PERSEPSI MAHASISWATERHADAPKOMPETENSIPUSTAKAWAN DALAMMEMBERIKANLAYANANDI PUSAT PERPUSTAKAAN IAIN TULUNGAGUNG
Institut Agama Islam Negeri Tulungagung; Institut Agama Islam Negeri Tulungagung
Abstrak
Menjadi seorang pustakawan harus memiliki duakompetensi yaitukompetensi profesional dan kompetensi personal. Untuk mencapai keduanya,pustakawan diharapkan bisa mengintegrasikan antara pengetahuan,kemampuan(skill)dan sikap.Agar dapat memberikan layanan secaramaksimal, maka perlumemperhatikan kompetensidaripustakawan.Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui apakah pustakawan berkompeten dalam memberikan layanankepada pemustaka dilihat dari sudut pandang pemustaka sebagai obyek/penerimalayanan perpustakaan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif.Teknik pengumpulan datanya menggunakan survei berupa angket pertanyaan.Jumlah responden dalam penelitian ini sejumlah 167 pemustaka yang merupakanmahasiswa IAIN Tulungagung.Hasil survei menunjukkan bahwa pustakawanpada Pusat Perpustakaan IAIN Tulungagung berkompeten dalam memberikanlayanan sebesar 85,1% serta kemampuan pustakawan dalam memberikan layanandengan baik sebesar 89,8%</p>
Abstract
Being a librarian must have two competencies namely professional competence and personal competence. To achieve both, librarians are expected to be able to integrate knowledge, skills, and attitudes. In order to provide maximum service, it is need to pay attention to the competencies of librarians. The purpose of this study is to find out whether librarians are competent in providing services to librarians from the viewpoint of the user as an object/recipient of library services. The method used is descriptive quantitative. The technique of collecting data using a survey in the form of a questionnaire of questions. The number of respondents in this study were 167 users who were students of IAIN Tulungagung. The survey results showed that librarians at the Library Center of IAIN Tulungagung were competent in providing services at 85.1% and the librarians' ability to provide services well at 89.8%.
Keywords:
competence
· librarian
· library services
· library users
Introduction
Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan kini telah membawa pengaruh yang luar biasa bagi lembaga penyedia informasi publik, diantaranya perpustakaan. Perpustakaan menjadi sebuah lembaga yang dituntut untuk menyediakan informasi dan jasa terkait pelayanan publik. Dalam konsep lama, perpustakaan dikenal sebagai tempat menyimpanan buku dengan ruangan yang sempit dan gelap. Bahwa mindset tentang perpustakaan tradisional mampu berubah dengan mengikuti perkembangan zaman saat ini, karena kondisi perpustakaan saat ini sudah sangat berbeda dengan perpustakaan tradisional, hal ini terlihat pada perpustakaan perguruan tinggi yang mulai menerapkan untuk meningkatkan pelayanan yang optimal. Berdasarkan Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 Bab I pasal 1 ayat 10 tentang perpustakaan, dijelaskan bahwa perpustakaan perguruan tinggi merupakan bagian integral dari perguruan tinggi tersebut yang turut serta melaksanakan tri darma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dengan tujuan sebagai salah satu pusat sumber belajar bagi seluruh civitas akademika untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan.1 Perlu kita tahu, peran perpustakaan adalah sebagai lembaga layanan masyarakat yang menaungi bidang ilmu pengetahuan yang memberikan informasi berupa media baik tercetak maupun terekam yang bersifat edukatif. Hal ini mengarah pada peningkatan pengetahuan, keterampilan dan wawasan informasi yang