Pengaruh Sosialisasi Cara Pemanfaatan Perpustakaan Terhadap Peningkatan Keterampilan Pemustaka Dalam Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Universitas Bengkulu
Universitas Bengkulu
Abstrak
Tanggapan responden adanya fasilitas locker (57%), responden belum mengerti penggunaan OPAC (21%), responden mengerti cara penelusuran OPAC (57%), responden belum memahami penggunaan internet (47%), responden yang mengerti penelusuran internet (23%), yang sudah mengerti (30%), subyek dan pengarang responden belum memahami (41%), sedangkan pustaka yang memahami menelusur koleksi di rak, melalui judul, subyek dan pengarang (34%), responden yang mengetahui adanya foto kopi (27%), yang belum memahami adanya foto kopi (46%). Pemustaka yang mengerti tentang tatip pinjam kembali bahan pustaka (14%), yang belum memahami (51%), responden yang paham dan memanfaatkan ruang baca (64%) karena suasananya menyenangkan, untuk hak dan kewajiban respon memberikan tanggapan (69%) artinya baik, antara pustakawan dan pemustaka berkomunikasi dengan baik dan harmonis, sedangkan yang mengerti layanan rujukkan (60%) responden belum paham, (17%), paham sekali akan adanya layanan rujukkan(23%), sedangkan responden belum memahami sosialisasi lingkungan (57%), artinya pustakawan perlu mengadakan bimbingan pemustaka agar mengenal lokasi perpustakaan.
Abstract
This studyis about the influence of socialization on how to use the library to improve users’skills in the usage of the collection at UNIB library. The aim of this study is to analyze users’ skillsto find information in the library, and to know barriers faced by users to use the library’s facilities provided by UNIB library. The respondent of this research was 7 faculties, every faculties was took 10 students as the samples. There are two data used in this study; primary and secondary data. The primary data come from questionnaire survey, and the secondary data is supporting data from the interview and observation. The reaction of respondent about locker facility is 57%, the respondent not understand the usage of OPAC is 21%, the respondent that understand the usage of OPAC is 57%, confuse the usage of internet is 47%, understand the usage of internet is 23%, the respondent know how to search the collection in the shelf, including title, subject and author 34%, respondent know there is an photo copy is 27% and not 46%. The respondent that know the role of borrow and return the books 14%, do not know 51%, the respondent that know how to use library 64% because have good situation, for the right and the users’ obligation in the library, the respondent gives 69%. Understand the reference of service is 60% and not 17%, very understand the reference of service 23%, and the respondent still confused of socialization of environment in the library is 57%, its mean the librarians should guiding the user so that the user of library know every room of the library.
Keywords:
Guiding
· user
· knowledge
· skill of libriarian
Introduction
Berdasarkan Undang-undang RI No 43 tahun 2007,1 “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa atau pemakai dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan” (Perpusnas, 2007). Bimbingan dalam menemukan pribadi dimaksudkan agar peserta didik mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri, serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut.Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan dimaksudkan agar peserta didik mengenal secara objektif lingkungan baik sosial, fisik dan menerima berbagai kondisi lingkungan itu secara positif dan dinamis pula. Sedangkan bimbingan dalam rangka merencakan masa depan dimaksudkan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang masa depan dirinya sendiri, baik yang menyangkut bidang pendidikan, karier, budaya / keluarga dan kemasyarakatan. Bimbingan diartikan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sehingga dapat membantu individu mencapai pengembangan diri secara optimal sebagai makhluk sosial (Sukardi, 2008:52). Pakar bimbingan yang lain mengungkapkan bahwa: “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada seseorang (individu) atau sekelompok orang agar mereka itu dapat berkembang menjadi pribadi yang mandiri. Sukardi, (2008: 43)”. Sedangkan pakar lain menyatakan bahwa : “Bimbingan ialah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam memahami diri dan perwujudan diri, dalam mencapai tingkat perkembangan, yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungannya Sutarno, (2005:38). Tujuan 1. Untukmengetahuipengetahuan pemustaka terhadap fasilitas perpustakaan Universitas Bengkulu. 2. Untukmengetahui keterampilan pemustaka dalam menggunakan alat penelusur informasi. 