Kembali
16
1
2017 Edulibinfo Vol 4 · 1 ISSN 2541-3279

PERAN BAPUSIPDA DALAM IMPLEMENTASI UNDANGUNDANG RI NOMOR 4 TAHUN 1990 TENTANG SERAH SIMPAN KARYA CETAK DAN KARYA REKAM (Studi Deskriptif pada Badan Perpustakaan dan Kearsipan daerah Provinsi Jawa Barat)

Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia

Abstrak

Kebijakan adalah suatu norma yang diakui oleh masyarakat khususnya bagi suatu wilayah tertentu yang berkaitan. Kebijakan sangat perlu dilaksanakan untuk tercapainya tujuan yang tekah ditetapkan. Begitu juga kebijakan yang terkait dengan perpustakaan khususnya tentang koleksi langka (deposit) yang sudah terbentuk sejak tahun 1990, yaitu Undang-Undang RI No. 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Pelaksanaan UU ini berlaku hanya di Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Daerah Provinsi di seluruh Indonesia. Pada penelitian ini membahas tentang bagaimana peran Bapusipda dalam Implementasi Undang-Undang RI No. 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam di Badan Perustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, yang dilihat dari beberapa rumusan masalah khusus yang sudah ditentukan yaitu dari keberhasilan, upaya, hambatan serta dampaknya bagi Bapusipda. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Bapusipda Provinsi Jawa Barat Bidang Perpustakaan Deposit sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah kuesioner, observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Hasil pengolahan data diperoleh kesimpulan, bahwa Bapusipda telah melaksanakan Undang-undang RI No. 4 Tahun 1990 dengan baik, proses penerimaan koleksi deposit sesuai dengan mekanisme yang sudah ditentukan, upaya yang dilakukan adalah seslalu mengingatkan pihak wajib serah simpan dan sosialisasi UU, hambatan yang dialami diantaranya kurangnya tenaga kerja dan kurangnya kesadaran pihak wajib serah simpan, meski demikian, Bapusipda dapat mengatasinya dengan baik serta program yang telah dirancang tetap terlaksana.

Abstract

The research based on the situation in which the number of learner's interest in mentioned major is still at the minimum amount. This phenomenon is in contrast with the fact that the number of librarian needed in the field is highly increasing. The common issue that was being examined in this research was how the relationship between learner's interest and the decision-making to select the Library and Information Science major in FIP UPI. With special research question including 1) What does the learner's interest toward the Library and Information Science major; 2) How are the learner's decision to select Library and Information Science major. This research used a quantitative approach with the descriptive correlational method with formulas Spearman Rank. In collecting the data, this research used questionnaire. The finding of the research showed that the relationship between learner's interest learners and the decision making in selecting Library and Information Science major has a strong correlation. In particular, the results showed that the overview of learner's interest are in the average category and an overview of decision making in selecting Library and Information Science major is in the average category as well.
Keywords: Learner's Interest · Decision-making · Library and Information Science major in FIP UPI

Introduction

Kebutuhan masyarakat akan informasi yang efektif dan efisien, menjadi salah satu faktor utama Program Studi Perpustakaan untuk terus dikembangkan. Terlebih mengacu pada standar hukum yang menjelaskan bahwa, pustakawan dan pengelola perpustakaan haruslah memiliki wawasan dan kompetensi yang diperoleh melalui sarana p e n d i d i k a n a t a u p u n p e l a t i h a n kepustakawanan. Hal tersebut seperti yang dirujuk pada Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 yang menyatakan bahwa “Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan p e n g e l o l a a n d a n p e l a y a n a n perpustakaan”. Program Studi Perpustakaan dikembangkan dengan tujuan untuk mencetak pustakawan dan tenaga pengelola perpustakaan. Seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan