Kembali
16
1
2023 Visi Pustaka: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 25 · 1 ISSN 2685-7138

IMPLEMENTASI KATALOG ONLINE PERPUSTAKAAN SEKRETARIAT BALITBANGTAN BERBASIS INLISLITE V3.1

Kementerian Pertanian; Kementerian Pertanian

Abstrak

Perubahan paradigma perpustakaan dalam menerapkan teknologi informasi melalui layanan berbasis katalog online untuk memudahkan temu kembali bahan perpustakaan dan pustakawan dituntut kreatif serta proaktif mengoperasikan Inlislite dalam memberikan layanan penelusuran informasi pemustaka. Sejalan perkembangan teknologi informasi, Perpustakaan Sekretariat Balitbangtansebagai penyedia informasi dituntut mampu melakukan kegiatan mengelola informasi pertanian untuk mendukung penelitian serta memberikan layanan informasi terbaik dan berkualitas kepada pengguna melalui kecepatan mengakses sumber-sumber informasi di katalog induk pertanian online menggunakan aplikasi software INLISLite versi 3.1. Untuk mempermudah pelayanan dan mendiseminasikan hasil penelitian pertanian, Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan mengintegrasikan katalog induk dengan katalog induk perpustakaan pertanian secara online melalui kegiatan input data katalog. Tujuan kajian mengetahui implementasi perkembangan bahan perpustakaan Sekretariat Balitbangtan yang diinput di katalog induk online berdasarkan kategori koleksi bahan perpustakaan, subyek, penerbit, asal perolehan, dan perkembangan input dalam dua tahun terakhir. Pengkajian Dilaksanakan di Jakarta Oktober – November 2022 menggunakan analisis deskriptif kuantitatif bersumber dari katalog induk perpustakaan menggunakan INLISLite v3.1. Data yang digunakan analisis isi dari data Katalog Induk Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan dengan teknik pengumpulan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari datadi https://kikp.pertanian.go.id/balitbangtan, jenis koleksi, subyek katalog; asal penerbit, sumber koleksi dan perkembangan input di katalog online, sedangkan data sekunder dari literatur-literatur yang relevan dengan tujuan pengkajian. Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan menginventarisasi bahan pustaka sebanyak 1.218 judul/2.262 eksemplar yang terdiri dari 1.119 judul/1.504 eks monograf, 118 judul/662 eks terbitan berkala, 66 judul/77 eks sumber elektronik, dan 15 judul/19 eks bahan kartografis dengan subjek komoditas dominan yaitu koleksi tanaman pangan sebanyak 297 judul (24,38%). Koleksi bahan pustaka berdasarkan penerbit tertinggi dari Penerbit IAARD Press sebanyak 348 judul (28,57%). Koleksi bahan pustaka berdasarkan asal perolehan terbanyak dari hadiah/hibah dari lingkupBalitbangtan sebesar 545 judul (44,75%). Selama tahun 2021 dan 2022 input data bibliografi di katalog induk online tertinggi yaitu koleksi monograf dan terbitan berkala/majalah.

Abstract

Library paradigm changes in implementing information technology through online catalog-based services to facilitate retrieval of library materials and libraries are required to be creative and proactive in operating Inlislite in providing information retrieval services to users. In line with the development of information technology, the IAARD Secretariat Library as an information provider is required tobeableto carry out activities to manage agricultural information to support research and provide the best and quality information services to users through the speed of accessing information sources in the nonagricultural master catalog using the INLISLite software application version 3.1. To facilitate serviceanddisseminate agricultural research results, Its integrates the main catalog with the main agricultural library catalog online through catalog data input activities. The purpose of the study was to findout the implementation of the development of the IAARD Secretariat's library materials which were inputtedintothe online master catalog based on the categories of library material collections, subjects, publishers, origins of discovery, and input developments in the last two years. The study was carried out inJakartaOctober - November 2022 using quantitative descriptive analysis sourced from the main library catalogusing INLISLite v3.1. The data used for content analysis was from the Main Catalog of theIAARDSecretariat Library with collection techniques using primary data and secondary data. Primary datawastaken from data at https://kikp.pertanian.go.id/balitbangtan, collection type, catalog subject; the origin of the publisher, the source of the collection and development input in the online catalog, while secondary data is from the relevant literature for the purpose of the study. The IAARDSecretariat Library made an inventory of 1,218 titles/2,262 copies of library materials consisting of 1,119 titles/1,504ex-monographs, 118 titles/662 ex-periodicals, 66 titles/77 ex-electronic sources, and 15 titles/19ex- cartographic materials with dominant subjects namely the collection of food plants as much as 297titles(24.38%). Collection of library materials based on the highest publisher from the IAARD Press with348titles (28.57%). The collection of library materials based on the origin of the highest acquisition of gifts/ grants from the scope of IAARD amounted to 545 titles (44.75%). During 2021 and 2022 thehighest input of bibliographic data is in the main online catalog, namely collections of monographsandmagazines.
Keywords: Katalog online · inlislite v3.1 · Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan

Introduction

Perpustakaan saat ini menjadi sumber informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang berperan penting dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Tugas pustakawan tidak hanya mengadakan, mengolah, meminjamkan, dan menyimpan kembali koleksi bahan perpustakaan di rak buku, tetapi lebih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan informasi bagi pengguna yang sangat beragam. Menurut Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 disebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Perpustakaan khusus adalah perpustakaan diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, atau organisasi lain (Perpusnas RI 2022). Berdasarkan tugas dan fungsinya saat ini, perpustakaan adalah tempat menyimpan, mengolah dan mencari informasi, dimana informasi tersebut dapat berbentuk bahan bacaan tercetak (buku, jurnal, referensi, dan bahan pustaka tercetak lainnya) maupun bahan bacaan dalam bentuk elektronik (electronic book, elektronik jurnal, dan bahan bacaan bentuk elektronik lainnya). Di dalam perpustakaan tersebut ada organisasi dan sistem yang mengatur perjalanan bahan pustaka/informasi mulai dari pengadaan, peminjaman hingga pelayanan dan penyajian kepada pengguna perpustakaan (Komalasari, R. 2019). Sebagai sarana penyedia informasi perpustakaan dituntut untuk menyediakan berbagai macam informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemakai dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Olehsebabitu, perpustakaan membutuhkan seorangpustakawan yang siap membantuparapemustaka dalam hal pencarian informasi (Iztihana, A. & Arfa, M. 2020). Perpustakaan lingkup BalitbangtanKementerian Pertanian dibangun untukkepentingan dan kelancaran tugas dan fungsi unit kerja masing-masing, sekaligus mendukung pelaksanaan pembangunan di subsektor pertanian. Tugas utama perpustakaan unit kerja tersebut adalah menyediakan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang terkait lainnya, dalam bentuk tercetak maupun digital serta menyediakan berbagai sarana pelayanan untuk keperluan pemustaka. Untuk mendukung tugas dan fungsi, perpustakaan membutuhkan sumber daya yang kuat, antara lain sumber daya manusia, fasilitas, informasi, anggaran, dan dukungan dari pemangku kebijakan. Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan merupakan perpustakaan khusus yang berada di bawah Subbagian Hubungan Masyarakat, Bagian Kerja sama, Hukum, Organisasi dan Humas (KSHOH). Adapun tujuan perpustakaan ini salah satunya untuk memberikan pelayanan informasi IPTEK pertanian secara prima dengan menitikberatkan pada kemudahan akses informasi digital pemustaka melalui pengembangan layanan perpustakaan dengan mengintegrasikan Informasi dan Komunikasi (TIK). Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan telah mengalami perubahan dan perkembangan seiring dengan dinamika organisasi di Balitbangtan. Melalui semangat baru tahun 2019 perpustakaan telah dikembangkan dan diperbarui dengan tampilan serta fasilitas baru dengan koleksi digital yang menjadi keunggulan dari perpustakaan ini (Balitbangtan 2019). Agar perpustakaan Sekretariat Balitbangtan berkualitas perlu dibangun dan dikembangkan secara berkelanjutan dalam suatu model perpustakaan standar yang sudah dikembangkan oleh Balitbangtan. Suatu perpustakaan dapat memenuhi standar apabila memiliki kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang cukup; dana operasional yang memadai; lokasi perpustakaan yang dapat menunjang aspek fungsionalnya; dan kondisi ruangan perpustakaan yang nyaman. Keadaan tersebut akan menyebabkan perpustakaan menjadi tempat yang menarik sebagai tempat sumber informasi sektor pertanian, penelitian, rekreasi/hiburan sehingga pemanfaatan perpustakaan juga akan maksimal baik peneliti lingkup Balitbangtan, karyawan maupun pemustaka lainnya (Balitbangtan 2019). Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi (TI), perpustakaan dituntut untuk mampu berperan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, pustakawan dan pengelola perpustakaan Sekretariat Balitbangtan dituntut mampu melakukan kegiatan perpustakaan, dokumentasi, dan informasi sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai penyediaan informasi untuk mendukung penelitian. Perkembangan dunia informasi yang beredar luas di masyarakat saat ini begitu cepat. Kebutuhan informasi juga mengalami peningkatan yang signifikan. Agar perpustakaan sebagai pusat informasi dapat mempertahankan eksistensinya dalam menyebarkan informasi yang benar dan akurat, maka perpustakaan dituntut dapat memberikan layanan yang baik dan berkualitas kepada pengguna nya ditandai tersedianya sarana