Peran Pustakawan Dalam Layanan Corner Sni Di Perpustakaan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta Role of Librarian in SNI Corner Services of UNS Library
Universitas Sebelas Maret; Kementerian Pertanian
Abstrak
Tujuan pengkajian ini untuk mengetahui peran pustakawan dalam layanan informasi standardisasi (Corner SNI) dari Badan Standardisasi Nasional yang dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan data melalui studi literatur, dokumentasi dan wawancara. Layanan informasi standardisasi selama ini belum dikenal oleh pemustaka khususnya sivitas akademika karena belum adanya sosialisasi yang dilakukan oleh pustakawan. Pustakawan bekerjasama dengan manajemen universitas berupaya memperkenalkan Corner SNI melalui sosialisasi dan promosi kepada sivitas akademika UNS dan komunitas UMKM.
Abstract
The objective of this study was to find out role of librarian in standardization information (SNI corner) services at the UNS Library. The method used was descriptive qualitative. Data collection was carried out through literature study, documentation, and interviews. The study revealed that standardization information services had not been known to users, especially for the academic communities, because socialization had not been conducted by librarians. Librarians in collaboration with university management tried to introduce the SNI Corner through socialization and promotion to the UNS academic and UMKM communities.
Keywords:
Role of librarians
· information services
· standardization
· SNI corner
Introduction
Informasi tentang standardisasi mencakup berbagai hal, seperti spesifikasi teknis, metode pengujian, pedoman keselamatan, dan tata cara yang harus diikuti. Tujuan standardisasi adalah untuk mempromosikan kualitas, keselamatan, dan daya saing produk dan layanan Indonesia di pasar domestik dan internasional. Standardisasi juga bertujuan meningkatkan efisiensi proses produksi dan pengiriman layanan. Setiadi (2022) berpendapat, standardisasi memiliki peran strategis dalam menghadapi globalisasi. Globalisasi perdagangan berdampak pada perdagangan bebas dan memacu aliran barang/jasa sehingga menghadapkan konsumen pada banyak pilihan. Di Indonesia, Badan Standardisasi Nasional (BSN) adalah lembaga yang bertanggung jawab untuk mengembangkan standar nasional di berbagai sektor. Informasi mengenai standar yang dicakup BSN ada pada berbagai aspek, termasuk kualitas, keselamatan, efisiensi, dan interoperabilitas produk, layanan, dan proses di berbagai industri, melibatkan pengembangan standar teknis yang digunakan sebagai pedoman untuk memastikan bahwa produk dan layanan memenuhi persyaratan tertentu. Persaingan dagang dan tantangan pasar luar negeri menjadi hambatan perdagangan setiap negara. Mengacu pada kondisi tersebut, optimalisasi pemanfaatan instrumen non-tarif, yaitu penggunaan standar sebagai persyaratan perdagangan, menjadi salah satu langkah yang paling strategis untuk menghadapi persaingan di era pasar bebas tersebut. Di era pasar bebas banyak orang asing yang masuk ke Indonesia untuk melakukan impor barang ke Indonesia dengan harga dan mutu kualitas barang di bawah standar yang ditentukan oleh BSN. Namun dengan adanya Standar Nasional Indonesia (SNI), barang yang diimpor ke Indonesia diseleksi sesuai SNI sehingga perekonomian Indonesia tidak terpuruk dengan adanya persaingan bebas dalam dunia perdagangan. Perdagangan di Indonesia dengan barang yang sudah terstandardisasi atau ber-SNI akan mendapatkan tempat di mata masyarakat, baik dalam negeri maupun luar negeri. Penerapan SNI pada dasarnya bersifat sukarela, namun untuk standar yang berkaitan dengan keselamatan, keamanan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan hidup dapat dipertimbangkan untuk diberlakukan standar wajib (Badan Standardisasi Nasional, 2001). Standar yang dikeluarkan oleh BSN dapat berlaku untuk berbagai sektor, diantaranya industri, layanan, kesehatan, dan lingkungan. SNI bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian di negara Indonesia dilaksanakan oleh BSN yang merupakan lembaga pemerintah non-kementerian dengan tugas pokok melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang standardisasi. BSN menyadari keterlibatan segenap pemangku kepentingan akan menjadi jalan sukses SNI untuk dapat secara masif diterapkan oleh pelaku usaha, serta akan menjadi awareness bagi masyarakat atau konsumen secara lebih kuat dan luas. Keterlibatan tersebut menjadi faktor kunci dalam penerapan SNI sebagai bentuk kolaborasi. Kolaborasi dengan banyak pihak secara intens, efektif, dan efisien pada era digital saat ini menjadi semakin mudah. Kolaborasi utamanya dilakukan untuk menjalin komunikasi dengan banyak pihak. Kolaborasi yang dijalin BSN sendiri tidak terbatas pada pelaku usaha, tetapi juga termasuk komunitas-komunitas di tengah masyarakat, pemerintah pusat/kementerian terkait, pemerintah daerah, universitas/akademisi, bahkan organisasi-organisasi internasional di bidang standardisasi. