Kembali
16
1
2020 Jurnal Imam Bonjol : Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 4 · 2 ISSN 2579-3160

PENCARIAN INFORMASI OLEH PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN

Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Abstrak

Pencarian informasi adalah kegiatan seseorang yang dilakukan untuk mendapatkan informasi. Informasi yang diperoleh menunjukkan perilaku informan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan. Perilaku pencarian informasi dimulai ketika seseorang merasa bahwa ada pengetahuan yang dimilikinya saat itu kurang dari pengetahuan yang dibutuhkannya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut seseorang mencari informasi dengan menggunakan berbagai sumber informasi

Abstract

Information search is a person's activity to obtain information. The information obtained shows the behavior of the informants to meet the required information needs. Information seeking behavior begins when a person feels that his current knowledge is less than the knowledge he needs. To meet this need, a person looks for information using various sources of information
Keywords: Information Search · Library

Introduction

Informasi sekarang ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, masyarakat yang seperti itu disebut dengan masyarakat informasi. Maksudnya, masyarakat informasi adalah masyarakat yang memiliki kesadaran tentang pentingnya informasi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu untuk memperoleh dan menggunakan informasi tersebut. Kebutuhan pengguna akan informasi, tidak dapat terpenuhi dengan sendirinya tanpa adanya usaha dari pengguna itu untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Aktivitas seorang pengguna ketika mencari informasi yang dibutuhkan inilah yang sering disebut sebagai perilaku pencarian informasi. Dalam perkembangannya, kebutuhan pengguna akan informasi juga akan berubah-ubah baik dari segi keragaman isi maupun akses terhadap pencarian informasi tersebut. Semakin tinggi tingkat kebutuhan pengguna akan informasi yang dibutuhkannya. Di samping itu, dengan semakin tinggi tingkat kebutuhan pengguna akan informasi maka akan semakin tinggi pula tuntutan pengguna akan kecepatan akses terhadap informasi tersebut. Kebutuhan informasi adalah pengakuan tentang adanya ketidak pastian dalam diri seseorang yang mendorong seseorang untuk mencari informasi. Dalam kehidupan yang sempurna, kebutuhan informasi (information needs) sama dengan keinginan informasi (information wants), namun pada umumnya ada kendala seperti ketiadaan waktu, kemampuan, biaya, faktor fisik dan faktor individu lainnya, yang menyebabkan semua kebutuhan informasi menjadi keinginan informa-si. Jika seseorang sudah yakin bahwa sesuatu informasi benar-benar diinginkan, maka keinginan informasi akan berubah menjadi permintaan informasi (information demands). Prilaku informasi ditunjukkan dengan strategi pencarian informasi, berupa aktivitas yang terdiri dari cara yang ditempuh untuk memperoleh dan mengumpulkan informasi. Informasi dan kebutuhan informasi merupakan suatu istilah yang sukar untuk didefenisikan dan diukur. Kedua istilah tersebut telah menjadi perdebatan panjang. Kebutuhan informasi didefenisikan sebagai suatu permintaan. Dengan kata lain, permintaan dinyatakan sebagi kebutuhan yang nyata. Sejalan dengan pendapat Lor tersebut, kebutuhan informasi adalah permintaan pemakai yang disadari. Kebutuhan terjadi karena keadaan tidak menentu yang timbul akibat terjadinya kesenjangan dalam diri manusia antara pengetahuan yang dimiliki dengan yang dibutuhkannya. Pemakai akan mencari informasi untuk memenuhi kebutuhannya karena adanya kesenjangan tersebut, manusia menggunakan berbagai