DIVISI CONTENT CREATOR DALAM MENDUKUNG INOVASI LAYANAN DIGITAL PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta; Universitas Muhammadiyah Yogyakarta; Universitas Muhammadiyah Yogyakarta; Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pembentukan divisi (Pustakawan) content creatoryang ada di Perpustakaan UMY, langkah apa saja yang dilakukan dalam mengembangkan kreativitas pustakawan content creatordan konten yang telah dihasilkan dalam mendukung inovasi layanan digital. Metode yang digunakan dalampenelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Hasilnya menunjukan bahwa upaya yang dilakukan di perpustakaan UMY dalam rangka mengembangkan kreativitas pustakawan antara lain; melalui pelaksanaan workshop video editing, workshop penggunaan canva, mengikuti diklat promosi perpustakaan, mengikuti webinar dengan topik serupa. Produk inovatif pustakawan dalam pembuatan konten digital antara lain meliputi berbagai video, Podcast, pembuatan website organisasi kepustakawanan Indonesia, konten TikTok, Instagram, Youtube dan layanan dengan social media lainnya. Dari berbagai macam produk yang dihasilkan membuktikan bahwa pustawan UMY mampu berinovasi sejalan dengan kebutuhan dan perkembangan jaman melalui pengembangan kompetensi pustakawan sebagai content creator</p>
Abstract
This study aims to provide an overview of the formation of the content creator division (Librarian) in the UMY Library, what steps are taken to develop the creativity of content creator librarians and the content that has been produced to support digital service innovation. The method used in this research is descriptive qualitative. The results show that the efforts made at the UMY library in order to develop librarian creativity include; through the implementation of video editing workshops, workshops on using Canva, participating in library promotion training, participating in webinars with similar topics. The librarian's innovative products in creating digital content include various videos, podcasts, website creation Instagram, for Indonesian librarian organizations, TikTok content, Youtube and other social media services. The variety of products produced proves that UMY librarians are able to innovate in line with the needs and developments of the times through developing the competence of librarians as content creators.
Keywords:
Innovation
· Librarian
· Conten Creator
Introduction
Adanya pamdemic covid-19 dan industri 4.0 membuka peluang bagi perpustakaan untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Meryjuk data dari Jumlah pengguna sosial media aktif di Indonesia hingga saat ini mencapai 170 juta jiwa, dengan penggunaan internet per hari rata-rata 8 jam 52 menit. Beberapa aplikasi yang sering digunakan diantaranya, YouTube, WhatsApp, Instagram, Facebook, lalu Twitter.! Dilihat dari data tersebut, pustakawan harus mampu berperan aktif serta kreatif sebagai agent of change dalam memberikan pelayanan dan informasi bagi pemustaka.? Melalui content creator menjadi salah satu solusi dimasa pandemi untuk tetap memenuhi kebutuhan pemustaka. Melalui berbagai produk konten digital inilah layanan perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh pemustaka secara maksimal. Konten-konten digital dikemas secara ringan dan menarik, dengan tujuan sebagai sarana promosi, memperluas informasi, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Menjadi seorang content creator yang profesional tentunya perlu memiliki skill yang mumpuni dan sarana prasarana yang memadai. Dalam prosesnya pustakawan membutuhkan bekal ilmu dan pengalaman untuk menghasilkan suatu produk/konten yang bagus dan layak untuk dipublikasikan. Perpustakaan UMY mendukung penuh kegiatan pengembangan potensi dan kreativitas yang dilakukan oleh pustakawan. Kegiatan itu antara lain dengan penyelenggaraan berbagai workshop yang diselenggarakan oleh Perpustakaan UMY maupun eksternal seperti diklat yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI. Adapaun beberapa produk konten digital yang telah dihasilkan oleh pustakawan antara lain video learning pelatihan literasi informasi, video podcast, video bibliobattle, video Mataf, desain infografis, artikel jurnal, dan lain sebagainya. Selain itu, saat ini layanan perpustakaan harus bisa beradaptasi dengan kondisi pandemic covid 19 yang membatasi layanan tatap muka. Sehubungan dengan hal di atas, artikel ini akan dibahas secara detail bagaimana pembentukan divisi content creator, bagaimana pengembangan kreativitas pustakawan UMY sebagai content creator, serta dibahas produk apa saja yang sudah dihasilkan.
Method
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian kualitatif ini dilakukan guna meneliti pada kondisi obyek alamiah yang mana peneliti sebagai instrumen kunci. * Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui lebih mendalam pengembangan divisi content creator yaitu dengan cara mengungkapkan, menggambarkan, dan menjelaskan.
