Kembali
16
1
2020 Pustabiblia : Journal of Library and Information Science Vol 4 · 2 ISSN 2549-3868

Layanan Kemas Ulang Informasi Berbasis Digital

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstract

The increasing need for information in the present era is a problem for information provider institutions to continue making innovations in order to be able to provide relevant information in an attractive manner. On this basis, this research was conducted by finding out how the development of digital-based information services amidst the incessant information. Where in the current information era, every information institution is required to be able to provide interesting and reliable sources of information and be able to package it in an attractive and easily accepted form. The development of digital-based information services with an attractive method, namely repackaging information is an innovation that can be done. Where the purpose of this study is to determine the form of digital information services and the process in providing good service. The benefits of this research can be used to develop the concept of digital-based information services for libraries. The method used is a qualitative method with a descriptive approach. T his method is a method in researching the status of human groups, an object, a set of conditions, a system of thought or a class of events in the present. This type of research data is taken through interviews and direct observation of related institutions, so that data can be obtained. a comprehensive range of variables presented. Data analysis was carried out through several steps such as preparing data instruments, data collection, data classification, data analysis and drawing conclusions. Data from interviews and observations were analyzed using qualitative methods to the variables used as research subjects. Based on the results of data analysis, it was found that information services could be developed attractively through information repackaging carried out by PDDI - LIPI through information repackaging services, namely industrial trees.
Keywords: Services · Library · Digital · information repackaging · PDDI-LIPI

Introduction

Saat ini perkembangan dalam bidang teknologi menjadi semakin pesat dari waktu ke waktu. Hal ini membuat pertumbuhan teknologi di dunia kini tidak bisa lagi dihindari, khususnya dalam pertumbuhan teknologi di bidang informasi. Segala macam bentuk terobosan terbaru di bidang teknologi informasi bermunculan untuk memudahkan para pencari informasi untuk dapat secepat mungkin mendapatkan informasi yang diinginkan khususnya dalam memberikan pelayanan berbasis digital dalam memberikan sumber-sumber informasi yang terpercaya. Belum lagi tuntutan akan kebutuhan informasi dari masyarakat yang semakin meningkat setiap saatnya baik dalam bidang apapun itu. Kemajuan teknologi dan informasi dapat menjadi kekuatan atau pendorong bagi berbagai pihak terkait untuk mampu terus mengikuti perkembangan zaman sehingga mampu memenuhi kebutuhan akan informasi. Hal ini dikarenakan keadaan dunia saat ini yang semakin mengglobal secara tidak langsung telah memaksa setiap individu ataupun lembaga untuk dapat mempertajam pengamatannya terhadap informasi-informasi yang didapat, hal ini juga menuntut setiap individu ataupun lembaga untuk dapat meningkatkan kualitas agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Berkembangnya teknologi saat ini juga turut memberikan dampak bagi bidang informasi, salah satu bentuk dari adanya perkembangan di bidang informasi adalah dengan adanya sumber-sumber informasi yang berbasis digital dimana pada dasarnya sumber-sumber informasi yang masih berbentuk cetak sudah mengalami alih media menjadi sumber bacaan elektronik yang dapat diakses oleh siapa saja dan dimana saja. Bentuk dari adanya sumber-sumber informasi berbasis elektronik ini salah satunya adalah munculnya website yang memberikan pelayanan secara digital yang sudah semakin banyak kita jumpai jika mencari informasi melalui internet, tidak terkecuali perpustakaan. Hal ini menjadi alasan perpustakaan ini untuk dapat mengikuti zaman yang ada sekarang, yaitu dengan menjadi perpustakaan digital. Dimana dalam perpustakaan digital ini segala macam kegiatannya dilakukan secara digital, baik berupa pengadaan koleksi dengan digitalisasi ataupun pelayanan yang sebaik mungkin dengan berbasis digital. Dimana kemajuan teknologi khususnya di bidang informasi ini seharusnya menjadi pendorong bagi lembaga yang terkait khususnya perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi. Perpustakaan dituntut untuk mampu menyebarkan informasi dan memberikan kontribusi terhadap kehidupan sosial dan intelektual masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan layanan informasi kepada masyarakat. Dimana layanan informasi ini tentu harus mampu menarik masyarakat untuk memiliki keinginan mencari informasi melalui perpustakaan sebagai lembaga penyedia informasi. Kegiatan kemas ulang informasi merupakan salah satu kegiatan yang menganalis suatu informasi yang nantinya akan disajikan ke dalam bentuk yang lebih cocok dan mudah dimengerti oleh masyarakat. Suatu informasi dapat dikatakan berguna apabila mampu memberi nilai pengetahuan bagi pemakainya, dan kemas ulang informasi merupakan kegiatan sekaligus layanan informasi yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat dalam bentuk yang berbeda dan mudah diterima. Tidak terkecuali perpustakaan di PDDI LIPI ini, dimana dalam perkembangnya mulai beralih menjadi perpustakaan digital. Selain itu Kepustakaan PDDI LIPI Kawasan Bandung ini juga sudah mulai menerapkan kebijakan-kebijakan mengenai pengadaan koleksi berbasis digital dan pengolahan bahan koleksi menjadi digital, maka dari itu Kepustakaan PDDI LIPI Kawasan Bandung juga berupaya melakukan pengembangan, pelayanan informasi, dan kepustakaan di bidang teknologi. Oleh karenanya sebuah lembaga penyedia informasi seperti perpustakaan ini haruslah terus bekembang setiap saat demi tercapainya tujuan dari perpustakaan yaitu melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi (Sukaesih, 2009). Hal ini tentu menjadi alasan untuk perpustakaan agar dapat mengikuti zaman yang ada sekarang, yaitu dengan menjadi perpustakaan digital. Dimana dalam perpustakaan digital ini segala macam kegiatannya dilakukan secara digital, baik berupa pengadaan koleksi dengan digitalisasi ataupun pelayanan yang sebaik mungkin dengan berbasis digital. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Kepustakaan PDDI LIPI Kawasan Bandung ini juga memiliki tujuan untuk dapat mengelola berbagai koleksi khususnya yang berkaitan dengan IPTEK di Bandung. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam melaksanakannya mengingat kawasan Bandung yang tidak kecil. Belum lagi factor-faktor lainnya seperti perkembangan teknologi dan informasi yang menuntut perpustakaan ini untuk berkembang menjadi lebih memadai. Berdasarkan pada hal yang telah disampaikan sebelumnya, maka dari itu penulis berminat untuk membahas mengenai bagaimana Kepustakaan PDDI – LIPI Kawasan Bandung ini dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah genjarnya perkembangan teknologi dan ledakan informasi saat ini. Selain itu hal yang diperhatikan oleh penulis adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan keilmuan pelayanan perpustaaan dalam konteks layanan informasi berbasis digital yang diterapkan di Kepustakaan PDDI – LIPI Kawasan Bandung.

