PERPUSTAKAAN SEBAGAI ORGANISASI SUMBER BELAJAR
N/A
Abstract
Library management as a learning source is simply explained to emphasize the understanding of library role in learning process. It is important because the society appreciation towards the significant library role in educational institution is still very low. This article is going to awaken the empathy of all stakeholders in connection with library development and management to make an effort to enhance library services persistently.
Keywords:
Media
· Layanan
· Teknis
Introduction
Apabila kita membicarakan organisasi sumber belajar, secara fisik nampak oleh kita adanya lembaga-lembaga yang berhubungan atau mengorganisasikan sumber belajar. Beberapa organisasi sumber belajar tersebut yang saat ini berkembang di masyarakat pendidikan antara lain perpustakaan, pusat media, laboratorium, pusat kegiatan belajar dan pusat sumber belajar. Organisasiorganisasi sumber belajar ini memiliki pola yang hampir sama satu sama lain yaitu masing-masing berisi sumber-sumber belajar (learning resources) dan memberikan fasilitas terhadap kegiatan belajar (facilitating human learning). Namun demikian secara prinsipil masing-masing jenis organisasi sumber belajar itu memiliki perbedaan-perbedaan. B. Pengertian Perpustakaan Secara etimologis istilah “perpustakaan” berasal dari kata “pustaka” dan dalam kamus umum bahasa Indonesia karya Poerwodarminto diterjemahkan dengan “buku”.! Selanjutnya perpustakaan diartikan sebagai kumpulan buku-buku atau tempat buku-buku (dikumpulkan). Tempatyang dimaksud di sini lazimnya berupa gedung atau ruang yan;, diperlengkapi fasilitas tertentu sehingga dapat digunakan untuk menyimpan, memelihara koleksi atau bahan-bahan pustaka yang dikelola dan diatur secara sistematis. Dan dengan pengaturan yang sistematis ini diharapkan perpustakaan dapat dimanfaatkan secara kontinyu oleh pemakai (user) sebagai sumber belajar. Bertumpu dari pengertizn di atas perpustakaan dapat dipandang sebagai suatu wadah atau bentuk organisasi sumber belajar yang mengelola dan merberikan pelayanan bahan-bahan pustaka khususnya bahan-bah«n cetak (printed material). Perpustakaan di atas ini, sudah berkembang begitu pesat, tidak hanya berisi sumber-suriber belajar yang berupa bahan cetakan saja, tetapijuga sudah mengorganisasikan dan mengelola bahan-bahan non cetak seperti naskah, gambar atau grafis, kaset, foto, slide dan sebagainya. Dan pada perkembangan berikutnya secara umum B.J. Enright mengatakan bahwa perkembangan perpustakaan tidak hanya menusatkan diri pada printed recorces (sumber-sumber cetak), misalny: dengan menggunakan komputer di perpustakaan tidak hanya untuk kepentingan pengelolaan perpustakaan itu sendiri, tet:pi sebagai sarana belajar yang dipergunakan oleh para pelajar di dalam perpustakaan itu. Hal ini dapat disebabkan pengakuan kita atas dasar hasil penemuan di bidang psikologi tentang teori belajar yaitu pengakuan adanya variasi belajar manusia. Kita tid 1k menutup mata akan kenyataan bahwa manusia itu tidak hanya belajar lewat “pandangan/ penglihatan” saja (seperti buku, gambar-gambar, bentuk-bentuk tiruan dan lain-lain), tetapi juga melalui indera-indera lainnya. Tidak juga terbatas dengan bentuk/simbiil/abstraksi yang berupa huruf, tetapi juga dengan gambar-gainbar, model dan sumber-sumber belajar lainnya. Berdasarkan perkembanjjan dan kenyataan di atas Carrol dan Beilke menyarankan agar dibentuk suatu wadah atau organisasi yang dinamakan S-hool Library Media Center (Pusat Media Perpustakaan Sekolah) Alasan-alasan yang dikemukakannya antara lain bahwa: "The establisment of a school library media center in often the best means of bringing together and organizing what school already possesses. Many school have alibrary (usually prin-centered and frequently competetent staff) and some also hane indevendent audio visual departements or store haouse ... For that school that have separate audio-visual departement a and school libraries, it is recomented that, wherever possible, these service be combined to form a unified