PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI “KNOWLEDGE SHARING PADA TBM WARUNG PASINAON” BERGAS
Universitas Gadjah Mada
Abstrak
Era globalisasi di jaman sekarang mengharuskan kita siap menghadapi dalam hal apapun yang terjadi di berbagai perubahan di semua aspek. Di sebuah organisasi seringkali ditemukan beberapa masalah yang menyebabkan kurang optimalnya hasil yang disebabkan oleh ketidakmampuan beradaptasi. Sumber daya seperti pengetahuan (knowledge) sangat erat hubungannya dengan sumber daya manusia yang merupakan aset dan modal intelektual dalam organisasi. Untuk itu sebuah organisasi perlu m endorong dan memfasilitasi proses dalam mengelola pengetahuan dan melakukan pembagian pengetahuan (knowledge sharing). Taman bacaan masyarakat menjadi sebuah institusi non - profit sebagai tempat sarana pembelajaran untuk masyarakat yang tidak terjangkau ole h perpustakaan supaya meningkatkan sumber daya manusia di sekitar deaerah tersebut dengan melakukan kegiatan knowledge sharing. Tujuannya sendiri adalah untuk mengetahui pendorong knowledge sharing dan pemanfaatan pengetahuan TBM Warung Pasinaon Kecamatan Bergas dalam knowledge sharing yang dimilikinya sebagai modal sosial untuk menjaga eksistensinya sebagai sumber belajar bagi masyarakat setempat.Salah satu upaya yang dapat dilakukan taman bacaan masyarakat Warung Passinaon, Bergas untuk meningkatkan knowl edge sharing adalah dengan mengadakan seminar, diskusi, atau kunjungan ke suatu tempat akan pentingnya berbagi pengetahuan.
Abstract
The globalization era in the present requires u s to be ready to face in any case that occurs in various changes in all aspects. In an organization, there are often a number of problems that cause less optimal results due to inability to adapt. Resources such as knowledge are closely related to human re sources which are intellectual assets and capital in the organization. For this reason, an organization needs to encourage and facilitate the process of managing knowledge and conducting knowledge sharing. Community library become a non - profit institution as a learning facility for the community that is not accessible by the library in order to improve human resources around the area by conducting knowledge sharing activities. The goal itself is to find out the drivers of knowledge sharing and the use of kn owledge of TBM Pasinaon Warung in Bergas Subdistrict in its knowledge sharing as social capital to maintain its existence as a learning resource for the local community. sharing is by holding seminars, discussions, or visits to a place about the importance of sharing knowledge.
Keywords:
Knowledge Sharing
· Taman Bacaan Masyarakat
· Warung Pasinaon
Introduction
Era globalisasi di jaman sekarang mengharuskan kita siap menghadap ai dalam hal apapun yang terjadi di berbagai perubahan di semua aspek. Di sebuah organisasi seringkali ditemukan beberapa masalah yang menyebabkan kurang optimalnya hasil yang disebabkan oleh ketidakmampuan beradaptasi. Sumber daya seperti penget a huan (knowledge) sangat erat hubungannya dengan sumber daya manusia yang merupakan asset dan modal intelektual dalam organisasi. Untuk itu sebuah organisasi perlu mendorong dan memfasilitasi proses dalam mengelola pengetahuan dan melakukan pembagian penget ahuan. S ebagai organisasi yang berkembang dalam masyarakat yang secara intensif terus mengembangkan diri sebagai sumber pengetahuan, perpustakaan sebagai wahana mencerdaskan bangsa merupakan beban tugas yang tidak ringan. Amanah sebagai wahana pencerdasan bangsa membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Membuat seseorang menjadi cerdas berarti mengajak seseorang untuk belajar. Perjuangan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa masih terus berjalan. Bahkan saat ini, sumber - sumber belajar semakin beragam, Taman B acaan Masyarakat (TBM) adalah salah satu diantaranya. TBM