Result & Discussion
Pembentukan TIM Content Creator Dalam mendukung inovasi layanan digital, maka dibentuk sebuah divisi content creator yang bertugas membuat konten digital yang bersifat inovatif. Masing — masing pustakawan dituntut untuk memiliki kemampuan khusus sehingga mereka dapat berkolaborasi dalam membuat konten digital. Tim content creator dibentuk oleh Kepala Perpustakaan dengan melihat minat dan bakat setiap pustakawan. Kemudian tim yang telah dibentuk dibuatkan Surat Tugas/SK. Pengembangan Kreativitas Divisi Content Creator Dalam menggali dan mengembangkan kreativitas pustakawan, Perpustakaan UMY menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain: 1. 2. Workshop Canva Kegiatan ini diselenggarakan dilatarbelakangi oleh banyaknya program kegiatan yang diadakan di Perpustakaan UMY. Flyer dijadikan sebagai salah satu media promosi perpustakaan untuk memberitahuan kepada khalayak umum. Sehingga desain. mengharuskan perpustakaan mendesain kepada jasa pembuatan Dengan diadakannya workshop canva ini diharapkan pustakawan mampu membuat desain flyer sendiri tanpa menggunakan jasa profesional lagi. Materi desain grafis ini diharapkan tidak berhenti pada aplikasi Canva. Pustakawan UMY juga diharapkan mampu mengembangkan kreativitas dan kemampuannya dalam belajar berbagai aplikasi. Aplikasi yang bisa dipelajari seperti halnya desain grafis, seperti Photoshop, Corell Draw, Adobe Ilustrator dan lain sebagainya. Workshop Pembuatan Video Learning Perpustakaan UMY mempunyai salah satu kegiatan unggulan yaitu pelatihan literasi informasi. Pelatihan tersebut diadakan melalui dua media, yaitu media daring dan luring. Materi dalam literasi informasi antara lain (a)Analisis kebutuhan informasi, (b) Tips memilih referensi yang kredibel, (c) Pengenalan Perpustakaan UMY, (d) Pengenalan referensi yang ada di Perpustakaan UMY, (e) Cara akses database journal, (f) Teknik penulisan, (g) References tools, (h) Plagiasi. Agar peserta pelatihan literasi informasi ini dapat mengingat materi yang disampaikan secara maksimal, maka pustakawan UMY berencana membuat sebuah video /earning. Dalam membuat video /earning, pustakawan dibekali dengan teori dan praktik pembuatannya yang disampaikan oleh Mariska Intan Sari, S.S., M.A. selaku dosen Pendidikan Bahasa Inggris UMY. 3. 4. Workshop editing video Workshop ini diadakan di Perpustakaan UMY dengan peserta internal pustakawan dengan narasumber dari CNN Indonesia. Dalam workshop tersebut diberikan berbagai materi, baik secara teori maupun praktik. Secara teori pustakawan dibekali materi terkait teknik memotret, teknik mengambil video, lighting, dan lain sebagainya. Bagaimana mengambil gambar dan video kemudian mengeditnya dengan aplikasi Kinemaster. Hasil dari pelatihan ini pustakawan diwajibkan untuk membuat satu video tentang layanan Perpustakaan UMY. Pengiriman pustakawan untuk mengikuti workshop podcast Salah satu program kegiatan Perpustakaan UMY yaitu diadakannya kegiatan podcast. Podcast ini membahas seputar topik yang sedang viral, Kemuhammadiyahan, maupun layanan perpustakaan. Dalam membekali pustakawan dalam mengorganisir pembuatan video podcast, maka Perpustakaan UMY mengirim dua pustakawan untuk mengikuti workshop. Produk dari Divisi Content Creator Perpustakaan UMY Perpustakaan UMY mendorong pustakawannya untuk meningkatkan kreativitas melalui berbagai kegiatan seperti yang telah disebutkan dipembahasan sebelumnya. Setelah kegiatan tersebut dilakukan maka banyak produk-produk digital yang dihasilkan oleh pustakawan UMY, diantaranya yaitu: 1. Video a. Video learning pelatihan literasi informasi Setelah mengikuti pelatihan pembuatan video learning, pustakawan UMY ditugaskan membuat video pembelajaran dari materi yang disampaikan pada pelatihan literasi informasi. Video e-learning ini bertuyjuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam bagi mahasiswa khususnya. Video dikemas lebih menarik agar mahasiswa lebih tertarik sehingga informasi yang diberikan dapat dipahami lebih mudah oleh mahasiswa. Beberapa tahapan yang dilakukan dalam proses pembuatan video learing diantara : 1. 