Kembali
16
1
2020 Jurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan Vol 22 · 1 ISSN 2502-7409

SEBARAN TOPIK SKRIPSI MAHASISWA PRODI STRATA SATU (S1) ILMU PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA UNIVERSITAS INDONESIA TAHUN 2013-2017

Pemerhati Ilmu Perpustakaan dan Kearsipan; Universitas Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kecenderungan mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB UI selama periode 2013-2017 dalam memilih lokus dan topik penelitian untuk menyelesaikan tugas akhir. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pola pemilihan lokus dan topik penelitian tersebut. Data yang digunakan adalah skripsi mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB UI periode 2013-2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung memilih lokus selain pusat informasi atau lembaga informasi seperti perpustakaan maupun pusat arsip dan rekod, juga lembaga lain seperti museum dan taman bacaan. film, novel dan sosial media, penyebaran informasi, maupun orang dijadikan objek penelitian ketika mahasiswa meneliti tentang pengetahuan, perilaku, dan perspektif terhadap suatu hal. Kemajuan teknologi dan media informasi serta perkembangan keilmuan menyebabkan semakin banyaknya lokus dan topik penelitian yang bisa dieksplorasi dan tidak terbatas hanya pada topik yang berkaitan dengan pusat informasi atau lembaga informasi saja, tetapi dapat meluas sampai budaya informasi pada suatu masyarakat. Di sisi lain, penelitian dengan topik yang berkaitan dengan fasilitas dan layanan serta manajemen suatu pusat informasi atau lembaga informasi juga banyak dibahas oleh mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB UI. Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran dan sebagai bahan pertimbangan evaluasi bagi akademisi dan profesional di bidang Ilmu Perpustakaan dan informasi untuk mengembangkannya sesuai dengan perkembangan zaman.

Abstract

This study aims to figure out the tendency of FIB UI Library and Information Science students in choosing their research locus and topics to complete the final project during the period 2013-2017. This research also aims to get an idea of the pattern of locus research selection and research topics. The data used is the thesis of FIB UI Library and Information Science Department students in the 2013-2017 period. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. The results showed that students tended to choose loci other than information centers or information institutions such as libraries, archive centers, and record centers, through other sources such as museums, films, novels, social media, information dissemination, and people as objects of research by examining knowledge, behavior, and perspective. The advancement of technology and information media, and scientific development has led to more and more research loci and topics that can be explored, and not limited to topics related to information centers or information institutions, but it can extend to an information culture in a society. On the other hand, research topics related to facilities and services as well as management of an information center or information institution are also widely discussed by Library and Information Science Department students, Faculty of Humanities UI. With this research, it is expected to be able to provide an overview of current trends of research topics in Library and information science.
Keywords: Komunikasi Ilmiah · Bibliometrik · Ilmu Perpustakaan dan Informasi · Subjek Penelitian · Skripsi

Introduction

Perguruan Tinggi merupakan lembaga penghasil pengetahuan terbanyak dibanding lembaga lain, karena seluruh sivitas akademika wajib menuangkan pemikirannya dalam berbagai publikasi. Salah satu karya yang terbanyak dihasilkan adalah Tugas Akhir mahasiswa seperti skripsi. Skipsi adalah salah satu jenis tugas akhir yang dihasilkan oleh mahasiswa Strata 1 (S1). Skripsi yang merupakan hasil karya mahasiswa merupakan karya penelitian yang dibimbing oleh dosen yang pakar pada bidang yang dipilih oleh mahasiswa dan diperiksa (reviewed) oleh dosen lain untuk menjamin kualitas hasil penelitian mahasiswa. Dengan proses penyusunan yang terbimbing, maka skripsi dapat dikatakan sebagai karya penelitian berkualitas yang mengungkapkan temuan ilmiah yang sangat penting bagi pengembangan ilmu. Oleh karena itu, skripsi dapat dikatakan sebagai karya yang memiliki sumbangan penting bagi pengembangan suatu bidang ilmu. Dari latar belakang tersebut, penulis meneliti skripsi mahasiswa Departemen Ilmu Perpustakaan yang dihasilkan pada tahun 2013-2017 yang bertujuan untuk melihat topik penelitian yang dipilih oleh mahasiswa dan lembaga yang dijadikann lokus penelitian mahasiswa. