Kembali
16
1
2024 Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 7 · 1 ISSN 2654-6469

Strategi Pengelola Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Membaca Siswa

Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang; Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang; Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Abstrak

Strategi pengelola perpustakaan dalam meningkatkan minat membaca siswa di SMA Negeri Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat baca siswa, dan bagaimana strategi pengelola perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di SMA Negeri Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dimana teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara mendalam dengan 13 informan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa minat baca siswa di SMA Negeri Sumatera Selatan sudah tergolong baik dilihat dari intensitas bacaan dan kuantitas bacaan siswa SMA Negeri Sumatera Selatan dan strategi yang dilakukan pengelola perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan dalam meningkatkan minat baca siswa terdiri dari: membaca 15 menit sebelum belajar, belajar di perpustakaan, lomba perpustakaan, lomba membuat artikel, dan lomba membuat vlog.

Abstract

Strategy of library managers in increasing students' reading interest in South Sumatra State High Schools. This research aims to find out how students' reading interest is, and what the library management's strategy is in increasing students' reading interest in South Sumatra State High Schools. This research uses a qualitative descriptive research type, where the data collection techniques used are observation, in-depth interviews with 13 informants, and documentation. The data analysis technique used is by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of the research show that the reading interest of students at South Sumatra State High School is considered good in terms of the reading intensity and quantity of reading of South Sumatra State High School students and the strategies carried out by the library management of South Sumatra State High School in increasing students' interest in reading consisting of: reading 15 minutes before studying, studying in the library, library Competition, article writing competition, and Vlog making competion.
Keywords: pengelola perpustakaan · strategi · minat baca