sumber informasi. Sumber informasi digunakan, sebab dari sumber-sumber tersebut informasi berasal atau dapat diperoleh. Faktor yang paling umum yang mempengaruhi kebutuhan informasi adalah pekerjaan pemakai. Termasuk kegiatan profesi, pekerjaan atau subjek yang diminati, kebiasaan dan lingkungan pekerjaan. Demikian pula penggunaan informasi juga dipengaruhi oleh berbagai hal. Pencarian informasi adalah pencarian dan penggunaan informasi yaitu keadaan ketika orang bergerak melewati ruang dan waktu dan menemukan dirinya pada suatu keadaan dimana dia harus menjawab pertanyaan, memecahkan masalah, melihat suatu fakta, agar dapat mengetahui sesuatu untuk terus bergerak. (Pannen. 1990 : 30-33). Pencarian informasi adalah kegiatan seseorang yang dilakukan untuk mendapatkan informasi. Seseorang akan menunjukkan perilaku pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku pencarian informasi dimulai ketika seseorang merasa bahwa ada pengetahuan yang dimilikinya saat itu kurang dari pengetahuan yang dibutuhkannya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut seseorang mencari informasi dengan menggunakan berbagai sumber informasi. Tindakan menggunakan literature adalah literature yang kenyataannya menggambarkan berbagai tujuan. Sebagai upaya dalam meningkatkan keberhasilan di bidang pendidikan, masyarakat tidak pernah berhenti untuk mencari informasi. Informasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi dunia pendidikan dan pengajaran. Dalam hal ini, perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan dituntut untuk mengikuti dan mengakses setiap perkembangan informasi tersebut, sehingga seluruh masyarakat akademis dapat memperoleh informasi yang mutakhir dan relevan dalam menunjang studinya. Salah satu sarana penunjang dalam memperoleh informasi pada perguruan tinggi adalah internet. Internet adalah jaringan besar yang saling berhubungan dari jaringanjaringan komputer yang menghubungkan orang-orang dan komputerkomputer di seluruh dunia, melalui telpon, satelit dan sistem-sistem komunikasi yang lain. Internet dibentuk oleh jutaan komputer yang terhubung bersama dari seluruh dunia, memberi jalan bagi informasi (melalui text, gambar, audio dan lainnya) untuk dapat dikirim dan dinikmati bersama, dan disebut juga dengan penyebaran informasi. (Krikeles. 1983 : 5-20). Penyebaran informasi merupakan pertanda dari peluang dan tantangan yang akan dihadapi manusia dimasa depan. Perkembangan volume informasi yang dicetuskan, dipindahkan dan diterima akan terus dan semakin menggelembung. Seiring dengan itu, makna informasi pun meningkat pula. Pada masa itu, manusia akan hidup dalam suatu tatanan masyarakat baru yaitu masyarakat informasi. Pencarian informasi adalah sesuatau kegiatan yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan informasi. Prilaku pencarian informasi dimulai ketika seseorang merasa bahwa pengetahuan yang dimilikinya saat itu kurang dari pengetahuan yang dibutuhkannya. Untuk memenuhi kebutuhannya maka orang tersebut akan mencari informasi dengan menggunakan berbagai sumber. Dalam penulisan skripsi mahasiswa dituntut untuk memiliki kemandirian dalam mengerjakannya melalui proses bimbingan. Proses penulisan skripsi memerlukan informasi yang memadai sebagai sumber penulisannya. Demi kelancaran akhir proses yang dilalui mahasiswa perlu memanfaatkan berbagai sumber informasi, baik dari perpustakaan maupun dari unit informasi lainnya secara efektif dan efisien. Dalam mencari informasi di perpustakaan ada beberapa masalah yang ditemukan terhadap pencarian informasi pemustaka atau mahasiswa yang membutuhkan informasi dalam penyelesaian tugas-tugasnya. Masalahmaslah tersebut meliputi: pemustaka merasa kesulitan