3. Untuk mengetahui kecepatan dan ketepatan pemustaka dalam temu kembali informasi. Manfaat Ada pun manfaat yang dapat dirasakan oleh pemustaka antara lain: (a) Agar pemustaka perpustakaan dapat mengenal dan memahami serta menggunakan sistem yang diberlakukan diperpustakaan. (b) Agar pemustaka atau pemakai perpustakaan dapat menggunakan sarana temu informasi yang tersedia seperti kode, nomor klasifikasi, kartu katalog dan petunjuk lain. (c) Agar pemustaka dengan cepat dan tepat menemukan apa yang diperlukan, tanpa banyak membuang waktu, tidak menemui kesulitan dan hambatan. (d) Memperluas jangkauan pemakai koleksi oleh pengunjung dan anggota perpustakaan. (e) Mengembangkan citra perpustakaan sebagai bagian dari lembaga pendidikan. (Sutarno, NS, 2006 : 15).4 Kajian Pustaka Berdasarkan Undang-undang RI No 43 tahun 20075 , “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa atau pemakai dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan” (Perpusnas, 2007). Bimbingan dalam menemukan pribadi dimaksudkan agar peserta didik mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri, serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut. Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan dimaksudkan agar peserta didik mengenal secara objektif lingkungan baik sosial, fisik dan menerima berbagai kondisi lingkungan itu secara positif dan dinamis pula. Sedangkan bimbingan dalam rangka merencakan masa depan dimaksudkan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang masa depan dirinya sendiri, baik yang menyangkut bidang pendidikan, karier, budaya / keluarga dan kemasyarakatan. Bimbingan diartikan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sehingga dapat membantu individu mencapai pengembangan diri secara optimal sebagai makhluk sosial (Sukardi, 2008:52).6 Pakar bimbingan yang lain mengungkapkan bahwa: “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada seseorang (individu) atau sekelompok orang agar mereka itu dapat berkembang menjadi pribadi yang mandiri. Sukardi, (2008: 43)”. Sedangkan pakar lain menyatakan bahwa : “Bimbingan ialah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam memahami diri dan perwujudan diri, dalam mencapai tingkat perkembangan, yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungannya Sutarno, (2005:38).7 Dengan membandingkan pengertian tentang bimbingan yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa: Bimbingan merupakan proses pemberian bantuan kepada seseorang atau sekelompok orang secara terus menerus dan sistematis oleh pembimbing agar individu atau sekelompok individu menjadi pribadi yang mandiri yaitu: (a) mengenal diri sendiri dan lingkungan (b) menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis (c) mengambil keputusan (d) mengarahkan diri sendiri (e) dan mewujudkan diri sendiri. Pengertian Pemustaka adalah pengguna perpustakaan yaitu perseorangan, kelompok orang, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan. Pemustaka sering juga disebut user yang artinya pengguna. Jadi Bimbingan Pemustaka yaitu suatu kegiatan yang bermaksud memberikan panduan, penjelasan tentang penggunaan perpustakaan kepada individu atau sekelompok Pengguna Perpustakaan. Bimbingan pemustaka perpustakaan juga berarti suatu kegiatan yang menuntun, mengarahkan, membimbing dan memberikan penjelasan tentang tata cara menggunakan kartu katalog, menelusur sumber informasi, dan menggunakan pedoman perpustakaan yang lain (Saleh, 2006 : 17).8 Kegiatan bimbingan Pemustaka yang dilakukan oleh petugas layanan bertujuan untuk menjelaskan tentang seluk beluk Perpustakaan. Diantaranya manfaat perpustakaan, cara menjadi anggota, persyaratan keanggotaan, tata tertib, jenis layanan, kegunaan system katalogisasi dan klasifikasi, serta partisipasi masyarakat. Semua ini dikerjakan dalam rangka memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pemustaka dalam memanfaatkan perpustakaan, secara cepat dan tepat tanpa banyak mengahadapi kesulitan. (Sutarno, NS, 2008 : 31). Ada pun manfaat yang dapat dirasakan oleh prmustaka antara lain: a. Agar pemustaka perpustakaan dapat mengenal dan memahami serta menggunakan sistem yang diberlakukan diperpustakaan. b. Agar pengguna atau pemakai perpustakaan dapat menggunakan sarana temu informasi yang tersedia seperti kode, nomor 8 Saleh, Abdul Rahman, Pengantar Kepustakaan. Bogor: Sagung Seto, 2008 klasifikasi, kartu katalog dan petunjuk lain. c. Agar pemustaka dengan cepat dan tepat menemukan apa yang diperlukan, tanpa banyak membuang waktu, tidak menemui kesulitan dan hambatan. d. Memperluas jangkauan pemustaka koleksi oleh pengunjung dan anggota perpustakaan. e. Mengembangkan citra perpustakaan sebagai bagian dari lembaga pendidikan. (Sutarno,NS, 2006 : 15).
