KEGIATAN PENGELOLA TAMAN BACAAN MASYARAKAT SAHABAT PENA DALAM LAYANAN INFORMASI SAAT PANDEMI COVID-19
Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran
Abstrak
Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi setiap bidang kehidupan masyarakat tidak terkecuali peran pengelola informasi dalam proses layanan informasi. Pengelola Informasi melakukan berbagai upaya untuk tetap memberikan layanan informasi di saat pandemi salah satunya oleh pengelola Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Pena. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran pengelola Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Pena, program yang dilakukan, dan pihak yang bekerjasama dalam upaya pelayanan informasi kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan kajian literatur, observasi, dan wawancara dengan pengelola Taman Bacaan Masyarakat secara online. Hasil dari penelitian menunjukan peran pengelola Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Pena adalah sebagai edukator dan aktifis lapangan. Program yang dilakukan adalah Jumat Berkah, Peduli Lansia, Donasi Buku, dan Diskusi aktifis Group. Pelayanan informasi dilakukan secara langsung dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan dan secara online dengan memanfaatkan media sosial. Dan bekerjasama dengan Karang Taruna dan Kominte Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Gununghalu dalam upaya mempercepat dan mempermudah terlaksananya program yang dilakukan.
Abstract
The Covid-19 pandemic has greatly affected every area of public life, including the role of information managers in the information service process. The Information Manager made various efforts to provide information services during a pandemic, one of which was by the manager of the Sahabat Pena Community Library (TBM). This study aims to determine the role of the Sahabat Pena Community Library manager, the programs being carried out, and the parties working together in providing information services to the community. The method used is to conduct a literature review, observation, and online interviews with the community Library managers. The results of the study show that the role of the Sahabat Pena Community Library is to become an educator and field activist. Programs carried out in the information service effort are Jumat Berkah, Peduli Lansia, Donasi Buku, and Diskusi Aktifis Group. Information services are carried out directly by still paying attention to health protocols and online by utilizing social media. And in collaboration with the Karang Taruna and the Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Gununghalu District in an effort to accelerate and facilitate the implementation of the program being carried out.
Keywords:
Information services
· the role of information manager
· Sahabat Pena community library
Introduction
Covid-19 atau Corona Virus Deasses 19 terus menyebar ke berbagai negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Penyebarannya yang cepat ke seluruh negeri membuat virus ini ditetapkan sebagai bencana nasinoal (Nurfauzi et al., 2020). Pandemi Covid-19 menjadi begitu meresahkan karena menganggu tatanan di berbagai bidang kehidupan. Aktifitas masyarakat tidak berjalan dengan normal karena penuh dengan kewaspadaan dan kehati-hatian. Tidak hanya masyarkat, pemerintah pun merasakan dampak dari cepatnya penyebaran virus ini. Berbagai kebijakan baru perlu dibuat oleh pemerintah bersama jajarannya dalam upaya menekan tingkat penyebaran Covid-19. Kebijakan yang telah dibuat adalah berdiam diri di rumah, pembatasan fisik, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bekerja dan belajar di rumah, penggunaan alat pelindung diri, dan menjaga kebersihan diri (Tuwu, 2020). Informasi menjadi sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mengetahui berbagai perkembangan yang terjadi. Kebijakan apa yang pemerintah keluarkan, bagaimana tingkat penyebaran virus, berapa jumlah orang yang sudah terjangkit, dan berbagai informasi yang menyangkut dengan Covid-19. Dalam upaya penyebarluasan informasi, berbagai pihak berusaha cepat dalam menyebarkan informasi. Medianya pun beragam seperti TV, sosial media, dan media elektronik. Berbagai pihak penyedia informasi lewat media gencar memberi informasi secara cepat dan berbasis digital. Terutama karena sebagian besar masyarakat berada di rumah, sehingga penggunaan media informasi yang dapat dijangkau oleh internet semakin meningkat untuk mendapatkan informasi. Putut Suharso, Arifiyana, & Wasdiana, (2020) berpendapat bahwa masyarakat akan menggunakan waktunya untuk mencari informasi di internet dan media komunikasi seperti