dan prasarana. Olehkarenaitu kepuasan pengguna menjadi tolak ukur dalam keberhasilan layanan yang diberikan oleh pengelola jasa perpustakaan (Amal, E. 2016). Salah satu pengukuran terhadap kualitas pelayanan pada aplikasi katalog online perpustakaan adalah kecepatan mengakses sumber-sumber informasi. Menurut Henriyadi (2009) katalog induk online merupakan katalog yang dapat diakses secara online yang dibangundan dikembangkan melalui pemanfaatanteknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam memudahkan pengguna memperoleh informasi yang dibutuhkan. Untuk mempermudah pelayanan dan mendiseminasikan hasil-hasil penelitian pertanian, Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan telah mengintegrasikan katalog induk perpustakaan dengan katalog induk perpustakaan pertanian secara online melalui tautan https://kikp.pertanian.go.id/ balitbangtan. Aplikasi Inlislite adalah suatu aplikasi yang mempermudah sistem kerja di perpustakaan. Aplikasi ini dapat mempermudah kerja suatu perpustakaan, karena adanya aplikasi Inlislite, maka kinerja perpustakaan lebih mudah, cepat dan akurat, sehingga pengguna lebih cepat dalam penelusuran informasi. Inlislite versi 3 merupakan pengembangan lanjut dari perangkat lunak (software) aplikasi otomasi perpustakaan Inlislite versi 2.1.2 yang dibangundan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas RI) sejak tahun 2011. Inlislite versi 3.1 yang merupakanpengembangan lanjutan dari software aplikasi otomasi perpustakaan Inlislite versi 2.1.2 Perpustakaan Nasional RI sejak tahun 2011. Inlislite versi 3.1 dikembangkan sebagai perangkat lunak satu pintu bagi pengelola perpustakaan untuk menerapkan otomasi perpustakaan sekaligus mengembangkanperpustakaan digital dalammengeloladanmelayankan koleksi digital. Tujuan Perpustakaan Nasional RI membangun dan mengembangkan Inlislite rangka menghimpun koleksi nasional dalam jejaring Perpustakaan Digital Nasional Indonesia, di samping membantu upaya pengembangan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi di seluruh Indonesia (Perpusnas RI 2021). Adapun karakteristik Inlislite Versi 3.1 adalah: Dalam pembentukan katalog digitalnya mengikuti standar metadata MARC (MAchine Readable Cataloguing); Dalam pengoperasiannya menggunakan aplikasi browser internet berbasis web (web based application software) yang umum digunakan untuk menjelajahi informasi di internet; Instalasi INLIS Lite cukup dilakukan pada satu komputer sebagai pangkalan data (server) dan pengoperasian aplikasi cukup dilakukan melalui komputer kerja (workstation) dengan cara mengkoneksikan melalui jaringan baik secara local area network, wide area network, maupun internet; Pengoperasiannya dapat dilakukan bersamaan secara simultan (multi user ready); Bebas pakai/gratis (freeware dan opensource). Menurut pernyataan Noprianto, E. (2018) perkembangan perpustakaan digital di Indonesia masih mengalami banyak tantangan dan hambatan terutama mengenai hak atas kekayaan intelektual, masih terbatas kemampuan SDM dalam bidang teknologi informasi, dan aplikasi yang digunakan belum memadai. Menurut Saleh, A.R. (2005) alasan teknologi informasi segera digunakan di perpustakaan adalah tuntutan terhadap penggunaan koleksi secara bersama (resource sharing); kebutuhan untuk mengefektifkan sumber daya manusia; tuntutan terhadap efisiensi waktu dan kebutuhan akan ketepatan layanan informasi; serta keragaman informasi yang dikelola. Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan sebagai penyedia informasi dituntut mampu melakukan kegiatan mengelola informasi pertanian untuk mendukung kegiatan penelitian dan memberikan layanan informasi yang terbaik dan berkualitas kepada pengguna. Layanan Informasi tersebut melalui kecepatan mengakses sumber-sumber informasi yang sudah diolah dalam bentuk entri data di aplikasi katalog induk pertanian online menggunakan perangkat lunak(software) INLISLite versi 3.1. Tantangan dan hambatan perkembangan aplikasi yang digunakan saat ini pada perpustakaan digital yaitu adanya tuntutan terhadap penggunaan koleksi secara bersama(resource sharing), efisiensi waktu, kebutuhan akan ketepatan layanan informasi, serta keragaman informasi yang dikelola (Hartono 2017).Berdasarkan latar belakang dan permasalahan di atas, tujuan dari kajian adalah untuk mengetahui implementasi perkembanganbahan perpustakaan Sekretariat Balitbangtanyang diinput di katalog induk online berbasis Inlislite v3.1 berdasarkan kategori koleksi bahan perpustakaan, subjek, penerbit, asal perolehan, dan perkembangan input dalam dua tahun terakhir. TINJAUAN PUSTAKA Perpustakaan sebagai penyedia informasi bagi masyarakat pemustaka