Layanan online Perpustakaan Perguruan Tinggi sebelum dan sesudah pandemi covid-19 : Studi perpustakaan UIN Sunan Ampel sejak 2018 hingga 2020
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Abstrak
Adanya pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 banyak memberikan dampak terhadap aktivitas normal yang dilakukan manusia, termasuk kegiatan Perpustakaan UIN Sunan Ampel. Aktifitas layanan secara luring atau offline dihentikan sementara waktu, hal ini dikarenakan untuk menghindari kontak langsung dengan pemustaka sebagai tindakan pencegahan dan penularan Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat kebutuhan pemustaka untuk berkunjung ke website perpustakaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan metode action research. Studi literatur untuk melihat konsep keilmuan yang terkait dengan ilmu perpustakaan dan metode action research untuk melakukan penelitian yang dilakukan secara terus menerus melalui kolaborasi imbal balik antara pustakawan dengan pemustaka, sampai ditemukan pemecahan masalah dalam perpustakaan. Data diolah dan disajikan dalam bentuk angka dan dipaparkan secara deskriptif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa kebutuh an layanan secara online sangatlah penting bagi pemustaka sebagai bentuk komunikasi informasi yang efektif. Layanan informasi terkait sumber informasi dalam menunjang penelitian bagi mahasiswa dan dosen masih sangat dibutuhkan melalui langganan database jurnal dan e-book, perpustakaan UIN bisa melakukan kerjasama antar perpustakaan lainnya. Layanan perpustakaan dituntut untuk memberikan layanan online seoptimal mungkin, perubahan dari layanan manual (luring) ke layanan digital (daring).
Abstract
The existence of the Covid-19 pandemic in early 2020 had many impacts on normal human activities, including the activities of the Sunan Ampel UIN Library.Offline or offline service activities are temporarily suspended, this is due to avoiding direct contact with users as a precautionary measure and transmission of Covid-19. The purpose of this study is to determine how much the level of user needs to visit the library website. The research method used in this research is literature study and action research method. Literature study is to see scientific concepts related to library science and action research methods to carry out research that is carried out continuously through reciprocal collaboration between librarians and users, until solutions to problems are found in the library. The data is processed and presented in numerical form and presented descriptively. The results of this study are that the need for online services is very important for users as an effective form of information communication. Information services related to information sources in supporting research for students and lecturers are still very much needed through subscriptions to journal databases and e-books, the UIN library can collaborate between other libraries. Library services are required to provide optimal online services, a change from manual services (offline) to digital services (online)
Keywords:
online services
· Library
· The Covid-19 pandemic
Introduction
Sebelum virus corona mewabah, manusia melakukan kegiatan komunikasi secara langsung yang berfungsi untuk menyampaikan suatu pesan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Selain memperhatikan hal-hal yang dapat memutus mata rantai virus corona ini, cara berkomunikasi dalam kegiatan sehari-hari menjadi hal yang cukup penting untuk diperhatikan. Sebab ketika manusia melakukan proses komunikasi akan melibatkan individu-individu lainnya. Komunikasi informasi merupakan hal yang dianggap penting karena sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia, terutama dalam layanan Perpustakaan, dimana pemustaka butuh informasi langsung dari pustakawan. Interaksi yang dilakukan oleh pustakawan atau pegawai perpustakaan diterima langsung oleh pemustaka tanpa menggunakan media sebagai saluran untuk menyampaikan pesan dan tidak terdapat jarak di dalamnya. Sehingga komunikasi informasi ini dapat dilakukan secara efektif dan interaktif. Namun, sejak virus corona telah resmi dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, kini semua proses komunikasi secara langsung menjadai terhambat, sehingga pemustaka mau tidak mau dipaksa menggunakan media dalam berinteraksi berkenaan dengan hal-hal yang berhubungan dengan layanan yang ada di perpustakaan. Layanan secara daring menjadi soludsi untuk tetap menjalankan kegiatan layanan di perpustakaan. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, UIN Sunan Ampel sebagai salah satu Universitas Negeri yang berada di Surabaya-Jawa Timur memberlakukan masa layanan daring berdasarkan Surat Edaran Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Nomor 676 tahun 2020 tentang Panduan Tatanan Normal Baru, Adaptif, Produktif dan aman COVID-19 di Lingkungan UIN Sunan Ampel Surabaya. Pertiwi (Kompas, 24 Nop 20) mengatakan “Pandemi covid-19 melumpuhkan ekonomi di banyak negara dunia, tak terkecuali Indonesia. Namun, ekonomi di sektor digital terus menggeliat. Dari semua layanan online berbasis internet, e-commerce, media streaming video dan musik, serta gaming mengalami pertumbuhan yang pesat. Laporan terbaru e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain & Company, “At full velocity: Resilient and Racing Ahead", memprediksi nilai sektor e-commerce Indonesia