Kembali
16
1
2017 Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 26 · 1 ISSN 2541-0814

Persepsi Pengunjung Pameran Terhadap Materi Teknologi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku Utara Visitors Perception to the Exhibition Materials Presented by North Maluku Assessment Institute for Agricultural Technology

Kementerian Pertanian

Abstrak

Pengkajian ini dilakukan di stan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku Utara pada Pameran Gelar Penyuluhan dan Teknologi Inovasi Pertanian yang dilaksanakan pada 16 17 Desember 2015 Kota Sofifi, Maluku Utara. Pengkajian bertujuan untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap materi pameran, bahan pendukung/alat peraga, pemandu stan, serta kepuasan pengunjung terhadap pelaksanaan pameran secara keseluruhan. Selain itu, guna menjaring umpan balik, dalam pengkajian ini dilakukan pula pengumpulan data yang berkaitan dengan informasi teknologi yang dibutuhkan pengguna dan saran untuk perbaikan pameran pada masa yang akan datang. Pengkajian dilaksanakan melalui survei terhadap 66 pengunjung pameran sebagai responden. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberi penilaian sangat baik dan puas terhadap penampilan stan BPTP Maluku Utara. Hal ini ditunjukkan oleh 72,7% responden yang menyatakan puas terhadap materi pameran yang disajikan oleh BPTP Maluku Utara. Umpan balik yang berhasil dihimpun meliputi pentingnya bahan pendukung/alat peraga, informasi teknologi dalam format multimedia, dan peningkatan kualitas pemandu pameran.

Abstract

The assessment was carried out in the booth of North Maluku Assessment Institute of Agricultural Technology (Maluku AIAT) participated in The Exhibition of Agricultural Extension and Technology Innovation was held on 1617 December 2015 at Sofifi, North Maluku. The assessment aimed to obtain visitors perceptions to the exhibition materials, support materials/visual tools, stand guides, and visitors satisfaction to the exhibition as a whole. In addition, feedbacks were collected from the visitors related to the information of technology required and suggestions for improvement of the exhibition in the future. The assessment used a survey to the 66 exhibition visitors as respondents. The results showed that most respondents were satisfied with performance of North Maluku AIAT stand. A total of 72.7% respondents satisfied with the exhibition materials. Feedback obtained from the visitors included the need for using support materials, audio visual and multimedia, and improving stand guide quality.
Keywords: Exhibitions · dissemination of information · agricultural technology · visitor perception

