HUBUNGAN ANTARA PROMOSI PERPUSTAKAAN MELALUI MAJALAH DINDING DENGAN MINAT KUNJUNG SISWA (Studi Deskriptif pada Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Bandung)
Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan jaman yang semakin maju dan membuat pustakawan harus lebih inovatif dalam menarik siswa ke perpustakaan. salah satunya dengan mengadakan kegiatan promosi perpustakaan. Suatu promosi memiliki berbagai jenis media yang bisa digunakan salah satunya adalah majalah dinding. Pokok masalah yang di ungkapkan dalam penelitian ini adalah adakah hubungan antara promosi perpustakaan melalui majalah dinding dengan minat kunjung siswa (studi deskriptif pada sekolah menengah atas negeri 3 bandung). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjawab: (1) Bagaimana kegiatan promosi perpustakaan melalui majalh dinding yang dilakukan di perpustakaan SMAN 3 Bandung? (2)Bagaimana gambaran minat kunjung siswa di perpustakaan SMAN 3 Bandung? (3)Apakah terdapat hubungan antara promosi perpustakaan melalui majalah dinding dengan minat kunjung siswa? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriftif koresional. Teknik penarikan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Instrument yang digunakan adalah angket tertutup dengan skala lima kategori Likert, pengolahan datanya menggunakan rank spearment. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kegiatan promosi yang dilakukan di perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung dalam kategori cukup, (2) minat kunjung siswa di perpustakaan baik, (3) terdapat hubungan yang cukup antara promosi perpustakaan melalui majalah dinding dengan minat kunjung siswa di perpustakaan SMAN 3 Bandung, yang menghasilkan korelasi dengan kriteria sedang. Saran pada penelitian ini adalah promosi yang dilakukan oleh SMAN 3 Bandung sudah berjalan namun untuk kedepanya media promosi melalui majalah harus lebih di perhatikan keberadaanya sehingga siswa akan lebih tertarik mengunjungi perpustakaan.
Abstract
This research is motivated by the development of more advanced age and make librarians should be more innovative in attracting students to the library. one of them by holding a promotional activity library. Acampaign has various types of media that can be used. Subject matter described in this study is there a relationship between the promotion of the library through a bulletin board with students' interests go (descriptive studies at upper secondary school 3rd country duo). The purpose of this study is to answer the: (1) How does the library promotional activities carried out through the wall magazine in the library SMAN 3 Bandung? (2) How would visit students' interest in the library SMAN 3 Bandung? (3) whether there is a relationship between the promotion of the library through a bulletin board with students' interests go? This study uses a quantitative approach with a descriptive correlational method. The sampling technique using simple random sampling. The instrument used was a questionnaire enclosed with a five-category Likert scale, data processing using rank spearment. The results showed that: (1) promotion activities conducted in the library SMAN 3 Bandung in enough categories, (2) the interest of the students go on either library, (3) there is a sufficient relationship between the promotion of the library through a bulletin board with an interest in the student visits SMAN 3 Bandung library, which produces a correlation with the criterion being. recommendation in this research is the promotion by SMAN 3 Bandung already running but for kedepanya media campaign through the magazine must be in existence note that students will be more interested in visiting the library.