diperlukan untuk kemajuan pendidikan, pekerjaan, dan penelitian sebagai wahana dalam mencerdaskan anak bangsa. Layanan perpustakaan merupakan kegiatan teknis yang mana dalam pelaksanaannya diperlukan suatu perencanaan dalam proses penyelenggaraannya. Fungsi layanan perpustakaan sebagai cara mempertemukan pemustaka dengan bahan pustaka yang diminati.2 Secara garis besar, layanan perpustakaan menjadi salah satu ujung tombak dalam jasa perpustakaan, karena berhadapan langsung dengan pengguna. Hal ini segala bentuk informasi dan fasilitas terkait sarana penelusuran informasi kepada pemustaka menjadi lebih mudah mendapatan informasi secara optimal. Secara umum, layanan yang disediakan oleh perpustakaan meliputi layanan sirkulasi, penyediaan dokumen, layanan silang layan, layanan multimedia, pendidikan pemakai, layanan fotokopi dan sebagainya. Untuk mencapai pelayanan secara maksimal, maka perlu dihadirkan sumber daya yang berkompeten dalam bidangnya. Dalam bidang perpustakaan, seseorang yang memiliki kompetensi di bidang perpustakaan disebut dengan pustakawan. Berdasarkan undang-undang Nomo 43 Tahun 2007 Pasal 1 ayat 15 menjelaskan, pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan formal dan/ atau pelatihan kepustakawanan yang bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.3 Dalam Kepmentrans RI No. 83 Tahun 2012, Kompetensi merupakan kemampuan seseorang yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dan dituntut untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan standar kinerja yang telah ditetapkan.4 Untuk menjadi seorang pustakawan harus memiliki 2 kompetensi yaitu kompetensi profesional dan kompetensi personal. Dalam mencapai kompetensi tersebut, pustakawan diharapkan bisa mengintegrasikan antara pengetahuan, skill dan sikap. Selain itu, Pustakawan mampu menguasai informasi, sehingga memberikan kesan baik untuk memahahami apa yang dibutuhkan oleh pemustaka secara optimal. Untuk bisa mencapai layanan yang maksimal, maka perlu memperhatikan kemampuan pustakawan. Sehingga kompetensi pustakawan diperlukan untuk mengukur dalam mencapai keberhasilan layanan di perpustakaan. Jumlah pustakawan di Perpustakaan IAIN Tulungagung sebanyak 8 orang dengan berbagai macam tugas yang diembannya. Sehingga dengan adanya sumber daya manusia yang terbatas, bagaimana perpustakaan mampu memberikan pelayanan yang optimal. Sehingga penulis ingin mendalami dan mencari tahu bagaimana mengenai persepsi pemustaka terhadap kompetensi pustakawan dalam memberikan layanan di Pusat Perpustakaan IAIN Tulungagung
Method
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan memberi gambaran atau penegasan suatu konsep yang diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan yang terkait dengan objek penelitian.5 Fokus dalam penelitian ini yaitu tentang persepsi pemustaka terhadap kompetensi pustakawan dalam memberikan layanan di Pusat Perpustakaan IAIN Tulungagung. Tujuannya untuk mengetahui apakah pustakawan berkompeten dalam memberikan layanan kepada pemustaka dilihat dari sudut pandang pemustaka yang merupakan obyek/ penerima layanan perpustakaan. Lokasi penelitian yang dipilih oleh penulis yaitu berada di Pusat Perpustakaan IAIN Tulungagung atas pertimbangan hasil yang didapatkan lebih heterogen dan representatif dari mahasiswa berbagai program studi. Penelitian ini dilakukan pada jam layanan perpustakaan dengan informan mahasiswa IAIN Tulungagung yang memiliki kesempatan sama untuk dipilih secara acak. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini yaitu snowball sampling, yang mana informan akan terus bertambah hingga data yang dikumpulkan jenuh.6 Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis yaitu survei angket pertanyaan. Penulis terlibat langsung dalam layanan dan program yang diterapkan tersebut. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis, diverifikasi dan tahap terakhir yaitu dilakukan pengambilan kesimpulan
