Kembali
16
1
2023 Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 32 · 1 ISSN 2541-0814

Pola Kepengarangan, Kolaborasi, Dan Pemetaan Artikel Jurnal Ilmu Ternak Dan Veteriner (2010-2019) Authorships Pattern, Collaboration, and Articles Mapping of Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner (2010-2019)

Kementerian Pertanian

Abstrak

Penelitian dilakukan untuk mempelajari pola kepengarangan, kolaborasi penulis, dan memetakan artikel berdasarkan kata kunci pada Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner terbitan tahun 2010-2019. Analisis bibliometrik telah dilakukan untuk menentukan pola kepengarangan dan kolaborasi penulis. Pemetaan artikel dengan memanfaatkan kata kunci juga dilakukan dengan bantuan aplikasi VOSviewer. Hasil penelitian menemukan 313 artikel ilmiah dengan jumlah penulis sebanyak 1.107 orang. Pola kepengarangan didominasi oleh penulis ganda dengan persentase terbesar 32,88%, dimana artikel ilmiah ditulis oleh empat penulis dan indeks kolaborasi (CI) sebesar 0,9828. Pemetaan artikel dengan VOSviewer mengelompokkan artikel-artikel JITV berdasarkan kata kunci dalam 5 klaster.

Abstract

A study has been conducted to study authorships pattern, author collaboration, and articles mapping based on keywords in Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner (JITV) for the 2010-2019 period. Bibliometric analysis has been carried out to determine the patterns of authorship and collaboration of authors. Articles mapping based on keywords has also been done with the VOSviewer application. The results revealed 313 scientific articles with 1,107 authors. The authorship pattern was dominated by multiple authors with the largest percentage 32.88% which scientific articles written by four authors, and collaboration index (CI) of 0.9828. Article mapping with VOSviewer application grouped JITV articles based on its keywords into 5 clusters.
Keywords: Bibliometric analysis · authorship patterns · collaboration · article mapping

