PERSONAL INFORMATION MANAGEMENT DAN PERILAKU MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO DALAM MEMANFAATKAN BOOKMARK MANAGER
Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro
Abstrak
Kegiatan manajemen informasi pribadi merupakan serangkaiankegiatan seorang individu dalam menyimpan, mengelola, maupun menemukankembali informasi yang dimilikinya. Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudahseseorang dalam mengorganisir informasi yang milikinya dengan efektif danefisien. Permasalahan yang ditemui oleh peneliti yaitumahasiswa hanyamenyimpaninformasi yang telah diperolehnya ke dalambookmark managertanpamelakukan pengorganisasian informasi. Jangka waktu penyimpanan informasiyangtelah disimpan kuranglebih3-4tahundanselebihnyainformasitersebutsudahtidakberguna lagi.Tujuan dari penelitian ini untukmengidentifikasi manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswaUndipdalammemanfaatkanbookmark manager.Metode yang digunakan dalam penelitian iniialah metode kualitatif.Teknik pengambilan data penelitian ini menggunakanobservasi danwawancara semi terstruktur.Informan dipilih dengan menggunakanteknikpurposive sampling. Terdapat 6 informan yang telah diwawancari. Teknikanalisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif dari Miles danHuberman yangterdiri dari reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwakegiatan manajemen informasiyangdilakukanoleh mahasiswameliputi:penyeleksian, penyimpanan dan pengelolaaninformasi mahasiswa.Selain itubookmark managermemberikan dampak positifbagi mahasiswa, karena cukup efektif dan efisien untuk digunakan secara terus-menerus. Selanjutnya kegiatan akhir yaitu melakukan evaluasi denganmengidentifikasi informasi yang dimiliki dengan menyortir maupun menghapusinformasi yang tersimpan dalambookmark manager</p>
Abstract
Personal information management activities represent the activities of an individual in storing, as well as recovering the information in his possession. This activity aims to make it easier for someone to organize their information effectively and efficiently. The error encountered by researchers is that students only store the information they have obtained into the bookmark manager without organizing the information. The storage period for information that has been stored is approximately 3-4 years and the rest of the information is no longer useful. The purpose of this study was to identify the personal information management and behavior of Undip students in utilizing bookmark managers. The method used in this research is qualitative. The data collection technique of this research used selected using observation a purposive and semi-structured interviews. Informants were sampling technique. 6 informants been interviewed. The data analysis technique used was qualitative data analysis from Miles and have Huberman which consisted of data reduction, data display, and conclusion activities student drawing. The results showed that the information management carried out by students included: selecting, storing, and managing information. Also, bookmark managers have a positive impact on students, because they are effective and efficient enough to be used continuously. Furthermore, the final activity is to evaluate by identifving the information held by sorting or deleting the information stored in the bookmark manager.
Keywords:
Personal information management
· Information behavior
· bookmark manager
· students
Introduction
Dewasa ini, perkembangan teknologi semakin pesat dan arus informasi semakin tidak terkendali. Setiap individu dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan informasinya berdasarkan berbagai sumber informasi yang ada. Informasi yang tersaji dihadapan setiap individu belum tentu merupakan informasi yang berguna dipengaruhi oleh dan sesuai adanya dengan kebutuhan. Kebutuhan informasi juga ketidakseimbangan antara informasi yang dimiliki dengan informasi yang dibutuhkan. Akibatnya setiap individu berusaha untuk memenuhi kebutuhan informasinya dengan melakukan penelusuran informasi. Kegiatan penelusuran informasi antar individu satu dengan individu lainnya berbeda. Ketika seorang individu melakukan penelusuran informasi guna memenuhi kebutuhan informasi dapat dilihat bagaimana perilaku seorang individu tersebut. Menurut Wilson!, perilaku informasi merupakan suatu totalitas dari perilaku manusia dalam hubungannya dengan sumber dan saluran informasi baik pengambilan informasi