akan tumbuh 54 persen sehingga mencapai 32 miliar dollar AS atau sekitar Rp 454 triliun di tahun 2020 (Pertiwi, 2020). Seiring berkembangnya teknologi dan internet, sebuah buku, jurnal dan lainnya dapat dipublikasikan dalam bentuk digital menjadi e-book, e-jurnal dan lainnya. Dengan menggunakan media internet, buku-buku digital dapat diunggah dan disebar luaskan kepada pemustaka ataupun masyarakat dari berbagai kalangan. Dalam layanan online perpustakaan, sangat dibutuhkan media sosial PENELITIAN TERDAHULU Penelitian ini tidak lepas dari penelitian terdahulu, hal ini bertujuan sebagai bahan referensi dan pegangan dalam melakukan penelitian yang relevan. Penelitian terdahulu yang berhasil peneliti temukan adalah sebagai berikut: Penelitian yang pertama yaitu penelitian yang dilakukan oleh Putut Suharso et,all (2020) dalam karyanya yang berjudul “Layanan Perpustkaan Perguruan Tinggi dalam menghadapi Pandemi Covid- 19.” Dalam peneltiannya ditemukan bahwa adanya pandemi covid-19 memberikan dampak positip terhadap perguruan tinggi, khususnya perpustakaan untuk melakukan layanan daring, sehingga layanan digital sangat diharapkan untuk pencegahan dan penularan terkait covid-19. Penelitian yang kedua yaitu penelitian yang dilakukan oleh Wulandari dan Nasution (2020) dalam karyanya yang berjudul “Strategi Pemasaran Layanan perpustakaan dalam mengahadapi pandemic covid-19.” Dalam penelitiannya ditemukan bahwa sesederhana apapun bentuk layanan yang diberikan kepada pemustaka akan lebih terarah jika perpustakaan secara terorganisasi melakukan bagaimana seluruh informasi dapat tersalurkan kepada pemustaka secara cepat dan akurat terkait di masa pandemi covid-19. Persamaan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu sama-sama meneliti tentang layanan yang ada di perpustakaan selama pandemi covid-19. Perbedaannya hanya pada layanan sebelum pandemi covid-19, apakah ada pengaruhnya ketika pemustaka berkunjung ke layanan digital, serta mencari solusi terbaik bagaimana menyampaikan informasi penting bagi pemustaka yang ingin berkunjung ke perpustakaan, sementara perpustakaan belum bisa melayani secara luring atau offline. a. Keberadaan Perpustakaan UIN Sunan Ampel Dalam undang-undang Perpustakaan Nomor. 43 tahun 2007 mendefinisikan Perpustakaan sebagai institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekam secara professional dengan system yang baku, guna memenuhi kebutuhan Pendidikan, penelitian, pelestarian informasi, dan rekreasi para pemustaka. Sementara Perpustakaan Perguruan Tinggi yang melayani civitas akademika memiliki fungsi sebagaimana amanatundang-undang tersebut yaitu sebagai wahana Pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Fungsi ini dapat dijabarkan dalam beberapa poin penting berikut: Sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pusat pembelajaran (library-centered teaching). Sebagai pusat penyelia informasi sesuai dengan ruang lingkup Pendidikan (education information centre). Sebagai pusat penelitian literatur (library research) Sebagai tempat rekreasi, dengan menyediakan bahan bacaan berupa karya ilmiah popular, karya fiksi maupun non fiksi (library recreation). Sebagai sumber inspirasi. Sebagai pusat pelestarian berbagai karya ilmiah. Dalam pencapaian peran dan fungsi tersebut, perpustakaan dituntut untuk selalu adaptif dan responsive atas perkembangan informasi akhir-akhir ini, menuntut perpustakaan UIN Sunann Ampel selalu berusaha mengikuti perkembangan dengan menerapkan manajemen dan system layanan berbasis komputer. Untuk itulah perpustakaan UIN Sunan Ampel terus berusaha untuk meningkatkan kualitasnya, baik secara fisik, koleksi maupun sumber daya manusianya. Perpustakaan sebagai pusat penelitian (library research) sejalan dengan peran perpustakaan dalam menunjang pelaksanaan salah satu unsur Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu penelitian. Dalam peran ini perpustakaan berusaha menjadi pusat referensi bagi para peneliti baik dosen, mahasiswa dan karyawan dalam mencari sumber-sumber referensi untuk menyelesaikan penelitiannya. Perpustakaan menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dibidangnya dalam rangka memberikan bantuan kepada peneliti. Berbagai jasa bimbingan dilakukan oleh pustakawan di antaranya; Bantuan penelusuran literature Bimbingan pemakai (orientasi perpustakaan) Layanan referensi dasar dan komplek Bimbingan penyelesaian tugas akhir dan lain-lain. Pada perkembangan selanjutnya perpustakaan UIN Sunan Ampel tidak hanya berorientasi untuk mengembangkan teknologi dan system manajemen yang sudah ada, tetapi perpustakaan mulai mengembangkan kebutuhan-kebutuhannya yang lain, seperti pengadaan dan penambahan koleksi, system keamanan, penambahan SDM yang berbasis pustakawan dan lain sebagainya. Pada akhir tahun 1998, utnuk pertama kalinya perpustakaan mengadakan weeding (pendataan ulang koleksi yang ada), dan hasilnya sangat mengejutkan. Dari hasil pendataan ulang yang dilakukan 20 % dari koleksi buku yang ada tidak diketahui rimbanya. Hal ini membuat pihak perpustakaan berpikir ulang tentang system keamanan yang sudah ada. Mulai tahun 1999 perpustakaan telah membuka layanan internet untuk pengguna perpustakaan sebagai bentuk dari tuntunan kemajuan dan perkembangan teknologi yang pesat. Saat ini perpustakaan telah menyediakan akses yang sangat luas dengan free Wifi di seluruh area perpustakaan. (Arifin & Rodliyah, 2017) b. Konsep Layanan online