PEMANFAATAN INTERNET SEKOLAH UNTUK MENDUKUNG PENCARIAN INFORMASI SISWA (Studi Deskriptif pada Perpustakaan Sekolah SMAN di Kota Bandung)
Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya Internet di perpustakaan dimana perpustakaan bisa mengimbangi pencarian informasi melalui internet karena informasi di perpustakaan merupakan sumber untuk memperoleh informasi khususnya disekolah. Masalah yang menjadi kajian dalam penelitian ini difokuskan pada media komunikasi, media pertukaran data, media mencari informasi atau data, manfaat komunitas untuk mendukung pencarian informasi siswa sedangkan pencarian informasi terdiri dari tahap awal pencarian, mengikuti rangkaian antar bahan informasi, mengakses informasi yang dibutuhkan, mengevaluasi informasi dan sumbernya, memastikan informasi yang terbaru, menetapkan informasi yang telah didapatkan. Populasi pada penelitian ini adalah pengunjung perpustakaan yang ada di 5 SMAN di Kota Bandung yang berjumlah 7.072 orang. Sampel yang diambil berjumlah 99 orang hal ini berdasarkan rumus Slovin dengan metode penarikan simple random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dengan menggunakan Skala Likert dan menggunakan analisis data Spearman Rank. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa pemanfaatan Internet sekolah mempunyai hubungan yang signifikan terhadap pencarian informasi siswa, dengan signifikansi hubungannya sebesar 0,487 termasuk kategori sedang. Rekomendasi pada penelitian ini diharapkan bahwa pemanfaatan Internet sekolah melalui kemampuan pencarian informasi siswa dapat mendukung pencarian informasi dalam membantu mencari informasi di Internet.
Abstract
This research is motivated by the existence of Internet in a library where library is a place to obtain information, especially at schools. Therefore, this research focused on the communication media, media data exchange, media search for information or data, and benefits being in a community to improve students' information search capabilities. The Internet utilization was measured by sub-variable which consists of four aspects: communication media, media data exchange, media search for information or data, and the benefits being in a community. Whereas, information search consists of the initial phase of the search, following the set of information materials, accessing the information needed, evaluating the information and sources, ensuring the most up-to-date information, establishing the information various already obtained.This research was conducted in the visitors library of 5 Senior High Schools in Bandung city and involves 7.072 students as the total population of the research. As many as 99 sample are taken based on the Slovin’s formula by using simple random sampling. This research employed correlational descriptive study as the method of the research and used a quantitative approaach to enhance the analysis. Morever, the data were collected by using closed questionnaire and Likert Skale as the data collection technique. Then, the data were analyzed by using correlation data analysis by Spearman Rank. The result shows that the utilization of the Internet at Schools has a significant correlation and influence on student information search as big as 0,487 in medium category. Based on the result, it is hoped that the Internet utilization at school can improve student information search in gaining information on the Internet.
Keywords:
Internet Utilization
· Information Seeking
Introduction
Perkembangan Teknologi Informasi di era ini sudah sangatlah maju dan berkembang dengan sangat cepat sehingga dapat menciptakan sebuah perubahan besar dalam bidang dunia informasi. Perubahan tersebut terlihat dari berbagai aspek yang meliputi perubahan bentuk dan penyajian informasi yang penuh dengan kecanggihan dan semuanya sudah serba praktis yang semuanya sudah didukung dengan teknologi informasi yang sudah sangat berkembang pesat di dunia yang khususnya dapat terlihat di negara kita tercinta yaitu Indonesia yang semuanya disajikan secara digital atau information technology. Terlebih lagi dewasa ini informasi merupakan suatu kebutuhan utama dalam kehidupan manusia, karena informasi ini mempengaruhi ekonomi, politik, dan semua komponen kehidupan manusia. Informasi merupakan hal yang mutlak dan lumrah dalam kehidupan sehari-hari karena Informasi digunakan sebagai bahan dasar untuk mengambil suatu keputusan, misalnya keputusan untuk melanjutkan pendidikan. Seseorang yang akan melanjutkan pendidikan pasti membutuhkan informasi yang berkaitan dengan lembaga-lembaga pendidikan. Fungsi informasi ini sesuai dengan definisi informasi menurut McLeod (2004) dalam Sutopo (2012, hlm. 90), yaitu: “Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat”. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah lembaga yang bertugas untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan informasi. Oleh karena itu perpustakaan haruslah menyediakan informasi yang terbaru agar tidak ketinggalan zaman sesuai dengan perkembangan zaman. Layanan yang disediakan oleh perpustakaan adalah layanan internet, layanan ini digunakan untuk semua perpustakaan dalam hal menyediakan informasi yang terbaru yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja yang bisa diakses melalui Internet. Sebelum kemunculan teknologi informasi, pencarian informasi banyak dilakukan di perpustakaan secara manual, karena di perpustakaan tersedia berbagai sumber informasi konvensional (text book) yang dapat membantu dalam pemenuhan kebutuhan informasi. Akan tetapi setelah perkembangan teknologi informasi, sumber informasi di perpustakaan tidak hanya berbentuk sumber informasi konvensional melainkan juga e-resources yang penyimpanannya dan pemanfaatannya membutuhkan internet. Hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi perilaku pemustaka dalam mencari informasi dimana pencarian informasi dilakukan dengan memanfaatkan internet. Internet merupakan jaringan komputer yang terus berkembang yang memungkinkan terhubungnya satu komputer dengan komputer yang lainnya di seluruh dunia yang bisa diakses tanpa batas. Oleh karena itu internet bisa dimiliki oleh siapapun, Menurut Pendit, dkk. (2003, hlm. 24). sesuai dengan kepanjangannya bahwa internet adalah sekumpulan jaringan komputer milik perusahaan, institusi, lembaga pemerintah, ataupun penyedia jasa jaringan (Internet Servis Provider) yang saling terhubung dimana masing-masing jaringan komputer yang terhubung dikelola secara independen. Quarteman dan Mitchell (dalam Harring, Susan C. : 1996) bahwa manfaat internet terdiri dari berbagai macam, diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan manfaat internet yang paling banyak digunakan dimanapun dan kapanpun, setiap pengguna internet daat berkomunikasi dengan pengguna lainnya yang ada diseluruh dunia. 2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, FTP dan WWW (World Wide Web) para pengguna internet diseluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah serta aman dan nyaman. 3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan WWW sebagai salah satu sumber informasi yang paling akurat dan penting. 4. Manfaat komunitas, internet membentuk masyarakat baru beranggotakan para pengguna internet yang ada di Indonesia maupun yang ada diseluruh dunia. Dengan adanya sebuah komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi yang dibutuhkan, berbelanja, melakukan transaksi bisnis dan sebagainya. Karena sifat internet yang mirif dengan dunia yang kita alami sehari-hari, maka internet sering disebut sebagai virtual world (dunia maya). Profesor Tom Wilson menjelaskan bahwa dalam kajian pemakai ada 3 istilah yang saling berhubungan hirarkis, istilah-istilah itu yaitu: information behavior, information seeking behavior dan information searching behavior. information behavior adalah istilah yang paling luas, disusul berikutnya oleh information seeking behavior dan yang terakhir information searching behavior. Sedangkan mengenai information seeking behavior, Wilson membatasinya sebagai upaya menemukan informasi dengan tujuan tertentu sebagai akibat dari adanya kebutuhan untuk memenuhi tujuan tertentu, dalam upaya ini seseorang bisa saja berinteraksi dengan sistem informasi atau berbasis komputer (Wilson, 2006, hlm. 33). Menurut Ellis (1989) dalam Karen E Fisher, dkk (2008, hlm. 138) memperkenalkan 6 kelompok kegiatan dalam perilaku pencarian informasi. Enam kelompok kegiatan pencarian informasi itu adalah: 1. Starting Kegiatan-kegiatan yang dikategorikan sebagai kelompok kegiatan starting adalah kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan seorang pengguna informasi saat pertama kali mencari tahu tentang suatu bahasan tertentu. Contohnya: melakukan overview terhadap literatur-literatur yang ada dalam suatu bidang baru tertentu atau mencari tahu orang-orang yang ahli dalam suatu bidang tertentu 2. Chaining Sedang yang dimaksud dengan chaining menurut Ellis (1989) adalah “Following chains of citations or other forms of referential connections between material.” Mengikuti rangkaian kutipan-kutipan atau mengikuti rangkaian hubungan-hubungan referensial antar bahan informasi (literatur). Misalnya dengan menelusur daftar pustaka yang ada pada sebuah literatur guna mendapatkan sumber informasi yang lain yang membahas persoalan yang sama 3. Browsing Ellis (1989) mengatakan bahwa browsing adalah“Semi-directed searching in an area of potential interest.” Pencarian semi terarah pada wilayah dari bahasan yang lebih spesifik yang diminati. Aktivitas yang termasuk dalam kelompok kegiatan ini adalah adalah seperti