Kembali
16
1
2017 Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 26 · 1 ISSN 2541-0814

Analisis Informasi Paten Amerika Serikat Mengenai Nuklir Untuk Padi Tahun 2007-2016 Analysis of United States Patent Information on Nuclear for Rice in 2007- 2016

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Abstrak

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan jumlah paten Amerika Serikat (AS) mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi tahun 2007–2016. Aspek yang dibahas meliputi jumlah paten, jumlah pemilik paten, jumlah penemu paten, perbandingan jumlah dan penemu paten, jumlah referensi paten, jumlah rata-rata referensi per paten, dan jumlah rata-rata klaim per paten. Objek pengkajian adalah dokumen paten AS mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi tahun 2007– 2016. Pengkajian bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan penelusuran dokumen paten di database United States Patent and Trademark Office (USPTO). Penelusuran informasi paten menggunakan kata kunci “rice” dan “nuclear”. Hasil penelusuran disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta penjelasan ringkas secara deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa terdapat 53 paten AS mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi pada tahun 2007–2016. Dari jumlah tersebut, dokumen paten terbit paling banyak pada tahun 2012, yakni 12 paten. Ricetec Aktiengesellschaft (Vaduz, LI, Alvin, TX dan Houston, TX) merupakan pemilik paten terbanyak, yakni 12 paten. Hasil kajian ini diharapkan dapat memotivasi peneliti bidang pertanian di Indonesia, khususnya peneliti padi, untuk menganalisis dan merujuk dokumen paten AS mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk peningkatan produksi dan kualitas padi nasional.

Abstract

This study aimed to identify and describe number of United States patents on use of nuclear technology for rice crops in 2007-2016. The aspects studied included number of patents, number of patent owners, number of patent inventors, comparison between patent number and inventors, reference number of the patents, average number of references in each patent, and average number of claims per patent. The object of this study was the US patent documents on use of nuclear technology for rice crops in 2007-2016. The study used a descriptive method with data collecting by using literatures and patent documents in the United States Patent and Trademark Office (USPTO) database. Patent information search used “rice” and “nuclear” keywords. The search results were presented in tables and graphs, as well as a brief explanation. The results showed that there were 53 US patents on use of nuclear technology for rice crops in 2007–2016. Most of the patents (12 patents) were published in 2012. Ricetec Aktiengesellschaft (Vaduz, LI, Alvin, TX and Houston, TX) had the highest number of patents that were 12 patents. Result of the study is expected to motivate agricultural researchers in Indonesia, especially rice researchers to analyze and refer to the US patents on the use of nuclear technology on rice for improving national rice production and quality.
Keywords: Patents · US patent · nuclear technology · rice · USPTO

