Studi tentang kegiatan pengembangan koleksi terbitan berkala pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat
Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pengembangan koleksi terbitan berkala. Lokasi penelitian ini dilakukan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan Teknik pengmpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Kegiatan pengembangan koleksi terbitan berkala di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Propinsi Jawa Barat” yaitu tahapan-tahapan pengembangan koleksi yang meliputi analisis kebutuhan pengguna, pembuatan kebijakan pengembangan koleksi terbitan berkala, seleksi, pengadaan, penyiangan dan evaluasi telah dilakukan oleh pihak Disusipda Provinsi namun belum semua tahapan dilakukan secara optimal, sehinga masih perlu ada beberapa penyempurnaan dalam beberapa tahapan pengembangan koleksi.
Abstract
This study aims to determine the periodical collection collection activities. The location of this study was conducted at the Regional Library and Archives Service Office of West Java Province. The method used in this study is a qualitative research method with the technique of collecting data through interviews, observation and documentation studies. Based on the results of the study, it is known that the activities of developing periodical collections in the Library and Archives Office of West Java Province ", namely the stages of collection development which include analysis of user needs, policy making, development of periodical collections, selection, procurement, weeding and evaluation have been carried out by Disusipda Province but not all stages have been carried out optimally, so there still needs to be some improvement in several stages of the collection development .
Keywords:
development of collections
· public libraries
· periodicals
Introduction
Dalam upaya mendapatkan informasi, setiap orang memerlukan perpustakaan sebagai sarana penyedia informasi. Perpustakaan juga harus dapat berperan sebagaimana mestinya agar memperoleh tempat yang layak di dunia pendidikan. Peran perpustakaan semakin besar pada saat ini, karena sebagai lembaga informasi yang mampu menyediakan berbagai macam informasi yang dibutuhkan pengguna perpustakaan. Perpustakaan umum dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama public library , yaitu satu dari empat jenis perpustakaan yang ada, yang disediakan untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat umum. Berbeda dengan ketiga jenis perpustakaan lainnya (yaitu; perpustakaan sekolah atau school library, perpustakaan perguruan tinggi atau university library dan perpustakaan khusus atau special library, perpustakaan umum dalam melayani masyarakat pemakai tidak mengenal adanya pembatasan. (E. Kosasih: 1992). Oleh karena demikian mencermati betapa penting dan strategisnya peran perpustakaan umum dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat, selayaknya perlu ditumbuh kembangkan, sehingga dapat mencapai sasaran yang dikehendaki. Adapun aspek penting untuk membuat perpustakaan itu banyak digunakan adalah ketersediaan koleksi yang memenuhi kebutuhan penggunanya. Oleh karena itu supaya dapat berdaya guna memenuhi kebutuhan pemakainya, maka perpustakaan perlu mengembangkan bahan pustaka salah satunya dengan cara pengembangan koleksi terbitan berkala. Menurut Lasa (1990) pengertian terbitan berkala yaitu jenis terbitan secara terus menerus dengan jangka waktu tertentu dan merupakan bentuk publikasi yang memuat berbagai tulisan baik yang umum maupun yang khusus dari berbagai pengarang serta berisi pula berbagai keterangan atau berita dan artikel. Sedangkan Sulistyo-Basuki (1991) menyatakan terbitan yang keluar dalam bagian secara berturut-turut dengan menggunakan nomor urut dan atau secara kronologi, serta dimaksudkan untuk terbitan dalam waktu yang ditentukan. Koleksi terbitan berkala ini pada umumnya memuat informasi mutakhir yang dapat menyajikan informasi terkini kepada penggunanya. Untuk melihat tingkat kemutakhirannya ini bisa dilihat dari frekuensi penerbitannya. Koleksi terbitan berkala merupakan koleksi yang mempunyai