Kembali
16
1
2024 Livre: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 1 · 1 ISSN 3063-833X

Peran Layanan Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang dalam Pengembangan Budaya Literasi Membaca Masyarakat

Universitas Terbuka; Universitas Terbuka

Abstrak

Perpustakaan sebagai sarana penyedia informasi memiliki permasalahan dalam sumber daya manusia, koleksi bahan pustaka, serta layanan dan fasilitas perpustakaan. Hal ini berdampak pada keberadaan perpustakaan umum sebagai sarana informasi dalam meningkatkan dan mengembangkan literasi informasi kepada masyarakat. Layananperpustakaan yaitu kegiatan yang berkaitan dengan pemanfaatan jasa yang berhubungan dengan penyajian bahan pustaka ke pemustaka atau pemakai. Salah satu layanan yang ditawarkan oleh Dinas Perpustakaan Umum dan ArsipKota Malang adalah layanan Perpustakaan Keliling. Layanan perpustakaan keliling ini merupakan layanan yang diberikan oleh Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang dalam memberikan layanannya kepada masyarakat dengan cara mendatangi secara langsung ke tempat-tempat publik menggunakan mobil. Tujuan daripenelitian ini untuk mengetahui bagaimana perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malangini dapat memberikan layanan kepada masyarakat dan bagaimana peran perpustakaan keliling dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat di kota Malang. Jenis penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun teknik untuk melakukan pengumpulan data yaitu observasiuntuk melihat bagaimana pengelolaan perpustakaan keliling dalam memberikan pelayanan informasi terhadap masyarakat, dan wawancara yang berkaitan dengan pelayanan dan pengelolaan perpustakaan keliling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan perpustakaan keliling memiliki program layanan ke sekolah-sekolah dan taman kota di Kota Malang.

Abstract

Libraries as information providers have problems in human resources, library collections, library services, andlibrary facilities. This has an impact on the existence of public libraries as a means of information in improving and developing information literacy to the community. Library services are activities related to the utilization of services related to the presentation of library materials to library users or users. One of the services offered by the Public Library and Archives Office of Malang City is the Mobile Library service. This mobile library service is a service provided by the Public Library and Archives Office of Malang City in providing its services to the community by visiting directly to public places using a car. The purpose of this research is to find out how the mobile library of the Public Library and Archives Office of Malang City can provide services to the community and how the role of mobile libraries in improving people's information literacy in Malang city. The type of research that researchers use in this study is qualitative research with a case study method. The techniques for collecting data are observation to see how the mobile library is managed in providing information services to the community, and interviews related to the service and management of the mobile library.The results showed that the mobile library service has a service program to schools and city parks in Malang City.
Keywords: Library service · literacy · mobile library service