Discussion
Analisis Persepsi Mahasiswa Terhadap Kompetensi Pustakawan Dalam Memberikan Layanan Di Pusat Perpustakaan IAIN Tulungagung Untuk mengetahui seberapa besar kompetensi pustakawan dalam memberikan layanan kepada pemustaka perlu dilakukan pengukuran. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan pemustaka terhadap pelayanan perpustakaan yang diberikan selama ini. Survei dilakukan dengan menggunakan angket yang disebarkan melalui media cetak dan elektronik. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan kepada 167 pemustaka, maka diperoleh hasil sebagai berikut: a. Variabel Kompetensi Pustakawan Tanggapan responden terhadap pertanyaan mengenai kompetensi pustakawan di Pusat Perpustakaan IAIN Tulungagung dapat dilihat pada Tabel berikut ini : Tabel 3.1 No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 1 Apakah pustakawan memiliki pengetahuan dan Sangat tahu (%) 23 Tahu 115 68,9 13,8 wawasan yang luas mengenai seluruh aspek yang ada di perpustakaan IAIN Tulungagung? Ragu-ragu 18 10,8 Tidak tahu 11 6,6 Total Sangat tidak tahu 0 0 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (82,7%) pustakawan mengetahui, sehingga dapat dipahami bahwa pustakawan memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas mengenai segala aspek yang berkaitan dengan layanan yang ada di Pusat Perpustakaan IAIN Tulungagung. Selanjutnya hanya sebagian kecil (17,4%) pemustaka beranggapan bahwa hanya beberapa pustakawan yang saja yang belum memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas mengenai beberapa aspek layanan yang ada di perpustakaan. Tabel 3.2 No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%) Baik 120 71,9 2 Bagaimanakah sikap pustakawan terhadap saudara saat memberikan layanan? Sangat baik 33 19,8 Ragu-ragu 8 4,8 Tidak baik 4 2,4 Total Sangat tidak baik 2 1,2 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagaian besar (91,7%) pustakawan sangat baik, sehingga dapat dipahami bahwa pustakawan sudah memberikan layanan terbaik kepada pemustaka. Selanjutnya hanya sebagian kecil (8,4%) pemustaka beranggapan bahwa hanya beberapa pustakawan yang belum memiliki sikap baik dalam memberikan pelayanan secara ramah. Tabel 3.3 No Pertanyaan Pilihan Jawaban 3 Apakah Frekuensi Persentase (%) pustakawan tanggap untuk membantu saudara ketika Sangat membantu 24 14,4 Membantu 99 59,3 berada di perpustakaan? Total Ragu-ragu 28 16,8 Tidak membantu 15 9 Sangat tidak membantu 1 0,6 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (73,7%) pustakawan sangat membantu, sehingga dapat dipahami bahwa pustakawan sudah memberikan layanan terbaik kepada pemustaka. Selanjutnya hanya sebagian kecil (26,4%) pemustaka beranggapan hanya beberapa pustakawan yang belum memiliki sikap baik dalam memberikan pelayanan secara ramah. Tabel 3.4 No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 4 (%) Apakah pustakawan bertanggung jawab dalam melayani kebutuhan saudara hingga tuntas? Total Sangat bertanggung jawab 16 9,6 Bertanggung jawab 116 69,5 Ragu-ragu 29 17,4 Tidak bertanggung jawab 5 3 Sangat tidak bertanggung jawab 1 0,6 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (79,1%) pustakawan bertanggung jawab, sehingga dapat dipahami bahwa pustakawan sudah bertanggung jawab sesuai dengan tugasnya dalam melayani kebutuhan mahasiswa dengan