Kembali
16
1
2024 Tik Ilmeu: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 8 · 2 ISSN 2580-3662

Pemetaan dan Analisis Bibliometrik Tren Penelitian: Manajemen Diseminasi Informasi di Scopus tahun 2018-2023 dengan VOSviewer danRStudio Bibliometrix

University of Indonesia; University of Indonesia; University of Indonesia

Abstrak

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji perkembangan topik manajemen diseminasi informasi, dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana jumlah perkembangan publikasi ilmiah internasional mengenai topik manajemen diseminasi informasipada tahun 2018 - 2023 di Scopus; (2) Berapa banyak jumlah jurnal inti dalam publikasi internasional pada topik manajemen diseminasi informasipada tahun 2018 - 2023 di Scopus; (3) Bagaimana peta perkembangan publikasi internasional penelitian topik manajemen diseminasi informasiberdasarkan kata kunci pada tahun 2018 - 2023 di Scopus. Pengumpulan data dengan melakukan penelusuran melalui Scopus dengan kata kunci dan filtrasi data yang telah disesuaikan kebutuhan. Subjek dianalisis dan divisualisasikan dengan Microsoft Excel, Scopus Result Analyzer, VOSviewer, dan Rstudio (Bibliometrix). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren perkembangan topik manajemen diseminasi informasipada tahun 2018 hingga 2023 di Scopus mengalami puncaknya pada tahun 2020 dengan jumlah artikel sebanyak 204 artikel. Sedangkan penerbit Jurnal Inti dengan peringkat satu adalah Jurnal BMJ Open yang menerbitkan 80 artikel pada topik manajemen diseminasi informasi. Hasil pemetaan memberikan gambaran bahwasanya topik ini memiliki potensi berkembang apabila ada proses pengembangan strategi yang tepat, banyak hal juga yang mempengaruhi efisiensi penyebaran informasi termasuk suatu fenomena yang signifikan seperti pandemic. Untuk penelitian selanjutnya peneliti dapat memberikan saran agar organisasi manajemen diseminasi informasi meningkatkan pemahaman terhadap fluktuasi tren publikasi, memperluas cakupan geografis, kolaborasi lintas sektor, dan fokus pada kecepatan serta adaptabilitas dalam menghadapi tantangan

Abstract

This study aims to examine the development of the topic of information dissemination management, with the objectives of determining: (1) How the quantity of international scholarly publications on the topic of information dissemination management evolved from 2018 to 2023 in Scopus; (2) The number of core journals in international publications on the topic of information dissemination management from 2018 to 2023 in Scopus; (3) The mappingof the international research publication development on the topic of information dissemination management based on keywords from 2018 to 2023 in Scopus. Data collection involved searching through Scopus using keywords and filtering data according to specific needs. The subjects were analyzed and visualized using Microsoft Excel, Scopus Result Analyzer, VOSviewer, and Rstudio (Bibliometrix). The results show that the trend in the development of the information dissemination management topic from 2018 to 2023 in Scopus peaked in 2020with a total of 204 articles. The top-ranking Core Journal was BMJ Open, publishing 80 articles on the topic of information dissemination management. The mapping results provide an overview that this topic has the potential for further development with the implementation of appropriate strategic development processes, as various factors, including significant phenomena such as the pandemic, influence the efficiency of information dissemination. For future research, it is suggested that researchers recommend organizations involved in information dissemination management to enhance their understanding of publication trend fluctuations, expand geographical coverage, foster cross-sector collaboration, and prioritize speed and adaptability in facing challenges.