Internet sebagai jaringan telekomunikasi berbasis online memiliki peran penting dalam menghubungkan komunikasi antara orang yang satu dengan lainnya dalam waktu singkat dan tempat berbeda. Masyarakat dapat mengetahui jasa-jasa yang dikelola dan produk-produk informasi yang dihasilkan oleh perpustakaan melalui internet. Selain menghemat biaya, internet juga membantu meningkatkan kualitas layanan informasi secara cepat dan tepat. Cepat berarti tanggap, petugas online dapat menjawab pertanyaan pengguna jasa dalam waktu seketika, dan tepat berarti tanggap, efektif, petugas dapat menyediakan informasi yang jelas dan tuntas. Kedua hal tersebut dapat terwujud apabila petugas online bekerja secara profesional. Saleh (2010) mendefinisikan “digital library adalah perpustakaan yang mengelola semua atau sebagian yang substansi dari koleksi-koleksinya dalam bentuk komputerisasi sebagai bentuk alternative, suplemen atau pelengkap terhadap cetakan konvensional dalam bentuk mikro material yang saat ini didominasi koleksi perpustakaan.” Hartono (2015) mengatakan bahwa “perpustakaan digital adalah suatu lingkungan perpustakaan dimana berbagai obyek informasi (dokumen, images, suara dan video-clips) disimpan dan diakses alam bentuk digital, dokumen-dokumen lama juga didigitalisasi agar dapat diakses secara elektronik.” Oleh sebab itu di perpustakaan UIN Sunan Ampel dalam pencarian catalog online menggunakan OPAC, pemustaka tidak harus hadir secara fisik di perpustakaan. Cukup dengan tersedianya computer yang terkoneksi internet atau dapat melalui gadget masing-masing pemustaka, maka dapat diperoleh informasi tentang koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan, ketersediaan koleksi di rak, dan koleksi yang dipinjam oleh pemustaka. Penelususran koleksi cetak dengan membuka web http://catalog.uinsby.ac.id, sedangkan penelusuran koleksi repository melelui http://digilib.uinsby.ac.id. Penelusuran e-book melalui http://ebook.uinsby.ac.id. Penelusuran e-journal melalui http://library.uinsby.ac.id. c. Konsep Komunikasi Informasi Pra dan Pasca Pandemi Covid-19 Sebelum pandemi covid-19, perpustakaan UIN Sunan Ampel mengadakan Literasi Informasi Dasar bagi mahasiswa baru setiap tahunnya, setelah mereka dinyatakan masuk dan lolos ujian, maka mereka wajib mengikuti OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus), yang kemudian diganti dengan OSCAR (Orientasi Studi Cinta Akademik dan Almamater, dan tahun 2020 diganti dengan nama PBAK (Pengumuman Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan). Setelah melakukan OSCAR pada tahun 2019, MABA mengikuti Pelatihan Dasar Literasi Informasi secara luring atau offline, yakni dapat mengikuti pelatihan ini di Perpustakaan UIN Sunan Ampel secara bertahap per fakultas yang mengikuti jadwal yang telah dibuat oleh panitia Literasi Informasi. Mereka mendapatkan informasi melalui pustakawan baik dalam layanan dan apa saja yang berkenaan dengan perpustakaan. Mereka bisa bertatap muka dan dapat praktek bagaimana cara meminjam dan mengembalikan buku misalnya, jika ada yang belum dimengerti maka mereka dapta bertanya langsung dan diharapkan mahasiswa bau dapat faham betul. Perkembangan teknologi khususnya teknologi World Wide Web (WWW) yang disebarkan melaui dunia maya (internet) telah mencapai tingkat kemajuan yang luar biasa. Perkembangan yang sangat bermanfaat bagi akademik mereka. Akses terhadap berbagai jenis referensi riset (seperti artikel jurnal, tesis, disertasi dan lain-lain) menjadi sangat mudah dan murah. Berbagai data base online memuat ribuan konten informasi ilmiah dapat diakses dengan mudah karena mereka menyediakan sarana penelusuran (searching tool) dan pengunduhan (downloading) yang baik. Hal ini tentu sangat membantu para akademisi untuk menyelesaikan tugas mereka. Penyelesaian tugas akademis bagi para civitas akademika membutuhkan kompetensi khusus yang dikenal dengan Literasi Informasi. Literasi Informasi adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan, menentukan, mengevaluasi serta menggunakan informasi secara efektif untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Perpustakaan UIN Sunan Ampel sebagai pusat informasi dan sarana penunjang proses belajar mengajar ikut bertanggung jawab dalam meningkatkan literasi informasi civitas akademika. Semenjak pandemi covid-19, layanan perpustakaan dilakukan secara daring, ini dimulai sejak tanggal 20 Maret 2020. Literasi Informasi Dasar yang dilakukan setiap bulan September, maka selama pandemic, pelatihan dilakukan secara daring, sehingga dalam penyampaian Informasi yang berkaitan dengan perpustakaan dapat dilakukan melalui video dan juga PPT (Power Point). Sehingga layanan online dalam New Normal pun dapat beralih kebanyakan dilakukan secara daring, diantaranya yakni; 1. Layanan ku buku Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya bekerja sama dengan PT. Enam Kubuku Indonesia dalam rangka memberikan kemudahan layanan buku digital kepada segenap civitas akademika. UINSA Perpustakaa Digital merupakan layanan koleksi buku digital berbasis smarphone yang bisa diakses melalui HP android. Aplikasi perpustakaan digital ini hadir dengan konsep yang lebih memahami kebiasaan dan kebutuhan mahasiswa dalam membaca buku 2. Layanan peminjaman dan pengembalian selama daring Selama masa kuliah daring layanan peminjaman dan pengembalian koleksi cetak (buku) dilayankan secara tertutup (close acces) dengan pembatasan kuota. Hal ini dalam rangka meminimalkan kontak langsung dan memudahkan sterilisasi Gedung dan sarana perpustakaan. Pembatasan pengguna layanan dimaksudkan untuk memastikan kelancaran layanan karena keterbatasan SDM dalam pelayanan system tertutup. Kuota saat ini dibatasi 100 (serratus) orang dalam sehari dan dapat berubah menyesuaikan kondisi. 