kedudukan penting dalam perpustakaan. Koleksi ini membantu didalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat berfungsi sebagai sumber informasi. Adapun jenis terbitan berkala dapat berupa surat kabar, majalah, bulletin, jurnal dan brosur atau pamflet yang ditulis beberapa orang dan diterbitkan oleh lembaga, instansi, yayasan maupun perkumpulan yang membentuk susunan redaksi sebagai penanggung jawab penerbitan ini dan terbit dalam frekuensi tertentu seperti mingguan, bulanan, dwibulanan, triwulan maupun semesteran. Keberadaan koleksi terbitan berkala ini sangat penting dan dibutuhkan oleh pengguna, maka diperlukan pengembangan. Pengembangan koleksi adalah kegiatan untuk menghasilkan bahan pustaka baru di perpustakaan berdasarkan hasil seleksi dan evaluasi bahan pustaka. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengembangan berarti suatu proses, cara, perbuatan mengembangkan, yaitu membuka lebar-lebar, membentangkan, menjadikan besar, meluas, merata, dan menjadikannya maju. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Propinsi Jawa Barat sebagai lembaga perpustakaan dan kearsipan di wilayah provinsi serta sebagai lembaga perpustakaan pembina untuk perpustakaan di bawahnya dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat penggunanya perlu menyediakan sumber informasi yang relevan dengan tuntutan, kebutuhan serta selera masyarakat penggunanya. Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan informasi tersebut adalah melalui pengembangan koleksi termasuk dalam hal ini adalah melakukan pengembangan koleksi terbitan berkala. Oleh karena demikian peneliti tertarik untuk mengkaji kegiatan pengembangan koleksi terbitan berkala yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan kearsipan daerah provinsi Jawa Barat. Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini menyangkut pelaksanaan kegiatan pengembangan koleksi yang meliputi tahap, (1) analisis kebutuhan pengguna, (2) kebijakan pengembangan koleksi, (3) seleksi koleksi, (4) pengadaan koleksi, (5) penyiangan koleksi, serta (6) tahap evaluasi koleksi. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian ini membahas tentang kegiatan pengembangan koleksi terbitan berkala. Ada dua hal dalam kajian teoritis ini yang perlu dijelaskan yakni tentang konsep pengembangan koleksi dan konsep terbitan berkala. Berkaitn dengan pengembangan koleksi adalah salah satu kegiatan utama perpustakaan yang bersangkutan dengan upaya penambahan dan pengadaan bahan pustaka baru pada koleksi perpustakaan untuk menjaga agar koleksi yang tersedia senantiasa memenuhi keperluan/ kebutuhan para pengguna, dengan harapan perpustakaan dapat menyediakan koleksi yang relevan, mutakhir dan up to date. Pengembangan koleksi merupakan kegiatan kerja perpustakaan yang bertugas menyediakan sumber informasi dan memberikan pelayanan informasi kepada pemakai sesuai dengan kebutuhan dan minat pemakainya. (Soeatminah, 1992: 66) dengan kata lain pengembangan koleksi adalah suatu kegiatan mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan koleksi yang dimiliki perpustakaan dengan mengaitkannya kepada kebutuhan pengguna. Untuk mendapatkan koleksi yang demikian adalah tugas perpustakaan sebagai lembaga informasi dalam memilih koleksi yang sesuai dengan kebutuhan. Melalui pengembangan koleksi perpustakaan inilah, kita berusaha memilih koleksi dan menyediakan koleksi dengan maksud untuk disebarluaskan kepada para pemakainya. Sebelum melakukan beberapa tahapan pengembangan koleksi, perpustakaan harus mengetahui dengan jelas apa itu tujuan pengembangan koleksi. Mengenai tujuan pengembangan koleksi Bernhard dalam Yunus Winoto (2018) mengungkapkan 6 (enam) tujuan perpustakaan melakukan pengembangan koleksi : 1) Menambah jumlah koleksi atau mengharapkan untuk memilikinya. 2) Memperoleh koleksi yang ditulis oleh pengarang yang popular dikalangan pembaca. 3) Memenuhi kewajiban perpustakaan untuk menunjang pencapaian tujuan lembaga. 4) Menambah nilai koleksi melaui pengadaan bahan pustaka yang actual dan bahan pustaka dasar dalam suatu subjek penting. 