembilan pola perilaku pencarian informasi yang telah dilakukan oleh mawapres Universitas Negeri Malang 2019, terdapat faktor eksternal dan internal untuk mendorong aktivitas menelusuri sumber informasi yang secara garis besar dilakukan pada elemen starting. Faktor Eksternal 1. teman sebaya Faktor Internal Rasa ingin tahu 2. dosen Adanya gagasan atau ide 3. forum komunikasi (diskusi) Tabel 5.1. Faktor pendorong menelusuri sumber informasi Faktor eksternal dan internal merupakan aspek yang penting dalam pelaksanaan perilaku pencarian informasi mahasiswa berprestasi tahun 2019. Rasa ingin tahu, adanya gagasan atau ide dan strategi penelusuran merupakan faktor internal yang dapat disebut juga sebagai motivasi diri sendiri dalam melakukan penelusuran informasi. Motivasi diri sendiri timbul oleh karena kesadaran diri mahasiswa berprestasi akan pentingnya sumber informasi dalam menunjang proses belajar di perkulihan dan pembuatan karya6. Kesadaran informasi adalah suatu keadaan pada sejauh mana individu merasakan bahwa dia sangat butuh dan ingin memahami informasi, serta dorongan yang dirasakan selanjutnya adalah tindakan apa yang akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut dan memahaminya 7. Kesadaran diri tersebut merupakan bagian dari perilaku pencarian informasi mawapres secara internal. Terlepas dari perilaku pencarian informasi, terdapat penjelasan terkait dengan perilaku manusia secara umum yang pada dasarnya adalah ingin mendapatkan informasi, seperti memperhatikan informasi perubahan cuaca, memutuskan untuk mengunjungi kota lain, mencari tahu tentang jadwal liburan, tentang memilih tanggal keberangkatan, dan tentang membeli tiket pesawat merupakan contoh dari rangkaian kegiatan dari perilaku informasi. Hal semacam ini termasuk pada saat menemukan, membutuhkan, memilih, dan menggunakan informasi 8. Pada teori David Ellis perilaku pencarian informasi diawali dengan elemen starting yakni menemukan topik informasi dan metode mengumpulkan informasi yang telah direncanakan. Mawapres Universitas Negeri Malang mengimplementasikan elemen starting dengan cara mengatur strategi penelusuran sumber informasi yang diinginkan sebagai respon dari adanya rasa keingin tahuan yang melahirkan gagasan atau ide. Rasa ingin tahu dan adanya gagasan tersebut merupakan bentuk faktor internal dari sebuah motivasi dalam diri sendiri (motivasi intrinsik) dikarenakan mampu memberikan dorongan dan antusiasme untuk mencari tahu informasi yang dibutuhkan. Gagasan atau topik yang baru mampu ditemukan dari seorang individu yang berpikir keras atau kritis. Tindakan berpikir kritis merupakan bentuk usaha dari seorang individu dalam menentukan keputusan untuk menyelesaikan sebuah masalah. Unsur-unsur tersebut menjadi konsep tindakan dalam elemen starting berdasarkan faktor internal. Apabila konsep tersebut digambarkan pada suatu bagan, maka akan terbentuk gambar bagan 5.1. seperti berikut Motivasi menjadi puncak tindakan dari elemen starting yang dilakukan oleh mawapres Universitas Negeri Malang tahun 2019. Motivasi tersebut terdiri dari rasa ingin tahu dan adanya gagasan yaitu merupakan motivasi intrinsik yang dimiliki untuk mengambil keputusan dan mengatasi suatu permasalalahan. Kemudian adanya faktor eksternal yang merupakan faktor pendukung dari internal, meliputi teman sebaya, dosen dan forum komunikasi ilmiah (workshop/seminar). Faktor eksternal yang pertama yaitu teman sebaya yang mampu memberikan dukungan kepada mawapres untuk menelusuri informasi. Faktor eksternal yang kedua adalah dosen yang merupakan seorang panutan bagi mawapres dalam belajar dan berkarya. Dosen menjadi pemacu semangat mawapres dalam menelusuri sumber informasi secara akurat dan relevan, sebagai mentor bagi mawapres selama di perguruan tinggi, menjadi panutan dalam merekomendasikan sumber informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa berprestasi. Faktor eksternal yang ketiga adalah forum komunikasi ilmiah yang berupa workshop atau seminar yang mampu menjadi ajang bagi mawapres untuk berimprovisasi dalam menyampaikan gagasan atau ide dan saling berkolaborasi antar mahasiswa dalam belajar dan berkarya. Keseluruhan faktor tersebut akan membentuk suatu aktivitas atau perilaku yang dilakukan oleh mahasiswa berprestasi untuk menelusuri sumber informasi yang dibutuhkan. Konsep dari perkembangan teori aktivitas yaitu aktivitas tidak akan pernah dilakukan tanpa adanya suatu motif, aktivitas “nampak tidak adanya motif" bukanlah aktivitas tanpa motif, melainkan aktivitas dengan motif yang terselubung secara subjektif dan objektif. Maka dengan demikian sama seperti konsep motif terkait dengan konsep aktivitas, konsep tujuan terkait dengan konsep aksi 9. Apabila dikaitkan dengan perilaku pencarian informasi, maka terdapat sebuah siklus aktivitas yang dilakukan oleh mawapres Universitas Negeri Malang tahun 2019. Seorang mawapres dalam mencari informasi memiliki dorongan melalui elemen starting untuk memenuhi kebutuhan informasi sebagai seorang akademisi