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta merupakan salah satu perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama dengan BSN melalui Pembinaan dan Pengembangan di Bidang Pendidikan Standardisasi BSN. BSN bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan kegiatan standardisasi di Indonesia dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan masyarakat umum, untuk memastikan implementasi standar nasional yang efektif. Penyebarluasan informasi standar dilakukan oleh BSN melalui beberapa model. Salah satunya dengan membuat outlet Corner SNI di berbagai tempat. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, tujuan utama penyebarluasan SNI dan penilaian kesesuaian adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberi akses informasi seluas-luasnya, sehingga berguna untuk kemajuan bangsa menuju kehidupan yang lebih baik (Perpustakaan UNS, 2017). Penyebarluasan informasi melalui Corner SNI ini sesuai dengan tujuan undangundang dan untuk mendukung literasi bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai bentuk pemberian layanan informasi oleh BSN telah disebar sekitar 29 outlet Corner SNI. Corner SNI merupakan outlet informasi standardisasi dan penilaian kesesuaian. Corner SNI menyediakan informasi terpadu dalam bentuk dokumen fisik maupun melalui aplikasi Portal SNI. Informasi yang dapat ditemukan di Corner SNI antara lain dokumen SNI, direktori SNI, daftar regulasi teknis, direktori laboratorium dan lembaga sertifikasi yang melakukan sertifikasi. Selain itu, buku referensi terkait standardisasi serta publikasi ilmiah dan informatif SNI lainnya, seperti galeri infografis dan video standardisasi. Secara online, informasi tentang standardisasi yang tersedia di Corner SNI dapat diakses dari website BSN.go.id. (Badan Standardisasi Nasional, 2022). Informasi mengenai standardisasi belum banyak dikenal di dunia akademik, umumnya mahasiswa yang masih semester awal pada semua program studi. Bagi perguruan tinggi, Corner SNI dapat bermanfaat sebagai salah satu referensi bahan ajar bagi mahasiswa, baik dalam perkuliahan maupun dalam melakukan penelitian. Layanan informasi Corner SNI ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk membuka akses informasi khususnya di bidang industri dan usaha kecil menengah (UKM). Layanan kepada masyarakat di sekitar perguruan tinggi merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Universitas Sebelas Maret Surakarta telah melakukan kerjasama dengan BSN untuk menempatkan outlet Corner SNI di perpustakaan UNS. Beberapa mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Teknik Industri sudah memanfaatkan layanan Corner SNI tersebut. Namun, informasi bidang standardisasi belum banyak diketahui oleh mahasiswa di lingkungan UNS. Mahasiswa program studi lain perlu mengetahui informasi tentang standardisasi karena informasi standardisasi dibutuhkan oleh semua sivitas akademika bahkan masyarakat umum juga membutuhkan informasi standardisasi dari sudut pandang sebagai konsumen. Pustakawan sebagai pekerja informasi seyogyanya bisa memberikan informasi yang dibutuhkan oleh sivitas akademika. Standardisasi perlu diketahui oleh segenap sivitas akademika di lingkungan perguruan tinggi. Kalangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan membutuhkan informasi bidang standardisasi untuk meningkatkan kualitas bidang ilmunya. Informasi standardisasi penting untuk diketahui karena dalam merumuskan, menetapkan, menerapkan, memelihara, memberlakukan, dan mengawal suatu kegiatan di lembaga maupun perusahaan diperlukan adanya standar yang diberlakukan agar kegiatan dapat berjalan secara tertib dan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan. Oleh karena itu, layanan informasi Corner SNI perlu diketahui dan dimanfaatkan sivitas akademika secara optimal. Peran pustakawan sangat diperlukan untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan dalam pemanfaatan Corner SNI di UNS. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui peran pustakawan dalam layanan informasi standardisasi di UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) agar Corner SNI dapat dimanfaatkan secara optimal.