dalam masa pandemi tetap harus bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Pada Masa Pandemi masyarakat diharuskan melakukan aktivitas dari rumah, termasuk belajar/kuliah dari rumah, akan mengubah metode pelayanan perpustakaan yang semula dilakukan secara langsung menjadi secara online, baik layanan sumber informasi maupun pelayanan administrasi. Menurut Rahayu, L. (2014), hakikat layanan perpustakaan merupakan penyedia segala bentuk bahan pustaka secara tepat dan akurat sesuai kebutuhan pemustaka dengan berbagai sarana penelusuran informasi. Selain Itu, perpustakaan juga harus menyediakan sarana temu kembali yang dapat memudahkan pemustaka untuk mencari bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan informasinya. Salah satu unsur utama untuk melihat maju mundurnya perpustakaan dapat diketahui dari kualitas pelayanannya yang menjadi unsur utama yang perlu diperhatikan. Pemustaka yang puas terhadap layanan yang diberikan oleh petugas perpustakaan akan menjadikan citra positif bagi, sebaliknya pemustaka yang tidak puas dengan layanan yang diberikan akan mengakibatkan citra negatif bagi perpustakaan. Jenis layanan di perpustakaan yang dilakukan secara online yaitu layanan penelusuran online untuk mempermudah pemustaka dalam mencari informasi dan bertanya langsung kepada pustakawan yang bertugas di layanan online dengan memberikan informasi tentang koleksi-koleksi yang dimiliki. Melalui layanan penelusuran online pemustaka dapat menelusuri informasi yang diperlukan dari manapun dan kapanpun selama 24 jam. Sumber informasi online dikenal dengan katalog perpustakaan OPAC. OPAC menyediakan informasi mengenai koleksi yang dimiliki oleh suatu perpustakaan, meskipun saat ini berbagai sumber informasi ada di internet maupun sumber online lainnya. Internet juga merupakan sumber informasi yang cukup berguna walaupun tidak menjanjikan dapat memperoleh informasi yang relevan di database online yang tersedia baik berbayar maupun gratis.Menurut pernyataan Suharti-AD (2020), pustakawan dituntut kreatif untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam memberikan layanan online kepada pemustaka yang semula hanya dilakukan secara langsung, sekarang bisa dilakukan secara online. Hal ini sangat memudahkan dan meringankan baik pemustaka maupun pustakawan yang beraktivitas dari rumah dalam memperoleh informasi elektronik dan pelayanan administrasi lain yang dibutuhkan. Perubahan paradigma dalam menerapkan teknologi informasi yaitu layanan pengguna berbasis online catalogue, layanan sirkulasi, layanan referensi, bahkan layanan teks lengkap versi digital. Selain itu layanan document delivery atau pengiriman dokumen juga dilakukan secara online, karena dokumen dalam bentuk digital semakin banyak tersedia (Saleh, A.R. 2005). Perpustakaan Bank Indonesia menyediakan bahan perpustakaan sebagai sumber informasi memerlukan sarana temu balik informasi yang tepat dan cepat melalui katalog online. Adanya katalog online, pengguna di perpustakaan dapat memanfaatkan waktu seefisien dan seefektif mungkin dalam menelusuri informasi. Berdasarkan hasil penelitian Lubis, F.Z. (2007), katalog online dengan sistem Cyber Library di perpustakaan Bank Indonesia Medan menunjukkan kemampuan yang sangat tinggi dan efektif dalam hal penelusuran katalog buku dengan query judul, pengarang, penerbit, tahun dan subjek. Segi kemudahan penggunaan, katalog online OPAC dapat diakses secara online, memudahkan dalam pencarian buku dan serta memberikan pengaruh terhadap kepuasan pengguna dan efektif digunakan sebagai sarana penelusuran informasi di Perpustakaan Terpadu Politeknik Kesehatan Denpasar (Kamala 2018). Hasil temuan Wulandari, A. (2019) bahwa diharapkan pustakawan/pengelola perpustakaan untuk lebih pro aktif dalam menggali dan mendalami cara mengoperasikan Inlislite, sehingga kinerja dalam mengelola perpustakaan lebih maksimal serta pemustaka dapat lebih memanfaatkan fitur yang disediakan di aplikasi Inlislite. Kesimpulan dari hasil kajian dan dari berbagai pendapat para ahli di tinjauan pustaka bahwa perubahan paradigma perpustakaan dalam menerapkan teknologi informasi telah bergeser menjadi penyedia bahan pustaka melalui layanan berbasis katalog online untuk memudahkan temu kembali bahan perpustakaan dan memberikan pengaruh terhadap kepuasan pengguna. Pustakawan dituntut kreatif dan proaktif dalam mengoperasikan Inlislite Serta Mampu menciptakan inovasi baru untuk memberikan layanan penelusuran informasi berbasis katalog online melalui dengan memanfaatkan fitur query judul, pengarang, penerbit, tahun terbit dan subjek untuk memperoleh informasi digital sesuai kebutuhan pemustaka.