Line, WhatsApp, Telegram, Facebook, Twitter, dan Instagram untuk memperoleh informasi terbaru terkait covid-19. Berbagai informasi terkait Covid-19 semakin banyak melihat kebutuhan yang juga meningkat. Berbagai media cetak, elektronik, dan lembaga informasi terkait terus berusaha memberikan informasi agar masyarakat waspada dan dapat menekan angka penyebaran Covid-19. Tetapi di saat bersamaan, informasi yang terlampau banyak menjadi celah untuk adanya informasi yang tidak benar ikut terserap oleh masyarakat. Kabar burung yang tidak tepat dan tidak benar adanya dapat meresahkan, sehingga bukannya waspada tapi masyarakat justru menjadi khawatir dan merasa ketakutan. Hal ini akan berbahaya karena dapat menimbulkan ketidakpercayaan terhadap informasi yang tersedia, bahkan tidak percaya terhadap pemerintah. Apabila masyarakat tidak lagi percaya dan abai dengan berbagai informasi terkait dan tidak menghiraukannya lagi ditakutkan justru akan menurunkan tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap virus Covid-19 ini. Sebagai seorang penyedia dan pengelola informasi, perpustakaan memiliki kewajiban untuk mampu menyebarkan informasi yang benar dan terpecaya. Proses penyebarluasan informasi yang valid sealin lewat media juga harus dibarengi dengan orang-orang tertentu yang memiliki kapasitas dalam mengolah informasi agar masyakarat dapat percaya dan tetap waspada. Perpustakaan, baik itu perpustakaan umum ataupun khusus dan lembaga informasi lainnya seperti Taman Bacaan Masyarakat serta pengelola informasi di dalamnya menjadi salah satu elemen penting dalam penyebarluasan infomrasi. Tidak hanya bergerak dalam bidang pendidikan dengan tujuan meningkatkan literasi di Indonesia, namun lebih dari itu pengelola informasi di perpustakaan maupun Taman Bacaan Masyarakat berperan aktif untuk menyebarluaskankan informasi dan pengetahuan secara umum kepada masyarakat. Dalam tugasnya seorang pustakawan atau pengelola informasi mampu memberikan informasi yang benar dan terpecaya kepada penggunanya. Dalam konteks praktik informasi terdapat empat kegiatan yaitu penghimpunan, pengorganisasian, pemeliharaan, dan penyebarluasan (M. Yusup, 2016). Memberikan informasi, termasuk ke dalam kegiatan penyebarluasan, dalam ilmu perpustakaan dikenal sebagai layanan perpustakaan. Layanan perpustakaan, yaitu kegiatan pemberian informasi dan fasilitas kepada pemustaka, yang mana lewat layanan tersebut pemustaka dapat memperoleh informasi terbaik dari berbagai sumber sesuai yang dibutuhkan (Rahmah, 2018). Dalam layanan perpustakaan, terdapat pemberian informasi dan atau bisa kita sebut pula sebagai layanan informasi. Pelayanan Informasi adalah memberikan jasa informasi yang dilakukan oleh pengelola informasi kepada penggunanya dengan berbagai rujukan bahan pustaka, penyebaran informasi terbaru, informasi terseleksi, pembuatan analisa kepustakawanan dan statistik (Armen, n.d.). Proses layanan informasi dilakukan oleh pustakawan sebagai pengelola informasi, namun pada praktiknya pengelola Taman Bacaan Masyarakat juga berperan dalam pemberian informasi kepada masyarakat. Taman Bacaan Masyarakat merupakan wadah yang didirikan untuk memberikan akses layanan bahan bacaan bagi masyarakat sekitar sebagai sarana pembelajaran seumur hidup dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar Taman Bacaan Masyarakat Kemendikbud dalam Yunus Winoto, Luciana, & Anwar (2019). Kualitas hidup masyarakat meningkat dengan adanya proses pembelajaaran, budaya baca, dan penyerapan informasi yang benar dan berguna oleh masyarakatnya yang diberikan lewat Taman Bacaan Masyarakat itu sendiri. Dalam salah satu fungsinya dari Kemendikbud Taman Bacaan Masyarakat berfungsi sebagai sumber informasi yang bersumber dari buku dan bahan bacaan lain yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar dan masyarakat setempat (Winoto et al., 2019). Dan dalam perkembangannya, sumber informasi tidak hanya bersumber dari bahan bacaan namun juga dari orang sekitar Taman Bacaan Masyarakat yaitu pengelola itu sendiri. Menurut lestari dan Lydia Taman Bacaan Masyarakat adalah lambang kepedulian dari individu maupun masyarakat terhadap pentingnya penyediaan bahan bacaan serta sarana informasi bagi masyarakat (Misriyani & M, 2019). Taman Bacaan Masyarakat menjadi bukti adanya kepedulian antara sesama masyarakat untuk saling berbagi informasi lewat bahan bacaan dan sarana infomrasi yang disediakan. Lahir dari masyarakat membuat Taman Baca Masyarakat menjadi sangat dekat dengan masyarakat sekitarnya. Lingkup daerah Taman Bacaan Masyarakat pun terbilang cukup sempit, biasanya hanya dalam daerah desa dan atau kecamatan. Lingkup yang sempit membantu pengelola lebih mudah menyebarluaskan informasi kepada masyarakat secara intens. Hal ini menimbulkan kepercayaan dari masyarakat kepada pengelola karena pengelola Taman Bacaan Masyarakat adalah warga sekitar yang adalah masyarkat itu sendiri. Salah satu Taman Bacaan Masyarakat yang berperan aktif dalam usaha menyebarkan informasi kepada masyarakat adalah Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Pena. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sahabat Pena merupakan salah satu Taman Baca Masyarakat yang beralamat di Tamanjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Berdiri pada tahun 2016 bermula karena melihat kurangnya keinginan anak-anak dan masyrakat sekitar untuk membaca buku. Menurut Ahmad S. sebagai ketua pengelola TBM Sahaabt Pena ini, kurangnya keinginan anak-anak untuk membaca adalah kurangnya koleksi buku bacaan “Taman Bacaan Masyarakat ini berdiri berlatar belakang dari kurangnya kegiatan anak-anak yang tidak ada keinginan membaca dengan faktor tidak ada buku atau adanya pun buku sekolah yang menurut saya pribadi sangat menjenuhkan, apabila di TBM Sahabat Pena kita bisa membaca bukubuku yang umum, komik dan lainya.” Dari hal tersebut membuat Ahmad S. dan rekan-rekan mendirikan TBM Sahabat Pena dengan mimpi besarnya mencerdaskan anak bangsa lewat berbagai koleksi, bahan bacaan, dan layanan informasi yang diberikan. Dalam kegiatannya kepustakaan TBM Sahabat Pena memberikan beberapa jenis layanan yaitu layanan informasi dan layanan pinjam. Selama pandemi, Ahmad S. mengatakan bahwa kegiatan layanan tetap berjalan dengan normal. Dengan tempatnya yang berada di daerah kecamatan Gununghalu yang termasuk ke dalam zona hijau, TBM Sahabat Pena masih beroperasi seperti biasa. Namun tentunya, terdapat kebijakan baru yang diterapkan seperti tidak datang berbondong-bondong, menggunakan masker, dan mencuci tangan sebelum masuk. Hal ini dilakukan mengingat bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga. Dalam menghadapi pandemi covid-19, pengelola TBM Sahabat Pena menyikapi dengan normal agar masyarakat tidak panic dan tetap waspada agar daerahnya tetap berada dalam zoba hijau. Pengelola TBM Sahabat Pena berusaha menjadi pengingat dengan memberi informasi seputar Covid-19 kepada masyarakat. Ahmad S. mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan untuk tetap membuat suasan terasa aman dan tidak terjadi kepanikan di masyarakat. “Menyikapi pandemic kami Sahabat Pena normal-normal saja, tidak panik, dan memberi kesadaran kepada masyarakat bahwa yang jadi penyakit itu bukan masalah virusnya saja, tapi juga sugesti dari masyarakatnya itu. Maka pengelola berperan aktif memberikan penerangan kepada masyarakat bahwa kita tidak boleh ambil pusing, jangan terbebani dengan pikiran-pikiran tersebut, karena itu segesti.” Menyadari bahwa masyarakat memerlukan edukasi dan informasi terkait virus corona membuat pengelola TBM Sahabat Pena berinovasi dalam proses layanannya memberikan informasi kepada masyarakat dengan memberi pengetahuan dan melakukan program tertentu untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Sebagai pengelola informasi pengelola Taman Bacaaan Masyarakat perlu memberikan informasi kepada masyarakt sekitar karena informan terdekat dengan masyarakat adalah pengelola Taman Baca Masyarakat. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Winoto et al., (2019) pengelola dan atau masyarakat mendirikan Taman Bacaan Masyarakat di daerahnya adalah karena kurangnya informasi pengetahuan di kalangan masyarakat. hal ini karena jarak daerah ke pusat perkotaan cukup jauh yang mana sumber informasi berpusat di sana. Informasi simpang siur yang begitu banyak, membuat peran pengelola Taman Bacaan Masyarakat sangat diperlukan terutama di daerah yang jauh dari pusat kota. Penduduk awam di daerah yang mudah menerima informasi, memerlukan adanya edukasi dari orang terpecaya agar informasi yang didapatnya benar dan valid. Pengelola TBM Sahabat Pena dalam perannya berusaha memberikan layanan informasi kepada masyarakat lewat kegiatan edukasi dan program yang dibuatnya. Penulis tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui kegiatan dan program apa saja yang dilakuakn oleh TBM Sahabat Pena ini dalam usahanya tetap memberikan layanan informasi selama pandemi Covid-19 ini. Sebagai batasan penulis mengadakan jawaban atas beberapa pertanyaan yang menjadi tujuan dilakukanya penelitian ini, yaitu 1) Apa peran pengelola TBM Sahabat Pena dalam kegiatan layanan informasi 2) Apa saja program dan kegiatan yang dijalankan oleh TBM Sahabat Pena selama pandemic? Dan 3) Siapa saja pihak yang bekerjasama dengan pengelola TBM Sahabat Pena?