3. Layanan perpanjangan daring Perpustakaan UINSA telah melayankan fasilitas perpanjangan daring sejak sebelum adanya Pandemi COVID-19, sebagai salah satu fasilitas layanan daring yang bergabung dalam SMART LOAN, SMART LOAN terdiri dari LOAN Check (peemeriksaan pinjaman secara daring), Re-LOAN (perpanjanagn daring), dan free LOAN (Bebas Pinjam Daring). LOAN Check merupakan fasilitas daring yang memungkinkan pemustaka memeriksa jumlah pinjaman, waktu pengembalian, jumlah keterlambatan, dan sejarah peminjaman secara daring dimanapun dan kapanpun selama terdapat koneksi internet. Sementara Re-LOAN adalah fasilitas untuk melakukan perpanjangan masa pinjam terhadap buku-buku yang telah terpinjam untuk satu periode pinjaman berikutnya dengan persyaratan tidak ada pinjaman yang terlambat atau denda. Free Loan adalah fasilitas untuk mahasiswa calon wisudawan untuk mendapatkan surat keterangan bebas tanggungan pinjaman secara daring. 4. Layanan upload mandiri tugas akhir Ketentuan Umum merujuk pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama RI Nomor: B-759/DJ.I./Dt.I.III/04/2020 tentang perpanjangan Masa Belajar, Tugas Akhir, Penerimaan Mahasiswa Baru dan optimalisasi anggaran untuk proses pembelajaran jarak jauh pada masa tanggap darurat Covid-19, serta Nota Dinas Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, dengan nomor Pt.1200/Un.07/01/R/HM.01/05/2020, maka berikut adalah Panduan Unggah Mandiri Tugas Akhir Masa Pandemi Covid-19. Panduan ini disusun dalam rangka memberikan penjelasan tahap demi tahap proses unggah mandiri tugas akhir oleh mahasiswa. 5. Layanan unggah karya dosen Repository merupakan media publikasi online selruh karya sivitas akademika UINSA, baik dosen, karyawan dan mahasiswa. Karya Ilmiah dalam berbagai bentuk dapat diunggah dalam repository UINSA. Karya dosen UINSA dapat diunggah dalam repository melalui 2 (dua) cara, yaitu; a. Unggah Mandiri oleh dosen b. Unggah oleh petugas 6. Layanan penelusuran sumber-sumber elektronik Perpustakaan UINSA telah menyediakan fasilitas sumber-sumber elektronik yang dapat diakses secara daring baik di dalam maupun di luar kampus. Sumber-sumber tersebut terdiri dari Elektronik Journal (e-Journal), E-Book, dan Repository. Sumber referensi yang tidak hanya sebagai koleksi yang dilanggan atau diadakan oleh UINSA, tetapi juga sumber-sumber berkualitas yang tersedia aksesnya untuk sivitas akademika melalui kerjasama, atau sumber- sumber yang bersifat Open Acces. 7. Layanan check similarity “Turnitin” Layanan check smiliarity karya ilmiah dengan menggunakan software anti plagiasi “Turnitin” merupakan layanan yang dibuka dengan sangat terbatas. Terbatas karena keterbatasan SDM perpustakaan untuk melayani. Untuk itu syarat mendapatkan layanan ini adalah bagi dosen; a. Karya ilmiah belum dipublikasikan dan atau diunggah di repository. b. Karya ilmiah merupakan persyaratan kenaikan jenjang jabatan guru besar. Prosedur Layanan Check Similiarity dengan “Turnitin” a. Mendaftar layanan dengan mengisi form pada tautan https://bit.ly/3hGD7yH b. Mengirimkan file melalui email perpus@uinsby.ac.id dengan menyantumkan NAMA, NIM dan No. HP. c. Konfirmasi pendaftaran via WA ke nomor 082139600122. d. Hasil check smiliarity akan dikirim via email yang dicantumkan pada waktu mendaftar. Demi mencegah penyebaran wabah virus corona (covid-19) Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya memperpanjang masa tutup sampai akhir Januari 2021. Walaupun tidak melayani secara offline, tetapi pengunjung tetap bisa memanfaatkan fasilitas perpustakaan melalui layanan digital (online). Masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan informasi dan ilmu pengetahuan karena Perpustakaan UIN Sunan Ampel sudah memiliki inovasi pelayanan, khususnya pada layanan yang berbasis TIK sehingga siapapun tetap bisa mengakses layanan perpustakaan dimana saja dan kapan saja.
Method
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan studi literatur terhadap konsep keilmuwan bidang perpustakaan, serta menganalisis praktek pelaksanaan layananan online perpustakaan sebelum pandemi dan sesudah pandemi covid-19. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap website perpustakaan didalam dan luar negeri, dalam memberikan pelayanan secara online. Data diolah dan sajikan dalam pemaparan secara deskriptif. Penelitian ini dilakukan selama 3 tahun terakhir, yakni mulai tahun 2018 hingga tahun 2020. Mengatakan bahwa yang dimaksud studi literatur adalah mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain (Sarwono, 2018). Zulganef (2018) menerangkan bahwa metode penelitian action research adalah metode yang digunakan peneliti ketika dia melakukan penelitian yang dilakukan secara terus menerus melalui kolaborasi imbal balik antara perusahaan/organisasi dengan penelitisampai ditemukan pemecahan masalah dalam organisasi tersebut. Sehingga peneliti akan menggabungkan antara studi literatur dengan metode action research, data yang disajikan berupa angka yang kemudian dipaparkan secara deskriptif, sehingga jenis penelitiannya adalah kolaborasi antara kualitatif dan kuantitatif