Method

Dalam mengaplikasikan, katalog induk pertanian menggunakan perangkat lunak(software) INLISLite versi 3.1. Oleh karena itu pengkajian menggunakan analisis isi yang bersumber dari Katalog Induk Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan menggunakan inlislite v3.1 dengan objek kajian yaitu jenis koleksi, subyek katalog; asal penerbit, sumber koleksi dan perkembangan input di katalog online. Pengkajian dilaksanakan di Jakarta bulan Oktober – November 2022 menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang bersumber dari data katalog induk Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan menggunakan inlislite v3.1 dihttps://kikp.pertanian.go.id/balitbangtan. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari data katalog online perpustakaan Sekretariat Balitbangtan, sedangkan data sekunder diambil dari literatur-literatur yang relevan dengan tujuan pengkajian.

Result & Discussion

Koleksi Menurut Sukwana, I. (2021) koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak dan/atau karya rekam terdiri dari koleksi umum, koleksi rujukan, koleksi serial, koleksi khusus, koleksi multimedia, dan koleksi elektronik yang dihimpun, diolah, dan dilayankan yang memiliki nilai pendidikan. Perpustakaan Sekretariat Balitbangtantelahmenginventarisasi bahan pustaka sebanyak1.218 judul/2.262 eksemplar yang terdiri dari 1.119 judul/1.504 eks monograf, 118 judul/662eks. terbitan berkala, 66 judul/77 eks sumber elektronik, dan 15 judul/19 eks. bahan kartografi. Selengkapnya Jumlah Judul koleksi bahan pustaka di Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan tersaji pada gambar 1. Gambar 1. Jumlah Judul koleksi bahan pustaka di Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan Subjek Penentuan subyek bahan pustaka diperlukan untuk analisis subyek yang akurat dengan dibantu sarana daftar tajuk subyek yang komprehensif, sedangkan dalam proses katalogisasi pembuatan tajuk subjek disebut mengkatalog subyek. Pengatalogan subjek bertujuan menggunakan kata-kata (istilah) yang seragam untuk bahan pustaka perpustakaan tentang subyek tertentu. Subyek adalah topik yang mengandung informasi (content) pada buku, pita video, dan bentuk rekaman lainnya yang terdapat pada koleksi perpustakaan (Putri, B.B, Oktaria, R & Latiar, H 2021). Untuk Mempermudah pencarian dan pendataan koleksi perpustakaan, koleksi bahan pustaka berdasarkan subjek komoditas terbanyak yaitu koleksi tanaman pangan sebanyak 297 judul (24,38%) dan terendah koleksi Pascapanen 64 judul (5,25%). Jumlah judul koleksi bahan pustaka berdasarkan subjek/komoditas selengkapnya pada tabel 2. Tabel 2. Jumlah judul koleksi Bahan pustaka berdasarkan subjek/komoditas. No Komoditas/Subjek Jumlah (Judul) % 1. Tanaman Pangan 297 24,38 2. Tanaman Perkebunan 205 16,83 3. Tanaman Hortikultura 186 15,27 4. Peternakan 154 12,64 5. Sosial Ekonomi dan Kebijakan 77 6,32 6. Sumberdaya Lahan dan Klimatologi 78 6,40 7. Pasca panen 64 5,25 8. Bioteknologi 79 6,49 9. Lain-lain 78 6,40 Jumlah 1.218 Penerbit Penerbit adalah badan atau suatu pihak yang bertindak menerbitkan buku, majalah atau jurnal. Hal itu sesuai dengan pengertian dalam KBBI, penerbit adalah