menelusur daftar isi sebuah jurnal atau menelusur jajaran buku dengan tema tertentu di rak buku perpustakaan 4. Differentiating Kegiatan memilah dan memilih bahan sumber informasi berdasarkan derajat kepentingan dan ketepatan serta relevansinya dengan kebutuhan informasi, sehingga terpilih bahan sumber informasi yang paling tepat dan paling relevan 5. Monitoring Aktivitas yang termasuk dalam kegiatan ini, dilakukan untuk menjaga agar pengguna informasi (yang melakukannya) tetap mendapatkan informasi paling mutakhir. Termasuk dalam kelompok kegiatan ini adalah membaca jurnal secara berkesinambungan atau dengan tetap bertukar informasi dengan rekan sejawat dalam keilmuan atau dengan bertukar informasi dengan pakar dalam bidang 6. Extracting Menururt Ellis (1989) dalam Karen E Fisher, dkk (2008, hlm. 138) yang dimaksud dengan extracting adalah “Systematically working though a particular source to identify material of interest”. Mengidentifikasi secara selektif bahan sumber informasi yang telah didapat untuk mendapatkan informasi yang diminati.
Method
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, metode ini digunakan oleh peneliti untuk mengetahui peranan variabel X terhadap variabel Y. Dalam penelitian ini peneliti berupaya menggambarkan hasil penelitian dengan objek yang diteliti yaitu Pengunjung perpustakaan yang ada di 5 Sekolah SMAN di Kota Bandung. Permasalahan ini untuk melihat apakah pemanfaatan internet sekolah mempunyai hubungan yang signifikan dengan kemampuan pencarian informasi siswa. Pada penelitian ini, teknik pengambilan yang digunakan untuk pengambilan data adalah penyebaran kuesioner tertutup kepada pengunjung perpustakaan Sekolah yang terdiri dari 5 perpustakaan SMAN di Kota Bandung. Tahapan yang dilakukan peneliti untuk menganalisis data menggunakan teknik korelasional Spearman Rank. Selanjutnya dilakukan uji signifikansi dengan uji t. Kemudian dilakukan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil uji hipotesis, apakah hipotesis diterima atau ditolak.
Result & Discussion
1. Pemanfaatan Internet Sekolah untuk Mendukung Pencarian Informasi Siswa. Pemanfaatan Internet memiliki peran yang sedang dalam melakukan pencarian informasi siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis penelitian yang menunjukkan terdapat hubungan yang sedang mengenai pemanfaatan intenet sekolah dalam melakukan pencarian informasi siswa. Hasil penelitian tentang pemanfaatan internet ini juga memiliki peran yang sangat penting bahwa internet merupakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh siswa dalam hal mencari informasi di internet, sehingga internet juga bisa dijadikan media untuk pertukaran data. Hal ini sesuai dengan pendapat menurut (Quartemen dan Mitchell, 1996) bahwa internet bisa digunakan untuk media komunikasi, media pertukaran data, media mencari informasi dan data serta manfaat komunitas. Pemanfaatan internet juga akan menimbulkan pencarian informasi yang beragam, khususnya di kalangan siswa yang mengakses informasi di Perpustakaan Sekolah. Perpustakaan SMAN di Kota Bandung dalam hal pencarian informasi sudah berada dalam kategori baik. Oleh karena itu pencarian informasi harus memperhatikan tata cara pencarian informasi yang baik dan relevan, hal ini sesuai dengan pendapat Ellis (1989) dalam Karen E Fisher, dkk (2008, hlm. 138) bahwa pencarian informasi itu harus diperhatikan yaitu “starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, dan extracting”. 2. Gambaran Pemanfaatan Internet pada Perpustakaan Sekolah Menengah Atas di Kota Bandung. Berdasarkan pemaparan diatas sejalan dengan pernyataan Quarteman dan Mitchell (1996) mengenai pemanfaatan internet memiliki kategori diantaranya internet sebagai media komunikasi, media pertukaran data, media untuk mencari informasi atau data, serta manfaat komunitas. Bahwa siswa yang berkunjung ke perpustakaan SMAN di Kota Bandung dengan memanfaatkan internet perpustakaan untuk mencari informasi sesuai dengan mata pelajaran yang dibutuhkan oleh siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan melalui media internet siswa bisa mengirimkan tugas misalnya melalui email. 3. Gambaran Pencarian Informasi pada Perpustakaan Sekolah Menengah Atas di Kota Bandung. Berdasarkan pemaparan pencarian informasi diatas sesuai dengan pernyataan Ellis yang mengemukakan bahwa kegiatan pencarian informasi sebagai berikut, (Starting), (Chaining), (Browsing), (Differentiating), (Monitoring),(Extracting). Bahwa siswa yang datang ke perpustakaan sudah bisa menentukan informasi mana yang akan dipilih untuk dijadikan sebagai bahan rujukan atau informasi yang relevan, dan memperhatikan dari judul, datar pustaka dan pengarang yang ada dibuku sehingga informasi dan sumber informasi bisa disampaikan kepada orang lain dapat dipahami dan dimengerti.