Introduction

Pengelola perpustakaan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyiapkan bahan pustaka melalui sistem agar bahan pustaka yang dibutuhkan dapat ditemukan dengan mudah dan cepat. Pengelola perpustakaan merupakan pusat kegiatan perpustakaan dan wajib dilaksanakan oleh pustakawan. Sesuai dengan fungsinya, perpustakaan merupakan tempat pelayanan masyarakat yang mengelola berbagai macam informasi yang tersedia untuk dibaca (Qalyubi, 2007). Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menyatakan “Perpustakaan ialah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka”. Jika ditinjau dari berbagai macam bentuk informasi yang ada didalam perpustakaan, perpustakaan tentunya memiliki lima jenis yakni perpustakaan nasional, perpustakaan khusus, perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi, dan perpustakaan sekolah. Sebagai lembaga pendidikan dan penyedia informasi, perpustakaan mendukung manajemen yang tepat untuk semua kegiatan lembaga berjalan dalam mencapai tujuan yang direncanakan. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu jenis perpustakaan dan fasilitas yang disediakan oleh sekolah sebagai pendukung dalam proses kegiatan belajar mengajar bagi para siswa di sekolah (Farhani, 2018). Pada lingkungan sekolah, perpustakaan mempunyai peran yang sangat strategis dalam hal penyediaan fasilitas untuk meningkatkan minat baca siswa (Misroni, 2021). Minat baca merupakan suatu keinginan yang kuat dan disertai dengan usaha usaha yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan membaca (Hapsari & Purnamasari, 2019). Minat membaca tidak hanya dengan sendirinya dimiliki oleh seseorang, termasuk anak-anak dalam usia sekolah. Minat baca dapat tumbuh dan berkembang dengan cara dibentuk (Rosalin, 2008). Minat baca harus melalui pembinaan, bimbingan, dorongan dengan motivasi yang jelas, dan diadakannya sarana yang lengkap berupa bahan pustaka yang cukup bervariasi, sekolah sebagai lingkungan terdekat bagi anak berperan menyediakan bahan-bahan yang sesuai dengan minat anak lewat perpustakaan sekolah. Oleh karena itu peran perpustakaan sangat sentral dalam membina dan menumbuhkan kesadaran membaca (Rahma, 2020). Membaca merupakan suatu kebiasaan yang benar-benar ditanamkan dalam diri. Dengan membaca dapat memperoleh informasi dan menambah wawasan serta ilmu pengetahuan yang lebih banyak. Oleh karena itu, minat baca harus ditumbuhkan sejak dini. Dengan membaca dapat menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi seperti tugas yang diberikan oleh guru di sekolah (Khaerawati, Nurhasanah, & Oktaviyanti, 2023). Perpustakaan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan pengetahuan melalui kegiatan membaca. Sehingga diperlukannya penerapan dan strategi dari perpustakaan untuk meningkatkan budaya membaca dan minat baca siswa (Artana, 2019). Maka dari itu, untuk mengajak dalam kegiatan membaca dan meningkatkan minat baca pihak pengelola perpustakaan tentunya perlu menyusun atau merancang sebuah strategi untuk mencapai hal tersebut. Strategi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mencapai sebuah tujuan (Fatimah & Kartika, 2018). Menurut Delvalina (2017) strategi yang dapat dilakukan oleh pihak pengelola perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa yakni dengan cara mengadakan lomba di perpustakaan, mensosialisasikan manfaat membaca, membuat ruang perpustakaan senyaman mungkin, melakukan pengadaan koleksi di perpustakaan, dan melakukan promosi kepada peserta didik. Maka pengelola perpustakaan harus mempunyai strategi-strategi dalam meningkatkan minat baca peserta didik, agar peserta didik lebih giat dalam membaca buku di perpustakaan. Meningkatnya minat membaca siswa terlihat dari semakin meningkatnya pengunjung dan peminjaman buku di perpustakaan yang menarik kesenangan siswa untuk membaca buku di perpustakaan. Serta semakin banyak juga karya yang telah dihasilkan oleh para siswa dari membaca buku. Sama seperti perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan yang sudah melakukan salah satu strategi untuk meningkatkan minat membaca siswa di sekolah dengan bukti meningkatnya pengunjung dan peminjaman buku di perpustakaan tersebut. Seperti data pengunjung dan peminjaman buku di perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan di bawah ini: Gambar 1. Jumlah Peminjaman Buku di Perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan Sumber: Database Peminjam Buku Perpustakaan SMAN Sumsel, 2024 Gambar 2. Jumlah Pengunjung Perpustakaan di SMA Negeri Sumatera Selatan Sumber: Database Pengunjung Perpustakaan SMAN Sumsel, 2024 Dari data peminjaman buku perpustakaan di SMA Negeri Sumatra Selatan diatas terlihat jumlah peminjaman buku di sekolah tersebut termasuk tinggi, meskipun pada tahun 2021 ada penurunan karena Covid-19, namun hal tersebut cepat diatasi dengan peningkatan yang sangat drastis di tahun berikutnya. Tentunya peningkatan tersebut tidak terlepas dari strategi yang dilakukan oleh pengelola di perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan, strategi peningkatan minat baca seperti yang diketahui dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya pengelola perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan menggunakan metode atau strategi permainan edukatif seperti mengadakan green library untuk menarik perhatian pengunjung SMA Negeri Sumatera Selatan yakni siswa siswi SMA Negeri Sumatera Selatan. maka selain dengan peningkatan koleksi di perpustakaan, berbagai strategi yang telah dilakukan pengelola Perpustakaan SMA Negeri Sumatra Selatan dalam meningkatkan minat baca siswa di sekolah tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran peneliti, ditemukan bahwa terdapat beberapa penelitian sejenis yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Pertama, M. Irfan Nofandra, 2023, dalam skripsi yang berjudul “Strategi Perpustakan Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di SMA Negeri 9 Bandar Lampung” penelitian ini membahas dan mendeskripsikan secara mendalam stratregi perpustakaan dalam meningkatkan minat baca di SMA Negeri 9 Bandar Lampung dan kendala yang dihadapi dalam menerapkan strategi perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa. Diketahui dari penelitian ini adalah strategi perpustakaan yang diterapkan dalam menumbuhkan minat baca siswa di perpustakaan SMA Negeri 9 Bandar Lampung yaitu dengan cara menyelenggarakan lomba, promosi perpustakaan, penataan koleksi yang menarik dan juga diperlukan penyediaaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka, sehingga dengan diterapkannya kegiatan tersebut bisa meningktakan kunjungan dan minat siswa untuk datang ke perpustakaan SMA Negeri 9 Bandar Lampung. Kedua, Septi Nurkhikmah, 2019, dalam skripsi yang berjudul “Peran Perpustakaan Sekolah Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di MA Darul Muttaqien Kabupaten Bogor”. Penelitian ini membahas dan mendeskripsikan minat baca siswa dan peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di MA Darul Muttaqien terlihat dari program yang dilakukan oleh pengelola perpustakaan bahwa peran peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa belum sepenuhnya mampu meningkatkan minat baca siswa sehingga perlu adanya perbaikan program kegiatan. Hal ini hendaknya perpustakaan bekerjasama dengan seluruh pihak sekolah untuk memenuhi kebutuhan para siswa dan mengotimalkan program kegiatan layanan di perpustakaan. Dilihat penelitian diatas memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dengan penelitian penulis. Persamaan penelitian ini yaitu sama sama membahas tentang meningkatkan minat baca siswa di sekolah dan sama sama menggunakan jenis penelitian kualitatatif. Adapunn perbedaanya penelitian ini lebih memfokuskan peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa,waktu penelitian, tempat penelitian dan materi yang dibahas didalam penelitian. Ketiga, Suci Ramadhani Neri, 2022, dalam skripsi yang berjudul “Peran Pustakawan Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Di Perpustakaan Min 1 Kota Bengkulu”. Penelitian ini membahas bahwa pustakawan di Min 1 Kota Bengkulu cukup berperan dalam menarik minat baca para siswa disekolah untuk berkunjung ke perpustakaan, namun ada beberapa peran yang belum sepenuhnya terlaksana. Kendala-kendala yang dihadapi pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa yaitu terbatasnya ketersediaan anggaran yang mengambat perbaikan sarana dan prasarana, bertambahnya koleksi bahan pustaka dan lain-lain. Dilihat penelitian diatas memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dengan penelitian penulis. Persamaan penelitian ini yaitu sama sama membahas tentang minat baca siswa, dan jenis penelitiannya juga sama sama meneliti penelitian kualitatif. Adapun perbedaanya penelitian ini lebih memfokuskan peran pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa di perpustakaan MIN 1 kota Bengkulu, waktu penelitian, tempat penelitian, dan materi yang dibahas pada penelitian.

