Kembali
16
1
2023 Jurnal Pari Vol 9 · 2 ISSN 2549-0133

PRESERVASI PENGETAHUAN LOKAL DALAM BENTUK BUKU DIGITAL DI BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL PERIODE 2019 – 2023

Badan Riset dan Inovasi Nasional; Badan Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak

Sasaran strategis ketiga Badan Riset dan Inovasi Nasional adalah meningkatnya produktivitas dan daya saing sumber daya riset dan inovasi. Pengetahuan lokal merupakan salah satu sumber daya riset yang wajib dilestarikan, karena berkaitan dengan penelitian bidang sosial humaniora. Maka menjadi tanggung jawab BRIN untuk melestarikannya melalui penerbitan buku digital. Penelitian bertujuan untuk mengetahui :1) Jumlah buku; 2) Penulis yang berkontribusi; 3) Jenis kelamin penulis; 4) Topik buku 5) Frekuensi dan 6) Judul buku yang diunduh. Digunakan metode deskriptif, menggunakan sumber dari https://tinyurl.com/BRINakuisisi, pada tanggal 10 -14 Juni 2023. Data yang dikumpulkan, meliputi jumlah buku periode 01 Januari 2019 – Juni 2023, penulis beserta jenis kelaminnya, judul buku, topik, frekuensi pengunduhan, dan judul buku diunduh. Penentuan topik mengacu kepada tajuk subyek Perpustakaan Nasional: https://tinyurl.com/ tajukonlinePNRI. Data diolah dan disajikan dalam bentuk tabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah diterbitkan 66 judul buku, dengan penulis 172 orang (laki-laki 108;62,79%, perempuan 64;37,21%). Terdapat 44 topik buku, dengan topik tiga besar, pada urutan pertama adalah Bahasa dan kebahasaan & Sastra masing-masing 9 judul (13,64%), urutan kedua Kebudayaan 4 judul (6,06%), urutan ketiga Keanekaragaman Hayati, Makanan, dan Orang, masing-masing 2 topik (3,03%). Sebanyak 38 topik berada di urutan keempat, masing-masing 1 topik (1,51%). Rata-rata frekuensi buku terbanyak diunduh pada urutan pertama adalah 727,25 kali/judul. Disimpulkan bahwa BRIN melakukan preservasi pengetahuan lokal dalam bentuk buku digital, sekaligus mendiseminasikannya melalui https://tinyurl.com/BRINakuisisi. BRIN menyediakan koleksi pengetahuan lokal yang dapat diunduh masyarakat. Selama 01 Juli 2022 – 14 Juni 2023, dari 66 judul buku telah diunduh 15.685 kali, dan Kamus Bahasa Bersemah, paling banyak diunduh (6.768). kali.

Abstract

The third strategic target of the National Research and Innovation Agency is to increase the productivity and competitiveness of research and innovation resources. Local knowledge is one of the research resources that must be preserved, because it is related to research in the social humanities field. So it is BRIN’s responsibility to preserve it through publishing digital books. The research aims to determine: 1) Number of books; 2) Contributing authors; 3) Author’s gender; 4) Book topics 5) Frequency and 6) Titles of books downloaded. The descriptive method was used, using sources from https://tinyurl.com/BRINacquired, on 10 -14 June 2023. Data collected included the number of books for the period 01 January 2019 - June 2023, authors and their gender, book titles, topics, frequency of downloads, and titles of books downloaded. Determining the topic refers to the National Library subject heading: https://tinyurl.com/tajukonlinePNRI. The data is processed and presented in tabular form. The results of the research show that 66 book titles have been published, with 172 authors (men 108; 62.79%, women 64; 37.21%). There are 44 book topics, with the top three topics, in first place are Language and Linguistics & Literature with 9 titles each (13.64%), second place is Culture 4 titles (6.06%), third place is Biodiversity, Food, and People, 2 topics each (3.03%). A total of 38 topics are in fourth place, 1 topic each (1.51%). The average frequency of books most downloaded in first place was 727.25 times/title. It was concluded that BRIN was preserving local knowledge in the form of digital books, as well as disseminating it via https://tinyurl.com/BRINacquired. BRIN provides a collection of local knowledge that the public can download. During 01 July 2022 – 14 June 2023, 66 book titles were downloaded 15,685 times, and the Bersemah Language Dictionary was downloaded the most (6,768). time.