Introduction

Perpustakaan keliling merupakan salah satu layanan dari perpustakaan umum yang memberikan pelayanan secara langsung ke publik atau dengan cara mendatangi pemustakanya secara langsung dengan menggunakan kendaraan, baik melalui darat maupun laut (Fetty, 2014). Perpustakaan umum yang biasanya menyediakan layanan perpustakaan keliling adalah perpustakaan daerah. Salah satu perpustakaan daerah yang telah menyediakan layanan perpustakaan keliling adalah Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang atau lebih dikenal dengan singkatan Dispussipda. Dispussipda Kota Malang berperan sebagai sarana publik dalam penyediaan sumber informasi untuk masyarakat Kota Malang. Layanan perpustakaan keliling Kota Malang menyediakan bahan pustaka seperti buku cerita anak bergambar, buku fiksi, dan berbagai buku lainnya yang dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi dan menambah pengetahuan. Tujuan Dispussipda Kota Malang menyediakan layanan perpustakaan keliling ini bertujuan untuk mengembangkan budaya literasi membaca masyarakat Kota Malang. Oleh karena itu, Dispussipda Kota Malang mengembangkan layanan perpustakaan keliling ke seluruh penjuru Kota Malang hingga ke sekolah-sekolah dan masyarakat umum secara langsung. Harapannya layanan perpustakaan keliling Kota Malang dapat mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan informasi dan rekreasinya, tanpa perlu pergi ke Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang secara langsung.Layanan perpustakaan keliling yang disediakan oleh Dispussipda Kota Malang ini berada di beberapa titik lokasi. Sasaran lokasi perpustakaan keliling Kota Malang ini mencakup sekolah dasar yang berada di Kota Malang dan ruang publik yang ramai di kunjungi oleh masyarakat, seperti Alun-Alun Kota Malang. Perpustakaan Keliling Kota Malang memiliki 5 unit armada yang tersebar di beberapa taman kota dan sekolah. Kelima armada perpustakaan keliling tersebut terbagi menjadi beberapa wilayah, yaitu 1 unit Hi-ace dan 1 unit Hi-lux untuk melakukan layanan ke taman Merjosari dan Alun-alun Kota Malang. Kemudian, 3 armada lainnya bergilir mengunjungi sekolah-sekolah dasar di Kota Malang, baik negeri maupun swasta, yang akan dilayani pada hari senin hingga kamis pada jam kerja layanan Perpustakaan Keliling pukul 08.30-14.00 WIB. Namun demikian, layanan perpustakaan keliling Dispussipda Kota Malang ini belum dapat memfasilitasi pemustaka yang ingin meminjam buku untuk mereka baca di rumah atau dibawa pulang. Para pemustaka hanya dapat membaca koleksi perpustakaan keliling ini di tempat, terbatas dengan jam layanan perpustakaan keliling tersebut. Waktu yang dibutuhkan oleh pemustaka untuk membaca sangat terbatas. Selain itu, koleksi yang disediakan pada layanan perpustakaan keliling Dispussipda Kota Malang kurang beragam dan up to date, sehingga kurang menarik. Hal ini menjadi masalah utama yang perlu dibahas lebih lanjut bagaimana perpustakaan keliling Kota Malang ini memberikan layanan kepada masyarakat dan bagaimana peran perpustakaan keliling Kota Malang dapat mengembangkan budaya literasi masyarakat kota Malang.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian ini mendeskripsikan peristiwa tersebut sebagai proses dan menekankan melalui sudut pandang orang-orang yang terlibat didalamnya. Kemudian, penelitian ini menggunakan metode studi kasus karena tujuan dari metode ini adalah untuk mempelajari secara intensif dan rinci tentang latar belakang suatu kasus. Pelaksanaan metode penelitian ini membantu peneliti dalam menetapkan prosedur dan bagaimana tahapan proses penelitian ini, serta dengan metode ini peneliti dapat memperoleh data yang diperlukan bahkan dapat mengembangkannya. Selain itu, pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif karena tujuan dari metode ini yakni tentang latar belakang suatu kasus yang harus dipelajari secara rinci dan intensif, dalam suatu kondisi yang berlangsung saat ini (Laksmi, 2022). Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam. Wawancara mendalam dilakukan kepada pustakawan yang bertugas melayankan perpustakaan keliling sebanyak 2 orang. Selain itu, wawancara juga akan dilakukan kepada 3 orang pemustaka yang telah memanfaatkan layanan perpustakaan keliling Dispussipda Kota Malang.