Introduction

Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten, paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Paten merupakan dokumen intelektual hasil invensi bidang teknologi yang menjadi aset bangsa. Dalam konteks kebangsaan, paten merupakan kekayaan intelektual yang diberikan oleh inventor kepada negara atas hasil invensinya di bidang teknologi yang berperan strategis dalam pembangunan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Menurut UU tersebut, paten ada dua jenis, yaitu paten biasa dan paten sederhana. Halhal yang diatur oleh UU Paten mencakup: (1) patenproduk: membuat, menggunakan, menjual, mengimpor, menyewakan, menyerahkan, atau menyediakan untuk dijual atau disewakan atau diserahkan produk yang diberi paten; dan (2) paten-proses: menggunakan proses produksi yang diberi paten untuk membuat barang atau tindakan lainnya. Invensi paten dianggap baru jika pada tanggal penerimaan, invensi tersebut tidak sama dengan teknologi yang diungkapkan sebelumnya. Edi (2016) menyatakan bahwa informasi paten dianggap memiliki nilai kebaruan (novelty) jika: (1) merupakan penggabungan antara dua atau lebih invensi yang di antaranya tidak baru; (2) sebagai kebaruan karena penggabungan dua atau lebih invensi yang semuanya tidak baru; dan (3) merupakan penggabungan dua atau lebih invensi yang semuanya baru. Paten merupakan dokumen hasil penelitian bidang teknologi yang memiliki nilai penemuan (invention) baru untuk dibawa ke ranah industri. Hasil invensi yang dipatenkan memungkinkan untuk dikomersialkan jika memenuhi persyaratan industri dan searah dengan kebijakan iptek nasional. Suprijadi (2016) menyatakan dokumen paten mengandung hasil-hasil riset yang penting dan berharga, khususnya bagi komunitas bisnis, industri, dan pengambil kebijakan. Lembaga penelitian, perguruan tinggi, industri, dan pengusaha memiliki peran strategis dalam keberhasilan pemanfaatan sistem paten nasional (Sihaloho 2004). Pada kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi, paten merupakan sumber informasi mutakhir dalam suatu kegiatan riset yang akan diimplementasikan ke industri. Dokumen paten mengandung berbagai informasi mutakhir tentang invensi baru dan 85% informasi dalam dokumen paten tidak pernah dipublikasikan dalam sarana publikasi (Van Dulken 1998). Di negara berkembang, paten dapat menarik investasi asing untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional dan akan berdampak pada naiknya harga produk yang dilindungi paten, misalnya obat paten, dan berkurangnya kesempatan kerja karena ketidakbebasan dalam memproduksi barang yang dilindungi paten (Lesser 2001). Oleh karena itu, pemerintah perlu menetapkan kebijakan nasional dan strategi implementasi hasil riset yang dipatenkan guna meningkatkan pembangunan ekonomi dan stabilitas nasional. Salah satu dokumen paten internasional yang sering menjadi acuan dalam penelitian adalah paten Amerika Serikat (AS) atau United States Patent (US Patent) yang bersumber dari database United States Patent and Trademark Office (USPTO) (https://www.uspto.gov/). Di AS paten merupakan hibah properti dari penemu (inventor) ke negara melalui USPTO (USPTO 2015). Segala ketentuan dan kebijakan lain yang terkait dengan temuan paten, mulai dari biaya pendaftaran hingga pemeliharaan paten, inventor harus tunduk kepada persyaratan dan kebijakan USPTO. Setelah paten dikeluarkan, penemu diharapkan dapat menerapkan hasil invensinya ke industri tanpa bantuan USPTO. Penerapan invensi paten dapat berupa: (1) paten utilitas (utility patent), yang diberikan kepada siapa pun yang menciptakan atau menemukan proses baru dalam penggunaan mesin, manufaktur, komposisi materi, atau perbaikan baru terhadap peralatan tersebut; (2) paten desain (design patent), yang diberikan kepada siapa pun yang menciptakan desain baru dan asli untuk sebuah manufaktur; dan (3) paten tanaman (plant patent), yang diberikan kepada siapa pun yang menciptakan atau menemukan serta mereproduksi baru setiap tanaman (secara aseksual) yang berbeda dari sebelumnya. Dokumen paten berfungsi sebagai: (1) perlindungan: sejauh mana invensi seseorang dapat dilindungi (hak eksklusif, memberikan lisensi, menggugat, meminta ganti rugi); (2) fungsi informasi: paten merupakan monopoli yang tidak tak