Keywords: Bibliometrics · Information Dissemination Management · Information Dissemination · Information Dissemination Strategy

Introduction

A. Pendahuluan Manajemen diseminasi informasi merupakan salah satu aspek penting dalam proses pengelolaan informasi (Chan et al., 2021; Lahiri & Dey, 2018). Penerapan diseminasi informasi yang efektif dapat meningkatkan aksesibilitas dan pemanfaatan informas yang lebih baik oleh pengguna (Chan et al., 2021). Diseminasi informasi dewasa ini hampir dapat dilakukan oleh seluruh pengguna internet tanpa terkecuali, berbeda dengan era sebelumnya di mana diseminasi informasi dikultivasi dan dikuasai oleh media besar dan digunakan untuk menyampaikan sebuah fenomena besar saja (Brashier & Schacter, 2020; Zhang et al., 2023). Dengan berkembangnya zaman, individu pengguna memiliki fleksibilitas untuk memanfaatkan berbagai platform untuk memproduksi dan mengkonsumsi informasi tanpa batasan, sekaligus menyebarkan hasil re-kreasi atas informasi yang didapatinya (Borowski, 2022; Weeks et al., 2017). Dengan adanya perluasan fungsi dan subjek pengguna atas diseminasi informasi, penting untuk para pemangku kebijakan sekaligus para pengembang untuk dapat memberlakukan regulasi yang tepat guna agar dapat memberikan arah penggunaan yang jelas dari diseminasi informasi dalam berbagai skala tanpa banyak membatasi kreatifitas dan perkembangan atas penggunaan platform mainstream yang ramai dipergunakan (Chan et al., 2021; Ljungberg, 2020). Lewat masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, peneliti bermaksud untuk mengkaji lebih lanjut tentang perkembangan manajemen diseminasi informasi lewat perkembangan topik bahasan akademis yang diangkat pada pusat data jurnal terbesar yakniScopus. Dengan memperoleh data mengenai perkembangan dan kesinambungan atas tren pada topik ini, analisis lebih lanjut dapat dilakukan untuk mendapati pemahaman yang lebihkomprehensif. Sejalan dengan yang dikemukakan Chunly (2020) dan Gichohi et al. (2017) bahwasanya penelitian pada ranah manajemen diseminasi informasi (khususnya pada bahasan krisis seperti kesehatan dan kebencanaan) telah banyak dilakukan dan dikaji, akan tetapi perlu dilakukan pembaharuan atas data dan berbagai hasil terkait, dibutuhkan juga kajian khusus untuk menelisik kesinambungan atas tiap hasil penelitian dan tulisan yang telah dipublikasikan. Menyambung gap dari beberapa penelitian sebelumnya, peneliti memilih untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut dengan melakukan analisis perkembangan tren yangmanadiharapkan untuk mendalami pemahaman lebih tentang sejauh mana manajemen diseminasi dilakukan oleh berbagai pengguna di seluruh dunia, di berbagai level dan variasi penggunaanya (Chunly, 2020; Gichohi et al., 2017). Tren penelitian hasil penarikan data dianalisis menggunakan metode bibliometric guna mendapatkan pemetaan data yang komprehensif. Bibliometrik sendiri merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari kuantitas, kualitas, dan dampak publikasi ilmiah. Dengan digunakannya metode bibliometric ini, peneliti dapat melangsungkan analisis pada berbagai aspek penelitian, termasuk tren penelitian, topik penelitian yang populer, dan jaringan (kesinambungan serta keterbaharuan topik) berdasarakannama penulis/peneliti. Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan eksplorasi dan kajian bibliometrik tren penelitian manajemen diseminasi informasi di Scopus tahun 2018-2023 menggunakan VOSviewer dan RStudio (Bibliometrix). VOSviewer merupakan perangkat lunak untuk visualisasi jaringan, sedangkan RStudio (Bibliometrix) merupakan lingkungan pengembangan perangkat lunak berbasis R, yang mana digunakan untuk melengkapi visualisasi data yang dihasilkan oleh VOSviewer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tren penelitian manajemen diseminasi informasi di Scopus tahun 2018-2023. Fokus utamanya adalah pada identifikasi arah penelitian, penulis, institusi dan istilah-istilah kunci (keyword) yang muncul dalam berbagai literatur ilmiah yang diambil pada Scopus terkait manajemen diseminasi informasi (Hou & Yu, 2023; Irena & Erwin Budi Setiawan, 2020). Penelitian ini juga dimaksudkan untuk menjawab rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana jumlah perkembangan publikasi ilmiah internasional mengenai topik manajemen diseminasi informasi pada tahun 2018 - 2023 di Scopus? 2. Berapa banyak jumlah jurnal inti dalam publikasi internasional pada topik manajemen diseminasi informasi pada tahun 2018 - 2023 di Scopus? 3. Bagaimana peta perkembangan publikasi internasional penelitian topik manajemen diseminasi informasi berdasarkan kata kunci pada tahun 2018 - 2023 di Scopus? Dengan menjawab rumusan masalah di atas, peneliti secara keseluruhan berfokus pada urgensi penelitian ini, yangmana sangat terkait dengan kebutuhan untuk memahami bagaimana para pengambil kebijakan, pengembang platform, dan komunitas ilmiah merespon dan mengatasi tantangan yang muncul dalam manajemen diseminasi informasi. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih bagi pengembangan strategi, kebijakan, dan riset lebih lanjut dalam bidang dan topik yang sama.