Keywords:
Libraries
· Library Promotion
· Wall Magazine
· Visit Interests
Introduction
Kehidupan adalah suatu proses yang dinamis dan inovatif, artinya selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu dan dari satu generasi ke generasi lainya begitu seterusnya. Kondisi kehidupan manusia dari yang paling sederhana sekarang berkembang kearah yang lebih modern, ciri-ciri kehidupan manusia modern diantaranya dilihat dari cara berfikir, tata cara dan usaha dengan ciri khas yang rasional, logika, rasio, sistem keteraturan, perhitungan dan metode serta sistem informasi. Untuk masalah informasi, ini erat kaitanya dengan tugas dan fungsi perpustakaan. Berdasakan paradigma lama, khususnya di Indonesia perpustakaan sering diartikan sebagai sebuah gedung atau ruangan tempat menyimpan bukubuku.Gedung perpustakaan yang tua, pegawai perpustakaan yang kurang be rs ahaba t, kol eksi yang tidak terawat.Keadaan yang seperti itu membuat semua orang memandang perpustakaan sebelah mata. Secara lambat laun semua itu berangsur membaik dengan diikuti perkembangan dan cara berfikir manusia yang lebih maju dan terbuka. Citra perpustakaanpun mulai berubah, terutama setelah banyaknya pengelola perpustakaan yang menjadi pustakawan karena pilihan.Selain itu, mereka bekerja di perpustakaan dengan memiliki latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Pendidikan perpustakaan di Indonesia yang berkembang setelah tahun 1980-an mengubah paradigma lama tentang profesi pustakawan. Selain itu seiring berkembangnya teknologi, siswa lebih memilih internet s e b a g a i s umb e r u t ama b e l a j a r d i b a n d i n g k a n h a r u s p e r g i k e perpustakaan.ini adalah sebuah fenomena yang berkembang di era globalisasi seperti sekarang. Oleh karena itu, sikap pustakawan harus tegas dan harus kreatif untuk menciptakan inovasi yang baru di perpustakaan agar siswa tertarik untuk pergi ke perpustakaan. Jika merujuk pada tinjauan awal, peneliti menemukan beberapa fakta tentang keluhan siswa dan guru yang kurang mengetahui pentingnya sebuah perpustakaan. Banyak siswa yang tidak mengetahui buku apa saja yang boleh di pinjam atau tidak, tidak mengetahui koleksi baru yang ada di perpustakaan, tidak memahami alur peminjaman di perpustakaan dan kurangnya informasi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan program perpustakaan. Salah satu inovasi yang bisa dilakukan oleh pustakawan adalah dengan melakukan promosi.Setiap organisasi wajib memiliki kegiatan promosi, itu semua untuk menujang keberhasilan organisasi atau lembaga tersebut.Seperti yang dikemukaan Kotler (dalam Afriani 2012) “promosi sebagai suatu organisasi pengelolaan yang menganut pandangan bahwa tugas/kunci organisasi adalah menetapkan kebutuhan dan keinginan pasar yang menjadi sasaran dengan tujuan memberikan kepuasan yang diinginkan”. Jika ditelaah lebih dalam maka sebagian besar siswa di sekolah mengunjungi perpustakaan karena beberapa faktor misalnya, karena perintah guru, karena tugas pelajaran dan masih sedikit sekali terlihat siswa berkunjung ke perpustakaan karena hobi.Oleh karena itu dengan diadakanya promosi melalui majalah dindinding, diharapkan siswa dapat merespon dengan baik apalagi jika majalah dinding tersebut didesain semenarik mungkin dengan kata-kata ajakan yang persuasif.Maka pustakawan sebagai seorang profesional harus menggalakan promosi perpustakaan di s e k o l a h d e n g a n t u j u a n u n t u k meningkatkan minat kunjung siswa. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk mengadakan suatu penelitian yang berhubungan dengan peran majalah dinding sebagai media u n t u k m e m p r o m o s i k a n perpustakaan.penelitian ini penulis tuangkan dalam skripsi dengan judul “hubungan antara promosi perpustakaan melalui majalah dinding dengan minat kunjung siswa”. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui kegiatan promosi melalui majalah dinding di SMAN 3 Bandung 2. Untuk mengetahui minat kunjung siswa di perpustakaan SMAN 3 Bandung 3. Untuk mengetahui hubungan antara promosi perpustakaan melalui majalah dinding d e n g a n m i n a t kunjung siswa Promosi merupakan suatu cara yang dilakukan perusahaan ataupun lembaga untuk mempublikasikan informasi kepada masyarakat. Pertukaran informasi antar organisasi atau lembaga dan konsumen dengan tujuan utama memberikan informasi tentang produk atau jasa yang tersedia dalam organisasi dan membujuk calon konsumen untuk memberikan respon terhadap produk atau jasa tersebut. Kegiatan promosi hendaknya dilakukan oleh setiap organisasi atau lembaga karena kegiatan promosi ini sangat mempengaruhi keberhasilan suatu lembaga atau organisasi. Dengan diadakanya promosi, produk barang atau jasa yang telah dihasilkan oleh organisasi atau lembaga tersebut akan cepat sampai ke telinga masyarakat, sehingga masyarakat akan merespon terhadap barang atau jasa yang telah di promosikan. Suatu barang atau jasa akan mendapatkan tanggapan yang baik apabila promosi yang dilakukan dilaksanakan secara efektif dan efesien. Menurut Sastradipoera (2003: 188): “promosi adalah segala upaya marketing yang fungsinya adalah untuk memberikan informasi atau meyakinkan para konsumen aktual atau potensial mengenai kegunaan (merits) suatu produk atau jasa (tertentu) dengan tujuan untuk mendorong konsumen baik melanjutkan atau memulai pembelian produk atau jasa perusahaan pada harga (tertentu).” Jika merujuk pada pengertian promosi diatas, sebenarnya fungsi utama dari p r o m o si a d a l a h m e n y e b a r k a n informasi.Namun tidak hanya bertujuan untuk mnyebarkan informasi saja, tetapi untuk mendapatkan keuntungan dari kegiatan promosi itu sendiri.Barang atau jasa yang hasilkan suatu organisasi atau lembaga di promosikan kepada konsumen atau masyarakat untuk mendorong masyarakat atau konsumen tersebut t e rt a ri k d e n g a n p r o d u k y a n g dipromosikan.Keuntungan yang dihasilkan dari promosi biasanya berupa materi. Pengertian minat menurut bahasa (etimologi), ialah usaha dan kemauan untuk mempelajari (learning) dan mencari sesuatu, sedangkan secara istilah minat adalah keinginan, kesukaan dan kemauan terhadap sesuatu hal. Sedangkan menurut Slameto (2010: 180) “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan terhadap suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.” Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.Kegiatan itu harus sangat diminati seseorang, diperhatikan dengan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang.Jadi, berbeda dengan perhatian, karena perhatian sifatnya sementara dan belum tentu diikuti dengan rasa yang senang, serta minat selalu diikuti dengan rasa yang senang. Dengan demikian, Promosi perpustakaan merupakan suatu strategi di perpustakaan yang salah satu tujuannya untuk meningkatkan minat kunjungan siswa ke perpustakaan.Dengan adanya promosi perpustakaan dapat dengan mudah menginformasikan segala hal yang terkait d i p e r p u s t a k a a n k e p a d a pemustaka.Banyak media yang dapat digunakan dalam promosi perpustakaan baik itu media tertulis ataupun elektronik. Majalah dinding merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam promosi peprustakaan di perpustakaan sekolah.Majalah dinding merupakan suatu hal yang dekat sekali dengan siswa, karena keberadaanya yang familiar di kalangan siswa.Selain itu, media ini merupakan media yang sangat efektif dan murah sehingga setiap perpustakaan dapat menggunakanya.Namun, keberadaan majalah dinding kurang dilirik sebagai peluang promosi yang begitu menjanjikan apabila digunakan dengan maksimal. Dengan adanya promosi yang digunakan melalui majalah dinding diharapkan dapat meningkatkan minat kunjung siswa, sehingga perpustakaan dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh siswa. Dalam penelitian ini promosi perpustakaan memiliki hubungan dengan minat kunjung siswa. Adapun asumsi yang terdapat pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Jika promosi perpustakaan dilakukan, maka minat kunjung siswa akan meningkat. 2. Jika majalah dinding digunakan sebagai media dalam mempromosikan perpustakaan dengan baik, maka minat kunjung siswa akan meningkat. Hipotesis dibuat untuk memberikan dugaan sementara dari hasil penelitian yang akan dilakukan. Menurut Sugiyono (2009: 70) “hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan”. Hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: · H ρ = 0 0: Tidak terdapat hubungan antara promosi perpustakaan melalui majalah dinding dengan minat kunjung siswa · H ρ ≠ 0 1: Terdapat hubungan antara promosi perpustakaan melalui majalah dinding dengan minat kunjung siswa.