untuk mencari informasi yang dibutuhkan di perpustakaan, karena informasi yang tersedia tidak memadai untuk mememenuhi kebutuhan pemustaka, dan banyaknya keluhan pemustaka terhadap ketersediaan informasi yang dibutuhkan seperti timbulnya kebosanan pemustaka terhadap pencarian informasi, sementara itu ketersediaan informasi yang didapat di internet kebanyakan tidak memenuhi apa yang dibutuhkan atau tidak sesuai `dengan yang diinginkan. Di lihat dari masalah di atas, bagaimanakah penelusuran informasi pemustaka di perpustakaan, dan apakah ada situs yang mengkhususkan untuk pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhan pemustaka di internet oleh perpustakaan serta kendala-kendala yang dihadapi pemustaka dalam memperoleh informasi yang mereka butuhkan

Discussion

A. Pengertian Informasi Informasi dapat diartikan secara sempit dan luas. “Dalam pengertian sempit, informasi dapat diartikan: penerangan, keterangan, kabar, berita, dan pesan. Dalam praktik di masyarakat misalnya ada pertanyaan: Ada informasi, bahwa minggu depan ada pertunjukan teater. Orang yang memberikan informasi disebut informan. Dalam pengertian luas, informasi diartikan sebagai ilmu pengetahuan. Misalnya informatika dan sistem informasi (Sutarno. 2005: 65). “Menurut sudut pandang dunia kepustakaan dan perpustakaan, infor-masi adalah suatu rekaman fenomena yang diamati, atau bisa juga berupa putusan-putusan yang dibuat seseorang. Informasi bisa jadi hanya berupa kesan pikiran seseorang atau mungkin juga berupa data yang tersusun rapid an telah terolah (Pawit M Yusup. 2009: 11). Informasi merupakan suatu data, baik data numerik maupun verbal yang telah diolah sedemikian rupa sehingga mempunyai arti. Informasi adalah sebuah istilah yang tidak tepat pemakainya secara umum. Informasi dapat berisi data mentah, data tersusun, kapasitas sebuah saluran komunikasi, dan sebagainya. (Wiji Suwarno. 2010: 42). Informasi yang lebih baik adalah yang terpasok dan diakses secara cepat sehingga yang demikian itu sangat diperlukan agar dapat mengikuti halhal yang mencakupi segala peristiwa dan kecendrungan kondisi masyarakat yang perubahannya semakin cepat. Informasi mempunyai arti yang sangat penting didunia ekonomi dan bisnis serta kesejahteraan ummat manusia. Informasi sebagai produk utama pemerintah dan swasta telah menjadi dasar bertambahnya fungsi industry, pertanian, dan lembaga-lembaga pelayanan. Lembaga pelayanan yang dimaksudkan dalam hal ini meliputi semua lembaga, baik swasta maupun pemerintah yang fungsi dan tujuannya bersifat melayani kebutuhan segenap anggota masyarakat, jadi bukan semata-mata bertujuan komersial. “Adapun tujuan utama memperoleh informasi adalah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan konsisten dari aspek-aspek kegiatannya dengan pengadaan biaya yang relative lebih murah. Informasi memang menjadi barang yang dibutuhkan oleh setiap orang dalam skala yang sangat luas”. Segenap anggota masyarakat mempunyai potensi yang sama dalam hal pemanfaatan informasi dan memang mereka mempunyai hak yang sama terhadap akses informasi yang semakin kompleks ini. (Pawit M Yusup. 2009: 345-346). Ilmu informasi berurusan dengan tiga pengertian informasi. Pertama, pengertian informasi secara sempit sebagai serangkaian sinyal atau pesanpesan yang diperlukan dalam pengambilan keputusan, terlepas dari atau sedikit sekali berkaitan dengan proses kognitif. Kedua, pengertian informasi secara luas yang dikaitkan dengan proses kognitif dan kemampuan memahami pada diri manusia. Ketiga, pengertian informasi secara paling-luas (broadest sense) karena tidak hanya dikaitkan dengan pesan (pengertian sempit) atau proses kognitif (pengertian luas) semata, melainkan juga dengan konteks sosialnya, berupa situasi, persoalan, kaitan tugas, dan sebagainya. Didalam buku Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi Putu Laxman. 