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi (DIPI) untuk melihat kecenderungan minat topik penelitian mahasiswa dan perkembangan subjek yang dipilih oleh mahasiswa yang dapat memberikan masukan pada lembaga yang diteliti dalam rangka melakukan perbaikan. Dengan menggunakan metode bibliometrika, penelitian ini mengambil sampel dari data skrpsi yang sudah diunggah oleh lulusan DIPI pada tahun 20132017. Data diperoleh berkat bantuan salah satu Staf Perpustakaan Universitas Indonesia yang mengelola UIANA. Seluruh data diakses melalui back office, sehingga semua data yang sudah diunggah dapat diakses oleh peneliti. Sebenarnya peneliti berminat untuk meneliti karya yang terbaru yakni tahun 2018, namun ternyata data skripsi 2018 belum seluruhnya terolah sehingga peta sebaran topik maupun lokusnya belum mewakili kondisi sesungguhnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengungkap subjek yang paling diminati dan jenis lembaga yang paling banyak dibahas dalam skripsi mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan DIPI FIB UI. Seluruh skripsi yang pernah ditulis oleh mahasisa UI disimpan dalam Repostori UI yang disebut UIANA. UIANA adalah pangkalan data karya ilmiah sivitas akademika UI yang dapat dianggap sebagai saluran utama untuk menyebarluaskan temuan penelitian kepada komunitas ilmiah di lingkungan UI. Pangkalan data UIANA memainkan peran penting, tidak hanya dengan menyediakan sivitas akademika UI dengan platform untuk menampilkan temuan penelitian yang pernah dihasillkan oleh sivitas akademika UI tetapi juga dengan memberikan informasi terkini tentang perkembangan penelitian suatu bidang ilmu yang dikembangkan di Universitas Indonesia. Melalui pangkalan data UIANA ini terlihat pula subjek penelitian yang menarik bagi sivitas akademika di lingkungan UI. Hal senada seperti dinyatakan oleh Mogan dan Rajgoli (2017) bahwa jurnal atau pangkalan data memainkan peran penting tidak hanya dengan menyediakan peneliti dengan platform untuk menampilkan temuan penelitian mereka tetapi juga dengan memberikan informasi terkini tentang perkembangan di bidang penelitian atau subjek yang menarik baginya (Mohan & Rajgoli, 2017). Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan masalah penelitiannya ini sebagai berikut: “Bagaimana Kecenderungan Topik dan Lokasi Penelitian Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Indonesia pada Periode Tahun 20013- 2017”. Sebagai penjabaran dari rumusan masalah, maka dapat difokuskan permasalahan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut: 1. Bidang subjek apakah yang paling diminati oleh mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI yang menyususn skripi di periode tahun 20013- 2017? 2. Bagaimanakah sebaran lokasi penelitian bidang ilmu perpustakaan dan informasi di Prodi Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia berdasarkan skripsi mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi tahun 2013-2017? II. TINJAUAN LITERATUR A. Tinjauan Pustaka Penelitian terdahulu menjadi salah satu referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya. Beberapa penelitian sejenis yang terkait dengan penelitian ini diantaranya skripsi yang berjudul “Analsis Subyek Bibliografi tesis mahasiswa Ilmu Politik Universitas Indonesia periode 2004-2007”. Penelitian mengenai penggunaan literatur oleh mahasiswa Ilmu Politik Universitas Indonesia bertujuan untuk mengetahui penggunaan jenis/bentuk dan bahasa literatur yang sering disitir, peringkat jurnal dan pengarang yang sering disitir, dan sebaran subyek bibliografi yang sering digunakan oleh mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia dalam penyusunan tesis. Penelitian ini meninjau penggunaan literatur bidang Ilmu Politik sebagai bahan evaluasi bagi pengelola perpustakaan di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis sitiran dan analisis subyek dengan obyek penelitian bibliografi pada tesis mahasiswa Ilmu Politik Universitas Indonesia yang terbit pada periode 20042007. Jumlah obyek yang dianalisis 184 tesis, 13.649 bibliografi. Hasilnya terdapat banyak penggunaan referensi dalam tesis Pascasarjana Ilmu Politik yang tidak dilengkapi dengan judul literatur. Dalam penelitian ini didapatkan 4.600 data bibliografi dari 168 tesis yang tidak dapat dilakukan analisis subjek dengan alasan tidak terdapat judul