Pemanfaatan Jurnal Elektronik yang Dilanggan Undip oleh Dosen sebagai Referensi Penelitian Skema Riset Pengembangan dan Penerapan
Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro
Abstrak
Penelitian ini mengkaji tentang pemanfaatan Jurnal yang dilanggan Undip oleh dosen sebagai referensi penelitian dalam skema riset pengembangan dan penerapan pada masa pandemi covid-19. UPT Perpustakaan Undip sebagai pengelola e-Resources Undip tidak dapat mengetahui jumlah dosen yang mengakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Jurnal yang dilanggan Undip oleh dosen sebagai referensi penelitian dalam skema Riset Pengembangan dan Penerapan pada masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif untuk menunjukkan pendekatan dengan memahami dan mengeksplorasi pada penyelidikan ilmiah. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara tak terstruktur dan dokumentasi. Tujuh orang informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis data domain, dengan teknik ini peneliti berhasil mengungkap bagaimana para dosen memanfaatkan aplikasi Jurnal yang dilanggan Undip yang telah disediakan oleh universitas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dosen telah mengeksplor database e-journal internasional yang disediakan aplikasi Jurnal yang dilanggan Undip dan memanfaatkannya sebagai referensi dalam proses penulisan proposal, laporan dan juga luaran penelitian skema Riset Pengembangan dan Penerapan. Dosen menemukan literatur-literatur yang relevan untuk referensi penelitian skema Riset Pengembangan dan Penerapan.
Abstract
This study examines the use of Undip Subscribed Journals by lecturers as research references in the development and application research scheme during the COVID-19 pandemic. Undip Library UPT as Undip e-Resources manager, cannot know how many lecturers have access. This study aims to find out how to use the journals subscribed to by Undip by lecturers as research references in the Research Development and Application scheme during the Covid-19 pandemic. The method used in this research is a qualitative method to demonstrate the approach by understanding and exploring scientific investigations. Data collection techniques using observation, unstructured interviews, and documentation. Seven informants were selected using the purposive sampling technique. The data obtained were analyzed using domain data analysis, with this technique, the researcher revealed how the lecturers used the Undip subscribed Journal application that the university had provided. The study results show that lecturers have explored the international e-journal database provided by the Journal application subscribed to by Undip and used it as a reference in writing proposals, reports, and research outputs for the Research Development and Application scheme. Lecturers find relevant literature for research references for Research Development and Application schemes.
Keywords:
e-journal database
· lecturer
· research
· the development and application research scheme Undip Subscribed Journals
Introduction
Jurnal elektronik menyajikan karya ilmiah dan artikel yang dapat diakses melalui jaringan internet (Wulandari et al., 2020). Umumnya e-journal dapat memberikan akses bebas kepada pengguna dengan mudah hanya dengan melakukan penelusuran. Khususnya pada masa pandemi Covid-19, penelusuran informasi sangat populer untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan informasi. Terutama dalam penelitian, karena kredibilitas sumber informasi yang valid pada e-journal dapat dipercaya. Tetapi, artikel ilmiah pada database e-journal masih terbatas aksesnya atau hanya diperuntukkan bagi yang berlangganan. Sehingga, lembaga pendidikan berlangganan database e-journal untuk mendukung sumber referensi bagi para penelitinya. Salah satunya Universitas Diponegoro yang memiliki visi yaitu menjadi universitas riset yang unggul (Universitas Diponegoro, 2012). Dilansir dari pengelola EResources Undip, database e-journal yang dilanggan pada tahun 2022 yaitu, salah satunya seperti ScienceDirect, Springer Link, Nature, EBSCOhost, JSTOR Archives Complete Edition, yang kemudian diberi nama Jurnal yang dilanggan Undip. Universitas Diponegoro telah melakukan integrasi pada seluruh sumber daya layanan aplikasi yang dimiliki, untuk dapat diakses oleh warga UNDIP (dosen, mahasiswa, dan staf) hanya dengan menggunakan satu akun, yaitu melalui sistem Single-Sign-On (SSO). Sistem ini merupakan cara warga UNDIP untuk mengakses Jurnal yang dilanggan Undip dimanapun dan kapanpun, seperti pada masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan untuk WFH (work from home) dan perkuliahan daring. Jurnal yang dilanggan Undip dapat membantu para dosen untuk memenuhi kebutuhan informasi, salah satunya sebagai bahan atau sumber referensi penelitian. Penelitian yang dilakukan dosen merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini merupakan upaya untuk mengembangkan keilmuan setiap bidang dan kemajuan bagi bangsa dan negara. Menurut Peraturan Rektor Universitas Diponegoro Nomor 27 Tahun 2016 Tentang Kegiatan Penelitian dan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat mengatakan bahwa seluruh kegiatan penelitian dan PPM di UNDIP dikelola dan dikoordinir oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) (Universitas