Kembali
16
1
2022 Tik Ilmeu: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 6 · 2 ISSN 2580-3662

Analisis Koleksi Perpustakaan Berdasarkan Standar Perpustakaan Perguruan Tinggi (Studi kasus di Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis koleksi Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menurut Standar Nasional Perpustakaan-Perguruan Tinggi (SNP-PT) dan Standard for Libraries in Higher Education. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observas), wawancara mendalam, analisis berbagai dokumen yang berkaitan, catatan di lapangan serta triangulasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan standar SNP-PT, indikator koleksi yang telah memenuhi standar diantaranya jenis dan jumlah, pengembangan, koleksi muatan lokal, koleksi referensi dan pengolahan. Pada indikator cacah ulang, penyiangan, pelestarian dan pengalimediaan koleksi buku ke format digital belum dilakukan sebagaimana yang ditetapkan standard. Berdasarkan Standard for Libraries in Higher Education, indikator koleksi yang telah memenuhi diantaranya jenis dan format koleksi, akses ke koleksi, dan keunikan koleksi. Sedangkan indikator ketersediaan koleksi, infrastruktur pengolahan, literasi informasi dan ketersediaan akses jangka panjang belum memenuhi standar disebabkan anggaran dan jumlah SDM yang memiliki kompetensi khusus di bidang literasi informasi dan alih media masih terbatas.

Abstract

This study aims to analyze the library collections of UIN Sunan Gunung Djati Bandung according to the National Library-University Standard (SNP-PT) and the Standard for Libraries in Higher Education. The research method uses descriptive qualitative. Data were collected by observing, in-depth interviews, analysis of various related documents, field notes, and triangulation. The results of the analysis show that based on the SNP-PT standard, the collection indicators that have met the standards include type and number, development, collection of local content, reference collection, and processing. The indicators for re-counting, weeding, preserving, and converting book collections to digital format have not been carried out as stipulated by the standard. Based on the Standard for Libraries in Higher Education, the collection indicators that have been met include the type and format of the collection, access to the collection, and the uniqueness of the collection. Meanwhile, the indicators for the availability of collections, processing infrastructure, information literacy, and the availability of long-term access have not met the standards due to the limited budget and number of human resources with special competencies in the field of information literacy and media transfer.
Keywords: Library Collection · SNP-PT standard · Standard for Libraries in Higher Education

Introduction

Salah satu peran strategis perpustakaan perguruan tinggi adalah kontribusi nya dalam mendukung pembelajaran dan penelitian melalui penyediaan koleksi dan sumber informasi yang memadai dalam rangka melaksanakan dan mewujudkan visi dan misi serta Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurut Becker & Chiware, sumber daya perpustakaan yang mencakup beberapa sumber database baik teks maupun elektronik untuk mendukung pendidikan seperti buku cetak, buku dan jurnal elektronik, repositori institusi dan sumber informasi lainnya, merupakan bagian dari koleksi besar yang membantu dan mendukung mahasiswa, dosen dan unit penelitian (Becker & Chiware, 2015).Untuk memenuhi kebutuhan tersebut perpustakaan semakin mengembangkan koleksi tidak hanya dalam format cetak namun juga digital (elektronik) berupa hasil penelitian berupa artikel jurnal maupun yang disampaikan dalam berbagai pertemuan ilmiah dan konferensi. Perpustakaan selain berperan sebagai sarana untuk mendapatkan informasi, juga menjadi sarana untuk dapat mengakses berbagai ide dan penemuan dari para ilmuwan dan