literatur. Hal ini terjadi pada referensi berupa alamat situs internet dan artikel majalah popular/harian. Terdapat kecenderungan menurunnya jumlah bibliografi dalam setiap tesis Pascasarjana Ilmu Politik UI dari kurun tahun 2004 -2007. Meskipun jumlah tesis yang terbit setiap tahun cenderung meningkat. Jenis literatur buku paling banyak digunakan dalam menyusun tesis ilmu politik (73,4%). Terdapat beberapa jenis referensi yang bersifat populer seperti terbitan harian/majalah populer, dan artikel situs internet atau literatur populer berbasis internet lainnya (14,4%). Literatur berbahasa Indonesia (69,3%) oleh penulis tesis lebih banyak digunakan daripada literatur berbahasa Inggris (30,7%) dan asing lainnya (0,05%). Kelas subjek Sistem Negara dan Pemerintahan termasuk Demokrasi secara umum (24,5%), dan Teori Ilmu Politik (21%) merupakan kelas subjek literatur yang paling banyak mendapatkan sitiran dalam penyusunan tesis Pascasarjana Ilmu Politik UI 2004-2007. Topik penelitian lain yang hampir sama berjudul “Analisis Sitiran dan Ketersediaan Analisis Sitiran pada Tesis Magister Ilmu Manajemen dan Ketersediaan Dokumen di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan menggunakan metode dokumentasi, dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara mengakses Repository USU dan mengunduhnya. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 38 Tesis. Jumlah sampel dalam penelitian yang diambil dengan teknik random sampling sebanyak 14 Tesis dengan jumlah 402 sitiran. Untuk mengetahui jumlah jenis dokumen yang disitir menggunakan rumus persentase, untuk mengetahui usia dokumen, menggunakan rumus median, dan untuk mengetahui ketersediaan dokumen menggunakan daftar checklist kemudian diinterpretasikan kedalam tabel. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh dari jenis dokumen yang disitir Tesis tahun 2015 mahasiswa magister USU, buku adalah dokumen yang paling banyak disitir dari tiga jenis dokumen lainnya, yaitu dengan jumlah 60%. Selanjutnya, Jurnal dengan jumlah 32.3%, kemudian tesis dan disertasi yaitu 7.7%. Untuk usia dokumen yang disitir, buku memiliki usia 11 tahun, jurnal memiliki usia 6 tahun, dan tesis-disertasi memiliki usia 6 tahun. Sedangkan untuk ketersediaan dokumen di perpustakaan yang diambil dari hasil perhitungan pada daftar checklist yaitu sitiran yang berasal dari buku berjumlah 401 dokumen, jurnal 130 dokumen, dan tesis-disertasi berjumlah 31 dokumen, dengan presentase untuk ketersediaannya adalah jenis buku berjumlah 69%, jurnal 29%, dan tesisdisertasi 32%. Secara keseluruhan ketersediaan dokumen yang disitir tesis ilmu manajemen tahun 2015 adalah 53,5%, dan yang tidak tersedia 46,5%. Jenis dokumen yang paling banyak disitir pada penelitian ini adalah buku. Penelitian tesis sejenis lainnya dilakukan oleh M. Pandu Ristiyono (2008) dari Institut Pertanian Bogor dengan judul “Pemetaan Bidang Ilmu berdasarkan Artikel Jurnal Pendidikan Universitas Terbuka Tahun 1999-2007: menggunakan analisis co-words”. Selanjutnya pada tahun 2009, para peneliti dan pustakawan dari PDII-LIPI juga melakukan penelitian sejenis yang dilakukan oleh Sri Hartinah, et al dengan judul penelitian “Peta Perkembangan Bidang Energi Berdasarkan Literatur Kelabu di Indonesia”. Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk menganalisis subjek penelitian dalam rangka menyusun peta penelitian energi yang dilakukan oleh Lembaga R & D dan mahasiswa di Indonesia. Selain itu, pada tahun 2012 juga terdapat penelitian sejenis lainnya dari Institut Pertanian Bogor yang dilakukan oleh Lukman Budiman (2012) dengan judul tesis “Analisis Bibliometrika Berdasarkan Pendekatan CoWords: Pemetaan Laporan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Biologi-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)”. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian yang telah dijabarkan diatas, namun penelitin ini memiliki perbedaan dari penelitianpenelitian di atas. Pada penelitian ini, peneliti akan melihat sebaran topik dan lokasi penelitian skripsi mahasiswa Program Studi Ilomu Perpustakaan DIPI FIB UI tahun 2013-2017. B. Komunikasi Ilmiah Dalam lingkungan penelitian akademis, komunikasi ilmiah menjadi bagian sentral dari proses berpikir (UNESCO, 2015). Komunikasi ilmiah dapat dilakukan menggunakan saluran komunikasi tertentu oleh para ilmuwan dan akademisi. Komunikasi ilmiah didefinisikan sebagai suatu sistem yang dimulai dari penelitian dan tulisan ilmiah, dievaluasi kualitasnya, disebarluaskan ke komunitas ilmiah dan dilestarikan