Introduction

Sektor pertanian penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Sasaran umum kebijakan Kementerian Pertanian 2020-2024 adalah tercapainya pertanian maju, mandiri, dan modern yang dapat dicapai dengan strategi utama, yaitu: (1) meningkatkan kesejahteraan petani, (2) mewujudkan ketahanan pangan, dan (3) meningkatkan daya saing komoditas pertanian. Selain itu, Kementerian Pertanian juga mencanangkan lima cara bertindak (CB), yang meliputi: (1) peningkatan kapasitas produksi, (2) diversifikasi pangan lokal, (3) penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, (4) pengembangan pertanian modern, dan (5) gerakan tiga kali ekspor (Gratieks) (Kementerian Pertanian, 2021). Kebijakan tersebut dapat dicapai dengan teknologi dan inovasi pertanian yang dihasilkan dari kegiatan penelitian dan pengembangan. Hasil penelitian perlu dikomunikasikan kepada pengguna melalui berbagai media komunikasi, di antaranya adalah jurnal ilmiah. Eugene Garfield merupakan pelopor studi bibliometrik dan juga pendiri Institute for Scientific Information (Thomson Reuters) yang mengimplementasikan metode bibliometrik dalam penelitian-penelitiannya. Demsar and Juznic (2014) menyatakan tujuan dilakukannya penelitian bibliometrik di perpustakaan khusus dan perguruan tinggi adalah karena bibliometrik dapat menjadi alat promosi penting bagi pustakawan yang bertanggung jawab terhadap data. Wagner et al. (2011) juga menambahkan bahwa bibliometrik bisa juga digunakan untuk analisis kebijakan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk evaluasi serta penciptaan indikator. Publikasi ilmiah dalam jurnal yang terindeks pangkalan data tertentu mempunyai beberapa keuntungan, di antaranya dapat terdistribusi secara luas sesuai dengan cakupan pangkalan data tersebut. Publikasi ilmiah pada jurnal merupakan indikator dari terdiseminasikannya sebuah hasil riset. Mengingat pentingnya publikasi bagi penelitian, tidak saja pada saat perencanaan dan pelaksanaan saja, tetapi juga ketika hasil penelitian hendak diterbitkan. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Natakusumah (2014) yang menyatakan bahwa terbitan ilmiah berkala merupakan sumber informasi primer dan media komunikasi yang cukup penting untuk para peneliti dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil penelitiannya. Produktivitas para peneliti sebagai pemeran utama pertumbuhan artikel ilmiah ditentukan banyak faktor. Terlebih lagi apabila jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan sering dijadikan alat penilaian kinerja. Oleh karena itu, dalam menghasilkan publikasi ilmiah, pola kepengarangan secara individu maupun kolaborasi dapat dilakukan. Bagi para peneliti sektor peternakan dan veteriner dapat memublikasikan artikel ilmiah dan hasil risetnya di Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner (JITV) yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak). Jurnal ini sudah terakreditasi dan terindeks Scopus sejak tahun 2020. Kolaborasi penulisan artikel ilmiah semakin banyak dilakukan. Hasil penelitian Gazni et al. (2012) menemukan 13.917.488 dokumen pada basis data Thomson Reuters, dan hanya 25,13% artikel yang dihasilkan penulis individu. Hasil kajian ini menegaskan bahwa penulisan individu semakin kecil dan pilihan untuk kolaborasi semakin banyak. Fenomena yang sama dikemukakan oleh Natakusumah (2014), Rohanda dan Winoto (2019), serta Rahayu dan Tarwan (2020). Berbeda dengan temuan tersebut, Rahayu dan Tupan (2018), dan Rahayu (2020) melaporkan penulis tunggal lebih banyak dibandingkan dengan penulis berkolaborasi pada beberapa publikasi bidang kearsipan dan perpustakaan. Kolaborasi merupakan upaya penulisan karya tulis imiah yang dilakukan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih. Kolaborasi dalam penulisan seringkali diawali dengan penelitian bersama terlebih dahulu, kemudian melakukan kolaborasi dalam penulisan. Widuri dan Prasetyadi (2018) menegaskan bahwa dibutuhkan kerja sama antara peneliti maupun instansi, baik dalam hal gagasan atau ide, pendanaan, sarana, maupun peralatan. Melalui kolaborasi, penulis mempunyai kesempatan berbagi pengetahuan, keahlian, dan teknik tertentu dalam sebuah ilmu (Rahayu dan Rachmawati, 2015). Selain itu, kolaborasi dapat memecahkan permasalahan kompleks sehingga dapat menghasilkan karya ilmiah dengan kualitas yang lebih baik. Penelitian mengenai tingkat kolaborasi telah banyak dilakukan. Rahayu dan Rachmawati (2015) mencatat sepuluh tulisan yang membahas mengenai kolaborasi. Pengukuran kolaborasi juga telah dilakukan. Syarianah (2023) tidak melakukan penghitungan untuk mengukur tingkat kolaborasi penulis pada penelitiannya. Tingkat kolaborasi hanya ditunjukkan secara deskriptif dengan persentase. Metode penghitungan yang berbeda dilakukan oleh Azizah et al. (2022), Rahayu dan Azizah (2022), demikian juga Andriaty (2022), yang melakukan pengukuran tingkat kolaborasi dengan menggunakan rumus Subramanyam. Rumus ini digunakan untuk mencari tingkat kolaborasi dengan membandingkan jumlah tulisan hasil berkolaborasi dibagi dengan keseluruhan jumlah tulisan. Liao dan Yen (2012) dan Himawanto (2015, 2017) mengukur kolaborasi dengan menghitung indeks kolaborasi, tingkat kolaborasi, koefisien kolaborasi, dan modifikasi koefisien kolaborasi. Visualisasi yang dilakukan untuk pemetaan sains telah mendapat perhatian sejak dimulainya riset bibliometrik. Berbagai perangkat lunak visualisasi ditawarkan dengan maksud mengkonstruksikan dan melihat indikator bibliometrik dalam beragam tampilan berwujud peta. VOSviewer adalah salah satunya dan cukup populer di kalangan pustakawan. Aplikasi ini dibangun oleh Lembaga Riset Universitas Leiden di Belanda. VOSviewer menjadi perangkat lunak visualisasi yang memberi perhatian khusus untuk merepresentasikan grafis peta bibliometrik (Eck and Waltman, 2010). VOSviewer sejauh ini hanya memanfaatkan basis data tertentu. Kajian di Indonesia pada umumnya memanfaatkan pangkalan data Scopus (Tupan, 2016a, 2016b; Tupan dan Nashihuddin, 2016) dan menyertakan piranti tambahan seperti BibExcel (Noeraida dan Sustini, 2018, Tupan dan Rachmawati, 2017). Hingga kini, pemanfaatan VOSviewer dengan pendekatan kata kunci berbahasa Indonesia atau jurnal terbitan Indonesia belum ditawarkan (Himawanto, 2017). Noeraida dan Sustini (2018) menjelaskan secara rinci cara kerja pemetaan topik dengan VOSviewer. Pemanfaatan tesaurus yang ditujukan untuk mengolah data bisa mendapatkan hasil maksimal, artinya tidak ditemukan pengulangan kata kunci. Senada dengan itu, Su et al. (2021) mencatat bahwa file tesaurus diperlukan untuk menggabungkan kata kunci dengan arti yang sama, misalnya, istilah “sheep” dan “sheeps”. Demikian juga, tesaurus digunakan untuk menghindari kata kunci dalam klaster yang berbeda namun dengan makna yang sama. Penyajian klaster memerlukan pembedahan setiap klaster, maksudnya adalah menelaah hasil dari data yang disajikan. Demikian pula pernyataan Gudanowska (2017) bahwa deskripsi dari setiap klaster disajikan dengan penjelasan masing-masing klaster agar pembaca memahami hasil dari pemetaan pengetahuan. Dalam VOSviewer, ukuran bulatan (node) dapat mencerminkan frekuensi kata kunci. Semakin tinggi frekuensi kata kunci, semakin besar ukuran node (Farida dan Firmansyah, 2020). Yu et al. (2020) menambahkan bahwa kurva antara node mewakili kejadian yang bersamaan dalam publikasi yang sama. Semakin pendek jarak antara dua node, semakin besar jumlah kemunculan kedua kata kunci tersebut. Agenda riset pertanian yang telah dipublikasikan harus dievaluasi. JITV sebagai salah satu publikasi yang telah lama merepresentasikan agenda ketahanan pangan dalam sektor peternakan perlu untuk dikaji. Sejauh ini belum banyak kajian yang secara spesifik terkait dengan jurnal tersebut. Terkait dengan masalah di atas, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pola kepengarangan, tingkat kolaborasi penulis, pemetaan artikel pada JITV berdasarkan analisis pada kata kunci, dan visualisasi keterkaitan hasil riset bidang peternakan dan veteriner menggunakan aplikasi VOSviewer.