Keywords: Digital preservation · Local content · Books · National Research and Innovation Agency

Introduction

Warisan dapat digambarkan sebagai unsur masa lalu yang berharga dan telah diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Selain itu, warisan juga dapat diartikan sebagai pengetahuan dan keahlian yang diwariskan melalui cara hidup dan kepercayaan, menggambarkan keseluruhan ingatan masyarakat serta melambangkan peradaban suatu masyarakat (Manaf & Ismail, 2010). W arisan budaya m encerm inkan identitas masyarakat, oleh karena itu harus dilindungi dan dilestarikan untuk generasi mendatang. Pelestarian digital penting untuk warisan budaya karena banyak pengetahuan penting dan koleksi manuskrip dan artefak yang perlu dilestarikan untuk memastikan keberlanjutan bagi generasi mendatang. Namun, masih terdapat kekurangan dalam metode pelestarian digital untuk warisan budaya khususnya warisan budaya takbenda (Isa et al., 2018). Upaya pelestarian dan pengamanan warisan budaya tidak hanya terfokus pada benda fisik seperti bangunan dan sekitarnya, tetapi juga termasuk warisan budaya tak benda, seperti bahasa, seni, dan adat istiadat (Manaf & Ismail, 2010). Menurut Matarasso (2001), budaya adalah istilah yang mendefinisikan cara hidup, pemikiran dan perilaku suatu peradaban yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan selanjutnya beberapa ahli menjelaskan bahwa budaya adalah nilai dalam diri manusia yang mem bantu menciptakan dan membangun identitas. Di samping itu, menurut Manaf (2007), budaya dapat menjadi cerminan dari pengetahuan, hukum, kepercayaan, moral, adat istiadat, seni atau kebiasaan dan kemampuan lain yang diperlukan oleh manusia dalam masyarakat. Sec ara singkat, warisan budaya dapat digambarkan sebagai warisan artefak fisik dan atribut tak berwujud dari suatu kelompok atau masyarakat yang diwarisk an dari generasi masa lalu, dipertahankan di masa sekarang dan disajikan untuk kepentingan generasi mendatang (UNESCO, 2005). Selanjutnya Alivizatou (2011) menyatakan bahwa pada saat ini, warisan budaya dunia terancam oleh perkembangan budaya perkotaan, laju kehidupan yang cepat, pertumbuhan teknologi dan ekonomi. Kondisi tersebut mengakibatkan generasi muda memiliki tingkat kesadaran yang rendah tentang warisan mereka sendiri dan terlihat tidak tertarik untuk belajar mengenai pengetahuan pelestarian warisan budaya. Secara umum, warisan budaya dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu, warisan budaya benda dan warisan budaya takbenda (Gambar 1). Berdasarkan Gambar 1 di atas, yang dimaksud dengan Intangible cultural heritage, (warisan budaya takbenda) merupakan warisan budaya yang mengacu kepada praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, terdiri atas oral tradition & expression (tradisi lisan), social habits, rituals & festival (kebiasaan sosial, ritual dan festival), serta traditional skills (skil tradisional). Perkembangan Teknologi Informasi yang pesat sampai saat ini, sangat memudahkan dalam menyebarluaskan pengetahuan tradisional. Transformasi ke media digital yang dapat diakses melalui internet tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu serta memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh lapisan masyarakat. Jika penyebaran informasi pengetahuan tradisional tersebut diimbangi dengan adanya pendokumentasian secara sah dan legal maka akan berdampak pada perkembangan ekonomi sosio budaya pada masyarakat lokal. Namun jika tidak, maka akan terjadi klaim atas kepemilikan yang berdampak pada keuntungan komersial (Adelia, 2016). Berkenaan dengan hal tersebut, maka penulis dalam penelitian ini membatasi hanya pada preservasi digital meliputi ketiga aspek tersebut, yang preservasinya dilakukan melalui pendokumentasian dalam bentuk buku digital, oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Seperti diketahui sasaran strategis ke tiga dari BRIN adalah meningkatnya produktivitas dan daya saing sumber daya riset dan inovasi BRIN. Pengetahuan lokal merupakan salah satu sumber daya riset/penelitian yang wajib dilestarikan, dan sangat berkaitan dengan berbagai penelitian di bidang sosial humaniora yang menjadi salah satu bidang yang mendapatkan perhatian oleh BRIN. Gambar 