sepenuh hati. Selanjutnya hanya sebagian kecil (21%) pemustaka beranggapan hanya beberapa pustakawan belum sepenuhnya tanggung jawab dengan tugas yang diembannya, hal ini berkaitan dengan kompetensi yang dimiliki pustakawan dalam melayani kebutuhan mahasiswa. Tabel 3.5 No Pertanyaan Pilihan Jawaban 5 Frekuensi Persentase (%) Apakah pustakawan berkompeten dalam memberikan layanan? Sangat berkompeten 19 11,4 Berkompeten 123 73,7 Ragu-ragu 21 12,6 Total Tidak berkompeten 4 2,4 Sangat tidak berkompeten 0 0 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (85,1%) pustakawan sangat berkompeten, sehingga dapat dipahami bahwa pustakawan sudah sangat berkompeten dalam melayani kebutuhan mahasiswa dengan sepenuh hati. Selanjutnya hanya sebagian kecil (15%) pemustaka beranggapan hanya beberapa pustakawan belum sepenuhnya tanggung jawab dengan tugas yang diembannya, hal ini berkaitan dengan kompetensi yang dimiliki pustakawan dalam melayani kebutuhan mahasiswa. Tabel 3.6 No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%) Cepat 114 68,3 6 Bagaimanakah kecepatan pustakawan dalam memberikan pelayanan di Perpustakaan? Sangat cepat 18 10,8 Ragu-ragu 24 14,4 Tidak cepat 9 5,4 Total Sangat tidak cepat 2 1,2 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (79%) pustakawan bisa dikatakan sangat cepat, sehingga dapat dipahami bahwa pustakawan memberikan pelayanan dengan cepat dan tepat. Selanjutnya hanya sebagian kecil (21%) pemustaka beranggapan hanya masih ada beberapa pustakawan yang belum bisa memberikan pelayanan secara cepat, karena terkendala dengan pengetahuan sumber daya manusianya. Tabel 3.7 No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%) Tepat 110 65,9 7 Bagaimanakah ketepatan pustakawan dalam memberikan informasi kepada Saudara? Sangat tepat 20 12 Ragu-ragu 32 19,2 Tidak tepat 4 2,4 Total Sangat tidak tepat 1 0,6 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (77,9%) pustakawan tepat, sehingga dapat dipahami bahwa pustakawan sudah sangat tepat dalam memberikan informasi kepada pemustaka dalam memanfaatkan layanan yang ada di perpustakaan. Selanjutnya hanya sebagian kecil (22,2%) pemustaka beranggapan hanya beberapa pustakawan ada yang masih belum sepenuhnyatepat dalam memberikan pelayanan terkait layanan yang ada di perpustakaan. Tabel 3.8 No Pertanyaan Pilihan Jawaban 8 Apakah pustakawan dapat Frekuensi Persentase (%) Sangat memahami 18 10,8 Memahami 108 64,7 memahami kebutuhan saudara dengan baik? Ragu-ragu 34 20,4 Tidak memahami 6 3,6 Total Sangat tidak memahami 1 0,6 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (75,5%) pustakawan memahami, sehingga dapat dipahami bahwa pustakawan bisa memahami apa yang menjadi kebutuhan pemustakanya, baik berkaitan layanan maupun fasilitasnya. Selanjutnya hanya sebagian kecil (24,6%) pemustaka beranggapan hanya beberapa pustakawan tidak memahami apa kebutuhan bagi pemustakanya di perpustakaan. Terdapat beberapa saran yang dapat penulis rangkum dalam variabel kompetensi pustakawan yaitu sebagai berikut: 1) Guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas, seorang pustakawan harus semakin aktif dalam mengikuti pelatihan kepustakawanan yang diadakan oleh organisasi atau lembaga 2) Pustakawan lebih tanggap dalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh pemustaka 3) Dalam melayani kebutuhan pemustaka, seorang pustakawan diharapkan lebih bertanggung jawab sesuai tugas pekerjaannya 4) Pustakawan diharapkan mampu mengoperasikan fasilitas yang ada di perpustakaan semisal OPAC, pencarian jurnal, E-book dan fasilitas fasilitas lainnta yg sudah beralih ke teknologi. Sehingga