Method

Kajian dilakukan dengan pendekatan analisis bibliometrik. Kajian ini diawali dengan melakukan identifikasi terhadap seluruh artikel JITV yang terdapat pada pangkalan data perpustakaan Kementerian Pertanian, yaitu artikel yang terdapat dalam laman web https://medpub.litbang. pertanian.go.id/index.php/jitv/index periode 2010-2019. Hasil identifikasi diperoleh 313 artikel ilmiah dengan jumlah penulis sebanyak 1.107 orang. Pola kepengarangan diperoleh melalui analisis artikel dengan menggunakan teknik file format buku kerja dengan ekstensi (.xls). Selanjutnya, artikel tersebut dipisahkan beberapa atribut, yaitu judul artikel, nama penulis, afiliasi, dan tahun terbit sebagai data dalam kolom buku kerja yang berbeda. Terakhir dihitung jumlah penulis untuk masing-masing artikel. Kolaborasi pengarang diukur dengan indeks kolaborasi (CI). Indeks kolaborasi ditentukan berdasarkan rumus sebagai berikut: Keterangan: CI : Indeks kolaborasi f j : Jumlah artikel yang memiliki j penulis q : Jumlah maksimal penulis dalam satu artikel ilmiah N : Total artikel ilmiah (1) Struktur Data (2) Analisis Data (3) Indikator Hasil (4) Tujuan Penelitian MS Excel Jumlah Pengarang 1. Penentuan pola kepengarangan 2. Pengukuran kolaborasi 1. Penentuan pola kepengarangan 2. Indeks kolaborasi (CI) 1. Menentukan pola kepengarangan 2. Menentukan kolaborasi pengarang MS Excel (CSV) Kata kunci Kemunculan Kata kunci Pemetaan artikel dengan VOS viewer 1. Klasterisasi kata kunci 2. Peta artikel dengan kata kunci Gambar 1. Alur skema pengkajian Penentuan tren topik menggunakan aplikasi VOSviewer. Kata kunci dari masing-masing artikel diidentifikasi, kemudian ditabulasi sebagai file comma separated values (.csv). Pada penentuan tren topik ini, kata kunci yang berbeda tetapi mempunyai kesamaan arti harus diwakili oleh satu kata saja. Demikian juga penulisan harus tepat. Kata kunci yang sudah bersih kemudian dieksekusi dalam aplikasi VOSviewer. Hasilnya adalah peta klaster topik yang menunjukkan keterkaitan antar-kata kunci.