Result & Discussion
a. Analisis data pengunjung layanan online. Jumlah rata-rata pengunjung perpustakaan secara offline atau secara luring mengalami penurunan, sementara pengunjung secara online cukup meningkat pesat, sekitar lebih dari 100%. Jumlah pengunjung layanan digital perpustakaan UIN Sunan Ampel meningat saat pandemi covid-19. Sejak karyawan banyak yang bekerja dari rumah (WFH), semenjak akhir bulan Maret hingga akhir Desember mengalami peningkatan secara drastis. Aplikasi Telegram Messenger, Whatshap Web dan Instagram (IG) juga sangat meningkat dan dinggap paling efektif untuk layanan selama daring, pemustaka dapat secara langsung tahu jawaban dari pustakawan atau temannya sendiri jika mengetahui informasi dari perpustakaan, baik mengenai layanan peminjaman dan pengembalian buku, layanan unggah mandiri tugas akhir, akses sumber-sumber elektronik, check similarity Turnitin dan sebagainya. b. Pada tahun 2017 dan 2018 banyak pemustaka yang masih berkunjung secara fisik ke perpustakaan, namun pada tahun 2019 mengalami penurunan sedikit. Sdangkan pada tahun 2020, pengunjung mellaui online mengalami peningkatan yang luar biasa. Minat paca pemustaka beralih pada membaca secara online melalui gadget, karena sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga banyak dijumpai buku-buku elektronik (e-book). c. Hal ini dapat dilihat dari contoh tabel pengunjung online di laman http://digilib.uinsby.ac.id dibawah ini; Gb. 1 Tabel Pengunjung Layanan Digilib Th.2015-2020 Gb. 2 Tabel Pengunjung Digilib ke 2 Th. 2015-2020 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pengunjung secara online melalui laman http://digilib.uinsby.ac.id, bahwa pada tahun 2017 ke tahun 2018, ada peningkatan. Dari tahun 2018 ke tahun 2019 pun juga ada peningkatan lumayan cukup tinggi. Sedangkan dari tahun 2019 ke tahun 2020, ada peningkatan walaupun hanya sedikit. Adapun data pengunjung Ebsho tahun 2018 hingga tahun 2020, dapat dijabarkan sebagai berikut; Gb.3 Data pengunjung Ebsco tahun 2018 Database Sessions Total Searches Total Requests Total Full- Text Requests Total Linkout Requests Abstract Requests Turnaways Jan 135 455 227 120 2 105 0 Feb 169 471 193 94 0 99 0 Mar 337 1398 963 380 0 583 0 Apr 295 1111 517 226 3 288 0 Mei 198 500 187 99 0 88 0 Jun 96 329 123 60 0 63 0 Jul 48 155 23 8 0 15 0 Agu 100 398 149 73 2 74 0 Sep 493 1707 545 185 3 357 0 Okt 817 2915 1271 503 3 765 0 Nop 252 697 228 90 2 136 0 Des 590 2098 626 248 1 377 0 Jml Total 3530 12234 5052 2086 16 2950 0 Mean (Nilai Rata2) 294,1667 1019,5 421 173,833 1,33333 245,833 0 Gb.4 Data pengunjung Ebsco tahun 2019 Database Sessions Total Searches Total Requests Total Full- Text Requests Total Linkout Requests Abstract Requests Turnaways Jan 223 665 202 67 0 135 0 Feb 156 476 204 100 1 103 0 Mar 294 971 937 685 0 252 0 Apr 244 778 475 289 2 184 0 Mei 925 3358 722 437 5 280 0 Jun 284 703 289 165 2 122 0 Jul 148 521 119 64 0 55 0 Agu 406 1401 419 177 7 235 0 Sep 857 3108 784 323 5 456 0 Okt 953 3628 685 389 1 295 0 Nop 610 2434 516 196 1 319 0 Des 706 2611 544 252 2 290 0 Jml Total 5806 20654 5896 3144 26 2726 0 Mean (Nilai Rata2) 483,8333 1721,17 491,333 262 2,16667 227,167 0 Gb. 5 Data pengunjung Ebsco tahun 2020 Database Sessions Total Searches Total Requests Total Full- Text Requests Total Linkout Requests Abstract Requests Turnaways Jan 202 629 117 31 0 86 0 Feb 147 504 128 75 0 53 0 Mar 355 1057 860 306 0 554 0 Apr 92 140 206 70 0 136 0 Mei 0 0 0 0 0 0 0 Jun 1 4 3 2 0 1 0 Jul 3 4 1 1 0 0 0 Agu 59 186 85 48 0 37 0 Sep 83 249 105 67 0 38 0 Okt 158 444 100 53 0 47 0 Nop 35 98 18 10 0 8 0 Des 3 12 1 1 0 0 0 Jml Total 1138 3327 1624 664 0 960 0 Mean (Nilai Rata2) 94,83333 277,25 135,333 55,3333 0 80 0 Gb. 6 Data pengunjung online Springer Nature Tahun 2018, 2019 dan 2020 Dari data-data yang ada, pengunjung online Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya dapat kita rekap sesuai tabel di bawah ini; Gb. 7 Rekap data pengunjung online dari data digilib, ebsco dan springer nature Tahun Digilib/Repository Ebsco Springer Nature Total Tahun 2018 116.894 12.234 8.426 137.554 Tahun 2019 157.659 20.654 4.836 183.149 Tahun 2020 160.838 3.327 4.684 168.849 Dari rekap data diatas dapat diketahui bahwa pengunjung layanan online digilib selama pandemi (tahun 2020) mengalami kenaikan, yakni mencapai 160.838 orang dibanding sebelum pandemi (tahun 2018) mencapai 116.894 orang. Tahun 2019, agak naik sedikit dari setahun sebelumnya mencapai 157.659 orang. Sedangkan pengunjung layanan online Ebsco lebih tinggi sebelum pandemi (tahun 2018) mencapai 12.234 orang, sedangkan (tahun 2019), mencapai 20.654 orang daripada setelah pandemi (tahun 2020) hanya mencapai 3.327 orang. Untuk Pengunjung springer nature juga sama lebih banyak ketika sebelum pandemic, di tahun 2018 sebanyak 8.426 orang, tahun 2019 mencapai 4.836 orang, sedangkan tahun 2020 hanya mencapai 4.684 orang, ini lebih sedikit dibanding sebelum pandemi. Akan tetapi dalam layanan online yang lain, misalnya layanan Bebas Pinjam, Peminjaman Buku dan Pengembalian Buku menggunakan media aplikasi Telegram Messenger, Whatshap Web, Google Form dll, mengalami kenaikan yang cukup drastic. Dan ini dapat dibuktikan dengan screenshoot bahwa keaktifan mahasiswa baik S1, S2 dan S3, bahkan Dosen pun juga banyak yang menggunakan media aplikasi tersebut. Pengunjung aplikasi ini naik drastis, dikarenakan dulu sebelum pandemi, media