1. Skema warisan budaya menurut (UNESCO, 2005) Sehingga pada pasal 4 Peraturan Kepala BRIN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja BRIN (BRIN, 2021), salah satu fungsi BRIN adalah menyelenggarakan pelaksanaan penelitian, pengembangan, invensi, dan inovasi kebijakan yang mengakui, menghormati, mengembangkan dan melestarikan keanekaragaman pengetahuan tradisional, kearifan lokal, sumber daya alam hayati dan nirhayati, serta budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab BRIN untuk turut serta di dalam pelestariannya (Badan Riset dan Inovasi Nasional, 2022). Dalam rangka mengimplementasikan penyelenggaraan fungsi melestarikan keanekaragaman pengetahuan tradisional dan kearifan lokal, BRIN melalui Direktorat Repositori, Multimedia dan Penerbitan Ilm iah (DRMPI), melaksanakan program akuisisi pengetahuan lokal. Tujuan program tersebut, selain untuk mendokumentasik an, m engonversi, dan mempreservasi berbagai konten pengetahuan lokal Indonesia, juga mendukung tingkat literasi informasi masyarakat dengan menyediakan sumber literasi yang terbuka. Seluruh masyarakat yang ada di berbagai pulau di Indonesia dapat mengikuti program tersebut dan yang mem ilik i animo terhadap pelestarian pengetahuan tradisional dan kearifan lokal (DRMPI, 2022). Program Akuisisi Pengetahuan Lokal tersebut juga menjadi salah satu bentuk kontribusi atau jawaban atas berbagai tuntutan pada peran lembaga riset dalam penyelesaian masalah-masalah aktual yang dihadapi bangsa, khususnya melalui penyediaan produk-produk informasi yang kredibel dan inovatif guna menjaga dan melestarikan pengetahuan dan kearifan lokal Indonesia (DRMPI, 2022). Selain itu, BRIN memberikan insentif kepada penulis yang lolos setelah melalui seleksi berdasarkan rekomendasi Tim Penilai dan ditetapkan oleh Direktorat RMPI (penerbit BRIN). Penelitian ini untuk mengevaluasi hasil preservasi pengetahuan lokal dalam bentuk buku digital di BRIN. Hasilnya diharapkan dapat menjadi masukan positif bagi penerbit BRIN untuk kelangsungan program tersebut ke depannya. Hingga saat ini, belum ada k ajian yang menganalisis terhadap buku–buku pengetahuan lokal yang diterbitkan oleh BRIN. Sehingga belum diketahui potret/gambaran tentang hal tersebut. Permasalahan yang ada adalah: 1) Berapakah jumlah buku pengetahuan lokal digital yang telah diterbitkan oleh BRIN? 2) Berapakah jumlah penulis yang berkontribusi pada penerbitan buku digital pengetahuan lokal? 3) Apakah jenis kelamin dari penulis buku digital pengetahuan lokal? 4) Apakah topik buku pengetahuan lokal yang diterbitkan BRIN? 5) Berapakah jumlah buku yang diunduh? dan 6) Apakah judul buku yang paling banyak diunduh? Oleh karena itu, mengacu kepada uraian di atas, maka dalam penelitian ini tujuan yang akan dicapai adalah untuk mengetahui: 1) Jumlah buku digital yang diterbitkan oleh BRIN periode 2019-2023; 2) Jumlah penulis yang berkontr ibusi pada buku yang diterbitk an; 3) Jenis kelam in penulis yang berkontribusi; 4) Topik buku yang diterbitkan; 5) Jumlah buku yang diunduh, dan 6) Judul buku digital pengetahuan lokal yang banyak diunduh. Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah untuk memberikan masukan kepada pimpinan BRIN mengenai potret terkini kegiatan preservasi pengetahuan lokal dalam bentuk buku digital. TINJAUAN PUSTAKA Pengetahuan tradisional adalah pengetahuan asli masyarakat setempat yang di peroleh dari aktifitas, pengalaman, sistem kepercayaan, pengetahuan masyarakat setem pat secara dinamis dan berkelanjutan yang digunakan untuk menunjang keberlangsungan kehidupan masyarakat lokal dan di sebarkan secara lisan. Terdapat ciri-ciri beberapa karakter dari pengetahuan tradisional, yaitu: pengetahuan yang berasal dari area lok al; pengetahuan sebagai budaya dan dalam hal yang spesifik; bukan pengetahuan formal; disebarluaskan secara lisan, secara umum tidak terdokumentasikan; bersifat dinamis dan adaptif, serta berubah bersamaan dengan adanya perubahan sosial, ekonomi dan budaya (Adelia, 2016). Guna melihat beberapa penelitian yang berkaitan dengan preservasi digital, maka berikut ini adalah diantaranya. Isa et al., (2018), melakukan penelitian tentang warisan budaya dan pelestarian warisan budaya