Conclusion
1. Simpulan Umum Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti memperolah data serta mengambil kesimpulan bahwa pemanfaatan internet sekolah yang meliputi media komunikasi, media pertukaran data, media pencarian informasi dan data serta manfaat komunitas mempunyai hubungan yang sedang terhadap pencarian informasi siswa perpustakaan SMAN di Kota Bandung. Pada perhitungan korelasi dinyatakan sedang dan signifikan. Hasil ini menunjukan bahwa semakin baik pemanfaatan internet sekolah perpustakaan SMAN di Kota Bandung maka akan semakin tinggi pula pencarian informasi siswa di perpustakaan SMAN di Kota Bandung. 2. Simpulan Khusus Berdasarkan hasil pemaparan diatas maka peneliti memberikan beberapa saran dan masukan bagi perpustakaan SMAN di Kota Bandung adalah sebagai berikut : a. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pemanfaatan internet yang dilakukan pada perpustakaan sekolah SMAN di Kota Bandung sudah dalam kondisi yang sangat baik, hal ini dibuktikan dengan adanya sarana dan prasana yang menunjang untuk mengakses internet di perpustakaan dengan menggunakan komputer yang sudah disediakan. Karena siswa dapat mencari informasi melalui internet secara mandiri. b. Berdasarkan hasil penelitian tentang kemampuan pencarian informasi yang dilakukan pada perpustakaan SMAN di Kota Bandung menunjukan bahwa pencarian informasi mengalami peningkatan hal ini terlihat dari siswa yang melakukan pencarian informasi di perpustakaan baik melalui komputer perpustakaan ataupun menggunakan alat komunikasi handphone yang berada di SMAN di Kota Bandung 3. Rekomendasi a. Untuk perpustakaan yang ada di SMAN di Kota Bandung diharapkan dapat memberikan dan meningkatkan layanan kepada pemustaka. Apabila ada siswa yang datang ke perpustakaan yang tidak mengerti dalam hal pencarian informasi agar informasi yang dibutuhkan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh siswa, hal ini bisa diatasi dengan diberikannya user education terhadap pustakawannya atau pemustakanya sehingga akan mempermudah untuk memberikan pelayanan kepada pemustakanya. b. Perpustakaan SMAN di Kota Bandung sebaiknya memberikan ruang fisik yang cukup untuk mengakses informasi melalui internet sehingga dapat memberikan kenyamanan kepada pemustaka yang datang ke perpustakaan. c. Komputer yang ada di pepustakaan seharusnya lebih diperbanyak lagi minimal dalam setiap perpustakaan ada 3 buah komputer yang bisa diakses dan juga akses wifi di kunci yang dirasakan oleh siswa dan menjadi suatu kendala dalam melakukan pencarian informasi yang dibutuhkan dalam mengerjakan tugas sekolah. d. Bagi Perpustakaan Sekolah SMAN di Kota Bandung yang lain, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memberikan pelayanan, dan sarana dan prasarana yang menunjang di perpustakaan SMAN di Kota Bandung, khususnya dalam pelayanan akses Internet dan Pencarian Informasi Siswa di Perpustakaan. e. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih dalam tentang pemanfaatan internet sekolah untuk meningkatkan kemampuan pencarian informasi siswa dengan berbagai aspek yang lain, sehingga dapat memberikan lebih banyak masukan untuk perpustakaan khususnya di perpustakaan SMAN di Kota Bandung.