Method
Pengkajian ini menggunakan studi literatur dan observasi dengan metode deskriptif kualitatif. Pengkajian dilakukan di Corner SNI UPT Perpustakaan UNS Surakarta. Pengkajian dilakukan pada Januari 2023 dengan tiga responden mahasiswa UNS Jurusan Pertanian dan Pustakawan pengelola Corner SNI. Prosedur pengambilan sampel mengikuti karakteristik yang ditetapkan oleh Sarantakos dalam Poerwandari (1998), yaitu jumlah sampel kecil dengan kasus yang khusus. Sampel tidak ditentukan secara kaku sejak awal, tetapi dapat berubah baik jumlah maupun karakteristiknya sesuai dengan pemahaman konseptual yang berkembang dalam penelitian. Sampel tidak diarahkan pada keterwakilan, melainkan pada kecocokan konteks. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengkajian dokumen terhadap peran pustakawan dalam memberikan layanan informasi standardisasi dan pemanfaatan Corner SNI oleh pemustaka. Observasi adalah metode pengumpulan data dengan mencatat informasi yang terjadi selama penelitian. Dalam hal ini, peneliti berperan sebagai pengamat sempurna (complete observer) sekaligus responden. Analisis difokuskan pada jawaban responden. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata hasil observasi yang dibuat transkrip serta hasil pengamatan terhadap proses layanan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan interpretasi dengan menggunakan teks naratif serta penarikan kesimpulan.
Result & Discussion
Corner SNI di Perpustakaan Universitas Sebelas Maret Surakarta Universitas Sebelas Maret Surakarta telah melakukan kerjasama dengan Badan Standardisasi Nasional untuk pengembangan Corner SNI di perpustakaan. Awalnya Corner SNI berada di Perpustakaan Fakultas Teknik, namun mulai tahun 2020 dipindahkan ke Lantai 1 Utara Gedung Perpustakaan UNS. Faktor lokasi sangat memengaruhi pemustaka untuk berkunjung. Lokasi Corner SNI di Lantai 1 Utara gedung lama sangat tepat karena merupakan tempat yang strategis. Lokasi ini mudah diakses dan dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman dan memadai. Faktor kenyamanan dinyatakan sebagai rasa nyaman yang dirasakan pemustaka selama berada di dalam ruangan perpustakaan. Menurut Musa et al. (2008), ruangan yang nyaman adalah ruangan dimana seseorang merasa nyaman selama berada di dalam ruangan tersebut dan setiap orang mempunyai tingkat kenyamanan yang berbeda. Ruangan perpustakaan yang nyaman juga berkaitan dengan kualitas ruangan perpustakaan. Seperti dinyatakan oleh Responden 1. Lokasi Corner SNI sangat strategis di gedung perpustakaan. Masuk langsung kelihatan. Corner tertata rapi dan nyaman didominasi warna putih. Corner SNI merupakan outlet informasi standardisasi dan penilaian kesesuaian, yang menyediakan informasi terpadu satu pintu baik dalam bentuk dokumen fisik maupun melalui aplikasi Portal SNI. Informasi terpadu Gambar 1. Lokasi Corner SNI di UNS yang disediakan antara lain dokumen SNI, direktori SNI, daftar regulasi teknis, direktori laboratorium dan lembaga sertifikasi, buku referensi, publikasi ilmiah dan publikasi informatif SNI, serta galeri infografis dan video standardisasi dan penilaian kesesuaian. Layanan informasi standardisasi di UPT Perpustakaan UNS menggunakan sumber website BSN. Informasi Corner SNI dapat diakses pada laman website