Kembali
16
1
2023 Pustabiblia : Journal of Library and Information Science Vol 7 · 2 ISSN 2549-3868

ANALISIS KUALITAS WEBSITE TERHADAP USER EXPERIENCE PADA WEBSITE LIBRARY GARDEN UPT PUSAT PERPUSTAKAAN UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA BERDASARKAN TEORI SHEDROFF DAN TEORI MILLER

Universitas Sebelas Maret; Universitas Sebelas Maret

Abstract

The following research aims to find out the quality analysis carried out on the Library Garden Website on the user experience when using it. In the following research, a qualitative method is used, where the author collects data sourced from interviews, observations, and documentation. The data were then analyzed through the process of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Furthermore, the data was tested for validity using the credibility test with the triangulation technique method. The analysis process is carried out using two theories, namely Shedroff Theory and Miller Theory. Website quality can be determined in terms of: content, information design, performance, compatibility, visual design, and interaction design which are summarized in Shedroff Theory. Meanwhile, Miller Theory is used to represent a more specific analysis related to visual design, which consists of parts: header, feature area, body, sidebar, footer, and background. The results of the research show that the Library Garden website has a fairly suboptimal quality in presenting user experience. This is indicated by the many factors that do not match the results of the analysis of the twelve concepts according to Shedroff Theory and Miller Theory; which of course greatly affects the process of searching and disseminating information related to UPT Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta. The results of this study are expected to provide reference advice / input to the UPT Pusat Library UIN Raden Mas Said Surakarta in maximizing management strategies, development, and better utilization of the Library Garden Website in the future.
Keywords: Website quality · usage constraints · Shedroff Theory · Miller Theory · user experience