untuk digunakan di masa mendatang (Association of Research Libraries, 2014). Mukherjee (2009) berkeyakinan bahwa tidak ada definisi tunggal dari istilah komunikasi ilmiah. Komunikasi ilmiah terkadang didefinisikan secara sempit sebagai literatur peer-reviewed yang diterbitkan setelah selesainya sebuah penelitian (Rowlands, Nichols, dan Huntington 2004), tetapi definisi yang lebih luas mencakup semua komunikasi di antara peneliti (Harnad 1995). Borgman (2000) mendeskripsikan komunikasi ilmiah sebagai studi tentang cara ilmuwan dalam bidang apa pun dalam menggunakan dan menyebarkan informasi melalui saluran formal dan informal. Whitley (2000) mengatakan bahwa komunikasi adalah aspek penting suatu penelitian dan pentingnya komunikasi ilmiah ini ditunjukkan melalui peneliti lain. Griffith (1990) berpendapat bahwa komunikasi ilmiah adalah sarana untuk menyelidiki proses sosial dan kognitif yang mendasari dalam sains. Cronin (2003) mengatakan bahwa: “Memahami cara para ilmuwan bekerja, cara mereka berinteraksi dengan sejawat dan publik, bukan hanya menarik secara intrinsik bagi para etnografer, sosiolog sains, dan banyak lainnya, tetapi memiliki pengaruh pada pengembangan sumber daya informasi ilmiah yang efektif dan sistem pendukung informasi.” Ciri-ciri ilmu yang diidentifikasi oleh Whitley dari perspektif organisasi sejalan dengan mayoritas definisi komunikasi ilmiah yang semuanya berfokus pada komunikasi di antara para ilmuwan. Namun, ada pendekatan lain. Komunikasi ilmiah yang tidak harus didefinisikan secara terbatas pada komunikasi sejawat saja. Menurut Jankowsky (2008): “Komunikasi ilmiah dipandang sebagai penyajian temuan penelitian untuk masyarakat, pemerintah, dan lembaga penelitian, untuk tujuan berbagi dan berkontribusi terhadap pengetahuan.” Posisi literatur dalam komunikasi ilmiah adalah hasil dari sistem komunikasi ilmiah yang berupa artikel jurnal yang ditulis oleh para ahli di bidangnya atau hasil dari suatu penelitian, pada penelitian ini khususnya bidang gempa bumi di Indonesia yang telah terindeks scopus. Kajian tentang komunikasi ilmiah antara lain pertumbuhan informasi ilmiah, hubungan antara bidang penelitian dan disiplin, kebutuhan informasi dan penggunaannya baik kelompok maupun individu serta hubungan antara metode komunikasi formal dan informal (Mukherjee, 2009). Dari berbagai pernyataan di atas, komunikasi ilmiah dapat dilihat sebagai suatu proses penyediaan hasil penelitian melalui publikasi dan preservasi. C. Bibliometrika Ada sejumlah manfaat yang terkait dengan penggunaan analisis bibliometrik. Menurut Ismail et al. (2009) bahwa dalam konteks yang lebih luas, data bibliometrik bersifat independen, objektif, dapat direproduksi, tidak mahal dan ekonomis, memungkinkan untuk membandingkannya secara temporal dan institusional dan dapat diukur dari mikro (peneliti perorangan atau departemen) ke tingkat makro (institusional, nasional atau dunia). Bagi para manajer dan pengusaha manfaatnya dapat mencakup output penelitian ilmiah dari suatu unit, organisasi dan departemen; menganalisis perbandingan antar lembaga dalam bidang serupa di tingkat regional, negara bagian, nasional dan internasional; memperoleh gambaran umum tentang tren kolaborasi penelitian antara lembaga nasional dan internasional; menunjukkan bukti perkembangan suatu disiplin ilmu; menyediakan data untuk mendukung alokasi dana penelitian; menganalisa bidang penelitian yang telah dibiayai; dan memberikan informasi tentang posisi atau peringkat dalam pendidikan, profesional, penelitian atau komunitas ilmiah (Bellis, 2009). Bibliometrika memiliki konsep kajian yang menjadi ruang lingkupnya. Council of Canadian Academies dalam Bornman Lutz (2014) menyatakan bahwa, “Bibliometrics on a professional level does not only evaluate the observed citations from publications, but also calculates normalized indicators which take into account that citations have different expected values depending on subject area and publication year”. Artinya bibliometrika pada tingkat profesional tidak hanya mengevaluasi kutipan yang diamati dari publikasi, tetapi juga menghitung indikator normal yang memperhitungkan bahwa kutipan memiliki nilai yang berbeda tergantung pada wilayah subjek dan tahun publikasi. Pendapat yang sama oleh Bornman Lutz (2014,2) bahwa, “Evaluative bibliometrics compare the citation impact of researchers, research groups and institutions with each other across timescales and disciplines. Both factors, discipline and period – have an influence on the citation count which is