Method

Menurut Sugiyono metode peneltian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono 2017). Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan bersifat deskriptif. Metode ini yang merupakan suatu metode dalam penelitian status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Dengan menggunakan metode ini peneliti bermaksud untuk menganilisis dan mendeskripsikan suatu gejala dan mengamati aspek-aspek tertentu yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti oleh peniliti, peniliti juga berusaha mendeskripsikan kejadian dan peristiwa yang berkaitan tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut. Penelitian ini juga merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dimana penelitian lapangan merupakan penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data atau informasi melalui pengamatan secara langsung pada objek penelitian. Dengan menggunakan metode ini peneliti bermaksud untuk menganilisis dan mendeskripsikan suatu gejala dan mengamati aspek aspek tertentu yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti oleh peneliti, peneliti juga berusaha mendeskripsikan kejadian dan peristiwa yang berkaitan tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut. Dalam proses analisis data hal pertama yang dilakukan adalah dengan mem pelajari informasi atau data yang telah didapat, baik data yang didapat dalam wawancara, pengamatan ataupun dari studi terhadap dokumen-doku men. Dimana keseluruhan data yang didapat akan dibuat klasifikasi yang disesuai kan dengan masalah dan tujuan dari penelitian, yang nantinya akan disesuai kan dengan pendekatan kualitatif ke dalam sebuah deskriptif untuk kemudian dianalisis sehingga memungkinkan untuk diambil kesimpulan. Untuk mendeskripsikan penelitian ini, peneliti menempuh langkah-langkah sebagai berikut : a. Mempersiapkan instrumen data Sebelum penelitian ini dilakukan ke lapangan, peneliti terlebih dahulu mempersiapkan beberapa pertanyaan untuk memudahkan dalam pengumpulan data. b. Pengumpulan data Selama penelitian di lapangan dilakukan, hal pertama yang di lakukan adalah pengumpulan data yang berhubungan dengan tingkat pemakaian Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan serta mengetahui bagaimana mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan akan informasi. c. Klasifikassi data Setelah melakukan penelitian langkah selanjutnya adalah pengklasifikasian data untuk memilih data yang berhubungan dengan permasalahan kemudian di kelompokan menjadi satu untuk dapat ditarik kesimpulan. d. Analisis data Setelah data yang didapat sudah terkumpul, maka akan dilakukan sebuah analisis data dengan pendekatan analogis logika dengan cara menjelaskan dan menarik keismpulan dengan bertitik pada hal-hal yang dipertanyakan. e. Penarikan kesimpulan Setalah pengumpulan data dan kemudian pada akhirnya akan ditarik sebuah kesimpulan serta menyantumkan saran-saran