takbenda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kesadaran warisan budaya, metode pelestarian saat ini dan kebutuhan pelestarian digital warisan budaya takbenda dari sudut pandang para ahli. Ada tiga tahap yang terlibat dalam penelitian ini yaitu penyiapan, pengumpulan data, dan analisis data. Penelitian menggunakan metode wawancara dengan lima pakar di bidang warisan budaya tak benda, yaitu petugas Departemen Warisan Nasional, Perbadanan Kemajuan Kraftangan Malaysia, Lembaga Muzium Negeri Terengganu dan dua orang pengrajin. Mereka memiliki pengalaman minimal 8 tahun di bidang warisan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran untuk melestarikan warisan budaya takbenda masih rendah. Selain itu, para praktisi-pengrajin dan pengrajin pusaka menyimpan pengetahuan dan keterampilan dalam ingatan mereka sebagai metode pelestarian. Dengan demikian pengetahuan bergantung kepada setiap praktisi, dikarenakan tidak ada dokumentasi yang dibuat. Informan juga menyadari pentingnya digitalisasi pengetahuan warisan budaya takbenda untuk pelestarian dan pengamanan dari kerusakan/ hilang. Zhou et al., (2019), melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui keadaan lapangan dengan memeriksa kegiatan budaya takbenda di Pusat Perlindungan Cagar Budaya di Nanyang, Kaifeng, Xianning, Chibi, Sanming dan J ingdezhen, menggunakan semi-wawancara terstruktur untuk mendokumentasikan status digital pelestarian warisan budaya takbenda di Tiongkok. Keadaan lapangan yang diteliti adalah Pusat Perlindungan Cagar Budaya di Nanyang, Kaifeng, Xianning, Chibi, Sanming dan Jingdezhen. Digunakan metode wawancara semi terstruktur untuk mendokumentasikan status digital pelestarian warisan budaya takbenda di Tiongkok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem preservasi digital warisan budaya Cina memiliki struktur yang jelas dan komponen pluralistik. Berbagai Pusat Perlindungan Cagar Budaya kaya akan sumber daya, akan tetapi tidak teratur di dalam proses penyimpanan, walaupun didukung oleh kebijakan, namun lemah di bidang manajemen. Disarankan untuk memperjelas hak serta tanggung jawab lembaga- lembaga tersebut, membangun standar penyimpanan serta memperkuat pengelolaan pelestarian digital. Cushman & Ghosh (2012), mengkaji cara-cara pelestarian digital bahan arsip yang berdampak pada memori budaya. Fokus khusus diberikan pada upaya untuk melestarikan artefak yang berkaitan dengan bentuk tarian klasik India serta tarian hentakan bangsa Cherokee. Cushman & Ghosh (2012) juga memberikan gambaran tentang aspek sosial dan sem iotika mediasi yang berkaitan dengan pembentukan memori budaya. Seiring dengan sejarah setiap bentuk tarian, topik lain dieksplorasi termasuk peran guru, dalam tarian India. Pandey & Kumar (2020), melakukan tinjauan terhadap studi yang menggarisbawahi hambatan dalam digitalisasi dan pelestarian digital warisan budaya yang dihadapi oleh para profesional perpustakaan, arsiparis, dan manajer proyek dalam proyek digitalisasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebagian besar proyek digitalisasi mengalami hambatan seperti pendanaan yang tidak memadai, kurangnya kebijakan pelestarian digital tingkat nasional dan tidak adanya infrastruktur teknis saat mendigitalkan dan melestarikan sumber daya budaya dan warisan. Orisinalitas makalah terletak pada penyajian kendala yang menonjol dalam digitalisasi dan pelestarian sumber daya budaya dan warisan secara terkonsolidasi. Temuan tersebut akan sangat penting bagi pustakawan dan manajer proyek digitalisasi pada tahap perencanaan proyek digitalisasi yang akan dilaksanakan. Nugraha (2006) mem bahas tentang pengembangan repositori kelembagaan yang disebut Desa Informasi di Perpustakaan Universitas Kristen Petra di Surabaya, Indonesia. Proyek perpustakaan digital secara khusus bertujuan untuk mendigitalkan, mengumpulkan, dan menyebarluaskan kearifan lokal. Dinyatakan bahwa pengembangan Desa Informasi berdampak positif terhadap kampus sekolah karena telah memotivasi produksi karya yang lebih baik dan memberikan kesadaran yang lebih besar tentang masalah hak cipta. Sementara itu, menegaskan kem ampuan perpustak aan digital untuk mempengaruhi dan memperkuat peran perpustakaan di masyarakat. Menurut