Result & Discussion

Perpustakaan keliling merupakan salah satu layanan informasi dari perpustakaan umum yang memberikan pelayanan secara langsung ke publik atau dengan cara mendatangi pemustakanya secara langsung ke lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya. Meskipun perpustakaan keliling memberikan layanan informasi secara langsung, ternyata layanan informasi ini belum dapat memberikan layanan yang merata dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat di kota Malang. Layanan perpustakaan keliling di kota Malang yang disediakan untuk umum hanya ada 2 unit armada saja yaitu di taman Merjosari dan Alun-alun Kota Malang. Hal inilah yang menjadikan belum meratanya layanan informasi perpustakaan keliling dalam memberikan layanan ke masyarakat kota Malang.Layanan perpustakaan keliling Dispussipda Kota Malang menyediakan koleksi bahan pustaka dalam jumlah yang cukup banyak, namun koleksi yang tersedia kurang beragam sesuai dengan tingkatan generasi masyarakat Kota Malang. Koleksi yang paling banyak tersedia adalah buku untuk anak-anak, sedangkan buku untuk usia dewasa dan lansia hanya tersedia sedikit. Hal ini karena layanan perpustakaan keliling Kota Malang ini lebih banyak dimanfaatkan oleh anak-anak, khususnya usia sekolah dasar.Pembahasan ini mencoba melihat program yang telah dilakukan oleh pustakawan di perpustakaan umum kota Malang yang telah berhasil mencari solusi tentang permasalahan yang diakibatkan oleh tidak meratanya akses perpustakaan umum. Tujuan dari perpustakaan keliling ini untuk dapat mengetahui kebijakan ini dapat menjadi sarana pengembangan literasi informasi serta menjadi akses perluasan informasi dan dapat lebih memperkenalkan perpustakaan umum kota Malang terhadap masyarakat yang awam maupun terhadap anak-anak sekolah dasar (Ardian P dkk, 2020). Perkembangan infomasi yang begitu pesat ini dalam dunia pendidikan dan sosial menjadikan masyarakat untuk lebih memiliki kesadaran literasi baca dan tulis. Kegiatan literasi ini tidak dapat hanya dilakukan di sekolah-sekolah saja akibatnya akan mengalami kesenjangan bagi masyarakat yang kurang beruntung dalam akses layanan informasi sehingga masyarakat pun berhak untuk juga memperoleh pendidikan dari luar sekolah baik di desa maupun di kota.Pemerintah dituntut dalam meningkatkan dan mencerdaskan suatu bangsa agar tidak ada lagi mengalami kesenjangan pendidikan dalam mengatasi rendahnya budaya literasi informasi di Indonesia khususnya di kota Malang (Umi Hani, 2020). Hal ini akan memberikan pengaruh yang baik bagi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran budaya literasi, sehingga dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar. Maka dari itu, budaya literasi harus ditanamkan sedini mungkin untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi sebagai penunjang di sekolah atau di masyarakat. Peran literasi seperti membaca dan menulis di era saat ini sangatlah penting, karena perkembangan dan penerapan teknologi ini sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan seseorang.Perkembangan informasi saat ini memengaruhi peran perpustakaan keliling. Perpustakaan keliling memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang segala aktivitas pendidikan, penelitian dan perkembangan sosial. Selain itu, masalah yang dihadapi adalah pemustaka tidak dapat meminjam buku melalui perpustakaan keliling meskipun sudah memiliki kartu anggota, sehingga harus pergi ke perpustakaan induk terlebih dahulu.Hal ini juga mempermudah pemanfaatan bahan pustaka dalam meningkatkan pengetahuan sehingga menambah wawasan pengetahuan. Dengan begitu layanan yang diberikan oleh perpustakaan keliling tersebut dapat mengurangi jarak dan waktu antara masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari perpustakaan umum kota Malang. Sehingga mereka dapat mengembangkan literasi dengan membaca bahan-bahan pustaka yang disediakan. Selain itu, masyarakat dapat mengetahui mengenai perpustakaan umum kota Malang lebih jauh lagi dan dapat memanfaatkannya tanpa perlu bersusah payah. Masyarakat bisa mendapatkan layanan perpustakaan secara