Whatshap Web, Telegram Messenger dan Instagram jarang digunakan untuk menghubungkan antara pemustaka dan pustakawan. Gb. 8 Screenshot Google Form Peminjaman Perpus UINSA Gb. 9 Screenshot Media Whatsapp Web Peminjaman Perpus UINSA Gb. 10 Screenshot Media Telegram Messenger Pengembalian Buku Perpus UINSA Gb. 11 Screenshot Media Telegram Messenger Verifikasi TA Perpus UINSA Gb. 12 Screenshot Media Instagram Perpus UINSA Dari bukti screenshoot diatas, dapat diketahui bahwa melalui media aplikasi sebelum pandemi (tahun 2018-2019), aplikasi ini jarang digunakan, akan tetapi pada tahun 2020 (berlagsungnya pandemi covid-19 hingga sekarang), aplikasi Whatshap misalnya, dapat dilihat dari peminjaman Perpus UINSA ada 201 peserta, jumlah anggota bisa naik turun karena kalau sudah selesai, mereka akan keluar sendiri dari grup. Untuk aplikasi telegram messengergrup verifikasi TA Perpus UINSA diperoleh 1.979 anggota, ada di grup pengembalian buku ada 308 anggota, setelah selesai mereka akan keluar sendiri dari grup itu. Di Instagram mengalami peningkatan di followers ada 4.576 orang. Mereka merasakan kepuasan yang luar biasa, karena mereka mendapatkan jawaban langsung dari para pustakawan dan bahkan temannya sendiri yang mengetahui informasi sebelumnya. d. Peran Komunikasi Informasi. Menurut Hartono (2016), bahwa fakta-fakta seperti kuantitas/jumlah informasi untuk memfasilitasikemudahan lokasi dilakukan sekarang maupun dimasa mendatang oleh pustakawan. Familiarisasi dengan gadget barudan metodologi lokasi informasi untuk sebagian besar penduduk memerlukan panduan dan pustakawan dapat dengan mudah masuk ke dalam peran ini melalui pelatihan. Menurut Suwarno (2014) berpendapat bahwa informasi adalah sesuatu yang dapat dikatakan tidak memiliki batas. Dalam arti, informasi dapat dicari atau di dapatkan dimana saja. Apalagi, dengan adanya jaringan, internet yang telah berkembang dengan cepat. Jaringan internet ini sarat dengan informasi yang sedang mutakhir, yang dengan mudah untuk didapatkan oleh penggunanya. Untuk informasi yang berkaitan dengan perpustakaan UIN Sunan Ampel dapat berubah- ubah. Hal ini dikarenakan bahwa sumber informasi sifatnya tidak terbatas oleh ruang dan waktu, karena sampai saat ini pun dapat diakses oleh siapa pun dan dimanapun berada. Sampai saat ini terutama selama daring, mahasiswa mendapatkan informasi lebih lengkap melelui via Whatshap Web, Insttagram, Telegram Messenger, Facebook dan lain-lain. Perpustakaan UIN Sunan Ampel melalui websitenya http://library.uinsby.ac.id memberikan informasi mengenai layanan yang dapat diakses selama pembelajaran jarak jauh yaitu sumber daya elektronik, layanan bebas pinjam dan panduan unggah mandiri Tugas Akhir Mahasiswa melalui telegram messenger, pengunduhan e-book, pengunduhan e-journal, layanan cek plagiarisme dan sebagainya. e. Inovasi layanan perpustakaan dalam pandemi Covid-19. Virus Covid-19 yang berasal dari China ini telah menyebar luas hingga hampir seluruh dunia. Hampir semua aspek terkena dampak ini, mulai dari Pendidikan, Ekonomi, Politik dan sebagainya, terutama Perpustakaan yang biasanya digunakan untuk belajar, mencari buku untuk berbagai tugas serta mendapatkan informasi. Masyarakat diminta untuk melakukan social distancing/physical distancing yang mengharuskan masyarakat untuk berdiam diri dirumah dan tidak diperkenankan melakukan kegiatan yang bersifat berkumpul secara umum. Khususnya bagi pelajar, mahasiswa dan pekerja pun harus melakukan kegiatannya secara daring atau Work From Home (WFH) dengan melakukan pekerjaan mulai dari belajar, bekerja dan lain-lain dari rumah untuk menekan laju penyebaran covid-19 yang sedang naik. Adapun inovasi layanan yang dilakukan perpustakaan UIN Sunan Ampel adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai Covid-19 dan juga menerapkan protokol kesehatan. Seperti menerapkan Gerakan yang semula 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak) menjadi 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas). Selain itu, tentunya terdapat inovasi lainnya yang digunakan agar mahasiswa pun dapat menikmati layanan perpustakaan walaupun secara daring, sepertiyang telah dijelaskan diatas misalnya adanya layanan digital berupa peminjaman buku melalui “Kububu”, layanan upload mandiri tugas akhir (untuk mendapatkan bebas pinjam), pendaftaran akun repository, layanan unggah repository karya dosen, penulusuran sumber- sumber elektronik, layanan check smiliarity karya ilmiah dengan Turnitin. f. Memberikan informasi penting terkait Covid-19. Pertiwi (Kompas, 2020) mengatakan bahwa “ Pandemi covid-19 melumpuhkan ekonomi di banyak negara dunia, tak terkecuali Indonesia. Namun, ekonomi di sektor digital terus menggeliat. Dari semua layanan online berbasis internet, e-commerce, media streaming video dan musik, serta gaming mengalami pertumbuhan yang pesat.” Harususilo (Kompas, 08-12-2020) mengatakan bahwa “Tidak hanya dalam pembelajaran, pembelajaran dari rumah yang ditetapkan Pemerintah melalui Kemendikbud sebagai dampak pandemi global Covid-19 juga berpengaruh pada sisi finansial dan administrasi pendidikan. Beberapa kampus mengaku pandemi ini membawa dampak pada masalah keuangan kampus menjadi tidak stabil yang umumnya disebabkan berkurangnya jumlah calon mahasiswa dan kesulitan pembayaran biaya pendidikan oleh mahasiswa.” Karena sampai saat ini pandemi masih belum turun atau hilang, maka kebijakan kampus untuk menutup