peneliti. Perpustakaan perguruan tinggi Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung berdiri sejak tahun 1968 dan telah berperan dalam penyediaan koleksi bahan pustaka termasuk pengorganisasian, pemeliharaan dan penyediaan layanan koleksi bagi sivitas akademika. Meski sudah cukup lama berkiprah, namun belum diketahui apakah koleksi perpustakaan telah mendukung dan berkontribusi terhadap efektivitas lembaga dalam mendukung visi dan tujuan dari perguruan tinggi. Menurut Henderson, koleksi merupakan aspek yang paling nampak dalam menentukan efektivitas lembaga perpustakaan (Henderson et al., 1993). Cox mengemukakan bahwa kontribusi perpustakaan sangat berpengaruh terhadap penempatan, pengakuan, sumber daya, dan prospeknya di perguruan tinggi (Cox, 2018). Oleh karena nya menurut Henry, jika perpustakaan tidak secara kritis menganalisis koleksinya untuk menentukan seberapa baik mendukung misi universitas, maka tujuan keberadaan perpustakaan patut dipertanyakan. Selanjutnya analisis dan penilaian koleksi yang efektif dapat menyajikan data kuantitatif dan kualitatif yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kegunaan koleksi perpustakaan. Hal ini dapat membantu menentukan kebutuhan anggaran dengan memusatkan perhatian pada seberapa baik koleksi perpustakaan dalam mendukung kebutuhan pengguna dan kebutuhan institusi. Disamping itu juga menunjukkan apakah investasi lembaga dalam koleksi telah dikelola dengan penuh tanggung jawab (Henry et al., 2008) . Sejalan dengan visi dan misi lembaga tinggi nya, perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung didorong untuk meningkatkan efektivitasnya melalui penyediaan dan pengembangan koleksi yang berkualitas. Oleh karena itu diperlukan standar baku yang digunakan sebagai acuan yaitu standar yang diakui skala nasional dan internasional Menurut Nurohman, standar kualitas perpustakaan menjadi acuan dalam setiap pengukuran kualitas perpustakaan (Nurohman, 2017). Selanjutnya Cahyono mengungkapkan bahwa, perpustakaan yang telah terstandar akan mempu memberikan pelayanan dalam penyediaan koleksi yang relevan dan bermutu, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan baik dari segi kualitas, keragaman, jenis, dan kebaruan dalam rangka mendukung proses penelitian dan pembelajaran (Cahyono, 2017). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis koleksi di perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung berdasarkan standar nasional dan internasional dalam mendukung tujuan yang ingin dicapai lembaga perguruan tinggi. Adapun standar yang digunakan adalah Standar Nasional Perpustakaan-Perguruan Tinggi (SNP-PT) dan Standar for Libraries in Higher Education. Pemilihan SNP-PT disebabkan standar tersebut merupakan standar perpustakaan perguruan tinggi yang telah dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional RI. Sedangkan, pemilihan Standard for Libraries in Higher Education disebabkan standar tersebut dikeluarkan oleh Association of College & Research Libraries (ACRL) dari American Library Association (ALA) yang merupakan organisasi perpustakaan profesional yang bereputasi dan banyak dirujuk oleh perpustakaan perguruan tinggi di berbagai negara di dunia. Metode dalam penelitian ini menerapkan deskriptif kualitatif. Menurut Sugiyono, penelitian kualitatif merupakan metode penelitian untuk meneliti kondisi seseorang atau sesuatu yang bersifat alamiah. Pada penelitian kualitiatif, peneliti berperan menjadi instrumen utama yang melakukan pencarian dan menghimpun serta menganalisis data. Hasil penelitian kualitatif lebih dilakukan secara mendalam sehingga menghasilkan penemuan yang memiliki makna sehingga metode kualitatif juga banyak dikenal dengan sebutan metode naturalistik (Sugiyono, 2008). Selanjutnya, menurut Sugiyono teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan di lapangan mengenai objek yang diteliti, wawancara mendalam, telaah dokumen, catatan di