Method
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi cara pemanfaatan perpustakaan terhadap peningkatan keterampilan pemustaka dalam pemanfaatan koleksi perpustakaan Universitas Bengkulu.Teknik Pengumpulan data yaitu Observasi, Kuisioner, studi pustaka, wawancara dan dokumentasi.
Result & Discussion
1. Responden Jumlah responden yang dikirim kuesioner adalah 70 0rang yang disebarkan pada tujuh Fakultas yang menjadi wilayah penelitian yaitu Fakultas, Teknik, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas KIP, Fisipol dan FMIPA. Dari seluruh kuesioner yang dikirim ternyata semuanya dikembalikan karena pada saat mahasiswa mengisi langsung ditunggu sampai selesai. Adapun tabel responden dapat dilihat dibawah ini Tabel 1. Jumlah Responden Responden Jumlah Fak. Teknik 10 0rang Fak. Hukum 10 orang Fak. Pertanian 10 orang Fak. Ekonomi 10 orang FKIP 10 orang Fisipol 10 orang Fmipa 10 orang Total 70 0rang Sumber data Primer (tahun 2017). 2. Tingkat Pengetahuan Pada Layanan Pemustaka Pengetahuan yang dipunyai oleh setiap pemustaka tetap menjadi dasar dan indikator untuk dapat mengembangkan pengunaan fasilitas yang diberikan kepada setiap orang yang memerlukan. Jasa yang ditawarkan guna untuk memberikan rasa aman kepada setiap pemustaka yang datang ke perpustakaan. Analis tanggapan responden terhadap masalah yang diajukan disajikan dalam Tabel 2. Tabel 2.Persentase pemustakamenggunakan fasilitas locker Sumber data primer ( 2017) Dari table 2 tersebut terungkap bahwa, tingkat pemakai jasa fasilitas locker ke 7 fakultas dari segi kepahaman mereka sampai 57%). Hal ini sudah menjadi kebiasaan pemustaka agar keamanan barang terjamin. Tabel 3. Persentase pemustaka penelusuran menggunakan OPAC Sumber data Primer (2017) Ketidak pahaman pemustaka terhadap penggunaan OPAC (21%) namun beberapa responden mengerti cara penelusuran menggunakan Online Public Access Catalag (OPAC) (57%), artinya untuk melakukan penelusuran OPAC disarankan agar diadakan bimbingan pengguna dengan pengetahuan praktis. Sehingga diharapkan para pemustaka jasa menjadi cepat dalam menemukan informasi koleksi buku yang disediakan perpustakaan Universitas Bengkulu. Tabel 4. Persentase pemustaka menelusur menggunakan internet Untuk penggunaan internet di perpustakaan pemustaka masih belum memahami yaitu (47%), Pemustaka yang sudah mengerti menggunakan internet (23%) dan (30%) artinya pemustaka baik sekali, hal ini menjadi suatu kepuasan bagi pustakawan karena apa yang diberikan kepada pemustaka jasa merasa terbantu Tabel 5. Persentase pemustaka mencari buku melalui judul, subyek, dan pengarang Respond en Tidak Paham Paham Paham sekali Total Jm l % Jm l % Jm l % Jm l % Fak.Tek nik 7 7 0 2 2 0 1 1 0 10 10 0 Fak. Hukum 5 5 0 2 2 0 3 3 0 10 10 0 Fak. Pertania n 5 4 0 3 3 0 2 2 0 10 10 0 Fak. Ekonomi 4 4 0 2 2 0 4 4 0 10 10 0 KIP 4 4 0 3 3 0 3 3 0 10 10 0 Fisipol 6 6 0 1 1 0 3 3 0 10 10 0 Fmipa 1 1 0 6 6 0 3 3 0 10 10 0 Total 32 4 6 19 2 7 19 2 7 70 10 0 Responden Tidak Paham Paham Paham