Introduction

Inovasi yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) terbukti mampu menjadi pemacu pembangunan pertanian di Indonesia. Banyak sekali inovasi yang dihasilkan Balitbangtan, namun belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengguna. Untuk itu, kegiatan diseminasi perlu dilakukan dengan memanfaatkan berbagai saluran informasi. Diseminasi berasal dari kata berbahasa Inggris dissemination, yang berarti menyebarkan (Hornby 1974 dalam Suharyono dan Hendayana 2006). Lebih spesifik lagi, Roger (1983) dalam Jamal et al. (2008) mendefinisikan diseminasi sebagai suatu proses komunikasi dua arah dalam penyebaran inovasi sehingga sasaran pengguna inovasi mengenal dan memahami inovasi yang disampaikan yang pada akhirnya terjadi perubahan pola berpikir dan bertindak di antara individu yang terlibat. Dalam upaya mempercepat pemanfaatan teknologi hasil penelitian dan pengkajian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) melakukan diseminasi melalui tiga kegiatan, yaitu peragaan teknologi, komunikasi, dan pengembangan informasi (Jamal et al. 2008). Salah satu kegiatan peragaan teknologi adalah pameran. Pada pameran diperagakan teknologi yang dibutuhkan pengguna disertai penjelasannya oleh pemandu. Melalui pameran, akan terjadi proses interaktif antara pengguna teknologi dan pemandu pameran sehingga pengguna dapat mengenal dan memahami teknologi yang diperagakan dan pemandu akan memperoleh umpan balik yang bermanfaat bagi pengembangan inovasi ke depan. Selain mendekatkan inovasi kepada masyarakat, kegiatan pameran juga bertujuan untuk: (1) memberikan informasi mengenai tugas dan fungsi serta hasil yang telah dicapai institusi penyelenggara atau peserta pameran; (2) menyosialisasikan dan memberikan informasi tentang peran institusi sebagai sumber inovasi pertanian di wilayah kerjanya; dan (3) memperkuat kesan institusi sebagai sumber dan rujukan teknologi yang kredibel (Mulyani et al. 2006). Pengguna yang datang ke pameran berasal dari berbagai kalangan, meliputi pengambil kebijakan, penyuluh, petani, pengusaha, mahasiswa/pelajar, dan masyarakat umum (Getarawan dan Sulaiman 2001 dalam Mulyani et al. 2006). Melalui pameran, pengunjung dapat memperoleh informasi secara mendalam sehingga mendapat pemahaman yang utuh sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk mengadopsi atau tidak mengadopsi suatu teknologi. Agar pameran memberikan manfaat bagi penyelenggara, peserta pameran, dan masyarakat, penyelenggaraan pameran harus dilaksanakan secara seksama. Tahapan pelaksanaan pameran meliputi: (1) penetapan lokasi dan waktu pameran; (2) penyiapan teknologi yang sesuai kebutuhan pengguna dan tema pameran; (3) penyiapan alat peraga; (4) penataan alat peraga secara menarik dan terstruktur; (5) penyediaan buku tamu; (6) penunjukan koordinator pelaksana pameran, dan (7) penyiapan pemandu yang profesional (Getarawan dan Sulaiman dalam El Wafa 2012). Ketepatan penggunaan alat peraga sangat membantu pengguna dalam memahami teknologi yang diperkenalkan (Aisyah dalam Sholeh 2013). Alat peraga dapat berupa foto, gambar, grafik, poster, banner, leaflet, brosur, buku, contoh tanaman, contoh benih, prototipe alat dan mesin pertanian, contoh produk pertanian dan hasil olahannya, video, CD interaktif, dan lainnya. Di Provinsi Maluku Utara, salah satu pameran teknologi pertanian diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Bakorluh). Pada tahun 2015, pameran yang digelar adalah Pameran Gelar Penyuluhan dan Teknologi Inovasi Pertanian. Tema pameran adalah "Pencanangan Gerakan Cinta Pertanian, Cinta Laut, dan Cinta Hutan (CITALAHUT)”. Melalui pameran tersebut diharapkan masyarakat dapat mencintai dan memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. BPTP Maluku Utara berpartisipasi dalam pameran tersebut untuk mempromosikan keberhasilan program upaya khusus (UPSUS) peningkatan produksi Padi, Jagung, dan Kedelai mewujudkan swasembada ketiga komoditas tersebut. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengunjung pameran terhadap materi pameran, kesesuaian materi pameran dengan kebutuhan pengguna, alat peraga, kemampuan pemandu, dan penataan stan pameran BPTP Maluku Utara.

Method

Pengkajian dilaksanakan pada saat penyelenggaraan Pameran Gelar Penyuluhan dan Teknologi Inovasi Pertanian yang berlangsung di lapangan sepak bola Guraping, Kota Sofifi, Maluku Utara, pada 16-17 Desember 2015. Indikator yang diamati meliputi materi pameran, bahan pendukung pameran atau alat peraga, pemandu stan, penataan stan, serta kepuasan pengunjung terhadap pelaksanaan pameran secara keseluruhan. Selain itu, juga dijaring umpan balik dari pengunjung sebagai bahan perbaikan pameran pada masa yang akan datang. Pengunjung yang mengisi buku tamu berjumlah 89 orang. Pengambilan data dilakukan terhadap 66 pengunjung yang diambil secara acak. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan berpedoman pada kuesioner. Data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya ditabulasi, dikompilasi, dan dianalisis berdasarkan masing-masing indikator, dilengkapi dengan deskripsi dan analisis kualitatif berdasarkan desk study (studi literatur), pengamatan, dan wawancara mendalam terhadap responden.