5) Memperoleh bahan-bahan pustaka atau buku-buku referensi yang mampu mensuplai informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. 6) Melengkapi informasi dalam subjek yang masih kurang atau belum ada sama sekali, atau belum mencukupi kebutuhan pemakai. Masih tentang pengembangan koleksi, Edward Evans dalam Yunus Winoto (2018) menyatakan pengembangan koleksi adalah melakukan identifikasi kelebihan dan kekurangan koleksi dan berupaya untuk melengkapinya. Selanjutnya Evan juga menyatakan pengembangan koleksi terdiri dari enam tahapan yang sifatnya cyclical atau terus menerus. Adapun keenam tahapan tersebut yaitu: 1) Tahap Analisis Kebutuhan (community analysis) Tahap analisis kebutuhan atau analisis masyarakat yaitu tahap awal proses pengembangan koleksi untuk melihat siapa segmentasi pemakai perpustakaan. Analisis dapat dilakukan secara formal maupun non formal. Secara formal dilakukan melalui penelitian langsung kepada pengguna/ pemakai perpustakaan dengan melihat factor: Sosial budaya, Tingkat pendidikan, Sosial ekonomi, Minat baca, Usia dan Jenis kelamin (L/P). Sedangkan secara non formal dapat dilakukan dengan cara mengkaji berbagai terbitan dan sumber informasi yang ada untuk kepentingan pengguna. Intinya analisis masyarakat ini perlu dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat tentang kebutuhan informasi dari masyarakat/ pengguna yang akan dilayani oleh perpustakaan yang bersangkutan. Dalam melaksanakan community analysis ini faktor pengguna adalah fokus perhatian. 2) Tahap Kebijakan Pengembangan Koleksi Dari hasil analisis kebutuhan pengguna akan diketahui profil pengguna, karakteristik serta kebutuhan para pengguna perpustakaan tersebut. Setelah diketahui secara lengkap mengenai profil, karakteristik, serta berbagai identitas lain masyarakat pengguna, maka selanjutnya dapat disusun kebijakan untuk pengembangan koleksi. Kebijakan pengembangan koleksi ini berupa dokumen tertulis yang berkaitan dengan pengembangan koleksi. Dalam kebijakan ini biasanya menyangkut masalah bahan pustaka yang akan dikembangkan, anggaran/ dana dan prioritas pengadaan jenis koleksi. Dalam membuat kebijakan pengembangan koleksi sebaiknya dilakukan secara tertulis. Adapun penyusunan kebijakan secara tertulis memiliki beberapa fungsi yakni : a) Pedoman bagi para selector Dengan adanya kebijakan, mereka bekerja lebih terarah karena sasaran jelas, dan dana yang terbatas dapat dimanfaatkan dengan lebih bijaksana. b) Sarana komunikasi Kebijakan akan memberitahu pada para pengguna, pejabat yang berwenang dan pihak lain tentang apa cakupan dan cirri-ciri koleksi yang telah ada dan rencana untuk pengembangan selanjutnya. c) Sarana perencanaan Kebijakan dapat memberikan informasi yang akan membantu dalam proses alokasi dana. Selain fungsi diatas, kebijakan mempunyai manfaat lain diantaranya adalah: Membantu menetapkan metode untuk menilai bahan sebelum dibeli. Membantu memilih cara terbaik untuk pengadaan misalnya langsung dari penerbit atau melalui jobber. Membantu menghadapi masalah sensor dengan menjelaskan bahan macam apa yang akan dibeli dan menunjukan bahwa kebijakan tersebut didukung oleh para administrator lembaga yang bersangkutan. Membantu dalam perencanaan anggaran jangka panjang dengan menetapkan prioritas- prioritas dan garis besar sasaran pengembangan. Membantu merencanakan bentuk-bentuk kerjasama dengan perpustakaan lain seperti pinjam antar perpustakaan, kerjasama dalam pengadaan dan sebagainya. Membantu identifikasi bahan pustaka yang perlu dipindahkan ke gudang atau dikeluarkan dari koleksi. 3) Tahap Seleksi Bahan Pustaka Kegiatan seleksi bahan pustaka adalah kegiatan yang sangat penting dalam pengembangan koleksi. Tersedianya suatu koleksi, baik secara kuantitatif maupun kualitatif merupakan suatu faktor yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan suatu perpustakaan. Menurut M. Idris Suryana (1983: 22) seleksi adalah suatu upaya pustakawan dalam memilih koleksi perpustakaan yang tepat guna dan berhasil guna untuk memenuhi tujuan dan kebutuhan lembaga penaungnya. 