media program” .2 C. Apayang dapat diharapkan dari Perpustakaan? Perpustakaan sebagai suatu bentuk organisasi sumber belajar dapat membentuk pemakai (mahasiswa, pelajar, dosen guru bahkan masyarakat sekitarnya) dalam usaha mengembangkan kemampuan dan kecakapannya. Dengan memanfaatkan perpustakaan juga akan diperoleh data dan informasi untuk memecahkan berbagai masalah, membuat kebijakan-kebijakan berbagai hal yang sangat penting bagi keperluan belajar. Berdasarkan uraian-uraian di atas dapat diketengahkan beberapa pemikiran seperlunya, mengapa perpustakaan diperlukan dalam rangka pengembangan pembelajaran/pendidikan, antara lain : 1. Perpustakaan dapat dipandang sebagai pusat kegiatan belajar, pusat penyimpanan hasil karya manusia, pusat penelitian, pusat membaca guna menambah pengetahuan dan kecakapan sekaligus sebagai sarana rekreasi. 2. 3. 2 Dari sumber-sumber belajar yang ada di perpustakaan dapat diperoleh pengetahuan yang beraneka ragam, pemakai (mahasiswa, pelajar, dosen, karyawan atau masyarakat sekitar) dapatmengetahui bahwa berbagai informasi dapat diberikan dengan cara yang berbeda-beda atau mungkin bertentangan. Perpustakaan dapatmembantu pemakai (user) mengembangkan kegemarannya dengan menyediakan buku-buku ketrampilan seperti ketrampilan elektronika, ketrampilan bidangarsitektur, ketrampilan dalam bidang kerumah tanggaan dan lain-lain. 4. 5. 6. 7. Perpustakaan menyebarkar berbagai sumber belajar yang bernilai dan cocok dengan seera, kebutuhan dan kemampuan atau daya memanfaatkan pira pemakai (user). Perpustakaan dapat memberikan tanggungjawab khususnya kepada mahasiswa atau pelajar sebagai warga negara yang baik, dengan cara mahasiswa atau pelajar itu selalu diikutsertakan dalam pelajaran rutin di perpustakaan. Perpustakaan dapatmening katkan pengetahuan, ketrampilan, nilai bagi pihak pemakai (mahasiswa, pelajar, dosen guru bahkan masyarakat sekitaraya) dalam rangka meningkatkan kwalitas pendidikan secara menyeluruh dan merata. Perpustakaan dapat dipardang sebagai sarana pendidikan yang bersifat teknis educatif dan bersama-sama dengan unsur lainnya ikut menentukan b-rlangsungnya proses pendidikan. D. Pengelolaan Perpustakaan Agar perpustakaan danat berfungsi sebagaimana yang diharapkan perlu kiranya ada kegiatan pengelolaan yang sistematis dan kontinyu. Kegiatan-kegia'an yang berkaitan dengan pengelolaan perpustakaan ini secara sederhana dapat diklasifikasikan dalam 3 (tiga) jenis kegiatan yakni : Kegiatan ini meliputi : a. Pengadaanbahan-bahan pustaka/sumber-sumber belajar. Kegiatan ini dimulai dari penetapan kebijakan (policy) tentang bahan-bahan pustaka/sumber-sumber belajar yang harus disediakan di perpustakaan sampai realisasi adanya bahan-bahan, sumber-sumber belajar tersebut. b. Pengelolaan bahan-bahan pustaka/sumber-sumber belajar. Kegiatan ini dimaksuckan untuk mengolah berbagai bahan pustaka/sumber-sum ber belajar agar mudah dalam mengatur, menyusun kepac a para pemakai (user) perpustakaan, yang meliputi : 1) Menyeleksi bahan-bahan pustaka/sumber-sumber belajar 2) Klasifikasi 3) Investarisasi 4) Kataloginasi Kegiatan Pelayanan Kegiatan pelayanan ini meliputi : a. b. Sirkulasi, yang mencakup peminjaman dan pengambilan Referensi yakni memberikan penunjukkan pada sumbersumber informasi Kegiatan yang berkaitan dengan bidang administratif Kegiatan administratif ini meliputi perekaman dan pelaporan. 03 D SOMOL g E. Personalia Realisasi setiap program atau kegiatan banyak ditentukan oleh sejauh mana organisasi dan tata kerja yang mengaturnya. Demikian pula untuk pengelola suatu perpustakaan diperlukan beberapa personalia, dengan kwalifikasi tertentu sehingga memungkinkan kegiatan berlangsung dengan lancar. Carrol menyarankan bahwa personalia perpustakaan hendaknya mengenal dan memiliki kompetensi sebagai berikut :* Mendiskripsikan fungsi pendidikan di lingkungan. Mendiskusikan perkembangan kurikulum. Mengidentifikasi teori pembelajaran. Menganalisis kebutuhan dan keinginan pengguna. Mengadministrasikan program media perpustakaan. Mengatur informasi dalam katalog dan Klasifikasi. Mengajar siswa dan guru bagaimana menggunakan material dan perlengkapan untuk kurikulum dan kebutuhan khusus. Mengaplikasikan teori komunikasi untuk meningkatkan 8. 