Introduction

Informasi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai dasar pengambilan keputusan, informasi dapat dijadikan landasan acuan, isi komunikasi, serta ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan manusia. Dalam perkembangannya, informasi bermetamorfosis ke dalam berbagai bentuk, bahasa, isyarat, juga media yang memiliki makna dan tujuan tertentu. Informasi berkembang seiring berkembangnya teknologi. Perkembangan teknologi informasi pun menuntut pengembangan perpustakaan yang lebih maju dan lebih siap lagi demi menyongsong kebutuhan berbagai informasi untuk kepentingan pemustaka yang beragam. Dalam rangka memenuhi layanan informasi bagi para dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan di lingkungan universitas, maka dibentuklah Perpustakaan Perguruan Tinggi. Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai information service center dituntut dapat menyediakan informasi yang relevan, tepat waktu, dan akurat (Utami, 2014). Hal tersebut dapat dicapai salah satunya melalui penyediaan sistem informasi perpustakaan berbasis web. Website diharapkan dapat menjadi pintu gerbang perpustakaan di dunia maya, sehingga pemustaka bisa mendapatkan informasi kapan saja dan dimana saja. Salah satu perpustakaan perguruan tinggi yang menggunakan website sebagai media penelusuran dan penyebarluasan informasi ialah UPT Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta dengan nama Website Library Garden yang dapat diakses pada laman garden.uinsaid.ac.id. Website ini dibuat sejak tahun 2009 dengan tujuan untuk menghimpun segala macam koleksi di perpustakaan, baik digital maupun non digital, informasi, serta jembatan komunikasi bagi UPT Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta dengan pemustakanya (UPT Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta, 2023). Namun, menurut kondisi pra observasi di lapangan, terdapat temuan kendala seperti: informasi tidak ter-up to date, tidak adanya media interaksi, serta terbatasnya akses di luar jaringan perpustakaan. Padahal (Sidik, 2019) menjelaskan jika website dikatakan berkualitas apabila dapat memberikan informasi yang efektif, cepat, tak terbatas ruang dan waktu, serta memiliki user interface yang menarik. Adanya kesenjangan tersebut belum cukup memberikan kepuasan terhadap user experience, yang menandakan bahwa kualitas website masih kurang. Untuk itu agar dapat memberikan rekomendasi perbaikan pengembangan Website Library Garden di masa mendatang, perlu dilakukan analisis lebih lanjut terhadap beberapa aspek penting di dalamnya. Sebelumnya, belum pernah ada yang membahas penelitian tentang Website Library Garden. Namun, terdapat panduan teori analisis website yang dapat digunakan. (Mulyati, 2022) telah melakukan penelitian untuk mengukur website Alodokter menggunakan Teori 7C’s Framework (context, content, community, cuztomization, communication, connection, commerce), dengan hasil memiliki kesesuaian 6 dari 7 aspek yang diteliti. Sementara, (Al Husna & Nafisah, 2019) mendapati hasil cukup sesuai dari website Perpustakaan UII yang diteliti menggunakan Teori Shedroff (content, information design, performance, compatibility, visual design, interaction design). Dari dua teori yang telah ditemukan, penelitian yang paling sesuai ialah milik (Al Husna & Nafisah, 2019). Hal itu dikarenakan Teori Shedroff yang digunakan lebih spesifik untuk menjelaskan analisis terhadap keseluruhan situs web, terutama dari segi kinerja, kompatibilitas, dan visual design yang tidak dijelaskan pada Teori 7C’s Framework. Kualitas website yang baik, akan mendatangkan pengalaman pengguna yang baik, tentunya kunjungan pada situs akan meningkat dengan nilai berbanding lurus. Maka, untuk menarik pengguna, tampilan pada website juga menjadi hal penting yang perlu dipertimbangkan untuk senantiasa dikembangkan. (Miller, 2011) secara terstruktur menyebutkan bahwa desain visual website dapat dianalisis berdasarkan aspek: header, feature area, body, sidebar, footer, dan background. Pedoman itulah yang selanjutnya menjadi rujukan, dimana peneliti mencoba menggunakan keterbaruan dengan menggabungkan Teori Shedroff untuk analisis website secara keseluruhan dan Teori Miller untuk analisis rinci terkait bagian desain visual website dalam penelitian ini. Analisis Kualitas Website Terhadap User Experience pada Website Library Garden UPT Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta Berdasarkan Teori Shedroff dan Teori Miller Berkaitan dengan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian berikut ialah bagaimana kualitas Website Library Garden didasarkan pada Teori Shedroff dan Teori Miller serta pengaruhnya terhadap user experience. Sementara tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan penilaian terkait (baik/ kurang/ cukup)-nya kualitas Website Library Garden dalam menghadirkan user experience di dalamnya. Harapannya penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi/ saran/ masukan bagi UPT Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said demi pengembangan juga pengelolaan Website Library Garden di masa mendatang, sehingga tujuan pembuatan website sebagai media informasi dan komunikasi dapat tercapai secara maksimal.