pustakawan dan tenaga pengelola perpustakaan, maka pada tahun 2008 terbentuklah SK Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, yang secara resmi menyatakan untuk membuka dan mengembangkan Program Studi Perpustakaan dan Informasi yang bertempat di Fakultas Ilmu Pendidikan. Namun ternyata hal tersebut tidak sejalan dengan masih rendahnya minat peserta didik terhadap Program Studi Perpusinfo FIP UPI. Dapat terlihat dari tidak termasuknya Program Studi Perpusinfo FIP UPI kedalam sepuluh Program Studi dengan jumlah peminat tertinggi di UPI. Rendahnya minat peserta didik terhadap Program Studi Perpustakaan semakin dipertegas oleh Liem (2014) dalam artikelnya yang dimuat pada kompas, menyatakan bahwa profesi ini seperti masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. . Hal tersebut, didukung berdasarkan hasil survei yang juga dilakukan Liem terhadap 5.614 peserta didik SMA di Indonesia pada tahun 2013, bahwa dari 5.614 peserta didik hanya terdapat 1 peserta didik yang berminat menjadi pustakawan. Fenomena rendahnya minat peserta d i d i k t e r h a d a p Pr o g r am St u d i P e r p u s t a k a a n , s e b e n a r n y a bertolakbelakang dengan tingginya angka kebutuhan pustakawan di lapangan. Seperti yang dinyatakan oleh Sularsih dalam Ricky (2014) bahwa sebenarnya Indonesia masih membutuhkan jutaan pustakawan untuk ditempatkan di berbagai jenis perpustakaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal tersebut dipertegas oleh Liem ( 2 0 1 4 ) d a l am a rti k e l n y a y a n g menyatakan bahwa, terdapat lebih dari 200.000 sekolah mulai dari SD hingga SMA, serta lebih dari 3.000 perguruan tinggi di Indonesia. Sedangkan untuk perbandingannya, jumlah pustakawan di Indonesia saat ini hanya berkisar antara 3.000 orang. Menanggapi hal tersebut, maka salah satu faktor yang dapat disoroti ialah minat peserta didik terhadap Program Studi Perpustakaan. Minat merupakan salah satu faktor yang dapat membantu pembuatan keputusan seseorang terhadap sikap dan pe ril aku yang akan dimunculkannya. Hal tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Hurlock (dalam Risnawati, 2012 hlm.65) yang menjelaskan bahwa “minat adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang dilakukan ketika bebas memilih keputusan.” Berdasarkan pemaparan fenomena diatas, maka dapat diasumsikan bahwa telah terjadi kesenjangan antara rendahnya minat peserta didik terhadap Program Studi Perpustakaan yang bertolakbelakang dengan semakin tingginya tingkat kebutuhan pustakawan dilapangan. Oleh karena itu, peneliti merasa termotivasi untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara minat peserta didik dengan pengambilan keputusan untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIPUPI. Minat merupakan kecenderungan seseorang untuk berfokus pada suatu objek, yang dapat terlihat dari adanya pengetahuan, perasaan senang dan aktivitas yang dilakukannya. Sejalan dengan konsep minat yang telah dipaparkan, tak jauh berbeda dengan konsep minat yang dinyatakan oleh Slameto (2010, hlm. 180) bahwa: “Minat merupakan suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu objek tanpa ada yang menyuruh. Minat dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa peserta didik lebih menyukai suatu objek daripada objek lainnya, atau dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas.” Pada dasarnya, minat individu terhadap suatu objek dapat diketahui melalui indikator dan ciri-ciri minat yang telah ditetapkan. Sukartini (1986, hlm.65) menyatakan bahwa untuk menganalisa minat dapat dilakukan terhadap hal-hal sebagai berikut: a. Keinginan untuk mengetahui sesuatu objek yang diminatinya b. Objek-objek yang disenangi c. Jenis-jenis kegiatan yang disenangi d. U s a h a - u s a h a u n t u k merealisasikan keinginan atau rasa senang terhadap sesuatu yang diminatinya. Minat individu terhadap suatu objek, dengan individu lainnya terhadap objek yang sama tidak bisa disamakan. Karena minat individu yang satu dengan individu yang lainnya tentu akan berbeda, meskipun objek yang dimaksudkan sama. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan menurunnya minat seseorang terhadap suatu objek, d i a n t a r a n y a m e l i p u t i f a k t o r ketidakcocokkan, faktor kebosanan dan faktor kelelahan (Suhirno, 2011, hlm.14). Kriteria dan bentuk minat bermacam-macam sesuai dengan konsep yang dipahaminya. Maka dari itu, pengukuran minat individu terhadap suatu objek juga dapat dilakukan melalui beberapa teknik dan cara yang berbeda, diantaranya melalui teknik observasi, wawancara., angket dan inventori (Rizal, 2013, hlm. 16). Disadari ataupun tidak, setiap aktivitas yang dilakukan manusia dalam kesehariannya merupakan proses pengambilan keputusan yang dilakukan untuk menentukan kehidupannya. Setiap tindakan manusia merupakan cerminan dari pikiran serta keputusan yang telah dipilihnya. Pengambilan keputusan merupakan proses memilih dan me n y e l e k si . O l e h k a r e n a i t u , p e n g amb il a n k e p u t u s a n s e l a l u melahirkan satu keputusan akhir yang dipilih dengan membuang beberapa alternatif yang tersedia. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan yang diungkapkan oleh Syamsi (2000, hlm. 3) bahwa “pengambilan keputusan merupakan hasil dari proses pemikiran yang terdiri dari upaya pemilihan dan penyeleksian beberapa alternatif sebagai cara untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.” Setiap keputusan yang dipilih akan memiliki dampak dan resiko yang berbeda. Tak terkecuali pada proses pengambilan keputusan untuk memilih program studi di Perguruan Tinggi. Proses p e n g amb il a n k e p u t u s a n d a l am menentukan Program Studi di Perguruan Tinggi, adalah proses yang rumit dan memerlukan pertimbangan yang matang karena akan membawa konsekuensi dan r e si k o t e rt e n t u j i k a t e r d a p a t ketidakcocokkan. S e t i a p o r a n g a k a n s e l a l u dihadapkan dengan berbagai pilihan dalam kehidupannya. Dan diantara situasi tersebut, seseorang akan mengambil keputusan untuk memilih yang menurutnya sesuai dengan kehidupannya. Menurut Suharnan (2005, hlm.194) Pengambilan keputusan terjadi didalam suatu kondisi/situasi yang meminta seseorang harus; “membuat prediksi atau gambaran kedepan, memilih diantara dua pilihan atau lebih dan membuat perkiraan tentang banyaknya kejadian berdasarkan bukti-bukti terbatas.” Prediksi atau gambaran ke depan. Dalam melakukan proses pengambilan keputusan seseorang diharapkan mampu untuk membuat prediksi kedepan, dengan menempatkan diri pada situasi dimana seseorang memiliki kesempatan untuk mengambil dan melakukan sesuatu hal tersebut. Memilih salah satu diantara dua pilihan atau lebih. Dalam melakukan proses pengambilan keputusan, seseorang akan dihadapkan dengan beberapa alternatif pilihan. Memilih merupakan kegiatan atau aktivitas yang dilakukan o l e h s e s e o r a n g d e n g a n c a r a menyingkirkan beberapa alternatif pilihan lainnya. Membuat perkiraan tentang banyaknya kejadian berdasarkan buktibukti terbatas. Ketika seseorang diharuskan untuk mengambil keputusan maka ia harus mampu membuat prediksi/ gambaran kedepan tentang kehidupannya terkait dengan apa yang telah menjadi keputusannya. Jika memutuskan sesuatu, seseorang harus mampu membayangkan perkiraan berbagai kejadian yang mungkin di alami kedepannya jika memilih sesuatu hal tersebut. P a d a p r a k t i k n y a , p r o s e s pengambilan keputusan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang bersifat intern pada diri individu maupun yang bersifat ekstern yang berasal dari luar diri individu.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dan analisis data korelasi Spearman Rank. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa angket bersifat tertutup. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Baleendah dan SMA Labschool UPI, alasannya ialah sebagai salah satu sekolah Negeri dan Swasta dengan kriteria terdapat lulusan peserta didik yang melanjutkan pendidikan di Program Studi Perpusinfo FIP UPI. Dengan populasi penelitian seluruh peserta didik kelas XI yang terdaftar secara resmi di SMAN 1 Baleendah dan SMA Labschool UPI. Teknik sampling yang digunakan ialah rumus slovin dengan jumlah sampel 86 responden.