Diponegoro, 2016). Hal ini dilakukan oleh Universitas Diponegoro sebagai kontribusinya kepada negara dan menjadi universitas riset yang unggul. Salah satunya penelitian skema Riset Pengembangan dan Penerapan (RPP) (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2021). Adapun menurut buku panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Undip tahun 2021 menjelaskan, Riset Pengembangan dan Penerapan (RPP) merupakan penelitian kompetitif yang lebih diarahkan untuk menciptakan dasar inovasi dan pengembangan IPTEKS (penelitian terapan). Guna mendukung tujuan dari Riset Pengembangan dan Penerapan (RPP), Jurnal yang dilanggan Undip menjadi fasilitas yang dapat diakses oleh peneliti dalam memenuhi kebutuhan sumber referensi. Pada kenyataan di lapangan bahwa pemanfaatan Jurnal yang dilanggan Undip masih terbilang sedikit dengan melihat dari jumlah dosen tetap sebanyak 1.729 orang dan mahasiswa sebanyak 52.945 orang (PDDikti - Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, n.d.). Kemudian, pemanfaatan e-journal yang mengunduh artikel pada periode Januari-Desember di tahun 2021 memiliki rata-rata sebanyak 10.666 artikel. Hal ini menunjukkan hanya 20% yang memanfaatkan Jurnal yang dilanggan Undip. Menurut staf UPT Perpustakaan Undip yang mengelola e-Resources Undip, perpustakaan tidak dapat mengetahui jumlah dosen yang mengakses, hanya dapat melihat secara keseluruhan jumlah artikel yang didownload. Sedangkan Jurnal yang dilanggan Undip dimanfaatkan oleh semua civitas akademika, termasuk dosen yang melakukan penelitian, yang mana membutuhkan referensi dalam penyusunan atau pelaksanaan penelitiannya. Oleh sebab itu, penelitian ini perlu dilakukan, karena secara sistem tidak bisa mengetahui berapa banyak artikel yang diakses sehingga evaluasi mengenai pemanfaatan Jurnal yang dilanggan Undip kurang maksimal. Hal ini yang merupakan landasan bagi peneliti untuk melakukan kajian, dengan objek penelitian Jurnal yang dilanggan Undip sebagai platform (aplikasi) yang digunakan oleh dosen untuk mencari sumber informasi dan referensi. Penelitian mengenai pemanfaatan e-journal sebagai referensi penelitian menjadi hal yang penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan e-journal dengan kesadaran, penggunaan, preferensi, dan masalah pada dokumen informasi yang dilanggan perpustakaan (Istiana & Purwaningsih, 2016; Parmar, 2019). 2. Landasan Teori 2.1 Konsep E-Journal Sumber daya elektronik penting dan berguna dalam semua disiplin ilmu, karena akses dan penggunaan sumber daya elektronik sangat penting bagi para pengakses. Hal ini menjadi peluang jurnal ilmiah untuk menyebarluaskan artikel-artikel ilmiahnya. Jurnal ilmiah dianggap sebagai media yang paling kredibel dan terpercaya. Menurut Ali dan Nisha (2011), e-journal yang dipublikasi telah melalui proses tinjauan sejawat serta pengarsipan hasil penelitian untuk ketersediaan jangka panjang telah membantu jurnal ilmiah mencapai posisi yang kokoh. Teknologi digital melahirkan e-journal sebagai publikasi ilmiah yang menjadi sumber informasi bagi penggunanya. E-journal merupakan publikasi elektronik yang menerbitkan dan mendesiminasikan karya atau artikel ilmiah dari para peneliti dengan melalui proses peer-review oleh para ahli yang sesuai dengan bidang ilmu peneliti. Menurut Ali dan Nisha (2011), jurnal disebut e-journal jika isinya diproduksi dan disimpan dalam bentuk elektronik; jika konten ini dapat dipindai dalam database dan diambil secara online, maka dapat disebut jurnal elektronik. Jurnal ilmiah semakin populer dalam mengkomunikasikan dan bertukar hasil penelitian, jurnal ilmiah dianggap sebagai media yang paling disukai. E-journal adalah publikasi berseri yang produk akhirnya tersedia dalam format digital dan online, artikel yang akan dipublikasikan akan ditinjau sejawat atau seseorang yang ahli sesuai bidang ilmu peneliti yang mengirimkan artikelnya (Khan & Ahmad, 2009). Konsep e-journal yang tidak mengacu pada satu objek homogen, hal ini berpengaruh terhadap publikasi artikel ilmiahnya. Setiap e-journal memiliki fokus dan ruang lingkup (focus and scope) disiplin ilmu pada masing-masing e-journal. Fokus dan ruang lingkup ini mendorong penekanan khusus pada beberapa tema yang muncul dalam perkembangan pemikiran setiap disiplin ilmu (Porta, 2009). Hal ini juga memudahkan pengguna e-journal dalam melakukan pencarian dan penelusuran informasi sesuai dengan kebutuhan informasinya sehingga, pengakses dapat memilih bidang ilmu pada fitur yang telah disedikan oleh e-journal. 