2. 3. 4. Pembuatan Script, sebelum masuk tahap recording, perlu dibuat script untuk menentukan step-step materi yang akan disampaikan. Record Video, proses perekaman video learning menggunakan beberapa aplikasi record diantaranya aplikasi zoom, screencast-o- matic, dll. Editing video, proses ini dibutuhkan untuk mendapatkan video yang berkualitas baik. Tahap akhir dari pembuatan video learning yaitu proses unggah/upload (Channel Youtube perpustakaan UMY) Produk-produk yang telah dihasilkan oleh pustakawan UMY diantaranya (a) Cara membuat index di Ms word, (b) Cara membuat daftar isi otomatis, (¢) Cara membuat daftar tabel otomatis, (d) Cara membuat daftar gambar otomatis, (e)Cara setting mail merge, (f) Cara membuat halaman di ms word, (g) Cara membuat sitasi otomatis, (h) Cara menggunakan aplikasi endnote, (1) Cara menggunakan aplikasi zotero, (j) Cara menggunakan aplikasi mendeley, (k) Cara akses jurnal, (I) Teknik penulisan. Berikut adalah salah satu contoh link video learning yang telah dibuat oleh pustakawan . . UMY https://www.youtube.com/watch?v=_7C2GDLshil. Video penganugrahan milad Perpustakaan UMY Salah satu bentuk produk video event perpusatkaan UMY adalah penganugrahan milad perpustakaan UMY. Sebagaimana yang ditujukan sebagai media promosi dan bentuk apresiasi perpustakaan UMY terhadap civitas akademika yang berkontribusi membangun perpustakaan hingga saat ini. Video tersebut telah diunggah di IG TV Perpustakaan UMY dengan alamat https://www.instagram.com/tv/CSTHmKWF7WL/?hl=id. Video podcast Kegiatan podcast telah dilaksanakan selama tiga kali, namun karena kondisi PPKM darurat yang belum kunjung usai maka kegiatan tersebut belum bisa dilanjutkan kembali. Selama tiga kali tersebut podcast menghadirkan beberapa narasumber baik dari internal maupun eksternal. Dalam prosesnya ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh TIM PodcastMU UMY dalam pembuatan video podcast diantaranya yaitu: D 2) 3) 4) 5) Penentuan Tema Podcast Hal pertama yang dilakukan untuk pembuatan podcast yaitu menentukan tema. Penentuan tema ini berkaitan dengan siapa sasaran yang akan dituju untuk mendengankan podcast. Tema yang diambil di PodcastMU UMY ini mengusung tema pendidikan sesuai dengan keberadaan podcastMU di lingkungan akademisi UMY Menentukan Narasumber Di PodcastMU UMY telah mendatangkan beberapa narasumber yang sangat luar biasa dari berbagai kalangan. Diantaranya Kepala Perpustakaan UMY, aktivis Muhammadiyah, Ketua MATAF dan Ketua OSDI. Penentuan narasumber ini disesuaikan dengan kondisi yang terjadi misalnya UMY akan menyelanggarakan MATAF bagi mahasiswa baru, kemudian tim podcast mendatangakan narasumber yang berkaitan dengan kegiatan MATAF(Masa Ta aruf) tersebut dengan mendatangkan Ketua MATAF UMY. Dengan tujuan untuk memberikan informasi lebih mendalam kepada mahasiswa baru mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada saat pelaksanaan MATAF. Mempersiapkan Ruang dan Alat Selanjutnya, mempersiapkan ruangan dan alat yang digunakan dalam proses pembuatan video podcast. Rungan yang digunakan yaitu ruangan yang kedap suara dan tertutup. Kemudian alat yang digunakan antara lain Camera, Laptop, Komputer, Mixer, Mikrofon, Lighting, dll. Take Video Podcast Merekam kegiatan wawancara antara host dan narasumber. Take Video konten podcast ini merupakan sesuatu yang sangat krusial. Hal ini berkaitan dengan materi pertanyaan yang dilontarkan kepada narasumber dan hal-hal yang disampaikan dengan memperkirakan durasi waktu yang dibutuhkan. Editing Video Setelah proses take video langkah selanjutnya editing video dengan menggunakan software profesional yang khusus digunakan untuk editing sehingga menghasilakan video yang berkualitas tinggi. 