Rachman (2017), Indonesia memiliki warisan manuskrip yang kaya yang mewakili kumpulan pengetahuan, nilai, pengalaman, dan praktik masyarakatnya. Pengetahuan tersebut perlu dilestarikan. Namun, pelestariannya tidak menggunakan peralatan dan bahan yang mahal. Dikaji beberapa metode tradisional dan bahan yang digunakan untuk melestarikan naskah dan sudut pandang filosofis yang mendasari metode tradisional di Indonesia, berdasarkan studi kasus di perpustakaan Rekso Pustoko di Keraton Mangkunegaran di Provinsi Surakarta, Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dua metode penelitian yaitu survei manuskrip dan wawancara langsung dengan staf di Rekso Pustoko. Temuan dari hasil wawancara menunjukkan bahwa metode konservasi tradisional masih diterapkan oleh para pengelola naskah. Penggunaan akar wangi dan kemenyan, serai dan pengaturan ventilasi udara adalah metode utama yang digunakan dalam pengawetan. Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa pemahaman filosofi tradisional Jawa mempengaruhi praktik konservasi mereka. Staf percaya bahwa manuskrip adalah pusaka dari nenek moyang mereka dan jika mereka mengabaikan leluhur, mereka akan menghadapi kesulitan karena karma. Temuan dari penelitian tersebut penting dalam mendokumentasikan pengalaman empiris dalam menerapkan metode konservasi tradisional untuk melestarikan konten intelektual naskah. Banks (2021), menginformasikan bahwa University of Portsmouth di Portsmouth, Inggris akan berpartisipasi dalam program Art of Digital Preservation untuk mencegah materi digital sejarah dari kepunahan. Karya seni digital interaktif, visualisasi 3D dan video game adalah objek digital yang sangat kompleks dan tidak dapat dipertahankan sepenuhnya dalam waktu lama dengan menggunakan teknik tradisional. Wall (2003), mengkaji aspek model bisnis digitalisasi konten budaya. Kajian tersebut sebagian besar didasarkan pada studi yang dilakukan oleh penulis dan rekan-rekannya untuk Department of Canadian Heritage (Departemen Warisan Kanada). Berdasarkan data yang dikumpulkan dari beberapa institusi budaya mengenai upaya mereka untuk mendigitalkan konten, diketahui bahwa implikasi dari sisi biaya sangat signifikan, mengarah pada eksplorasi fasilitas dan program berbagi konten, penganggaran yang diformalkan, kebutuhan akan keahlian hak cipta yang lebih baik, dan peningkatan pertengahan untuk perencanaan jangka panjang. Pada sisi pendapatan (pendanaan), muncul kebutuhan yang jelas akan penilaian permintaan pengguna yang lebih ketat. Selain itu, kemungkinan meninjau kembali mandat organisasi serta berbagai peluang guna menghasilkan pendapatan termasuk sponsor, biaya pengguna, dan kemitraan dengan sektor swasta/publik. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu tentang preservasi digital di atas, maka perbedaan dari penelitian yang dilakukan ini adalah terletak kepada analisis hasil dari proses preservasi digital yang dilakukan oleh BRIN, bukan kepada cara bagaimana melakukan preservasi (Rachman, 2017), hambatan yang ada dalam proses preservasi digital Pandey & Kumar (2020) mengidentifikasi tingkat kesadaran warisan budaya, metode pelestarian warisan budaya, dan kebutuhan pelestarian digital warisan budaya takbenda dari sudut pandang para ahli (Isa et al., 2018).

Method

Digunakan metode deskriptif, dengan menggunakan sumber data yang diakses dari alamat situs https://tinyurl.com/BRINakuisisi, pada tanggal 10 -14 Juni 2023. Data yang dikumpulkan dan dicatat, disesuaikan dengan tujuan penelitian yaitu meliputi jumlah buku pengetahuan lokal (“local content”), yang diterbitkan oleh BRIN periode 01 Januari 2019 – Juni 2023. Selain jumlah buku yang diterbitkan, juga dicatat penulis beserta jenis kelaminnya. Dilakukan juga pencatatan judul buku guna penentuan topiknya. Penentuan topik dilakukan dengan mengacu kepada tajuk subyek Perpustakaan Nasional melalui alamat: https://tinyurl.com/tajukonlinePNRI. Pencatatan juga dilakukan terhadap frekuensi pengunduhan pertahun, sekaligus judul buku yang diunduh. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya diolah dan disajikan dalam bentuk tabel, serta grafik. Berdasarkan data yang ada selanjutnya dilakukan pembahasan dan penarikan kesimpulan.