Method
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif studi korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif mampu menjelaskan, meringkaskan berbagai situasi, kondisi, dan variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi obyek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi. Sebagaimana diungkapkan oleh Sugiyono (2013: 14) bahwa “metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan”. Metode deskriptif korelasional adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari korelasi atau hubungan antara dua variabel atau lebih. Menurut Sugiyono (2013: 228) “teknik korelasi ini digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel bila data kedua variabel berbentuk interval dan ratio dan sumber data dari dua variabel atau lebih tersebut adalah sama”. Hal ini sejalan dengan tujuan peneliti yang ingin melihat hubungan antara variabel X (promosi perpustakaan melalui majalah dinding) dengan variabel Y(minat kunjung). Metode ini hanya melihat adanya hubungan tanpa memperhatikan pengaruh yang berarti antara dua variabel tersebut. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Probability Sampling yakni “...teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel” Sugiyono(2011: 82). Sedangkan teknik yang digunakan adalah Simple Random Sampling menurut Sugiyono (2009: 93) “teknik Sample Random Sampling dikatakan Simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. ” Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kausal. Hasan dalam Monika (2013: 39) mengemukakan bahwa, “desain kausal berguna untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variable mempengaruhi variabel lainnya.” Jenis instrumen yang digunakan dalam penlitian ini adalah angket dan observasi. Perhitungan hasil instrumen penelitian menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2013, hlm. 93), “skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.” Menurut Arikunto (2013, hlm. 213) “...pengujian validitas angket dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi yang dikemukakan oleh Pearson”.Rumus yang digunakan dalam pengujian validitas adalah sebagai berikut. Sumber: Arikunto (2013, hlm. 213) Keterangan: r_xy = korelasi antara instrumen pertanyaan secara keseluruhan X = skor setiap butir Y= skor total
Result & Discussion
Permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana kegiatan promosi perpustakaan yang dilakukan di perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung?(2) bagaimana gambaran minat kunjung di perpustakaan SMAN 3 Bandung 3) apakah terdapat hubungan antara promosi perpustakaan melalui majalah dinding dengan minat kunjung siswa? Berdasarkan hasil pengujian yang telah diuraikan pada deskripsi hasil penelitian di atas, maka terbukti bahwa promosi perpustakaan melalui majalah dinding memiliki hubungan yang cukup dengan minat kunjung siswa ke perpustakaan. Adapun simpulan hasil pengujian tersebut akan disimpulkan dalam bentuk tabel sebagai berikut. Tabel 1.1 Simpulan Hasil Uji Hipotesis Pembahasan hasil penelitian akan dipaparkan berdasarkan rumusan masalah yang telah dirumuskan. 1. Kegiatan Promosi Perpustakaan yang dilakukan di Perpustakaan SMA Negeri 3 Bandung. Promosi perpustakaan dimaksudkan untuk meningkatkan pengenalan masyarakat akan kegiatan perpustakaan dengan berbagai cara yang sifatnya mengajak. Perpustakaan harus terusmenerus diperkenalkan dengan teratur agar masyarakat mengetahui peranan perpustakaan dengan lebih baik dan dapat memaksimalkan manfaatnya. Tujuannya agar semakin banyak orang yang mengunjungi perpustakaan sehingga semakin besar pula peran perpustakaan tersebut bagi masyarakat. Ada berbagai cara yang dapat digunakan untuk promosi seperti misalnya pameran, peragaan, penerbitan, penyebaran poster, dan pemasangan iklan dalam suarat kabar ataupun majalah. Dalam usaha ini, perpustakaan menerbitkan daftar tambahan koleksi, bibliografi, indeks artikel, abstrak, buku