praktis dan tentunya gratis (Hendry A dkk, 2022).Hasil penelitian diketahui bahwa antusiasme yang diberikan oleh pemustaka cukup tinggi, hal ini dapat dilihat dari daftar buku kehadiran atau pengunjung bahkan sebagian pemustaka juga ingin meminjam buku untuk dibaca dirumah. Di samping itu juga, layanan perpustakaan keliling ini ternyata sangat mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat yang tinggal di kawasan Kabupaten/Kota Malang. Hal ini karena adanya perpustakaan keliling dapat menumbuhkan minat baca masyarakat dan anak-anak, serta meningkatkan literasi informasi dengan menyediakan sumber informasi untuk berbagai kalangan masyarakat yang ada di kota Malang.Berdasarkan hasil penelitian, pemustaka memiliki tingkat minat baca yang sangat tinggi. Hal ini dilihat dari hasil pengamatan peneliti di lapangan, seperti saat melakukan penelusuran buku yang dibaca oleh pemustaka lebih dari satu. Menurut salah satu petugas perpustakaan keliling atau pustakawan, pemustaka anak-anak sering berebutan buku dengan temannya, sehingga adanya layanan perpustakaan keliling ini disambut baik oleh pemustaka dan rasa antusias yang tinggi dari pemustaka.Namun, tingginya antusiasme pemustaka ini ternyata dapat menimbulkan keluhan. Salah satu keluhan yang diberikan oleh pemustaka yaitu koleksi bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan keliling kota Malang kurang up to date. Koleksi yang bermanfaat sebagai sarana hiburan seperti komik yang tersedia hanya sedikit, novel yang tersedia juga sudah dari terbitan lama. Dengan adanya perpustakaan keliling ini yang menjadi sarana penyedia sumber informasi, masyarakat kota Malang dapat lebih meningkatkan atau mengembangkan budaya literasi informasi dengan baik. Petugas perpustakaan keliling juga memiliki peranan yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustakanya. Layanan perpustakaan keliling memiliki lima armada yang terbagi menjadi beberapa wilayah, yaitu 1 unit Hi-ace dan 1 unit Hi-lux untuk melakukan layanan ke taman Merjosari dan Alun-alun Kota Malang. Kemudian, 3 armada lainnya bergilir mengunjungi sekolah-sekolah dasar di Kota Malang, baik negeri maupun swasta, yang akan dilayani pada hari senin hingga kamis pada jam kerja layanan Perpustakaan Keliling pukul 08.30-14.00 WIB dengan membawa berbagai macam jenis koleksi bahan pustaka mulai dari bacaan yang ringan seperti buku cerita, novel, pengetahuan umum, buku keagamaan, buku-buku pelajaran, majalah dan lain-lain.Untuk menjawab kebutuhan literasi masyarakat Kota Malang, Perpustakaan Umum kota Malang telah memperkenalkan aplikasi M-Mobilib atau yang dikenal dengan Perpustakaan Keliling Malang yang dapat di unduh di google play store. Aplikasi ini memiliki fitur katalog sehingga kita dapat mencari bahan pustaka yang dibutuhkan hanya melalui aplikasi. Selain itu, terdapat juga layanan Pojok Baca Digital (Pocadi) yang berada di Taman Trunojoyo. Layanan Pocadi yang berada di Taman Trunojoyo ini menyediakan koleksi buku digital yang tentunya berkualitas yang berasal dari server lokal maupun konten aplikasi iPusnas.Saat pandemi Covid-19, layanan perpustakaan keliling Kota Malang sempat terhenti. Namun, layanan perpustakaan keliling Kota Malang saat ini sudah mulai aktif kembali mulai hari Selasa, 17 Mei 2022. Perpustakaan keliling Kota Malang beroperasi kembali dengan memberikan layanan secara bergilir di taman baca, sekolah, serta perpustakaan khusus. Perpustakaan keliling Kota Malang juga akan bergilir mengunjungi beberapa rumah ibadah, seperti pondok pesantren yang ada di Kota Malang (Pemerintah Kota Malang, 2022).Menurut sebagian pemustaka, perpustakaan keliling sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat kota Malang. Hal ini terbukti dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap pemustaka yang menjawab bahwa adanya kunjungan perpustakaan keliling di Sekolah Dasar menjadikan para murid dapat mengenal jenis perpustakaan salah satunya perpustakaan keliling. Kegiatan yang dilakukan oleh petugas perpustakaan keliling juga tidak hanya menyediakan buku saja. Namun, beberapa kegiatan lainnya seperti