lapangan dan triangulasi yaitu membandingkan, menggabungkan dan menguji kredbilitas untuk selanjutnya diperoleh penemuan yang dapat disimpulkan dan memiliki makna (Sugiyono, 2008). Dalam penelitian ini, pengamatan dilakukan terhadap seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan koleksi meliputi survey, pengadaan, pengolahan, pengorganisasian dan pelestarian bahan pustaka. Wawancara dilakukan kepada koordinator dan staf pengembangan koleksi, koordinator bidang pelayanan, dan staf bidang Teknologi Informasi (TI). Analisis dokumen dilakukan terhadap seluruh dokumen yang berkaitan dengan kegiatan pengembangan koleksi disertai berbagai catatan di lapangan. Seluruh data yang telah dihimpun/digabung, dan telah melalui pengujian diharapkan dapat memberikan informasi dan menghasilkan kesimpulan yang bermakna tentang koleksi berdasarkan standar perpustakaan

Result & Discussion

B. HASIL DAN PEMBAHASAN Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menyatakan bahwa yang dimaksud dengan koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan yang dihimpun, diolah, dan dilayankan. Penyediaan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi bertujuan untuk menunjang pelaksanaan program pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (UU No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, n.d.). Selanjutnya, di dalam Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Perguruan Tinggi dinyatakan bahwa koleksi merupakan salah satu unsur perpustakaan yang sangat penting. Tanpa adanya koleksi yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka, perpustakaan tidak akan dapat memberikan layanan yang baik kepada pemustakanya (Perpustakaan Nasional, 2015) Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, koleksi perpustakaan mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Feather dan Sturges dalam International Encyclopedia and Library Science mendefinisikan koleksi perpustakaan sebagai all the information resources to which a library has access, including those available through physical and virtual networks (Feather, 2003). Definisi lainnya dari Nworie & Unegbu yang mengemukakan bahwa library collections constitute of all ranges of information materialsthat can be kept in the library for the purpose ofmeeting the overall objectives of the library. Library collections are made up of print materials, non–print materials, and digital/Electronic materials (Nworie & Magnus, 2017). Menurut Okerson yang dikutip Montano, salah satu perubahan terbesar dalam koleksi perpustakaan adalah dalam keragaman sumber daya nya yaitu kertas (tercetak), elektronik dan objek digital. Montano juga mengemukakan bahwa salah satu perubahan koleksi perpustakaan di abad 21 adalah perubahan/transformasi materi di mana sebagian besar sumber daya yang sebelumnya berbasis kertas berubah menjadi koleksi digital melalui proses digitalisasi koleksi dan pengembangan repositori institusi (Montano, 2014). Selanjutnya dalam aspek pengelolaan dan pengembangan koleksi, Kelly menjelaskan bahwa perpustakaan dapat meningkatkan kualitas keseluruhan koleksi dengan memahami secara menyeluruh tentang alur kerja koleksi. Koleksi perpustakaan menurutnya, memiliki siklus hidup yang meliputi seleksi, akuisisi, pengolahan, rak, penggunaan, check-in, dan penyiangan (Kelly, 2014). Standar Perpustakaan Perguruan Tinggi Hackos mengutip pengertian standar dari Organisasi Internasional untuk Standardisasi atau International Standardization Organization (ISO), yaitu sebuah dokumen yang menyediakan persyaratan, spesifikasi, pedoman atau karakteristik yang dapat digunakan secara konsisten untuk memastikan bahwa bahan, produk, proses, dan layanan sesuai dengan tujuannya (Hackos, 2016). Dalam konteks perpustakaan perguruan tinggi, standar menetapkan dasar pengelolaan perpustakaan dalam rangka menyediakan sarana/fasilitas untuk mendukung proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Tridharma