2.2 Pemanfaatan E-Journal sebagai Sumber Referensi Penelitian Sumber daya elektronik berguna bagi seorang peneliti, pemanfaatan e-journal yaitu untuk mendapatkan pengetahuan penting pada penelitian. Setiap penelitian memerlukan sumber referensi untuk memperkuat pemikirannya dalam melakukan suatu riset sehingga, e-journal memiliki peran sebagai sumber referensi yang cukup kokoh. Sebenarnya referensi dapat ditemukan dari berbagai sumber informasi seperti buku, narasumber, dan jurnal baik secara offline maupun online. Namun, perkembangan teknologi dan informasi yang semakin maju dan canggih mengubah perilaku pencarian informasi setiap individu dari secara offline menjadi cenderung memilih online atau digital. Hal ini diungkapkan juga oleh Arshad dan Ameen (2018) mencatat bahwa munculnya sumber informasi elektronik secara signifikan mengubah perilaku peneliti akademis dalam melakukan pencarian informasi. Perubahan perilaku pencarian informasi ini, terjadi juga pada kegiatan pemanfaatan e-journal oleh peneliti. Cara akses e-journal sangat mudah dengan perkembangan informasi dan komunikasi teknologi (Mondal & Dutta, 2020), terutama banyak lembaga perguruan tinggi yang melanggan beberapa e-journal (Kamim & Christiani, 2019) guna memenuhi kebutuhan informasi kalangan civitas akademika. E-journal membantu individu untuk dapat mudah mengakses kebutuhan informasi yang mutakhir dan kredibel. Adapun menurut Handayani et al., (2019), Sifat yang dimiliki oleh jurnal biasanya lebih aktual karena sering mengkaitkan dengan masalah yang ada di lapangan dengan tinjauan teoritis. Sifat aktual yang dimiliki e-journal, dapat menghasilkan kualitas informasi yang mutakhir dan kredibel, sehingga e-journal dapat menjadi sumber informasi atau referensi dalam memenuhi kebutuhan informasi setiap pengaksesnya (Azwar & Amalia, 2017; Wulandari et al., 2020). Salah satunya para peneliti yang menggunakan e-journal sebagai referensi dalam melakukan penelitiannya. Hal ini menunjukkan bahwa e-journal dapat dimanfaatkan sebagai sumber referensi pada setiap penelitian guna memperkuat argumen (Handayani et al., 2018) peneliti dalam melakukan risetnya sehingga, penelitian dapat menunjukkan tidak bersifat subjektif. 2.3 Pemanfaatan E-Journal pada Masa Pandemi Sejak terjadi pandemi Covid-19 yang memberikan dampak besar dalam perubahan tatanan kehidupan secara global, pemerintah melakukan tindakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga lockdown wilayah guna mengurangi penyebaran virus corona. Hal ini mengakibatkan institusi pendidikan menerapkan work from home, yang mendorong civitas akademika beralih ke e-learning untuk dapat mengakses sumber daya secara online di rumah (Odili et al., 2020). Salah satunya pemanfaatan e-journal dengan penelusuran secara daring yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja untuk memenuhi kebutuhan informasi belajar atau referensi penelitian. Adanya pandemi Covid-19 telah mengharuskan civitas akademika untuk memanfaatkan sumber daya elektronik. Para civitas akademika dapat memanfaatkan e-journal yang telah dilanggan dan disediakan oleh perpustakaan secara online. Namun, terkadang civitas akademika tidak memperhatikan keberadaan e-journal dikarenakan beberapa faktor, salah satunya jurnal yang ada terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna (Angelina & Desriyeni, 2018). Maka dari itu, perlu adanya peningkatan sumber daya informasi dari perpustakaan. Menurut Abdillahi (2020) peningkatan dalam mengaktifkan ketersediaan dan pemanfaatan e-resources akan membantu civitas akademika memenuhi kebutuhan keterampilan teknis untuk mengatasi lingkungan baru ini. Hal ini dapat membantu civitas akademika terutama dosen untuk aktif memanfaatkan e-journal yang telah dilanggan. 2.4 Skema Riset Pengembangan dan Penerapan Perguruan tinggi memiliki tri dharma sebagai kegiatan civitas akademika, yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah untuk memperoleh informasi, data, dan/atau keterangan dalam usaha antara lain penciptaan, penemuan (invensi), pemahaman, pengujian perekayasaan, pengembangan dan/atau penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Universitas Diponegoro, 2016). Penelitian setiap perguruan tinggi memiliki skema penelitian yang telah ditentukan sebelumnya. Salah satunya penelitian dengan skema riset pengembangan dan penerapan (RPP) merupakan salah satu skema riset yang diadakan oleh Universitas Diponegoro sebagai skema riset penelitian kompetitif yang lebih diarahkan untuk menciptakan dasar inovasi dan pengembangan IPTEKS (penelitian terapan). Riset pengembangan dan penerapan (RPP) berorientasi pada pengembangan produk yang memiliki dampak ekonomi dalam waktu tidak terlalu lama atau pengembangan ilmu pengetahuan. Luaran wajib pada penelitian skema riset pengembangan dan penerapan yaitu antara lain Laporan Kemajuan dan Laporan Akhir, Publikasi pada jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau prosiding internasional terindeks Scopus atau paten. Prototipe/TTG/Produk Iptek sosbud lainnya (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2021). 2.5 Luaran Penelitian Pada setiap pelaksanaan penelitian, memiliki persyaratan wajib atau disebut juga luaran wajib penelitian. Luaran wajib penelitian ini menjadi tolak ukur atau monitoring evaluasi pada pelaksanaan penelitian. Luaran wajib dapat berupa publikasi artikel nasional maupun internasional, dapat juga sebuah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau Paten, atau luaran penelitian yang menghasilkan suatu produk prototipe. Setiap penelitian juga diwajibkan membuat laporan kemajuan dan akhir sebagai laporan kegiatan selama penelitian tersebut. Pada Peraturan Rektor Universitas Diponegoro Nomor 27 Tahun 2016 Tentang Kegiatan Penelitian dan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat, pasal 17 menjelaskan bahwa luaran penelitian sebagai indikator kinerja antara lain publikasi yang diterbitkan pada pada jurnal internasional dan/atau jurnal nasional, hak kekayaan intelektual, buku, prototipe, model, naskah akademis, artikel yang diseminarkan.