telah berkembang pesat hingga saat ini. Popularitasnya sebagai salah satu sumber belajar semakin meningkat. Bahkan TBM kini hadir dengan aneka nama seperti taman pintar, warung pintar, warung baca, taman belajar masyarakat, dan nama - nama lainnya agar lebih menarik dan memasyarakat. Semua hal tersebut dilakukan untuk mencapai tujuan utama penyelenggaraan TBM yaitu untuk mengajak semua kalangan masyarakat agar mau membaca sehingga menjadi bangsa yang c erdas. Dewasa ini, TBM semakin menjamur sebagai lembaga yang lahir dari dan untuk masyarakat. TBM hadir sebagai potensi dalam memberdayakan warga belajar khususnya serta masyarakat umum dalam memperoleh informasi dan pengetahuan untuk meningkatkan taraf h idup masyarakat. Selain itu, TBM juga hadir di tengah masyarakat sebagai lembaga yang berfungsi untuk sarana pembelajaran dan hiburan masyarakat, serta sarana memperoleh informasi. Hal ini sesuai dengan tujuan TBM yaitu untuk menyejahterakan dan mencerdask an kehidupan Bangsa Indonesia (Rahmawati dan Sudarsono, 2012: 145). Taman bacaan masyarakat menjadi sebuah institusi non profit sebagai tempat sarana pembelajaran untuk masyarakat yang tidak terjangkau oleh perpustakaan supaya meningkatkan sumber daya manu sia di sekitar deaerah tersebut dengan melakukan kegiatan knowledge sharing. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yakni bagaimana TBM Warung Pasinaon, kecamatan Bergas memanfaatkan pengetahuan yang dimilikinya sebagai modal sosial untuk menjaga eksi stensinya sebagai sumber belajar bagi masyarakat setempat serta bagaimana knowledge sharing yang dilakukan oleh TBM Warung Pasinaon, Kecamatan Bergas.
Result & Discussion
Profil Singkat Taman Bacaan Masyarakat Warung Pasinaon Taman Bacaan Masya rakat (TBM) Warung Pasinaon terletak di Dukuh Talun RT 7/ RW 7 Desa Bergaslor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, bagian Semarang Utara, Jawa Tengah. Kawasan ini termasuk ke dalam kawasan perindustrian. Mayoritas penduduk desa ini merupakan karyawan pab rik atau industri. Orang tua yang bekerja di pabrik membuat anak - anak mereka kurang mendapatkan perhatian baik secara psikis dan informasi. Beberapa anak - anak di Orang - orang di desa ini lemah dalam hal pendidikan dan terbukti dari tidak naik kelasnya anak - anak sekolah, dan kurangnya edukasi tentang seks sehingga mengakibatkan mereka salah pergaulan. Kurangnya informasi dan pendidikan terhadap anak - anak inilah yang membuat Tirta Nursari tergerak untuk mendirikan sebuah tempat yang dapat dijadikan pengganti o rang tua dalam memberikan perhatian informasi dan pendidikan. Pada tahun 2007, Tirta Nursari membentuk Warung Pasinaon. Pasinaon berasal dari kata 'sinau', yang artinya 'belajar' dalam bahasa Jawa. Dari kata itulah, Tirta Nursari terinspirasi menamakan wad ah belajar yang didirikannya dengan Warung Pasinaon. Tirta Nursari yang merupakan pemilik sekaligus pengelola TBM Warung Pasinaon ini memulai perjuangannya mendidik masyarakat tanpa memungut bayaran sepeser pun. Ia mengaku tergerak untuk menggagas dan men dirikan sebuah ruang komunitas nonprofit lantaran sebagian masyarakat di desanya menganggap bahwa pendidikan adalah sesuatu yang mahal. Tak heran, muncul anggapan bahwa tidak setiap orang berhak mendapatkan pendidikan. Ketika anak - anak di desa itu berpikir kondisi ekonomi keluarga mereka tak lagi mampu membiayai pendidikan, mereka tidak tahu siapa yang akan bertanggung jawab membiayai sekolahnya. Tirta Nursari memulainya dari anak - anak yang sehariharinya jarang mendapat perhatian orang tuanya karena yang ja dwal tidak menentu sebagai buruh pabrik. Dia berinisiatif memberikan pendampingan belajar melalui pembentukan Warung Pasinaon tersebut. Di sana, anak - anak dapat menuangkan segala bentuk kreativitas mereka seperti bernyanyi, menari, mendongeng, membuat waya ng boneka, dan keterampilan lainnya. Visi TBM Warung