yang dilakukan dengan aksi nyata dalam bingkai elemen chaining, browsing, monitoring, differentiating, extracting, verifying, networking dan information managing yang bertujuan untuk mengumpulkan sumber belajar perkuliahan dan sumber rujukan untuk membuat karya. Hal ini selaras dengan pendapat Solehat, Rusmono dan Rullyana 10 bahwa perilaku pencarian informasi merupakan suatu aktivitas dari individu dalam menelusuri informasi yang diinginkan dengan suatu tujuan tertentu Bagan diatas menjelaskan bahwa aktivitas seorang mawapres dalam menelusuri informasi sehingga membentuk perilaku pencarian informasi, diperlukan dorongan atau motivasi yang kuat dalam diri sendiri maupun dilingkungan sekitar. Elemen starting merupakan unsur yang terdapat didalam motivasi, dimana segala awal mula penelusuran informasi dilakukan apabila adanya suatu dorongan dari dalam ataupun luar diri berupa rasa keingintahuan, adanya gagasan yang inovatif dan solutif serta strategi yang telah disusun. Selanjutnya adalah tindakan atau aksi untuk menelusuri sumber informasi yang didalamnya adanya unsur chaining, browsing, monitoring, accessing, differentiating, extracting, verifying, networking dan information managing. Tindakan atau aksi merupakan usaha untuk memenuhi rasa ingin tahu, mewujudkan gagasan yang dimiliki untuk menyelesaikan permasalahan dan menerapkan seluruh rencana atau strategi yang telah disusun dengan cara memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Hakikat dari tujuan yang diharapkan tersebut adalah untuk meraih ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan yang didalamnya meliputi problem solving, membuat keputusan. Tujuan tersebut diraih melalui seluruh sumber informasi yang telah didapatkan oleh mawapres Universitas Negeri Malang tahun 2019 yang digunakan sebagai bahan belajar di perkuliahan dan bahan rujukan pembuatan karya. Elemen yang mendominasi digunakan oleh Mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 sebagai pembangun bagan 5.2 adalah starting, browsing, monitoring, accessing, differentiating, extracting, verifying, networking dan information managing. Mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 merupakan mahasiswa dengan tahun kelahiran tahun 1997-1998. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 merupakan generasi milenial atau disebut dengan generasi Z. Generasi milenial sering disebut dengan generasi Z yang memiliki ciri suka akan kebebasan improvisasi, melakukan personalisasi, mengandalkan kecepatan mendapatkan dan pemahaman informasi secara instan, belajar dan bekerja dalam lingkungan yang inovatif, aktif berkolaborasi dan gila akan teknologi 11. Oleh karena itu generasi milenial atau generasi Z tersebut melalui masa dimana untuk mendapatkan sumber informasi secara efektif adalah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sebagai media dalam menelusuri sumber informasi melalui internet. Perkembangan yang sangat pesat dalam dunia teknologi dan informasi tersebut menjadi tuntutan bagi perpustakaan berkolaborasi untuk memberikan pelayanan prima dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Bentuk kolaborasi perpustakaan dengan perkembangan teknologi informasi dalam 12 kurang lebih adalah (1) perpustakaan berfokus kepada sumber daya dan pelayanan secara digital yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun; (2) Perpustakaan bersifat fleksibel dalam menyebarluaskan informasi, merekonstruksi aplikasi atau perangkat lunak dengan menyesuaikan kebutuhan secara virtual dalam pengelolaan di sebuah institusi; (3) Pustakawan memiliki perspektif untuk kreatif dan inovatif dalam memainkan tugas dan tanggungjawabnya dengan penggunaan teknologi informasi di perpustakaan; (4) Perpustakaan tentunya membutuhkan kemampuan atau keahlian baik sumber daya, layanan dan perangkat digital yang ditinjau secara fisik. Maka dari itu, produktivitas sebuah perpustakaan dapat dilihat dari tata kerja pustakawan dalam mendukung segala proker dan pelayanan perpustakaan dengan baik .1
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pola perilaku pencarian informasi yang dimiliki oleh masing-masing Mahasiswa Berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 sebanyak sembilan pola yang berbeda serta elemen yang digunakan paling mendominasi pada pola perilaku pencarian informasi Mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 adalah elemen starting, verifying, networking, browsing, extracting, accessing, monitoring dan information managing. Apabila merujuk pada hasil kesimpulan yang dipaparkan diatas, maka sebaiknya lingkungan perguruan tinggi mampu menciptakan iklim belajar yang mampu memacu para mahasiswa untuk meraih prestasi dalam aspek menelusuri sumber informasi secara efektif dan efisien, seperti dosen yang memberikan bimbingan pada awal mahasiswa menelusuri sumber informasi, melibatkan seluruh mahasiswa untuk saling berkontribusi dalam membuat, mengelola dan menyebarkan sumber informasi melalui pendayagunaan perpustakaan perguruan tinggi