petunjuk perpustakaan, penyebaran informasi terpilih, buletin perpustakaan, jasa kesiagaan informasi, dan laporan perpustakaan. Usaha lain yang sering dilakukan ialah mengadakan pameran buku, secara berkala, baik diselenggarakan sendiri atuapun bersama-sama dengan penerbit, toko buku, ataupun lembaga lain. Tujuanya agar menarik orang agar mencintai buku sehingga tergerak hatinya untuk membaca. Memberikan ceramah di berbagai lingkungan masyarakat, melalui radio dan televisi, menyelengarakan seminar mengenai perkembangan perpustakaan, menulis artikel mengenai perpustakaan dan menelaah buku merupakan kegiatan promosi yang perlu digalakan saat ini. Menurut pustakawan di perpustakaan SMAN 3 Bandung yaitu ibu Rita Kurniawan, pembuatan majalah dinding memang sangat sederhana dan memiliki manfaat yang besar bagi promosi perpustakaan, namun pada kenyataanya majalah dinding di perpustakaan ini kurang di update informasinya karena pekerjaan pustakawan yang begitu banyak sehingga kurang memperhatikan majalah dinding. Dengan demikian, untuk menarik siswa datang berkunjung ke perpustakaan ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang pustakawan yaitu dengan cara pembuatan stiker sebagai bentuk apresiasi kepada siswa, pelayanan prima dan pembuatan banner untuk informasi koleksi terbaru dan pembuatan majalah dinding sebagai papan informasi yang menghubungkan antara perpustakaan dengan siswa sehingga siswa bisa langsung mendapatkan informasi terbaru. 2. Minat kunjung siswa ke perpustakaan di SMAN 3 Bandung Pengertian minat menurut bahasa (etimologi), ialah usaha dan kemauan untuk mempelajari (learning) dan mencari sesuatu. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menujunkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripda hal lainya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisifasi dalam suatu aktivitas. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan timbul siring berjalanya waktu. Jadi, minat merupakan suatu hasil dari belajar untuk kemudian di gunakan untuk pembelajaran selanjutnya. Berdasarkan perolehan data melalui angket yang disebarkan kepada 92 responden, angka diatas menunjukan bahwa perolehan skor keseluruhan dari setiap indikator adalah sejumlah 9457 dengan skor minimum 2760 dan memiliki jarak interval sejumlah 2207. Angker tersebut berisikan 30 pernyataan. Setelah melalui tahap pengolahan data, indikator yang memiliki skor tertinggi 2471 dengan jumlah persentasi 26.10 % adalah sub variabel internal dengan indikator kunjungan ke perpustakaan. Sedangkan yang memiliki indikator skor terendah 1203 dengan jumlah persentasi 12.72 % adalah sub variabel eksternal dengan indikator kualitas peminjaman koleksi. Dapat disimpulkan berdasarkan data pada tabel 4.20 mengenai tanggapan responden mengenai minat kunjung siswa ke perpustakaan berkategori baik. 3. Hu b u n g a n a n t a r a P r omo si Perpustakaan melalui Majalah Dinding dengan Minat Kunjung Siswa. Promosi perpustakaan merupakan suatu strategi di perpustakaan yang salah satu tujuannya untuk meningkatkan minat kunjungan siswa ke perpustakaan. Dengan adanya promosi perpustakaan dapat dengan mudah menginformasikan segala hal yang terkait di perpustakaan kepada pemustaka. Banyak media yang dapat digunakan dalam promosi perpustakaan baik itu media tertulis ataupun elektronik. Majalah dinding merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam promosi peprustakaan di perpustakaan sekolah. Majalah dinding merupakan suatu hal yang dekat sekali dengan siswa, karena keberadaanya yang familiar di kalangan siswa. Selain itu, media ini merupakan media yang sangat efektif dan murah sehingga setiap perpustakaan dapat menggunakanya. Namun, keberadaan majalah dinding kurang dilirik sebagai peluang promosi yang begitu menjanjikan apabila digunakan dengan maksimal. Dengan adanya promosi yang digunakan melalui majalah dinding diharapkan dapat meningkatkan minat kunjung