Perilaku Penggunaan Aplikasi Sitasi Mahasiswa (Studi Kasus di Program Studi Pascasarjana Fikom Unpad 2018)
Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Muhammadiyah Sukabumi
Abstrak
Segala bentuk kutipan yang dicantumkan penulis di dalam tulisannya perlu dicantumkan sitasi dan referensinya. Melalui penggunaan aplikasi sitasi, penulis dimudahkan dengan bank data bibliografi dan pencantuman daftar pustaka. Studi ini menjabarkan perilaku peng gunaan aplikasi sitasi mahasiswa program studi magister Ilmu Komunikasi Fikom Unpad 2018 sebanyak 49 orang. Hasil studi menunjukkan bahwa hanya setengah dari jumlah total mahasiswa yang telah aktif menggunakan aplikas sitasi. Mendeley adalah aplikasi sitasi yang paling banyak digunakan dibanding aplikasi sitasi lainnya. Alasan utama mahasiswa lain nya belum menggunakan aplikasi sitasi adalah perlunya pendampingan dan mereka terbiasa mencantumkan sitasi secara manual. Hampir sebagian dari mereka mulai menggunakan aplikasi sitasi baru-baru ini yaitu saat mengambil perkuliahan magister dan disarankan oleh dosen di kelas. Sedangkan kesulitan dirasakan mahasiswa pada awal penggunaan aplikasi sitasi. Studi juga mengungkapkan kelebihan dan kekurangan dari aplikasi yang digunakan, serta saran dan harapan mahasiswa terkait penggunaan aplikasi sitasi. Mendeley sebagai aplikasi sitasi yang paling banyak digunakan dinilai mudah setelah sering digunakan, dapat menyimpan file artikel yang telah diunduh, otomatis membaca metadata file yang diunggah di dalam Mendeley, dan dapat menelusur referensi yang telah ada di Internet melalui Mendeley. Namun kekurangannya adalah pengguna perlu memahami perlunya parafrase dan penulisan kapitalisasi metadata pada gaya sitasi yang disyaratkan, memerlukan akses internet untuk sinkronisasi data, dan sering error. Sedangkan saran dan harapan terkait penggunaan aplikasi sitasi ini di antaranya adalah perlunya diagendakan pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi sitasi secara intensif di awal perkuliahan serta perlunya mahasiswa membiasakan diri dalam menggunakan aplikasi sitasi.
Keywords:
Aplikasi Sitasi
· Perilaku
· Mahasiswa
Introduction
Teknologi Komunikasi dan Informasi telah banyak memberikan kemudahan di berbagai bidang kehidupan manusia di abad 21 ini. Seperti yang dikemukakan Suwarno bahwa “the existence of internet has promote great optimism on the ease and access speed toward information” (Suwarno, 2017). Salah satunya adalah adanya aplikasi-aplikasi sitasi yang menyediakan kemudahan bagi penulis dalam mencatat dan menampilkan sitasi serta sumber kutipan di dalam tulisannya. Dengan menggunakan aplikasi sitasi, penulis dapat menampilkan sumber bacaan di dalam tulisannya dengan kaidah penulisan yang benar, serta menjamin pembacanya nanti dapat mengakses sumber informasi primer tulisan dengan mudah melalui fasilitas yang disediakan aplikasi sitasi, yaitu penulisan sumber rujukan atau daftar bibliografi. Aplikasi sitasi tersebut telah banyak jenisnya dan masing-masing memiliki keunggulan dalam membantu penulis untuk taat sitasi dan membantu penyusunan daftar referensi yang penulis kutip di dalam artikelnya. Sebut saja EndNote, program komersial berbayar yang paling luas digunakan di dunia, kemudian adapula Zotero dan Mendeley, program