terbatas, merupakan kewajiban pemohon untuk mengungkapkan invensinya kepada publik sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi dan ide (Atun 2009). Bagi peneliti/dosen, paten bermanfaat untuk menghindari duplikasi riset, mengetahui kebaruan dan langkah inventif dari invensi/hasil riset, dan sebagai prior art untuk invensi baru. Bagi pemeriksa, paten bermanfaat untuk memeriksa kebaruan dan unsur inventive step dari suatu permohonan paten dengan membandingkannya dengan dokumen paten yang lain sebagai dasar pemberian paten. Bagi perusahaan, paten berguna untuk melihat tren teknologi/pasar, mencari paten kedaluwarsa untuk diimplementasikan, technology surveillance, dan memantau strategi R&D competitor (Subiyatno 2016). Contoh informasi dokumen paten disajikan pada Lampiran 1 dan 2. Subiyatno (2016) menyatakan ada beberapa sumber informasi yang dapat digunakan untuk menelusur dokumen paten, di antaranya: (1) internet (database paten); (2) kantor paten (berita paten); (3) jurnal ilmiah (bidang-bidang spesifik); (4) CD ROM (info paten, literatur khusus); (4) majalah indeks (abstrak); dan (5) jasa informasi (biro jasa, WIPO, law firm). Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam menelusur dokumen paten di internet yaitu: (1) menentukan kanta kunci; (2) menentukan International Patent Classification (IPC); (3) mengecek informasi di US Patent Classification System (USPC search); (4) melihat bibliografi (judul, abstrak), gambar, klaim, dan dokumen lengkap; serta (5) pemetaan informasi paten. Setelah dokumen paten ditemukan, langkah berikutnya adalah membaca informasi lengkap dokumen paten. Saat ini, sebagian besar database paten dapat diakses secara online dan open access melalui internet. Terkait dengan bagian-bagian dokumen paten, Suryatna dan Nurani (2015) menjelaskan bahwa dokumen paten terdiri atas: 1. Judul invensi (judul paten). Teknik invensi dalam paten dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: (a) invensi metode atau proses suatu teknologi; (b) invensi formula; dan (c) invensi produk atau prototipe. Judul paten hendaknya disusun secara eksplisit, jelas, dan menunjukkan keaslian salah satu atau kombinasi dari ketiga jenis invensi tersebut. 2. Bidang teknik invensi, berisi uraian singkat bidang temuan, misalnya bidang otomotif, obat batuk, dan teknologi proses pembudidayaan udang. Pada bagian ini perlu ditonjolkan kebaruan dan kekhususan invensi yang ditemukan dibandingkan temuan sebelumnya. 3. Latar belakang invensi, berisi definisi dan tujuan invensi yang ditemukan dan fungsi invensi dalam teknologi yang sudah ada, misalnya melengkapi, memperbarui, atau merupakan desain baru yang nantinya berguna untuk memberi kemudahan kepada konsumen, menghemat biaya, meningkatkan kebaikan, estetika, keamanan terhadap lingkungan, dan lain-lain. 4. Uraian singkat invensi, memuat tentang resume invensi. 5. Uraian lengkap invensi, memuat uraian detail invensi, yang dilengkapi dengan gambar-gambar secara detail dan singkat. 6. Klaim, sebagai landasan hukum bagi perlindungan hukum terhadap paten. Klaim disusun berdasarkan keilmuan bidang teknik yang telah dikonsultasikan dengan para ahli di bidang ilmu hukum. 7. Abstrak, disusun serupa dengan penulisan abstrak penelitian namun lebih singkat dan menonjolkan kebaruan penelitian. Ketika membaca dokumen paten, pembaca atau penelaah paten perlu memerhatikan referensi yang digunakan karena kualitas informasi paten sangat bergantung pada referensi yang digunakan. Referensi ini berfungsi sebagai state of the art dan kemutakhiran isi dokumen paten yang dihasilkan. Semakin baru referensi yang digunakan, semakin berkualitas informasi/isi paten yang dihasilkan. Pengkajian ini bertujuan menganalisis informasi dokumen paten AS yang membahas tentang pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi, khususnya yang terbit pada tahun 2007–2016. Analisis dilakukan terhadap jumlah paten, jumlah pemilik paten, jumlah penemu paten, perbandingan jumlah paten dan penemu, jumlah referensi paten, jumlah rata-rata referensi per paten, dan jumlah rata-rata klaim per paten. Analisis informasi terhadap paten tersebut penting untuk meningkatkan hasil riset di bidang pangan, khususnya tanaman padi melalui pemanfaatan teknologi dan radiasi nuklir.