4) Tahap Pengadaan Bahan Pustaka Akuisisi adalah suatu proses kegiatan pengadaan bahan pustaka yang dilakukan dengan pembelian, hadiah, hibah, tukar menukar, menerbitkan sendiri, dan titipan koleksi yang diadakan oleh suatu perpustakaan hendaknya relevan dengan minat dan kebutuhan, lengkap, dan terbitan mutakhir, agar tidak mengecewakan masyarakat yang dilayani. Mengenai pengertian pengadaan Peggy Johnson (2009). pengadaan (acquisition) dapat dilihat dari dua pengertian yakni sebagai (1) Process of obtaining and receiving physical library materials or access to online resources. (2) Organizational unit within a library that handles the acquisitions function. Dari pengertian ini pengadaan dapat dilihat sebagai suatu proses dalam memperoleh dan menerima bahan pustaka baik fisik maupun berupa akses ke sumber daya on-line, serta dapat dilihat sebagai sebuah suatu unit dalam organisasi perpustakaan yang menangani akuisisi. 5) Tahap Penyiangan Bahan Pustaka Penambahan koleksi atau bahan pustaka dari waktu ke waktu semakin meningkat sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan adanya peningkatan koleksi ini tidak didukung dengan peningkatan atau penambahan ruangan tempat penyimpanan, penambahan jumlah staf mapun kelengkapan fasilitas pemeliharaan. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk penataan lebih baik koleksi yang ada di perpustakaan. Salah satu kegiatan yang berkaitan dengan penataan koleksi ini adalah penyiangan bahan pustaka. Berkaitan dengan penyiangan David Spiller (1990) dalam bukunya yang berjudul Book Selections mengartikan penyiangan (weeding) sebagai kegiatan pemindahan koleksi dari tempat ke tempat yamg lain, pencabutan koleksi dari jajaran atau penyimpan suatu koleksi ke tempat yang tidak diperuntukkan lagi untuk umum. Sedangkan G Edward Evans (2009) mengartikan penyiangan adalah kegiatan membuang atau memindakan koleksi ke tempat penyimpanan yang disebabkan jarangnya buku digunakan atau dimanfaatkan lagi. 6) Tahap Evaluasi Bahan Pustaka Evaluasi merupakan salah satu bagian yang penting dalam kegiatan pengembangan koleksi. Melalui evaluasi berbagai kelemahan baik dalam proses setiap tahapan maupun hasil dari pelaksanan kegiatan pengembangan koleksi dapat diketahui dan bisa segera diatasi dan disempurnakan. Berkaitan dengan pengertian jika melihat pada kosa kata dalam bahasa Indonesia, kata evaluasi sebenarnya merupakan kata serapan dari bahasa Inggris yaitu evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran (Echols dan Shadily, 2000 : 220). Sedangkan jika dilihat dari pengertiannya evaluasi dapat diartikan sebagai kegiatan yang berkaitan dengan memberikan pertimbangan atau harga atau nilai berdasarkan kriteria tertentu. Selain itu juga ada yang mengartikan evaluasi sebagai suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai daripada sesuatu. Kemudian dilihat dari Tujuan evaluasi menurut Peggy Johnson (2009) hakekatnya adalah untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan koleksi dalam memenuhi kebutuhan para engguna perpustakaan. Sedangkan secara spesifik G Edward Evans dalam Yunus Winoto (2018) menyebutkan beberapa tujuan dari evaluasi koleksi yakni: a) Sebagai dasar dalam melakukan pengadaan bahan pustaka yang lebih realistis yang didasarkan data yang diperoleh dilapangan (hasil evaluasi); b) Sebagai pertimbangan dalam penyusunan anggaran untuk program pengembangan koleksi pada tahun berikutnya; c) Sebagai bahan informasi bagi staf pengembangan koleksi berkaitan dengan kondisi koleksi yang dimiliki perpustakaan. Kemudian mengenai objek dalam penelitian ini adalah mengenai terbitan berkala. Dalam membahas tentang terbitan berkala perlu dibedakan antara pengertian terbitan berseri (serial publication) dan terbitan berkala (periodical oublication). Mengenai terbitan berseri secara sederhana diartikan sebagai terbitan yang dilakukan secara berseri atau serial. Mengenai waktu terbitnya bisa berkala (periodik) tapi juga bisa tidak. Sedangkan pengertian terbitan berkala adalah suatu terbitan yang dilakukan dengan waktu yang tetap biasa harian, mingguan, bulanan, triwulanan, semester, tahunan, dll. Jenis terbitan berkala misalnya surat kabar, majalah, tabloid, dll.