6) Upload Video Tahap terakhir dalam proses pembuatan video podcast yaitu upload video melalui platform digital youtube. Salah satu contoh video podcast yang telah selesai dibuat oleh TIM PodcastMU perpustakaan UMY dapat https://www.youtube.com/watch?v=f4x032Dpbe4 . Video Book Talk Book talk merupakan salah satu diakses kegiatan melalui pustakawan link: untuk mewawancarai dosen terkait kegiatan atau kebiasaan membaca beliau. Kemudian pelajaran apa yang diperoleh dari bahan bacaan tersebut, sehingga harapannya dapat memotivasi mahasiswa atau masyarakat umum juga membaca. Adapun proses dalam pembuatan video booktalk yang dilakukan oleh pustakawan UMY terbagi dalam beberapa tahap seperti terlihat pada gambar 1. p - ) Gambar 1 ) Proses pembuatan video booktalk Sampai saat ini Perpustakaan UMY telah memproduksi sebanyak 12 judul series booktalk yang dapat di lihat melalui media IG TV Perpustakaan UMY melalui https://www.instagram.com/tv/CNRY guiH_Vd/?hl=id. Tujuan dari pembuatan video booktalk selain sebagai media promosi perpustakaan diharapkan melalui conten tersebut terbagun pola komunikasi yang efektif dan dinamis dari perpustakaan UMY begitu juga dari civitas akademika melalui berbagai kisah inspiratif yang di munculkan dari video tersebut. . Video MATAF Masa fa’aruf atau disingkat dengan MATAF merupakan kegiatan sosialisasi kepada mahasiswa baru di lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Pada kegiatan tersebut Perpustakaan UMY diharapkan dapat memberikan informasi terkait semua layanan dan segala fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh civitas akademika di Perpustakaan UMY, terlebih bagi mahasiswa baru (MABA). Tujuan di buatnya video MATAF adalah sebagai media edukasi yang efektif disesuaikan dengan tren civitas akademika yang lebih tertarik melalui media digital. (jubet). oleh sebab itu perpustakaan UMY berupaya membuat dapat kesempatan untuk melakukan presentasi di depan ribuan mahasiswa baru terkait elayanan maupun fasilitas yang disajikan Perpustakaan UMY, Namun karena kondisi pandemi yang tidak memungkinkan untuk melakukan offline, maka pustakawan UMY membuat video untuk mengenalkan perpustakaan kepada mahasiswa, sehingga pustakawan tidak perlu lagi melakukan presentasi secara langsung pada para mahasiswa baru. Adapun beberapa bagian yang terlibat dalam proses pembuatan video MATAF diantaranya (1) bagian Produser sekaligus sutradara yang menulis script dan mengarahkan tema, (2) Bagian perlengkapan yang bertugas menyiapkan mediayang digunakan termasuk menentukan talent (3) Bagian kameramen yang bertugas mengambil video, (4) bagian editing yang bertugas mengedit video menjadi satu rangkaian vidio sesuai tema, (5) Bagian dokumentasi yang bertugas mendokumentasikan video sebagai salah satu produk digital di perpustakaan UMY begitu juga mengupload di media sosial UMY. Video tersebut dapat diakses melalui link https://www.youtube.com/watch?v=eUhix30jLZ8. f. Video profil Perpustakaan Video profil merupakan salah satu bentuk media promosi perpustakaan dalam bentuk digital. Hal ini, menyesuaikan dengan kebutuhan informasi yang secara mudah diterima dalam bentuk video. Berikut langkah pembuatan video . Berikut video profil https://www.youtube.com/watch?v=IMXE-7cGYnE g. Video Tiktok perpustakaan UMY Tiktok merupakan salah satu media sosial terpopuler di Indonesia. Di Indonesia sendiri ada 10 juta pengguna aktif yang menggunakan aplikasi tersebut, sehingga Tiktok dinilai sebagai media yang efektif digunakan untuk promosi perpustakaan. Salah satu video Tiktok Perpustakaan UMY dapat diakses melalui https://www.tiktok.com/@perpustakaan_umy/video/699581159822067638 2. Desain Grafis Produk dari pembuatan desain grafis ini ada dua bentuk yaitu dalam bentuk cetak dan digital. a. Desain infografis menggunakan media banner Selain menggunakan media digital, Perpustakaan UMY juga membuat konten promosi menggunakan media cetak khususnya menggunakan media banner seperti terlihat pada gambar 2. Media banner tersebut biasanya berupa infografis terkait layanan perpustakaan. Berikut prosesnya: 1. 2. 3. 4. 