Method

Pengkajian dilaksanakan secara deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan penelusuran dokumen paten AS mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi. Studi literatur dilakukan dengan cara menganalisis teori atau pendapat yang relevan dengan kajian ini. Penelusuran dokumen paten dilakukan melalui database USPTO dengan menggunakan kunci “rice” dan “nuclear”. Dari hasil penelusuran diketahui terdapat 86 judul paten untuk semua tahun (all years). Namun, dengan mempertimbangkan kemutakhiran informasi paten dan relevansi teknologi paten sampai saat ini, penulis menetapkan 53 judul paten AS mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi tahun 2007–2016. Dokumen paten tersebut kemudian ditelaah dan dianalisis konten informasinya. Hasil penelaahan setiap dokumen paten dikelompokkan berdasarkan jumlah pemilik paten, jumlah penemu paten, perbandingan jumlah paten dan penemu, jumlah referensi paten, jumlah rata-rata referensi per paten, dan jumlah rata-rata klaim per paten. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan aplikasi MS Excel dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik disertai penjelasan singkat secara deskriptif. Hasil dan pembahasan kajian menjadi dasar penyusunan kesimpulan.

Result & Discussion

Paten Amerika Serikat Paten AS pertama kali dikeluarkan oleh Samuel Hopkins pada 31 Juli 1790, dengan judul “In the Making of Pot Ash and Pearl Ash by a New Apparatus and Process”. Paten tersebut ditandatangani oleh Presiden AS George Washington. Paten di AS dikelola oleh The United States Patent and Trademark Office (USPTO) sebagai bagian dari The US Department of Commerce. USPTO adalah suatu badan atau lembaga federal AS yang mengurusi layanan pendaftaran paten dan merek dagang sesuai dengan biaya pendaftaran dan operasional yang telah ditetapkan. Kantor USPTO berbasis di Alexandria, Virginia – Amerika Serikat (Wikipedia 2017a). Database USPTO dan contoh informasi paten di UPSTO ditunjukkan pada Gambar 1 dan 2. Sistem klasifikasi paten di AS menggunakan US Patent Classification System (USPC), yaitu sistem yang mengatur semua dokumen paten AS dan dokumen teknis lainnya dalam suatu koleksi yang jumlahnya relatif kecil serta disusun berdasarkan subjek umum. Setiap divisi materi paten dikelompokkan ke dalam komponen utama (disebut kelas/class) dan komponen pendukung (disebut subkelas/subclass). Kelas umumnya mendeskripsikan suatu teknologi utama yang terkait dengan substansi paten, dan subkelas menggambarkan proses, struktur fitur, dan fungsi fitur yang terkait dengan materi yang tercantum dalam lingkup kelas. Setiap kelas memiliki pengenal alfanumerik yang unik, seperti pengenal yang ada di subkelas. Sistem USPC mencakup hal-hal berikut. 1. The Manual of Classification (MOC), yaitu daftar klasifikasi paten di database USPC. Klasifikasi ini terdiri atas kelas dan subkelas. Kelas adalah daftar dari semua subkelas sistem top to bottom, dengan subjek yang paling kompleks dan komprehensif. Daftar kelas yang diatur dalam MOC menggunakan urutan numerik, dan diterbitkan secara elektronik dalam versi HTML dan PDF di situs internal dan eksternal USPTO. 2. Index to the US Patent Classification System, diterbitkan untuk mempermudah menggunakan sistem klasifikasi MOC di USPC. Setiap kelas dan subkelas memiliki definisi tertentu, yang menjelaskan secara rinci setiap materi paten. Indeks ini disusun secara abjad menggunakan terminologi agar dapat digunakan secara mudah oleh pengguna. 3. Classification Data Systems (CDS), merupakan database yang dapat memproses secara otomatis untuk menyimpan dan mengelola koleksi paten. Database ini berisi informasi mengenai klasifikasi setiap dokumen paten, yang disebut Master Classification File (MCF). MCF dapat mengidentifikasi keberadaan dokumen paten. Melalui MCF, Gambar 1. Database paten Amerika Serikat (United States Patent and Trademark Office, USPTO). Gambar 2. Informasi paten Amerika Serikat dalam database USPTO (www.upsto.gov). pengguna dapat memastikan setiap paten AS setidaknya memiliki satu klasifikasi USPC. 4. The United States Patent Classification Standards and