Perguruan Tinggi) serta meningkatkan iklim/atmosfer akademik (Imamah, n.d.). Selain itu, seiring dengan perkembangan zaman, perpustakaan diharapkan dapat senantiasa menyelaraskan seluruh aspek nya dengan standar dan pedoman yang berlaku agar perpustakaan dapat berjalan lancar dan baik sesuai dengan kebutuhan pengguna yang terus berkembang (Hakim et al., 2020). Standar juga bertujuan agar perpustakaan perguruan tinggi memiliki acuan dalam memajukan dan meningkatkan peran dan fungsi dari perpustakaan perguruan tinggi sebagai sarana pendukung dalam pencapaian tujuan perguruan tinggi serta menjadikan perpustakaan sebagai lembaga yang terus menerus menjalankan fungsi manajemen mutu pendidikan (Haryono & Cahyono, 2020). Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menjelaskan tentang penyelenggaraan perpustakaan perguruan tinggi yang harus senantiasa memenuhi standar nasional perpustakaan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Berdasarkan hal tersebut, Perpustakaan Nasional sebagai lembaga pembina perpustakaan di Indonesia telah menetapkan standar penyelenggaraan perpustakaan bagi seluruh perpustakaan yang ada di Indonesia termasuk didalamnya perpustakaan universitas/perguruan tinggi. Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi SNP-PT yang telah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2017 mencakup 6 aspek yaitu; standar koleksi, standar sarana dan prasarana, standar pelayanan, standar tenaga perpustakaan, standar penyelenggaraan dan standar pengelolaan perpustakaan. Pada standar koleksi perpustakaan, terdapat beberapa indikator diantaranya; jenis dan jumlah koleksi, pengembangan koleksi, koleksi muatan lokal, koleksi referensi, pengolahan bahan perpustakaan, cacah ulang (Stock opname), penyiangan dan pelestarian koleksi (Perka 13 2017 SNP Perpustakaan Perguruan Tinggi., n.d.). Standar lainnya yang telah banyak digunakan oleh berbagai perpustakaan lembaga tinggi di dunia adalah Standard for Libraries in Higher Education. Standar ini mencakup 9 prinsip dan indikator kinerja yaitu; efektivitas kelembagaan, profesionalisme, peran pendidikan, penemuan baru (discovery), koleksi bahan pustaka, ruang perpustakaan, manajemen/administrasi dan kepemimpinan, sumber daya manusia (SDM) dan hubungan eksternal. Selanjutnya, pada prinsip koleksi, terdapat beberapa indikator kinerja yaitu; akses koleksi, ragam dan format koleksi, keunikan, infrastruktur yang memadai (dalam pengumpulan, pengelolaan, penyediaan akses, penyebarluasan dan pelestarian koleksi), ketersediaan layanan pendidikan pemustaka/pengguna (user education) terkait komunikasi ilmiah yang efektif dan berkelanjutan dan penyediaan akses jangka panjang terhadap berbagai sarana ilmiah dan budaya (ACRL, 2018). Analisis Koleksi Menurut Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi (SNP-PT) SNP-PT menetapkan 8 komponen koleksi yaitu; jenis dan jumlah, pengembangan, muatan lokal, koleksi rujukan, pengolahan koleksi, pencacahan (stock opname), penyiangan serta pemeliharaan dan pelestarian koleksi. Jenis dan Jumlah Koleksi Jumlah dan jenis koleksi di perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dihitung berdasarkan jumlah sivitas akademika yaitu mahasiswa dan dosen yang ada. Dalam standar SNP-PT disebutkan bahwa jumlah koleksi perpustakaan yang terdiri dari karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam terdiri atas fisik dan nonfisik, koleksi nonfiksi terdiri atas buku wajib mata kuliah, bacaan umum, referensi, terbitan berkala, muatan lokal, laporan penelitian, dan literatur kelabu. Selanjutnya, jumlah buku wajib dihitung menggunakan rumus program studi tertentu (144 sks dibagi 2 sks per mata kuliah) dikalikan 3 (tiga) judul per mata kuliah menghasilkan 216 judul buku wajib per program studi, dan judul buku pengembangan jumlah nya sebanyak 2 kali jumlah buku wajib. Dengan seluruh program studi