siswa, s e h i n g g a p e r p u st a k a a n d a p a t dimanfaatkan dengan maksimal oleh siswa. Berdasarkan tabel 4.33 dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi variabel X yaitu promosi perpustakaan melalui majalah dinding dengan variabel Y yaitu minat kunjung siswa adalah sebesar 0, 405. Hasil dari perhitungan hubungan 2 variabel tersebut menunjukkan pada arah (+) 0,405. Arikunto (2006, hlm. 279) me n j e l a s k a n b a hwa t a n d a ( + ) menunjukkan bahwa “makin tinggi niai X, makin tinggi nilai Yatau kenaikan nilai X akan diikuti kenaikan nilai Y”. Hal ini menunjukkan bawa terdapat korelasi sejajar searah. Dapat dikatakan bahwa promosi perpustakaan, akan berdampak positif terhadap minat kunjung siswa pergi ke perpustakaan. Untuk dapat mengetahui tingkat hubungan antara variabel X dan variabel Y , m a k a p e n e l i t i p e r l u menginterpretasikan pada pedoman koefisien korelasi. Pedoman tersebut digunakan untuk membuktikan tingkat kuat atau tidaknya hubungan antar variabel. Berdasarkan hasil interpretasi yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa tingkat korelasi sebesar 0,405 berada pada interval 41-60 dan dikategorikan pada tingkat hubungan cukup. Jadi peneliti dapat menyimpulkan bahwa hubungan antara peran promosi perpustakaan me l a lui ma j a l ah dinding untuk meningkatkan minat kunjung siswa dikategorikan pada tingkat hubungan cukup.
Conclusion
Berdasarkan perolehan data dari penelititan peran promosi perpustakaan me l a lui ma j a l ah dinding untuk meningkatkan minat kunjung siswa, secara umum dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan yang cukup signifikan antara peran promosi perpustakaan melalui majalah dinding dengan peningkatan minatkunjung siswa di perpustakaan SMAN 3 Bandung .Berdasarkan hasil uji korelasi ternyata terdapat hubungan senilai 0,405 antara peran promosi perpustakaan melalui majalah dinding dengan peningkatan minat kunjung siswa. Berdasarkan perolehan data, secara khusus dapat disimpulkan bahwater dapat hubungan yang signifikan antara promosi perpustakaan melalui majalah dinding dengan minat kunjung siswa. Hal tersebut dapat dilihat darihasil perolehan nilai korelasi antara variabel X(promosi perpustakaan melalui majalah dinding) dengan Y (minat kujung siswa ) yang di interprestasikan dengan pedoman interpretasi koefisien korelasi dengan kategori sedang atau cukup. Hasil penelitian menunjukan bahwa di perpustakaan SMAN 3 Bandung memiliki program promosi perpustakaan yaitu dengan berbagai cara seperti melakukan diskusi ringan dengan siswa, stiker, layanan prima, poster, banner, majalah dinding. Dalam penelitian ini media promosi yang diteliti adalah majalah dinding.Peranan majalah dinding untuk peprustakaan SMAN 3 Bandung sangat penting. Karena segala informasi yang berhubungan dengan perpustakaan di umumkan melalai majalah dinding, selain itu majalah dinding di desain dengan menarik untuk menarik minat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan sekolah. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa promosi perpustakaan melalui majalah dinding cukup berhubungan signifikan dengan minat kunjungan siswa. ke dalam daftar pustaka sesuai dengan tata cara penulisan daftar pustaka yang dijelaskan dalam buku pedoman karya ilmiah. 3. Literasi informasi mahasiswa memberikan kontribusi terhadap proses penulisan karya ilmiah. Kontribusi yang diberikan oleh literasi informasi mahasiswa terhadap proses penulisan karya ilmiah berada pada kategori sedang karena ada beberapa tahap dalam penilaian literasi informasi mahasiswa yang masih dalam tahap pengembangan. Selain itu sedangnya kontribusi yang diberikan oleh literasi informasi menunjukkan bahwa kontribusi yang diberikan kepada proses penulisan karya ilmiah tidak hanya diberikan oleh literasi informasi saja, melainkan ada faktorfaktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini yang dapat memberikan kontribusi.