Method

C. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis bibliometrik. Sebagaimanadijelaskan sebelumnya analisis bibliometrik merupakan metode pengukuran kuantitatif yang digunakan untuk mencari pola sistematis dari berbagai jenis literatur untuk sebuah topik atau bidang bahasan tertentu (Donthu et al., 2021; Hou & Yu, 2023). Dalam hal ini, yang diambil adalah manajemen diseminasi informasi. Metode analisis bibliometrik ini, peneliti pilih karena sangat dimungkinkannya analisis sitasi dari setiap artikel yang diambil dari database sekaligusmempelajari isi bibliografi atasnya. Penelitian ini menggunakan data publikasi internasional mengenai topik manajemen diseminasi informasi pada rentang tahun 2018 – 2023, atau berbatas 5 tahun ke belakang, yangbersumber dari database Scopus (www.scopus.com). Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran terbitan publikasi di Scopus dilakukan dengan menggunakan kata kunci (query term): “(TITLE-ABS-KEY (information AND dissemination AND management) AND TITLE- ABS-KEY (knowledge AND dissemination) AND TITLE-ABS-KEY (information ANDdissemination))” Pada pengaturan kategoris dan filtrasi hasil peneliti mempergunakan opsi: article title, abstract, dan keywords, untuk mendapatkan hasil yang lebih variatif. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 14-15 Desember 2023 di https://www.scopus.com/results dan diperoleh sebanyak 1,107 dokumen. Data hasil penelusuran dianalisis secara deskriptif menggunakan analyze search results dari https://www.scopus.com/resul. Untuk membantu melaksanakan perhitungan kluster kata kunci dan visualisasi peta menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Rstudio (Bibliometrix). Kedua perangkat lunak tersebut dipilih digunakan untuk saling melengkapi (Hou & Yu, 2023; Tupan, 2022). Pada tahap penggunaan software VOSviewer, data diekspresikan melalui dua jenis visualisasi, yaitu visualisasi jaringan (network visualization) dan visualisasi kepadatan (density visualization). Visualisasi jaringan memberikan pandangan yang jelas terhadap interkoneksi antara entitas bibliometrik, seperti jurnal dan penulis yang sering berkolaborasi. Sementara itu, visualisasi kepadatan memberikan gambaran mendalam tentang sebaran dan intensitas elemen bibliometrik di dalam jaringan. Kombinasi keduanya memungkinkan peneliti untuk secara holistik memahami pola hubungan dan perkembangan dalam literatur ilmiah terkait manajemen diseminasi informasi. Dengan pendekatan ini, penelitian ini tidak hanya menghasilkan analisis yang mendalam namun juga memberikan gambaran visual yang memudahkan interpretasi dan pemahaman terhadap dinamika kompleks dalam domain manajemen diseminasi informasi. Secara keseluruhan, penggunaan VOSviewer sebagai alat analisis bibliometrik membantu merinci secara visual perkembangan penelitian, kolaborasi, dan tren dalam bidang yang relevan. Sedangkan pada perangkat lunak Rstudio (Bibliometrix), data yang diperoleh dari Scopus akan diubah menjadi data sitasi yang dapat terbaca. Proses konversi ini akan dibantu menggunakan CiteSpace, untuk memastikan keterbacaan dan kelengkapan informasi. Selanjutnya, CitNetExplorer akan digunakan untuk menciptakan visualisasi jaringan, memberikan pelengkap yang berharga terhadap data yang telah diperoleh sebelumnya dari VOSviewer. Dengan pendekatan ini, integrasi antara kedua perangkat lunak tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif terkait perkembangan, kolaborasi, danpola sitasi dalam domain manajemen diseminasi informasi (Hou & Yu, 2023; Thor et al., 2016).