9. 10. 11. 12. 3 kemampuan membaca dan mendengarkan. Mengevaluasi isi materi sesuai kebutuhan pengguna. Menyediakan jasa referensi bibliografi. Mengumpulkan dan menganalisis data untuk evaluasi adminstrasi dan penelitian. Mendesain dan memproduksi media Adapun personalia-pers:nalia yang dibutuhkan untuk mengelola suatu perpustakaan ininimal adalah sebagai berikut : 1. Pimpinan Pimpinan perpustalaan antara lain bertugas dan bertanggung jawab secara umum dalam pembinaan dan pengembangan perpustakain yang meliputi : Gedung, ruang dan peralatan atau perlengkapan. Penggalian dan penggunaan dana. pangs Koleksi bahan-bahan pustaka/sumber-sumber belajar. Teknis pelayanan. Organisasi. Pimpinan perpustakaan juga bertugas membimbing dan membina petugas perpustal:aan, mengawasi dan mengevaluasi operasionalisasi perpustakaan. Pemimpin perpustakaan bertanggung jawab ke luar dan ke dalam perpustakaan. Pengelola perpustakaan ini bertugas membantu pemimpin perpustakaan, dan bertanggung jawab terhadap pimpinan dalam pelak<anaan tugas-tugas operasional perpustakaan. Perincian lebih lanjut tugas dan tanggung jawab pengelola perpustakaan ini antara lain : a. b. c. d. e. Bertanggung jawab pada pengelolaan gedung, ruang, perlengkapan atau peralatan dan bahan-bahan pustaka atau sumber-sumber belajar yang ada di perpustakaan. Mengadakan seleksi t:rhadap bahan-bahan pustaka atau sumber-sumber belajar. Mengkoordinasikan tugas-tugas dari petugas perpustakaan. Bertanggungjawab p:da peningkatan-peningkatan mutu pelayanan, bahan-bchan pustaka atau sumber-sumber belajar dan minat unt tk memanfaatkan perpustakaan bagi mahasiswa, pelajar, dosen, guru bahkan masyarakat sekitar. Mengadakan laporan kepada pimpinan perpustakaan tentang keadaan bahan-bahan pustaka atau sumbersumber belajar dan berbagai aktivitas perpustakaan. Merencanakan dan rengevaluasi perpustakaan. g Menyelesaikan tata usaha perpustakaan (perekaman, laporan dan lain-lain). 2. 3. Petugas Teknis Petugas teknis perpustakaan ini terdiri : a. Pelaksana pengadaan, tugas dan tanggung jawabnya antara lain : 1) Mengadakan seleksi koleksi perpustakaan. 2) b. Menginvestarisasi koleksi perpustakaan. 3) Memperbaiki bahan-bahan pustaka atau sumbersumber belajar yang rusak. 4) Membubuhi koleksi perpustakaan, misalnya stempel, memasang label atau lembaran lainnya. Pelaksana pengolahan (processing), tugas dan tanggung jawabnya antara lain : Tugas klasifikasi : 1) Menentukan nomor kelas bahan-bahan pustaka dan menyiapkan label nomor perpustakaan. 2) Menulis atau mencantumkan nomor kelas pada bahanbahan pustaka serta menyusunnya dalam tempat katalog (misalnya almari). Petugas Pelayanan Petugas pelayanan pada perpustakaan ini dibantu oleh: a. Pelaksana pengambilan. Tugas dan tanggung jawabnya antara lain : 1) Menerima bahan-bahan pustaka yang telah diproses atau yang telah dikembalikan oleh peminjam. 2) Mengatur penempatan bahan-bahan pustaka pada rak atau lainnya dan mencatat bahan-bahan pustaka yang belum kembali pada waktunya. 3) Mencatat, menerima uang denda dan menyelesaikan administrasi pengembalian. b. Pelaksana peminjaman Tugas dan tanggung jawabnya antara lain : 1) Merekam/mencatat jumlah pengunjung, jumlah peminjam dan mencatat bahan-bahan pustaka yang dipinjam. 2) Menyediakan bahan-bahan yang akan dipinjam dan menyerahkan kepada peminjam. 3) 4) Menyerahkan kartu peminjaman dan kartu bahan pustaka yang dipinjam kepada pelaksana pengembalian. Menyelesaikan administrasi peminjaman.
Conclusion
Perpustakaan sebagai suatit bentuk organisasi sumber belajar dapat membentuk pemakai (mahasiswa, pelajar, dosen guru bahkan masyarakat sekitarnya) dalam usaha mengembangkan kemampuan dan kecakapannya. Dengan memanfaatkan perpustakaan juga akan diperoleh data dan informasi untuk memecahkan berbagai masalah, membuat kebijakan-kebijakan berbagai hal yang sangat penting bagi keperluan belajar.