Method
Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Lien (1996: 17) penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang seutuhnya (mendalam dan kontekstual) mengenai suatu hal menurut pandangan manusia yang diteliti. Penelitian kualitatif berhubungan dengan ide, persepsi, pikiran, pendapat, kepercayaan orang yang diteliti tentang suatu topik. Hal ini tidak diukur dalam angka, dan tidak dapat ditetapkan sebelumnya secara jelas dan pasti. Karena itu dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah alat penelitian yang utama. Selanjutnya hasil dari suatu penelitian akan sangat bergantung dari perlengkapan dan ketepatan data yang akan digunakan untuk mengambil kesimpulan. Oleh karena itu, sumber data merupakan faktor penting untuk mendapatkan data yang tepat, akurat serta lengkap. Dalam penelitian ini sumber data dalam penelitian meliputi data primer dan dan sekunder. Sedangkan untuk teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan.
Result
Sebagaimana yang telah diuraikan pada sebelumnya penelitian ini mengkaji tentang kegiatan pengembangan koleksi terbitan berkala yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat. Fokus penelitian ini menyangkut tahapan pengembangan koleksi yang meliputi tahap analisis kebutuhan, kebijakan pengembangan koleksi, seleksi bahan pustaka, pengadaan bahan pustaka, penyiangan bahan pustaka serta tahap evaluasi koleksi bahan ustaka. Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data, maka dapat dikemukakan hasil penelitian sebagai berikut: 1) Tahap Analisis Kebutuhan Koleksi Terbitan Berkala Dalam kegiatan pengembangan koleksi tahap analisis kebutuhan masyarakat pengguna adalah merupakan tahap yang sangat penting dan menentukan keberhasilan kegiatan pengembangan koleksi terbitan berkala. Tahapan ini hakeketnya untuk memotret apa yang menjadi kebutuhan para pengguna perpustakaan dengan melihat berbagai faktor yang terkait dengan para pengguna baik yang bersifat umum maupun khusus seperti data demografi, pendidikan, pekerjaan, keahlian, minat serta kebutuhan pengguna terhadap sumber informasi. Selain itu juga dalam melakukan analisis kebutuhan pengguna juga harus disesuaikan dengan visi dan misi perpustakaan yang bersangkutan disamping itu survei pengguna dengan cara penyebaran kuesioner diperlukan untuk mengetahui masyarakat pembaca dengan begitu pihak perpustakaan dapat menentukan apa saja yang menjadi kebijakan perpustakaan selanjutnya. Masih tentang analisis kebutuhan pengguna, kegiatan ini dilatarbelakangi bahwa masyarakat dalam setiap mencari informasi dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui sistem formal dan informal. Untuk sistem informal memiliki kriteria umum diantaranya sebagai alur pencarian informasi, orang serta rekan dan organisasi yang dirancang dirancang sebagai sumber informasi informal sedangkan informasi biasanya mengenai aktifitas sehari-hari seperti keadaan cuaca, politik, ekonomi dsb. Dan sumber informasi ini bisa didapatkan dari berbagai media yang memuat berbagai aktifitas sehari-hari. Sedangkan informasi formal biasanya didapatkan dari lembaga pusat informasi pemerintah serta lembaga dokumentasi dimana isinya adalah mengenai segala aktifitas yang dilakukan lembaga bersangkutan. Adapun manfaat dari jenis informasi formal ini adalah sebagai pengambilan keputusan. Kemudian dalam melakukan analisis kebutuhan pengguna ini dapat dilakukan melalui dua cara yakni secara formal yaitu pengelola perpustakaan secara resmi atau formal melakukan kajian kebutuhan yang dilakukan oleh lembaganya sendiri atau melibatkan pihak lain, serta secara informasi yaitu mencari informasi tentang kebutuhan pengguna dari berbagai aktiftas sehari-hari serta masukan dari para pengguna perpustakaan. Mengenai tahapan analisis kebutuhan pengguna terhadap koleksi terbitan berkala yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, dari hasil observasi dan wawancara dengan nara sumber terungkap bahwa untuk kegiatan analisis kebutuhan pengguna dalam melakukan pengembangan koleksi