Result & Discussion

Pola Kepengarangan Tabel 1 memperlihatkan pola kepengarangan JITV periode 2010-2019. Dari sepuluh pola kepengarangan tidak terdapat kepengarangan dengan sembilan penulis. Temuan memperlihatkan bahwa artikel dengan empat penulis merupakan artikel dengan jumlah tertinggi (32,88%), diikuti tiga penulis (24,39%), dan lima penulis (17,62%). Dari hasil temuan ini, pola kolaborasi antara dua sampai dengan enam penulis cenderung lebih produktif. Data pada Tabel 1 menunjukkan bahwa pola kepengarangan yang dominan adalah pola kepengarangan ganda, artinya satu artikel ditulis oleh lebih dari satu pengarang. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Natakusumah (2014), Rohanda dan Winoto (2019), serta Rahayu dan Tarwan (2020). Berdasarkan temuan tersebut, pola berkolaborasi untuk Tabel 1. Pola kepengarangan JITV tahun 2010-2019 Kepengarangan Jumlah artikel ilmiah Persentase 4 penulis 364 32,88 3 penulis 270 24,39 5 penulis 195 17,62 6 penulis 102 09,21 2 penulis 100 09,03 7 penulis 021 01,90 10 penulis 020 01,81 1 penulis 019 01,72 8 penulis 016 01,45 menghasilkan artikel ilmiah menjadi lebih besar dan produktif dibandingkan dengan artikel ilmiah yang ditulis oleh penulis tungal. Hal ini dikarenakan riset yang dikerjakan dengan subjek yang sangat kompleks akan semakin sempurna hasilnya apabila dilakukan secara kolaborasi. Kolaborasi Pengarang Hasil perhitungan kolaborasi dari penulis pada JITV periode 2010-2019 dan indeks kolaborasi (CI) dapat dilihat pada Tabel 2. ilmiah juga cukup tinggi. Nilai indeks kolaborasi pada Jurnal Pustakawan Indonesia sebesar 0,69 (Rahayu, 2022), pada Indonesian Journal of Chemistry sebesar 0,82 (Maryono dan Junandi, 2012), dan pada Jurnal Hayati sebesar 0,94 (Rahayu dan Saleh, 2017). Pemetaan Artikel JITV Hasil penjumlahan kata kunci dari 313 artikel pada JITV dalam kurun waktu 2010-2019 menunjukkan terdapat 959 Tabel 2. Pengukuran kolaborasi ilmiah 2010 2 125 127 0,9843 2011 1 122 123 0,9919 2012 3 130 133 0,9774 2013 3 122 125 0,9760 2014 0 120 120 1,0000 2015 2 121 123 0,9837 2016 3 101 104 0,9712 2017 0 074 074 1,0000 2018 2 092 094 0,9787 2019 3 081 084 0,9643 019 1088 01107 Indeks kolaborasi menilai kekuatan kerja sama penulis tunggal termasuk lingkup yang diperhitungkan dan tidak bernilai nihil. Analisis bibliometrik menunjukan rata-rata indeks kolaborasi (CI) dari penulis pada JITV periode 2010-2019 sebesar 0,9828. Nilai rata-rata CI pada JITV sudah tinggi. Hal ini dapat menunjukkan kekuatan kerjasama penulis dalam menghasilkan artikel ilmiah pada JITV. Berbagai hasil kajian lain tentang derajat kolaborasi (degree of collaboration) pada publikasi kata kunci dengan kemunculan sebesar 26 kali. Kemunculan kata kunci tertinggi sebanyak 14 kali dan terendah 5 kali. Tabel 3 menunjukkan kemunculan 5 klaster dari pengolahan keseluruhan kata kunci. Klaster tersebut menunjukkan topik penelitian yang dilakukan. Klaster 1 memuat kata kunci: palm kernel cake, fermentation, egg production, enzyme, dan egg quality. Klaster 2 memuat avian influenza, chicken, duck, dan antioxidant. Pada klaster 3 terdapat kata kunci performance, growth, carcass, dan drought stress. Selanjutnya, dalam klaster 4 terdapat kata kunci digestibility, sheep, productivity, dan genetic distance, sedangkan klaster terakhir memuat kata kunci protein, goats, dan in vitro. Pada klaster pertama, palm kernel cake muncul sebagai kata kunci dengan 7 kali occurrence dan 11 kali co-occurrence. Selanjutnya diikuti kata kunci fermentation, enzyme, dan egg production. Antara empat kata kunci tersebut patut diduga ada keterkaitan dan bisa saling berhubungan. Interpretasi dari keterkaitan empat kata kunci tersebut adalah: “terdapat keterkaitan antara palm kernel cake yang difermentasi sebagai pakan dengan bantuan enzim untuk meningkatkan produksi telur”. Selain