Procedures (USPCLASP), merupakan panduan resmi untuk melakukan pekerjaan reklasifikasi, termasuk mengelompokkan dokumen paten ke dalam USPC, menciptakan kelas dan subkelas baru, dan memodifikasi atau menghapus kelas dan subkelas yang sudah ada (USPC 2012). Jumlah Paten Penelusuran informasi di database USPTO memperoleh 53 judul paten AS yang membahas tentang pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi selama tahun 2007 2016. Daftar judul paten tersebut dapat dilihat di Lampiran 3. Berdasarkan Lampiran 3, paten AS tentang pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi paling banyak terbit pada tahun 2012, yakni 9 paten, dan paling sedikit pada tahun 2011 hanya ada 1 paten (Tabel 1). Informasi Mengenai Paten Dilihat dari pemilik paten, Ricetec Aktiengesellschaft (Vaduz, LI, Alvin, TX dan Houston, TX) merupakan pemilik paten AS tentang nuklir dalam padi yang terbanyak pada tahun 20072016, yakni 12 paten. Tabel 1. Jumlah paten Amerika Serikat tahun 20072016. Tahun Jumlah paten 2007 4 2008 6 2009 2 2010 6 2011 1 2012 9 2013 8 2014 5 2015 5 2016 7 Jumlah 5 3 Pemilik paten paling sedikit adalah Avestha Gengraine Technologies Pvt. Ltd. (Bangalore, IN); Ceres, Inc (Thousand Oaks, CA); China National Rice Research Institute (Hangzhou, Zhejiang Province, CN); E.I. du Pont de Nemours and Company; Human Hybrid Rice Research Center (Furong District, Changsha, CN); Incorporated Administrative Agency National Agriculture and Biooriented Research Organization (Ibaraki, JP N/A (N/A); Missouri Board of Curators (Columbia, MO); National Institute of Agrobiological Science (Ibaraki, JP) and National Agriculture and Bio-oriented Research Organization (Ibaraki, JP); National Science & Technology Development Agency (Klong Luang, Phathumthani, TH); The Penn State Research Foundation (University Park, PA); The Regent of the University of California (Oakland, CA); The United States of America, as represented by the Secretary of Agriculture (Washington, DC); dan Tohoku University (Sendai-Shi Miyagi, JP), masing-masing satu paten (Tabel 2). RiceTec Inc merupakan suatu perusahaan swasta yang didirikan pada 1990 dan bergerak di bidang agribisnis. RiceTec giat memproduksi benih beras hibrida untuk konsumsi AS dan pasar internasional. RiceTec berkantor pusat di Houston, TX namun pabriknya berada di Alvin, TX. Pada akhir 1990, RiceTec semakin terkenal akibat adanya kontroversi dengan masyarakat India tentang beras basmati yang dipatenkan oleh RiceTec. Menurut masyarakat India, beras basmati merupakan beras asli India dan sudah ditanam selama berabad-abad. Namun RiceTec tetap memasarkan produk hasil paten dari beras basmati dengan merk Texmati dengan ciri beras memiliki butir yang panjang dan Pemilik paten Jumlah paten RiceTec Aktiengesellschaft (Vaduz, LI, Alvin, TX dan Houston, TX) 12 Board of Supervisors of Louisiana State University And Agricultural and Mechanical College (Baton Rouge, LA) 9 Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (Campbell, Au) 5 Board of Trustees of the University of Arkansas, N.A. (Little Rock, AR) 4 Bayer Bioscience N.V. (Ghent, BE) 2 Huazhong Agricultural University (CN) 2 Japan Tobacco Inc. (Tokyo, JP) 2 Syngenta Participations AG (Basel, CH) 2 Temasek Life Sciences Laboratory Limited (Singapore, SG) 2 Avestha Gengraine Technologies Pvt. Ltd. (Bangalore, IN) 1 Ceres, Inc (Thousand Oaks, CA) 1 China National Rice Research Institute (Hangzhou, Zhejiang Province, CN) 1 E.I. du Pont de Nemours and Company 1 Human Hybrid Rice Research Center (Furong District, Changsha, CN) 1 Incorporated Admininistrative Agency National Agricultue and Bio-oriented Research Organization (Ibaraki, JP N/A (N/A) 1 Missouri Board of Curators (Columbia, MO) 1 National Institute of Agrobiological Science (Ibaraki, JP) and National Agriculture and Bio-oriented Research Organization (Ibaraki, JP) 1 National Science & Technology Development Agency (Klong Luang, Phathumthani, TH) 1 The Penn State Research Foundation (University Park, PA 1 The Regent of the University of California (Oakland, CA) 1 The United States of America, as represented by the Secretary of Agriculture (Washington, DC) 1 Tohoku University (Sendai-Shi Miyagi, JP) 1 Jumlah 53 Tabel 2. Pemilik paten Amerika Serikat tahun 2007–2016. menamakannya dengan Basmati Amerika (Wikipedia 2017b). Penemu paten AS tentang pemanfaatan nuklir dalam padi berjumlah 126 orang (Tabel 3). Dari jumlah tersebut, sebagian besar penemu berjenis kelamin laki-laki (116 Tabel 3. Jumlah penemu paten Amerika Serikat tahun 2007–2016. Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah 2016 14 9 23 2015 7 0 7 2014 10 0 10 2013 13 1 14 2012 28 0 28 2011 1 0 1 2010 12 0 12 2009 15 0 15 2008 8 0 8 2007 8 0 8 Jumlah 116 10 126 orang) dan 10 orang perempuan. Data pada Tabel 4 juga menunjukkan bahwa penemu paten dengan jumlah terbanyak berada pada tahun 2012 (28 orang) dan paling sedikit pada tahun 2011 (1 orang). Jumlah penemu paten terbanyak dan paling sedikit tersebut memiliki korelasi dengan jumlah dokumen paten terbanyak, yakni samasama pada tahun 2012, seperti disajikan pada Tabel 4. Jumlah referensi paten yang digunakan ada tiga kategori, yaitu referensi yang bersumber dari paten AS, paten non-AS, dan nonpaten, seperti jurnal, prosiding, laporan penelitian, dan lain-lain. Berdasarkan referensi dokumen paten AS mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi tahun 2007–2016, referensi paten sebagian besar berupa dokumen nonpaten, yakni 1.361 judul, dan yang paling sedikit bersumber dari dokumen paten non-AS (245 judul), seperti disajikan pada Tabel 5. Tabel 4. Perbandingan jumlah paten dan penemu paten Amerika Serikat tahun 20072016. Tahun Jumlah paten Jumlah penemu 2016 7 23 2015 5 7 2014 5 10 2013 8 14 2012 9 28 2011 1 1 2010 6 12 2009 2 15 2008 6 8 2007 4 8 Jumlah 53 126 Tahun Referensi paten AS Referensi paten non-AS Referensi nonpaten Total 2016 275 54 247 576 2015 99 25 94 218 2014 55 3 44 102 2013 54 29 198 281 2012 86 45 166 297 2011 1 0 16 17 2010 73 42 223 338 2009 2 5 30 37 2008 74 42 291 407 2007 1 0 52 97 Jumlah 720 245 1.361 2.370 Tabel 5. Jumlah referensi paten Amerika Serikat tahun 20072016. Apabila dilihat dari perbandingan jumlah paten dengan referensi paten, paten tahun 2016 memiliki ratarata jumlah referensi per paten paling banyak, yakni setiap dokumen paten memiliki referensi 82,29 judul (jika dibulatkan menjadi 82 judul). Jumlah paten tahun 2011 memiliki perbandingan jumlah paten dan referensi paten paling sedikit, yakni hanya ada satu dokumen paten dengan 17 referensi (Tabel 6). Jumlah klaim setiap paten terbanyak terdapat pada tahun 2014, yakni 205 klaim, dan jumlah klaim paling sedikit terdapat pada tahun 2011, yakni hanya 2 klaim untuk satu dokumen paten. Apabila dilihat dari jumlah rata-rata klaim per paten, tahun 2010 memiliki jumlah klaim terbanyak, yakni 30,2 kali klaim (dibulatkan 30 kali klaim) per paten. Jumlah klaim paling sedikit terdapat pada tahun 2011, yakni hanya 2 kali klaim per paten (Tabel 7). Tabel 6. Jumlah rata-rata referensi per paten Amerika Serikat tahun 2007–2016. Jumlah Jumlah Rata-rata Tahun paten referensi referensi per paten 2016 7 576 82,29 2015 5 218 43,60 2014 5 102 20,40 2013 8 281 35,13 2012 9 297 33,00 2011 1 17 17,00 2010 6 338 56,33 2009 2 37 18,50 2008 6 407 67,83 2007 4 97 24,25 Tabel 7. Jumlah rata-rata klaim per paten Amerika Serikat tahun 2007–2016. Tahun Jumlah klaim Jumlah paten Jumlah rata-rata klaim per paten 2016 128 7 18,29 2015 121 5 24,2 2014 205 5 41 2013 144 8 18 2012 190 9 21,1 2011 002 1 2 2010 181 6 30,2 2009 009 2 4,5 2008 101 6 16,83 2007 069 4 17,25 Jumlah 1.150 53 21,69

Conclusion

Terdapat 53 dokumen paten AS tentang pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi pada tahun 2007– 2016. Paten terbanyak dihasilkan pada tahun 2012 dan RiceTec Aktiengesellschaft (Vaduz, LI, Alvin, TX dan Houston, TX) merupakan pemilik paten terbanyak (12 paten). Sebagian besar penemu paten berjenis kelamin laki-laki (116 penemu) dan 10 perempuan. Sebagian besar paten disusun menggunakan referensi dokumen nonpaten, yakni 1.361 judul dokumen. Jumlah klaim setiap paten terbanyak terdapat pada tahun 2014, yakni 205 klaim, dan jumlah klaim paling sedikit berada pada tahun 2011, yakni 2 klaim per paten.