independent of the quality of the publication”. Artinya, evaluasi bibliometrika membandingkan dampak kutipan dari peneliti, kelompok peneliti, dan lembaga yang satu dengan yang lain dalam skala waktu dan kedisiplinan. Kedua faktor, dispilin dan waktu/periode, memliki pengaruh pada hitungan kutipan dari kualitas publikasi. Pada dasarnya, kedua pendapat di atas memiliki konsep pengertian yang sama terhadap bibliometrika yaitu sama- sama menekankan bahwa studi bibliometrika tidak hanya memperhatikan kutipan dari peneliti, tetapi juga memperhatikan waktu atau periode dan juga kualitas publikasi informasi tersebut. Bibliometrik juga dapat memberikan informasi yang berharga bagi para peneliti, pendidik dan pustakawan termasuk memverifikasi persepsi terhadap publikasi itu sendiri, mengidentifikasi titik lemah publikasi seseorang, memberikan gambaran dari jaringan penelitian yang sudah ada, mempertahankan relevansi dan daya saing, dan mengidentifikasi kemungkinan kolaborasi penelitian. Untuk lembaga donor, data bibliometrik dapat membantu untuk menginformasikan proses penyelesaian dan alokasi pendanaan penelitian (Bornmann & Leydesdorff, 2014). Untuk disiplin tertentu, analisis bibliometrik dapat membantu mengidentifikasi bidang yang sedang diteliti, bidang yang mungkin memerlukan lebih banyak diteliti dan bagi individu dapat mengetahui kontributor yang paling aktif (Brown & Gutman, 2018). D. Perpustakaan Akademik Menurut Prythech (2011) perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustkaan yang beradaa dibangun, dipelihara, dan diadministrasikan oleh sebuah perguruan tinggu untuk memenuhi kebutuhan informasi mahasiwa dan staf akademiknya. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 24 tahun 2017 dinyatakan bahwa Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah perpustakaan yang merupakan bagian integral dari kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di perguruan tinggi. Sulistyo-Basuki (1991) juga memberikan pendapat yang sama mengenai definisi perpustakaan akademik ini yaitu perguruan akademik merupakan perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi, bertujuan utama untuk membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya. Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada dalam lingkungan akademik perguruan tinggi dengan fungsi pendukung untuk mecapai tujuan perguruan tinggi yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Perpustakaan dalam lingkungan perguruan tinggi merupakan bagian penting sebagai penyedia informasi sivitas akademika dari perguruan tinggi itu sendiri. E. Pangkalan data UIANA Pangkalan data UIANA merupakan pangkalan data yang memuat kumpulan koleksi karya ilmiah yang diterbitkan oleh sivitas akademika Universitas Indonesia dalam berbagai jenis seperti tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, makalah dan kertas kerja, pidato, dan publikasi untuk memenuhi kewajiban serah simpan karya ilmiah bagi sivitas akademika Universitas Indonesia. Pangkalan data UIANA dapat diakses melalui situs perpustakaan Universitas Indonesia dan termasuk ke dalam salah satu kategori dalam menu koleksi. Koleksi UIANA merupakan salah satu bentuk layanan informasi yang diberikan oleh perpustakan Universitas Indonesia yang dapat diakses dengan dua cara, yaitu secara online melalui www.lib.ui.ac.id dengan log in menggunakan username dan password sebagai bentuk layanan akses dan komputer, serta dengan mengunjungi gedung perpustakaan pusat Universitas Indonesia bagian sirkulasi sebagai bentuk layanan sirkulasi informasi koleksi.

Method

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dengan metode kuantitatif, dimaksudkan penelitian ini akan memperoleh data dan temuan secara deskriftif terhadap berbagai persoalan bibliometrika skripsi mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yang diunggah tahun 2013-2017. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi deskriptif tentang kecenderungan topik skripsi prodi Ilmu Perpustakaan FIB UI sebagai bagian dari upaya pengamatan perkembangan keilmuan melalui tugas akhir mahasiswa Prodi S1 Ilmu Perpustakaan UI yang diunggah di UIANA. Penelitian deskriptif ini akan memberikan gambaran yang detail tentang pola-pola kecenderungan topik skripsi pada bidang subjek ilmu perpustakaan yang tersimpan dalam Pangkalan data UIANA. Data judul skripsi mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan DIPI FIB UI yang berjumlah 420 judul ini diunduh dari back office Pangkalan data UIANA yang dikelola menggunakan perangkat lunak LONTAR.