Result

Menurut (UPT Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta, 2023) Website Library Garden atau bisa diartikan sebagai “Taman Pustaka” dibuat dengan tujuan untuk menghimpun seluruh informasi perpustakaan, berikut repository, koleksi digital & non digital, serta berbagai karya ilmiah untuk pemustakanya. Website ini pertama kali dibuat tahun 2009 dan difungsikan sebagai media komunikasi, informasi, serta branding bagi UPT Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta (Wawancara Administrator Website, 05 Juni 2023). Hal tersebut bersesuaian dengan fungsi website menurut Sklar (2015) dalam (Sidik, 2019) dimana website dapat difungsikan sebagai media komunikasi dan informasi. Selanjutnya, untuk mengetahui keberjalanan fungsi tersebut website perlu dianalisis lebih lanjut kaitannya dengan puas atau tidaknya user experience yang didapatkan. Dalam penelitian ini digunakan Teori Shedroff dan Teori Miller untuk menganalis Website Library Garden secara lebih lanjut. 4.1 Analisis Website Library Garden Menurut Teori Shedroff dan Teori Miller Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, berikut dipaparkan hasil dan pembahasan analisis Website Library Garden menurut Teori Shedroff: a. Content Dalam Website Library Garden, pemustaka dapat menemukan informasi berupa: berita, katalog online, digital garden, buku digital, statistik, buku tamu, sejarah dan dinamika, visi, misi, tujuan, struktur organisasi, profil pustakawan dan pengelola, kegiatan, informasi pemustaka, kinerja pegawai, timeline, laporan keuangan, daftar aset dan investasi, kerjasama dan MOU perpustakaan, peraturan perpustakaan, capaian prestasi, laporan akses informasi, jenis dan jam layanan, perpustakaan dan sumber informasi mitra, sumber rujukan jurnal nasional dan internasional, difabel corner, dan pena pustakawan. Dilihat dari segi kelengkapan konten, Website Library Garden dapat dikatakan memiliki informasi yang lengkap dan tepat sesuai dengan Teori Shedroff. Gambar 1. Content dari Website Library Garden Sumber Data: Dokumentasi Peneliti, Maret 2023 Namun, ada beberapa temuan baru dimana ada pemustaka yang kesulitan menemukan topik tertentu yang dicari terkait jurnal dan koleksi digital. Hal ini mengindikasikan bahwa belum semua topik referensi sudah tersedia di Website Library Garden. Tentu hal tersebut dinilai kurang memenuhi tujuan pembuatan website tersebu Analisis Kualitas Website Terhadap User Experience pada Website Library Garden UPT Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta Berdasarkan Teori Shedroff dan Teori Miller Ditinjau dari segi aksesibilitas dan kegunaan, secara keseluruhan informasi di dalam Website Library Garden mudah untuk diakses dan informatif terutama bagi pemustaka. Namun, ada beberapa bagian yang dirasa mengganggu seperti: 1. Adanya informasi yang kurang aktual, seperti pada bagian kegiatan perpustakaan, dokumentasi kegiatan, statistik, dan laporan. 2. Typo pada beberapa penelitian juga icon informasi yang kurang diperhatikan. 3. Beberapa halaman yang error tidak bisa diakses, terutama terkait konten multimedia. Beberapa gangguan tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh kurang terkelolanya Website Library Garden, sehingga pembaruan konten hanya dilakukan disaat-saat tertentu dan terkesan seadanya. Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh administrator website dimana ketidakbaruan informasi disebabkan tidak adanya backup jobdesk admin Website Library Garden oleh pihak lain, kurang adanya skenario pengunggahan, serta kurangnya SDM yang mumpuni, sehingga Website Library Garden kurang terkelola dengan baik (Wawancara Administrator Website, 05 Juni 2023). Hal ini menjadi penting untuk diperhatikan, karena administrator menjadi kunci keberlangsungan hidup sebuah website (Ary, 2014). Hal itulah yang nantinya akan berpengaruh terhadap berhasilnya branding serta penyebarluasan informasi dan komunikasi website kepada pihak luar. b. Information Design Secara keseluruhan, penyajian informasi pada Website Library Garden dinilai kurang sistematis dan efektif dalam memberikan informasi. Hal tersebut terlihat dari ketidakonsistenan pemilihan font, font size, warna, dan spasi yang terkesan tidak rapi. Gambar 3. Contoh Pengorganisasian Teks pada Website Library Garden Sumber Data: Dokumentasi Peneliti, Maret 2023 Penyajian tabel pun kurang proporsional dan terlihat menumpuk dengan informasi lain, sehingga tulisan kurang bisa terbaca. Gambar 4. Contoh Pengorganisasian Informasi pada Website Library Garden Sumber Data: Dokumentasi Peneliti, Maret 2023 Selain itu, penyajian gambar kurang memiliki urgensi untuk direpresentasikan, terlihat gambar utama berisi konten justru dibuat lebih kecil dari gambar pendukung, sehingga informasi utama pada gambar tidak terbaca. Gambar 5. Contoh Pengorganisasian Gambar pada Website Library Garden Sumber Data: Dokumentasi Peneliti, Maret 2023 Berdasarkan paparan di atas, dapat dinilai bahwa desain informasi belum memudahkan pengguna untuk menangkap pesan. Selain itu, penyajian yang kurang sistematis, berantakan, dan kurang proporsional tentu berbanding terbalik dengan Teori Analisis Kualitas Website Terhadap User Experience pada Website Library Garden UPT Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta Berdasarkan Teori Shedroff dan Teori Miller Shedroff yang menjelaskan bahwa interaction design perlu dibuat sekomunikatif mungkin, sistematis, dan jelas dalam memberikan petunjuk. c. Performance Selama penelitian ini dilakukan, Website Library Garden hanya bisa diakses melalui jaringan lokal, dimana hasil pengaksesan di dalam jaringan UIN Raden Mas Said menunjukkan hasil sangat cepat, sementara akses di luar jaringan UIN Raden Mas Said mengalami kegagalan. Berdasarkan proses selama observasi tersebut dilaksanakan, diketahui bahwa kinerja