nantinya tidak merasa gaptek (gagap teknologi) b. Variabel Layanan Perpustakaan Tanggapan responden terhadap pertanyaan mengenai layanan perpustakaan di Pusat Perpustakaan IAIN Tulungagung dapat dilihat pada Tabel berikut ini : Tabel 3.9 No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 1 Menurut saudara, apakah dengan adanya pustakawan (%) Sangat membantu 47 28,1 Membantu 94 56,3 membantu saudara ketika berada di perpustakaan? Total Ragu-ragu 19 11,4 Tidak membantu 7 4,2 Sangat tidak membantu 0 0 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (84,4%) pustakawan membantu, sehingga dapat dipahami bahwa pustakawan membantu pemustaka ketika mengalami kesulitan saat berada di perpustakaan, sehingga meraka mendapatkan pelayanan ketika mereka membutuhkan. Selanjutnya hanya sebagian kecil (15,6%) pemustaka beranggapan bahwa pustakawan ada yang tidak tanggap ketika pemustaka mengalami kesulitan ketika memanfaatkan layanan serta fasilitas di perpustakaan. Tabel 3.10 No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 2 Apakah pustakawan memberikan pelayanan dengan baik? (%) Sangat baik 20 12 Baik 130 77,8 Ragu-ragu 16 9,6 Tidak baik 1 0,6 Total Sangat tidak baik 0 0 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (89,8%) pustakawan baik, sehingga dapat dipahami bahwa pustakawan mampu memberikan pelayanan kepada pemustaka dengan semaksimal mungkin. Selanjutnya hanya sebagian kecil (10,2%) pemustaka beranggapan hanya beberapa pustakawan belum mampu dalam memberikan pelayanan yang maksimal karena terdaapat beberapa kendala yang dialami. Tabel 3.11 No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 3 Apakah pustakawan bersedia membantu jika saudara (%) Sangat membantu 18 10,8 Membantu 113 67,7 mengalami kesulitan dalam menemukan informasi? Total Ragu-ragu 27 16,2 Tidak membantu 8 4,8 Sangat tidak membantu 1 0,6 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (78,5%) pustakawan membantu, sehingga dapat dipahami bahwa pustakawan sudah bersedia membantu ketika pemustaka membutuhkan bantuan disaat mereka membutuhkan dalam menemukan informasi, baik tentang alur layanan dan juga tentang sumber referensi yang ada di perpustakaan baik tekstual maupun elektronik. Selanjutnya hanya sebagian kecil (21,6%) pemustaka beranggapan hanya beberapa pustakawan belum dapat membantu sesuai tugas yang diembannya berkaitan dengan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pustakawan, baik pengetahuan keilmuan di bidangnya maupun kurang fahamnya tentang layanan yang ada di Perpustakaan. Tabel 3.12 No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 4 (%) Apakah saudara merasa keberadaan pustakawan mempermudah aktivitas saudara selama berada di perpustakaan? Total Sangat mempermudah 33 19,8 Mempermudah 110 65,9 Ragu-ragu 18 10,8 Tidak mempermudah 5 3 Sangat tidak mempermudah 1 0,6 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (85,7%) pemustaka mendapatkan kemudahan, sehingga dapat dipahami bahwa dengan adanya pustakawan dapat mempermudah keberadaan pemustaka di perpustakaan, sehingga ketika pemustaka merasa mengalami kesulitan mereka dapat menanyakan ke pustakawan tanpa rasa sungkan. Selanjutnya hanya sebagian kecil (14,4%) pemustaka merasa kesulitan selama di perpustakaan karena menjumpai pemustaka yang kurang faham dengan tugas yang diembannya. Tabel 3.13 No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 5 Menurut saudara, bagaimana jenis-jenis layanan yang ada di perpustakaan (Presensi dan loker, administrasi, sirkulasi, (%) Baik 111 66,5 Sangat baik 20 12 Ragu-ragu 21 12,6 Tidak baik 14 8,4 Sangat tidak baik skripsi referensi)? dan