alternatif yang dapat diunduh dan digunakan secara gratis, serta menu references di dalam Microsoft Word yang dapat langsung penulis gunakan untuk pencantuman sitasi dan bibliografi. Penulisan sitasi dan bibliografi ini penting khususnya dalam penulisan karya tulis (Lukman, Atmaja, & Hidayat, 2017). Menghasilkan karya tulis dalam bentuk literature review serta artikel hasil penelitian merupakan salah satu produk ilmiah wajib bagi mahasiswa pendidikan tinggi bidang ilmu sosial. Penulisan skripsi, tesis, dan disertasi sebagai hasil penelitian akhir merupakan syarat kelulusan untuk menyelesaikan studi sarjana, magister, dan doktoralnya. Tidak hanya berhenti sampai disitu, publikasi sebagai hasil penelitian merupakan tugas selanjutnya yang perlu dipenuhi. Publikasi jurnal adalah salah satu output penelitian agar hasil penelitian dapat dikenal dan disitasi oleh akademisi lainnya, baik secara nasional, maupun internasional. Taat sitasi merupakan salah satu aspek penting dalam penulisan karya ilmiah tersebut. Lukman dkk menerangkan: Pengutipan (sitasi/citation) dan referensi dalam suatu karya ilmiah sangat penting sebagai bentuk pengakuan atas penelitian terdahulu, apakah baik atau malah dikritik. Dengan menuliskan acuan yang digunakan, pembaca dapat menelusuri langsung sumber yang kita tulis untuk meyakini kebenarannya, ketika ada kekhawatiran salah memahami suatu karya ilmiah lainnya (Lukman et al., 2017) Lebih lanjut, Lukman dkk. menerangkan pula bahwa “kutipan tidak hanya dalam bentuk teks atau narasi, tetapi juga mencakup persamaan dan rumus statistik, data, dan fakta, diagram, gambar dan foto, model, serta ide dan teori” (Lukman et al., 2017). Segala bentuk kutipan yang dicantumkan penulis di dalam tulisannya seperti yang disebutkan tersebut perlu pencantuman kutipan dan referensinya. Bidang pendidikan tinggi kini telah didorong untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi baik secara nasional maupun internasional. Di dalam artikelnya, Reza dan Nurisani mengungkapkan bahwa Kemen ristek dikti mendorong peningkatan publikasi ilmiah sebagai bentuk peningkatan kualitas intelektual dan daya saing bangsa (Reza & Nurisani, 2018). Hal tersebut terkait pula dengan Komunikasi Ilmiah di antara para akademisi. Seperti disampaikan Ruslina dan Rohanda bahwa komunikasi ilmiah adalah “komunikasi yang terjadi diantara sesama ilmuwan atau terdapat penyebaran informasi khusus dari satu ilmuwan ke ilmuwan lainnya. Dengan terjadinya bentuk komunikasi ini, maka telah terjadi perkembangan keilmuan terlebih di bidang ilmu yang bersangkutan” (Ruslina & Rohanda, 2018). Disinggung pula oleh Rustono dkk bahwa: In the meantime, to obtain a high Scopus index value, then a scientific article needs many citations from other authors (Marta et al., 2018). Berdasarkan hal tersebut, mahasiswa di perguruan tinggi di Indonesia sebagai bagian dari masyarakat ilmiah perlu memahami penulisan artikel ilmiah untuk dipublikasikan di jurnal. Salah satunya adalah memahami penggunaan sitasi yang kini telah banyak aplikasinya. Hal tersebut dialami pula oleh mahasiswa di program studi pasca sarjana Fikom Unpad 2018. Bagaimana penggunaan aplikasi sitasi oleh mahasiswa di program studi pascasarjana Fikom Unpad 2018 menjadi fokus pada studi di dalam artikel ini.