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Lokasi dalam penelitian ini yaitu SMA Negeri Sumatera Selatan di Jalan Pangeran Ratu Kel. 8 Ulu, Kec. Seberang Ulu 1 Palembang 30252. Objek dalam penelitian ini adalah pengelola perpustakaan. Sedangkan subjek atau informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala perpustakaan, pustakawan, dan siswa – siswi. Jenis penelitian yang digunakan adalah purposive sampling. Purposive sampling teknik pengumpulan sampel sumber data dengan beberapa pertimbangan, seperti calon infroman merupakan sebuah pimpinan instasi, seorang informan merupakan seseorang yang tahu akan lapangan yang dteliti atau calon informan merupakan konsumen dari objek yang diteliti, teknik ini mempermudah peneliti untuk dapat menjelajahi objek yang sedang diteliti. Teknik yang digunakan untuk melakukan pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian adalah data primer dan sekunder. Pada penelitian data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan wakil kepala sekolah, pengelola perpustakaan yang terdiri dari kepala perpustakaan, pustakawan, dan pengunjung perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan Palembang. Sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber yang dikaitkan pada buku, jurnal, sejarah perpustakaan, undang-undang perpustakaan, struktur organisasi dan dokumentasi lainnya yang berhubungan langsung dengan masalah penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati melihat para siswa yang berkunjung ke perpustakaan untuk meminjam buku dan mengembalilkan buku yang sudah dibaca oleh siswa, artinya peneliti secara langsung telah mencermati terkait pengelola perpustakaan SMAN Sumsel dalam meningkatkan minat baca siswa. Wawancara dilakukan peneliti kepada wakil kepala sekolah, kepala perpustakaan, pengelola perpustakaan, dan siswa – siswi SMA Negeri Sumatera Selatan. Dalam penelitian ini dokumentasi didapatkan dari sarana prasarana, visi misi perpustakaan dan poto lainnya. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan model Miles & Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Validasi penelitian menggunakan keabsahan data.