Result & Discussion

Identitas Responden Responden pengakajian berjumlah 66 orang, terdiri atas 49 orang (74%) laki-laki dan 17 orang (26%) perempuan. Persepsi pengunjung pameran terhadap materi ..... Tabel 1. Profesi responden pengunjung stan BPTP Maluku Utara pada Pemeran Gelar Penyuluhan dan Teknologi Inovasi Pertanian, 1617 Desember 2015. PNS/TNI/Polri 46 69,7 Swasta 10 15,2 Pelajar/mahasiswa 10 15,2 Tabel 2. Pendapat responden terhadap variasi materi pameran BPTP Maluku Utara pada Pameran Gelar Penyuluhan dan Teknologi Inovasi Pertanian, 1617 Desember 2015. Materi Jumlah Persentase (%) Sangat bervariasi 25 37,9 Bervariasi 40 60,6 Kurang bervariasi 01 01,5 Tidak bervariasi 00 0 Jumlah 66 100 Responden dipilah menjadi tiga kelompok, yaitu pegawai (PNS, TNI, Polri), pelajar/mahasiswa, dan swasta (pengusaha, pedagang, petani, dan ibu rumah tangga) (Tabel 1). Responden sebagian besar berasal dari Kota Sofifi. Berdasarkan profesi, responden berprofesi sebagai PNS/ TNI/Polri (69,7%), pelajar/mahasiswa (15,2%), dan swasta (15,2%). Usia responden yang termuda adalah 16 tahun (pelajar SMA) dan yang tertua 61 tahun. Sebagian besar responden termasuk dalam kelompok umur 3145 tahun (51,5%), yang sebagian besar adalah pegawai dan swasta (pengusaha, pedagang, petani, dan ibu rumah tangga). Selanjutnya kelompok umur 4661 tahun (33,3%), yang sebagian besar adalah pegawai dan swasta (pengusaha, pedagang, petani, dan ibu rumah tangga), dan umur 1630 tahun (15,2%), terutama pelajar dan mahasiswa. Materi dan Substansi Pameran Pendapat responden terhadap variasi materi pameran disajikan pada Tabel 2. Sebanyak 60,6% responden menyatakan materi yang disajikan BPTP Maluku Utara beragam, 37,9% menyatakan sangat bervariasi, dan 1,5% menyatakan kurang variatif (Tabel 2). Materi pameran yang disajikan cukup beragam, meliputi (1) makanan dan minuman, yaitu aneka brownies berbahan baku tepung pisang, ubi jalar, ubi kayu dan tepung kasava/sukun, sirup pala, sirup air kelapa, kecap manis berbahan baku air kelapa, nata de coco, dan saus tomat; (2) produk olahan lainnya seperti balsem pala dan minyak atsiri dari daun cengkih; (3) varietas unggul baru padi sawah Inpari 31 dan Inpari 32 serta varietas Mekongga dalam bentuk benih, dan (4) koleksi plasma nutfah bawang merah lokal topo, kelapa igo ratus, ubi kayu jame-jame, sorgum lokal, dan aneka produk lokal seperti pisang boki dan pisang mulu bebe. Sebanyak 83,3% responden (55 orang) menyatakan materi yang disajikan sangat sesuai dengan tema pameran dan kebutuhan pengguna dan 16,7% (11 orang) menyatakan sesuai. Hal ini karena partisipasi BPTP Maluku Utara dalam pameran mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan Getarawan dan Sulaiman dalam El Wafa (2012), yaitu materi disiapkan sesuai dengan tema pameran dan kebutuhan pengguna. Kebutuhan pengguna diketahui berdasarkan analisis kebutuhan pengguna pada saat perencanaan kegiatan diseminasi (Jamal et al. 2008). Teknologi yang diperagakan antara lain teknologi bawang merah lokal (bawang topo) mendukung program Kementerian Pertanian untuk menstabilkan harga bawang di pasaran, padi, pascapanen hasil pertanian, dan lainnya. Alat Peraga Sebagian besar (51,5%) responden menyatakan alat peraga yang ditampilkan menarik dan selebihnya (48,5%) responden menyatakan sangat menarik. Alat peraga yang digunakan BPTP Maluku Utara berupa replika produk, prototipe alat tanam jajar legowo, mini combine harvester, peta, foto, brosur/leaflet, poster, standing banner, buku, petunjuk