Result
Mahasiswa Program Studi Magister Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran angkatan 2018 terdiri dari 49 orang. Setelah masuk semester 2 pada studinya, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi ini memilih peminatan masing-masing yang disediakan Program Studi yaitu Hubungan Masyarakat, Komunikasi Bisnis, Komunikasi Kesehatan, Media, serta Informasi dan Perpustakaan. Perkuliahan mengajarkan mahasiswanya untuk dapat menghasilkan tulisan ilmiah dan mempublikasikannya. Hal tersebut sejalan dengan inti dari kegiatan penelitian yang memang diharuskan dan menjadi kewajiban mahasiswa ini saat penyusunan tesis nantinya. Serta agar mahasiswa magister ini terbiasa mengangkat isu terkini dalam tulisan, dan mempublikasikannya di media publikasi seperti prosiding, book chapter maupun jurnal ilmiah. Publikasi tersebut adalah tugas akhir dari penelitian yang dilakukan. Tanpa publikasi, penelitian belum selesai. Penggunaan aplikasi sitasi ini merupakan budaya menulis yang belum banyak diajarkan secara rutin oleh penyelenggara pendidikan untuk dapat digunakan dan dilakukan oleh mahasiswanya. Padahal, penguasaan gaya sitasi dan penggunaan aplikasi sitasi untuk menulis ini merupakan salah satu hal yang perlu penulis fahami setiap kali menulis dan mengirimkan tulisannya. Hal tersebut terkait ketepatan gaya sitasi sesuai dengan ketentuan publikasi yang akan dituju. Lantas, bagaimana hasil dari studi mengenai penggunaan aplikasi sitasi oleh mahasiswa di program studi ilmu komunikasi ini? Berikut penulis jabarkan dan analisis: Penggunaan Aplikasi Sitasi. Melalui bagan 1, tampak bahwa sebanyak 53% mahasiswa telah menggunakan aplikasi sitasi. 34,7% menyatakan pernah mencoba aplikasi sitasi, namun belummembiasakan diri untuk menggunakannya setiap kali menyusun tulisan. Sisanya,yaitu sebanyak 12,2% menyatakan belum pernah mencoba dan menggunakan secara rutin aplikasi sitasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi sitasi belum seluruhnya diterapkan dan secara rutin digunakan oleh mahasiswa. Setengah dari populasi total dalam studi ini menyatakan telah menggunakan aplikasi sitasi, namun setengah dari populasi total hanya pernah mencoba, serta sama sekali belum menggunakan aplikasi sitasi dalam penyusunan tulisan. Hal ini dapat menjadi acuan khususnya bagi penyelenggara pendidikan bahwa pemberian bekal seperti literasi informasi penulisan naskah ilmiah dengan memperhatikan kaidah sitasi, hingga penggunaan aplikasi sitasi perlu diberikan kepada mahasiswa baru, agar mereka lebih siap dan sejalan dengan kaidah penulisan yang ada sesuai dengan komunikasi ilmiah yang berlaku. Pengetahuan mahasiswa dapat ditingkatkan melalui program literasi informasi tersebut. Seperti dikemukakan Yulianti dalam penelitiannya bahwa tujuan pelaksanaan program literasi informasi ini, khususnya terkait urgensinya dalam penulisan karya ilmiah, dan juga plagiarisme (Yulianti, 2011). Literasi Informasi bagi mahasiswa baru kaya akan bekal pengetahuan untuk mahasiswa agar lebih siap menghadapi perkuliahan di pendidikan tinggi. Pemilihan Aplikasi Sitasi bagi Mahasiswa yang sudah Menggunakan Aplikasi Sitasi. Melalui bagan 2 tampak bahwa aplikasi yang digunakan mahasiswa secara aktif, yaitu sebanyak 83,7% adalah Mendeley. 