2003: 28-30) mengatakan dikalangan peneliti ilmu informasi, Wilson dikenal sebagai pemerhati khusus perilaku pencarian informasi bersama dengan penelitian-penelitian lain seperti Dervin, kuhlthau, dan Ellis. Dalam artikelnya, Wilson berpendapat bahwa penelitian dikalangan perancang dan pembuat sistem informasi selama ini selalu menyamakan “kebutuhan informasi” dengan” bagaimana seseorang menggunakan sebuah sistem informasi?” dan bukannya apa kebutuhan informasinya serta bagaimana perilaku pencarian informasinya serta bagaimana perilaku pencarian informasinya dapat dikaitkan dengan kegiatankegiatan lain dalam hidup seseorang. Untuk memperjelas batas kajian yang berkaitan dengan pengguna system informasi, Wilson menyajikan beberapa definisi, yaitu: 1. Perilaku informasi (information behavior) yang merupakan keseluruhan perilaku manusia berkaitan dengan sumber dan saluran informasi, termasuk perilaku pencarian dan pengguna informasi baik secara aktif maupun secara pasif. Menonton TV dapat dianggap sebagai perilaku informasi, demikian pula komunikasi antar muka. 2. Perilaku penemuan informasi (information seeking behavior) merupakan upaya menemukan informasi dengan tujuan tertentu sebagai akibat dari adanya kebutuhan untuk memenuhi tujuan tertentu. Dalam upaya ini, seseorang bisa saja berinteraksi dengan system informasi hastawi (surat kabar, sebuah perpustakaan) atau berbasis computer (misalnya WWW). 3. Perilaku pencari informasi (information searching behavior) merupakan perilaku ditingkat mikro, berupa perilaku mencari yang ditunjukkan seseorang ketika beriteraksi dengan system informasi. Perilaku ini terdiri dari berbagai bentuk interaksi dengan system, baik ditingkat interaksi dengan computer (misalnya penggunaan mouse atau tindakan meng-klik sebuah link), maupun ditingkat intelektual dan mental (misalnya penggunaan strategi Boolean atau keputusan memilih buku yang paling relevan diantara sederetan buku di rak perpustakaan). 4. Perilaku pengguna informasi (information user behavior) terdiri dari tindakan-tindakan fisik maupun mental yang dilakukan seseorang ketika seseorang menggabungkan informasi yang ditemukannya dengan pengetahuan dasar yang ia miliki sebelumnya. B. Fungsi Informasi Informasi itu sangat beragam, baik dalam jenis, tingkatan, maupun bentuknya. Dalam organisasi sekolah atau pada lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya, informasi yang bermanfaat yaitu yang banyak mendukung tugas-tugas lembaga ini, yaitu yang kira-kira semua jenis informasi yang mempunyai aspek edukatif, riset, dan rekreatif. C. Sumber-sumber Informasi “Sebenarnya informasi ini ada dimana-mana, dipasar, sekolah, rumah, lembaga-lembaga suatu organisasi komersial, buku-buku, majalah, surat kabar, dan juga perpustakaan atau tempat-tempat lain”. (Pawit M Yusup. 2009: 11-16). Seiring perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin maju, globalisasi semakin meluas yang melibatkan semua aspek kehidupan manusianya. Dunia telah menjadi sebuah dusun global (global village). Kesejagatan (globality) dapat diartikan sebagai proses globalisasi yang telah mencapai puncak. Pemanfaatan teknologi internet di Indonesia pada dasarnya baru berkembang dilevel yang relative sederhana. Meskipun demikian, tidak bisa dimungkiri bahwa dua tahun belakangan ini jumlah peminat dan pemakai di inter-net terus-menerus mengalami peningkatan. (Pawit M Yusup. 