Result & Discussion

Pembahasan hasil penelitian bertujuan untuk menjawab rumusan masalah umum dan rumusan masalah khusus yang telah ditetapkan. Rumusan masalah umum pada penelitian ini adalah “Bagaimana hubungan antara minat peserta didik dengan pengambilan keputusan untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIP UPI?” Dengan rumusan masalah khusus pada penelitian ini meliputi (1)Bagaimana minat peserta didik terhadap Program Studi Perpusinfo FIP UPI? (2)Bagaimana pengambilan keputusan peserta didik untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIPUPI? Adapun untuk pembahasannya akan diuraikan sebagai berikut: Hubungan Minat Peserta Didik dengan Pengambilan Keputusan untuk Memilih Program Studi Perpusinfo FIP UPI Berdasarkan hasil penelitian yang telah diolah dan diuji melalui IBM SPSS Statistik 16 maka jawaban yang dihasilkan ialah H0 ditolak dan H1 diterima, dengan skor uji korelasi yang diperoleh sebesar 0,635 pada kategori tingkat hubungan yang kuat. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara minat peserta didik dengan pengambilan keputusan untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIPUPI. Pada dasarnya, setiap aktivitas yang dilakukan manusia dalam kesehariannya me rupakan pros e s pengambil an keputusan yang dilakukan untuk menentukan kehidupannya. Begitu pula dengan pengambilan keputusan peserta didik untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIP UPI dibandingkan dengan program studi lainnya. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Morgan dan Cerullo dalam Salusu (1996, hlm.51) bahwa pengambilan keputusan merupakan suatu proses berpikir untuk menimbang, menyeleksi dan memilih sehingga akan menghasilkan satu alternatif akhir sebagai jawaban setelah mengesampingkan berbagai alternatif lainnya. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan seseorang salah satunya ialah faktor minat. Menurut Muhammad (2006, hlm.104) menyatakan bahwa minat seseorang terhadap suatu profesi, akan turut mempengaruhi minat terhadap pendidikan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa minat peserta didik akan turut membantu proses pengambilan keputusan dalam menentukan pendidikan khususnya dalam memilih program studi di Perguruan Tinggi, sebagai awal untuk mendekati bidang pekerjaan yang diinginkan oleh peserta didik Hal tersebut selaras dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Hurlock (dalam Risnawati, 2012 hlm.65) yang menjelaskan bahwa minat merupakan salah satu faktor yang akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan, ketika seseorang diberi kesempatan untuk mengambil keputusan. Artinya, bahwa minat dapat membantu peserta didik dalam memilih dan memutuskan jurusan di perguruan tinggi sesuai dengan hal yang disenanginya. Minat Peserta Didik Berdasarkan hasil perhitungan skor minat peserta didik menunjukkan total skor 4627, artinya minat peserta didik terhadap Program Studi Perpusinfo FIP UPI berada pada kategori sedang. Sebagian besar peserta didik menyatakan, minimnya informasi yang bisa didapat oleh peserta didik terkait berbagai hal mengenai Program Studi Perpusinfo FIP UPI baik dilingkungan sekolah, keluarga atau bahkan media lainnya. Rendahnya informa si yang didapatkan peserta didik, dapat berakibat pada rendahnya minat peserta didik terhadap Program Studi Perpusinfo FIP UPI. Hal tersebut sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Irsan (2013) yang menunjukkan hasil bahwa minimnya informasi dan pengalaman yang dimiliki oleh para mahasiswa baru, merupakan faktor penyebab rendahnya minat mahasiswa b a r u t e r h a d a p p r o g r a m st u d i perpustakaan. Aspek pengukuran minat peserta didik yang selanjutnya objek Program Studi Perpusinfo FIPUPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan peserta didik terhadap objek-objek pada Program Studi Perpusinfo FIP UPI tergolong dalam kategori tinggi. Dari keseluruhan aspek dalam penelitian ini, aspek objek pada Program Studi Perpusinfo FIP UPI merupakan satusatunya aspek yang berada pada kategori tinggi. Hal tersebut dikarenakan sebenarnya peserta didik telah memiliki ketertarikan terhadap objek-objek pada Program Studi Perpusinfo FIP UPI khususnya pada objek ilmu informasi dan komunikasi. Minat peserta didik dapat dilihat juga dari ketertarikan peserta didik terhadap kegiatan Prodi Perpusinfo FIP UPI yang mengacu kepada prinsip Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Seperti