Method
Pada penelitian ini, peneliti menekankan pada suatu pemahaman makna dan ekploriasi, yaitu dengan tujuan mengetahui bagaimana pemanfaatan Jurnal yang dilanggan Undip oleh dosen sebagai referensi penelitian dalam skema Riset Pengembangan dan Penerapan pada masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif untuk menunjukkan pendekatan dengan memahami dan mengeksplorasi pada penyelidikan ilmiah. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara tak terstruktur dan dokumentasi. Tujuh orang informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis data domain, dengan teknik ini peneliti berhasil mengungkap bagaimana para dosen memanfaatkan aplikasi Jurnal yang dilanggan Undip yang telah disediakan oleh universitas. Penelitian ini menggunakan metode analisis domain, sesuai dengan tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pemanfaatan Jurnal yang dilanggan Undip oleh dosen sebagai referensi penelitian pada skema Riset Pengembangan dan Penerapan (RPP) pada masa pandemi Covid-19. Peneliti akan mengeksplorasi, menggambarkan, dan meringkas hasil dari pengambilan data yang diperoleh. Menurut Bungin (2003) Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis data domain sebagai berikut: 1. Memilih pola hubungan semantik atas dasar informasi atau fakta yang diperoleh. 2. Menyiapkan lembar kerja analisis domain. 3. Memilah data untuk menemukan kesamaan tertentu, kemudian dikelompokkan dalam kategori tertentu.
Result & Discussion
4.1 Pemanfaataan Jurnal yang Dilanggan Undip oleh Dosen Pemanfaatan e-journalsangat beragam sesuai dengan kebutuhan informasi setiap individu. Proses pemanfaatan e-journal merupakan proses komunikasi oleh civitas akademika pada sumber informasi ilmiah dengan mengikuti prosedur yang berlaku (sebagai pesan) dengan harapan memperoleh umpan balik dalam bentuk informasi ilmiah (Mustati & HM, 2013). Proses ini seperti pengguna e-journal yang mencari referensi (buku, artikel jurnal, prosiding, paten, dan sebagainya) kemudian dituangkan kembali untuk karya ilmiahnya hingga menjadi publikasi ilmiah dalam berbagai bentuk lainnya. E-journal membantu individu untuk dapat mudah mengakses kebutuhan informasi yang mutakhir dan kredibel. Hasil dari observasi dan wawancara bersama informan 5, mengatakan bahwa dosen mengetahui Universitas Diponegoro berlangganan database e-journal yang ada pada Jurnal yang dilanggan Undip, dimana diperuntukkan untuk civitas akademika. Berikut wawancaranya, “Iya saya tahu, Undip melanggan beberapa jurnal gitu ya, yang memang peruntukkannya bagi civitas akademika” (Informan 5, 20 Juli 2022). Dosen menyadari dan mengetahui akan keberadaan Jurnal yang dilanggan Undip, para dosen mengetahui bahwa Universitas Diponegoro melanggan beberapa database e-journal internasional yang diperuntukkan untuk civitas akademika yang bisa diakses melalui aplikasi Jurnal yang dilanggan Undip pada akun Single-Sign-On (SSO). Dosen juga cukup aktif dan sering memanfaatkan Jurnal yang dilanggan Undip untuk mencari literatur sebagai referensi, seperti yang dikatakan Informan 4 pada saat wawancara, “Yang saya gunakan ya, artikel yang saya cari. Saya menggunakan semua yang dari di sso itu, Iya itu yang saya gunakan, saya lewat ScienceDirect, menggunakan kata kunci. Saya sering dapat dari situ” (Informan 4, 19 Juli 2022). Pernyataan informan 4 menjelaskan bahwa Jurnal yang dilanggan Undip sudah banyak dimanfaatkan untuk mencari artikel dan artikel tersebut digunakan sebagai referensi penelitian. Bahkan infoman memanfaatkan semua database e-journal internasional yang terdapat pada Jurnal yang dilanggan Undip. Informan 5 pun, mengatakan hal yang sama bahwa sering memanfaatkan sumber informasi dari Jurnal yang dilanggan Undip untuk referensi, sebagai berikut, “Mungkin kalau dari pengalaman saya sendiri, ya saya cukup intens menggunakan Jurnal yang dilanggan Undip” (Informan 5, 20 Juli 2022). Faktanya sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Kamim dan Christiani (2019) bahwa kesadaran konsorsium e-journal oleh Pemustaka UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro adalah sebagian besar responden atau 52,4% menjawab mengetahui e-journal konsorsium. Hal ini menunjukkan bahwa civitas akademika Universitas Diponegoro mengetahui adanya database e-journal yang ditawarkan selain dari publikasi Universitas Diponegoro. 