teknis budi daya, kalender tanam, dan peta zona agroekologi. Teknologi padi diperagakan melalui replika mesin panen dan prototipe alat tanam sistem jajar legowo. Umumnya pengunjung pameran tertarik pada mini combine harvester yang dihasilkan Balitbangtan. Hal ini ditunjukkan oleh banyaknya dan panjangnya antrean pengunjung untuk mencoba mengoperasikan mesin tersebut. Melalui alat peraga mini combine harvester yang dioperasikan, pengguna dapat melihat dan menyentuh mesin tersebut, mencobanya serta mendapatkan informasi sehingga memahami manfaat mesin panen padi tersebut. Sebagaimana yang dinyatakan Ruseffendi dalam Sholeh (2013), dengan menggunakan alat peraga, seseorang akan termotivasi untuk berpikir, berdiskusi, dan berpartisipasi aktif dalam pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi. Alat peraga lainnya adalah prototipe alat tanam jajar legowo. Mini combine harvester berukuran relatif kecil sehingga cocok untuk petakan lahan yang sempit di pedesaan dan daerah pegunungan yang tidak terlalu tajam kemiringannya. Untuk masuk ke lahan pertanian, mesin ini tidak memerlukan akses jalan yang lebar, cukup 1,5 kali ukuran mini combine harvester. Selain ukurannya kecil dan dapat bekerja di petakan lahan yang sempit, mesin tersebut irit bahan bakar. Memanen padi seluas 1 ha membutuhkan waktu 67 jam. Pemandu Pameran Sebagian besar (68,2%) responden menyatakan penampilan pemandu pameran menarik dan 24,2% menyatakan sangat menarik. Hanya 7,6% responden yang menyatakan penampilan pemandu pameran kurang menarik (Tabel 3). Pemandu pameran sangat menentukan keberhasilan penyelenggaran pameran, terutama dalam menyampaikan informasi terkait materi pameran. Oleh karena itu, pemandu pameran harus menguasai materi yang dipamerkan agar dapat memberikan jawaban yang lengkap terhadap pertanyaan pengunjung. Penampilan pemandu pameran juga perlu mendapat perhatian agar pengunjung merasa nyaman, tertarik, dan terdorong untuk memberikan respons terhadap materi yang disajikan. Selain mempromosikan inovasi hasil penelitian dan pengkajian, pemandu pameran juga harus dapat menghimpun informasi dari pengunjung. Informasi tersebut bermanfaat sebagai umpan balik untuk perbaikan kegiatan pengkajian dan pelaksanaan pameran selanjutnya (Getarawan dan Sulaiman dalam Mulyani et al. 2006). Seluruh pemandu pameran berusaha bersikap ramah dan santun dalam melayani pengunjung. Beberapa pemandu memberikan suvenir kepada pengunjung pameran, terutama yang berkaitan dengan materi yang disajikan. Pemandu juga menyuguhkan makanan hasil olahan yang dapat dicicipi pengunjung. Selain penampilan, penguasaan pemandu terhadap materi pameran juga penting dalam mendukung keberhasilan pameran. Hanya 3,0% responden menyatakan pemandu pameran kurang menguasai materi. Sebanyak 62,1% responden menyatakan pemandu menguasai materi pameran dan 34,9% responden menyatakan pemandu sangat menguasai materi pameran. Penataan Stan Pameran Materi pameran perlu ditata agar menarik perhatian dan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan pengunjung. Berdasarkan hasil kajian, 56,1% responden menyatakan penataan stan BPTP Maluku Utara menarik dan 43,9% responden menyatakan sangat menarik. Begitu pula dengan tingkat kebersihan stan juga mendapat respons yang positif dari pengunjung. Sebanyak 63,6% responden menyatakan stan BPTP Maluku Utara bersih dan 36,4% menyatakan sangat bersih (Tabel 4). Kepuasan Pengunjung Berdasarkan pendapat responden tentang materi pameran, kesesuaian materi