https://bsn.go.id/ Gambar 2 memperlihatkan fitur layanan yang disediakan website BSN tentang SNI dan standardisasi. Informasi Corner SNI di UPT Perpustakaan UNS terdapat pada laman website https://bsn.go.id/. Pada laman tersedia informasi mengenai SNI secara detail. Layanan informasi Corner SNI diakses secara online untuk mempermudah pemustaka dalam mendapatkan informasi. Pemustaka dapat mendaftar melalui bitly terlebih dahulu. Jawaban bisa diberikan melalui email ataupun whatsapp. Salah satu informasi tentang standardisasi adalah pembimbingan SNI. Pembimbingan SNI dilakukan melalui tahapan pendampingan baik kepada UMKM, industri maupun organisasi. Layanan Corner SNI dilakukan oleh pustakawan secara langsung kepada pemustaka yang datang. Menurut Sutarno (2006) layanan perpustakaan merupakan salah satu kegiatan utama di perpustakaan yang langsung berhubungan dengan masyarakat dan sekaligus merupakan barometer keberhasilan perpustakaan. Jenis layanan yang diberikan oleh pustakawan Corner SNI adalah layanan konsultasi mengenai informasi bidang standardisasi. Layanan konsultasi diberikan secara 1) offline dilakukan di UPT Perpustakaan pada Senin sampai dengan Jumat, 2) online dilakukan melalui bit.ly/sni corner-uns, 3) menjawab pertanyaan yang masuk melalui https://docs.google. com, dan 4) menjawab pertanyaan yang masuk melalui whatsapp. Gambar 2. Halaman muka portal SNI. (Sumber : https://www.bsn.go.id/main/bsn/isi_bsn/20001/layananinformasi-standardisasi) Pemustaka khususnya mahasiswa UNS belum mengenal layanan informasi standardisasi karena belum ada sosialisasi dari pustakawan. Ruangan Corner SNI yang strategis dan fasilitas pendukung yang memadai belum dimanfaatkan oleh mahasiswa secara optimal. Oleh karena itu diperlukan sosialisasi dan promosi agar Corner SNI dapat dimanfaatkan secara optimal. Pustakawan (Responden 1) yang bertugas di Corner SNI mengakui masih belum membuat kegiatan promosi untuk pengenalan Corner SNI. Selama ini saya hanya menunggu aja kalau ada pemustaka yang datang. Saya belum promosi atau sosialisasi ke mahasiswa Corner SNI ini. Sivitas akademika UNS merupakan pemustaka yang menjadi sasaran utama penyelenggaraan Corner SNI di UNS. Pemustaka akan memanfaatkan Corner SNI jika mengetahui arti dan manfaat standardisasi. Pemustaka akan berkunjung ke Corner SNI bila memerlukan informasi standardisasi, dan akan merasa puas bila dilayani dengan baik oleh petugas. Mahasiswa masih belum memanfaatkan Corner SNI karena belum ada sosialisasi dari pihak perpustakaan UNS. Sosialisasi di perpustakaan sangat penting dilakukan untuk meningkatkan minat pemustaka berkunjung. Pustakawan yang bertugas di Corner SNI belum pernah melakukan sosialisasi kepada mahasiswa. Responden 1: Saya belum pernah melakukan sosialisasi untuk Corner SNI. Soalnya harus lapor dan ijin ke fakultas dulu. Dan itu perlu biaya Sosialisasi dan promosi untuk layanan Corner SNI diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi pemustaka tentang pentingnya informasi standardisasi. Alat promosi yang tersedia dan telah dimanfaatkan adalah brosur. Brosur memiliki peran yang penting dalam mempromosikan layanan SNI. Hal ini dinyatakan oleh Responden 1. Brosur telah ada dari BSN tentang SNI dan kita simpan di Corner SNI di