Discussion

Gambar: Web Layanan Kemasan Informasi Ilmiah Kegiatan layanan kemas ulang informasi di PDDI LIPI Bandung ini merupakan salah satu jasa yang diberikan oleh lembaga yang merupakan respon akan kebutuhan informasi bagi para pengguna informasi yang begitu responsif. Dimana sampai saat ini kegiatan layanan kemas ulang informasi dalam bentuk digital ini telah dikembangkan dengan sedemikian rupa untuk tetap dapat dinikmati oleh siapa saja dengan tetap memperhatikan perkembangan zaman. Hal ini tentu sesuai dengan semakin meningkatnya permintaan informasi dari masyarakat yang tentu memberikan dampak positif khususnya bagi badan usaha UKM yang telah menggunakan layanan kemas ulang informasi ini. Kepustakaan PDDI LIPI Kawasan Bandung yang terus menerus melakukan inovasi demi memberikan pelayanan terbaik kepada para penggunanya dengan menampilkan sebuah infromasi dalam tampilan yang menarik. Berdasarkan tinjauan yang dilakukan, terdapat beberapa layanan dalam bentuk digital yang dilakukan oleh Kepustakaan PDDI LIPI Kawasan Bandung yaitu kegiatan pohon industri dan buku elektronik dalam bentuk flipping book. Pohon Industri Gambar: Pohon Industri dengan tampilan digital Pohon industri merupakan suatu terobosan yang dilakukan oleh Kepustakaan PDDI – LIPI Kawasan Bandung dalam upayanya untuk menjadi perpustakaan yang lebih baik. Dimana pohon industri ini adalah bentuk dari layanan informasi yang disajikan dengan memberikan sebuah kemasan informasi yang berisi ulasan, skema serta pemanfaatan terkait topik tertentu berdasakan sumber dari artikel yang ada pada jurnal-jurnal tertentu. Dimana dalam penyusunannya terdiri dari penjelasan, fungsi dan manfaat terhadap satu topik, yang nantinya akan disajikan dalam bentuk digital. Kepustakaan Kawasan Bandung PDDI – LIPI sendiri memiliki dua format yaitu tercetak dan digital Flipping Book Flipping book merupakan kegiatan alih media dari cetak menjadi digital dalam bentuk buku tiga dimensi (3D). Flipping book ini adalah bentuk dari tanggung jawab sekaligus kepeduliaan lembaga LIPI atas perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Hal ini berdasarkan atas pasal 2 Keputusan Kepala LIPI no 1026/M/2002, dimana UPT Balai Informasi Teknologi LIPI mempunyai tugas untuk melaksanakan pengembangan, pelayanan informasi teknologi dan kepustakaan bidang teknologi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini sudah dilaksanalan sejak tahun 2015 dan sudah menjadi kebijakan dari LIPI ini sendiri untuk dapat memberikan informasi yang akurat karena isi dari flipping book ini adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh LIPI. Kegiatan ini juga merupakan bentuk dari kegiatan alih media tercetak menjadi digital dalam upayanya menjadi perpustakaan yang lebih digemari oleh masyarakat. Hingga saat ini kegiatan digitalisasi koleksi dari cetak menjadi digital sudah dilakukan sebanyak kurang lebih 130 koleksi dan disediakan pada website khusus yang telah disediakan. Dalam kegiatan yang telah dilakukan oleh penulis, ada 5 tahapan yang harus dilakukan untuk dapat mencapai tahap alih media dari cetak menjadi bentuk digital. Berikut adalah 5 tahapan yang dilakukan dalam kegiatan alih media ini sebagai berikut : 1. Pemilihan Bahan Pustaka Pada tahap pertama ini penulis diarahkan untuk menentukan koleksi yang akan dialih mediakan nantinya dari tercetak menjadi berbentuk digital. Dalam menentukan pilihan koleksi, penulis juga diarahkan untuk memahami isi dari koleksi yang dipilih. 2. Scanning Buku Pada tahap ini dilakukan setelah menentukan koleksi yang telah ditentukan sebelumnya, kemuda penulis diarahkan untuk menuju alat scan. Dalam prosesnya scanning buku ini dilakukan secara bertahap dan setiap halamannya tidak boleh dilewatkan. Setalah selesai melakukan kegiatan scanning koleksi hasilnya akan diatur dalam format PDF, pemilihan format ini akan mempermudah tahapan selanjutnya. 3. Editing Pada tahap ini, koleksi yang sudah tersimpan dalam format PDF sebelumnya akan dilakukan editing untuk diperjelas serta merapikan bagian-bagian yang dirasa kurang tepat dan juga tidak lupa untuk pemberian logo LIPI sebagai bentuk pencegahan terhadap plagiarism. Proses editing ini dilakukan dengan menggunakan software aplikasi Adobe AcorbatPro. 