URGENSI KETERAMPILAN SOSIAL PUSTAKAWAN PADA LAYANAN REFERENSIDALAM MENGHADAPI GLOBALISASI INFORMASI
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstrak
Perpustakaan merupakan sarana penunjang bagi kegiatan belajar yang berfungsi sebagai pusat informasi untuk pengembangan pendidikan dan penelitian. Perpustakaan dituntut untuk dapat menyediakan pelayanan berbentuk referensi secara tepat dan cepat dalam memberikan informasi. Layanan perpustakaan merupakan ujung tombak dari kegiatan perpustakaan karena di dalamya terjadi pola interaksi antara pustakawan dengan berbagai macam pengguna perpustakaan. Komunikasi yang terjadi antara pustakawan dengan pengguna dalam pelayanan dimulai ketika adanya perhatian pustakawan terhadap kebutuhan pengguna. Teknologi memungkinkan kita mengakses sumber informasi yang berada di luar perpustakaan dan memberikan cara yang lebih mudah, konsekuensinya pustakawan harus tetap memainkan perannya sebagai manager informasi dan memberikan pelayanan informasi terbaik. Pelayanan referensi pada masa mendatang memungkinkan pustakawan untuk lebih pro-aktif dengan adanya teknologi baru, generasi baru, sehingga perpustakaan dituntut untuk membuat pelayanan cepat dan dinamis. Sudah semestinya keterampilan seorang pustakawan harus memiliki kreatifitas dan inovasi terhadap informasi saat sekarang ini, karena kemajuan sebuah perpustakaan tergantung bagaimana pustakawan terampil dalam memberikan layanan yang maksimal kepada pengguna sehingga hasil dari keterampilan pustakawan dapat memberikan rangsangan terhadap pola pikir pengguna terhadap perpustakaan
Keywords:
Keterampilan sosial
· pustakawan
· layanan referensi
· globalisasi informasi
Introduction
Perpustakaan merupakan agen perubahan (agen of change) atau agen pembangunan dan agen budaya. Maksudnya bahwa perpustakaan itu menjadi tempat rujukan dan sumber informasi (Sutarno, 2006, 271). Bahwa perpustakaan harus berperan aktif dalam memberikan informasi kepada pengguna sehingga dampak dari informasi yang update setiap waktu, dapat memberikan solusi terhadap apa yang menjadi permasalahan yang ada di tengah masyarakat di situlah perpustakaan harus memberikan peran yang sangat penting sebagai solusi dari apa yang menjadi permasalahan tersebut. Perpustakaan merupakan suatu sarana penunjang bagi kegiatan belajar yang berfungsi sebagai pusat informasi untuk pengembangan pendidikan dan penelitian. Perpustakaan dituntut untuk dapat menyediakan pelayanan berbentuk referensi secara tepat dan cepat sesuai masing-masing kebutuhan pengguna. Layanan perpustakaan merupakan ujung tombak dari kegiatan perpustakaan karena di dalamnya terjadi pola interaksi antara pustakawan dengan berbagai macam pengguna perpustakaan. Komunikasi yang terjadi antara pustakawan dengan pengguna dalam pelayanan dimulai ketika adanya perhatian pustakawan terhadap kebutuhan pengguna. Pada saat-saat tersebut, peran pustakawan sebagai konsultan informasi sangat besar artinya, karena berhubungan langsung dengan pengguna yang membutuhkan informasi. Inilah kunci terjalinnya hubungan, baik antara pustakawan dengan pengguna karena kemampuan pustakawan dalam menyampaikan informasi dapat menumbuhkan kepercayaan pengguna terhadap pustakawan. Istilah dari referensi berkembang dari tujuan utama perpustakaan yaitu memberikan informasi. Karena informasi yang dimiliki sering kurang memenuhi kebutuhan, perpustakaan mengarahkan mereka lebih lanjut pada lembaga ataupun sumber lain yang lebih tepat, bahkan dapat juga bertindak lebih jauh hingga pustakawanlah yang membuat perjanjian dengan lembaga lain tersebut untuk memperoleh bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kepentingan si penanya. Memasuki era informasi seperti saat sekarang ini, layanan referensi memainkan peranan yang penting sebagai penunjuk jalan atau mediator antara pengguna dan sumber informasi maupun informasi itu sendiri. Melalui layanan referensi ini, perpustakaan dituntut untuk menggali, menelusur keberadaan informasi dari mana saja, menyuguhkan dalam format cetak atau non cetak sesuai dengan permintaan pengguna. Format yang diminta juga dapat berkisar dalam bentuk data bibliografi, catatan hingga ringkasan, laporan, ulasan maupun tabulasi sehingga kebutuhan informasi pengguna perpustakaan dapat selalu ter-update tanpa harus menunggu keluhan dari pengguna itu sendiri. Dalam melayani kebutuhan pengguna yang heterogen dari segi kesadaran akan informasi, kebutuhan, maupun tingkat pengertian, perpustakaan diharapkan pula untuk dapat memberikan jasa referensi yang beraneka ragam, sesuai dengan tujuan dan kebutuhan masing_x0002_masing. Layanan yang diberikan dapat bervariasi dari sekedar menjawab pertanyaan, mengarahkan ke sumber lain menuntun cara menggunakan perpustakaan, menelusur informasi bagi kepentingan pengguna baik atas permintaan ataupun inisiatif perpustakaan serta mengadakan kegiatan_x0002_kegiatan promosi untuk tujuan penjangkauan masyarakat pengguna yang lebih luas (Rahardjo, 1996, 7). Di dukung oleh seluruh fasilitas, hubungan dengan pihak-pihak lain yang berkaitan serta seluruh koleksi perpustakaan, jenis-jenis layanan referensi di atas dapat dilaksanakan secara menyeluruh oleh suatu unit layanan referensi atau terpisah-pisah menjadi beberapa unit yang lebih khusus. Demikian pula, semua jenis layanan referensi tersebut dapat ditangani oleh satu atau beberapa ahli secara keseluruhan atau secara sendiri-sendiri.
Conclusion
Pustakawan sudah semestinya memberikan kontribusinya kepada pemustaka sehingga keterampilan setiap pustakawan harus mampu melihat permasalahan-permasalahan di tengah masyarakat pengguna informasi dan dapat memberikan solusi terhadap masalah itu. Pustakawan dalam memberikan layanan referensi jasa perpustakaan kepada pengguna dituntut untuk memberikan pelayanan yang maksimal, oleh karena itu pustakawan harus memahami nilai-nilai sikap dan perilaku, antara lain adanya perhatian yang baik dan menyenangkan, berpenampilan yang sopan dan cara berkomunikasi yang baik sehingga dalam layanan referensi timbul hubungan yang baik antara pustakawan dan pengguna agar dalam memberikan informasi sesuai dengan keinginan pengguna. Sehingga perpustakaan harus selalu peka terhadap perkembangan informasi-informasi yang terjadi. Koleksi dan pelayanan perpustakaan akan lebih mudah digunakan, dan perpustakaan akan selalu berusaha memberikan nilai tambah informasi yang diperlukan pemustaka pada sumber yang tersedia yang dikelola dengan baik