rak. Brosur digunakan untuk menyampaikan informasi tentang berbagai layanan SNI yang ditawarkan oleh perpustakaan. Brosur dengan desain yang menarik, efektif untuk mempromosikan informasi SNI, sehingga menarik perhatian pemustaka potensial. Brosur berfungsi sebagai ajakan untuk bertindak dan memanfaatkan layanan SNI. Desain pada brosur juga memastikan pesan tentang SNI efektif sampai kepada pemustaka dan kelompok sasaran lainnya. Pustakawan menyediakan brosur SNI di Corner SNI dengan harapan pemustaka dapat membaca atau mengambilnya. Namun, brosur SNI tersebut diletakkan di rak dalam posisi menumpuk, sehingga pemustaka yang lewat tidak dapat membacanya secara langsung. Brosur sebaiknya dipasang di area strategis atau dipajang di sekitar Corner SNI yang langsung dapat terlihat oleh pemustaka. Brosur dapat juga ditempel atau dipasang di papan pengumuman. Pemasangan brosur di papan pengumuman akan mempermudah pemustaka untuk memperoleh informasi secara cepat. Hasil penelitian Setiawan dan Arfa (2019) menunjukkan promosi dengan menggunakan brosur terbukti efektif terhadap minat berkunjung pemustaka ke Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pati. Brosur efektif untuk mengomunikasikan layanan kepada pemustaka. Berhubung pemustaka yang datang ke Corner SNI masih sedikit, dan brosur SNI belum dimanfaatkan oleh pemustaka sebagai sumber informasi, maka salah satu upaya yang dilakukan oleh pustakawan adalah mendatangi langsung pemustaka untuk menjelaskan informasi tentang SNI. Upaya ini dilakukan untuk dapat menggugah minat pemustaka untuk datang ke Corner SNI. Beberapa pemustaka yang ada di ruang Lounge Gade UNS ditemui oleh pustakawan. Beberapa pertanyaan terkait SNI diajukan. Responden 1: Maaf dik, apakah adik sudah tahu tentang SNI ? Responden 2: Belum tahu Bu, SNI itu apa ya? Jawaban Responden 2 menunjukkan bahwa Responden 2, mahasiswa UNS, belum mengetahui tentang SNI. Corner SNI yang ada di UNS sudah tertata dan menyediakan segala bentuk informasi tentang SNI, berikut pendampingan pustakawan bila diperlukan. Namun sampai saat ini mahasiswa belum banyak yang mengetahui dan berkunjung. Responden 1: Kalau prosedur layanan Corner SNI di UNS pernah dicoba? Responden 3: Belum pernah. Tahu kalau ada Corner sudut SNI, tapi saya belum pernah ke sana Sejak lokasi Corner SNI dipindahkan ke pintu utara gedung perpustakaan UNS, layanan informasi di Corner SNI terus digencarkan oleh pustakawan UNS. Pustakawan melakukan upaya mengajak pemustaka untuk memanfaatkan layanan tersebut karena merasa mahasiswa perlu mengenal informasi SNI agar pemahaman tentang kegunaan SNI semakin meningkat. Inisiatif lain oleh pustakawan adalah mempromosikan Corner SNI pada masyarakat umum untuk mengenal layanan dan manfaat SNI bagi kehidupannya. Hal ini dinyatakan oleh pustakawan sebagai Responden 1. Saya utamakan pada layanan pembimbingan SNI kepada UMKM, karena selama ini sudah banyak mahasiswa selain di tengah-tengah kuliahnya mereka sudah mencoba terjun di dunia usaha kecil-kecilan. Tidak menutup kemungkinan mereka mempunyai keinginan untuk meningkatkan usahanya. Untuk meningkatkan produksi dan omset penjualannya diperlukan adanya pembimbingan baik mengenai produk maupun bagaimana cara mendapatkan standardisasi mengenai