secara aktif dan pasif maupun dalam penggunaan informasi. Penelusuran informasi dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam platform, salah satunya dengan menggunakan mesin pencari google chrome. Penggunaan mesin pencari ini bertujuan untuk membantu seorang individu dalam mengakses informasi yang dibutuhkan. Penelusuran informasi yang dilakukan melalui mesin pencari akan menghasilkan URL (Uniform Resource Locator) atau hyperlink (informasi) yang tertaut dalam situs web berupa angka, huruf, dan simbol untuk memudahkan pengguna menuju alamat yang dicari. seorang Informasi yang muncul pada kolom search engine dapat disimpan oleh individu dengan menggunakan fitur bookmark manager yang telah tersedia pada google chrome. Bookmark manager merupakan suatu media penyimpanan informasi dari hasil penelusuran informasi berupa alamat /ink yang diperoleh dari hasil penelusuran.? Fungsi bookmark adalah alat yang memungkinkan pengguna untuk secara sukarela menyimpan dan mengklasifikasikan informasi hasil dari pencarian. Informasi yang telah diperoleh nantinya akan dikelola, disimpan, dan digunakan kembali dalam sebuah folder yang telah tersedia pada bookmark manager. Selain itu, fungsi bookmark yaitu untuk memberi pengguna kemampuan untuk memuat banyak folder dan subfolder untuk menyimpan, mengambil, dan sumber informasi organisasi. Dengan adanya fitur boomark manager dapat digunakan sebagai alat menyimpan hasil pencarian yang telah disimpan dan dikelola untuk nantinya dapat digunakan kembali. Penggunaan folder memberikan kemudahan bagi penggunanya, informasi yang telah diperoleh dapat dikelola ke dalam folder yang tersedia pada fasilitas bookmark manager.? Menurut Whittaker et al.,* saat berurusan dengan informasi digital, seorang individu perlu memutuskan apakah akan informasi yang telah ditemukan akan 2 disimpan ke dalam sebuah folder atau sub folder elektronik atau menumpuknya di desktop. Penggunaan folder harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat dalam segi efektifitas dan efisiensi. Adanya fasilitas folder memberikan kesempatan bagi seorang individu untuk mengkategorikan informasi sesuai item dengan kebutuhannya.’ Semakin baik seorang individu dalam mengatur informasi yang mereka miliki, maka semakin mudah bagi mereka untuk menemukan dan mengambilnya kembali. Berbagai informasi yang telah diperoleh dari hasil penelusuran informasi kembali sesuai dengan kebutuhannya. dapat disimpan, dikelola, serta digunakan Kegiatan tersebut termasuk dalam personal information management (PIM). Menurut Jones,® PIM merupakan praktik dan studi yang membahas mengenai aktivitas yang dilakukan individu untuk memperoleh, mengelola, mengambil, menggunakan dan mengontrol distibusi informasi seperti halnya dokumen (tercetak dan digital) halaman web dan pesan email untuk kegiatan sehari-hari guna menyelesaikan tugas dan memenuhi berbagai peran dan tanggung jawab.” Seorang individu melakukan manajemen informasi pribadi didasarkan pada kebutuhan informasi yang mengarah pada penemuan informasi yang relevan. Penggunaan bookmark manager dapat membantu seseorang dalam menemukan informasi yang relevan dan telah disimpan sebelumnya (temu balik). Hal ini berdampak pada waktu penelusuran informasi yang singkat, efektif, dan efisien. Setiap individu tidak perlu mengakses informasi dari awal, melainkan dapat langsung menuju ke bookmark manager yang telah digunakan untuk menyimpan dan mengelola informasi yang diperoleh sebelumnya. Informasi yang telah ditemukan dan dikelola dengan baik tentunya akan berdampak pada mudahnya individu dalam menemukan kembali informasi yang telah disimpannya. Manajemen perlu dilakukan untuk membantu meringankan kegiatan sehari-hari seperti halnya melakukan manajemen informasi.® Kegiatan pengorganisasian penting untuk dilakukan seseorang pada ruang pribadi untuk menemukan kembali informasi secara efisien. Hasil survei oleh Dianna Booher dalam Etzel dan Thomas,® hampir 75% orang hanya menumpuk informasi pribadi yang dimiliki dan saat akan kembali membutuhkan informasi yang telah disimpan tidak dapat menemukan kembali informasi tersebut. Selain itu, hasil survei dari Dartnell Institute 95% dari informasi yang dimiliki oleh individu hanya menumpuk dan tidak digunakan lagi dalam jangka waktu lebih dari 3 tahun. Informasi pribadi yang dimiliki individu apabila tidak mempunyai pengaturan baik bukan tidak mungkin informasi telah disimpan hanya akan mendatangkan masalah saja bagi seseorang. Informasi pribadi memberikan penyelesaian tugas dan aktivitas individu didalam kesehariannya. Seorang individu perlu melakukan manajemen informasi pribadi agar informasi yang dimiliki dapat digunakan kembali jika sewaktu-waktu dibutuhkan dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan kembali. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada hari Senin, 2 Maret 2020 peneliti menemukan fakta bahwa mahasiswa hanya menambahkan informasi yang telah diperolehnya ke dalam bookmark manager tanpa melakukan pengorganisasian informasi. Jangka waktu penyimpanan informasi yang dimiliki kurang lebih 3-4 tahun dan selebihnya informasi tersebut sudah tidak berguna lagi. Namun, ditemui juga mahasiswa yang membuat folder khusus untuk menyimpan informasi yang dimiliki. Ketika mahasiswa melakukan penemuan kembali pada informasi yang telah disimpan ke dalam bookmark manager, mahasiswa merasa kesulitan untuk menemukannya. Permasalahan ini disebabkan karena saat melakukan penyimpanan tidak menerapkan manajemen informasi dengan benar. Dengan adanya penelitian ini, mengidentifikasi kegiatan manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa dalam memanfaatkan bookmark manager sebagai media penyimpanan informasi. Menurut Chaudhry'® penting untuk menyelidiki praktik apa yang digunakan saat ini untuk menemukan dan mengelola informasi, dan faktor apa yang mempengaruhi pilihan seorang individu untuk mengadopsi strategi yang berbeda, sebelum menyarankan manajemen informasi khusus perilaku untuk membantu menemukan dan menemukan kembali informasi dengan lebih efektif. PIM menjadi hal penting dikarenakan kian banyaknya informasi yang hilir mudik setiap harinya. Semakin hari semakin banyaknya informasi yang dibutuhkan oleh individu, tak terkecuali mahasiswa.
Method
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, menurut Moleong,!! penelitian kualitatif merupakan penelitian yang memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain sebagainya. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mengamati dan memahami suatu fenomena yang terjadi secara alamiah dengan mengutamakan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara fenomena yang diteliti oleh peneliti. 12 Oleh sebab itu, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dalam penelitian terkait personal information management (PIM) dalam memanfaatkan media penyimpanan bookmark manager. Penelitian ini dapat mengamati lebih jauh tentang bagaimana manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa dalam mengorganisir informasi yang dimiliki. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif berhubungan dengan sebuah temuan yang didasarkan oleh data lapangan. Penelitian didasarkan pada kondisi alamiah pada fenomena yang terjadi dan akan menghasilkan penemuan dalam ilmu pengetahuan. Hasil dari penelitian ini untuk mengkaji atau meneliti fenomena yang terjadi pada suatu kondisi alamiah tanpa adanya manipulasi, namun menghasilkan suatu kualitas penelitian yang didasarkan oleh fakta yang ada. Manajemen informasi pribadi dapat dilihat dari bagaimana mahasiswa tersebut dalam melakukan pengorganisasian informasi dan memanfaatkan bookmark manager untuk mendukung kegiatan perkuliahan dan kegiatan seharihari. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi-terstruktur. Menurut Sugiyono,’* wawancara semi terstruktur bertujuan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang akan diwawancara diminta pendapat dan ide-idenya. Wawancara dengan bentuk ini lebih terbuka namun harus dibatasi ruang lingkup permasalahan yang sedang diteliti. Terdapat pedoman wawancara yang dijadikan sebagai panduan terkait topik yang akan ditanyakan dan digali. Wawancara semi terstruktur dipilih agar informan tidak merasa terbatasi oleh pertanyaan peneliti. Peneliti mewawancarai secara langsung untuk mengetahui manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa Universitas Diponegoro dalam memanfaatkan media penyimpanan bookmark manager. Teknik yang digunakan untuk menentukan informan yaitu dengan mengggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan sampel ini berdasar pada sumber data dengan pertimbangan tertentu, misalnya orang yang dianggap mengetahui tentang kegiatan yang dituju sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek atau situasi sosial yang akan diteliti.'