website saat diakses dipengaruhi oleh perangkat dan jaringan internet yang digunakan, serta lokasi saat mengakses Website Library Garden. Gambar 6. Hasil Pengaksesan Website Menggunakan Laptop dengan Wi-Fi UNS Solo Sumber Data: Dokumentasi Narasumber Ketiga, Juni 2023 Dari performance yang kurang menunjukkan hasil positif selama dilakukan pengujian, maka dapat dinilai bahwa Website Library Garden kurang memenuhi Teori Shedroff. Dimana seharusnya website dapat dikatakan dalam keadaan baik, apabila dapat diukur dari kinerja dan keberhasilannya diakses dimana saja dan kapan saja. Hal tersebut sangat disayangkan, karena website seharusnya dapat menjadi jembatan penghubung antara pengelola dan pengguna tanpa batas. d. Compatibility Terkait kesesuaian, Website Library Garden dapat diakses di semua web browser, seperti: mozila, chrome, opera, dan sebagainya. Website ini juga memiliki tampilan yang responsive saat digunakan, artinya website dapat menyesuaikan lebar antarmuka perangkat yang digunakan saat diakses, baik itu melalui smartphone, tablet, maupun laptop. Gambar 7. Website Library Garden tampak responsif saat diakses menggunakan gadged Sumber Data: Dokumentasi Peneliti, Maret 2023 Secara kompatibilitas, Website Library Garden memenuhi Teori Shedroff tekait penyesuaiannya terkait desain antarmuka di berbagai device. Namun, sangat disayangkan karena laman garden.uinsaid.ac.id tidak bisa dijakses dengan hasil jaringan mengalami error. Hal ini tentu berkaitan juga dengan performance di pembahasan sebelumnya, dimana website hanya dapat diakse melalui jaringan lokal 10.1.10.3 sehingga tentunya hal ini perlu mendapat perbaikan segera. Link yang tidak sesuai saat diakses mengindikasikan bahwa Website Library Garden kurang memenuhi Teori Shedroff secara keseluruhan. Gambar 8. Kegagalan Akses pada Laman garden.uinsaid.ac.id Sumber Data: Dokumentasi Peneliti, Juni 2023 Analisis Kualitas Website Terhadap User Experience pada Website Library Garden UPT Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta Berdasarkan Teori Shedroff dan Teori Miller e. Visual Design Menurut Teori Shedroff, desain visual menjadi penentu pertama puas atau tidaknya user experience saat menggunakan website. Hal tersebut menjadi faktor utama penentuan kualitas baik atau kurangnya sebuah situs dibuat dan dikelola. Dalam penelitian ini, untuk memfokuskan analisis terkait visual design, peneliti menambahkan kajian tentang aspek penyusun sebuah visual design yang berpedoman pada Teori Miller. Teori (Miller, 2011) tersebut, selanjutnya dapat digunakan untuk memaparkan hasil temuan terkait aspek yang diteliti sebagai berikut:  Header, cukup memberikan pesan/ informasi, sederhana, dengan dropdown di satu menu saja. Gambar 9. Tampilan Header Sumber Data: Dokumentasi Peneliti, Maret 2023  Feature Area, informasi berupa gambar dan slide tidak bisa difungsikan, sehingga hanya stuck di satu gambar, terlihat monoton, dan menjemukan. Gambar 10. Tampilan Feature Area Sumber Data: Dokumentasi Peneliti, Maret 2023  Body dan Sidebar, tidak ada pembeda antar bagian (section), sehingga informasi kurang tertampilkan, serta penyajian tulisan yang kurang konsisten dan rapi. Gambar 11. Tampilan Body (Kiri) & Sidebar (Kanan) Sumber Data: Dokumentasi Peneliti, Maret 2023  Background, keseluruhan warna latar belakang yang digunakan berwarna putih, sehingga terlihat monoton dan kurang menarik. Secara keseluruhan, berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan menurut Teori Miller dalam keenam bagiannya, desain visual pada Website Library Garden kurang bisa menunjukkan ketertarikan pengguna, dengan tampilan yang cenderung monoton, statis, dan kurang terstruktur. Hal tersebut tentu kurang sesuai dengan Teori Shedroff dimana visual design seharusnya dibuat semenarik dan seberkualitas mungkin untuk menarik perhatian pengguna. f. Interaction Design Pada Website Library Garden, desain interaksi sudah dilengkapi dengan buku tamu, meskipun belum ada menu feedback secara langsung, seperti reply, comment, like, juga share. Selain itu, belum terdapat forum diskusi dan media sosial yang ditautkan ke website sehingga penyampaian komunikasi kurang interaktif. Gambar 13. Tampilan Buku Tamu pada Website Library Garden Sumber Data: Dokumentasi Peneliti, Maret 2023 Berdasarkan paparan di atas, jika dinilai dari segi fungsi website sebagai media komunikasi dan informasi menurut Sklar (2015) dalam (Sidik, 2019), Website Library Garden kurang bisa memberikan jembatan yang efektif untuk saling berinteraksi. Tentu, hal ini juga kurang memenuhi Teori Shedroff dimana interaction design sebuah website diharuskan dapat dilengkapi dengan ruang diskusi interaktif dan sosial media yang memudahkan pertukaran informasi antara pengelola dan pengguna website. Berbagai ketidaksesuaian di atas cukup menunjukkan hasil kualitas Website Library Garden yang masih perlu mendapatkan perbaikan. Terlebih, kondisi juga diperparah dengan faktor eksternal seperti tidak stabilnya jaringan internet dan pasokan listrik yang ada di UPT Analisis Kualitas Website Terhadap User Experience pada Website Library Garden UPT Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta Berdasarkan Teori Shedroff dan Teori Miller Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta yang mengakibatkan perangkat tiba-tiba mati, server jaringan website mengalami gangguan, dan tentunya kegagalan akses ke Website Library Garden (Wawancara Administrator Website, 05 Juni 2023). Gambar 14. Kegagalan Akses pada Website Library Garden Setelah Pemutusan Arus Listrik Secara Tiba-Tiba Sumber Data: Dokumentasi Peneliti, April 2023 Kondisi yang demikian apabila terjadi secara sering, tentunya membuat pemustaka cenderung kurang puas terhadap pengalaman penelusuran informasi perpustakaan terutama saat menggunakan Website Library Garden.