Result & Discussion

Jumlah buku digital yang diterbitkan selama 2019 – 2023. Buku digital yang ditulis selama periode Januari 2019 sampai dengan 14 Juni 2023 berjumlah 66 judul, dengan rincian adalah sebagai berikut. Publikasi terbanyak pada tahun 2020 yaitu sebanyak 20 judul (30,30%), berikutnya pada posisi ke dua adalah terbitan pada tahun 2021 dengan jumlah 19 judul (28,79%), dan pada posisi ke tiga adalah publikasi pada tahun 2022 yaitu sebanyak 12 judul (18,18%). Jumlah terbitan paling sedikit berada pada tahun 2019, yaitu sebanyak 7 judul (10,61%) dan selengkapnya ditampilkan pada Tabel 1. Jumlah tersebut mendekati jumlah terbitan pada tahun 2023 yaitu sejumlah 8 judul (12,12%), hal tersebut disebabkan pada tahun 2023, masih menginjak bulan Juni 2023. Tahun Jumlah Persentase (%) 2019 7 10,61 2020 20 30,30 2021 19 28,79 2022 12 18,18 2023 8 12,12 Jumlah 66 100,00 Tabel 1. Buku digital yang diterbitkan selama 2019 -2023 Sumber: Hasil pengolahan data penelitian Jumlah penulis buku digital BRIN periode 2019 2023 Berdasarkan data pada Tabel 2 dapat diketahui bahwa selama 2019 -2023, sebanyak 172 penulis telah berpartisipasi dalam penulisan buku digital mengenai local content. Publikasi terbanyak pada urutan pertama, berada pada tahun 2020 dengan jumlah 47 judul (27,32%), kemudian pada urutan kedua adalah pada tahun 2021 dengan jumlah 46 judul (26,74%), dan pada urutan ketiga adalah pada tahun 2022 dengan jumlah publikasi sebanyak 30 judul (17,44%). Tabel 2. Penulis buku digital 2019 -2023 Tahun Penulis (orang) Persentase (%) 2019 29 16,86 2020 47 27,32 2021 46 26,74 2022 30 17,44 2023 20 11,64 Jumlah 172 100,00 Sumber: Hasil pengolahan data penelitian Jenis kelamin penulis buku digital periode 2019 – 2023 Pada Tabel 3 dapat diketahui jenis kelamin penulis buku digital BRIN selama 2019 – 2023. Secara keseluruhan jumlah penulis yang berkontribusi terhadap publikasi adalah 172 orang yang terdiri atas 108 orang (62,79%) laki-laki, dan 64 orang (37,21%) adalah perempuan. Terlihat bahwa pada 2019, 2020, 2021, 2022, dan 2023 perbandingan penulis laki-laki dengan penulis perempuan lebih besar penulis lakilaki. Penulis laki-laki paling dominan berada pada tahun 2022, yaitu sebesar 70%: 30%. Diduga penulis perempuan mempunyai wak tu lebih sedikit dibandingk an penulis lak i-lak i, hal tersebut dikarenakan penulis perempuan memiliki peran ganda yakni sebagai ibu rumah tangga. Secara keseluruhan, sebanyak 172 penulis berkontribusi dalam penulisan buku digital Tabel 3. Jenis kelamin penulis buku digital periode 2019 – 2023 Tahun Penulis (orang) Laki-laki Perempuan 2019 29 (100%) 18 (62,07%) 11 (37,93%) 2020 47 (100%) 29 (61,75%) 18 (32,25%) 2021 46 (100%) 29 (63,04%) 17 (36,96%) 2022 30 (100%) 21 (70,00%) 9 (30,00%) 2023 20 (100%) 11 (55,00%) 9 (45,00%) Jumlah 172 (100%) 108 (62,79%) 64 (37,21%) Sumber: Hasil pengolahan data penelitian Topik buku yang diterbitkan periode 2019 – 2023 Penentuan topik buku mengacu kepada tajuk subyek dari Perpustakaan Nasional on line, dengan alam at https://tinyurl.com/tajukonlinePNRI. Berdasarkan Tabel 4 berikut dapat dijelaskan topik buku yang diterbitkan BRIN selama 2019 – 2023. Terdapat 44 topik buku dari 66 judul buku yang diterbitkan. Topik terbanyak adalah Bahasa dan kebahasaan sebanyak 9 judul (13,64%). Jumlah tersebut sama banyak dengan topik Sastra, yaitu 9 judul (13,64%). Urutan k e dua adalah topik Kebudayaan yaitu sebanyak 4 judul (6,06%), selanjutnya pada urutan k etiga adalah topik Keanekaragaman hayati, Makanan, dan Orang, masing-masing 2 topik (3,03%). Sisanya sebanyak 38 topik berada di urutan ke empat yaitu masingmasing sebanyak 1 judul (1,51%). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak ada topik yang dominan Frekuensi buku digital yang diunduh Tabel 5 berikut ini, adalah profil frekuensi buku digital yang diunduh oleh masyarakat. Dapat diketahui bahwa selama 01 Juli 2022 – 14 Juni 2023, dari sebanyak 66 judul buku digital telah diunduh 15.685 kali, dengan demikian jumlah rata-rata unduhan adalah 237, 65 kali/judul. Rata-rata frekuensi terbanyak buku yang diunduh pada urutan pertama adalah pada tahun 2020, dengan jumlah unduhan sebanyak 727,25 kali. Kemudian pada urutan kedua adalah pada tahun 2021 dengan jumlah 454,10 kali/judul, dan pada urutan ketiga adalah pada tahun 2022, dengan jumlah unduhan sebanyak 432,42 kali. Rata- rata buku digital paling sedikit diunduh adalah pada tahun 2019 yaitu sebanyak 93,14 kali/judul. Terdapat 44 topik dari 66 judul buku yang telah diterbitkan BRIN. Topik terbanyak adalah Bahasa & kebahasaan dan Sastra yaitu sebanyak 9 judul (13,64%). Sisanya sebanyak 38 topik berada di urutan ke empat yaitu masing-masing sebanyak 1 judul (1,51%).Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak ada topik yang dominan. Tabel 4. Topik buku menurut tajuk kendali Perpustakaan Nasional Republik Indonesia No Topik Jumlah (judul) 1 Bahasa dan kebahasaan 9 (13,64%) 2 Sastra 9 (13,64%) 3 Kebudayaan 4 (6,06%) 4 Keanekaragaman hayati 2 (3,03%) 5 Makanan 2 (3,03%) 6 Orang 2 (3,03%) 7 Air distirbusi 1 (1,51%) 8 Candi 1 (1,51%) 9 Biodiversitas 1(1,51%) 10 Danau 1(1,51%) 11 Garam 1(1,51%) 12 Ekspedisi ilmiah 1(1,51%) 13 Etnografi 1(1,51%) 14 Gendang 1(1,51%) 15 Gizi 1(1,51%) 16 Hiburan 1(1,51%) 17 Hukum adat 1(1,51%) 18 Kabupaten 1(1,51%) 19 Kamus 1(1,51%) 20 Karang 1(1,51%) 21 Kisah inspiratif 1(1,51%) 22 Konservasi satwa liar 1(1,51%) 23 Kupu-kupu 1(1,51%) 24 Lahan gambut 1(1,51%) 25 Membaca 1(1,51%) 26 Minyak atsiri 1(1,51%) 27 Musim 1(1,51%) 28 Nematoda 1(1,51%) 29 Pandemi 1(1,51%) 30 Pariwisata 1(1,51%) 31 Pemujaan 1(1,51%) 32 Pengobatan tradisional 1(1,51%) 33 Pencegahan kerusakan banjir 1(1,51%) 34 Petualangan 1(1,51%) 35 Pohon 1(1,51%) 36 Puisi 1(1,51%) 37 Reog Jawa 1(1,51%) 38 Serangga 1(1,51%) 39 Sumberdaya laut 1(1,51%) 40 Sungai 1(1,51%) 41 Tanaman obat 1(1,51%) 42 Teologi 1(1,51%) 43 Tradisi lisan 1(1,51%) 44 Wayang 1(1,51%) Jumlah 66 Tabel 5. Frekuensi unduhan buku digital periode 01 Juli 2022 -14 Juni 2023 Sumber: Hasil pengolahan data penelitian Tahun Buku (judul) Unduhan (kali) Rata-rata (kali/judul) 2019 7 652 93,14 2020 20 1.545 727,25 2021 19 8.628 454,10 2022 12 5.189 432,42 2023 8 1.868 233,50 Jumlah 66 15.685 237,65 Sumber: Hasil pengolahan data penelitian Sepuluh besar buku digital diunduh selama 01 Juli 2022 -14 Juni 2023 Pada Tabel 6 ditampilkan peringkat 10 buku digital yang diunduh selama periode 10 Juli 2022 – 14 Juli 2023. Pada urutan pertama tercatat Kamus Bahasa Bersemah, yang ditulis oleh Sutiono