4.1.1. Pemanfaatan Jurnal yang dilanggan Undip oleh Dosen sebagai Referensi Proposal Penelitian Skema Riset Pengembangan dan Penerapan Banyaknya pilihan disiplin ilmu pada database e-journal internasional yang dimiliki Jurnal yang dilanggan Undip, membantu dosen dalam mencari beragam literatur untuk referensi penelitian. Database e-journal yang dimanfaatkan dosen salah satunya yaitu ScienceDirect, dosen merasa lebih banyak artikel yang relevan dan tercover untuk penelitian. Seperti yang dipaparkan oleh Informan 4 sebagai berikut, “Engga, menurut saya sudah cukup itu. Saya kalau dari ilmu sosial itu sudah sangat tercover di ScienceDirect itu” (Informan 4, 19 Juli 2022). Melihat pernyataan Informan 4, salah satu database e-journal internasional yang ada pada Jurnal yang dilanggan Undip sudah bisa mencover kebutuhan informasi sebagai referensi penelitiannya. Salah satu database e-journal internasional yang disebutkan informan yaitu ScienceDirect, dapat diartikan bahwa satu database e-journal internasional saja sudah membantu dosen untuk mendapatkan referensi sedangkan Jurnal yang dilanggan Undip memiliki sebelas database e-journal internasional. Pemanfaatan Jurnal yang dilanggan Undip untuk memenuhi referensi atau rujukan pada penelitian juga dijawab oleh Informan 7 yang mengakses database e-journal JSTOR, Proquest, Ebso, dan juga ScienceDirect, seperti dibawah ini, “Untuk referensi penelitian, Saya mengakses jurnalnya lewat sso, kan ada menunya jurnal, itu JSTOR, Proquest, Ebso. ScienceDirect, JSTOR, biasanya saya nyari jurnal disitu. Kalau untuk buku terbatas. Ketiga itu sih yang sering ya” (Informan 7, 21 Juli 2022). Berdasarkan wawancara dengan Informan 7, dosen sudah memiliki tujuan database e-journal internasional yang hendak dimanfaatkan, karena database e-journal tersebut sering menyediakan informasi yang relevan sehingga dosen merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan referensi penelitian. Setiap dosen memiliki bidang keilmuan yang berbeda-beda, maka dapat diketahui bahwa database e-journal internasional pada Jurnal yang dilanggan Undip memiliki literatur dari berbagai disiplin ilmu, dan memberikan sumber informasi atau literatur yang relevan bagi kebutuhan informasi. Penelitian sebelumnya oleh Rafique et al. (2019) mengungkap hal yang sama bahwa komunitas universitas menghabiskan kumulatif 1.319 jam mencari Elsevier (ScienceDirect), 370.30 jam mencari SpringerLink, dan 224.11 jam mencari Emerald Insight. Empat basis data luas (Elsevier ScienceDirect, SpringerLink, Emerald, dan Wiley). Dibuktikan juga melalui data yang diperoleh dari UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro, bahwa ScienceDirect menjadi database e-journal yang lebih banyak digunakan dan dimanfaatkan oleh civitas akademika salah satunya sebagai referensi penelitian. Gambar 1. Data Usage E-journal dari UPT Perpustakaan Undip (UPT Perpustakaan Undip, 2021) Setiap penelitian membutuhkan sumber referensi atau rujukan untuk memperkuat pemikirannya dalam melakukan suatu riset sehingga, e-journal memiliki peran sebagai sumber referensi yang cukup kokoh. Adanya perkembangan teknologi dan informasi yang semakin maju dan canggih mengubah perilaku pencarian informasi setiap individu dari offline menjadi cenderung lebih memilih online atau digital. Hal ini diungkapkan juga oleh Arshad dan Ameen (2018) mencatat bahwa munculnya sumber informasi elektronik secara signifikan mengubah perilaku peneliti akademis dalam melakukan pencarian informasi. Pemanfaatan e-journal yang aktif ini dipengaruhi juga pada masa pandemi Covid-19, dimana seluruh kegiatan dilakukan hampir secara online, termasuk kegiatan penelusuran informasi secara online yang semakin meningkat. 4.1.2. Pemanfaatan Jurnal yang dilanggan Undip untuk Referensi Luaran Penelitian Skema Riset Pengembangan dan Penerapan Dosen memiliki kebutuhan informasi sebagai pengajar, peneliti dan juga pengabdi masyarakat. Kebutuhan informasi dosen sebagai peneliti yaitu sumber informasi atau literatur yang relevan untuk referensi penelitian. Skema pada penelitian pun beragam mulai dari dasar hingga terapan. Dosen sangat membutuhkan referensi untuk semua penelitiannya, termasuk penelitian terapan dengan skema Riset Pengembangan dan Penerapan. Informan 5 pun mengatakan bahwa dosen bahkan terpaksa untuk menggunakan Jurnal yang dilanggan Undip karena butuh akan literatur untuk referensi, seperti pada wawancara berikut, “Tentang bagaimana kemudian jurnal yang dilanggan oleh Undip itu dimanfaatkan oleh civitas