Discussion

D. Pembahasan Perkembangan Tren Publikasi Dalam analisis tabel 1 yang disajikan di bawah ini, terlihat bahwa tren publikasi mengenai manajemen diseminasi informasi mengalami fluktuasi relatif sejak tahun 2018 hingga 2023. Data menunjukkan adanya pertumbuhan prosentase yang mencerminkan jumlahartikel yang terbit setiap tahun, dengan lonjakan dan penurunan yang dinamis pada setiap periode tahunan. Meskipun fluktuasi ini terjadi, perhatian khusus terhadap angka persentase perubahan menarik untuk dicermati. Tabel ini memberikan gambaran bahwa kenaikan atau penurunan dalam jumlah publikasi setiap tahunnya memberikan dampak yang signifikan. Prosentase perubahan jumlah publikasi berada dalam kisaran 1-3%, tetapi meskipun terlihat sebagai variasi kecil, hal ini masih mencerminkan perubahan yang substansial dalam konteks keseluruhan jumlah publikasi. Dengan melihat pola ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun fluktuatif, tren umumnya menunjukkan pertumbuhan dalam jumlah publikasi pada topikmanajemen diseminasi informasi dari tahun ke tahun. Analisis lebih lanjut mungkin diperlukan untuk memahami faktor-faktor yang mendasari fluktuasi tersebut dan implikasinya terhadap penelitian dan perkembangan di bidang ini. Tabel 1. Perkembangan Tren Publikasi Sumberdata Artikel Scopus Tahun 2018 – 2023 Analisis data tersebut juga memberikan gambaran yang mengindikasikan bahwa topik manajemen diseminasi informasi memiliki potensi yang signifikan untuk terus berkembang seiring berjalannya waktu. Kehadirannya sebagai topik penelitian yang dinamis tampaknya mencerminkan aspek-aspek penting yang terus berubah dalam lingkup manajemen informasi dan penyebaran pengetahuan. Dapat digarisbahwahi juga bahwa terdapat hubungan erat antaramanajemen diseminasi informasi dengan topik yang lebih luas, seperti manajemen informasi secara keseluruhan dan penyebaran pengetahuan, menambah kompleksitas dalam pengelolaannya. Tantangan yang muncul, terutama bagi para pengelola di organisasi- organisasi informasi seperti perpustakaan, menjadi semakin menonjol. Hal ini disebabkan oleh dinamika yang terlibat dalam menjaga kualitas dan relevansi kegiatan diseminasi informasi. Dalam konteks ini, strategi dan tindakan yang diambil oleh pihak-pihak terkait menjadi sangat penting. Organisasi-organisasi informasi perlu aktif menghadapi perubahan dan mempertimbangkan berbagai inisiatif untuk menyempurnakan kegiatan diseminasi dengan cara yang paling efektif. Pemahaman mendalam tentang bagaimana berbagai tindakan dapat dioptimalkan untuk mencapai diseminasi informasi yang tepat guna menjadi kuncikeberhasilan dalam mengatasi tantangan yang muncul. Melihat potensi yang terkandung dalam topik ini, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perubahan dalam manajemen diseminasi informasi. Seiring dengan itu, adopsi praktik terbaik dan pengembangan strategi yang inovatif akan menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa organisasi-organisasi informasi dapat menghadapi tantangan dan mewujudkan potensi penuh dari perkembangan topik ini. Sejalan dengan uraian sebelumnya yang membahas perkembangan dan tren terkait manajemen diseminasi informasi, grafik di atas disajikan sebagai visualisasi tambahan yang dianggap peneliti sebagai alat yang tepat untuk memberikan gambaran yang lebih mendalam. Melalui grafik ini, dapat diperoleh pemahaman yang lebih kaya terkait dinamika jumlah publikasi selama rentang waktu yang diobservasi. Dari analisis grafik tersebut, terlihat bahwa tahun 2021 menjadi tahun dengan jumlah artikel terbit terendah mengenai manajemen diseminasi informasi. Pada tahun tersebut, tercatat 169 artikel atau sekitar 15,27% dari total keseluruhan artikel selama periode pengambilan data lima tahun (dengan total 1107 dokumen). Sebaliknya, tahun 2020 menjadi puncak tertinggi dengan 204 artikel atau setara dengan 18,43% dari total keseluruhan. Penting untuk mencatat perbedaan signifikan ini karena dapat memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi jumlah publikasi. Mungkin terdapat peristiwa khusus, perkembangan industri, atau perubahan dalam pendekatan penelitian yang memengaruhi tren ini (Donthu et al., 2021; Wu et al., 2010; Zhang et al., 2023). Oleh karena itu, analisis lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menggali lebih dalam dan memahami penyebab di balik variasi yang diamati dalam rentang waktu yang diselidiki. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor ini, penelitian dapat diarahkan untuk memberikan wawasan yang lebih kontekstual dan solusi yang lebih terarah terkait manajemendiseminasi informasi (Apuke & Omar, 2020; Zhang et al., 2023). Persebaran Jurnal Inti Penelitian Bahasan selanjutnya adalah jumlah sebaran artikel pada jurnal-jurnal inti, atau penerbitjurnal dengan jumlah artikel terbit terbanyak pada topik manajemen diseminasi informasi. Sebagaimana telah diketahui bersama di mana diseminasi informasi merupakan proses penyebaran informasi dan pengetahuan pada khalayak untuk tema-tema besar dan krusial untuk diketahui dengan cepat dan tepat (Faisal & Kisman, 2020; Zhang et al., 2023). Munculnya nama-nama jurnal pada tabel di bawah juga memberikan korelasi kuat dengan pernyataan sebelumnya dimana topik dan scope dari kesepuluh jurnal inti menunjukan adanyavariasi yang cukup menarik. Melalui sajian data pada Tabel 2, dapat dilihat bahwasanya data yang disajikan di bawah, memberikan pemahaman yang lebih terperinci tentang preferensi para peneliti terhadap sepuluh jurnal utama dalam konteks manajemen diseminasi informasi. Dalam analisis ini, tampak jelas bahwa "BMJ Open" menduduki peringkat tertinggi dengan total 80 artikel, menandakan peran dominannya dalam literatur terkait diseminasi informasi. Sementara itu, "International Journal of Environmental Research and Public Health" dan "PLOS One" menempati peringkat kedua dan ketiga dengan masing-masing 22 dan 17 artikel. Pilihan peneliti untuk menyoroti jurnal-jurnal ini mengindikasikan kecenderungan untuk merujuk padasumber-sumber yang dianggap memiliki dampak dan relevansi tinggi dalam pengembangan konsep dan pemahaman dalam domain ini. Dengan melihat distribusi artikel antar-jurnal, analisis ini juga memberikan wawasan tentang pola kolaborasi dan jaringan penelitian di komunitas manajemen diseminasi informasi. Oleh karena itu, pemilihan jurnal-jurnal ini tidakhanya mencerminkan popularitas suatu jurnal, tetapi juga menjadi petunjuk tentang arah dan minat penelitian yang terkait dengan manajemen diseminasi informasi. Dalam membaca sajian data pada tabel 2 yang mencakup rentang lima tahun pengambilan data, dapat ditarik beberapa kesimpulan lanjutan yang menarik terkait dengan distribusi jurnal dalam topik manajemen diseminasi informasi. Terutama mencolok adalah dominasi penerbit jurnal dari negara-negara maju, dengan Amerika Serikat, Inggris, dan China menempati tiga peringkat teratas. Amerika Serikat, sebagai pemimpin dengan 256 artikel, mengindikasikan kontribusi yang signifikan dari penelitian yang berasal dari sana. Posisi Inggris dan China di peringkat kedua dan ketiga, masing-masing dengan 129 dan 120 artikel, menunjukkan peran penting negara-negara ini dalam menghasilkan pengetahuan terkait manajemen diseminasi informasi. Meskipun batasan filter bahasa Inggris diterapkan oleh peneliti, penting untuk mencatat bahwa topik ini masih menarik perhatian di negara-negara Timur seperti China dan India. Fakta bahwa China berada di peringkat ketiga dalam jumlah artikel menunjukkan minat yang signifikan dan kontribusi aktif dari peneliti di negara tersebut terhadap topik ini. Pentingnya peran negara-negara maju, seperti yang tercermin dalam data, memberikan perspektif global pada perbincangan manajemen diseminasi informasi. Adanya kontribusi yang signifikan dari negara-negara maju dapat mengindikasikan bahwa perkembangan dan pengelolaan informasi di tingkat global memang menarik perhatian utama dari pusat-pusat