4. Melakukan import file PDF menjadi buku elektronik (e-book) Setelah melalui tahapan editing sebelumnya dengan menggunakan software Adobe AcrobatPro, kemudian koleksi yang telah diedit tersebut akan dilakukan pemindahan atau import untuk mengubah tampilan dari PDF menjadi buku digital. Pada tahap ini penulis didampingi oleh Bapak Dwiyanto Wahyu Ari Nugroho, S.Sos yang merupakan ahli dalam bidang analisis dokumentasi dan informasi. Selain itu aplikasi yang digunakan dalam tahap ini adalah aplikasi Flippingbook Publisher. 5. Menginput file pada website Ini merupakan tahapan terakhir yaitu dengan menginput file yang telah melalui tahapan sebelumnya kemudian dipilih untuk disebarluaskan melalui website buku tiga dimensi LIPI yaitu www.ebook3d.bit.lipi.go.id, dimana dalam website ini kita dapat melihat hasil dari kegiatan alih media yang telah dilakukan oleh Kepustakaan PDDI – LIPI Kawasan Bandung. Kegiatan membuat pohon industri ini merupakan salah satu jenis layanan yang diberikan berupa layanan kemasan informasi ilmiah yang bertujuan untuk meningkatkan daya komunikasi dari informasi ilmiah yang tersedia di Kepustakaan PDDI LIPI Kawasan Bandung untuk dapat digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Selain itu dalam upayanya untuk menjadi perpustakaan yang lebih modern Kepustakaan PDDI LIPI Kawasan Bandung juga sudah melakukan kegiatan seperti alih media pada koleksi yang dimiliki. Dimana dalam konteks ini yang dimaksud adalah proses transformasi koleksi dari yang awalnya masih dalam bentuk cetak menjadi bentuk digital. Kegiatan pohon industri dan buku elektronik dalam bentuk flipping book ini dapat dikatakan sebagai salah satu layanan informasi yang diberikan dengan kemasan informasi yang menarik dan mengikuti perkembangan zaman. Akan tetapi dalam prosesnya bentuk kemasan informasi ini memerlukan beberapa unsur pendukung seperti SDM yang mempuni serta software yang mendukung. Dimana unsur kreativitas dalam mengemas informasi dengan baik dan penuh dengan inovasi atau ide dari pembuat merupakan faktor penting dari keberhasilan dalam layanan informasi di Kepustakaan PDDI LIPI Kawasan Bandung. Dalam upanya untuk menjadi perpustakaan yang lebih modern, Kepustakaan PDDI LIPI Kawasan Bandung selalu berusaha untuk memberikan pelayanan informasi yang berbasis digital dengan memberikan inovasi-inovasi terbaru. Hal ini juga merupakan upaya untuk melestarikan koleksi dalam bentuk digital, dimana dalam praktiknya Kepustakaan PDDI LIPI Kawasan Bandung ini sudah melakukan upaya seperti dalam hal pengadaan koleksi yang sudah mulai dilakukan dengan yang berbasis digital ataupun melakukan kegiatan pelayanan seperti halnya yang telah disebutkan di atas. Dimana kegiatan yang dilakukan oleh Kepustakaan PDDI LIPI Kawasan Bandung dapat dikatakan upaya dalam meningkatkaan kuantitas dan kualitas layanan informasi khususnya untuk Kepustakaan PDDI LIPI Kawasan Bandung itu sendiri. Maka dari itu Kepustakaan PDDI LIPI Kawasan Bandung dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik dengan membuat inovasi dalam bidang pelayanan informasi untuk memenuhi kebutuhan para pencari informasi, dimana inovasi yang dikeluarkan harus lebih kreatif dan inovatif. Hal ini tentu sesuai dengan semakin meningkatnya permintaan informasi dari masyarakat yang tentu memberikan dampak positif khususnya bagi badan usaaha UKM yang telah menggunakan layanan kemas ulang informasi ini. Pengembangan layanan kemas ulang informasi berbasis digital ini tentu sudah sesuai dengan target yang ingin dituju dari adanya kemas ulang informasi ini. Dimana tujuan dari adanya layanan kemas ulang informasi ini adalah sebagai berikut 1. Menyajikan informasi dalam bentuk kemas ulang informasi yang menarik dan mudah diterima. 2. Menyediakan informasi dengan sistematis berdasarkan data penelitian yang sesuai dengan kebuthan pengguna. 3. Menyediakan sarana dan pentujuk dalam menyusun kemasan informasi. 4. Mengumpulkan informasi yang dapat dipercaya dari berbagai sumber. 5. Mengkaji ulang berbagai literatur dan dokumen yang telah dikumpulkan. Selain hal yang telah dijelaskan sebelumnya, PDDI LIPI juga menye diakan berbagai paket informasi hasil dari pengembangan kemas ulang informasi. Diantaranya adalah paket informasi teknologi, informasi kilat atau informasi baru, pohon industri, panduan usaha, tinjauan literatur, fokus informasi Indonesia, dan film animasi

