RENCANA STRATEGIS PERPUSTAKAAN SEKOLAH : PENDEKATAN PRAKTIS
N/A
Abstract
Environment always changes. It must be anticipated by thinking strategically, that is a rethinking of the organization,its vision for the future. To achieve that visionrequires a mission. It also requires reexamining the organization’s strengths and weaknesses. Organization has to identify threats as well as opportunities that exist to encourage future directions. This article explains strategic planning especially practically that is implemented at school library.
Keywords:
School Library Management
· Strategic Planning
Introduction
Perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam memenuhi keperluan pendidikan terutama sebagai sarana mengembangkan kecerdasan intelektual setiap peserta didik. Oleh karena itu, mengabaikan keberadaan perpustakaan berarti mengurangi kesempatan bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi yang dimiliki mereka. Dalam pasal 45 Undang-undang Sisdiknas Tahun 2003 diamanatkan bahwa “Setiap satuan pendidikan formal dan non formal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik”. Perpustakaan sekolah merupakan pusat sumberdaya ilmu pengetahuan yang berperan menyediakan informasi dan ide sebagai dasar bagi para siswa agar dapat hidup dalam masyarakat masa kini yang berbasis informasi dan pengetahuan. Dengan adanya perpustakaan sekolah para siswa dapat memanfaatkannya agar dapat terapil belajar sepanjang hayat. Yang tidak kalah pentingnya dengan adanya perpustakaan diharapkan para siswa dapat mengembangkan daya pikir agar mereka dapat hidup sebagaiwarga negara yang bertanggung jawab. Adapun fungsi perpustakaan sekolah dalam perannya di dunia pendidikan adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Pusat kegiatan belajar-mengajar untuk pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah. Para siswa dapat memperdalam materi pelajaran dengan memanfaatkan buku-buku atau sumber informasi lainnya yang disediakan di perpustakaan sebagai pengayaan atas informasi yang diterimanya di kelas. Pusat penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. Dengan beragamnya jenis dan bentuk informasi yang disediakan di perpustakaan para siswa dapat mengeksplorasi rasa ingin tahunya sehingga memupuk kecerdasan dan analisis dalam memecahkan suatu permasalahan yang dihadapinya. luang Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu (buku-buku hiburan). Perpustakaan dapat dijadikan tempat wisata ilmu pengetahuan yang mengasyikan. Koleksi yang disediakan tidak hanya koleksi ilmiah tetapi beragam koleksi yang bersifat menghuibur, apalagi dengan dikembangkannya koleksi multimedia. Pusat Belajar Mandiri bagi siswa. Perpustakaan menyediakan layanan dan bimbingan literasi informasi bagi siswa tentang bagaimana mengeksplorasi sumber daya informasi dengan efektif efisien. Pembimbingan tersebut memungkinkan para siswa menjadi pembelajar yang mandiri. Dengan demikian perpustakaan sekolah memiliki peran dan fungsi yang tidak bisa dianggap enteng begitu saja. Namun peran dan fungsi itu akan berjalan dengan mulus manakala perpustakaan dikelola dengan sebaik-baiknya. Penerapan teori dan prinsipprinsip manajemen dalam mengelola perpustakaan sekolah memungkinkan tercapainya tujuan dan fungsi perpustakaan dengan sebaik-baiknya. Namun sekali lagi yang terpenting dari semua teori dan prinsip manajemenadalahbagaimana menerapkan teori tersebut kedalam praktik. Walaupun di dalam kenyataannya tidak semua teori dapat diterapkan sepenuhnya, melainkan perlu dilakukan modifikasi dan pen\esuaian agar dalam praktik berjalan dengan baik. FungsimanajemenmenurutG.RTerry, terdiridariperencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Dalam makalah ini, penulis akan menjelaskan tentang perencanaan perpustakaan, lebih spesifik lagi yaitu rencara strategis perpustakaan sekolah. B. Rencana Strategis Perpustakaal.