5. Penentuan konsep Mencari bahan desain grafis melalui berbagai media. Seperti google gambar, media canva, dll. Proses desain menggunakan aplikasi desain grafis seperti corel draw, canva, dll Proses cetak di digital printing Publikasi dalam bentuk cetak. Berikut produk yang dihasilkan dalam bentuk gambar X Banner maupun poster. Seperti terlihat pada gambar 2. X Gambar 2 Banner dan Poster b. Desain konten sosmed Perpustakaan UMY memiliki beberapa sosial media diantaranya facebook, twitter, instagram, youtube, dan tiktok. Khusus untuk facebook, twitter dan instagram pustakawan UMY berusaha mengupdate konten — kontennya setiap dua hari sekali dengan desain yang menarik seperti terlihat pada gambar 3. Konten-konten tersebut dapat Webinar diakses melalui https://www.instagram.com/perpustakaan_umy/?hl=id. Gambar 3 Desain konten Media Sosial 3.Webinar diakses melalui ‘Webinar merupakan salah satu bentuk layanan seminar yang dilakukan secara online. Sebagaimana yang dilakukukan oleh perpustakaan UMY selama pandemi. Berikut salah satu contoh webinar yang telah dilaksanakan oleh TIM perpustakaan UMY https://www.youtube.com/watch?v=kaX MM5sNRXS. Adapun tahapan pelaksanaan diantaranya : Penentuan tema Webinar dan Narasumber Penentuan tanggal pelaksanaan Pembuatan Flyer SO 4. Technical Metting Pelaksanaan Evaluasi Website Organisasi dan Blok Pribadi a. Pembuatan Web Organisasi Selain membuat konten desain, Pustakawan UMY juga mengembangkan kreativitasnya dengan cara membuat konten berupa website organisasi. Ada beberapa website organisasi yang telah dibuat oleh pustakawan UMY, yaitu website FPPTI DIY, FPPPTMA, dan IPI Kota Magelang. Contoh webiste FPPTMA seperti terlihat pada gambar 4. Gambar 4 Tampilan Website FPPTMA Konten blog pribadi Ditengah kesibukan sebagai pustakawan, beberapa pustakawan UMY juga mengembangkan kompetensi maupun kreativitasnya dengan cara sharing informasi melalui blog pribadi yang dimilikinya. Salah satu blog tersebut dapat diakses melalui : http://www.infopustakawan.com/ 5. Artikel jurnal Perpustakaan UMY dalam rangka pengembangan karir pustakawan, setiap pustakawan dituntut untuk terus mengasah soft skill yang dimiliki. Pustakawan mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi pustakawan seperti Call for Paper. Selain itu, Pustakawan UMY juga aktif menulis karya tulis ilmiah berupa artikel jurnal. Artikel tersebut di submit pada jurnal nasional yang terindex Sinta mulai dari sinta 2 sampai 5. Tak kalah hebatnya juga, bahkan bukan hanya jumal tingkat nasional saja, Namun pustakawan umy juga mengirimkan paper pada jurnal internasional yang terindeks scopus. Terbukti dari adaya paper yang terpublish di database Emerald.
Conclusion
Pustakawan merupakan salah satu profesi yang dituntut mampu beradaptasi dengan kebutuhan pemustaka. Selain harus terampil sesuai bidang kompetensi, pustakawan juga dituntut untuk mampu meningkatkan kreativitas dalam menciptakan konten kreatif dan inovatif. Pandemi dan industri 4.0 dengan segala dampak yang diakibatkannya membuat pustakawan UMY khususnya divisi content creator berupaya dalam memberikan layanan kreatif dan kekinian melalui berbagai macam produk yang dihasilkan. Untuk menjadi content creator yang handal, Perpustakaan UMY memfasilitasi semua pustakawannya melalui berbagai kegiatan pendukung antara lain, workshop canva, workshop pembuatan video learning, workshop editing video, workshop podcast, dan diklat pustakawan pada klaster promosi digital. Produk content creator yang dihasilkan diantaranya seperti, video learning, pelatihan literasi informasi,video penganugerahan milad Perpustakaan UMY, video podcast, video bibliobattle, vidleo MATAF, video profil Perpustakaan UMY, video Tiktok, desain infografis (banner),desain konten sosial media, webinar, meme, pembuatan web, konten blog pribadi, dan Artikel jurnal. Dari berbagai macam produk yang dihasilkan membuktikan bahwa pustawan UMY mampu berinovasi sejalan dengan kebutuhan dan perkembangan jaman melalui pengembangan kompetensi pustawan sebagai content creator.