2009: 60). Sumber informasi disekitar kita terdiri dari beberapa sumber sebagai berikut: 1. Informasi di Perpustakaan Sekolah 2. Informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi 3. Informasi di Perpustakaan Khusus 4. Informasi di Perpustakaan Umum 5. Informasi di Perpustakaan Nasional 6. Informasi di Perpustakaan Daerah 7. Informasi di Perpustakaan Umum Kabupaten dan Kota 8. Informasi di Perpustakaan Komunitas 9. Informasi di Perpustakaan Desa 10. Informasi di Perpustakaan Pribadi 11. Informasi di Perpustakaan Maya dan Virtual. Informasi di perpustakaan perguruan tinggi hampir sama dengan sumber-sumber informasi yang dimiliki atau dikelola oleh perpustakaan sekolah, tetapi dalam tingkatan yang lebih tinggi ialah segala (sumber) informasi yang dikelola oleh perpustakaan perguruan tinggi. Perguruan tinggi di Indonesia ini mencakup semua jenis, baik dikelola di bawah Depdiknas (Departemen Pendidikan Nasional) maupun dibawah departemen dan lembaga lain serta non departemen. Disesuaikan dengan tingkat penalaran warga belajar di perguruan tinggi yang harus lebih tinggi dari pada masyarakat belajar tingkat sekolah menengah umum, maka segala informasi bidang ilmunya puntingkatannya harus lebih tinggi pula. Walaupun demikian, fungsi perputakaan perguruan tinggi tetap pada hal-hal yang bersifat informative, edukatif-akadik (ilmiah), dan penelitian. Segala informasi yang sanggup mendukung kelancaran terlaksananya program-program akademik di suatu perguruan tinggi, tersedia di perpustakaan perguruan tinggi yang bersangkutan. Program-program perguruan tinggi yang dimaksudkan di sini yaitu yang tertuang dalam kurikulum perguruan tinggi bersangkutan, yang tentu saja mengacu kepada tridarma perguruan tinggi, yang berarti di dalamnya terdapat tiga darma, yaitu melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran, melakukan kegiatan penelitian, dan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Semua informasi dan sumber informasi yang disediakannya secara relative sanggup memenuhi segala kebutuhan belajar warga perguruan tinggi yang bersangkutan. Dan tentu saja informasi dan sumber-sumber informasi yang dikelolanya ialah yang berciri akademik ilmiah. (Pawit M Yusup. 2010: 19-22). D. Kategori Sumber Informasi Jenis-jenis informasi yang dapat menjadi bahan rujukan terdiri dari tiga jenis, yaitu Sumber Pertama (Primary Sources), Sumber Kedua (Secondary Sources) dan Sumber Ketiga(Tertiary Sources). 1. Sumber Pertama (Primary Sources) Sumber informasi ini biasanya adalah berbagai sumber informasi yang sifatnya apa adanya sesuai dengan aslinya (dari penulisnya). Sumber ini masih belum dievaluasi, disarikan dan diterjemahkan oleh orang lain. Ciri informasi aktual dan factual. Sumber informasi pertama (Primary Sources) biasanya dapat dijumpai pada artikel dalam majalah atau jurnal, buku (monograf), disertasi, laporan penelitian, patent dan lain sebagainya. 2. Sumber Kedua (Secondary Sources) Sumber informasi kedua ini biasanya adalah semua informasi yang telah dikemas untuk memudahkan para pemakai perpustakaan dalam mencari sumber informasi utama (Primari Sources). Diantara contoh jenis sumber informasi kedua (Secondary Sources) ini adalah indeks, abstraks dan beberapa sarana bibliografi (catalog manual maupun dalam bentuk OPAC). 3. Sumber Ketiga (Tertiary Sources) Sumber informasi ketiga ini adalah berbagai sumber informasi yang telah diolah menjadi suatu kesimpulan atau rangkuman. Rangkuman tersebut merupakan kumpulan informasi dari sumber utama dan kedua. Jenis-jenis bahan putaka seperti Ensiklopedia, Review, Biografi, Almanak, dan sumbersumber bahan pustaka yang tergolong sebagai bahan rujukan kebanyakannya masuk dalam sumber ketiga ini. (Sudarnoto. 