akademika, kebetulan saya riset mahasiswa gitu ya, memang kecenderungan beberapa mahasiswa itu, belum menggunakan jurnal, dan kebanyakaan masih dimanfaatin oleh dosen. Karna mungkin, satu mereka merasa butuh dengan literatur itu, kemudian mungkin pertamanya butuh atau, antara butuh dan terpaksa gitu ya. Karena dosen itu kan dituntut untuk menghasilkan publikasi, baik itu publikasi nasional maupun internasional, jadi mereka ke trigger gitu ya untuk manfaatin jurnal, hanya saja memang saya belum tau nih sejauh mana pemanfaatan si dosen” (Informan 5, 20 Juli 2022). Penjelasan Informan 5 diatas, dapat diketahui bahwa dosen memiliki tugas yang menuntutnya membuat publikasi ilmiah dari hasil kegiatan tri dharma perguruan tinggi. Tri dharma perguruan tinggi yaitu pengajaran, pengabdian dan penelitian. Setiap penelitian memiliki luaran wajib yaitu publikasi ilmiah baik itu artikel pada jurnal atau prosiding nasional maupun internasional dan bahkan publikasi ilmiah yang dijadikan buku, HKI, atau paten. Sumber referensi pada setiap penelitian merupakan unsur yang penting dalam memperkuat pemikiran atau suatu hal yang dikaji dalam penelitian. Seperti yang dikatakan oleh informan 4, bahwa literatur penting untuk menemukan novelty pada penelitian. Seperti pada wawancara dibawah ini; “Kalau di ilmu sosial didalam artikelnya ada bagian, ada background sama literature review, nah disitu kita perlu mencari yang namanya novelty atau kebaruan. Nah untuk bisa menemukan kebaruan berarti kita harus mencari gap, gap itu hanya bisa diperoleh dari literatur penelitian yang sudah pernah publish, apa yang sudah mereka teliti dan dimana limitasinya. Nah limitasi-limitasi itu kemudian kita lihat, oh berarti selama ini mereka fokus nya hanya di aspek A dan B misalnya, aspek nya C nya belum ada. Nah itu namanya novelty, jadi kalau kita melakukan penelitian yang C itu, kita melakukan penelitian novelty. Nah kalau teknik saya ga tahu. Makanya sumber informasi itu, tidak boleh hanya 1 atau 2 jurnal. Tetapi bukan jurnal tapi database harusnya.” (Informan 4, 19 Juli 2022). Berdasarkan hasil wawancara dengan Informan 4, proses penyusunan atau penulisan luaran penelitian memiliki aspek penting yaitu novelty atau kebaruan pada penelitian. Setiap penelitian membutuhkan literatur untuk menjadi acuan limitasi sehingga ditemukannya gap penelitian, sehingga ditemukan aspek yang belum ada yaitu novelty atau kebaruan. Maka, sumber informasi tidak bisa hanya dari satu atau dua jurnal, tetapi database jurnal yang memuat banyak jurnal. Peneliti melakukan observasi untuk membuktikan para informan mensitasi atau memanfaatkan sumber informasi dari Jurnal yang dilanggan Undip. Observasi dilakukan pada artikel sebagai salah satu luaran penelitian skema riset pengembangan dan penerapan, hasilnya ditemukan adanya sumber referensi yang berasal dari Scopus (Jurnal yang Dilanggan Undip). Gambar 2. Salah Satu Daftar Referensi yang Terdapat pada Artikel Luaran Penelitian Informan (Artikel Informan 4, 2022) Pada gambar 5.5 peneliti menyorot salah satu referensi yang akan di cek darimana asal artikel ejournal tersebut. Peneliti melakukan penelusuran melalui DOI yang tercantum pada daftar referensi. Penelusuran dilakukan melalui salah satu database e-journal Scopus yang merupakan database ejournal yang disebut oleh informan. Gambar 3. Penelusuran kembali melalui DOI (Akun SSO Peneliti) Gambar 4. Bukti Literatur Berasal dari Scopus (Jurnal yang Dilanggan Undip) (Akun SSO Peneliti) Luaran wajib pada penelitian menjadi tuntutan setiap dosen Universitas Diponegoro untuk dapat menyelesaikan proses penelitiannya. Luaran wajib syarat penelitian dapat dibuat menjadi berbagai publikasi ilmiah, seperti artikel Jurnal Internasional, Jurnal Nasional, Paten, Buku, HKI, maupun Prototipe. Proses pembuatan, penyusunan, atau penulisan luaran penelitian ini membutuhkan banyak literatur untuk referensi, dimana literatur-literatur tersebut dapat ditemukan pada database e-journal internasional dengan mengakses Jurnal yang dilanggan Undip. 