di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berjumlah 80 program studi, maka buku wajib dan buku pengayaan yang harus tersedia minimal berjumlah 34.560 judul. Berikut jenis dan jumlah koleksi tercetak perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung: Tabel 1 Jumlah koleksi tercetak berdasarkan jenis Jenis Koleksi Tercetak Jumlah (judul) Buku wajib mata kuliah, bacaan umum dan buku pengembangan 20.754 Buku referensi 2.756 Koleksi tugas akhir 29.922 Jurnal 1.054 Koleksi lainnya (BI Corner, Asia Foundation, Racmat Djatnika Corner, Said Nursi Corner dan koleksi hibah Dispusipda Jabar) 4.182 TOTAL 59.104 Koleksi audio visual yaitu CD, DVD, kaset, video kaset, mikrofilm seluruhnya berjumlah 1.052 judul. Adapun jumlah jurnal ilmiah yang dilanggan berjumlah 4-5 judul jurnal per program studi. Koleksi elektronik (e-resources) sebagian besar berasal dari database yang dilanggan oleh perpustakaan. Untuk majalah ilmiah populer dan surat kabar, perpustakaan telah melanggan sejumlah majalah dan surat kabar dalam format cetak masing-masing berjumlah 6 judul. Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah menghimpun seluruh koleksi muatan lokal (local content) yang terimpun dalam repositori. Muatan lokal terdiri dari tugas akhir mahasiswa (skripsi, tesis, disertasi, proceding, laporan penelitian, laporan pengabadian masyarakat) dalam repositori institusi dalam format elektronik (digital). Sampai bulan April 2022, jumlah koleksi lokal konten berjumlah 26.837 dokumen dari berbagai jenis/item. Tabel 2 Jumlah koleksi muatan lokal (local content) Jenis/Item Jumlah (judul) Artikel Jurnal 1.464 Book Section 128 Laporan (Monograph) 213 Artikel workshop/conference 187 Buku 685 Tugas akhir mahasiswa (skripsi, tesis dan disertasi) 30.019 Paten 11 Teaching Resource 102 Dataset 2 Dokumen lainnya 453 TOTAL 33.264 Pengembangan Koleksi Meskipun sejak tahun 2018 perpustakaan tidak melakukan pengadaan koleksi terbaru, koleksi tercetak tetap mengalami penambahan. Sejak tahun 2018 hingga 2020 penambahan koleksi berasal dari sumbangan mahasiswa dan dosen. Berdasarkan standar SNP-PT, penambahan koleksi per tahun paling sedikit 3% dari total koleksi (judul) yang ada. Berikut persentase penambahan koleksi sejak tahun 2018 hingga 2020. Tabel 3 Persentase penambahan koleksi tercetak Tahun Jumlah (eksemplar) Penambahan (eksemplar) % 2017 18.239 2018 18.990 751 4% 2019 19.673 683 4% 2020 20.616 943 5% Gambar 1 Grafik Penambahan Koleksi Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung Berdasarkan tabel dan diagram, penambahan rata-rata koleksi sekitar 4,3%, sehingga dengan demikian melebihi standar yang ditetapkan. Penambahan koleksi lainnya dilakukan dalam format elektronik yaitu penambahan jumlah database jurnal elektronik (e-journal) dan buku elektronik (e-book) yang dilanggan yaitu semula 2 (dua) database menjadi 3 (tiga) database. Koleksi Referensi Koleksi referensi tercetak yang dimiliki Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati berjumlah 2.756 judul yang terdiri dari berbagai jenis, yaitu kamus, ensiklopedia, biografi, bibliografi, handbook, guidebook, kitab, kitab suci, sumber geografi, sumber sejarah dan terbitan pemerintah. Berikut jumlah koleksi referensi berdasarkan jenisnya. Pengolahan Bahan Perpustakaan Pengolahan bahan perpustakaan telah diinventarisasi, dan dideskripsikan sesuai standar, tajuk subjek telah ditetapkan dan disusun secara sistematis menggunakan aturan pengatalogan nasional yaitu Resource Description and Access (RDA), dan Pedoman Pengolahan Bahan Perpustakaan Perpustakaan Nasional RI. Pencacahan (Stock Opname) dan Penyiangan koleksi Buku Pelaksanaan pencacahan koleksi tercetak belum dilakukan secara berkala 1 (satu) tahun sekali sesuai standar. Demikian pula, pelaksanaan penyiangan dalam skala besar belum dilakukan secara berkala sesuai standar yaitu setiap 3 (tiga) tahun sekali. Meski demikian, penyiangan dalam skala kecil tetap