menonton film bersama, mendongeng, dan mewarnai. Disamping itu, adanya perpustakaan keliling dapat lebih menumbuhkan minat baca pada anak dan koleksi dari perpustakaan keliling dapat dijadikan referensi dalam pengembangan perpustakaan sekolah.Koleksi bahan pustaka yang dibawa oleh petugas perpustakaan keliling berupa buku tentang ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, buku cerita bergambar, novel, komik, majalah, dan sebagainya. Masyarakat kota Malang bisa memperoleh informasi yang belum didapat sebelumnya. Perpustakaan keliling tersebut juga mendorong masyarakat untuk lebih gemar membaca sehingga dapat menambah wawasan berpikir, meningkatkan budaya literasi, dan sarana rekreasi bagi anak-anak dan orang dewasa, seperti membaca buku cerita, novel, komik, dan lain sebagainya.Perpustakaan keliling juga menyediakan pula media elektronik televisi untuk menonton film kartun atau sebagainya. Selain itu, perpustakaan keliling juga menyediakan kertas yang memiliki aneka macam gambar dan krayon yang bisa digunakan oleh anak-anak untuk mewarnai gambar. Peralatan tersebut dapat dimanfaatkan anak-anak untuk berkreasi sekreatif mungkin dan hasil gambarannya bisa dibawa pulang. Dengan begitu layanan yang diberikan oleh perpustakaan keliling kota Malang dapat menjadi sarana pengembangan budaya literasi masyarakat kota Malang.Kendala di dalam layanan perpustakaan keliling kota Malang ini merupakan faktor-faktor yang menghalangi dalam proses pencapaian dalam mengembangkan budaya literasi informasi dan tujuan bagi pemustaka dalam mendapatkan koleksi atau bahan bacaan yang ada pada layanan perpustakaan keliling. Kendala yang dialami oleh pemustaka dapat diketahui dari peneliti mengajukan pertanyaan tentang kendala yang ditemui atau dialami saat proses pencarian informasi di perpustakaan keliling dan apa yang dilakukan ketika sedang mengalami atau menemukan kendala tersebut. Sebagian pemustaka yang mengalami atau menemukan kendala dalam melakukan penelusuran juga memiliki alternatif lain seperti saat mencari buku cerita anak bergambar yang berkaitan dengan lautan, namun bukunya hanya tersedia sedikit dan sudah diambil oleh pemustaka lainnya maka dari itu pemustaka mencoba mencari buku lain yang serupa seperti buku cerita bergambar yang berkaitan dengan hutan.Dari pernyataan yang dikemukakan oleh pemustaka diketahui bahwa kendala dan hambatan yang sering dijumpai adalah penataan buku pada rak buku yang kurang rapih sehingga menyulitkan pemustaka dalam melakukan penelusuran. Dari koleksi bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan keliling sebenarnya para pemustaka masih merasa kurang dan kurang ter up to date, hal ini membuat kebutuhan informasi pemustaka tidak dapat terpenuhi semuanya. Apalagi dengan waktu kunjungan yang terbatas dalam memberikan layanan terhadap pemustaka yang ada di kota Malang secara maksimal karena layanannya terbatas waktu sesuai jam kerja.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian tentang peran layanan perpustakaan keliling Dispussipda Kota Malang dalam pengembangan budaya literasi masyarakat dapat disimpulkan bahwa layanan perpustakaan keliling ini sangat membantu dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat kota Malang. Layanan inimenyediakan sumber informasi dengan melalui kendaraan dan memiliki titikarmada dalam penyebaran informasi. Namun, dalam peminjaman buku di perpustakaan keliling hanya dapat dipinjam ditempat tidakdapat dibawa pulang.Dengan begitu saran dari peneliti adalah diperlukannya fasilitas peminjaman secara langsung melalui perpustakaan keliling dengan syarat sudah terdaftar menjadi anggota pengunjung Dispussipda kota Malang. Selain itu, koleksi bahan pustaka yang tersedia pada layanan perpustakaan keliling Dispussipda Kota Malang harus diperbarui (up to date) secara berkala agar pemustaka tidak tertinggal keterbaruan informasinya dan lebih menarik pemustaka untuk membaca. Serta, layanan perpustakaan keliling Dispussipda Kota Malang ini juga perlu ditambahkan titik armadanya di beberapa taman atau lokasi yangramai dikunjungi masyarakat kota Malang.