Pasinaon Adapun visi dari TBM Warung Passinaon addalah sebagai berikut: a. Mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi baik dalam tingkat Nasional maupun Inter nasional. b. Memberikan jembatan ilmu kepada masyarakat untuk membuka jendela dunia dan memiliki cita - cita tinggi. c. Menjadikan TBM Warung Pasinaon sebagai wadah sejuta ilmu pengetahuan dan informasi. Misi TBM Warung Pasinaon Adapun misi dari TBM Warung Passinaon addalah sebagai berikut: 1. Memberikan layanan prima kepada penggunanya agar pengguna merasa puas dalam memanfaatkan layanan dan fasilitas yang disediakan. 2. Memberikan bahan bacaan yang merata, bermutu dan menjangkau sasaran yang tidak terlayani den gan baik dari program pendidikan formal maupun informal. 3. Menyediakan bahan bacaan yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Bergas Lor, agar kebutuhan informasi mereka dapat terpenuhi dengan baik. 4. Menyelenggarakan berbagai program kegiatan litera si yang mampu mendorong masyarakat untuk cinta akan buku dan haus akan ilmu pengetahuan dan informasi. Program Kegiatan TBM Warung Pasinaon Adapun program kegiatan yang dilaksanakan di TBM Warung Pasinaon yaitu: a. Bimbingan Belajar Bimbingan belajar dilakukan secara rutin sesuai dengan jadwal. Diikuti oleh anak - anak sekitar TBM. Adapubimbingan yang diselenggrakan berupa bimbel matematika, bahasa inggris, dan belajar mengaji. b. Outing (Pengenalan Lingkungan) Outing merupakan program T BM Warung Pasinaon yang sangat menarik bagi anggotanya. Kegiatan TBM - nya berusaha untuk mengenalkan anggota dengan lingkungan luar misalnya tempat - tempat edukatif sehingga diharapkan mereka dapat menambah wawasan dan pengalaman. c. Penyediaan bahan bacaan dan alat permainan edukatif. Program penyediaan bahan bacaan dan alat permainan edukatif bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat sekitar agar dapat memenuhi kebutuhan informasi terutama bagi anak - anak, jadi mereka bisa belajar sambil bermain. d. Dongeng Kegiatan mendongeng ini bertujuan agar anak - anak tidak terlalau sering menonton televisi. Kegiatan yang menarik ini dilakukan setiap satu bulan sekali. Selain tujuan untuk tidak terlalu sering menonton televisi juga untuk belajar mengenai sebuah moralitas dan membangun sikap yang baik dalam kehidupan sehari - hari. e. Perlombaaan Kegiatan perlombaan di TBM Warung Pasinaon dilakasanakan sesuai dengan “ event ” yang ada di setiap bulannya, misalkan peringatan hari kemerdekaan pada 17 Agustus, peringatan hari kartini dan lain - lain. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kreativitas dan mengajarkan anak untuk bermain dan bersaing secara sehat. f. Pemutaran film Selain dari bahan bacaan, masyarakat memperoleh informasi, pelajaran dan p engalaman dari pe mutaran film di TBM Warung Pasinaon. Film yang sering diputar bertemakan yang dapat dinikmati oleh semua usia. g. Cooking day Cooking day diadakan setiap tiga bulan sekali dan untuk ibu - ibu yang bekerja sama dengan toko - toko kue. h. Kegiatan Tari Kegiatan me nari biasanya dilakukan apabila relawan ada dan siap untuk melatih mereka dalam menari. i. Penerbitan Majalah Anak dan Koran Pasinaon Setiap bulan TBM Warung Pasinaon menerbitkan majalah anak dengan nama Ekspas i ( Ekspresi Pasinaon ) dan koran Pasinaon . Kedua t erbitan ini merupakan karya dari anggota - anggota. Untuk berita mereka yang menulis dan megolahnya, pengelola TBM hanya berperan untuk m engarahkan, membimbing, serta menyunting berita. Kegiatan ini didukung oleh Subdit Pemberdayaan Perempuan Direktorat Pend idikan Masyarakat Pendidikan Nonformal dan Dinas Pendidikan Nasional. Program ini bertujuan untuk menarik akasarawan baru dalam melestarikan budaya baca dan tulis. j. Pelatihan Keterampilan Pelatihan keterampilan untuk remaja dan ibu - ibu untuk membekali merek a dalam melatih kreativitas dalam berkarya. Pelatiahan ini menggunakan bahan - bahan murah dan mudah didapat seperti sampah atau barang bekas, kemudian di kreasikan menjadi barang yang dapat digunakan kembali. Misalnya seperti kardus yang tidak terpakai diub ah menjadi tempat tissue dan bunga dari sedotan plastik. B. Knowledge Sharing TBM Warung Pasinaon Menurut Subagyo (2007 dalam Firmaiansyah, 2014) menjelaskan bahwa berbagi pengetahuan merupakan salah satu metode atau salah satu langkah dalam manajemen pengetahuan yang digunakan untuk memberikan kesempatan kepada anggota suatu kelompok, organisasi, inst ansi atau perusahaan untuk berbagi ilmu pengetahuan teknik, pengalaman, ide yang mereka miliki kepada anggota lainnya. Knowledge sharing memiliki 3 manfaat yaitu kecepatan, kualitas dan inovasi. Dengan berkumpulnya banyak orang diharapkan selalu ada orang yang dapat saling memberi dan semakin banyak ide yang muncul sehingga lebih cepat dalam merespon masalah. Kualitas dapat diperoleh karena dengan sharing pengetahuan dengan lebih banyak orang dari banyak keahlian suatu solusi telah dipikirkan dari banyak as pek dan kemungkinan sharing pengetahuan tidak hanya dapat memperbaiki kinerja kita, tetapi dapat mendorong munculnya produk baru, layanan baru ataupun mencoba inovasi - inovasi baru. Menurut Nonaka tentang model SECI seperti gambar berikut menjelaskan bahwa proses penciptaan pengetahuan dalam knowledge management terdapat 4 bagian. Ini juga terjadi di TBM WAPAS dalam menciptakan pengetahuan, seperti: a. Socialization Percakapan atau diskusi atau kegiatan yang terjadi antar individu di TBM WAPAS dan diadakann ya sosisaliasi atau diskusi tentang pemanfaatan internet, penyuluhan kesehatan, kunjungan ke kantor suara merdeka, dll untuk masyarakat sekitar. Gambar 4 Diskusi Pemanfaatan Internet oleh Valentino Sumber: Warung Pasinaon b. Externalization Dari suatu p ertemuan atau diskusi dan seminar atau kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan di TBM WAPAS tersebut, orang - orang yang mengikutinya paham dan mengerti lalu dia berusaha membuat dan menghasilkan suatu tulisan baru. Gambar 5 Tulisan Ibu Rumini dan Asnaw iyah (warga sekitar) di Koran Pasinaon Sumber: Warung Pasinaon c. Combination Dari tulisan - tulisan yang telaah dibuatnya kemudian dikelompokkan menjadi sebuah buku atau karya tulis baru. Dan di TBM WAPAS telah menghasilkan beberapa jasa baru melalui tulisa n tersebut seperti dari kumpulan tulisan anak - anak yang dibuat majalah sendiri dengan nama Ekspresi Pasinaon “EKSPAS” dan juga ada koran Pasinaon yang sebaagian besar ditulis oleh ibu - ibu sekitar. Gambar 6 Majalah Ekpresi Pasinaon “EKSPAS” Sumber: Dokume ntasi Pribadi Gambar 7. Kerajinan tas yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar Sumber: Dokumentasi Pribadi d. Internalization Peserta atau pengunjung mendapatkan pengetahuan baru dari seminar atau kunjungan ke kantor Suara Merdeka, diskusi pemanafaatan Internet, dan lain - lain. Knowledge sharing yang dilakukan oleh TBM WAPAS ini adalah dengan diskusi, workshop, seminar, kunjungan ke suatu perusahaan. Kemudian dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang ada seperti email, discussion - forum y ang ada di facebook, dan blogging. Dan dibawah ini merupakan gambar dari blogging TBM Warung Pasinaon. Gambar 10 Blogging TBM WAPAS Sumber: warungpasinaon.wordpress.com
Conclusion
Knowledge sharing dapat dilakukan oleh sebuah organisasi non - profit yaitu taman bacaan masyarakat dalam mengembangkan eksistensi dan juga mengeksplore sumber daya manusia yang ada di dalam diri masyarakat daerah sekitar. Taman Bacaan Masyarakat warung Pasinaon menggunakan sharing knowledge berbasis sosialisasi atau berupa disku si. Hal ini dikarenakan kurangnya dukungan infrastruktur teknologi informasi yang ada sehingga menyebabkan mereka hanya bisa menggunakan dengan cara manual. Meskipun sebagiaan hasilnya disebarluaskan melalui beberapa blog yang ada.