orang dan sebagainya yang menerbitkan, atau perusahaan dan sebagainya yang menerbitkan buku, dan majalah (Depdiknas 2014). Kategori Penerbit terdapat dalam field/ruas di katalog online perpustakaan bersamaan dengan kota terbit dan tahun terbit. Koleksi bahan pustaka berdasarkan penerbit di katalog online di Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan tertinggi yaitu penerbit dari IAARD Press sebanyak 348 judul (28,57%), diikuti penerbit Balitbangtan sebanyak 237 judul (19,46%), (tabel 3). Tabel 3. Jumlah judul koleksi Bahan pustaka berdasarkan penerbit di Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan No. Penerbit Jumlah % 1. IAARD Press 348 28,57 2. Balitbangtan 237 19,46 3. PUSTAKA 97 7,964. Pusdatin 46 3,785. Kementan 87 7,146. Puslitbangbun 67 5,507. LIPI Pres 13 1,078. BKP 38 3,129. PSEKP 58 4,7610 Puslitbangnak 48 3,9411 BB Biogen 34 2,7912 Lainnya 145 11,90 Jumlah 1.218 Sumber Koleksi Dalam pengadaan bahan pustaka, perpustakaan dapat melakukan berbagai cara untuk memperoleh dengan cara menerbitkan sendiri, pembelian, hadiah/hibah, dan tukar menukar. Koleksi Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan diperoleh bersumber dari terbitan sendiri, tukar menukar, hadiah/hibah, dan pembelian. Jumlah judul koleksi bahan pustaka berdasarkan asal perolehan didapat terbanyakdiperoleh dari hadiah/hibah dari UK/UPTlingkupBalitbangtan sebanyak 545 judul (44,75%), dan terendah dari pembelian 37 judul (3,04%), selengkapnya tersaji pada tabel 4. Tabel 4. Jumlah judul koleksi Bahan pustaka berdasarkan asal perolehan di Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan No Asal Perolehan Jumlah (judul) %1. Terbitan sendiri 227 18,642. Tukar Menukar 409 33,583. Hadiah/hibah 545 44,754. Pembelian 37 3,04 Jumlah 1.218 Perkembangan input/entry data bibliografis Entri data bibliografis merupakan kegiatan memasukkan data-data bibliografis bahan pustaka seperti judul, pengarang, penerbitan, deskripsi fisik, ISBN dan lain-lain sesuai dengan kaidah dalam konsep pengatalogan sesuai pedoman ISBD (International Standard Bibliographic Description) dan AACR (Anglo American Cataloguing Rule) / RDA(Resource Description and Access) (Hakim, A. 2021). Selama tahun 2021 dan 2022 input/entry data bibliografi di katalog induk online tertinggi yaitu koleksi monograf dan terbitan berkala/majalah. Selengkapnya tersaji pada gambar 2. Gambar 2. Perkembangan entry/input data selama 2 tahun terakhir

Conclusion

Perpustakaan Sekretariat Balitbangtan telah menginventarisasi bahan perpustakaan buku, terbitan berkala/majalah, sumber elektronik, dan bahan kartografi, sedangkan koleksi bahan perpustakaan di katalog online berdasarkan subjek komoditas mayoritas koleksi tanaman pangan. Koleksi bahan perpustakaan berdasarkan penerbit tertinggi dari Penerbit IAARD Press dengan koleksi bahan pustaka sebagian besar dari hadiah/hibah. Selamat Tahun 2021 - 2022 perkembangan input tertinggi di katalog induk online dari koleksi monograf. Diharapkan untuk ke depannya katalogPerpustakaan Sekretariat Balitbangtandilengkapi fulltext karena hampir sebagianbesar pemustaka memanfaatkan dan memerlukan fulltext untuk membaca secara online.