dilakukan terhadap koleksi yang mengalami rusak ringan atau koleksi yang dipandang sudah tidak relevan dengan kebutuhan pengguna. Pelestarian Upaya pelestarian koleksi tercetak dilakukan dengan cara menjaga ruangan koleksi selalu mendapatkan pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup. Untuk menjaga koleksi tercetak dari gangguan serangga dan jamur, perpustakaan telah melaksanakan fumigasi pada koleksi sirkulasi. Pelaksanaan perbaikan koleksi tercetak yang rusak telah dilakukan secara berkala. Namun, mengingat sarana perbaikan koleksi masih terbatas, perbaikan diprioritaskan pada koleksi yang mengalami rusak ringan. Adapun kegiatan pengalihmediaan koleksi dari sebuah format ke format lain di perpustakaan belum dilakukan disebabkan sarana dan prasarana dan anggaran yang terbatas. Analisis Koleksi Berdasarkan Standard For Libraries In Higher Education Prinsip koleksi berdasarkan Standard For Libraries In Higher Education meliputi penyediaan sarana bagi pengguna untuk mengakses koleksi yang memadai dalam aspek kualitas, kedalaman informasi, keragaman jenis, format koleksi, dan anggaran/biaya Selanjutnya terdapat indikator kinerja dari aspek koleksi yaitu: 1. Perpustakaan dapat memfasilitasi pengguna dalam mengakses koleksi yang relevan dalam mendukung kegiatan penelitian, kurikulum, dan penguatan institusi. 2. Perpustakaan dapat memfasilitasi pengguna dalam penyediaan koleksi yang terdiri dari beragam jenis dan bentuk/format serta dapat diakses baik manual maupun virtual. 3. Perpustakaan dapat menyediakan akses terhadap koleksi dan sumber informasi yang memiliki keunikan termasuk didalamnya koleksi digital. 4. Perpustakaan menyediakan berbagai infrastruktur yang mendukung proses pengumpulan, pengelolaan, penyediaan akses koleksi, penyebarluasan, dan pelestarian koleksi bagi pengguna. 5. Perpustakaan menyediakan layanan pendidikan pengguna mengenai berbagai isu yang berkaitan dengan perkembangan komunikasi ilmiah yang efisien dan berkelanjutan. 6. Perpustakaan menyediakan akses jangka panjang terhadap berbagai sarana-sarana ilmiah dan budaya. Akses Koleksi Koleksi tercetak di perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dapat diakses secara fisik. Sedangkan koleksi elektronik dapat diakses secara virtual. Khusus koleksi tercetak, perpustakaan menyediakan sarana penelusuran koleksi melalui Online Public Access Catalogue (OPAC) baik dengan perangkat komputer khusus di perpustakaan maupun melalui gawai (gadget). Berdasarkan hasil wawancara dengan bidang pengembangan koleksi, dalam rangka menyediakan koleksi yang dibutuhkan pengguna, pengembangan koleksi tercetak dan elektronik dilakukan berdasarkan survey baik secara tertulis, virtual maupun wawancara kepada pengguna. Selain itu, perpustakaan bekerjasama dengan fakultas dalam menghimpun koleksi yang dibutuhkan dari seluruh program studi. Namun, karena terbatasnya alokasi anggaran, pengembangan koleksi tercetak tidak dapat dilakukan setiap tahun sehingga kontribusi perpustakaan dalam mendukung pembelajaran, kurikulum dan penelitian menjadi kurang optimal. Disisi lain, adanya kebijakan perpustakaan untuk melanggan koleksi elektronik menyebabkan alokasi anggaran pengembangan koleksi tercetak dialikan kepada langganan jurnal dan buku elektronik. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, perpustakaan berupaya mengembangkan repositori untuk meningkatkan peran perpustakaan dalam komunikasi ilmiah. Disamping itu, pihak perguruan tinggi mewajibkan seluruh tugas akhir dan artikel yang dihasilkan baik oleh sivitas akademika untuk diunggah di repositori. Karya ilmiah yang terhimpun di repositori diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dalam pembelajaran dan penelitian baik bagi sivitas akademika. Jenis karya ilmiah yang terhimpun di repositori meliputi artikel (jurnal ilmiah), buku, book section, monoraph, proceeding, bahan ajar (teaching resource) dan kumpulan tugas