\ Sekolah Kata “strategi” berasal d ari bahasa Yunani “'strategos” (stratos =militer dan ag = memimpin) yang berarti “generalship” atau sesuatu yang dikerjakan oleh para jenderal perang dalam membuat rencana untuk memenangkan perang. Definisi tersebut juga dikemukakan oleh seorang ahli bernama Clauswitz. Maka tidak mengherankan apabila istiloh strategi sering digunakan dalam kancah peperangan. Istilah strategi digunakan pertama kali dalam dunia militer. Strategi terdiri dari aktivitas-aktivitas penting yang diperlukan untuk mencapai fujuan.Strategi ini digunakan dalam ranah perencanaan guna mencapai tujuan-tujuan organisasi, tidak terkecuali perpustakaan seb:gai sebuah organisasi atai lembaga. Perencanaan sangat penting bagi perpustakaan karena tanpa perencanaan berarti tidak ada tujuan yang ingin dicapai.Selain itu tanpa perencanaan tidak ada pedoman pelaksanaan sehingga dapat terjadi banyak pemborosan. |Jengan perencanaan ini pengendalian terhadap seluruh unsur manajemen dapat dilakukan, jika tidak maka tidak ada pula keputusan dan proses manajemen. Rencana strategis perpustakaan atau renstra perpustakaan merupakan dokumen perencanaan yang merupakan penjabaran visi, misi dan program perpustakaan Rencana tertulis ini dapat dijadikan pedoman bagi semua pihak yang terkait dengan pengelolaan dan pengembangan perpustakaan, agar dapat memahami program-program perpustikaan dan mempunyai acuan dalam melaksanakan tugas-tugas perpustakaan dan pengembangan perpustakaan. Berikutiniadalahisi darirencanastrategis yang dapat disusun oleh perpustakaan sekolah, paling tidak mencakup antara lain 1. Profil Perpustakaan Sekolah Perpustakaan sekolah perlu menetapkan visi, misi, tugas, dan fungsinya.Rumusan tersebut merupakan pedoman, arah, dan tuntunan untuk mencapai tujuan akhir perpustakaan sekolah. Visi, misi, tugas dan fungsi perpustakaan sekolah disesuaikan dengan kebijakan dan keinginan lembaga induknya, yaitu sekolah dimana perpustakaan tersebut berada. a. b. Visi Visi di adalah cara memandang tentang kondisi dan situasi masa depan, atau gambaran keadaan yang ingin dicapai tetapi yang lebih baik, dan secara rasional dapat diwujudkan berpijak pada kondisi, kekatan, kenyataan dan kemampuan yang di- miliki sekarang. Secara filosofis, visi Contoh Visi Perpustakaan : “Menjadikan perpustakaan tempat menggali potensi diri melalui membaca dan sarana rekreasi” adalah | http//perpustakaansdpanembahan blogspot sesuatu Citacita angan-angan hal yang ideal, atau | ©™2010/0S/visidan-misi-perpustakaan hml tenfang misalnya, misi perpustakaan sekolah dikaitkan dengan proses pembelajaran bagi peserta didik untuk menciptakan lulusan dan tamatan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa, berbudi luhur, teknologi, berakhlak mulia, cerdas dan menguasai ilmu pengetahuan dan sebagai aset bangsa, selanjutnya meng- abdikan dirinya kepada nusa bangsa dan negara. Satu hal yang perlu diperhatikan ialah bahwa visi yang ditetapkan itu harus disosialisasikan dan diketahui oleh semua orang.Oleh karena itu visi yang baik adalah yang singkat, padat, idealis tetapi juga realistis untuk dicapai, jadi bukan sesuatu yang berada di awang-awang dan sulit dicapai. Namun demikian visi bukan harga mati yang tak dapat diubah, tetapi bisa saja dievaluasi untuk dirumuskan kembali sesuai dengan kondisi yang dihadapi perpustakaan yang bersangkutan. Misi Misi merupakan penjabaran lebih lanjut dari visi.Sementara visi misi merupakan sesuatu yang filosofis dan idealis, maka merupakan pokok-pokok kegiatan yang harus dirumuskan agar lebih realistis untuk mencapainya. Misi untuk setiap perpustakaan