Discussion

Universitas Indonesia merupakan suatu lembaga pendidikan yang berperan penting dalam bidang pendidikan di Indonesia. Selain menghasilkan lulusan terbaik di masing-masing bidang studi, juga menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi dalam kemajuan serta perkembangan bidang pendidikan dan keilmuan. Universitas Indonesia terdiri atas berbagai fakultas, salah satunya adalah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya yang juga terdiri atas berbagai program studi. Program studi Ilmu Perpustakaan yang berada di bawah Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi adalah salah satu dari banyak program studi yang berada dalam lingkup Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Tugas akhir merupakan karya ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa, termasuk mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan, sebagai syarat kelulusan yang akan diserahkan serta disimpan di perpustakaan pusat Universitas Indonesia sebagai sumber informasi penelitian dan untuk memenuhi kewajiban serah simpan karya ilmiah. Dalam proses pembuatan tugas akhir, mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan tentunya melakukan penelitian dengan melakukan pengumpulan serta analisis data dengan berbagai topik dan sumber pengumpulan data. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap kecenderungan mahasiswa dalam pemilihan topik dan lokus, yakni Perpustakaan Nasional (PN), Perpustakaan Umum (PU), Perpustakaan Khusus (PK), Perpustakaan Perguruan Tinggi (PPT), Perpustakaan Sekolah (PS), Pusat Arsip (PA), dan Pusat Rekod (PR). Hasil temuan yang didapatkan adalah sebagai berikut: TABEL 1. DATA PEMINATAN LOKUS PENELITIAN DALAM PERIODE 2013-3017 Lokus Periode 2017 2016 2015 2014 2013 N % PN 7 8 1 3 4 23 5.6 PU 8 12 10 15 21 66 16.0 PK 15 18 16 12 16 77 18.7 PPT 11 16 13 19 15 74 18.0 PS 3 3 3 5 4 18 4.4 PA 3 4 5 8 13 33 8.0 PR 2 6 1 7 5 21 5.1 Lainnya 14 30 17 15 24 100 24.3 N 63 97 66 84 102 412 100 % 15.3 23.5 16.0 20.4 24.8 100 TABEL 2. DATA PEMINATAN TOPIK DALAM PERIODE 2013-2017 Topik Periode 2017 2016 2015 2014 2013 N % Administrasi Arsip 1 0 2 2 1 6 1.5 Aplikasi Teknologi 1 0 1 1 2 5 1.2 Pengelola Informasi Fasilitas dan Layanan 19 18 15 23 29 104 25.2 Infososbud 3 9 0 5 3 20 4.9 Jaringan Lembaga Informasi 1 0 0 0 1 2 0.5 Komunikasi profesional informasi 0 0 0 3 1 4 1.0 Literasi Informasi 10 13 14 12 15 64 15.5 Manajemen Rekod 2 10 1 9 8 30 7.3 Manajemen informasi 1 1 1 1 2 6 1.5 Manajemen Koleksi 4 9 8 4 8 33 8.0 Manajemen Pengetahuan 1 5 0 0 0 6 1.5 Manajemen Perpustakaan 6 7 4 7 2 26 6.3 Manajemen Perpustakaan Digital 0 3 0 0 1 4 1.0 Manajemen SDM 1 5 4 2 7 19 4.6 Pangkalan data lembaga informasi 0 2 1 0 1 4 1.0 Pemasaran 2 4 2 4 3 15 3.6 Preservasi dan Konservasi 6 5 6 5 12 34 8.3 Profesi Informasi 3 6 5 4 2 20 4.9 Rekod dan Arsip Elektronik 2 0 0 0 0 2 0.5 Sistem Pemberkasan 0 0 2 2 4 8 1.9 N 63 97 66 84 102 412 100 % 15.3 23.5 16.0 20.4 24.8 100 Dalam Pangkalan Data skripsi mahasiswa program Studi Ilmu Perpustakaan FIB UI yang diunggah ke pangkalan data UIANA periode 20132017 terdapat 412 judul skripsi. Keseluruhan judul skripsi tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan topik dan lokus penelitian. A. Kecenderungan pemilihan lokasi penelitian TABEL 3. KECENDERUNGAN PEMILIHAN TOPIK PENELITIAN TABEL LOKUS Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 Jml % N % N % N % N % N % PN 4 3,9 3 3,6 1 1,5 8 8,2 7 11,1 23 5.6 PU 21 20,6 15 17,9 10 15,2 12 12,4 8 12,7 66 16.0 PK 16 15,7 12 14,3 16 24,2 18 18,6 15 23,8 77 18.7 PPT 15 14,7 19 22,6 13 19,7 16 16,5 11 17,5 74 18.0 PS 4 3,9 5 6,0 3 4,5 3 3,1 3 4,8 18 