riset dan akademis yang berada di negara-negara ini. Dengan pemahaman lebih mendalam tentang aspek-aspek geografis dalam literatur ini, langkah-langkah berikutnya dapat diarahkan untuk mengeksplorasi perbedaan budaya, konteks, dan dinamika yang mungkin mempengaruhi tren riset di berbagai wilayah lainnya. Peta Perkembangan Publikasi Penelitian ini mengadopsi metode analisis co-occurrence untuk mengungkapkan dan memetakan topik dalam manajemen diseminasi informasi. Dua jenis visualisasi, yaitu visualisasi jaringan (network visualization) dan visualisasi kepadatan (density visualization), akan digunakan untuk menyajikan pemahaman yang lebih mendalam. Dalam visualisasijaringan yang tergambar pada Gambar 3 di bawah, terlihat dengan jelas hubungan antar kata kunci yang relevan dengan topik preservasi audiovisual. Cluster warna yang terbentuk menggambarkan klasifikasi kata kunci ke dalam enam kelompok berdasarkan tingkat keterkaitan dan koneksinya. Propinquity antar kata kunci dalam cluster tertentu mencerminkan hubungan yang lebih erat di antara elemen-elemen tersebut. Selain itu, titik lingkaran yang lebih besar yang mengelilingi suatu kata kunci menandakan bahwa topik tersebut telah menjadifokus penelitian yang lebih luas atau telah diinvestigasi lebih mendalam daripada topik lain yang mungkin memiliki ukuran yang lebih kecil dalam visualisasi. Dengan metode ini, pemahaman tentang struktur topik dan fokus penelitian dapat diperoleh secara lebih rinci, memberikan landasan yang kokoh untuk analisis lebih lanjut terkait dengan dinamika dan trendalam manajemen diseminasi informasi. Hasil analisis menggunakan metode biner menunjukkan pengelompokan yang lebih rinci dan terperinci dari visualisasi jaringan yang telah diperoleh sebelumnya. Melalui data visualisasi yang dianalisis oleh peneliti, terlihat bahwa hasil pemetaan jaringan terbagi menjadi enam cluster, masing-masing ditandai dengan warna khusus untuk membedakan antara satu cluster dengan cluster lainnya. Analisis cluster ini memberikan wawasan mendalam terkait dengan topik-topik utama yang muncul dalam literatur manajemen diseminasi informasi. Pertama, pada Cluster 1 (berwarna merah), terdapat fokus pada topik-topik seperti adaptive management, data processing, dan big data. Warna merah mewakili intensitas keterkaitan antar kata kunci dalam cluster ini. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks manajemen diseminasi informasi, aspek-aspek seperti pengelolaan yang responsif, pemrosesan data, dan pengelolaan big data menjadi sorotan utama. Kedua, Cluster 2 (berwarna hijau) menyoroti topik-topik seperti attitude dan behavioral change. Warna hijau mencerminkan kelompok kata kunci yang saling terkait dalam konteks sikap dan perubahan perilaku. Ini mengindikasikan bahwa aspek psikologis dan perubahan perilaku memegang peran penting dalam literatur manajemen diseminasi informasi. Kemudian, Cluster 3 (berwarna biru) mencakup topik-topikseperti adoption, anxiety, dan internet. Warna biru mencirikan keterkaitan antara kata kunci dalam konteks penyebaran informasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman adopsi, kecemasan, dan peran internet menjadi aspek penting dalam diskursus akademis ini. Cluster 4 (berwarna kuning) menampilkan topik-topik seperti capacity building, cooperation, curriculum, dan cognition. Warna kuning mencerminkan integrasi antara kata kunci dalam konteks membangun kapasitas, kerjasama, kurikulum, dan kognisi. Ini menggambarkan pentingnya pengembangan kapasitas, kerjasama, dan pendekatan kurikulum dalam manajemendiseminasi informasi. Selanjutnya, Cluster 5 (berwarna ungu) menyoroti topik-topik seperti access to information, epidemic, dan mass medium. Warna ungu menunjukkan hubungan yangdekat antar kata kunci dalam konteks akses informasi, epidemi, dan media massa. Hal ini menunjukkan fokus pada aspek kesehatan dan media dalam penyebaran informasi. Terakhir, cluster 6 (berwarna cyan) menunjukkan fokus pada topik