Total 1 0,6 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (78,5%) layanan baik, sehingga dapat dipahami bahwa pemustaka beranggapan bahwa layanan yang disediakan oleh perpustakaan sudah sesuai dengan kebutuhkan pemustaka, mulai dari layanan presensi, loker, administrasi, sirkulasi dan referensi yang ada di perpustakaan.Selanjutnya hanya sebagian kecil (21,6%) pemustaka beranggapan kurang baik, karena kurangnya pustakawan memberikan pelayanan dengan ramah. Tabel 3.14 No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%) Mudah 110 65,9 6 Apakah prosedur peminjaman dan pengembalian di perpustakaan mudah dipahami? Sangat mudah 48 28,7 Ragu-ragu 5 3 Tidak mudah 4 2,4 Total Sangat tidak mudah 0 0 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (94,6%) pemustaka mendapatkan kemudahan, sehingga dapat dipahami bahwa pemustaka merasa mendapatkan kemudahan dalam memahami prosedur peminjaman dan pengembalian yang ada di perpustakaan. Pemahaman didapatkan oleh pemustaka melalui penjelasan ketika mengikuti pendidikan pemustaka saat menjadi mahasiswa baru. Selanjutnya hanya sebagian kecil (5,4%) pemustaka beranggapan merasa kesulitan karena kurang fahamnya prosedur yang ada, bisa jadi pemustaka tidak mengikuti pendidikan pemustakaan saat menjadi mahasiswa baru dahulu. Bisa juga karena pemustaka kurang membaca dan memahami prosedur yang sudah ada di perpustakaan. Tabel 3.15 No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 7 Menurut Saudara apakah (%) Sangat ramah 36 21,6 Ramah 94 56,3 pustakawan ramah ketika memberikan pelayanan di perpustakaan? Ragu-ragu 23 13,8 Tidak ramah 13 7,8 Total Sangat tidak ramah 1 0,6 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (77,9%) pustakawan ramah, sehingga dapat dipahami bahwa menurut pemustaka pustakawan memberikan pelayanan dengan ramah dan membantu dalam memberikan pelayanan ketika pemustaka membutuhkan. Selanjutnya hanya sebagian kecil (22,2%) pemustaka beranggapan hanya beberapa pustakawan ada yang belum ramah dalam memberikan pelayanan di perpustakaan. Sehingga belum sepenuhnya mampu memberikan pelayanan dengan ramah. Tabel 3.16 No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 8 (%) Apakah sarana dan prasarana yang ada di perpustakaan telah menunjang kebutuhan saudara? Total Sangat menunjang 19 11,4 Menunjang 84 50,3 Ragu-ragu 43 25,7 Tidak menunjang 20 12 Sangat tidak menunjang 1 0,6 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (61,7%) layanan sangat menunjang, sehingga dapat dipahami bahwa layanan yang ada di pusat perpustakaan IAIN Tulungagung memberikan sarana dan prasarana yang memadahi dalam menunjang kebutuhan pemustaka. Selanjutnya hanya sebagian kecil (38,3%) layanan belum menunjang, sehingga dapat dipahami bahwa layanan belum menunjang kebutuhan pemustaka terkait sarana dan prasarana yang dikarenakan terbatasnya fasilitas di Pusat Perpustakaan IAIN Tulungagung. Tabel 3.17 No Pertanyaan Pilihan Jawaban 9 Apakah layanan yang ada di perpustakaan sudah Frekuensi Persentase (%) Sangat sesuai 9 5,4 Sesuai 101 60,5 sesuai dengan kebutuhan saudara? Total Ragu-ragu 43 25,7 Tidak sesuai 14 8,4 Sangat tidak sesuai 0 0 167 100 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (65,9%) layanan sudah sesuai, sehingga dapat dipahami bahwa layanan sudah sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Selanjutnya hanya sebagian kecil (34,1%) pemustaka beranggapan belum sesuai dengan kebutuhan pemustaka yang berkaitan dengan layanan yang masih terbatas. Terdapat beberapa masukan saran yang dapat penulis rangkum mengenai variabel layanan perpustakaan yaitu sebagai berikut: 