Conclusion

Kegiatan pengembangan kemas ulang informasi yang dilakukan oleh PDDI LIPI ini merupakan salah satu upaya lembaga untuk meningkatkan kuantitas serta kualitas yang terdapat di LIPI. Dimana melalui pengembangan kemas ulang informasi ini, lembaga yang bersangkutan secara tidak langsung dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan jasa informasi khususnya dalam bentuk digital yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan para penggunanya. Melalui proses dari kemas ulang informasi yang telah dilakukan secara sistematis, diharapkan setiap informasi yang disediakan oleh PDDI LIPI dapat ditelusuri, dibaca dan dimengerti dengan mudah. Terkait dengan kebutuhan informasi dari masyarakat, PDDI LIPI juga telah berupaya memberikan inovasi dalam bentuk paket informasi yang beragam. Mulai dari paket informasi teknologi, informasi kilat atau informasi baru, pohon industri, panduan usaha, tinjauan literatur, fokus informasi Indonesia dan film animasi. Kegiatan pengembangan layanan kemas ulang informasi ini merupakan bentu dari perkembangan zaman saat ini, dimana Kepustakaan PDDI LIPI kawasan Bandung berupaya untuk menjadi perpustakaan digital yang mampu memberikan informasi dengan baik. Hal ini sudah mulai dilakukan setiap kegiatan nya, mulai dari pengadaan koleksi dalam bentuk digital sampai dengan proses digitalisasi koleksi-koleksi yang dimiliki. Kepustakaan PDDI LIPI kawasan Bandung merupakan salah satu perpustakaan yang sangat memperhatian perkembangan dibidang teknologi informasi, hal ini dapat dilihat dari adanya upaya pengembangan menjadi perpustakaan digital yang mutakhir. Salah satu upayanya adalah pengembangan layanan yang diberikan. Pengembangan layanan kemas ulang informasi dirasa cukup penting karena merupakan layanan yang dapat dinikmati oleh siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Akan tetapi dalam prosesnya ini, PDDI LIPI tentu memperhatikan berbagai faktor yang dapat menghambat. Mulai dari penambahan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan yang memadai. Karena tanpa adanya faktor tersebut, kegiatan pengembangan layanan kemas ulang informasi ini tentu akan terhambat. Kepustakaan PDDI LIPI kawasan Bandung juga harus lebih mampu melakukan branding mengenai keberadaan perpustakaan agar lebih dapat dikenal oleh masyarakat sekitar. Dimana hal bertujuan untuk dapat membuat masyarakat sekitar dapat lebih interaktif terhadap betapa pentingnya sebuah informasi dari sumber-sumber informasi yang terpercaya. Selain itu pengadaan koleksi juga harus lebih diperhatikan, tidak hanya terpaku pada bentuk dari kolesi yang mengharuskan dalam bentuk digital. Tetapi kualitas dari informasi yang terkadung di dalam koleksi tersebut dan juga kuantitas dari koleksi tidak hanya dalam bentuk cetak tetapi digital juga harus ditingkatkan