STUDI BIBLIOMETRIK TERHADAP PERFORMANCE JURNAL STANDARDISASI PERIODE 1999-2016
Badan Standardisasi Nasional; Badan Standardisasi Nasional; Badan Standardisasi Nasional; Badan Standardisasi Nasional
Abstrak
Jurnal ilmiah bagi kalangan peneliti merupakan sumber informasi penting karena jurnal ilmiah memuat informasi primer hasil dari penelitian atau pemikiran para ahli yang disampaikan pertama kali. Jurnal Standardisasi adalah salah satunya. Penelitian ini mempelajari performance Jurnal Standardisasi. Sebanyak 298 artikel yang termuat dalam 49 nomor sejak diterbitkan pertama kali sampai tahun 2016 dipelajari. Hasil kajian ditemukan bahwa jumlah artikel setiap nomor berfl uktuasi antara 3 – 10 artikel. Mulai volume 13 tahun 2011 jumlah artikel konstan dengan 8 artikel. Jumlah penulis yang berkontribusi adalah sebanyak 302 nama penulis dari 49 lembaga tempat penulis tersebut bekerja. Penulis paling produktif adalah Ellia Kristiningrum dengan 14 karya tulis. Nilai kolaborasi kepenulisan adalah sebesar 0,52, yang berarti bahwa karya kolaborasi hampir sama banyaknya dengan karya tunggal. Sumber informasi yang dijadikan referensi artikel kebanyakan berasal dari buku.
Abstract
Scientific journal is an important information source for researchers because it contains primary research results. This study aims to investigate the performance of Standardization Journal as one of scientifi c journals. A total number of 298 articles have been published in 49 editions since its early edition to 2016. The study found that the number of articles are fl uctuated between 3 to 10 in each edition. Start from volume number 13 in 2011 with 8 articles are constant. However, the number of articles has been constantly kept at 8 since the 13th edition in 2011. There has been 302 writers from 49 institutions who contributed in the publications. The most productive writer is Ellia Kristiningrum with her 14 papers. Collaborative writing’s value is 0.52. It means that the collaborative work is relatively at the same number with its individual counterpart. Sources of information used for references are mostly books.
Keywords:
Bibliometrik
· pola kepengarangan
· analisis sumber informasi
Introduction
Perpustakaan adalah sebuah unit yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk menghimpun, mengolah, dan menyebarluaskan informasi dan atau literatur kepada masyarakat khususnya masyarakat yang menjadi pemangku kepentingannya (jurisdiction population). Pasal 1, Ayat 1, Undang-undang 43 tahun 2007 mendefi nisikan perpustakaan sebagai institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/ atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka (PNRI, 2007). Salah satu koleksi penting bagi perpustakaan adalah jurnal ilmiah. Jurnal atau majalah ilmiah adalah salah satu bentuk publikasi serial yang diterbitkan dengan kala terbit yang tetap atau teratur (periodik) dan berisi sejumlah artikel yang merupakan kontribusi berbagai penulis. Salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Standardisasi Nasional adalah Jurnal Standardisasi. Jurnal Standardisasi sudah diterbitkan sejak tahun 1999 dan pada tahun 2011 mendapatkan akreditasi dari LIPI dengan keputusan Kepala LIPI Nomor 476/AU2/P2MI-LIPI/08/2012. Jurnal ini mempunyai fokus kajian dalam bidang standardisasi. Dewan redaksinya terdiri dari pakar-pakar di bidang standardisasi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan dari luar BSN. Mitra Bestarinya terdiri dari para ahli di bidang standardisasi, metrologi, penilaian kesesuaian, dan bidang-bidang teknik yang berkaitan dengan standardisasi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat performance Jurnal Standardisasi dari aspek bibliometrik dengan pertimbangan bahwa dari aspek bibliometrik ini akan diketahui performance jurnal ini seperti jumlah penulis yang menjadi kontributor artikel, jumlah dan komposisi sumber informasi yang dijadikan referensi, produktifi tas penulis dan pola kepenulisan, dan tingkat kolaborasi penulis. 