attitude. Warna cyan mencerminkan perhatian khusus pada aspek sikap dalam literatur manajemen diseminasi informasi. Dalam kerangka penelitian ini, tujuan utama peneliti adalah untuk mengidentifikasi danmemvisualisasikan kepadatan kata kunci yang digunakan dalam konteks "manajemen diseminasi informasi," sebagaimana tergambarkan pada Gambar 5. Penelitian ini diinisiasi dengan harapan bahwa visualisasi tersebut akan mampu mengungkapkan potensi kesenjangandalam berbagai topik penelitian yang telah dilakukan. Visualisasi ini dianggap sebagai alat yang kuat untuk memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana topik yang lebih luas, seperti "organization management," secara konkret berinteraksi dengan konsep-konsep lainnya, seperti "subtitling," "knowledge management," "social media," dan "medical information." Visualisasi ini, yang menggunakan ketebalan dan intensitas warna untuk mencerminkan frekuensi penggunaan kata kunci, memberikan gambaran yang jelas tentang fokus penelitian dalam domain "manajemen diseminasi informasi." Kata kunci yang digunakan lebih sering ditunjukkan dengan warna yang lebih tebal dan lebih gelap, sementara kata kunci yang jarang digunakan ditampilkan dengan warna yang lebih tipis dan pudar. Analisis super hebat yang dapat diambil dari visualisasi ini adalah kemampuannya untuk memberikan peta jalan terhadap kecenderungan penelitian. Kita dapat dengan mudah mengidentifikasi tren penelitian saat ini dan sejauh mana suatu topik telah mendapat perhatian yang intens. Sebagai contoh, jika visualisasi menunjukkan bahwa kata kunci "knowledge sharing" muncul dengan warna yang lebih tipis, hal ini bisa menjadi indikator potensial adanya kesenjangan dalam literatur mengenai subtitling dalam konteks manajemen diseminasi informasi. Analisis ini dapat membuka peluang untuk mendalami topik tersebut lebih lanjut, mengidentifikasi area yang belum terjamah secara memadai, dan merumuskan arah penelitian yang lebih spesifik. Dengan demikian, visualisasi ini bukan hanya alat untuk merepresentasikan data, tetapi juga menjadi pintu gerbang untuk merumuskan pertanyaan penelitian baru dan meningkatkan pemahaman kita terhadap kompleksitas "manajemen diseminasi informasi." Dalam melanjutkan analisis, penelitian ini memperkaya temuan dengan mempertimbangkan pemetaan alternatif yang dihasilkan oleh Rstudio (Bibliometrix) pada Gambar 5. Pemetaan ini membedakan diri dengan membagi keseluruhan data menjadi hanya dua kluster besar. Analisis ini menarik karena memunculkan perspektif yang lebih luasterhadap topik manajemen diseminasi informasi, menggambarkan dua dimensi utama yang saling melengkapi. Pertama, pemetaan kluster pertama mencirikan sisi pembelajaran dan metode taktis penyebaran informasi. Dalam konteks ini, fokus penelitian terpusat pada bagaimana informasi dapat dipahami, dipelajari, dan disebarkan secara efektif. Kluster ini memunculkan temuan terkait strategi pembelajaran, pengelolaan informasi, dan taktik dalam menyampaikan informasi kepada audiens yang dituju. Pemahaman mendalam tentang kluster ini dapat memberikan pandangan yang kaya terkait dinamika edukatif dalam manajemen diseminasi informasi. Sementara itu, kluster kedua mencirikan sisi manusiawi dari proses diseminasi informasi, dengan fokus pada pengirim dan penerima informasi. Analisis ini menyoroti pentingnya memahami aspek psikologis dan interpersonal dalam mengelola dan menyebarkan informasi. Melibatkan aspek manusiawi ini dalam konteks diseminasi informasi membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut mengenai interaksi sosial, dampak emosional, dan faktor-faktor manusiawi lainnya yang memengaruhi efektivitas komunikasi. Analisis lebih lanjut melibatkan pemetaan terakhir, yang mengeksplorasi bagaimana kluster co-occurrence dan pengelompokan kata kunci dapat berdampak pada perkembangan pensitasian hasil karya, dengan harapan memberikan inspirasi bagi pembentukan karya baru dalam domain manajemen diseminasi informasi. Pada