Promosi Perpustakaan Melalui Bulletin di Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur: Best Practice
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstract
This paper aims to explain the development of promotional products in Library el ementary Muhammadiyah Condongcatur, through the creation of library bulletins. In this study, the authors aim to explain the six stages in the implementation of this program: 1) analyze user needs, 2) build partnerships, 3) develop activities and re sources, 4) implementation of promotion, 4) evaluation. The results of this study is a bulletin product that can be used as a library promotion tool and as an activity to increase interest in reading and writing for all school civitas. The program in this study needs to be addressed as there are many other elementary school libraries to develop promotion at the primary school level
Keywords:
School Library
· Library Promotion
Introduction
Perpustakaan sekolah merupakan elemen dari sebuah pendidikan, Rahayuningsih1 menyatakan bahwa pemerintah mengakui bahwa per pus taka an sekolah adalah bagian integral dari suatu sistem pendidikan di sekolah. Perpustakaan merupakan jantung pendidikan di sekolah memegang andil besar dalam pengembangan ketrampilan siswa. Penyelenggaraan perpustakaan disesuaikan dengan visi dan misi sekolah. Sedangkan menurut Lasa Hs2 perpustakaan sekolah atau madrasah pada hakikatnya adalah sistem pengelolaan informasi oleh sumber daya manusia yang terdidik dalam bidang perpustakaan, dokumentasi, dan informasi. Pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan sekolah memerlukan sumber daya manusia yang profesional, gedung atau tata ruang yang representatif, anggaran yang memadai, sarana dan prasarana yang cukup dan koleksi yang memadai. Menurut Suherman3, program yang dibuat oleh perpustakaan se kolah merupakan bagian yang sangat penting untuk membentuk siswa men jadi pembelajaran seumur hidup. Program yang dibuat ditunjukan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa, membantu mereka untuk menjadi pemikir bebas, dan problem solvers, serta membantu mereka menjadi cinta membaca. Demikian pula dengan Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur .Salah satu kegiatan yang sudah berlangsung di perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condong Catur dalam rangka mewujudkan pembelajaran seumur hidup yaitu dengan berbagai program. Program yang sudah berjalan yaitu program literasi informasi, reading day, show and tell, pangung boneka tangan, pojok baca dan pembentukan komunitas pustakawan kecil sebagai penggerak literasi informasi sekolah. Sebagai cara untuk memperkenalkan program dan meningkatkan minat pengunjung ke perpustakaan maka perlunya diadakan sebuah pro mosi perpustakaan. Promosi perpustakaan merupakan rangkaian kegiatan per pustakaan yang dirancang agar masyarakat mengetahui manfaat sebuah per pustakaan melalui koleksi, fasilitas, dan produk atau layanan yang disediakan4. Melalui kegiatan promosi diharapkan masyarakat dapat mengenal dan memanfaatkan pelayanan dan fasilitas yang ada di perpustakaan. Perpustakaan SD Muhammadiyah Condongcatur memiliki beberapa sarana promosi diantaranya brusur, pampflet, panggung boneka tangan, pojok baca, pengunaan website, sosialisasi media massa. Namun, perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur belum memiliki suatu produk sendiri yang dihasilkan oleh perpustakaan. Selain itu perpustakaan SD Muhammadiyah Condongcatur juga memiliki program pustakawan kecil yaitu klub yang mempunyai minat dalam kegiatan penulisan. Melihat hal tersebut bisa dijadikan potensi dalam penegmbangan sebuah promosi perpustakaan, salah satunya pembuatan bulletin sebagai salah satu media promosi dan peningkatan minat baca dan menulis siswa. Makalah ini ditulis berdasarkan best practice penulis dalam rangka praktikum di Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condong catur. Penulis ingin memaparkan langkah-langkah dalam melakukan promosi perpustakaan melalui program bulletin. Tujuannya yaitu ingin mempromosikan perpustakaan, memperdayakan potensi yang ada di sekolah SD Muhammadiyah Condongcatur
Method
Kajian ini ditulis berdasarkan best practice yang telah dilakukan pada Praktikum di Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur pada tanggal 25 Oktober sampai 15 Desember 2017. Metode best practice ber tujuan memaparkan langkah-langkah terbaik untuk menghasilkan hasil keluaran yang mendekati standar. Achmad Mardiansyah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “best practices” adalah implementasi suatu konsep/teknologi yang banyak dipakai oleh indvidual maupun organisasi. Hal menarik yang perlu diketahui adalah, best practices tidak selalu identik dengan teknologi terkini, konsep tercanggih, maupun peralatan mahal. tetapi kembali ke definisinya, sesuatu yang banyak dipakai oleh masyarakat5.