Method
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Menurut Putri (2017) metode Kualifitatif deskriptif merupakan penelitian yang mana peneliti menggambarkan objek yang diteliti berdasarkan fakta di lapangan. Dalam penelitian kualitatif Peneliti melakukan kajian pustaka, observasi dan wawancara secara online sebagai tekhnik pengambilan dan pengumpulan data. Penelitian kualitatif tidak memiliki ketentuan pasti mengenai jumlah populasi atau sampling yang akan diteliti. Menurut Krisyanto (2006) Penelitian kualitatif lebih mengutakaman kedalaman atau kualitas dari data dari pada banyaknya data (kuantitas) (Putri, 2017). Tujuannya untuk memahami secara dalam masalah yang diteliti. Dalam penelitian ini, wawancara dilakuakan secara online mengingat keadaan yang tidak memungkinkan dikarenakan Pandemi Covid-19. Peneliti mewawancarai Ketua Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Pena menggunakan WhatsApp sebagai media komunikasi. Setelah tahap pengumpulan data dan data telah diperoleh, selanjutnya adalah mengolah data. Analisis kualitatif adalah proses yang digunakan untuk mereduksi data menjadi hal-hal yang pokok dan penting saja. Menurut Sugiono (2013) ( dalam Sukrillah, dkk 2017) apabila jawaban dari orang yang diwawancarai memberikan data yang memuaskan maka peneliti melakukan pertanyaan ulang hingga mencapai tahap berhenti dengan hasil data yang dianggap kredibel. Data disajikan secara narasi yang mana dapat memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan. Penelitian ini melibatkan interpretasi dari pihak peneliti (Sukaesih & Rohman, 2013). Sugiyono (dalam Putri, 2017) menyatakan bahwa hasil-hasil analisis akan memberi kesimpulan yang kredibel apabila analisis dilakuakan dengan baik dan telah didiukung oleh bukti valid dan konsisten ketika peneliti mengumpulkan ulang data.
Discussion
Taman Bacaan Masyarkat (TBM) Sahabat Pena beralamt di Kampung Dano RT 01/RW 17 Desa Tamanjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. Berdiri pada tahun 2016. Ahmad Sumpena selaku ketua dari Taman Bacaan Masyarakat ini mengatakan bahwa proses berjalannya kegiatan taman baca sudah berjalan sejak 2010, dan baru resmi berdiri pada 2016. TBM Sahabat Pena memiliki tujuan mulia sebagai alasan berdirinya TBM ini yaitu mencerdaskan bangsa Indonesia. Selain itu, tujuan khusus lainnya adalah menyadarkan masyarakat sekitar pentingnya budaya membaca, mengenalkan bahwa perpustakaan adalah gudang ilmu dan dengan membaca akan menambah ilmu kita, mencerdaskan masyarakat sekitar dan terwujudnya kampung literasi dan desa literasi. Dalam kegiatannya TBM Sahabat Pena memberikan beberapa jenis pelayanan, yaitu layanan informasi dan layanan pinjam. Kemendikbud dalam salah satu tugas Taman Bacaan Masyarakat yaitu TBM harus memberikan layanan (jam buka) secara optimal setiap hari sejak pagi samapi malam agar masyarakat yang tidak sempat berkunjung pagi hari dapat berkunjung di malam hari (Winoto et al., 2019). Ahmad menyampaikan bahwa kegiatan layanan berjalan dan terbuka selama 24 jam. Masyarakat dapat membaca buku selama yang mereka inginkan, dan dapat berkunjung pada pagi atau malam hari. Selama Pandemi covid-19 layanan yang tersedia berjalan normal, masyarakat dapat tetap menggunakan jasa layanan seperti biasa. Ahmad S. menyampaikan hal ini karena posisi TBM Sahabat Pena berada di zona hijau dan jauh dari pusat Kota, sehingga layanan tetap berjalan seperti biasanya. Hanya saja, terdapat kebijakan tambahan yang diberlakukan mengingat adanya Covid-19. Kebijakan baru yang diberlakukan berlaku untuk pengunjung Taman Bacaan Masyrakat serta pengelolanya. Kebijakan ini muncul menyusul adanya himbauan dari pemerintah dan sebagai kesadaran dari pengelola mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap Covid-19. Dalam wawancara peneliti mendapati kebijakan yang diberlakukan adalah sebagaimana Ahmad S. sampaikan yaitu “Kebijakan baru ada, walaupun yang ada ke TBM tidak banyak, tapi tetap ada kebijakan tambahan. Seperti datang ke TBM tidak boleh berkerumun, cuci tangan dulu, menerapkan protocol kesehatan, harus pakai masker. Jadi tidak benar-benar sepenuhnya seperti biasa, tapi selama pandemi begitu kebijakan tambahannya” Selain layanan yang bersifat offline, Taman Bacaan Masyarakat tetap memanfaatkan teknologi dan internet dalam proses pemberian informasi. Pengelola aktif membagikan informasi lewat akun media sosial seperti Instagram, WhatsApp, dan Facebook. Seperti Ahmad S. sampaikan “Instagram, WA, facebook