* Teknik purposive sampling dapat diterapkan pada penelitian ini karena informan yang pilih merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait penggunaan bookmark manager. Dalam menentukan informan, peneliti tidak asal memilih akan tetapi dengan menentukan kriteria yang sebelumnya. Berikut merupakan beberapa kriteria informan: 1. sudah Informan merupakan mahasiswa aktif Universitas Diponegoro. 2. ditetapkan Informan menyimpan hyperlink (informasi) hasil pencarian untuk mendukung tugas perkuliahan dan sebagai hiburan. Informan telah menggunakan bookmark manager selama +2 tahun. Informan mampu mengakses kembali hyperlink (informasi) yang telah disimpan di bookmark manager pada browser google chrome. Berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling peneliti mendapatkan sebanyak enam mahasiswa untuk dijadikan sebagai informan. Selanjutnya metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis data kualitatif dari Miles dan Huberman.'® Adapun tahapan yang dilakukan dalam analisis data yang terdiri: 1 Reduksi Data Suatu data yang diperoleh dalam bentuk laporan atau data yang terperinci yang disusun berdasarkan data yang diperoleh, dimana data tersebut masih perlu dilakukan analisis mendalam. Peneliti memperoleh data hasil wawancara semi terstruktur yang kemudian disusun berdasarkan dari jawaban informan. Data tersebut dilakukan analisis dengan cara menguraikan dan menggabungkan secara runtut hasil wawancara ke dalam sebuah transkrip wawancara. Transkrip tersebut memuat semua hasil wawancara informan yang telah diwawancarai. Display Data Selanjutnya transkrip wawancara yang telah selesai disusun, dilakukan analisis data. Analisis data dilakukan dengan membuat tabel yang terdiri dari tiga kolom yaitu 1) hasil wawancara, memuat informasi berupa pertanyaan dan jawaban 2) kategori, untuk menentukan tema, dan 3) interpretasi, untuk menentukan makna yang terdapat pada jawaban dari informan. Analisis data ini dilakukan agar hasil wawancara memiliki alur yang jelas. Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan merupakan kegiatan akhir dari penelitian kualitatif. Hasil analisis data yang telah diperoleh dijadikan dasar oleh peneliti untuk menentukan ourline (kerangka tulisan) sebagai gagasan atau ide yang digunakan sebagai rancangan awal dalam menentukan sub bab pembahasan dan hasil dari penelitian.
Result & Discussion
Manajemen informasi pribadi tidak hanya mengungkap dan tentang bagaimana seorang individu dalam mengelola informasi, namun juga dapat memberikan perencanaan kegiatan yang dapat berguna dimasa yang akan datang. Tuwjuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) dalam memanfaatkan bookmark manager sebagai media penyimpanan informasi dalam mendukung kegiatan sehari-hari. Bookmark manager menjadi sebuah media penyimpanan utama dalam menyimpan informasi berupa alamat /ink atau URL yang disimpan untuk memenuhi kebutuhan informasi khususnya mahasiswa. Fokus penelitian ini didasarkan pada serangkaian kegiatan manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa dalam menggunakan bookmark manager sebagai media penyimpanan.Manajemen Informasi Pribadi dan Perilaku Mahasiswa Undip dalam Memanfaatkan Bookmark Manager Manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa merupakan dua hal yang berbeda, namun ketika seorang mahasiswa melakukan manajemen informasi dapat dilihat perilaku yang muncul. Manajemen yang dimaksud seperti halnya kegiatan yang berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, maupun evaluasi. Kegiatan manajemen terintegrasi dengan informasi yang dimiliki oleh mahasiswa, informasi ini sebelumnya sudah ditemukan, disimpan dan bisa diakses kembali pada bookmark manager. Jika mahasiswa melakukan manajemen informasi secara baik, maka membantu mempermudah mahasiswa dalam temu kembali informasi. Oleh sebab itu informasi yang tersimpan dalam bookmark manager tidak boleh asal, melainkan harus melalui proses seleksi terlebih dahulu. Caranya dengan melihat sumber informasi yang didapat apakah sesuai dengan kebutuhan informasi dan dapat dipertanggungjawabkan. Seperti halnya memperoleh informasi yang berasal dari sumber-sumber informasi terpercaya. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Undip dalam memenuhi kebutuhan informasinya dengan cara melihat sumber informasi yang sesuai. Informasi yang tersimpan dapat dikategorikan penting maupun tidak berdasarkan kebutuhan dari mahasiswa. Kebutuhan informasi antara mahasiswa satu dengan yang lain berbeda, seperti informasi untuk perkuliahan, hiburan maupun artikel bacaan. Berbagai macam kebutuhan informasi yang berbeda tersebut bisa dikategorikan dalam informasi penting. Perbedaan atau kesenjangan kebutuhan informasi mahasiswa dapat didasarkan pada perilaku seorang individu dalam mengelola informasi yang dimilikinya. Perilaku dalam mengelola informasi dilihat ketika mahasiswa memilah dan memilih informasi mana yang layak untuk disimpan ke dalam bookmark manager. Berdasarkan penelitian sebelumnya diungkapkan adanya kesenjangan antara perilaku aktual dan ideal dikaitkan dengan perasaan negatif individu dan ketidakmampuan individu dalam mengelola informasi pribadi secara efisien. Adanya perbedaan individu antara perilaku PIM aktual dan ideal menunjukkan bahwa dalam sebuah literatur peserta tidak dapat diukur secara eksplisit ataupun empiris. 1° Melihat pentingnya informasi yang dibutuhkan mahasiswa, manajemen informasi pribadi perlu diterapkan. Hasil penelitian tentang manajemen informasi pribadi sejalan dan perilaku mahasiswa dalam menggunakan bookmark manager ini dengan tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa dalam menggunakan bookmark manager yang dapat dilihat dari kebutuhan informasi dari masingmasing mahasiswa. Selanjutnya untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu membutuhkan informasi dalam bookmark manager, mahasiswa dapat menemukannya dengan mudah, cepat dan efisien. Bookmark manager menjadi salah satu pilihan di kalangan dianggap ” mahasiswa media yang dalam cukup menyimpan efektif informasinya. digunakan untuk Bookmark manager mendukung kegiatan keseharian mahasiswa. Penggunaan bookmark manager memudahkan mahasiswa untuk menyimpan informasi, mahasiswa tidak perlu melakukan copy paste alamat link dan menyimpanannya ke tempat lain. Fasilitas yang dimiliki oleh google cukup membantu mahasiswa, salah satunya karena informasi yang disimpan akan bertahan lama selama mahasiswa tersebut mempunyai akun google. Informasi yang telah tersimpan ke dalam bookmark manager, kemudian dapat dilakukan manajemen informasi sesuai dengan kegiatan manajemen pada umumnya. Manajemen Informasi Pribadi dan Perilaku Mahasiswa dalam Penyeleksian Informasi Informasi yang berada disekeliling kita hampir sulit untuk dikendalikan, tanpa mencari informasi terkadang informasi datang dengan sendirinya. Melihat begitu mudahnya informasi menghampiri kita, maka perlu adanya penyeleksian informasi berdasarkan kebutuhan informasi. Penyeleksian yang dimaksud yaitu menyortir informasi berdasarkan isi informasinya. Informasi yang diperoleh tidak serta merta dapat disimpan ke dalam bookmark manager. Melalui penyeleksian informasi peneliti dapat mengetahui manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa Undip dalam meyimpan informasi apakah informasi tersebut masih relevan untuk digunakan kembali. Salah satu caranya dengan mengklusterkan informasi ke dalam sebuah folder. Sebagian dari mahasiswa tersebut memanfaatkan fasilitas folder yang telah tersedia pada bookmark manager. Dengan adanya penyeleksian ini dapat dikaitkan dengan tujuan dari penelitian yaitu untuk mengidentifikasi manajemen informasi pribadi dan perilaku informasi mahasiswa dalam menggunakan bookmark manager yang dapat dilihat dari penggunaan folder untuk mengklusterkan informasi. Terdapat faktor yang mempengaruhi apakah informasi yang diperoleh layak digunakan atau tidak. Salah satunya yaitu dengan mencari isi informasi yang berhubungan lainnya. Selain itu dengan ketika perkuliahan telah maupun kebutuhan informasi yang mendapatkan informasi, mahasiswa meninjau kembali urgensi dari informasi, sudahkan informasi tersebut sesuai dengan dengan kebutuhan dan dapat digunakan kembali. Informasi akan dianggap penting jika informasi yang tersimpan mengandung informasi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi saat itu juga ataupun dimasa yang akan datang. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketika menyimpan informasi mahasiswa melihat urgensi dari informasi yang diperoleh. Jika informasi tersebut memang sesuai dengan kebutuhan maka akan disimpan dengan menggunakan media penyimpanan yaitu bookmark manager. Selain itu mahasiswa juga melihat apakah informasi tersebut kedepannya akan dibutuhkan atau tidak. Penyeleksian juga dapat dilakukan dengan menyortir kembali informasi yang sebelumnya sudah tersimpan. Hal ini dilakukan agar informasi yang tersimpan terkelola dengan baik. Tujuannya yaitu agar informasi yang masih relevan dapat digunakan kembali sebagai bahan referensi maupun bahan bacaan. Perilaku mahasiswa dalam