yang telah tercermin pada visi dan misi Program Studi Perpusinfo FIP UPI untuk menyelenggarakan pendidikan disiplin ilmu perpustakaan, dokumentasi, komunikasi dan informasi. Hasil penelitian menunjukkan peserta didik lebih tertarik untuk mempelajari ilmu informasi dan komunikasi dibandingkan dengan mempelajari ilmu perpustakaan dan ilmu dokumentasi. Selanjutnya, sebagian besar peserta didik menyatakan lebih tertarik untuk membaca berbagai hasil karya tulis dibandingkan untuk berkontribusi secara langsung melakukan penelitian terkait bidang perpustakaan dan informasi. Kegiatan Program Studi Perpusinfo FIP UPI yang selanjutnya yaitu berkontribusi pada kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M). Dengan melakukan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M), Program Studi Perpusinfo FIPUPI berusaha hadir dan terjun secara langsung d i t e n g a h - t e n g a h m a s y a r a k a t . Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar peserta didik menyatakan bahwa mereka merasa tertarik untuk terlibat pada kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M). Maka dapat dikatakan bahwa sebenarnya peserta didik tak hanya menyukai kegiatan pembelajaran didalam kelas saja, tetapi juga tertarik untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang secara langsung turun kelapangan. Aspek pengukuran minat peserta didik terhadap Program Studi Perpusinfo FIP UPI yang terakhir, ialah dapat dilihat dari usaha-usaha yang dilakukan peserta didik untuk merespon keinginan dan rasa senang terhadap Program Studi Perpusinfo FIP UPI. Merujuk pada hasil penelitian, bahwa skor ketertarikan peserta didik terhadap Program Studi Perpusinfo FIP UPI lebih tinggi dibandingkan dengan skor usaha peserta didik untuk mencari berbagai hal terkait Program Studi Perpusinfo FIP UPI. Maka dapat disimpulkan bahwa telah terdapat ketertarikan peserta didik untuk belajar di Program Studi Perpusinfo FIP UPI, hanya saja hal tersebut tidak sejalan dengan masih minimnya usaha peserta didik untuk mencari berbagai informasi terkait Program Studi Perpusinfo FIPUPI. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya minat peserta didik terhadap Program Studi Perpusinfo FIP UPI, diantaranya masih rendahnya informasi yang dimiliki peserta didik terkait Program Studi Perpusinfo FIP UPI dan faktor ketidakcocokkan. Hal tersebut selaras dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Suprapto (dalam Suhirno, 2011, hlm.14) bahwa minat peserta didik akan berkembang jika peserta didik merasa objek tersebut menarik dan sesuai dengan dirinya. Pengambilan Keputusan untuk Memilih Program Studi Perpusinfo FIP UPI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengambilan keputusan peserta didik untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIP UPI. Berdasarkan hasil perhitungan skor pengambilan keputusan yang menunjukkan total skor 3047, artinya pengambilan keputusan peserta didik untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIP UPI berada pada kategori sedang. Pengambilan keputusan merupakan proses memilih dan menyeleksi. Oleh karena itu, pengambilan keputusan selalu melahirkan satu keputusan akhir yang dipilih dengan membuang beberapa alternatif yang tersedia. Begitu pula dengan pengambilan keputusan peserta didik untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIP UPI dibandingkan dengan program studi lainnya. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan yang diungkapkan oleh Syamsi (2000, hlm. 3) bahwa proses pengambilan keputusan adalah proses berpikir yang berupaya untuk memilih dan menyeleksi berbagai alternatif yang tersedia, untuk mendapatkan satu alternatif jawaban sebagai cara untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Aspek pengambilan keputusan peserta didik untuk memilih Prodi Perpusinfo FIP UPI, yang pertama yaitu membuat prediksi atau gambaran ke depan. Berdasarkan hasil penilaian responden terhadap indikator ini, berada pada kategori sedang. Sebagian besar peserta didik mengetahui Program Studi Perpusinfo FIP UPI membuka jalur pendaftaran melalui jalur SNMPTN dan jalur SBMPTN. Tetapi, sebagian besar peserta didik menjawab masih ragu untuk mencantumkan Program Studi Perpusinfo FIPUPI sebagai pilihan. Aspek selanjutnya yaitu memilih salah satu diantara dua pilihan atau lebih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian responden terhadap indikator ini berada pada kategori sedang. Artinya, sebagian besar peserta didik menyatakan masih ragu untuk lebih memilih Program Studi Perpusinfo FIP UPI dibandingkan dengan program studi lainnya. Aspek pengambilan keputusan untuk memilih Prodi Perpusinfo FIP UPI yang terakhir ialah Membuat perkiraan tentang banyaknya kejadian berdasarkan bukti-bukti terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian responden terhadap indikator ini berada pada ka t egori s edang. Te rdapa t dua kemungkinan yang akan dihadapi oleh peserta didik dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIP UPI, diantaranya kemungkinan diterima atau tidak diterima. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik masih merasa ragu, untuk tetap mencamtumkan Program Studi Perpusinfo FIP UPI sebagai pilihan pada jalur Seleksi Mandiri (SM) jika mereka tidak lolos dalam jalur SNMPTN dan SBMPTN. Semakin dipertegas dengan hasil dari butir pernyataan yang menyatakan sebagian besar peserta didik masih merasa ragu, akan merasa senang jika dapat diterima di Program Studi Perpusinfo FIP UPI. Maka dapat dinyatakan bahwa, belum terdapat keyakinan peserta didik untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIPUPI. Merujuk pada hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keraguan pada diri peserta didik diantaranya meliputi minat, informasi yang dimiliki mengenai Program Studi Perpusinfo FIP UPI, lingkungan, dorongan orangtua dan pilihan teman sebaya. Hal tersebut selaras dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Cornelia dalam Fery (2013, hlm. 4) bahwa terdapat berbagai faktor intern maupun ekstern, yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan peserta didik untuk memilih program studi di Perguruan Tinggi diantaranya meliputi informasi mengenai jurusan, lingkungan, dorongan orang tua dan teman sebaya. Berbagai faktor tersebut menjadi pertimbangan tersendiri bagi para peserta didik dalam prosesnya menentukan program studi yang akan dipilihnya di Perguruan Tinggi, sebagai awal dalam menentukan jenjang karir kedepannya.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan yang kuat antara minat peserta didik dengan pengambilan keputusan untuk memilih Prodi Perpusinfo FIP UPI. Hal ini dapat dimaknai bahwa semakin tinggi minat peserta didik terhadap Program Studi Perpusinfo FIP UPI, akan semakin tinggi pula kemungkinan pengambilan keputusan peserta didik untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIP UPI. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah minat peserta didik terhadap Program Studi Perpusinfo FIP UPI, akan semakin rendah pula kemungkinan pengambilan keputusan peserta didik untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIPUPI. Minat peserta didik terhadap Program Studi Perpusinfo FIP UPI tergolong kedalam kategori sedang. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketidakcocokkan dan rendahnya informasi yang dimiliki peserta didik mengenai Program Studi Perpusinfo FIPUPI. Pengambilan keputusan peserta didik untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIP UPI berada pada kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik masih merasa ragu untuk memilih Program Studi Perpusinfo FIP UPI sebagai pilihan, t e r d ap a t b eb e r ap a f ak to r y an g menyebabkan keraguan pada diri peserta didik diantaranya meliputi minat, informasi yang dimiliki mengenai Program Studi Perpusinfo FIP UPI, lingkungan, dorongan orangtua dan pilihan teman sebaya. Rekomendasi dari penelitian yang telah dilakukan diantaranya, bagi Program Studi Perpusinfo FIP UPI diharapkan mampu meningkatkan eksistensi Program Studi Perpusinfo FIP UPI dikalangan masyarakat, khususnya peserta didik. Bagi sekolah diharapkan dapat menjadi fasilitator dalam membantu meningkatkan wawasan peserta didik, terkait berbagai macam alternatif pilihan program studi di Perguruan Tinggi. Dan mampu mengetahui kondisi serta minat peserta didik agar dapat mengarahkan peserta didik dalam pengambilan keputusan memilih program studi di Perguruan Tinggi sesuai dengan minat yang dimilikinya. Bagi peserta didik diharapkan dapat merencanakan dan mempertimbangkan secara matang, pengambilan keputusan dalam memilih program studi di Perguruan Tinggi. Dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian serupa dengan lingkup dan cakupan yang lebih luas, sebagai salah satu upaya untuk mensosialisasikan keberadaan Program Studi Perpusinfo FIP UPI.