semua layanan, dan layanan perpustakaan dialihkan ke perpustakaan digital. Sehingga perpustakaan memberikan informasi yang terkait dengan layanan melalui website http://library.uinsby.ac.id,http://catalog.uinsby.ac.id, http://digilib.uinsby.ac.id. Pemustaka dapat mengaksesnya dengan membuka link website perpustakaan agar pemustaka lebih mudah mengaksesnya. Selain itu perpustakaan UIN Sunan Ampel juga memberikan bantuan kepada pemustaka, baik mahasiswa yang baru dan lama melalui media Whatshap Web, Telegram Messenger, Instagram dan Google Form. g. Melakukan kerjasama antar perpustakaan Inovasi yang kedua, perpustakaan dapat bekerjasama dengan perpustakaan lain, hal ini melibatkan 2 perpustakaan atau lebih. Kerjasama ini diperlukan karena tidak satupun perpustakaan dapat berdiri sendiri dalam arti koleksinya maupun memenuhi kebutuhan informasi pemakainya. Diantaranya yang ditulis oleh administrator IAIN Jembar bahwa “Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN).Forum ini merupakan forum kerjasama antar perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri Se-Jawa. Bentuk kerjasamanya adalah resource sharing yakni penggunaan bersama sumberdaya informasi dan bahan pustaka yang dimiliki oleh masing- masing anggota forum ini. Forum ini menerbitkan “KARTU SAKTI” yang salah satu keuntungan pemegang kartu sakti tersebut adalah terbebas dari biaya kunjungan. Adapun perguruan tinggi yang tergabung dalam FKP2TN tersebut adalah: UNS Surakarta ISI Yogyakarta UNSRI Palembang UNESA Surabaya UNAIR Surabaya UNIBRAW Malang ITS Surabaya UGM Yogyakarta UNSOED Purwakarta UT Jakarta Universitas Riau Universitas Lampung POLTEK Negeri Malang IAIN Walisanga UPIBandung Universitas Negeri Jakarta Universitas Negeri Jember Universitas Negeri Malang UIN Sunan Ampel Surabaya UIN SUKA Yogyakarta Universitas Negeri Semarang UNIJOYO Bangkalan UNDIP Semarang STSI Solo UIN Syarif Hidayatulloh IAIN Jember Universitas Yogyakarta Universitas Bengkulu UIN Malang STAIN Salatiga ITB Bandung Akademi AL Surabaya Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS). APPTIS yang sebelumnya bernama Jaringan Perpustakaan Perguruan Tinggi Agama Islam (JAPTAI). Jaringan ini dideklarasikan pada Agustus 2007 di UIN Sunan Ampel Surabaya. Jaringan ini mewadahi perpustakaan Perguruan Tinggi Islam di seluruh Indonesia baik negeri maupun swasta. Program utama jaringan ini adalah membangun pangkalan data bibliografi bersama untuk dikembangkan menjadi Digital Library. Kemudian, pada tanggal 13 Agustus 2011 JAPTAI diganti menjadi Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS). APPTIS merupakan wadah untuk mempertemukan aspirasiaspirasi para pemimpin perpustakaan perguruan tinggi Islam dengan para pemangku kepentingan di Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Kementerian Agama RI.(Perpustakaan IAIN Jember, nd) Kerjasama yang kedua pata tahun 2020, dikarenakan adanya pandemi yang tak kunjung menurun sehingga mau tidak mau perpustakaan melakukan layanan daring dan bekerjasama dengan PT. Enam KUBUKU Indonesia, yakni adanya Kebijakan Privasi bahwa komitmen nyata dari UIN Sunan Ampel Surabaya untuk menghargai dan melindungi setiap data atau informasi pribadi Pengguna aplikasi UIN Sunan Ampel Surabaya maupun aplikasi - aplikasi turunannya, (selanjutnya disebut sebagai "Aplikasi"). Kebijakan Privasi ini menetapkan dasar atas perolehan, pengumpulan, pengolahan, penganalisisan, penampilan, pembukaan, dan/atau segala bentuk pengelolaan yang terkait dengan data atau informasi yang Pengguna berikan kepada UIN Sunan Ampel Surabaya atau yang UIN Sunan Ampel Surabaya kumpulkan dari Pengguna, termasuk data pribadi Pengguna, baik pada saat Pengguna melakukan pendaftaran di Aplikasi, mengakses Aplikasi, maupun mempergunakan layanan-layanan pada Aplikasi (selanjutnya disebut sebagai "data"). Dengan mengakses dan/atau mempergunakan layanan UIN Sunan Ampel Surabaya, Pengguna menyatakan bahwa setiap data Pengguna merupakan data yang benar dan sah, serta Pengguna memberikan persetujuan kepada UIN Sunan Ampel Surabaya untuk memperoleh, mengumpulkan, menyimpan, mengelola dan mempergunakan data tersebut sebagaimana tercantum dalam Kebijakan Privasi maupun Syarat dan Ketentuan UIN Sunan Ampel Surabaya. (Perpustakaan UIN sunan Ampel, 2020)”. Kerjasama yang ketiga ditulis Nur Cahya dalam UINSA Newsroom, Jumat (27/09/2019); Jumat, 27 September 2019, UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya secara resmi menggelar Launching BI Corner Dalam Pekan Kunjung Perpustakaan 2019. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama UINSA dengan Bank Indonesia (BI), khususnya di bidang pengembangan pendidikan dalam bentuk beasiswa. Kelompok mahasiswa penerima Beasiswa BI yang bisa disebut dengan GenBI (Generasi Baru Indonesia) menginisiasi dibukanya BI Corner yang berlokasi di Lobby Perpustakaan UINSA tersebut. BI Corner ini nantinya akan menjadi titik kumpul, sarana diskusi, serta aneka literasi yang berkaitan dengan dunia perbankan, ekonomi, dan atau bisnis. Sementara itu, Dra. Wahidah Zein Br. Siregar, MA., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, yang hadir mewakili Rektor UINSA mengaku bersyukur dapat hadir dalam kesempatan yang berbahagia tersebut. Keberadaan BI Corner diharapkan dapat menjadi sarana literasi bagi mahasiswa, “Reading to accumulate knowledge. Ini juga ditopang dari bantuan BI yang luar biasa,” ujar Dra. Wahidah, Ph.D. Bantuan beasiswa