berjalan. Seperti kampanye literasi, pentingnya membaca kita lakukan di status WA. Tapi untuk layanan informasi kami lakukan soal pentingnya membaca, bayaha virus corona, menjaga kesehatan. layanan lain berjalan seperti biasa. Hanya jika ada yang bertanya bisa lewat online juga.” Informasi yang diberikan tersaji dalam bentuk poster dan gambar dan selama pandemi informasi yang disebarkan berfokus pada infomasi pentingnya literasi dan terkait pandemi Covid-19. Layanan Informasi merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pemberian informasi oleh pustakawan kepada penggunannya. Wujud Roh pelayanan bagi seorang pustakawan adalah memberikan pelayanan informasi atau bahan bacaan kepada pemustaka (Nashihuddin, 2017). Pelayanan informasi menjadi bukti nyata hidup seorang pustakawan dalam upayanya melayani masyarakat. dan dalam hal ini, pengelola TBM merupakan pengelola informasi yang berperan sama sebagaimana seorang pustakawan. Sebagaimana Aznedra dan rizki dalam (Misriyani & M, 2019) menyatakan bahwa Taman Bacaan Masyarakat adalah sumber informasi bagi masyarakat. Covid-19 yang kini menjadi perhatian utama karena banyaknya informasi beredar seputar virus ini di masyarakat. Pandemi memberikan dampak bagi pengelola informasi adalah maraknya penyebaran informasi palsu, terlebih kebanyakan masyarakat pengguna internet dan media sosial sering mencerna informasi tersebut tanpa adanya penyaringan (Nurfauzi et al., 2020). Sebagai pengelola informasi, pengelola Taman Baca Msyarakat memiliki peran penting yang diemban selama pandemi tentunya memberikan informasi yang valid dan benar bagi masyarakat. Terlebih karena sumber informasi terdekat bagi masyarakat adalah Taman Bacaan Masyarakat. Informasi yang sesuai kebutuhan masyarakat menjadi fokus utama konten informasi terutama tindakan preventif untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Pena menyadari pentingnya informasi bagi masyarakat terutama di daerah sekitar TBM. Sebagai bagian dari layanan informasi, pengelola TBM Sahabat Pena berupaya untuk menyebarkan informasi dan berperan aktif untuk mengedukasi masyarakat. Sebagai Edukator Pengelola TBM Sahabat Pena menyadari dengan benar perannya sebagai pengelola informasi. Menyadari pentingnya edukasi di masyarakat dan berupaya menjadi edukator dan memberi wawasan mengenai Covid-19 ini dengan berbagai cara dan media. Kegiatan edukasi ini merupakan salah satu tindakan preventif yang dilakukan pengelola TBM Sahabat Pena. Hal ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kepanikan, dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap virus corona. Selain itu, karena daerah TBM Sahabat Pena berada di Kecamatan Gununghalu dan termasuk ke dalam zona hijau, pengelola berharap dengan edukasi dan wawasan yang diberikan maka daerahnya akan tetap berada dalam zona hijau. Sehingga pengelola TBM Sahabat Pena bertindak sebagaimana seharusnya menjadi media tersampaikannya informasi kepada masyarakat. Kecamatan Gununghalu menjadi fokus pengelola TBM Sahabat Pena untuk melakukan edukasi. Dalam kegiatannya penyebarkan informasi, pengelola TBM Sahabat Pena berperan penting dengan melakukan edukasi dalam bentuk ceramah dan sosialisasi lewat media, seperti yang Ahmad S. katakan mengenai edukasi yang diberikan “Edukasi yang diberikan adalah tentang cara menjaga kesehatan, cara melindungi diri, cara melindungi keluarga. Melakukan hal-hal yang apabila setelah bepergian harus mandi, bajunya di cuci, nah itu ditekankan.” Ceramah dilakukan secara rutin pada Malam Jumat. Kajian rutin ini biasa diadakan oleh warga sekitar untuk berkumpul dan mendengarkan ceramah. Selama pandemic ceramah tetap berjalan seperti biasa, namun tentunya tetap menerapkan protocol kesehatan di setiap pertemuannya. Kegiatan ini dimanfaatkan oleh pengelola untuk menyampaikan informasi. Pengelola berperan sebagai edukator dan memberikan materi kepada masyarakat mengenai bahaya Covid-19. Dan menghimbau agar masyarakat berhatihati dan meningkatkan kewaspadaan. Terutama untuk keluarga yang anggota perlu pergi bekerja dan berkerumun, pengelola meminta agar masyarakat untuk lebih sigap. Seperti yang Ahmad S. sampaikan “Karena banyak anggota keluarga yang bekerja di Kota, kami sarankan kepada keluarga yang anggotanya baru pulang kerja, kita beri pemahaman pada masyarakat kalau suaminya pulang, suruh mandi dulu, jangan berkerumun dulu dengan keluarga. Kemudian Apabila sudah berkerumun kami beri arahan untuk isolasi mandiri, terutama