Result & Discussion

Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini adalah strategi sebuah tindakan yang tersistem dan terukur dimana tujuan dari strategi ini dibuat untuk mencapai tujuan dari pemiliknya, strategi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Strategi Meningkatkan Minat Baca SMA Negeri Sumatera Selatan Strategi merupakan sebuah tindakan yang tersistem dan terukur dimana tujuan dari strategi ini dibuat untuk mencapai tujuan dari pemiliknya, adapun dalam pembuatan strategi minat baca ini peneliti mengunakan teori David (Yamawidura, 2018) sebagai landasan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan, yang dimana menurut teori david (Yamawidura, 2018) terdapat tiga tahapan dalam menciptakan sebuah strategi yang pertama perencanaan, kedua, implementasi, dan terakhir yaitu evaluasi. Perencanaan Strategi Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh di perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan bahwa dalam proses perencanaan strategi, Perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan menggunakan program gerakan literasi yang dimana gerakan literasi ini terdiri dari beberapa kegiatan yakni, membaca 15 menit, belajar di perpustakaan, lomba vlog, lomba menulis artikel, perencanaan strategi ini juga telah disetujui oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah untuk digunakan dalam waktu jangka panjang yang dimana untuk batas waktunya tidak ditentukan dengan kondisi yang ada. Implementasi Strategi Selanjutnya hasil penelitian yang diperoleh peneliti di Perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan bahwasannya dalam proses implementasi strategi ada beberapa kegiatan yang telah diselengarakan yakni, belajar 15 menit, belajar di perpustakaan, lomba vlog, lomba menulis artikel. Dari beberapa kegiatan tersebut telah terimplementasi dengan baik hal tersebut dapat dilihat dari hasil beberapa informan yang menunjukan bahwa Perpustaakan SMA Negeri Sumatera Selatan memiliki program yang baik sehingga membuat siswa siswi selalu rajin untuk membaca dan meminjam buku di perpustakaan serta memahami fasilitas perpustakaan melalui lomba lomba yang disediakan. Evaluasi Strategi Selanjutnya hasil penelitian yang diperoleh peneliti di Perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan bahwasanya dalam proses evaluasi strategi belum dilaksanakan secara detail mengenai gerakan literasi, namun evaluasi tersebut sudah direncanakan dan akan dijalankan secara terus menerus sesuai rencana, karena dana yang disediakan sudah difasilitasi oleh pihak sekolah. Minat Membaca Siswa Di SMA Negeri Sumatera Selatan Minat baca dapat mempresentasikan tindakan-tindakan yang mengarah pada suatu hal yang diinginkan oleh seseorang, begitu pun dengan minat baca, dapat direpresentasikan atau dilihat dari intensitas kunjungan yang dilakukan ke perpustakaan setempat, begitupun SMA Negeri Sumatera Selatan. Untuk itu peneliti melakukan kunjungan ke SMA Negeri Sumatera Selatan untuk melihat minat baca dari siswa siswi SMA Negeri Sumatera Selatan dengan cara melakukan observasi melalui pemustaka maupun pustakawan yang bertugas di dalam perpustakaan tersebut. Dalam hal ini peneliti mengunakan teori dalman yang dimana untuk melihat minat baca seseorang dapat dilihat dari beberapa indikator diantaranya yaitu intensitas membaca dan kuantitas dari bacaan yang dibaca, adapaun untuk melihat dari minat baca ini peneliti telah menentukan beberapa informan untuk mengetahui minat baca di SMA Negeri Sumatera Selatan diantaranya yaitu, pertama, intensitas bacaan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh di Perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan tentang intensitas bacaan, siswa siswi sering membaca buku di perpustakaan dan rata rata siswa membaca buku lebih dari 1 jam. Menurut Hanggi dalam Wulanjani & Anggraeni (2019), bahwasannya jika siswa membaca buku lebih dari 30 menit sudah tergolong baik. Kedua, kuantitas bacaan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh di Perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan tentang kuantitas bacaan, siswa siswi membaca buku lebih dari 1 buku dalam satu hari membaca. Menurut Azizah (2018) bahwasannya jika siswa membaca buku lebih dari 1 buku sudah tergolong baik.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di Perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan. Di dapatkan beberapa kesimpulan yaitu diantaranya sebagai berikut: Program yang telah dibuat di SMA Negeri Sumatera Selatan sudah ada yaitu program Gerakan literasi yang dimana didalamnya terdapat beberapa kegiatan diantaranya membaca buku 15 sebelum belajar, melakukan kegiatan belajar diperpustakaan, melakukan lomba-lomba yang bersifat meningkatkan literasi seperti membuat artikel, Adapun untuk kegiatan-kegiatan yang telah dibuat sudah dianggarkan dalam memberikan fasilitas untuk pustakawan yang datang. Dalam pelaksanaan strategi yang diberikan oleh sekolah pihak pustakawan mengunakan insiatif untuk mengajak siswa agar dapat berkunjung ke pepustakaan yaitu dengan mengundang pemateri untuk menjelaskan tentang pentingnya literasi baca, memberikan reward pada siswa yang suka meminjam buku, mengidentifikasi kebutuhan siswa baik dari kebersihan dan kenyamanyan maupun koleksi buku, mengadakan lomba-lomba seperti vlog perpustakaan. Evaluasi yang digunakan dalam meningkatkan minat baca dari siswa siswi SMA Negeri Sumatera Selatan yaitu dengan meningkatkan kuantitas buku melalui request buku baru dan menyebarkan form kepuasan perpustakaan dimana didalamnya terdapat masukan untuk perpustakaan agar lebih baik lagi. Minat baca SMA Negeri Sumatera Selatan Tergolong tinggi hal tersebut dapat dilihat dari intensitas data yang diperoleh oleh peneliti yang berada pada kategori sering berkunjung secara intens ke perpustakaan SMA Negeri Sumatera Selatan yang dimana informan yang membaca buku memiliki intensitas membaca lebih dari satu jam dan memiliki jumlah bacaan buku yang banyak yang termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan kesimpulan dan hasil penelitian, maka peneliti dapat memberikan saran, yaitu, bagi perpustakaan, strategi yang diterapkan sudah sangat baik dalam mengajak siswa siswi untuk membaca dan mengadakan lomba diperpustakaan. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini terfokuskan pada strategi perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di SMA Negeri Sumatra Selatan, saran untuk penelitian selanjutnya agar dapat mengambil penelitian terkait sistem teknologi pengelola perpustakaan di SMA Negeri Sumatra Selatan dan jangan lupa memberikan inventaris skripsi kepada pihak perpustakaan.