terbitan berkala yang selama ini dilakukan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat dilakukan memalui beberapa tahapan seperti melihat karakteristik pengguna Dispusipda Provinsi Jabar seperti pendidikan, pekerjaan, keahlian, lembaga pendidikan yang disekitarnya, keadaan dan jenis terbitan berkala yang ada baik nasional maupun internasional. Dengan melihat aspek pengguna secara umum serta memperhatikan jenis terbitan berkala yang beredal selama ini, maka pihak Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat dapat memotret profil pengguna secara umum serta mendata jenis terbitan berkala yang direkomendasikan untuk disediakan atau dilanggan oleh Dispusipda Provinsi Jawa Barat. Ada hal yang berbeda untuk kegiatan pengembangan koleksi jenis koleksi terbitan berkala dan koleksi yang berupa buku, untuk pengembangan koleksi yang berupa buku biasanya sampai pada tahapan kebiajakan koleksi belum berbicara tentang judul, pengarang atau penerbitnya, namun masih bicara tentang prioritas anggaran dan subjek buku yang akan menjadi prioritas untuk diadakan. Namun untuk pengembangan koleksi terbitan berkala pada tahapan analisis kebutuhan pengguna, pihak pengelola sudah bisa memetakan kebutuhan penguna serta jenis terbitan berkala yang akan disediakan. 2) Tahap Kebijakan Pengembangan Koleksi terbitan berkala Kebijakan pengembangan koleksi merupakan serangkaian keputusan atau ketentuan teknis yang ditetapkan untuk pengembangan koleksi layanan di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Propinsi Jawa Barat. Adapun tujuan dari kebijakan pengembangan koleksi adalah untuk menyediakan bahan pustaka baik yang lama maupun yang baru/up to date yang belum dimiliki Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Propinsi Jawa Barat yang disediakan untuk kepentingan layanan perpustakaan. Kemudian mengenai kebijakan pengembangan koleksi terbitan berkala yang dilakukan Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Propinsi Jawa Barat meliputi : a. Kebijakan teknis untuk pengembangan koleksi terbitan berkala Untuk mencapai sasarannya, perpustakaan perlu meletakkan dasar-dasar kebijakan dalam pengembangan koleksi. Kebijakan pengembangan koleksi yang tertulis berfungsi sebagai: Pedoman bagi para selektor untuk bekerja lebih terarah. Sarana komunikasi untuk memberitahu pada para pemakai, administrator, dewan pembina dan fihak lain, apa cakupan dan ciri-ciri koleksi yang telah ada dan rencana untuk pengembangan selanjutnya. Sarana perencanaan untuk membantu dalam proses alokasi dana. Dalam pelaksanaannya pengembangan koleksi yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Propinsi Jawa Barat tetap harus sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan. Koleksi yang akan dikembangkan adalah bahan pustaka cetak dan non cetak. Untuk bahan pustaka tercetak yang akan dikembangkan terdiri dari buku dan serial. Serial disebut juga terbitan berkala adalah publikasi yang dikeluarkan dengan frekuensi atau kala terbit tertentu yang memuat informasi mutakhir dalam bidangnya. Adapun yang termasuk jenis bahan pustaka ini adalah surat kabar (harian), majalah (mingguan, bulanan), tabloid, jurnal yang terbit dengan jangka waktu tertentu. Seperti tuturan informan pengembangan bahan pustaka berikut ini : “Koleksi terbitan berkala yang akan dikembangkan oleh perpustakaan selain memperbanyak judul baru juga diprioritaskan pada hasil survei minat pengguna dan untuk menjaga koleksi terbitan berkala agar tetap current maka setelah melalui proses pengadaan oleh secretariat, koleksi tersebut langsung dikirim ke bagian layanan terbitan berkala.” (wawancara: April 2019) b. Kebijakan Anggaran dalam pengadaan bahan pustaka berkala Mengenai kebijakan anggaran/dana untuk pengadaan koleksi terbitan berkala didapat dari pemerintah melalui APBD, berlaku sama juga untuk setiap koleksi yang dimiliki Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Propinsi Jawa Barat Barat. 