4.4 PA 13 12,7 8 9,5 5 7,6 4 4,1 3 4,8 33 8.0 PR 5 4,9 7 8,3 1 1,5 6 6,2 2 3,2 21 5.1 Lainnya 24 23,5 15 17,9 17 25,8 30 30,9 14 22,2 100 24.3 Jumlah 102 100 84 100 66 100 97 100 63 100 412 100 % 24.8 20.4 16.0 23.5 15.3 Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa lokus penelitian yang paling banyak dipilih oleh mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan FIB UI selama periode 2013-2017 adalah katagori lokus Lainnya yaitu sebanyak 100 skripsi atau sejumlah 24,3% dari 412 skripsi dan diikuti oleh lokus Perpustakaan Khusus dan lokus perpustakaan perguruan tinggi masing-masing sebanyak 77 skripsi atau sejumlah 18,7% dan 74 skripsi atau sejumlah 18%. Hasil temuan tersebut menunjukkan bahwa selama periode 2013-2017 mayoritas mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan FIB UI cenderung memilih lokus lainnya dalam pengerjaan tugas akhir. Sedangkan yang paling sedikit dipilih adalah lokus perpustakaan sekolah yaitu sebanyak 18 skripsi atau sejumlah 4,4% selama periode 2013-2017. B. Kecenderungan Pemilihan Topik Penelitian TABEL 4. KECENDERUNGAN PEMILIHAN TOPIK PENELITIAN Topik Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 Jml % N % N % N % N % N % Administrasi Arsip 1 1,0 2 2,4 2 3,0 0 0,0 1 1,6 6 1.5 Aplikasi Teknologi Pengelola Informasi 2 2,0 1 1,2 1 1,5 0 0,0 1 1,6 5 1.2 Fasilitas dan Layanan 29 28,4 23 27,4 15 22,7 18 18,6 19 30,2 104 25.2 Infososbud 3 2,9 5 6,0 0 0,0 9 9,3 3 4,8 20 4.9 Jaringan Lembaga Informasi 1 1,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 1,6 2 0.5 Komunikasi profesional informasi 1 1,0 3 3,6 0 0,0 0 0,0 0 0,0 4 1.0 Literasi Informasi 15 14,7 12 14,3 14 21,2 13 13,4 10 15,9 64 15.5 Manajemen Rekod 8 7,8 9 10,7 1 1,5 10 10,3 2 3,2 30 7.3 Manajemen informasi 2 2,0 1 1,2 1 1,5 1 1,0 1 1,6 6 1.5 Manajemen Koleksi 8 7,8 4 4,8 8 12,1 9 9,3 4 6,3 33 8.0 Manajemen Pengetahuan 0 0,0 0 0,0 0 0,0 5 5,2 1 1,6 6 1.5 Manajemen Perpustakaan 2 2,0 7 8,3 4 6,1 7 7,2 6 9,5 26 6.3 Manajemen Perpustakaan Digital 1 1,0 0 0,0 0 0,0 3 3,1 0 0,0 4 1.0 Manajemen SDM 7 6,9 2 2,4 4 6,1 5 5,2 1 1,6 19 4.6 Pangkalan data lembaga informasi 1 1,0 0 0,0 1 1,5 2 2,1 0 0,0 4 1.0 Pemasaran 3 2,9 4 4,8 2 3,0 4 4,1 2 3,2 15 3.6 Preservasi dan Konservasi 12 11,8 5 6,0 6 9,1 5 5,2 6 9,5 34 8.3 Profesi Informasi 2 2,0 4 4,8 5 7,6 6 6,2 3 4,8 20 4.9 Rekod dan Arsip Elektronik 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 2 3,2 2 0.5 Sistem Pemberkasan 4 3,9 2 2,4 2 3,0 0 0,0 0 0,0 8 1.9 Jumlah 102 100 84 100 66 100 97 100 63 100 412 100 % 24.8 20.4 16.0 23.5 15.3 Pada tahun 2013, dapat diketahui bahwa topik penelitian yang paling banyak dipilih adalah topik fasilitas dan layanan sebanyak 29 skripsi atau sejumlah 28,4% dan paling sedikit adalah topik rekod dan arsip elektronik sebanyak 0 skripsi. Kemudian, pada tahun 2014 topik penelitian yang paling banyak dipilih adalah topik fasilitas dan layanan sebanyak 23 skripsi atau sejumlah 27,4% dan paling sedikit adalah topik jaringan lembaga informasi, topik manajemen pengetahuan, topik manajemen perpustakaan digital, topik pangkalan data lembaga informasi, dan topik rekod dan arsip elektronik masing-masing sebanyak 0 skripsi. Selanjutnya, pada tahun 2015 topik penelitian paling banyak dipilih adalah topik fasilitas dan layanan sebanyak 15 skripsi atau sejumlah 22,7% dan paling sedikit adalah topik infososbud, topik jaringan lembaga informasi, topik komunikasi profesional informasi, topik manajemen pengetahuan, topik manajemen perpustakaan digital, dan topik rekod dan arsip elektronik masing-masing sebanyak 0 skripsi. Pada tahun 2016, didapatkan bahwa topik penelitian yang paling banyak dipilih adalah