berbeda-beda, karena visinya pun berbeda. Namun pada prinsipnya secara garis besar misi perpustakaan diuraikan sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Menciptakan dan memantapkan kebiasaan membaca masyarakat, sesua dengan jenis perpustakaan dan pemakainya. Mendukung, baik pendidikan perorangan secara mandiri, maupun pendidikan formal pada semua jenjang. Memberikan kesem patan bagi pengembangan kreatifitas dan imajinasi pribadi. Menstimulasi imaginasi dan kreativitas masyarakat pemakai perpustakaan. Meningkatkan kesadaran terhadap warisan budaya, apresiasi ilmiah. pada kesenian dan hasil-hasil penemuan Menyediakan akscs kepada ekspresi-ekspresi kultural dan perubahan. Mendorong dialog antar budaya oleh karena keanekaragaman budaya. Mengusahakan agar semua anggota msyarakat dapat akses segala macam informasi perpustakaan yang bersangkutan. yang tersedia diu Memberikan layanan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemak.inya. 10)Memberikan informasi keterampilan 11)Mendukung kernudahan peningkatan dan kepada ilmu pengembangan pengetahuan berpartisipasi dalam dan program- porogram perpustakaan bagi mesayarakat pemakainya. 12)Ikut serta dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam arti luas. Uraian yang misi tematis perpustakaan tersebut merupakan sesuatu yang harus disesuaikan menurut jenis perpustakaannya. Oleh karena itu menjadi lebih realistis untuk dilaksanakan.Pe- Contoh Mist Perpastaliaan rumusan dan penjabaran | 1. Mewsjudian perpustakaan yang sejuk, nyaman, s N dan menarik misi ke dalam tindakan |2 Menyediakan L 3. Menumbuhkan minat baca informasi yang up to date organisasi harus dalam |4 Mengembangkan ide dan kreativitas. A koridor dan kemampuan . g kapasitas dan http:perpustakaansdpanembahan. blogspot.com/2010/051 visi-dan-misi-perpustakaan html ke- kuatan yang tersedia yang tidak terlalu jauh di atas atau terlalu rendah di bawah. Tugas Pokok Tugas pokok perpustakaan adalah menghimpun, menyediakan, mengolah, memelihara dan mendayagunakan semua koleksi bahan pustaka, menyediakan sarana pemanfaatannya, dan melayani masyarakat pengguna, yang membutuhkan informasi dan bahan bacaan.Masyarakat pengguna tersebut adalah sesuai dengan jenis perpustakaan kebijakan penyelenggara, dan kelompok atau segmen pemakai/pelanggagannya. Tugas pokok itu dapat dijabarkan ke dalam beberapa rincian kegiatan yang akan dilaksanakan melalui fungsi-fungsi yang lebih bersifat teknis. . Fungsi Untuk melaksanakan tugas pokok di atas, perpustakaan sekolah memiliki empat fungsi umum yaitu edukatif, informatif, rekreasi, dan riset atau penelitian sederhana. (PawitM Yusuf, 2010) empat fungsi tersebut dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut : 1. 2. 3. Fungsi edukatif, perpustakaan dengan segala isinya dijadikan sebagai sarana belajar untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Fungsi informatif, perpustakaan selalu berupaya menyediakan koleksi yang dapat dijadikan sebagai bahan informasi yang kebutuhan siswa dan guru. berhubungan dengan Fungsi rekreasi, perpustakaan menyediakan koleksi yang dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi atau hiburan. 4. Fungsi riset afau penelitian sederhana, koleksi perpustakaan sckolah dapat dijadikan bahan untuk membantu dilakukannya kegiatan riset sederhana. Selain menguraikan berbagai hal sebagaimana di jelaskan di atas, dalam profil perpustakaan sekolah harus mencantumkan penjelasan mengenai pengguna dari segi jumlah dan profilnya, kemudian sumberdaya manusia pengelola perpustakaan, layanan dan fasilitas yang diberikan. 