produknya. Salah satu pemustaka, Responden 4, mahasiswa dari Fakultas Pertanian membutuhkan bimbingan dari pustakawan mengenai SNI tentang pupuk organik. Pemustaka ini telah menjalankan usaha pupuk organik dan berharap usaha pupuk organik berstandar SNI. Pustakawan memberikan informasi mengenai instruksi tentang cara dan tahapan proses mendapatkan SNI pada pupuk organik. Responden 4: Bu, saya membuat pupuk organik. Saya pengin pupuk saya sesuai standar sehingga laku di pasaran dan terjamin mutunya. Bagaimana caranya? Pustakawan di Corner SNI tanggap dengan kebutuhan informasi pemustaka. Pustakawan melakukan bimbingan untuk mendapatkan informasi SNI tentang pupuk organik. Pelayanan bimbingan adalah kegiatan membimbing atau memberikan petunjuk kepada pemustaka dan masyarakat umum lainnya agar mampu memanfaatkan kemudahan dan pelayanan perpustakaan dengan efektif dan efisien. Pelayanan bimbingan pemustaka mempunyai peranan sangat penting karena tidak semua pemustaka mengetahui cara pemanfaatan perpustakaan. Pelayanan ini sangat baik diberikan kepada pemustaka yang sama sekali belum mengetahui cara menggunakan perpustakaan yang sebenarnya. Kegiatan bimbingan pemustaka merupakan salah satu rangkaian kegiatan pelayanan informasi perpustakaan yang bertujuan memperkenalkan dan sekaligus mempromosikan setiap jasa dan fasilitas yang dimiliki perpustakaan dan lembaga induknya. Seiring perkembangan teknologi informasi dan sesuai dengan karakter pemustaka pada era pengetahuan ini, layanan ini kemudian disediakan secara online yang dapat diakses melalui internet. Bimbingan pemustaka atau disebut juga library instruction merupakan suatu proses pembekalan yang diberikan oleh perpustakaan kepada pemustaka untuk mengenalkan layanan dan fasilitas yang ada di perpustakaan. Responden 1: Oh, mau mencari informasi informasi SNI untuk pupuk organik. Mari kita lihat dulu di aplikasi SNI. Nanti kita lihat bersama apa saja syarat syaratnya. Responden 4: Emangnya banyak ya Bu syaratnya. Saya jadi ingin tahu lebih dalam bu. Kayaknya tahapannya banyak ya Bu? Pustakawan mengajak pemustaka yang ingin mengetahui prosedur untuk SNI pupuk organik. Pemustaka dibimbing pustakawan menelusur informasi dan tahapan untuk mendapatkan informasi pupuk organik. Pustakawan melihat pada layanan SNI melalui website BSN dan pemustaka dibimbing tahapan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan secara runut. Tahap pertama yang diterangkan oleh pustakawan kepada Responden 4 adalah melakukan identifikasi awal mengenai pupuk organik. Pustakawan memberikan pemahaman tentang persyaratan yang ditetapkan oleh SNI tentang standar pupuk organik kepada Responden 4 sebagai pelaku usaha. Pustakawan memberikan pemahaman tentang gap analysis terhadap produk dalam proses memproduksinya. Responden 1: Pertama kita tahu terlebih dahulu apa produk kita. Kemudian kita uji di laboratorium apakah sudah sesuai standar atau belum. Pustakawan menjelaskan layanan informasi standardisasi yang berkaitan dengan pembimbingan SNI, seperti yang terlihat pada Gambar 3 berikut ini. Gambar 3. Menu pembimbingan SNI. (Sumber: https://pembimbingansni.bsn.go.id/) Gap analysis terhadap hasil produksi dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel produk untuk dilakukan dalam