4.2 Faktor Pemanfaatan Sumber Referensi selain Jurnal yang Dilanggan Undip Dosen mengakses e-journal merupakan kebutuhan untuk tetap berada di garis depan perkembangan keilmuannya, dan untuk memastikan keterampilan dan pengetahuan yang berlaku telah berkembang. Dosen berkontribusi dalam perkembangan bidang ilmu yang dimilikinya. Kontribusi tersebut dilakukan dengan menjalankan tri dharma perguruan tinggi, salah satunya penelitian. Para dosen Universitas Diponegoro memerlukan banyak literatur untuk referensi penelitian skema riset pengembangan dan penerapan, tetapi dosen yang melakukan penelusuran literatur tidak hanya memanfaatkan database e-journal yang ada pada Jurnal yang dilanggan Undip. Kebutuhan sumber informasi atau literatur didapat dengan penelusuran di database e-journal lain. Seperti yang dilakukan oleh Informan 6, dimana mencari referensi penelitian dari jurnal nasional, dijelaskan pada wawancara berikut, “Nah memang ada beberapa jurnal yang saya sitasi begitu yaa yang saya ambil. Tapi kebetulan jurnal itu tidak ada di undip. Saya mendapatkannya dari UGM karna yang pernah melakukan riset itu adalah UGM jurusan psikologi dan juga satu lagi Unibra kalau tidak salah. Kalau dari undip belum ada” (Informan 6, 20 Juli 2022). Penuturan yang disampaikan oleh Informan 6 ini, dapat diketahui relevansi artikel merupakan faktor penting pada referensi penelitian. Ditemukan juga pada penelitian yang dilakukan oleh (Rafique et al., 2019) bahwa basis data sains dan teknik yang luas lebih banyak digunakan oleh pengguna selain database e-journal. Informan 6 tidak dapat menemukan referensi untuk mengkomparasi atau menemukan novelty penelitian Informan 6 (yang akan dilakukan) dengan penelitian yang pernah dilakukan (oleh peneliti lain) pada Jurnal yang dilanggan Undip. Hal ini terjadi karena penelitian yang dilakukan Informan 6 mengkaji kekhasan suatu daerah yang ada di Indonesia, dan topik penelitiannya masih sedikit yang mengkaji. Informan menemukan referensi yang dibutuhkan dari publikasi nasional universitas lain. Artikel yang dijadikan referensi harus memiliki relevansi pada penelitian yang dilakukan oleh informan. Zainab et al. (2012) dan Choi et al. (2013) berpendapat bahwa WoS dan Scopus adalah database komprehensif untuk jurnal bahasa Inggris (internasional) tetapi tidak cukup mencakup sebagian besar jurnal nasional yang diterbitkan di negara berkembang. Pernyataan ini mendukung Informan 6 yang memanfaatkan jurnal nasional sebagai referensinya karena jurnal internasional tidak cukup mencover penelitiannya yang bersifat konvensional, yaitu untuk menemukan atau menciptakan pengetahuan, teknologi, dan produk baru. Penelitian konvensional disini merupakan penelitian yang mengkaji kekhasan pada suatu daerah tertentu, menemukan pengetahuan baru mengenai fenomena (ciri khas) pada suatu daerah. Hasil observasi luaran wajib penelitian informan 6, ditemukan semua referensi merupakan publikasi nasional, hal ini menunjukkan jurnal nasional memenuhi kebutuhan referensi luaran penelitian Informan 6. Gambar 5. Bukti Referensi artikel Informan 6 yang hanya menggunakan Jurnal Nasional (Artikel Informan 6) Hasil wawancara bersama Informan 6 diatas, menjelaskan bahwa setiap penelitian membutuhkan literatur atau sumber informasi yang relevan dan tetap akurat dan kredibel. Relevansi literatur yang ditemukan menjadi faktor dosen mencari sumber referensi dari berbagai database e-journal, dimana ketika dosen tidak menemukan literatur yang dicari akan berpindah tempat penelusuran lainnya, bukan hanya berselancar informasi di Jurnal yang dilanggan Undip saja. 4.3 Faktor Pemanfaatan Jurnal yang Dilanggan Undip oleh Dosen Penerima Dana Riset Pengembangan dan Penerapan Setiap individu memiliki cara memanfaatkan e-journal yang berbeda, sesuai dengan kenyamanan pengguna. Temuan ini sesuai dengan Arshad & Ameen (2018) bahwa para ilmuwan akademis lebih mengandalkan sumber informasi elektronik dibandingkan dengan sumber informasi cetak untuk kebutuhan ilmiahnya. Termasuk format dalam memanfaatkan Jurnal yang dilanggan Undip oleh dosen sangatlah beragam, dosen memiliki kebiasaan atau kesukaan dalam membaca, menelaah, mensitasi artikel yang telah didapat dari Jurnal yang dilanggan Undip. Pada penelitian Qasim & Khan (2015) preferensi format untuk membaca e-journal oleh bahwa mayoritas ilmuwan India menggunakan format PDF untuk membaca e-journal. Format ini adalah format terbaik untuk mengunduh, mengatur, dan mempelajari artikel yang diperlukan. Pernyataan ini diungkapkan juga oleh informan 4, bahwa format PDF selalu dicari untuk memanfaatkan referensi yang didapat pada Jurnal yang dilanggan Undip. Seperti wawancara dibawah ini, “Saya selalu nyari pdfnya, kalau papernya memang benar-benar saya gunakan untuk penelitian saya, mesti saya download dan saya cetak, saya print. Jadi