14% di antaranya menggunakan Reference Manager yang disediakan Microsoft Word, dan 2,3% menggunakan EndNote. Pemilihan aplikasi sitasi dengan dominasi Mendeley, disusul Reference Manager Microsoft Word, dan terakhir, EndNote, menunjukkan varietas dari aplikasi sitasi yang digunakan mahasiswa. Tidak muncul dominasi penuh pada salah satu aplikasi sitasi. Terdapat tiga aplikasi sitasi yang digunakan mahasiwa. Pemilihan aplikasi sitasi yang digunakan mahasiswa ini akibat perbedaan pengalaman dan preferensi masing-masing mahasiswa. Selanjutnya, bagi mahasiswa yang belum secara rutin menggunakan aplikasi sitasi, berikut ini hasil survei yang dihasilkan dari 20 orang yang menjawab apa alasan utama belumnya menggunakan aplikasi sitasi. Alasan dominan adalah perlu pendampingan dan terbiasa mencantumkan sitasi secara manual. Alasan lainnya adalah perlunya pelatihan, dan merasa belum memerlukan. Alasan selanjutnya adalah malas, aplikasi sulit dimengerti dan aplikasi tidak user friendly. Terakhir, aplikasi tidak menarik. Melalui studi ini, ditemukan alasan terbanyak yang dipilih mahasiswa adalah bahwa mereka terbiasa mencantumkan sitasi secara manual dan perlu pendampingan untuk dapat beralih menggunakan aplikasi sitasi. Sedangkan alasan paling sedikit yang dipilih mahasiswa mengenai belumnya menggunakan aplikasi sitasi ini adalah aplikasi sitasi yang tidak menarik. Selanjutnya mengenai waktu penggunaan aplikasi sitasi oleh mahasiswa yang telah menggunakan aplikasi sitasi, sebanyak 47,6% menjawab bahwa mereka menggunakan aplikasi sitasi baru-baru ini, yaitu saat mengambil studi magister. Selanjutnya sebanyak 35,7% menggunakan aplikasi sitasi sejak 1 tahun terakhir. 14,3% menggunakan aplikasi sitasi sejak 2-3 tahun terakhir, dan 2,4% menggunakan aplikasi sitasi sejak lebih dari 5 tahun terakhir. Melalui bagan di 4 ditemukan bahwa mahasiswa yang telah menggunakan aplikasi sitasi didominasi oleh mahasiswa yang menggunakan aplikasi sitasi tersebut baru-baru ini atau selama mengikuti perkuliahan. Sedangkan hanya 1 orang (2,4%) dari survei yang telah menggunakan aplikasi sitasi lebih dari 5 tahun terakhir. Terkait bagaimana pertama kali mahasiwa menggunakan aplikasi sitasi, melalui bagan 5 tampak bahwa sebanyak 46,5% mahasiswa disarankan dosen untuk menggunakan aplikasi sitasi. Sebanyak 27,9% disarankan teman, 16,3% menjawab inisiatif sendiri, dan terakhir sebanyak 9,3% disarankan pembicara seminar/workshop. Melalui survei tampak bahwa hanpir setengah dari mahasiswa mendapatkan saran dari dosen untuk menggunakan aplikasi sitasi, dan jawaban paling sedikit mengenai bagaimana mahasiswa menggunakan aplikasi sitasi, adalah karena adanya saran dari pembicara di seminar/ workshop yang diikuti mahasiswa. Peran dosen sebagai pengajar di perkuliahan memberikan pengaruh dan mendorong mahasiswa untuk mengenal dan menggunakan aplikasi sitasi dalam menulis. Kesulitan yang dihadapi saat menggunakan aplikasi sitasi yang dialami mahasiswa dengan persentase terbesar adalah penggunaan awal aplikasi sitasi, yaitu sebanyak 57,8%. Selanjutnya kesulitan yang dihadapi adalah memahami jenis-jenis citation style yaitu sebanyak 53,3%. Dan terakhir yaitu install aplikasi sitasi disebut sebagai kesulitan yang dihadapi mahasiswa dengan persentase 20%. Melalui survei tersebut tampak bahwa lebih dari setengah mahasiwa menghadapi kesulitan pada penggunaan awal aplikasi sitasi, dan kesulitan yang sedikit dialami mahasiswa adalah pada tahap install aplikasi sitasi. Penggunaan awal membutuhkan petunjuk dan informasi terkait cara kerja aplikasi sitasi dan apa saja yang perlu mahasiswa lakukan dengan aplikasi sitasi yang digunakannya. Studi ini juga merangkum kekurangan dan kelebihan sitasi menurut mahasiswa. Kekurangan dan kelebihan tersebut ditampilkan di dalam tabel 1. Tabel 1 Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Sitasi No. Aplikasi Sitasi Kelebihan Kekurangan 1 Mendeley Terintegrasi dengan elsevier sebagai database journals Mendeley dengan Turnitin terkadang saling kontra. Karena turnitin mendeteksi similarity sedangkan mendeley biasanya copy paste, maka penulis harus parafrase Freeware Berat di laptop Memudahkan dalam membuat dafus Ada fasilitas yang memang belum support dengan kategori style sitasi Referensi bisa disimpan di aplikasi bisa digunakan dalam penulisan artikel lain nya Beberapa journalnya tidak bisa diakses secara fulltext Mudah digunakan Kadang-kadang error Bisa save file artikel yang kita unduh untuk dapat kita akses lagi hanya dengan mengklik dua kali di bank data biblio yang kita entry Kita tetap harus mengetahui format penulisan judul artikel di dalam mendeley. Jika style APA, maka entry judul artikel haruslah Sentence case. Penggunaan aplikasi lebih mudah Di awal penggunaan, insert citation di dalam word agak sulit dilakukan. Harus beberapa kali insert citation baru muncul sitasi di dalam teks. Seringkali loading dengan keterangan {formating citation} namun tidak berhasil memunculkan sitasi yg dipilih. Cukup membantu terutama dalam pengurutan daftar pustaka Log in penggunaaan akun mendeley harus berdasarkan universitas kadang suka lupa pake akun yang mana untuk log in nya Dapat mempemudah proses sitasi ketika pengerjaan paper atau jurnal Tidak semua hasil tulisan sesuai standar aplikasi tersebut jadi harus entry manual Lebih mudah dalam menulis dan mengedit sebab lebih banyak tools dibandingkan lainnya Aplikasinya agak rumit pas instalasi Aplikasi sitasi sangat membantu bagi penulisan artikel ilmiah apapun Awal penggunaan aplikasi kurang simpel Membantu dalam membuat proses sitasi dan daftar pustaka dengan lebih mudah dan efektif Pengenalan tools pada aplikasi tersebut, saya sangat awam di awal penggunaannya No. Aplikasi Sitasi Kelebihan Kekurangan Praktis dan mempermudah penyalinan sitasi Terlalu ribet Memudahkan mencari referensi Harus lebih dipermudah penggunaannya, atau harus ada pendamping untuk bisa dimengerti sepaham pahamnya. Lebih mudah karna daftar pustaka otomatis Kalau input file kadang hasil bibliography nya tidak sesuai jadi harus di edit lagi Memudahkan proses sitasi karena tidak perlu input secara manual Style dari sitasi pada akhirnya sering tidak sesuai dengan kaidah sitasi dari masing-masing dosen di kampus yang kerap berbeda-beda Memudahkan dalam membuat daftar pustaka dengan berbagai style yang dapat juga digunakan untuk penulisan lain karna data jurnal dan referensi lain otomatis tersimpan Harus selalu terkoneksi dengan internet sehingga tidak praktis Sulit mencari jurnal yang belum terindeks Ada beberapa file yg tidak ada di internet dan tidak bisa diupload ke mendeley Terkadang error Harus edit manual sesuai sitasi style Ketika melakukan search atau pencarian referensi seperti jurnal atau buku terkadang tidak ada atau tidak terdeteksi Tidak semua sitasi dibaca dengan benar Perlu pemahaman lebih lanjut terkait jenis-jenis sitasinya 2 Reference Manager Microsoft Word Tidak memerlukan internet yang stabil seperti aplikasi lainnya. Reference Manager Microsoft Word Tidak terhubung secara online Kalau install ulang word semuanya hilang tidak seperti mendeley. Hanya saja laptop sudah berat kalau install mendeley Diharuskan nya input manual dikarenakan aplikasi tersebut tidak memohnya database untuk jurnal Karena sitasi dari word harus memasukan info satu-satu, berbeda jika melalui mendeley Studi