2. Analisis SWOT perpustakaan. Analisis SWOT dapat digunakan perpustakaan sekolah sebagai instrumen analivs lingkungan internal dan ekternal perpustakaan.Analisis i1 ternal meliputi penilaian terhadap faktor kekuatan (Strengt dan kelemahan (Weakness).Sementara analisis eksternal mencasup faktor peluang (Opportunity) dan tantangan (Threats).Perpustakaan harus dapat mendeskripsikan apa kekuatan, kelemahan, peluang dan kendala yang dihadapi dirinya selama ini. Anali<is SWOT ini sangat penting dilakukan agar kita dapat menyusun program kerja yang handal dan menyusun kebijakan-kebijakan yang strategis agar program kerja tersebut mencapai farget yang ditetapkan dalam renstra. Sebagai gambaran beberapa poin dari analisis SWOT perpustakaan sekolah secara umum dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. 2. 3. Kekuatan (Strength) a. b. ¢. Konsep pengelolaan yang jelas Koleksi yang mendukung pembelajaran Jaringan tenaga perpustakaan Kelemahan (Weaknes) a. b. c. Sistem manajemcn belum baku Minimnya dana operasional Terbatasnya SDM, sarana dan prasarana Peluang (Opportunity) a. b. ¢ 4. . a. b. ¢. Posisi strategis perpustakaan di sekolah Dukungan regulasi terhadap eksistensi perpustakaan (UU, Permen, Standar, dll). Tuntutan akreditasi lembaga Tantangan (Threats) Rendahnya minat kunjung ke perpustakaan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi Industri perbukuan yang meningkat Kebijakan Strategis Kebijakan strategis adalah deskripsi tentang langkah langkah apa yang harus dilakukan agar kekuatan yang dimiliki menjadi lebih optimal, sebaliknya kelemahan yang dimiliki dicarikan strategisnya langkah untuk diperbaiki dan ditingkatkan. Begitu pula peluang yang dimiliki perpustakaan harus bisa dimanfaatkan dengan baik untuk sebesar-besarnya demi kemajuan perpustakaan (mencapai target yang diharapkan). Sebaliknya berbagai kendala yang dihadapi perpustakaan saat ini dirumuskan langkah-langkah strategisnya untuk mengatasinya.Semua ini dituangkan dan dideskripsikan (ditulis dengan baik) di dalam kebijakan strategis ini. Berikut dikemukakan matrik analisis SWOT perpustakaan sekolah yang dikemukakan di atas dan kebijakan yang dibuat berdasarkan analisis SWOT tersebut (pendekatan Kualitatif Matriks SWOT Kearns dalam Yusanto & Widjajakusuma, 2003), yaitu: Ekternal | . - - MATRIK ANALISIS SWOT Peluang (Opportunity) posisi strategis perpustakaan di sekolah Dukungan regulasi terhadap eksistensi perpustakaan (UU, Permen, Standar, dll). Tuntutan akreditasi lembaga Tantangan (Threats) - - - Rendahnya minat kunjung ke perpustakaan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi Industri perbukuan i ‘ Internal yang meningkat Kekuatan (Strength) Konsep pengelolaan yang jelas Manfaatkan Kekuatan Lakukan keputusan dengan memanfaatkan Mobilisasi Kekuatan Lakukan strategi untuk memanfaatkan kekuatan yang ada untuk | kekuatan dalam rangka - Koleksi yang mendukung pembelajaran Jaringan tenaga perpustakaan meraih peluang dan meningkatkan minat mengerjakannya sebagai | baca dan memanfatkan peran yarg potensial Kelemah an| Tentukan Pilihan Sistem (Weaknes) - - - Sistem manajemen belum baku Minimnya dana operasional Terbatasnya SDM, sarana dan prasarana 4. Pelayanar Yang Tepat Jika sudah yakin dengan pilihan tersebut, perhatikan r kelemahan dan manfaatkan dukungan regulasi untuk menutup kclemahan yang da teknologi serta meningkatnya industri buku Kendalikan Jalannya ’ Layanan Perpustakaan Jika situasi lingkungan membuat pesimis, harus diambil keputusan untuk tetap menjalankan layanan perpustakaan Program Kerja. Program kerja perpustakaan melingkupi seluruh kegiatan di perpustakaan, mulai pengadaan, pengolahan hingga layanan., Program kerja dibuat selengkap mungkin dan sebaik mungkin. Program kerja yang bail: akan mendatangkan simpati banyak pihak untukmembantu kita memajukan perpustakaan. Program kerjayangbaik menjadialatyang sangatjitu untuk mendapatkan bantuan