yang datang dari zona merah.” Sosialisasi lewat media sosial juga di lakukan untuk menyebarkan inormasi. Informasi merupakan komoditas yang ada di sosial media (Widada, n.d.). Pengelola informasi harus mampu menggunakan media sosial untuk meningkatkan layanan karena informasi menyebar sangat cepat lewat sosial media. Pengelola informasi dapat memberikan informasi secara tekstual dan deskriptif, membuat konten kreatif, dan poster yang akan menarik minat dan tentunya memberikan informasi sehat untuk pengguna (Nurfauzi et al., 2020). Selain lewat tatap muka, pengelola TBM Sahabat Pena juga berusaha penyebarkan informasi kepada masyarakat lewat media sosial. “Bentuk edukasi yang diberikan yaitu lewat cermah, status WA, poster, tanya jawab online seputar virus corona.” Ungkap Ahmad S. kepada peneliti. Mengingat banyak sekali pembatasan untuk aktifitas di luar rumah penggunaan internet meningkat. Pengelola berupaya untuk meningkatkan layanan secara online lewat media sosial yang ada. Informasi yang disebarkan berupa penjelasan teksual dan poster. Beberapa platform yang di gunakan adalah Instagram, Whatsapp, dan facebook. Pengelola membuat status yang merupakan fitur dalam media sosial tersebut sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi yang dilakukan adalah salah satu cara yang dilakukan oleh pengelola TBM Sahabat Pena untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Informasi yang disebarkan langsung dari pengelola informasi, akan membantu masyarkat mendapat informasi yang valid dan terpercaya. Pengelola TBM Sahabat Pena berharap dengan demikian dapat membuat masyarakat tetap waspada dan terhindar dari informasi palsu. Sebagai Aktifis lapangan Selain sebagai edukator dalam proses penyampaian informasi, pengelola TBM Sahabat Pena aktif dalam kegiatan lapangan dengan bekerja sama dengan kelompok warga seperti Karang Taruna. Kegiatan yang dilakukan adalah penyemprotan disinfeksan di sekitar rumah warga. Pengelola berperan untuk menyediakan bahan dan alat penyemprotan dan juga turun langsung melakukan penyemprotan. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Pemuda Karang Taruna yang ada di daerah tersebut. Selain berusaha memenuhi kebutuhan infomrasi dan bergerak secara aktif di lapangan. Pengelola TBM Sahabat Pena berusaha memahami keadaan masyarkatnya. Kegiatan yang sebagian besar waktunya di habiskan di rumah, tentunya membuat jenuh masyarakat sekitar. Pengelola juga aktif untuk memantau keadaan masyarkat dengan datang ke rumah-rumah warga dan mengobrol di sana. Sealin untuk menyampaikan informasi juga sebagai penghilang rasa jenuh. Ketika berkunjung, pengelola juga menawarkan anak-anak untuk membaca buku agar menghilangkan rasa bosan. Ini menjadi kesempatan untuk juga mengajak masyarakat membudayakan membaca dan meningkatkan kesadarab akan literasi sebagaimana tujuan awal dari berdirinya TBM Sahabat Pena. Kemudian agar masyarakat tidak panik dengan keadaan, pengelola pun berusaha memberi contoh kepada masyarakat dengan menyikapi adanya virus covid-19 ini dengan tenang dan normal. Dengan begitu, tidak ada kepanikan yang berlebihan yang malah membuat keadaan semakin parah. Pengelola berusaha tetap tenang, waspada, dan hati-hati. Apabila ada warga yang merasakan gejala covid-19 pengelola berusaha menenangkan, memberi edukasi, dan mengajak warga untuk tetap saling membantu dalam upaya melawan covid-19 ini. Untuk mempermudah sosialisasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat pengelola TBM Sahabat Pena membuat program-program selama pandemi. Program ini dibuat untuk mempermudah dan juga agar masyarakat tidak jenuh dengan proses pemberian inforamsi. Suharso et al., (2020) dalam penelitiannya menyatakan terdapat beberapa inovasi yang bisa dilakukan ketika melayankan informasi, yaitu menyediakan layanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Warga yang awalnya menikmati berdiam diri di rumah, setelah sekian lama tentu akan mulai merasakan kejenuhan, oleh karena itu perlu adanya kegiatan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan warga. Program yang di usung sebagai bentuk layanan kepada masyarakat dengan melihat keadaan warga. Jumat Berkah Jumat berkah merupakan kegiatan yang dilakuakn setiap malam Jumat oleh warga. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang memang sering dilakukan sebelumnya. Masyarakat memerlukan alarm hidup untuk terus mengingatkan warga mengenai Covid19, sehingga Jumat Berkah adalah waktu yang pas karena rutin dilakukan setiap satu kali dalam sepekan. Dalam kegaitan ini biasanya warga mendengarkan ceramah dan berkumpul bersama. Namun, selama pandemi kegiatan ini dimanfaatkan oleh pengelola TBM Sahabat Pena yang sekaligus bagian dari warga sekitar untuk melakukan edukasi terkait Covid-19. Edukasi yang dilakukan berbentuk ceramah dan materi yang diberikan ialah seputar tindakan preventif yang bisa dilakukan warga selama pandemi. Serta informasi lain terkait covid-19. Pengelola TBM Sahabat Pena menghimbau masyarkat untuk menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak apabila berpergian atau melakukan aktifitas. Kemudian meminta agar saling mengingatkan mengenai berbagai informasi yang didapatkan kepada warga lainnya. Peduli Lansia Peduli lansia merupakan kegiatan yang dilakukan para pengelola di Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Pena yaitu dengan mengunjungi para lansia di rumahnya. Pengelola TBM Sahabat mengajak para lansia untuk mengobrol untuk mengurangi rasa jenuh selama di rumah saja serta memberikan berbagai informasi dan wawasan perihal Covid-19. Perlu diketahui bahwa orang dengan usia lanjut disinyalir memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibanding orang-orang usia muda dan dewasa. Usia lanjut memerlukan perhatian khusus terkait pengetahuan Covid-19 karena walaupun sedang tidak mengidap penyakit tertentu tetap harus mendapat perhatian kesehatan yang khusus (Nurislaminingsih, 2020). Pengelola informasi perlu memberi wawasan lebih intens terhadap lansia agar tetap hatihati dan menjaga kesehatan. Donasi Buku Selama proses kunjungan ke rumah warga Pengelola tidak lupa dengan tujuan awalnya sebagai penggiat literasi. Dalam upaya untuk tetap menyuarakan gerakan literasi pengelola TBM Sahabat Pena memberikan dan mendonasikan buku-buku yang tidak terpakai kepada warga. Selain untuk tetap menggait masyarakat agar membaca hal ini juga dilakukan untuk menghindarkan kejenuhan di kalangan warga terkhusus anak-anak. Program ini menargetkan anak-anak sebagai fokus utamanya, sehingga bahan bacaan yang disumbangkan adalah buku anak-anak. Selain langsung diberikan kepada anak-anak sekitar daerah TBM Sahabat Pena, buku-buku yang ada di donasikan kepada organisasi lain untuk diberikan ke daerah lain yang di luar jangankauan TBM Sahabat Pena. Diskusi Aktifis Group Program lain yang dilakukan secara online dan tidak tatap muka adalah dengan adanya group aktifis. Selama pandemi pemanfaatan media sosial menjadi cukup efektif karena masyarakat lebih aktif secara online daripada offline. Media sosial menjadi media komunikasi di mana pengelola informasi dapat mengkomunikasikan informasi kepada masyarakat. Group yang di buat lewat media sosial WhatsAap beranggotakan warga, pengelola TBM, dan anggota dari organisasi yang bekerjasama dalam program ini. Dalam group ini, peserta group bersama saling membantu dan mengingatkan memgenai bahayanya virus corona. Serta saling berbagi mengenai informasi terkait Covid-19. Kegiatan dan program yang ada tidak hanya dilakukan oleh TBM Sahabat Pena saja, namun juga bekerjasama dengan pihak-pihak lain. Ahmad S. menyampaikan bahwa selain program TBM Sahabat Pena juga bekerjasama dengan organisasi di daerahnya “Kebetulan kita selain dari aktif di group, kita juga aktif turun langsung melakukan menyemprotan rumah warga, jalan-jalan, dan ikut andil dari TBM Sahabat Pena. Ketika itu ada dari Karang Taruna dan KNPI di kecamatan Gununghalu, kita terlibat di sana menjadi panitia. Juga dengan pemerintah kecamatan kita terlibat kerjasama ketika penyemprotan, melakukan edukasi kepada masnyarakat, dan mendonasikan buku.” Pihak terkait yang menjadi partner pengelola Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Pena ialah kelompok dan organisasi yang ada di daerah sekitar TBM, dengan tujuan bersama kerjasama terjalin lewat kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Dalam keterangan yang diberikan Ahmad kerjasama dilakukan atas dasar tujuan yang sama yaitu mengedukasi masyarakat mengenai Covid-19. Ahmad S. mengungkapkan “Tujuan kerjasama adalah, satu untuk menghindari penyebaran virus corona khussnya di daerah saya di kecamatan Gununghalu, umumnya di daerah Bandung Barat. Dan tujuan utama dari kerjasama ini adalah agar daerah kita, daerah Gununghalu tetap di zona hijau.” Kerjasama menjadi pilihan tepat dalam upaya penyebaran informasi. Taman Bacaan Masyarakat yang pengelolanya berasal dari warga sendiri, memiliki keterbatasan