3) Tahapan Pemilihan Koleksi Terbitan Berkala Pengertian seleksi secara sederhana diartikan sebagai tahapan dalam memlih bahan pustaka yang akan diadakan oleh perpustakaan. Dalam melakukan seleksi koleksi jurnal Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat selain memperhatikan prinsip-prinsip seleksi juga mengacu pada alat bantu seleksi yang biasa atau lazim untuk penyeleksian koleksi terbitan berkala. Berkaitan dengan hal ini Yuyu Yulia(1993,: 78) menyebutkan beberapa alat bantu untuk seleksi yakni: a) Katalog penerbit dalam dan luar negeri, para penerbit biasanya mengedarkan katalog dari juduljudul majalah yang diterbitkan sebagai promosi. b) Bibliografi nasional maupun internasional untuk majalah. Secara ideal sarana bibliografi untuk seleksi majalah sebaiknya dikelompokkan menurut subjeknya. Untuk setiap majalah perlu disebutkan tujuan, golongan pembaca, isi, cakupan subjek ada atau tidak adanya indeks, nama penerbit, frekuensi terbit, harga. Ada beberapa sarana bibliografi misalnya : Ulrich’s International Periodical Directory 1989-1990. Misalnya untuk edisi ke-28 memuat hampir 111.950 judul majalah. Irreguler Serials and Annuals : an annual directory. Edisi ke-5 tahun 1978 memuat hampir 32.000 judul majalah. Daftar majalahIPTEK yang diterbitkan PDII LIPI sering dijadikan alat bantu seleksi untu majalah indonesia Daftar majalah yang dilanggan oleh perpustakaan lain dapat memberikan informasi mengenai judul-judul majalah tertentu. Tinjauan atau resensi majalah, yaitu sebuah tinjauan tentang majalah yang ditulis oleh seseorang yang mempunyai pengetahuan yang memadai untuk subjek majalah tersebut sehingga informasinya dapat dipercaya. Mengenai kegiatan seleksi koleksi terbitan berkala sebenarnya dari mulai tahap analisis kebutuhan penguna, pengelola perpustakaan sudah bisa menggambarkan atau memprediksi jenis terbitan berkala yang akan diadakan, sehingga pada tahap seleksi ini untuk lebih mempertegas jenis terbitan koleksi yang akan dilanggan oleh perpustakaan tersebut. 4) Tahap Pengadaan Koleksi Terbitan Berkala Tahap selanjutnya setelah dilakukan seleksi bahan pustaka adalah melakukan pengadaan koleksi terbitan berkala. Untuk jenis pengadaan bahan pustaka secara teoritis dapat dilakukan melalui pembelian, sumbangan maupun tukar menukar. Adapun untuk Dispusipda Provinsi Jawa Barat untuk pengadaankoleksi terbitan berkala mengingat perpustakaan ini merupakan tempat tempat penyerahan hasil karya cetak karya rekam, maka koleksi terbitan berkala yang ada di Dispussipda Provinsi Jabar selain melalui pembelian banyak yang merupakan hasil penyerahan karya cetak dan karya rekam. Berdasarkan data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan daerah Provinsi Jawa Barat Koleksi terbitan berkala yang dimiliki Dispusipda adalah sebagai berikut : Tabel 1 Daftar Surat Kabar No. Daftar Surat Kabar Frekuensi 1. Pikiran Rakyat Harian 2. Kompas Harian 3. Republika Harian 4. Galamedia Harian 5. Kontan Harian 6. Bola Harian 7. Nova Harian 8. Giwangkara Harian 9. Galura Harian 10. Tadjuk Harian Sumber : Dispusipda Jabar , 2018. Tabel 2 Daftar Majalah No. Daftar Majalah Frekuensi 1. Kartini Dwi Mingguan 2. Ayah Bunda Bulanan 3. Femina Mingguan 4. Gadis Dwi Mingguan 5. Fit Bulanan 6. Mangle Mingguan 7. Gatra Bulanan 8. Tempo Mingguan 9. Forum Mingguan 10. Trubus Bulanan 11. Asri Bulanan 12. Swasembada Bulanan 13. Info Komputer Bulanan 14. Chip Bulanan 15. Audio Video Dwi Mingguan 16. Info Bank Bulanan 17. Mobil Motor Bulanan 18 Sabili Dwi Mingguan 19. Intisari Bulanan 20. Arena Bulanan 21. Herba Bulanan 22. Sportif Bulanan Sumber : Dispusipda Jabar , 2018. Tabel 3 Daftar Jurnal dan Bulletin No. Daftar Jurnal dan bulletin 1. Buletin teknik pertanian 2. Buletin penelitian hutan 3. Buletin gerai info kota udang 4. Buletin observasi 5. Bujet : bulletin anggaran 6. Buletin gedung sate 7. Governance 8. Bionatura 9. Cupu manik 10. Asia afrika journal 11. Historia: jurnal pendidikan sejarah 12. Indonesian journal of agricultural 13. Jurnal matematika dan sains 14. Jurnal penelitian dan pengembangan telekomunikasi 15. Jurnal penelitian dan pengembangan pertanian 