anggaran/pembiayaan dari pihak manapun.Salah satu sebab mengapa sulitny: sebuah perpustakaan mendapatkan bantuan anggaran/pembiayaan adalah karena tidak memiliki program kerja yang baik. Program kerja ini dirancang minimal untuk 5 tahun ke depar. Setiap tahun dideskripsikan (ditulis) apasaja target yang haru- dicapai, begitu pula tahun berikutnya, hingga 5 tahun, mencapai semua target yang telah ditetapkan. Dana langkah lebih bail: lagi bila ternyata kurang dari 5 tahun target yang telah ditetapkan ternyata telah tercapai semua. Tabel Program Kerja : Tujuan 5. Sasaran | Cara Pencapaian Tujuan l Target Waktu Kegiatan Rencana kegiatan merupakan rincian dari program kerja yang telah dibuat.Satu program kerja bisa saja terdiri dari lebih dari satu kegiatan, bisa dua atau tiga kegiatan, atau bahkan lebih. Kegiatan harus di deskripsikan (ditulis) dengan jelas, mulai dari setiap nama kegiatan, maksud dan tujuan, waktu dan tempat pelaksanaan, target yang hendak dicapai, pelaksana kegiatan/ penaggung jawabnya, anggarannya dan sebagainya. Biasanya kegiatan dibuatkan proposal atau TOR (Term of reference).Di dalam proposal atau TOR itulah di deskripsikan kegiatan itu seperti yang telah disebutkan di atas.Contoh TOR untuk kegiatan perpustakaan terlampir. 6. Anggaran Anggaran selalu dibutuhkan untuk melakukan setiap kegiatan. Anggaran sedapat mungkin dibsusun secara terperinci dan lengkap.Anggaran disusun secara rasional, logis dan bermakna (meaningful).Sesuatu yang kurang penting tidak perlu dianggarkan, hal ini akan menyebabkan pihak-pihak yang akan membantu menjadi kurang kepercayaan. Tidak perlu berfikir bahwa anggaran akan menjadi besar atau membengkak. Tulis anggaran sesuai kebutuhan. Program kerja/kegiatan yang baik dan diyakini orang mendatangkan banyak manfaat pasti akan dibantu, betapapun besarnya anggaran. Anggaran perpustakaan pada umumnya dikelompokkan dalam beberapa bagian antara lain : a. b. c. Operasional internet. perpustakaan, Pengadaan alat kantor seperti biaya langganan Pengadaan dan pengolahan bahan pustaka d. e. f. g 7. Pemeliharaan bahan Py staka Penyebaran informasi Pemasaran dan promo:i jasa perpustakaan Perbaikan dan perawatan alat Jadwal Kegiatan Jadwal kegiatan atau yang biasa disebut time schedule harus juga dibuat dalam renstr. ini.Sehingga setiap program kerja dan kegiatannya jelas waktu pelaksanaannya, misalkan dilaksanakan pada tahun pertama, tahun kedua, ketiga dan seterusnya.Lalu tahun pertama di bulan pertama dan minggu ke berapa, dan sebagainya semuanya ditulis dengan jelas. Jadwal waktu ini yang memandu perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan yar g telah ditetapkan sebelumnya. 8. . Target Tentu saja setiap program kegiatan memiliki target pencapaian. Target pencapaian dapatiah kita sebut sebagai hasil yang diharapkan dari sebuah K:giatan atau program. Target harus jelas dan spesifik, tidak bileh mengambang atau samar-samar. Harus jelas benar, apa ha-il yang diinginkan setelah program/ kegiatan tersebut dilaksanakan. Bila sebuah program/kegiatan tidak mencapai target, maka bersiap-siaplah menerima kekecewaan banyak oran ;/pihak yang merasa telah dirugikan.
Conclusion
Membangun dan menvelenggarakan perpustakaan sekolah memerlukan perencanaan yang baik.Dokumen rencana tersebut ditulis dengan baik dan berfungsi sebagai pedoman dan sarana evaluasi bagi para pengambil keputusan dan pelaksana kegiatan. Selain itu dokumen rencana tersebut dijadikan sebagai sarana komunikasi terhadap para pemangku kepentingan sehingga pelaksanaan kegiatan berjalen dengan semestinya.Dengan kondisi seperti ini maka bisa din ulai penyelenggaraan perpustakaan sekolah yang diharapkan nampu menunjang tujuan pendidikan yang diselenggarakan sekolah yang bersangkutan