1) Perbanyak fasilitas tempat baca 2) Peningkatan sarana dan prasarana di perpustakaan, seperti AC, air minum secara gratis, komputer peminjaman 3) Koleksi buku terutama untuk jurusan baru agar diperbanyak dan dilengkapi lagi 4) Letak buku pada rak agar disesuaikan dengan yang ada pada OPAC Dari hasil tabel variabel di atas yaitu tentang kompetensi pustakawan dan layanan perpustakaan dapat disimpulkan bahwa pemustaka merasa puas dan terbantu di perpustakaan, meskipun masih ada dari beberapa pemustaka yang merasa kurang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan begitu angket ini dapat dijadikan sebagai masukan dan perubahan yang lebih baik bagi perpustakaan dalam memberikan pelayanan yang ada di perpustakaan gedung baru nantinya. Adapun yang menjadi masukan untuk perpustakaan berkiatan dengan layanan-layanan yang ada di perpustakaan untuk lebih diperbaiki, sarana dan prasarana, serta fasilitas yang lain untuk menunjang kebutuhan pemustaka baik kalangan mahasiswa, dosen serta tenaga kependidikan yang adadi civitas akademika IAIN Tulungagung dalam membantu proses pembelajaran dan penyelesaian tugas kuliah maupun tugas akhir kuliah baik skripsi, tesis, dan disertasi. 2. Strategi Peningkatan Kompetensi Pustakawan Terhadap Pelayanan Kepada Pemustaka Pada dasarnya perpustakaan selalu mengupayakan adanya peningkatan dan kemajuan terhadap peran dan fungsinya tidak terkecuali perihal sumber daya manusia yang menjadi pelaku dari layanan yang ada di perpustakaan. Adapun strategi yang dapat dilakukan yaitu a. Strategi peningkatan kompetensi pustakawan: 1) Mengikuti pelatihan, seminar, workshop mengenai perpustakaan dan kepustakawanan 2) Secara aktif pustakawan terlibat langsung pada kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuannya serta aktif menghasilkan berbagai karya dan tulisan ilmiah 3) Kerjasama antar perpustakaan yang saling menguntungkan serta pembinaan masing-masing SDM yang dimiliki oleh perpustakaan. 4) Rotasi antar bagian guna menambah keterampilan dan agar menguasai masing-masing bagian yang ada di perpustakaan 5) Adanya penilaian kinerja oleh pimpinan yang dilakukan secara berkala b. Strategi peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan: 1) Evaluasi secara rutin terhadap kebutuhan pemustaka 2) Perlunya dilakukan survei mengenai kepuasan pemustaka secara berkala 3) Perlunya peningkatan yang meliputi fasilitas serta sarana dan prasarana yang memadai disesuaikan dengan jumlah mahasiswa 4) Adanyapelayanan yang berbasis inklusi sosial 5) Memberikan pelayanan secara proaktif, inovatif dan responsif kepada pemustaka 6) Kerjasama antar perpustakaan dan lembaga terkait (silang layan dan informasi
Conclusion
Berdasarkan hasil pemaparan di atas dapat disimpulkan yaitu sebagai berikut: a. Sebagian besar pemustaka setuju bahwa pustakawan pada Pusat Perpustakaan IAIN Tulungagung berkompeten di bidangnya serta mengetahui segala aspek yang ada di perpustakaan b. Pertanyaan yang mendapatkan nilai paling tinggi pada variabel kompetensi pustakawan yaitu pada aspek sikap pustakawan dalam memberikan layanan sebesar 91,7% dan juga pada aspek kompetensi pustakawan dalam memberikan layanan sebesar 85,1% respon dari pemustaka c. Sebagian besar pemustaka setuju bahwa layanan yang ada di Pusat Perpustakaan IAIN Tulungagung sudah baik dan menunjang kebutuhan pemustaka d. Pertanyaan yang mendapatkan nilai paling tinggi pada variabel layanan perpustakaan yaitu pada aspek pustakawan memberikan pelayanan dengan baik sebesar 89,8% dan juga pada aspek kemudahan prosedur peminjaman dan pengembalian di perpustakaan sebesar 94,6% jawaban dari pemustaka