Conclusion

Hasil akhir yang dapat disimpulkan dari analisis Website Library Garden UPT Pusat Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta ialah: a. Website kurang menghadirkan user experience yang baik. Terbukti dari kurang terpenuhinya kesesuian hasil analisis dengan keduabelas aspek analisis menurut Teori Shedroff dan Teori Miller, sehingga masih banyak aspek yang perlu dievaluasi dan ditingkatkan kembali. Hal tersebut dapat ditelusuri dari berbagai dokumentasi, observasi, dan tanggapan narasumber terkait perlunya perbaikan terhadap Website Library Garden agar lebih mengedepankan tampilan, aksesibilitas, juga nilai kegunaan, agar kedepannya Website Library Garden dapat berfungsi sebagai sistem informasi dan komunikasi yang menarik dan efektif. b. Kualitas sebuah website berbanding lurus pengaruhnya terhadap pengalaman pengguna (user experience). Semakin baik kualitas website, semakin tinggi pula kepuasan pengguna dalam menggunakannya. Sebaliknya, semakin rendah kualitas website, maka semakin rendah pula kepuasan pengguna yang dihadirkan. Secara tidak langsung, user experience merupakan kesan pertama kali saat memanfaatkan website. Dimana, kualitas yang ada dapat menentukan keputusan pengguna untuk tetap berlanjut ataupun berhenti dalam mengakses situs. Dalam hal ini, kualitas dari Website Library Garden tergolong kurang dan perlu mendapatkan perbaikan