sekali Total Jml % Jml % Jml % Jml % Fak.Teknik 1 10 7 7 0 2 2 0 10 10 0 Fak. Hukum 5 50 2 2 0 3 3 0 10 10 0 Fak. Pertanian 6 60 3 3 0 1 1 0 10 10 0 Fak. Ekonomi 3 30 2 2 0 5 5 0 10 10 0 KIP 3 30 5 5 0 2 2 0 10 10 0 Fisipol 5 50 3 3 0 2 2 0 10 10 0 Fmipa 6 60 2 2 0 2 2 0 10 10 0 Total 29 41 24 3 4 17 2 4 70 10 0 Berdasarkan jawaban responden di atas ada (41%) pemustaka belum memahami menelusur menggunakan judul, subyek dan pengarang, sedangkan pemustaka yang menelusur koleksi di rak, melalui judul buku, subyek dan pengarang mencapai (34%) artinya mereka sudah memiliki pengetahuan dalam mencari koleksi di rak, pengetahuan ini didapat dari pustakawan dan staf yang shelving setiap hari. Responden Tidak Paham Paham Paham sekali Total Jml % Jml % Jml % Jml % Fak.Teknik 3 30 5 50 2 20 10 100 Fak. Hukum 8 80 1 10 1 10 10 100 Fak. Pertanian 7 70 2 20 1 10 10 100 Fak. Ekonomi 5 50 4 40 1 10 10 100 KIP 6 60 2 20 2 20 10 100 Fisipol 5 50 3 30 2 20 10 100 Fmipa 2 20 7 70 1 10 10 100 Total 36 51 24 34 10 14 70 100 Tabel 6. Persentase pemustaka yang mengerti jasa layananfotokopi Pemustaka yang sudah memahami akan keberadaan layanan foto kopi (27%) respon ini baik sekali, yang belum memahami jasa foto kopi mencapai 46%), sehingga pihak perpustakaan akan memberikan pengarahan kepada pemustaka agar memanfaatkan layanan foto kopi yang telah disediakan. Gunanya supaya informasi yang dibutuhkan saat itu bisa terpenuhi. Tabel 7. Persentase pemustaka yang mengerti tatip pinjam kembali bp sirkulasi Berdasarkan tabel di atas, bahwa pemustaka yang mengerti tentang tatip pinjam kembali bahan pustaka (14%), yang belum memahami (51%), sehingga pustakawan harus mengadakan bimbingan kepada pemustaka, agar mereka mengerti tentang tatip di perpustakaan, dan tidak melakukan kesalahan. Responden Tidak Paham Paham Paham sekali Total Jml % Jml % Jml % Jml % Fak.Teknik 1 10 8 80 1 10 10 100 Fak. Hukum 1 10 5 50 4 40 10 100 Fak. Pertanian 1 10 5 50 4 40 10 100 Fak. Ekonomi 2 20 6 60 2 20 10 100 KIP 1 10 8 80 1 10 10 100 Fisipol 2 20 7 70 1 10 10 100 Fmipa 1 10 6 60 3 30 10 100 Total 9 13 45 64 16 23 70 100 Tabel 8. Persentase Pemustakayang memanfaatkan ruang baca Berdasarkan analisis tabel di atas, dapat dikatakan bahwa pemustakayang sangat paham manfaat ruang baca (64%) alhasil pemakai senang belajar di ruang yang disediakan dan dapat belajar dengan baik. Karena suasana menyenangkan. Tabel 9. Persentase pemustaka yang mengerti Hak dan kewajiban Hak dan kewajiban pemustaka berdasarkan respon responden memberikan tanggapan baik yaitu (69%) mereka memahami apa yang perlu dilakukan dan apa yang tidak perlu dikerjakan, sehingga komunikasi dibagian ini memberikan suasana yang harmonis antara pustakawan atau staf, Respo nden Tidak Paham Paham Paham sekali Total J m l % J m l % J m l % J m l % Fak.Tek nik 1 1 0 8 8 0 1 1 0 1 0 1 0 0 Fak. Huku m 1 1 0 7 7 0 2 2 0 1 0 1 0 0 Fak. Pertan ian 1 1 0 5 5 0 4 4 0 1 0 1 0 0 Fak. Ekono mi 2 2 0 6 6 0 2 2 0 1 0 1 0 0 KIP 1 1 0 8 8 0 1 1 0 1 0 1 0 0 Fisipol 