2006: 114-115). a. Sumber Informasi Dan Buku Referensi Buku referensi disebut pula buku rujukan atau acuan. Istilah buku referensi sinonim dengan buku acuan atau buku rujukan dan istilah-istilah itu digunakan semuanya. Disebut buku rujukan karena merupakan buku yang didesain untuk dikonsultasi atau diacu dari masa kemasa untuk mencari informasi khusus. Lazimnya buku referensi tidak didesain untuk dibaca terus menerus seperti halnya dengan buku cerita atau buku pelajaran. Pada hakekatnya setiap buku dapat disebut buku referens asal saja informasi yang tercantum di dalamnya disusun sedemikian rupa sehingga informasi yang terkandung disalamnya mudah diakses. Bila dirinci lebih lanjut maka karakteristik buku biasa akan berbeda dengan buku referens. Ciri buku biasa diuraikan berikut ini. Buku biasa dibuat dalam bentuk eksposisi berkesinambungan artinya dikembangkan kalimat demi kalimat, paragraph demi paragraph, serta bab demi bab. Buku referensi dirancang bangun dengan susunan serta penyajian untuk keperluan khusus. Dengan demikian buku referens memiliki cirri sebagia berikut: 1) Buku referens ditunjukkan untuk keperluan konsultasi. Lazimnya hanya bagian tertentu saja yang digunakan untuk suatu kepentingan. Sudah tentu buku acuan semacam kamus, ensiklopedia, buku tahunan, serta sejenisnya menyajikan informasi secara langsung. Namun jenis buku referens lain seperti bibliografi, indeks, dan abstrak tidak menyajikan informasi melainkan merujuk kesumber lain yang memiliki informasi yang dibutuhkan pemakai. 2) Buku referens tidak dimaksudkan untuk dibaca seperti buku biasa. 3) Buku referens sering kali terdiri dari entri yang terpotong-potong. Masing-masing entri tidak sama panjangnya. Sebagai contoh, sebuah entri dalam sebuah ensiklopedia mungkin berkaitan dengan entri lain. Entri tentang komodo tidak sama panjangnya dengan entri sejarah dunia. 4) Di perpustakaan, buku referens biasanya tidak dipinjamkan karena buku tersebut diperlukan setiap waktu untuk konsultasi. Pustakawan tidak dapat menduga bila mana sebuah buku referens diperlukan sehingga penggunaannya terbatas pada ruang referens saja. 5) Informasi disusun untuk memudahkan penelusuran secara cepat dan menyeluruh. Susunan ini dapat menurut abjad, judul, sabjek, atau kronologis serta indeks untuk keperluan temu balik. b. Pedoman Menggunakan Buku Referens Buku referens digunakan untuk mencari data atau informasi mengenai suatu topic. Buku referens lazimnya dikelompokkan menurut golongan pembaca atau tujuannya, sehingga terdapat ensiklopedia untuk anak-anak, orang dewasa, maupun umum. c. Penyajian Informasi Informasi yang diajukan dalam buku referens lazimnya mengikuti pola tertentu dengan tujuan memudahkan penggunaannya. (Sulistio Basuki. 1993: 437-438). d. Hakikat Informasi Menurut Martino informasi itu merupakan suatu produk atau hasil dari suatu proses. Proses itu sendiri terdiri atas kegiatan-kegiatan mulai dari mengumpulkan data, menyusun serta menghubung-hubungkan mereka, meringkas, mengambil intisarinya, dan menginterpretasikannya sesuai dengan persepsi sipenerima. Semua kegiatan tadi harus mengarah pada pemberian manfaat bagi sipenerima agar menjadi informasi. Oleh karena itu, informasi didefenisikan sebagai secercah pengetahuan yang berisi suatu unsur kejutan. Di samping itu, sebagaimana yang tersirat dalam istilah informasi itu terdapat suatu konsep arus, artinya ia mengalir dari satu orang kepada orang yang lain, baik di dalam organisasi/korporasi maupun dari dan keluar organisasi. Menurut Lucas, informasi itu didefenisikan sebagai “suatu kesatuan yang tampak ataupun tidak tampak yang fungsinya untuk mengurangi ketidak pastian suatu keadaan atau peristiwa dimasa deapan. Informasi bukanlah data mentah, tetapi ia berasal dari data(dalam artian majemuk) yang telah diproses menurut suatu cara tertentu, misalnya saja dihimpun dan diringkas untuk menghasilkan keluaran yang diinterpretasikan sebagai informasi oleh sipemakai atau sipengambil keputusan (Soejono Trimono. 