Mahdi, dan diterbitkan pada 25 September 2020, dengan jumlah unduhan sebanyak 6.768 kali. Berikutnya pada urutan kedua adalah buku berjudul Bahasa Basemah 2, dengan penulis Sutiono Mahdi dan diterbitkan pada 25 September 2020, telah diunduh seanak 1.731 kali. Pada urutan ketiga adalah buku yang diunduh 1.572 kali, berjudul Status Konservasi dan Peran Mamalia di Pulau Jawa, dengan penulis sebanyak 13 oranng yaitu Maharadatunkamsi, Ni Luh Putu Rischa Phadmacanty, Eko Sulistyadi, Nurul Inayah, Anang Setiawan Achmadi, Endah Dwijayanti, Gono Semiadi, Wartika Rosa Farida, Wirdateti, Sigit Wiantoro, R. Taufiq Purna Nugraha, Yuli Sulistya Fitriana, Kurnianingsih, yang diterbitkan pada 19 Oktober 2020. Diketahui bahwa dari sepuluh besar buku yang diunduh terdiri atas terbitan tahun 2020 sebanyak 4 judul, kemudian terbitan tahun 2021 sebanyak 4 judul, dan tahun 2022 adalah 2 judul. Dengan demikian buku yang diterbitkan pada 2019,dan 2023 belum ada yang mengunduh. Tabel 6. Sepuluh besar buku digital diunduh selama 01 Juli 2022 – 14 Juni 2023 No Buku (judul) Unduhan (kali) 1 Kamus Bahasa Bersemah: Indonesia - Inggris: Bersemah-Indonesian-English Dictionary Sutiono Mahdi 25 September 2020 6.768 2 Bahasa Bersemah 2. Sutiono Mahdi. 25 September 2020. 1.731 3 Status Konservasi dan Peran Mamalia di Pulau Jawa. Maharadatunkamsi, Ni Luh Putu Rischa Phadmacanty, Eko Sulistyadi, Nurul Inayah, Anang Setiawan Achmadi, Endah Dwijayanti, Gono Semiadi, Wartika Rosa Farida, Wirdateti, Sigit Wiantoro, R. Taufiq Purna Nugraha, Yuli Sulistya Fitriana, Kurnianingsih; 19 Oktober 2020. 1.572 4 Manusia dan Gunung: Teologi, Bandung, Ekologi. Pepep Didin Wahyudin . 22 Oktober 2021 1.559 5 Lontar Yusup Banyuwangi: Teks Pegon, Transliterasi. Terjemahan Wiwin Indiart i. 29 September 2020. 1.303 6 Heterogenitas Sastra di Bali. I Nyoman Darma Putra. 05 Agustus 2022 1.192 7 Daftar Merah Tumbuhan Indonesia 1: 50 Jenis Pohon Kayu Komersial Yulita Kusumadewi, Wita Wardani, Enny Sudarmonowati, Tukirin Partomihardjo; Fazlurrohman Shomat, Mahendra Primajati, Agusti Randi, Arief Hamidi, Bayu Arief Pratama, Iyan Robiansyah, Purwaningsih, Titi Kalima 07 Januari 2021 1.088 8 Orang Rao dari Masa Klasik hingga Kontemporer. Amran DT.Jorajo 12 Oktober 2021 859 9 Puisi Indonesia Tahun 1950-an Suryami, Erli Yetti, Erlis Nur Mujiningsih, Mu'jizah 31 December 2021 823 10 Mencari Indonesia 3: Esai-Esai Masa Pandemi Riwanto Tirtosudarmo. 04 Juni 2022 643 Sumber: Hasil pengolahan data penelitian

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa selama 2019 – 2023, BRIN telah melakukan preservasi pengetahuan lokal dalam bentuk buku digital. BRIN juga melakukan diseminasi pengetahuan lokal tersebut melalui alamat situs https://tinyurl.com/ BRINakuisisi. BRIN telah berhasil menyediakan koleksi pengetahuan lokal yang dibuktikan dengan diunduhnya buku-buku tersebut. Selama 01 Juli 2022 – 14 Juni 2023, dari sebanyak 66 judul buku digital telah diunduh 15.685 kali, dan buku yang paling banyak diunduh adalah Kamus Bahasa Bersemah yang ditulis oleh Sutiono Mahdi dan diterbitkan pada 25 September 2020, dengan jumlah unduhan 6.768 kali. Dengan diterbitkannya pengetahuan lokal secara digital, maka jejak digital akan terekam terus sebagai warisan budaya milik Indonesia.