biar gampang untuk nyatet, untuk bisa baca lebih lanjut. Tapi kalau tidak terlalu berpengaruh untuk paper saya, biasanya hanya saya baca diwebnya atau saya baca pdfnya tanpa saya download” (Informan 4, 19 Juli 2022). Dikatakan juga oleh informan 5 bahwa format PDF memudahkan untuk di-organize pada folderfolder yang disiapkan sesuai tema penelitian dan dibagikan ke device lain untuk dapat dimanfaatkannya secara fleksibel, penuturannya sebagai berikut, “Betul, satu bisa lebih mudah saya organize di mendeley saya bisa masukkan ke folder yang saya buat. Kemudian saya bisa share ke device saya yang lain, saya share di ipad saya bisa baca saya coretcoret seperti itu” (Informan 5, 20 Juli 2022). Berdasarkan wawancara bersama Informan 5, penggunaan format file PDF memudahkan informan untuk meng-organize file-file referensi sesuai relevansi penelitiannya, dengan membuat folder yang sesuai dengan tema penelitian pada laptop atau PC sehingga informan dapat menemukannya dengan mudah dalam keadaan offline (tidak ada jaringan internet). Informan bisa menemukan file yang telah di-download dengan format PDF dan juga bisa memindahkan atau membagikan file PDF dengan mudah ke device lain, sehingga sifat fleksibel PDF ini dapat memudahkan dosen untuk mengakses kembali artikel pada kegiatan mobilitas yang tinggi. Temuan ini sama dengan hasil penelitian dari Kamim & Christiani (2019) yang mengungkap cara pengguna membaca e- journal yaitu dengan mendownload dan membaca pada layar. Hal ini diakui karena membaca e-journal dengan cara mendownload dan membaca pada layar merupakan langkah paling cepat untuk mendapat informasi sehingga pengguna tidak perlu online kembali ketika hendak membaca. Hal ini membantu fleksibilitas kegiatan pengguna menjadi lebih mudah. Tidak hanya format file berupa PDF saja, tetapi format layout pada artikel e-journal juga menjadi preferensi pilihan yang berbeda untuk setiap dosen, seperti yang dijelaskan oleh informan 5, seperti berikut, “Mungkin lebih ini juga sih masalah preferensi layout ya layout jurnal. Saya tuh lebih suka layout jurnal yang satu kolom. Kan ada juga jurnal yang dua kolom ya. Menurut saya, kita lebih asik baca jurnal itu yang satu kolom aja daripada yang dua kolom” (Informan 5, 20 Juli 2022). Berdasarkan pernyataan informan diatas, dapat diketahui bahwa ada beberapa faktor lain dalam memanfaatkan literatur untuk referensi pada penelitian skema riset pengembangan dan penerapan (RPP). Salah satu faktor tersebut yaitu preferensi pemilihan format tulisan pada setiap artikel yang dibaca, dimana setiap karya ilmiah seperti e-journal memiliki format layout penulisan artikel yang berbeda pada publikasinya. Ada format layout artikel dengan satu kolom dan ada juga yang dua kolom. Informan 5 merasa format artikel dengan layout satu kolom memudahkannya dalam proses membaca dan memahami isi yang disampaikan pada artikel tersebut, karena layout dengan dua kolom membuat informan harus men-scroll kembali satu halaman sama yang sedang baca, kegiatan ini cukup membuang banyak waktu ketika membaca.
Conclusion
Para dosen telah memanfaatkan database e-journal internasional yaitu Jurnal yang dilanggan Undip untuk memenuhi kebutuhan literatur sebagai referensi penelitian skema riset pengambangan dan penerapan pada masa pandemi covid-19. Dosen terbantu dengan adanya Jurnal yang dilanggan Undip, karena literatur yang dibutuhkan relevan dengan penelitiannya dan tercover oleh database e-journal internasional pada aplikasi Jurnal yang dilanggan Undip. Literatur yang didapat dari Jurnal yang dilanggan Undip digunakan untuk proses penyusunan proposal hingga luaran wajib maupun tambahan penelitian skema riset pengembangan dan penerapan, dimana seluruh proses penelitian ini sangat membutuhkan referensi untuk memperkuat urgensi pada penelitian skema riset pengembangan dan penerapan. Penelitian Skema Riset Pengembangan dan Penerapan mencakup dengan luas bidang ilmu pada setiap dosen. Hal ini menjadikan dosen yang memiliki penelitian tertentu tidak cukup memanfaatkan Jurnal yang dilanggan Undip. Salah satunya penelitian konvensional yang mengkaji kekhasan suatu daerah tertentu sehingga referensi yang diperlukan masih sedikit dan hanya ada pada jurnal nasional. Sumber daya elektronik adalah komponen inti dari penyediaan konten perpustakaan akademik, dengan pertumbuhan langganan jurnal elektronik (e-journal) untuk memenuhi kebutuhan literatur civitas akademika.