itu, pada kata kunci egg quality juga dapat diinterpretasikan mempunyai keterkaitan dengan kata kunci lainnya, yaitu: “kualitas telur berkaitan dengan produksi telur yang dihasilkan dari pemberian pakan menggunakan palm kernel cake yang proses pengolahannya dilakukan secara fermentasi dengan bantuan enzim”. Penjelasan untuk kata kunci palm kernel cake yang muncul sebagai occurrence dan co-occurrence, diartikan bahwa topik palm kernel cake dapat muncul bersamaan dengan topik lain lebih dari satu kali pada artikel yang berbeda. Hasil visualisasi menggunakan VOSviewer terkait hal tersebut dapat dilihat pada panjang atau pendeknya garis yang menghubungkan kata kunci satu dengan lainnya (Yu et al. 2020). Pada Gambar 2 dapat dilihat perbandingan panjang garis antara palm kernel cake ke enzyme atau fermentation dengan palm kernel Tabel 3. Klaster topik pada Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 20102019. Klaster 1 palm kernel cake 7 11 fermentation 6 10 egg production 7 9 enzyme 5 7 egg quality 5 Klaster 2 4 avian influenza 8 3 chicken 5 3 duck 5 3 antioxidant 5 Klaster 3 1 performance 13 4 growth 6 3 carcass 5 2 drought stress 5 Klaster 4 1 digestibility 10 9 sheep 14 5 productivity 7 2 genetic distance 6 Klaster 5 1 protein 5 5 goats 6 2 in vitro 5 1 cake ke proteins atau performance. Visualisasi tersebut memperlihatkan panjang garis palm kernel cake ke enzyme atau fermentation lebih pendek, yang artinya terdapat lebih banyak artikel membahas palm kernel cake dengan menggunakan enzyme dengan cara fermentation dibandingkan artikel yang mengkaji kandungan proteins pada palm kernel cake untuk performance ternak dengan garis yang lebih panjang. Klaster dua pada JITV menunjukkan topik terkait dengan penyakit ternak dan ilmu veteriner. Klaster dua terdiri dari kata kunci avian influenza yang mempunyai tingkat occurrence tertinggi bersamaan dengan chicken dan duck. Ini merepresentasikan dua jenis ternak unggas yang sering dikaji karena penyakit avian influenza. Sementara itu, kemunculan kata kunci antioxidant pada klaster dua dapat diinterpretasi sebagai alternatif pencegahan penyakit, sehingga keterkaitan antara empat kata kunci tersebut adalah “pencegahan penyakit avian influenza pada unggas dengan memanfaatkan antioksidan sebagai salah satu alternatif untuk penanggulangan penyakit”. Gambar 2. Peta klaster topik pada Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 2010-2019 Klaster ketiga dimulai dengan kata kunci performance, yang berkaitan dengan kemunculan kata kunci growth, carcass, dan drought stress. Klaster ini dapat dikategorikan sebagai topik penelitian mengenai manajemen peternakan. Keterkaitan antara empat kata kunci tersebut dapat diinterpretasikan sebagai “memelihara ternak harus memperhatikan penampilan ternak, agar mendapatkan karkas yang bagus; pemeliharaan dengan menghindarkan ternak dari cekaman kekeringan (drought stress) akan berdampak pada pertumbuhan yang bagus pula”. Klaster keempat dimulai dengan kata kunci digestibility, disusul dengan kemunculan kata kunci sheep, productivity, dan genetic distance. Dalam klaster ini, digestibility dihubungkan dengan sheep dan productivity. Keterkaitan kata kunci ini dapat diinterpretasikan bahwa banyak penelitian yang menghubungkan tingkat kecernaan pakan dengan produktivitas domba. Semuanya itu ditentukan oleh jarak genetik (genetic distance) atau kualitas bibit domba yang bagus. Klaster kelima yang divisualisasikan oleh VOSviewer adalah keterkaitan antara kata kunci protein, goats, dan in vitro. Pada klaster kelima ini dapat dinyatakan bahwa perkembangan teknologi reproduksi ternak, produksi embrio secara laboratorium atau in vitro lebih sering muncul karena merupakan teknik pengukuran kecernaan yang dapat dilakukan di laboratorium dengan meniru kondisi rumen sebenarnya (Mulyawati, 2009).