tahap ini, fokus tertuju pada potensi pengaruh dan kontribusi dari hasil-hasil penelitian yang terkumpul terhadap pemahaman dan pengembangan lebih lanjut dalam bidang ini. Dalam analisis ini, Rstudio (Bibliometrix) memaparkan pergerakan yang signifikan dalam pensitasian hasil karya dari tahun 2018 hingga 2023, dengan puncak tertinggi terjadi pada tahun 2020. Fenomena ini memberikan gambaran dinamika yang menarik terkait dengan minat dan tren dalam manajemen diseminasi informasi selama rentang waktu tersebut. Seperti dijelaskan sebelumnya, diseminasi informasi sensitif terhadap berbagai faktor, termasuk peristiwa global, minat masyarakat, dan tren yang berkembang sepanjang periode tertentu. Perlu dicatat bahwa lonjakan signifikan pada tahun 2020 mungkin berkaitan dengan dampak pandemi. Fenomena ini mencerminkan bagaimana situasi darurat kesehatan global memicu kebutuhan akan penyebaran informasi yang akurat dan cepat, mendorong perhatian dan penelitian intensif dalam manajemen diseminasi informasi. Dengan kata lain, peningkatan pesat dalam pensitasian hasil karya pada tahun tersebut mungkin mencerminkan adaptasi yang cepat terhadap kebutuhan informasional yang mendesak selama masa pandemi. Melihat dinamika ini, analisis dapat menyoroti peran kritis manajemen diseminasi informasi dalam menghadapi tantangan global. Kemampuannya untuk menjadi responsif terhadap peristiwa dunia yang cepat berubah dan tren masyarakat membuktikan bahwa manajemen diseminasi informasi tidak hanya berfungsi sebagai pemegang informasi, tetapi juga sebagai pengarah arus informasi yang memberikan dampak nyata pada pemahaman dan tindakan masyarakat. Dengan terus memantau perkembangan ini, penelitian di masa mendatang dapat lebih terarah, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan kontemporer.

Conclusion

E. Kesimpulan Kesimpulan dari data yang disajikan menunjukkan bahwa tren publikasi mengenai manajemen diseminasi informasi mengalami fluktuasi sejak tahun 2018 hingga 2023. Meskipun terdapat lonjakan dan penurunan yang dinamis, analisis persentase perubahan menunjukkan pertumbuhan umum dalam jumlah publikasi setiap tahunnya. Faktor-faktor yangmendasari fluktuasi tersebut perlu dipahami lebih lanjut. Strategi dan tindakan yang diambil oleh organisasi informasi menjadi krusial, terutama dalam menghadapi dinamika yang terlibat dalam menjaga kualitas dan relevansi kegiatan diseminasi informasi. Selain itu, analisis persebaran artikel pada jurnal-jurnal inti menunjukkan dominasi jurnal "BMJ Open," "International Journal of Environmental Research and Public Health," dan "PLOS One." Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan China memimpin kontribusi penelitian, menandakan peran penting mereka dalam mengembangkan pengetahuan tentang manajemen diseminasi informasi. Meskipun terdapat batasan filter bahasa Inggris, perhatian terhadap topik ini juga terlihat di negara-negara Timur seperti China dan India. Peta perkembangan publikasi menggunakan analisis co-occurrence memetakan topik dalam manajemen diseminasi informasi. Hasilnya menunjukkan enam cluster yang mencakupaspek-aspek seperti adaptive management, data processing, behavioral change, internet, capacity building, dan akses informasi. Analisis lebih lanjut dengan pemetaan alternatif menyoroti dua dimensi utama, yaitu pembelajaran dan metode taktis, serta aspek manusiawi dari proses diseminasi informasi. Terakhir, analisis perkembangan pensitasian hasil karya menunjukkan puncak tertinggi pada tahun 2020, yang mungkin terkait dengan dampak pandemi. Ini menekankan peran kritis manajemen diseminasi informasi dalam menghadapi tantangan global dan adaptasi terhadap kebutuhan informasional mendesak selama situasi darurat kesehatan. Keseluruhan, pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi, kontribusi negara-negara, dan pemetaan topik dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut dalam mengoptimalkan kegiatan manajemen diseminasi informasi.