Discussion
Gambaran Umum Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Codong catur Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur meru pakan perpustakaan sekolah yang berada di Jl. Ringroad Utara, Gorongan, Condongcatur. Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur berdiri seiring dengan berdirinya SD Muhammadiyah Condongcatur, yakni pada tahun 1998. Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur memiliki visi mewujudkan perpustakaan sekolah sebagai pendukung proses kegiatan belajar mengajar di SD Muhammadiyah Condongcatur. Sedangkan Misinya diantaranya yaitu, 1) Menjadikan perpustakaan sebagai tempat bagi warga sekolah (kepala sekolah, guru, murid, dan karyawan) untuk memperdalam informasi/ pengetahuan dari berbagai jenis bahan pustaka dengan membaca, mengamati, mencermati, dan mendengarkan, 2) Memberikan pelayanan prioma dengan senyum, salam, sapa, sopan dan santun, 3) Menumbuhkembangkan minat baca sebagai budaya warga sekolah, 4) meningkatkan kerjasama dengan perpustakaan dan pusat informasi lain, 5) Rekreasi intelektual bagi warga SD Muhammadiyah Condongcatur. Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiayah Condongcatur memiliki berbagai program kerja. Program kerja ini bertujuan untuk mewujudkan visi dan misi yang ingin dicapai. Program yang telah berjalan diantaranya pustakawan kecil, pangung boneka tangan, pojok leterasi, gazebo literasi, reading day. Promosi Perpustakaan melalui Bulletin Perpustakaan Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur sleman Yogyakarta, memiliki beberapa program koleksi yang sudah berjalan antara lain yaitu pamflet,brosur, panggung boneka tangan. Pengembangan promosi perpustakaan selalu dikembangkan oleh perpustakaan, dalam rangka menumbuhkan minat baca, selain itu perpustakaan HAMKA memiliki visi untuk meningkatkan budaya menulis. Oleh karena itu dibutuhkan promosi untuk mewujudkan visi tersebut. Oleh karena itu, dalam program PPL ini penulis mencoba mengenalkan program promosi baru yaitu bulletin. Tahapan- tahapan pelaksanaan program promosi perpustakaan melalui bulletin di Pepustkaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur, sudah melalui tahap-tahap yang dikemukakan oleh Terry dan Lammp11, Disebutkan langkah pertama dalam menyusun program perpustakaan yaitu menganalisis kebutuhan pengguna di perpustakaan tersebut sesuai pendekatan yang digunakan. Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur, meliliki beberapa target sasaran promosi meliputi siswa, guru, karyawan dan orang tua. Saat ini Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammad iyah Condongcatur telah mempunyai produk promosi yang sudah ada yaitu bro sur, pampflet, pojok baca, panggung boneka tangan. Selama penulis Prak tikum di SD Muhammadiyah Condongcatur, penulis belum mengamati adanya produk yang melibatkan siswa dalam proses pengerjaannya, selain itu banyaknya potensi anak yang ada, sehingga penulis ingin membuat program pembuatan promosi. Tahapan yang kedua, yaitu membangun kemitraan. Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur memiliki program pustakawan kecil, Pustakawan kecil yaitu klub perpustakaan yang terdiri dari siswa yang memiliki ketertarikan dengan dunia buku dan tulis menulis. Melihat potensi yang ada, penulis membangun mitra dengan pustakawan kecil tersebut dalam proses pembuatan bulletin ini. Pustakawan kecil dilibatkan dalam proses pembuatan, mulai dari pemilihan judul bulletin, pengumpulan materi, dan pengeditan tulisan. Selain melibatkan pustakawan dan pustakawan kecil, bulletin ini juga melibatkan siswa, guru, dan karyawan dalam proses pe ngumpulan karya. Sehingga banyak pendekatan yang dibangun dalam pem buatan bulletin ini, sehingga bulletin ini dapat bermanfaat dikalangan luas. Tahap ketiga yaitu mengembangan kegiatan dan sumber daya. Proses ini meliputi kegiatan pengembangan kegiatan, pembuatan susuanan redaksi, penentuan judul bulletin, pembuatan timeline kegiatan, anggaran yang dibutuhkan dan menyiapkan materi yang diperlukan. Selain itu, dalam proses ini pustakawan membuat pedoman penulisan serta pembuatan proposal kegiatan agar disetujui oleh kepala sekolah, Setelah disetujui oleh perpustakaan dan melakukan rapat kordinasi, pustakawan kecil mensosialisasikan kegiatan ini, dengan memasang pamflet. Tujuan pamfhlet ini yaitu untuk memberitahukan kepada siswa, guru dan karyawan agar mengumpulkan karya terbaik untuk diterbitkan pada bulletin. Beberapa karya yang terkumpul kemudian diseleksi yang cocok untuk diterbitkan dan tidak. Setelah itu pengatur layar bulletin dan dicetak. Tahap keempat yaitu penerapan promosi, Hasil dari pelaksanaan program adalah terwujudnya program promosi perpustakaan. Hasil dari produk bulletin ini disebarkan ke seluruh warga sekolah maupun masyarakat. Bulletin ini dapat diakses di perpustakaan, kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah. Setelah melakukan promosi kemudian di evaluasi. Setiap program perpustakaan yang dilakukan perpustakaan pastinya dilakukan sebuah evaluasi. Karena pihak perpustakaan baru pertama kali melakukan pro gram ini maka perpustakaan perlu mengadakan evaluasi supaya dapat dijadikan sebuah perbaikan untuk program selanjutnya. Hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa masih banyak kata dan tanggal yang salah, penyebutan gelar masih banyak yang salah, sumber rujukan masih belum dicantumkan, waktu pelaksanaan masih kurang efektif. Dari hasil evaluasi ini diharapkan, kedepan kegiatan pembuatan bulletin bisa berjalan secara rutin dan dapat lebih baik dari segi konten maupun secara teknis. Hasil pelaksanaan program ini nantinya dapat dijadikan acuan untuk pembuatan program selanjutnya. Dampak Pelaksanaan Program Program kegiatan pembuatan bulletin memiliki dampak positif bagi pustakawan, pustakawan kecil dan sekolah. Bagi perpustakaan, program ini dapat mewujudkan visi perpustakaan untuk meningkatkan minat baca dan menulis, serta sebagai media promosi. Bagi pustakawan kecil, program ini dapat mengasah kreativitas siswa, melatih bakat menulis, sebagai media literasi informasi.
Conclusion
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa program pem buatan bulletin layak untuk di terapkan untuk kegiatan promosi perpustakaan. Program pembuatan Bulletin di perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah condongcatur telah berhasil melalui tahapan-tahapan pelaksanaan program dari proses perencanaan atau analisis kebutuhan sampai evaluasi. Selain menjadi sarana promosi perpustakaan, program bulletin juga mampu mengasah ketrampilan siswa, guru, pustakawan maupun karyawan untuk berkreasi dan berlatih menulis. Sehingga diharapkan program ini terus belanjut dan melakukan perbaikan perbaikan setelah adanya evaluasi