menyimpan informasi cukup berbeda-beda. Informasi yang disimpan oleh mahasiswa akan diakses kembali dan perlu disortir kembali agar tidak menumpuk dan menyulitkan dalam temu kembali informasi. Informasi yang telah diperoleh mahasiswa akan diakses kembali jika memang mahasiswa tersebut membutuhkannya. Selain itu, informasi yang telah disimpan akan disortir oleh mahasiswa untuk memisahkan informasi yang masih dapat digunakan dengan informasi yang sudah tidak digunakan kembali. Jika informasi sudah tidak digunakan maka informasi tersebut akan dihapus oleh mahasiswa. Hal ini dilakukan untuk menghindari overload dan mempermudah temu kembali informasi pada bookmark manager. Namun ditemukan pula mahasiswa yang tidak mengakses kembali informasi serta tidak menyortir informasi yang disimpan dalam bookmark manager. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian mahasiswa mengakses kembali informasi yang telah disimpannya serta menyortir informasi yang dirasa sudah tidak digunakan kembali. Sedangkan sebagian mahasiswa yang lain tidak mengakses informasinya dan membiarkan informasi yang dimiliki menumpuk dalam bookmark manager. Dengan adanya hal ini untuk melakukan penyeleksian informasi, juga perlu dilihat dari bagaimana seorang mahasiswa melakukan penyimpanan dan pengelolaan informasi yang dimiliki. Manajemen Informasi Pribadi dan Perilaku Mahasiswa dalam Penyimpanan dan Pengelolaan Informasi Setelah melakukan berbagai proses untuk menentukan apakah informasi tersebut layak untuk disimpan maka yang perlu dilakukan selanjutnya yaitu melakukan pengelolaan informasi. Dalam kegiatan pengelolaan informasi ini terdapat kegiatan penyimpanan informasi dalam memanfaatkan bookmark manager. Manajemen informasi pribadi terdapat kegiatan keeping dan organizing. Keeping dan organizing merupakan dua istilah yang berbeda namun saling berkaitan. Keeping dapat diartikan menyimpan informasi pada media penyimpanan dalam hal ini yaitu bookmark manager. Sedangkan organizing merupakan mengatur letak informasi yang akan disimpan dengan memberikan nama pada informasi tersebut.”’ Sedangkan model penyimpanan informasi dalam PIM terbagi menjadi dua vyaitu melakukan filing proses dan piling. seleksi Filing pada merupakan model penyimpanan dengan informasi Menurut Jones yang diperoleh, kemudian menyimpan informasi tersebut kedalam folder dan memberikan nama. Sedangkan, piling yaitu model penyimpanan informasi yang dilakukan individu tanpa adanya proses seleksi dan tidak memberikan nama pada folder yang akan disimpan. Dengan kata lain informasi yang didapatkan dari berbagai sumber hanya ditumpuk begitu saja. 2 Model penyimpanan informasi antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lain cukuplah berbeda ada yang menggunakan model filing dan ada juga yang menggunakan model piling. Model filing ini menjelaskan bahwa mahasiswa dalam melakukan penyimpanan informasi menggunakan folder yang tersedia dalam bookmark manager. Penggunaan folder dirasa memudahkan mahasiswa dalam penyimpanan. Selain itu, mahasiswa juga menggunakan folder ini untuk mengelompokkan folder tersebut ke dalam satu jenis kebutuhan informasi. Folder akan diberi nama sesuai dengan informasi yang disimpan. Mahasiswa merasa terbantu untuk mencari kembali informasi yang sebelumnya telah disimpan dalam folder tanpa harus menelusur kembali melalui tahap awal pencarian informasi. Selain itu, dengan adanya bookmark manager ini mahasiswa merasa terbantu untuk memenuhi kebutuhan informasi sehari-hari. Bookmark juga dirasa cukup efektif, mereka hanya perlu membuka kembali pada folder yang sudah mereka buat sebelumnya. Akan tetapi, didapati pula mahasiswa yang tidak menggunakan folder dalam menyimpan informasinya. Mahasiswa ini menggunakan model piling yaitu menyimpan informasi tanpa melakukan proses seleksi dan memberikan nama pada informasi tersebut. Selama tidak menggunakan folder dalam menyimpan informasi terdapat mahasiswa yang mengalami kendala untuk mengelola informasi. Mahasiswa merasa kesulitan untuk menemukan kembali informasinya yang membuat mahasiswa harus mencari kembali informasinya di dalam bookmark manager yang mereka miliki. Namun dijumpai pula mahasiswa yang tidak menggunakan folder dalam menyimpan informasi tidak mengalami kesulitan dalam menemukan kembali informasinya. Hal ini karena mahasiswa merasa sudah memahami betul informasi yang disimpannya. Berdasarkan hasil penelitian terkait manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa dalam menggunakan bookmark manager ini sejalan dengan tujuan penelitian. Dalam praktiknya kegiatan manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa dapat diketahui bagaimana mahasiswa. pengelolaan dan penyimpanan informasi dari masing-masing Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang dikemukan oleh Chaudry, Rehman, dan Al-Sughai®? menunjukkan bahwa pengetahuan pekerja di sektor swasta dalam mengumpulkan informasi sangat bergantung pada sumber-sumber perusahaan, sosial media, dan situs web. Informasi disimpan untuk penggunaan di masa yang akan datang dalam folder elektronik (hardisk), menambahkan favorit dan bookmark di browser internet, dan URL disimpan dari situs dalam catatan pribadi lainnya. Pekerja mengatur informasi dalam folder menggunakan kategori yang berhubungan dengan pekerjaan yang berbeda seperti struktur organisasi, format file, dan jenis dokumen. Informasi yang tersimpan dalam bookmark manager memiliki jangka waktu penyimpanan yang berbeda-beda antar mahasiswa. Informasi yang telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi kemungkinan tidak digunakan kembali kedepannya, informasi akan langsung dihapus untuk mempermudah mahasiswa pengelolaan dalam memanfaatkan informasi yang telah bookmark dibahas manager. di atas Penyimpanan memberikan dan gambaran bagaimana manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa yang mencakup penyimpanan manager. dan pengelolaan informasi dalam memanfaatkan bookmark Dampak Manajemen Informasi Pribadi dan Perilaku Mahasiswa dalam Kegiatan Sehari-hari Pelaksanaan menggunakan manajemen bookmark manager informasi untuk pribadi mendukung mahasiswa kegiatan dengan sehari-hari memberikan dampak bagi penggunanya dalam hal ini mahasiswa. Bookmark manager diperuntukkan untuk membantu seorang individu khususnya mahasiswa dalam menyimpan, mengelola, maupun menemukan kembali informasi yang dimiliki. Dalam konsep PIM yang dikemukakan oleh Jones pada pembahasan measuring dan evaluating menjelaskan bahwa measuring (pengukuran) merupakan konsep-konsep yang ditetapkan oleh Internasional Organization (ISO dokumen 9241) adalah efektifitas, efisiensi, dan kepuasan. Dengan adanya media penyimpanan ini memberikan dampak yang baik dari segi efisiensi maupun efektifitas. Menurut mahasiswa dengan menggunakan bookmark manager ini pekerjaan lebih efektif dan efisien. Mahasiswa juga merasakan berbagai dampak yang positif, dari segi waktu mempersingkat waktu untuk menemukan kembali informasinya. Penggunaan bookmark manager cukup praktis untuk diterapkan secara terus-menerus. Dengan menggunakan bookmark manager ini informasi yang telah diperoleh dapat digunakan kembali untuk mengerjakan tugas di waktu yang lain. Selain memberikan dampak yang positif dari segi efisiensi maupun efektifitas penggunaan bookmark manager juga memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa. Hampir seluruh informan dari penelitian ini merasakan manfaat dari penggunaan bookmark manager ini. Manfaat yang dirasakan antar mahasiswa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini dapat dilihat dari fungsi yang bookmark yang membantu pengguna untuk menyimpan tautan atau hyperlink yang didapatkan dari hasil pencarian. Dampak dalam segi efisiensi maupun efektifitas dalam menggunakan bookmark manager ini dapat mengungkapkan tujuan penelitian. Bahwa tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa dalam menggunakan bookmark manager. Berdasarkan hasil penelitian mengungkapkan bahwa praktik PIM menunjukkan bahwa alat yang paling sering digunakan untuk menyimpan informasi yang ditemukan yaitu pada komputer pribadi, dokumen digital, URL, dan hyperlink. URL menjadi elemen yang paling umum digunakan untuk menyimpan informasi online yang digunakan untuk masa depan. Strategi instruksi PIM yang tepat untuk memfasilitasi mahasiswa yang berurusan dengan pertumbuhan jumlah informasi dan mengelola informasi menjadi efektif serta efisien. Mahasiswa memanfaatkan bookmark manager untuk menyimpan alamat link hasil pencarian untuk mendukung kegiatan perkuliahan. Jika sewaktu-waktu membutuhkan informasi yang telah disimpan mereka hanya perlu membuka kembali pada bookmark manager tanpa harus mencari ulang. Tidak hanya itu, dengan menggunakan bookmark manager mahasiswa tidak kesulitan untuk membuat daftar pustaka karena alamat /ink yang digunakan sebagai rujukan maupun sumber referensi telah disimpan dalam bookmark manager. Hal ini dikarenakan untuk menyimpan alamat /ink hanya perlu mengklik saja tanpa proses yang panjang. Dari semua informasi yang tersimpan dalam bookmark manager ini kemungkinan akan digunakan pada saat itu juga maupun di kemudian hari. Selain itu informasi yang tersimpan memenuhi kebutuhan informasi. merupakan informasi akan digunakan untuk Evaluasi Manajemen Informasi Pribadi dan Perilaku Mahasiswa dalam Memanfaatkan Bookmark Manager Kegiatan yang dilakukan sebelum adanya evaluasi yaitu menyimpan dan mengelola manager. informasi Evaluasi dengan penting menggunakan media penyimpanan bookmark dilaksanakan, karena evaluasi merupakan proses identifikasi untuk mengukur sebuah kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan. Hasil dari evaluasi dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya. Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam evaluasi yaitu menyortir dan menghapus informasi yang tersimpan dalam bookmark manager. Evaluasi dilakukan ketika mahasiswa memiliki waktu yang cukup luang untuk menghapus informasi yang telah tersimpan. Sedangkan pada penelitian evaluasi sebelumnya yang dilakukan oleh Alon dan Narchmias,® proses ini menjadi proses yang banyak dilakukan oleh penggunanya. Pada penelitian ini ditemukan kesenjangan yang sangat besar dalam perilaku mengatur dan perilaku menghapus, disampaikan bahwa peserta ingin menjadi lebih efisien dalam perilaku PIM mereka dan ingin mendedikasikan lebih banyak waktu untuk proses ini. Penyortiran informasi ini dilakukan untuk memisahkan informasi yang akan digunakan kembali dengan informasi yang sudah tidak terpakai. Berdasarkan pendapat mahasiswa diketahui bahwa dengan melakukan evaluasi yang dilakukan oleh Alon dan Narchmias dalam bentuk penyortiran informasi memudahkan mereka dalam mencari kembali informasinya. Sebagian mahasiswa melakukan evaluasi namun kegiatan ini jarang untuk dilakukan, karena bagi mereka untuk melakukan penyortiran membutuhkan waktu yang spesifik untuk menghapus informasi yang sudah tidak relevan. Selain itu dijumpai pula mahasiswa yang tidak pernah melakukan evaluasi pada informasi yang dimilikinya. Semakin banyak masalah informasi tersendiri yang bagi tersimpan mahasiswa. dalam bookmark manager akan menjadi Tujuan awal menggunakan bookmark manager yaitu agar cepat dalam temu balik informasi, namun jika informasi yang disimpan semakin banyak dan tidak dilakukan pemilahan maka informasi tersebut akan menumpuk. Penggunaan bookmark manager diperuntukkan untuk membantu seseorang dalam menyimpan informasi yang dimilikinya. Dengan berbagai fasilitas yang diberikan serta kemudahan yang ada, maka perlu dilihat pula permasalahan selama menggunakan bookmark manager. Permasalahan yang dijumpai mahasiswa selama menggunakan bookmark manager bukan berasal dari media penyimpanananya melainkan berasal dari diri mahasiswa. Mahasiswa terkadang kebingungan untuk mengingat kembali dimana informasinya disimpan dalam bookmark manager. Namun bagi mereka yang menggunakan folder dalam menyimpan dan mengelola informasi tidak menemukan masalah yang cukup berarti. Selain itu, mahasiswa terkadang lupa untuk menyimpan informasi yang telah ditemukan setelah menghapus histori hasil penelusuran. memiliki Selama menggunakan bookmark manager setiap mahasiswa pendapatnya masing masing, selain kelebihan atau manfaat yang didapatkan ditemui juga kekurangannya. Kekurangan yang dijumpai mahasiswa yaitu fasilitas yang diberikan kurang lengkap, seperti halnya tampilan yang masih mengikuti tampilan standar dari google (default), tidak ada search engine untuk menemukan kembali informasi yang tersimpan, dan tidak disertai waktu penyimpanan yang berupa tanggal dan jam.
Conclusion
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa Undip dapat diketahui ketika mahasiswa melakukan pengorganisasian terthadap informasi yang dimilikinya dengan menggunakan boomark manager. Diketahui bahwa tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi mahasiswa Undip bagaimana dalam manajemen memanfaatkan informasi bookmark pribadi manager. dan perilaku Manajemen informasi pribadi dan perilaku mahasiswa antara satu dengan yang lain berbeda. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi bagaimana mahasiswa dalam melakukan manajemen informasi pribadi. Kaitannya dengan hal tersebut, hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan manajemen informasi pribadi yang dilakukan mahasiswa yaitu 1) penyeleksian informasi 2) penyimpanan informasi 3) pengelolaan informasi, dan 4) evaluasi.