2 2 0 7 7 0 1 1 0 1 0 1 0 0 Fmipa 1 1 0 7 7 0 2 2 0 1 0 1 0 0 Total 9 1 3 4 8 6 9 1 3 1 9 7 0 1 0 0 sehingga pemustaka menjadi akrab karena dapat saling menerima dan memberi informasi yang dibutuhkan. Tabel 10. Persentase pemustaka layanan referensi Responden Tidak Paham Paham Paham sekali Total Jml % Jml % Jml % Jml % Fak.Teknik 8 80 1 10 1 10 10 100 Fak. Hukum 5 50 2 20 3 30 10 100 Fak. Pertanian 4 40 2 20 4 40 10 100 Fak. Ekonomi 7 70 2 20 1 10 10 100 KIP 7 70 1 10 2 20 10 100 Fisipol 6 60 1 10 3 30 10 100 Fmipa 5 50 3 30 2 20 10 100 Total 42 60 12 17 16 23 70 100 Tanggapan responden yang belum memahami layanan rujukkan (60%), sehingga pihak perpustakaan perlu mengadaan sosialisasi kepada semua pemustaka, agar layanan ini tidak salah dalam mengartikan.Responden memahami layanan referensi (17%), daya adaptasi pengguna masih perlu dibimbing. Sementara (23%) menyatakan paham sekali akan adanya layanan referensi. Tabel 11. Persentase pemustaka bersosialisasi dengan lingkungan perpustakaan Respond en Tidak Paham Paham Paham sekali Total Jm l % Jm l % Jm l % Jm l % Fak.Tek nik 5 5 0 3 3 0 2 2 0 10 10 0 Fak. Hukum 6 6 0 2 2 0 2 2 0 10 10 0 Fak. Pertania n 5 5 0 3 3 0 2 2 0 10 10 0 Fak. Ekonomi 7 7 0 2 2 0 1 1 0 10 10 0 KIP 4 4 0 4 4 0 2 2 0 10 10 0 Fisipol 8 8 0 1 1 0 1 1 0 10 10 0 Fmipa 5 5 0 3 3 0 2 2 0 10 10 0 Total..... 40 5 7 18 2 6 12 1 7 70 10 0 Berdasarkan tabel di atas responden belum memahami akan sosialiasi lingkungan (57%) artinya pustakawan perlu mengadakan bimbingan pemustaka, agar pemustaka mengenal akan lingkungan dan lokasi perpustakaan.
Conclusion
(1)Tanggapan responden mengetahui adanya fasilitas locker (57%), (2) responden belum mengerti penggunaan OPAC (21%), responden mengerti cara penelusuran OPAC (57%), artinya disarankan agar diadakan bimbingan pemustaka, (3) responden belum memahami penggunaan internet (47%), responden yang mengerti penelusuran internet (23%), (4) responden sudah mengerti penelusuran koleksi melalui judul, subyek dan pengarang (41%), (5) Sedangkan yang memahami menelusur koleksi di rak, melalui judul, subyek dan pengarang (34%) artinya pemustaka sudah mengetahui cara penelusuran, (6) Responden yang mengetahui adanya foto kopi (27%), yang belum memahami adanya foto kopi (46%) artinya pustakawan harus mengadakan bimbingan pemustka. (7) Responden yang mengerti tentang tatip pinjam kembali bahan pustaka (14%), yang belum memahami (51%), sehingga pustakawan harus mengadakan bimbingan pemustaka, agar mereka mengerti tentang tatip di perpustakaan, (8) Responden yang paham dan memanfaatkan ruang baca (64%) karena suasananya menyenangkan, (9)Untuk hak dan kewajiban respon memberikan tanggapan (69%) artinya baik, antara pustakawan dan pemustaka berkomunikasi dengan baik dan harmonis, (1) Sedangkan yang mengerti layanan rujukkan (60%) responden belum paham, (17%), (10) Sedangkan responden belum memahami sosialisasi lingkungan (57%), artinya pustakawan perlu mengadakan bimbingan pemustaka agar mengenal lokasi perpustakaan.