kemudian dilanjutkan dengan saran dan harapan mahasiswa terkait penggunaan aplikasi sitasi. Tabel 2 menampilkan saran dan harapan mahasiswa terkait penggunaan aplikasi sitasi tersebut. Tabel 2 Saran dan Harapan Mahasiswa Terkait Penggunaan Aplikasi Sitasi No. Saran dan Harapan 1 Perlu ada pelatihan penggunaan reference manager agar para mahasiswa S2 bisa menggunakan untuk mendukung penulisan 2 Lebih membiasakan dalam menggunakan aplikasi 3 Diharapkan dapat diselenggarakan workshop hingga pendampingan penggunaan aplikasi sitasi seperti mendeley untuk mahasiswa pasca S2 ini khususnya. 4 Setiap bulan diadakan pelatihan aplikasi sitasi 5 Mengadakan pelatihan terkait dg penggunaan aplikasi sitasi agar menyadari apa manfaatnya bagi mahasiswa secara umum 6 Setidaknyaa, mahasiswa khususnya pasca harus dibekali aplikasi sitasi dalam pembelajaran, entah itu ada mata kuliah yang memang khusus untuk mengajarkan oenggunaan sitasi, atau membekali dengan mengafakan workshop wajib pada mahasiswa, guna agar mahasiswa dapat mengikuti perkembangan aplikasi sitasi. 7 Harus ada pelatihan terlebih dahulu. Seharusnya dari awal perkuliahan saat menjadi mahasiswa baru. Semua dosen juga seharusnya berkomitmen bahwa seluruh tugas menggunakan aplikasi sitasi jika ada pencantuman referensi 8 Ada pelatihan lagi secara mendalam mengenai aplikasi sitasi karna akan sangat berguna di kemudian hari 9 Semoga Unpad punya aplikasi sitasi sendiri 10 Ada pelatihan khusus atau mata kuliah khusus yang memberikan panduan lengkap sitasi 11 Sebaiknya pelatihan aplikasi sitasi diberikan di awal perkuliahan (dan menjadi pelatihan wajib) karena tidak semua mahasiswa mengetahui/mendapatkan informasi mengenai aplikasi sitasi tersebut sehingga dapat mempermudah mahasiswa selama masa perkuliahan. 12 Kedepannya harus lebih intensif lagi dalam menyosialisasikan tentang pentingnya sitasi. 13 Mempermudah akses kepada jurnal dan pada akhirnya bisa untuk dilakukan peer to peer networking Sumber: Hasil Penelitian, 2019
Conclusion
Hasil studi menunjukkan bahwa hanya setengah dari jumlah total mahasiswa yang telah aktif menggunakan aplikas sitasi. Mendeley adalah aplikasi sitasi yang paling banyak digunakan dibanding aplikasi sitasi lainnya. Alasan utama mahasiswa lainnya belum menggunakan aplikasi sitasi adalah perlunya pendampingan dan mereka terbiasa mencantumkan sitasi secara manual. Hampir sebagian dari mereka mulai menggunakan aplikasi sitasi baru-baru ini yaitu saat mengambil perkuliahan magister dan disarankan oleh dosen di kelas. Sedangkan kesulitan dirasakan mahasiswa pada awal penggunaan aplikasi sitasi. Studi juga mengungkapkan kelebihan dan kekurangan dari aplikasi yang digunakan, serta saran dan harapan mahasiswa terkait penggunaan aplikasi sitasi. Mendeley sebagai aplikasi sitasi yang paling banyak digunakan dinilai mudah setelah sering digunakan, dapat menyimpan file artikel yang telah diunduh, otomatis membaca metadata f ile yang diunggah di dalam Mendeley, dan dapat menelusur referensi yang telah ada di Internet melalui Mendeley. Namun kekurangannya adalah pengguna perlu memahami perlunya parafrase dan penulisan kapitalisasi metadata pada gaya sitasi yang disyaratkan, memerlukan akses internet untuk sinkronisasi data, dan sering error. Sedangkan saran dan harapan terkait penggunaan aplikasi sitasi ini di antaranya adalah perlunya diagendakan pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi sitasi secara intensif dari awal perkuliahan serta perlunya mahasiswa membiasakan diri dalam menggunakan aplikasi sitasi