Conclusion

Selama periode 2010-2019, JITV telah memublikasikan 313 judul artikel ilmiah dengan 1.107 penulis. Pola kepengarangan pada JITV sebagian besar (32,88%) adalah penulis ganda dengan 4 penulis pada 364 artikel. Pada sebaran produktivitas jumlah artikel, satu artikel ditulis secara kolaborasi antara 3 sampai 5 penulis. Tidak ada artikel yang ditulis oleh 9 penulis dan hanya 20 artikel yang dilakukan secara kolaborasi oleh 10 penulis. Banyaknya penulis yang berkolaborasi dalam satu artikel tidak menunjukkan tingginya produktivitas penulis bidang peternakan dan veteriner. Tingkat kolaborasi penulis JITV sebesar 0,9828. Nilai ini merupakan nilai indeks tertinggi dibandingkan nilai CI pada jurnal ilmiah lain yang dijadikan sebagai pembanding pada kajian ini. Terdapat lima klaster topik penelitian yang diidentifikasi dari hasil visualisasi keterkaitan kata kunci dengan aplikasi VOSviewer. Klaster satu menjelaskan topik paling sering ditulis, yaitu pengolahan pakan ternak, dengan kemunculan kata kunci palm kernel cake dengan angka kemunculan (occurrences dan cooccurrences) masing-masing sebanyak 7 dan 11 kali pada artikel JITV. Topik penelitian berikutnya ditunjukkan pada klaster dua dengan kata kunci avian influenza; klaster tiga dengan kata kunci performance; klaster empat dengan kata kunci digestibility; serta klaster lima dengan kata kunci protein. Klaster tersebut berturutturut menunjukkan topik penelitian yang paling sering dilakukan, yaitu: pembuatan pakan ternak, penyakit unggas, manajemen peternakan, pemberian pakan, serta perkembangan teknologi reproduksi ternak.