1987: 2-3). E. Cara Mencari Informasi Melalui Komputer Dan Internet Komputer sebagai alat bantu penelusuran informasi sangat mengagumkan kemampuannya jika diamati secara seksama. Mulai dari hanya digunakan untuk mengetik naskah, membuat surat, mengolah data angka dan pembukuan sederhana, menelusuri informasi, hingga kepenggunaanya yang serba canggih dewasa ini. Tentang teknik dalam menelusuri sejumlah informasi dan sumbersumber informasi yang ada di perpustakaan melalui bantuan komputer, baik yang online maupun yang sifatnya hanya terbatas di lingkungan perpustakaan, agak sulit dibicarakan dalam buku ini karena sifatnya sangat teknis. Tombol-tombol apa saja yang perlu di pencet untuk memanggil informasi. Beberapa contoh daftar situs internet dan alat bantu pencarian informasi. Ketika kita membuka internet, tampilan layar monitor kita yang muncul yaitu adanya tanda online di bagian tertentu layar monitor tadi. Jika kita berlangganan internet kepada provider (penyedia layanan internet) dan kita mengesetnya untuk tampilan awal, maka provider ini yang akan muncul pada saat kita membukanya. Kita juga dapat langsung membuka alamat-alamat situs internet yang dikenal dengan home page. Home page adalah alamat atau tempat yang jika kita tulis seperti apa adanya yang tercantum dalam alamat home page ini, akan mucul halaman muka dari home page dimaksut. Beberapa home page berikut yang dapat anda kunjungi antara lain: Kategori media massa http://www.pikiran-rakyat.com/ (berisi berita dari surat kabar pikiran rakyat). http://www.surabayapost.co.id (berisi berita dari surabayapost). http://www.tempo.co.id (dari majalah tempo). Kategori perguruan tinggi http://www.ikip-bdg.ac.id (IKIP Bandung, sekarang universitas pendidikan Indonesia). http://stpdn.melsa.net.id/ (Sekolah Tinggi Pemerntahan Dalam Negeri-STPDN). http://www.unpad.ac.id (Universitas Padjajaran Bandung). Kategori perpustakaan online http://www.alzahra.ac.ir/central.ht m. Alzahra Universitas, Timur Tengah. http://www.uaeu.ac.ae/lib/; United Arab Emirates University. http://www.library.arizona.edu/; University of Arizona. Kategori jurnal ilmiah http://www.astro.washington.edu/a stroj (Astronomical Journal) http://www.biochemi.org/ (Biochemical journal) http://www.aom.pace.edu/amj/ (Academy of Management Journal). Untuk menjembatani kesulitankesulitan pencarian informasi seperti tersebut di atas, terutama jika kita langsung mengunjungi homepage atau situs yang belum kita kenal, maka ada alat bantu penelusuran informasi yang di internet jumlahnya juga cukup banyak. Beberapa nama mesin pencari informasi (search engine) yang telah terkenal dan sangat membantu kita ketika sedang browsing atau surfing di internet antara lain Google, AltaVista, Yahoo, dan Licos. Di dunia perpustakaan secara manual, logika pencarian informasi dikenal dengan indexing (pengindeksan), dan karena yang dicari yaitu subyek, maka dikenal dengan pengindeksan subyek. (Pawit M Yusup. 2009: 286-292).

Conclusion

Pemakai atau pemustaka akan mencari informasi untuk memenuhi kebutuhannya karena adanya kesenjangan tersebut, manusia menggunakan berbagai sumber informasi. Sumber informasi digunakan, sebab dari sumber-sumber tersebut informasi berasal atau dapat diperoleh. Pencarian informasi oleh pemustaka di perpustakaan, terdiri dari beberapa indikator yaitu: pencarian informasi online (internet) dengan langsung membuka alamat-alamat situs internet yang dikenal dengan home page, pencarian informasi di perpustakaan dan pencarian informasi dengan menggunakan software