topik fasilitas dan layanan sebanyak 18 skripsi atau sejumlah 18,6% dan paling sedikit adalah topik administrasi arsip, topik aplikasi teknologi pengelolaan informasi, topik jaringan lembaga infomasi, topik komunikasi profesional informasi, topik rekod dan arsip elektronik, dan topik sistem pemberkasan masing-masing sebanyak 0 skripsi. Terakhir, pada tahun 2017 didapatkan bahwa topik penelitian yang paling banyak dipilih adalah topik fasilitas dan layanan sebanyak 19 skripsi atau sejumlah 30,2% dan paling sedikit adalah topik komunikasi profesional informasi, topik manajemen perpustakaan digital, topik pangkalan data lembaga informasi, dan topik sistem pemberkasan masingmasing 0 skripsi. Selain itu, dapat diketahui juga bahwa topik penelitian yang paling banyak dipilih selama periode 2013-2017 adalah topik fasilitas dan layanan sebanyak 104 skripsi atau sejumlah 25,2% dari 412 skripsi, kemudian diikuti oleh topik literasi informasi dan topik preservasi dan konservasi masing-masing sebanyak 64 skripsi dan 34 skripsi atau sejumlah 15,5% dan 8,3%. Hasil temuan tersebut manunjukkan bahwa mayoritas mahasisa program studi Ilmu Perpustakaan cenderung memilih topik fasilitas dan layanan dalam pengerjaan tugas akhir. Sedangkan yang paling sedikit dipilih adalah topik jaringan lembaga informasi sebanyak 2 skripsi atau sejumlah 0,5% dan topik rekod dan arsip elektronik sebanyak 2 skripsi atau sejumlah 0,5% selama periode 20132017.

Conclusion

Berdasarkan hasil temuan serta analisis data, dapat disimpulkan bahwa lokus yang paling banyak dipilih selama periode 2013-2017 adalah lainnya dan yang paling sedikit dipilih adalah perpustakaan sekolah. Sedangkan topik penelitian yang paling banyak dipilih selama periode 2013-2017 adalah fasilitas layanan dan yang paling sedikit dipilih adalah jaringan lembaga informasi, rekod dan arsip elektronik. Sebagian besar mahasiswa memilih mendapatkan data melalui sumber lain seperti museum, film, novel, sosial media, penyebaran informasi, maupun orang sebagai objek penelitian dengan topik manajemen pengetahuan, perilaku, dan perspektif terhadap suatu hal. Kemajuan teknologi dan media informasi serta perkembangan keilmuan menyebabkan semakin banyaknya lokus dan topik penelitian yang bisa dieksplorasi dan tidak terbatas hanya pada topik yang berkaitan dengan pusat informasi atau lembaga informasi saja, tetapi dapat meluas sampai budaya informasi pada suatu masyarakat. Di sisi lain, penelitian dengan topik yang berkaitan dengan fasilitas dan layanan serta manajemen suatu pusat informasi atau lembaga informasi juga banyak dibahas oleh mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan FIB UI. Dari gambaran penyebaran lokus dan topik selama periode 2013-2017, terlihat adanya fluktuasi pilihan lokus dan topik pada tiap tahunnya. Hal ini dapat terjadi karena perkembangan teknologi informasi, perkembangan sosial budaya serta pola dan perilaku dalam masyarakat yang begitu pesat yang turut mempengaruhi minat mahasiswa dalam memilih dan menentukan lokus serta topik dalam menulis tugas akhir dalam rangka menyelesaikan studi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi gambaran dan masukan sebagai bahan pertimbangan evaluasi bagi akademisi dan profesional di bidang keilmuan Ilmu Perpustakaan dan informasi untuk dapat mengembangkan bidang keilmuan tersebut agar lebih maju dan lebih baik lagi serta dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Peneliti juga menyarankan agar hasil penelitian ini juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola SDM pangkalan data UIANA untuk meningkatkan ketelitian dalam melakukan proses input data koleksi.