pengujian awal di laboratorium yang sudah diakreditasi oleh KAN. Pelaku usaha produksi suatu produk tentunya membutuhkan suatu standardisasi. Beberapa pelaku usaha telah menjalani tahapan uji untuk mendapatkan hasil standardisasi. Proses ini telah disampaikan dalam tugas akhir Pamungkas (2007) mengenai standardisasi produksi akhir minyak kayu putih di pabrik minyak kayu putih Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Non Kayu (KBM INK) Perusahaan Umum Persatuan Hutan Indonesia Unit I Jawa Tengah, Surakarta. Pendampingan untuk mendapatkan SNI juga telah dikaji oleh Mayasi dan Nugraha (2022) yang menulis tentang pendampingan proses sertifikasi SNI pada UMKM Kopi Binaan BSN di Desa Wonosalam Jombang Jawa Timur. Kegiatan dalam proses pendampingan sertifikasi meliputi gap analysis, pemberian rekomendasi, perbaikan sarana prasarana, pelatihan, serta proses penilaian oleh tim audit sebagai tahap akhir. Hasil dari kegiatan ini yaitu mampu mengetahui standar operasional produk (SOP) dalam proses produksi kopi untuk memperoleh sertifikasi SNI. Responden 4: Ternyata banyak tahapan ya untuk mendapatkan pupuk organik yang sesuai SNI Responden 1: Iya. Nanti kalau mau mengajukan kita bisa beri bimbingan untuk menyiapkan dan menyusun dokumennya. Pustakawan memahami layanan informasi standardisasi mengenai penilaian kesesuaian, yang membahas tentang kelembagaan dan proses penilaian untuk menyatakan kesesuaian suatu kegiatan atau suatu produk terhadap SNI tertentu. Pustakawan menjelaskan kepada Responden 3 dan Responden 4 tentang beberapa menu yang ada di Website BSN. Salah satu menu yang dijelaskan adalah Publikasi BSN yang memuat majalah terbitan BSN seperti SNI Valuasi. Responden 3: Saya membaca majalah Valuasi isinya beragam dan lengkap tentang proses pengajuan standardisasi. Saya akan baca lagi, dan saya pelajari lebih lanjut. Mungkin ada artikel yang sesuai atau cocok dengan mata kuliah saya. Pustakawan telah memahami layanan informasi standardisasi mengenai publikasi BSN, yang membahas tentang newsletter SNI Award, majalah SNI Valuasi tahun 2020, 2021 dan 2022 dan daftar publikasi. Pengetahuan yang terkait tentang SNI yang dimiliki pustakawan akan menambah variasi informasi bagi pemustaka. Pustakawan juga memahami layanan informasi standardisasi mengenai publikasi ilmiah, yang membahas tentang Jurnal Instrumentasi, Repository Riset SPK, dan Jurnal Standardisasi. Pustakawan memberi kepastian bahwa pemustaka Responden 4 akan mendapatkan bimbingan dalam melakukan tahapan pengajuan SNI. Pustakawan telah mendapatkan pelatihan dari BSN sehingga percaya diri dan mampu membimbing pemustaka. Responden 1: Saya pernah mengikuti pelatihan tentang SNI saat Corner ini dibuka. Pelatihan langsung oleh pihak BSN. Saya juga ikut acara Temu pengelola SNI untuk pelatihan melayani pemustaka yang berkunjung ke Corner SNI. Peran pustakawan dalam layanan informasi standardisasi adalah kemampuan pustakawan dalam memberikan pemahaman kepada pemustaka mengenai informasi tentang standardisasi dan evaluasi layanan informasi standardisasi. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kuznetsova (2022) mengenai standardisasi profesional dalam kegiatan perpustakaan dan informasi. Gambar 4. Menu Portal SNI Corner BSN. Upaya Pustakawan untuk Promosi Corner SNI Corner SNI perlu dipromosikan kepada sivitas akademika dan juga masyarakat umum. Promosi di kalangan akademis memerlukan dukungan dari pihak universitas. Sasaran promosi perpustakaan perguruan tinggi adalah mahasiswa, dosen, peneliti, guru besar, pimpinan serta staf administrasi dan akademik. Responden 1: Saya akan membuat surat ke tiap fakultas yang ada di UNS untuk melakukan sosialisasi dan promosi Corner SNI pada mahasiswa Menurut Puspitasari (2021) strategi promosi perpustakaan merupakan kegiatan ataupun layanan perpustakaan yang ditujukan kepada pemustaka agar dimanfaatkan secara maksimal dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan oleh suatu perpustakaan. Responden 1: Jadwal untuk pemanfaatan Corner SNI akan saya susun. Jadi nanti tiap fakultas akan kebagian semua. Pustakawan juga mulai membuat rencana kegiatan untuk promosi dan sosialisasi pemanfaatan Corner SNI di lingkungan kampus. Kegiatan disusun dalam bentuk proposal dan diajukan kepada pihak manajemen UNS. Responden 1: Saya sudah mengajukan proposal ke manajemen UNS untuk mendapatkan dana promosi dan sosialisasi Corner SNI. Dan itu mungkin terlaksana baru di tahun 2024. Untuk lebih memopulerkan Corner SNI, pustakawan juga berusaha mengenalkan pada masyarakat luas. Pustakawan aktif di kegiatan UMKM wilayah Jawa Tengah sehingga mempunyai jejaring yang luas untuk menyebarluaskan atau sosialisasi tentang Corner SNI di UNS. Responden 1: Saya aktif di komunitas UMKM Jawa Tengah. Saya sering ikut pelatihan UMKM. Melalui pertemuan ini saya akan mencoba mengenalkan SNI dan promosi tentang Corner SNI di UNS. Saya akan jelaskan di Corner tersebut ada layanan pendampingan dan bimbingan untuk mendapatkan sertifikasi SNI. Saya juga akan menjelaskan produkproduk yang telah ber-SNI. Pustakawan diharapkan memahami layanan informasi standardisasi mengenai daftar produk ber-SNI, yang membahas tentang penerapan produk ber-SNI dan lainnya kepada pemustaka. Untuk penerapan produk SNI sejalan dengan penelitian Syaiful et al. (2019). Responden 1: Selain tentang SNI saya juga akan menjelaskan kepada anggota UMKM tentang lembaga yang dapat membantu dalam proses mendapatkan SNI sesuai dengan produk atau jasa yang diajukan. Pustakawan memahami layanan informasi standardisasi mengenai akreditasi lembaga penilaian kesesuaian, yang membahas tentang pendaftaran akreditasi dan layanan registrasi secara online. Layanan prima dari pustakawan dalam membimbing pemustaka yang ingin mendapatkan informasi tentang SNI akan memberikan kepuasan pemustaka, sehingga mereka menjadi paham tentang manfaat SNI.
Conclusion
Pemanfaatan Corner SNI di Perpustakaan UNS oleh mahasiswa belum optimal. Sosialisasi serta bimbingan kepada pemustaka untuk akses informasi standardisasi di Corner SNI belum dilakukan. Sarana promosi berupa brosur belum efektif menjangkau pemustaka. Peran pustakawan sangat penting dalam upaya peningkatan daya guna Corner SNI. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan bimbingan kepada mahasiswa tentang layanan Corner SNI. Selain itu pustakawan menyusun dan mengajukan proposal kegiatan promosi kepada pihak manajemen UNS. Sosialisasi tentang SNI juga dilakukan pustakawan kepada masyarakat melalui pertemuan komunitas UMKM.