yang diberikan BI, dinilai Dra. Wahidah, Ph.D.,sebagai bentuk apresiasi luar biasa bagi UINSA, PTKIN dibawah komando Kementerian Agama yang masih butuh banyak support. “Kami tentu merupakan bagian kecil dari sekian banyak urusan Kementerian Agama Cahya, 2019). Dan masih banyak lagi kerjasama yang dilakukan oleh perpustakaan UIN Sunan Ampel, termasuk kerjasama dengan luar negeri yang hubungannya dengan E-Journal. Daftar Jurnal Ilmiah Open Access yang sudah cukup terkenal dan menjadi rujukan banyakilmuwandunia dapat diakses melaui Directory of Open Access Journals (DOAJ) pada alamat doaj.org, diantara jurnal-jurnal itu adalah: BioMed Central the open access publisher (biomedcentral.com), Frontiersin.com, Chemistrycentral.com, Springeropen.com, PLOS Public Library of Science. www.plos.org, Copernicus Publications (publication.copernicus.org) dll. h. Menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka Wulndari dan Nasution (2020) berpendapat bahwa “Dalam masa pandemic ini, perpustakaan baik di Indonesia maupun di luar negeri telah merubah kegiatan perpustakaannya menjadi dalam bentuk online/digital dimana pengguna perpustakaan dapat mengaksesnya dimanapun dan kapanpun. Setiap perpustakaan dapat mengambil peluang di setiap situasi yang ada dengan mengembangkan inovasi-inovasi yang telah diterapkan maupun dalam proses membentuk inovasi baru untuk memperluas jangkauan perpustakaan dan memperbesar eksistensi perpustakaan di mata masyarakat.” Purwani Istiana (2019) mengatakan bahwa “Melalui survey kepuasan pengguna perpustakaan, dapat diketahui apakah pengguna puas atau tidak puas atas produk atau jasa yang telah diterimanya. Evaluasi berupa survey kepada penerima layanan (pemustaka) sebagai salah satu pedoman dalam menentukan sasaran mutu yang akan dicapai oleh perpustakaan dalam tahun berikutnya. Yang selanjutnya secara lebih rinci tertuang dalam program kerja atau rencana kerja yang akan dilakukan perpustakaan untuk mencapai apa yang menjadi harapan pengguna perpustakaan.” Rodiyah dan Rohai Inah Indrakasih (2 Juni 2020) menyimpulkan bahwa “Begitu besar harapan dan persepsi pemustaka terhadap perkembangan perpustakaan menuju New Normal Lifestyle, yakni dengan 4 konsep; Konsep Green Library, maksudnya menjadikan perpustakaan yang sejuk, baik lingkungan dan penghuninya, ramah tamah, tegur sapa, bersih (adanya kesediaan air bersih dan hand sanitilizier), hijau, indah dan keamanan yang terjamin bagi pengguna perpustakaan. Konsep Academic Library, maksudnya perpustakaan menjadi pusat ilmu pengetahuan dan ketrampilan pada sistem e-learning, e-research dan Information Literacy. Konsep Supermarket Library, yaitu layaknya supermarket, perpustakaan menawarkan jasa dan produk sesuai kebutuhan manusia, banyak diskon, banyak melakukan promosi, memiliki pertunjukan-pertunjukan seni maupun ilmiah sehingga menarik pelanggan untuk hadir di perpustakaan, mendatangkan orang-orang hebat yang memiliki karakter dan pengetahuan yang beragam. Konsep Home Library yaitu perpustakaan layaknya sebuah rumah yang lengkap fasilitasnya: ada mushola, ada ruang lobby, ada beranda, ada ruang makan dan minum, ada wifi dan sebagainya.
Conclusion
Akibat pandemi covid-19 ini kita diwajibkan untuk bekerja, belajar dan melakukan aktifitas dirumah, dimana sebelumnya kita melakukannya di luar rumah. Semuanya terkena dampak dari pandemi covid-19, khususnya perpustakaan. Di masa seperti ini para mahasiswa, dosen dan karyawan di lingkungan UIN Sunan Ampel, kebanyakan dari mereka banyak yang memfokuskan pada media social maupun media online lainnya, seperti Line, WhatsApp, Telegram Messenger, Facebook, Twitter dan Instagram. Dengan adanya pandemi corona ini memaksa kita semua untuk terus berusaha dan berikhtiar mencari solusi pada setiap masalah yang muncul akibat virus ini, sehingga dapat menyadari hikmah yang dapat dipetik dari adanya pandemi ini. Dari rekap data diatas dapat diketahui bahwa pengunjung layanan online Digilib, Ebsco Host, Springer Nature sebelum pandemi yakni tahun 2018-2019 hingga sebelum 20 Maret 2020 tidak berpengaruh dengan tingkat naik turunnya pengunjung secara online. Beda dengan pengunjung melalui media aplikasi Whatshap Web, Telegram Messenger, Instagram, Google Form, dari aplikasi ini kenaikan pengunjung online naik drastis ketika pandemic berlangsung hingga sekarang (saat New Normal). Untuk aplikasi telegram messenger grup verifikasi TA Perpus UINSA misalnya, diperoleh 1.979 anggota. Sedangkan di Instagram mengalami peningkatan di followers ada 4.576 orang. Mereka merasakan kepuasan yang luar biasa, karena mereka mendapatkan jawaban langsung dari para pustakawan dan bahkan temannya sendiri yang mengetahui informasi sebelumnya. Sedangkan untuk pelayanan online sebelum pandemi Covid-19, perpanjangan buku, penelusuran catalog, layanan bebas pinjam dapat dilakukan secara offline atau luring. Sedangkan selama pandemi Covid-19 pelayanan online pinjam buku dialihkan ke layanan daring dengan menggunakan layanan KUBUKU, layanan bebas pinjam secara offline dialihkan ke layanan daring melalui media Telegram. Begitu juga dengan layanan unggah karya dosen, layanan sumber-sumber elektronik, layanan cek similarity “Turnitin”, yang semuanya jika pemustaka kurang tahu informasi tentang layanan yang dilayankan sejak pandemi hingga saat ini, dapat bergabung ke link yang telah diinformasikan lewat Telegram Perpus UINSA atau Instagram Perpus UIN Sunan Ampel.