akhir mahasiswa. Berdasarkan data statistik pemanfaatan koleksi repositori, rata-rata jumlah dokumen repositori yang dinduh sejak Bulan Desember 2021 hingga Bulan April 2022 berdasarkan jenis koleksi adalah sebagai berikut: Tabel 4 Jumlah dokumen repositori yang diunduh Item Jumlah Dokumen yang Diunduh (kali) Article Book Section E-book Tesis Teaching Resource Desember 21 32.878 8.528 116.822 419.950 20.601 Januari 22 21.005 6.585 74.226 340.311 13.323 Februari 22 18.795 6.984 87.580 299.038 15.934 Maret 22 26.846 11.595 140.201 404.105 23.550 April 22 26.041 11.407 121.757 358.640 18.751 Rata-rata 25.113 9.020 108.117 364.409 18.431 Ragam Dan Format Koleksi Berdasarkan hasil wawancara dengan bidang pengembangan koleksi, diperoleh keterangan bahwa meskipun jenis koleksi perpustakaan cukup beragam, namun koleksi audio visual dalam bentuk kaset, video dan mikrofilm sudah tidak dilayankan kepada pengguna. Hal ini disebabkan muatan informasi yang terdapat pada koleksi tersebut telah banyak tersedia dalam format elektronik (digital). Sehingga melalui sarana dan perangkat elektronik yang dimiliki, pengguna dapat semakin mudah mengakses berbagai informasi dalam format elektronik (digital). Keunikan Sebagai perpustakaan yang melayani program studi keagamaan Islam, perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki jumlah koleksi keilmuan keislaman yang cukup besar sebagaimana tertera pada tabel berikut: Tabel 5. Jumlah koleksi Keislaman Koleksi Keislaman Jumlah (judul) Koleksi tercetak 7.330 Koleksi referensi 1.108 Jurnal tercetak 675 Koleksi Khusus 10.977 Koleksi lainnya 162 Repositori (diluar koleksi tugas akhir) 2.155 E-Journal dan e-book yang dilanggan 59.074 JUMLAH 81.481 Pengembangan koleksi keislaman disesuaikan dengan jumlah program studi keislaman yang ada yaitu berjumlah 61 program studi. Pengelolaan koleksi keislaman dikelompokkan ke dalam Kelas Agama Islam dengan nomor klasifikasi 297 atau disingkat 2X. Sedangkan koleksi keislaman yang memiliki kekhasan/budaya setempat belum dilaksanakan oleh perpustakaan karena infrastruktur, sarana dan prasarana serta anggaran yang terbatas. Infrastruktur Berdasarkan hasil wawancara dengan bidang pengembangan koleksi, penghimpunan koleksi tercetak seluruhnya dikelola oleh bidang pengembangan koleksi melalui pembelian berdasarkan hasil survey baik secara tertulis, daring (online) dan wawancara serta masukan langsung dari pengguna baik dosen maupun mahasiswa. Selain melalui pembelian, penghimpunan juga dilakukan melalui penerimaan hibah dan sumbangan. Sedangkan penghimpunan koleksi elektronik, dikelola oleh bagian teknologi informasi melalui survey yang dilakukan secara daring (online). Selain itu setiap karya ilmiah yang dihasilkan oleh sivitas akademika wajib diunggah di repositori. Sumber informasi lainnya dihimpun melalui langganan jurnal dan buku elektronik (e-journal dan e-book). Pengelolaan koleksi tercetak dilakukan secara manual dan otomasi melalui Online Public Access Catalogue (OPAC). Berdasarkan wawancara dengan staf bidang pengolahan koleksi tercetak, sistem otomasi yang digunakan belum mengalami pengembangan. Hal ini dapat diketahui dari beberapa fitur dan layanan teknis pengolahan koleksi masih harus dilakukan secara manual. Salah satu penyebab nya adalah jumlah SDM di bidang teknologi informasi yang masih terbatas.. Adapun pengelolaan koleksi elektronik, perpustakaan menyediakan akses informasi elektronik melalui website dan media sosial yang memuat beberapa tautan informasi elektronik (digital) yang bersumber dari database yang dilanggan, repositori dan juga sumber informasi elektronik lainnya yang bersifat open access. Layanan Pendidikan Pengguna (User Education) Kegiatan pendidikan bagi pengguna perpustakaan (user education) dilaksanakan dalam rangka memberikan informasi dan panduan pemanfaatan koleksi perpustakaan kepada pengguna. Selain itu pendidikan pengguna berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi terkait komunikasi ilmiah yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung proses pembelajaran dan penelitian. Kegiatan pendidikan pengguna di perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung masih terbatas bagi mahasiswa baru melalui kegiatan pengenalan perpustakaan dan layanan perpustakaan. Sedangkan pendidikan pengguna lanjutan berupa literasi informasi dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan penelitian baik bagi mahasiswa maupun dosen belum dapat dilaksanakan. Berdasarkan hasil wawancara dengan koordinator bidang pelayanan, kegiatan literasi informasi merupakan salah satu bagian dari program bidang pelayanan. Meskipun demikian, kegiatan tersebut belum dapat dilaksanakan disebabkan belum terlaksananya pengembangan program peningkatan profesi berkelanjutan secara berkala bagi pustakawan dan staf perpustakaan. Penyediaan akses jangka panjang sarana ilmiah dan budaya Upaya penyediaan akses jangka panjang untuk koleksi fisik masih pada upaya penjagaan dari berbagai faktor-faktor yang akan menimbulkan kehilangan seperti fasilitas keamanan, pemasangan CCTV di setiap lantai perpustakaan, pemasangan gate detector serta pemeliharaan koleksi dari kerusakan dengan cara memelihara suhu ruangan, pemberian kapur barus pada koleksi, pembersihan ruangan dan pengaturan cahaya sinar matahari dan sirkulasi udara serta pelaksanaan fumigasi. Sedangkan dilakukan melalui penghimpunan koleksi sivitas akademika dalam repositori. Proses alihmedia/digitalisasi koleksi fisik/tercetak belum dilakukan disebabkan kurangnya sarana dan prasarana dan SDM yang secara khusus mengelola bidang tersebut.

Conclusion

Berdasarkan uraian diatas, diketahui bahwa indikator koleksi perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah memenuhi standar SNP-PT yaitu jenis dan jumlah koleksi, pengembangan, koleksi yang berasal dari muatan lokal, koleksi rujukan (referensi) dan pengolahan koleksi perpustakaan. Sedangkan pada indikator pencacahan (stock opname) dan penyiangan koleksi buku, belum dilakukan secara berkala sesuai standar. Pada indikator pelestarian, perpustakaan telah melaksanakan upaya pemeliharaan dan penanganan kerusakan koleksi dalam katagori ringan. Sedangkan pengalimediaan buku ke format digital belum dapat diselenggarakan, disebabkan kendala perpustakaan di bidang sarana dan prasarana, serta anggaran yang terbatas. Selanjutnya, Berdasarkan Standard for Libraries in Higher Education, pada indikator akses dan ketersediaan koleksi, pengembangan koleksi tercetak tidak dapat dilakukan setiap tahun disebabkan adanya kebijakan perpustakaan untuk melanggan koleksi elektronik. Dari aspek format, selain koleksi tercetak, perpustakaan telah mengembangkan koleksi elektronik (digital). Pada indikator keunikan, perpustakaan telah mengembangkan koleksi keislaman berdasarkan jumlah program studi keislaman yang ada di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pada indikator infrastruktur, sistem pengolahan koleksi belum mengalami pengembangan. Hal ini diketahui dari beberapa fitur pengolahan yang masih harus dilakukan secara manual. Pada indikator pendidikan dan literasi informasi, perpustakaan telah menyelenggarakan kegiatan pengenalan perpustakaan dan literasi informasi secara berkala kepada mahasiswa baru. Adapun kegiatan literasi informasi lanjutan belum dilaksanakan disebabkan belum terlaksananya pengembangan program peningkatan profesi berkelanjutan secara berkala bagi SDM perpustakaan. Pada indikator askes jangka panjang, perpustakaan baru melakukan upaya pemeliharaan dan pencegahan koleksi tercetak dari kerusakan. Program alihbentuk/digitalisasi koleksi tercetak belum dilakukan. Sedangkan untuk koleksi digital perpustakaan menghimpun seluruh karya ilmiah sivitas akademika dalam repositori dengan berbagai jenis dan dapat digunakan oleh seluruh pengguna di dalam dan diluar perguruan tinggi.