dari beberapa hal dan tentu membutuhkan sokongan dari pihak ke tiga untuk dapat menyebarkan informasi secara cepat. Dengan kerjasama yang dilakukan akan mempermudah proses layanan informasi dan menyuseskan program yang dibuat. Kerjasama sendiri memiliki manfaat yaitu menyediakan akses yang cepat dan mudah, menyediakan informasi lebih mutakhir, dan memudahkan dalam kombinasi dari berbagai sumber (Syarif, 2020). Kerjasama dengan pihak terkait terutama yang memiliki wewenang di daerah bersangkutan akan membantu pengelola merealisasikan program dalam rangka memberikan layanan informasi terkait Covid-19 kepada masyarakat. Karang Taruna Karang atruna adalah organisasi kepemudaan merupakan komponen masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat dari pemuda di suatu wilayah desa (Sugiyarto, 2020). Dalam penelitiannya Sugiyarto mengatakan bahwa karang taruna memiliki peran penting untuk ikut andil dalam pencegahan penyebaran covid-19. Demikian pula Karang Taruna di daerah Kecamatan Gununghalu yang ikut serta dalam upaya menekan penyebaran virus corona. Bekerjasama dengan Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Pena. Pengelola TBM Sahabat Pena bekerjasama dengan Karang Taruna dalam beberapa kegiatan lapangan seperti penyemprotan disinfektan. Pengelola Taman Bacaan Masyarakat menyediakan alat dan obat untuk kegiatan disinfektan, menjadi panitian acara dan turun langsung bersama Karang Taruna menyemprotkan disinfektan ke daerah sekitar.Bekerjasama dengan karang taruna membantu pengelola Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Pena berperan aktif secara langsung dilapangan untuk mencegah penyebaran virus di lingkungan sekitar. Akses kepada masyarakat secara langsung menjadi cepat dan mudah karena Karang Taruna ikut menjembatani pengelola TBM dengan masyarakat ketika melakukan program lapangan secara langsung. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Gununghalu. Komite Nasioal Pemuda Indoensia adalah organisasi nirlaba yang berfungsi melayanai masyarakat dari berbagai organisasi kepemudaan dan juga dapat melaksanaka program pendidikan melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan. KNPI hadir untuk membantu masyarakat khususnya pemuda yang bergerak dibidang pendidikan non-formal. Yaitu dengan melaksakan pembelajaran dan pelatihan (Indrajaya, 2012). Organisasi KNPI tepatnya KNPI Kecamatan Gununghalu menjadi salah satu organisasi yang bekerjasama dengan Taman Bunga Masyarakat Sahabat Pena dalam upaya penyebaran informasi kepada masyarkat. Dilihat dari tujuan adanya KNPI organiasi ini memiliki tujuan yang sama dengan Taman Bacaan Masyarakat untuk bergerak di bidang pendidikan masyarakat. Dan selama pandemi tentu menjadi momentum untuk bekerjasama menekan angka penyebaran Covid-19 dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Kerjasama dengan KNPI diadakan secara online, yaitu dalam Diskusi Aktifis Group. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh KNPI adalah pelatihan dan pembelajaran. Dalam kegiatan selama pandemi Pengelola Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Pena berperan sebagai pemberi materi kepada anggota. Materi yang disampaikan ialah mengenai tindakan preventif, himbauan, protocol kesehatan, dan informasi lain terkait Covid-19.
Conclusion
Sesuai dengan penjabaran dari penelitian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengelola Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Pena berperan aktif dalam upaya menyebarkan informasi dalam rangka inovasi layanan informasi kepada masyarakat. Pengelola TBM Sahabat Pena dalam kegiatannya berperan sebagai edukator dan juga aktivis lapangan. Untuk mempermudah dan mempercepat layanan informasi pengelola membuat programprogram yang dibuat sekaligus untuk mengurangi kejenuhan masyarakat selama tinggal di rumah. Program yang diadakan adalah Jumat Berkah, Peduli Lansia, Donasi Buku, dan Diskusi Aktifis Group. Pelayanan informasi dilakukan secara langsung dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan dan secara online dengan memanfaatkan media sosial. Selain program yang dijalankan, pengelola pun melakukan kerjasama dengan pihak ke lain yaitu Karang Taruna dan Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan Gununghalu dalam upaya mempercepat dan mempermudah terlaksananya program yang dilakukan. Bentuk kerjasama yang dilakukan ialah turun langsung sebagai aktifis lapangan dan menjadi anggota dalam Diskusi Aktifis Group di media sosial WhatsApp.