16. Jurnal penelitian hasil hutan 17. Jurnal penelitian komunikasi 18. Jurnal administrasi bisnis 19. Jurnal Indonesia membangun 20. Jurnal bioteknologi pertanian Sumber : Dispusipda Jabar , 2018. Apabila memperhatikan daftar terbitan berkala yang ada di atas dari hasil pengamatan di lapangan dan sejalan dengan persaingan di dunia penerbitan dan perkembangan teknologi yang berkembang saat, nampakya ada beberapa media masa cetak dan terbitan berkala yang sudah menghentikan kegiatannya. Ada beberapa penerbitan berkala yang mulai beralih ke penerbitan elektronik atau e-journal. Apalagi saat ini beberapa Lembaga baik swasta maupun pemerintah sudah mulai mengurangi melanggan terbitan berkala yang bersifat cetak, sehingga yang terjadi penerbitan berkala cetak distribusinya banyak dilakukan di hotel2 dan tempat wisata lainnya. 5) Tahap Penyiangan Koleksi Terbitan Berkala Koleksi terbitan berkala adalah koleksi yang terbitannya rutin dan berbeda dengan buku. Oleh karena itu pertambahan koleksi terbitan berkala di perpustakaan akan lebih cepat. Oleh karena demikian perlu adanya upaya untuk menangani pertambahan koleksi terbitan berkala ini. Berkaitan dengan hal ini Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kantor Arsip Daerah Propinsi Jawa Barat. Melakukan beberapa langkah dalam melakukan penyiangan bahan pustaka ini. Adapun untuk koleksi terbitan berkala yang sudah tidak up to date lagi, pihak perpustakaan bagian preservasi akan membuatkan bundle untuk dasawarsa tertentu dengan tujuan selain mempersempit ruang juga sebagai temu kembali informasi, apabila sewaktu-waktu informasi itu dibutuhkan. Gambar 1 Alur kerja kegiatan bundle untuk surat kabar dan majalah 6) Tahap Evaluasi Koleksi Terbitan Berkala Kegiatan evaluasi koleksi tertian berkala dilakukan untuk menilai koleksi perpustakaan baik dari segi ketersediaan koleksi itu bagi pengguna maupun pemanfaatan koleksi itu oleh pengguna. Ada beberapa tujuan dilakukannya evaluasi koleksi. Peggy Johnson dalam Yunus Winoto (2018) hakekatnya adalah untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan koleksi dalam memenuhi kebutuhan para engguna perpustakaan. Sedangkan secara spesifik G Edward Evans (2005) menyebutkan beberapa tujuan dari evaluasi koleksi yakni : a) Sebagai dasar dalam melakukan pengadaan bahan pustaka yang lebih realistis yang didasarkan data yang diperoleh dilapangan (hasil evaluasi); b) Sebagai pertimbangan dalam penyusunan anggaran untuk program pengembangan koleksi pada tahun berikutnya; c) Sebagai bahan informasi bagi staf pengembangan koleksi berkaitan dengan kondisi koleksi yang dimiliki perpustakaan. Kemudian mengenai metode dalam evaluasi koleksi baik Evans (2005) maupun Johnson (2009) sama-sama menyebutkan dua metode evaluasi koleksi yakni metode yang berorientesi pada koleksi (collection-based) serta metode yang berorentasi pada penggunaan (use-and user-based). Adapun dari kedua model evaluasi ini sebanarnya pihak Dispusipda Jawa Barat sebenarnya telah melakukan evaluasi namun dalam pelaksanaanya belum terprogram secara baik, sehingga tidak dihasilkan rekomendasi yang harus dilakukan untuk pengembangan koleksi terbitan berkala ini.
Conclusion
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dari pengumpulan data yang telah dilakukan selama penelitian, maka kesimpulan dari penelitian mengenai Kegiatan pengembangan koleksi terbitan berkala di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Propinsi Jawa Barat” yaitu tahapan-tahapan pengembangan koleksi yang meliputi analisis kebutuhan pengguna, pembuatan kebijakan pengembangan koleksi terbitan berkala, seleksi, pengadaan, penyiangan dan evaluasi telah dilakukan oleh pihak Disusipda Provinsi namun belum semua tahapan dilakukan secara optimal. Afa beberapa tahapan yang perlu dilakukan penyemprrnaan dan pengembangan lagi seperti tahap penyeleksian, pengadaan, penyiangan dan tahap evaluasi perlu lebih diperjelas sehingga lebih terukur dan menghasilkan rekomendasi yang jelas untuk pengembangan koleksi terbitan berkala selanjutnya.