pameran, alat bantu peraga, pemandu pameran, serta penataan dan kebersihan stan, sebagian besar pengunjung (48 orang, 72,7%) merasa puas dan 18 (27,3%) responden sangat puas. Setelah mendapatkan informasi tentang teknologi yang dibutuhkan, pengetahuan pengunjung tentang teknologi akan meningkat bahkan sampai pada tingkat pemahaman. Tabel 3. Pendapat responden terhadap penampilan pemandu stan BPTP Maluku Utara pada Pameran Gelar Penyuluhan dan Teknologi Inovasi Pertanian, 1617 Desember 2015. Penampilan Jumlah Persentase (%) Sangat menarik 16 24,2 Menarik 45 68,2 Kurang menarik 05 7,6 Tidak menarik 00 0 Jumlah 66 100 Dengan demikian, pengguna teknologi akan merasa puas dengan layanan informasi di stan BPTP Maluku Utara. Pada pameran tersebut, stan BPTP Maluku Utara mendapat penghargaan peringkat pertama stan terfavorit atas pilihan penyelenggara dan pengunjung. Umpan Balik Penyebaran Inovasi Melalui pameran, BPTP Maluku Utara memperoleh umpan balik dari pengunjung yang barmanfaat bagi pelaksanaan pameran pada masa yang akan datang. Persepsi pengunjung pameran terhadap materi ..... Tabel 4. Pendapat responden terhadap penataan dan kebersihan stan BPTP Maluku Utara pada Pameran Gelar Penyuluhan dan Teknologi Inovasi Pertanian, 1617 Desember 2015. Jumlah Persentase (%) Jumlah Persentase (%) Sangat menarik 29 43,9 24 36,4 Menarik 37 56,1 42 63,6 Kurang menarik 0 0 0 0 Tidak menarik 0 0 0 0 Jumlah 66 100 66 100 Tabel 5. Saran dan masukan pengunjung stan BPTP Maluku Utara pada Pameran Gelar Penyuluhan dan Teknologi Inovasi Pertanian, 1617 Desember 2015. Saran dan masukan Deskripsi Alat peraga Perlunya penambahan CD/DVD interaktif paket inovasi teknologi dan cendera mata Perlunya penambahan layar lebar/tv untuk menayangkan inovasi teknologi hasil penelitian Balitbangtan, termasuk hasil kajian BPTP Maluku Utara Pemandu Hendaknya menyampaikan teknologi inovasi pertanian terbaru dan spesifik lokasi Menunjukkan sikap yang lebih ramah lagi kepada seluruh pengunjung Penataan stan Menyediakan kotak saran bagi pengunjung Menyediakan tempat sampah agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan setelah menikmati sajian pameran Umpan balik dari pengunjung berkaitan dengan alat peraga, pemandu, dan penataan stan (Tabel 5). Selain itu, ada pengunjung yang menyarankan untuk menambah materi pameran dengan alat tanam padi (transplanter/ atabela) dan alat pengukur kesuburan tanah.

Conclusion

Materi yang disajikan pada stan BPTP Maluku Utara pada Pameran Gelar Penyuluhan dan Teknologi Inovasi Pertanian bervariasi dan sesuai dengan tema pameran dan kebutuhan pengguna. Alat peraga yang digunakan untuk menyampaikan informasi teknologi pertanian menarik hingga sangat menarik. Stan ditata dengan baik sehingga menarik bagi pengunjung. Demikian pula pemandu stan berpenampilan menarik dan menguasai materi pameran. Sebagian besar responden menyatakan puas setelah berkunjung ke stan BPTP Maluku Utara pada Pameran Gelar Penyuluhan dan Teknologi Inovasi Pertanian. Saran dan masukan dari pengunjung pameran dikelompokkan menjadi tiga, yaitu yang terkait dengan alat peraga, pemandu, dan penataan stan. Materi seyogianya ditambah teknologi alat tanam padi (atabela) dan informasi teknologi yang dikemas dalam VCD/CD interaktif. Pemandu pameran sebaiknya memberikan informasi teknologi inovasi pertanian yang terbaru dan spesifik lokasi dan menunjukkan sikap yang santun dan ramah terhadap setiap pengunjung. Stan perlu menyediakan kotak saran bagi pengunjung dan tempat sampah.