2. Tujuan Kajian Kajian ini mempunyai tujuan untuk (i) melihat perkembangan Jurnal Standardisasi dari sejak publikasi pertama sampai terbitan terkini, (ii) mengetahui produktivitas penulis dan lembaga afi liasi penulis yang menjadi kontributor artikel, (iii) mengetahui pola kepenulisan serta tingkat kolaborasi penulis, dan (iv) mempelajari sitasi yang digunakan oleh para penulis. 3. Tinjauan Pustaka 3.1 Penelitian dan Sumber Informasi Pengertian penelitian (riset) yang disarankan oleh Leedy (1997: 3) sebagaimana dikutip oleh (Saleh, 2009) adalah proses yang sistematis meliputi pengumpulan dan analisis informasi (data) dalam rangka meningkatkan pengertian kita tentang fenomena yang kita minati atau menjadi perhatian kita, sedangkan peneliti adalah orang yang melakukan penelitian. Proses penelitian pada satu pihak memerlukan sumber-sumber informasi untuk dijadikan referensi, namun di lain pihak juga menghasilkan laporan yang akan menjadi sumber informasi bagi penelitian berikutnya. Informasi berupa hasil penelitian tentunya sudah sangat banyak, baik yang dipublikasi pada jurnaljurnal ilmiah maupun yang tidak dipublikasi dan hanya ditulis dalam bentuk laporan. Menurut Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah–LIPI, data jumlah jurnal ilmiah di Indonesia yang memiliki ISSN dan masih diterbitkan sampai dengan tahun 2003 adalah 1.170 judul. Pada tahun 2008 jumlah jurnal yang masuk ke PDII–LIPI berjumlah sebanyak 3.656 judul jurnal dengan jumlah artikel sebanyak 116.000 artikel. Jumlah ini belum termasuk jurnal yang tidak memiliki ISSN dan laporan penelitian lepas atau yang tidak dipublikasi. 3.2 Jurnal Ilmiah Jurnal atau majalah ilmiah adalah salah satu bentuk publikasi serial yang diterbitkan dengan kala terbit yang tetap atau teratur (periodik) dan berisi sejumlah artikel yang merupakan kontribusi berbagai penulis. Jurnal dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok, yaitu (1) professional or trade journals; (2) popular journals; dan (3) scholarly journals (Anonim, 2014). Selanjutnya, dikatakan bahwa professional or trade journals adalah jurnal yang ditujukan pada profesi atau industri tertentu, berisi berita terkini, dan pendapat dan saran praktis tentang produk baru dan ulasan untuk menginformasikan para pembaca tentang kejadian dalam industri atau profesi. Artikelnya mungkin saja berisi sitiran dan direview oleh mitra bestari. Popular journals adalah jurnal yang berisi berita, cerita fi tur, pendapat, dan potongan editorial yang menginformasikan dan menghibur pembacanya. Artikelnya biasanya tidak direview oleh mitra bestari dan biasanya ditulis dalam bahasa yang mudah dimengerti. Jenis jurnal ini berisi banyak iklan, ilustrasi, dan foto-foto. Kutipan dan bibliografi tidak umum ditampilkan, sedangkan scholarly journals adalah jurnal yang berisi sejumlah artikel yang diterbitkan secara teratur pada interval tertentu. Tujuan utama mereka adalah untuk menyebarkan pengetahuan dan penelitian temuan baru. Jurnal ini mungkin juga berisi ulasan dan kritik studi dan temuan. Jurnal ilmiah kadang-kadang dapat diidentifi kasi oleh judul mereka. Ini mungkin termasuk kata-kata seperti journal, triwulanan, review, proceedings, transaksi, dan bisa merujuk ke disiplin akademis atau bidang studi khusus. Tulisan atau artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal ilmiah biasanya sudah diseleksi secara ketat oleh peer-reviewer (mitra bestari) yang merupakan pakar di bidangnya masing-masing (Tupan, 2015). 3.3 Bibliometrika Bibliometrika adalah suatu bidang ilmu yang menggunakan teknik matematika dan statistika dari penghitungan sederhana sampai kalkulus, untuk mempelajari publikasi dan pola komunikasi dalam distribusi informasi (Maryono dan Junandi, 2012). Tujuan bibliometrika adalah menjelaskan proses komunikasi tertulis dan sifat serta arah pengembangan sarana deskriptif penghitungan dan analisis berbagai faset komunikasi. Bibliometrika dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu bibliometrika deskriptif dan perilaku. Kajian deskriptif biasanya menggambarkan karakteristik atau ciri sebuah literatur seperti produktivitas, periode waktu, dan disiplin ilmu, sedangkan perilaku mengkaji hubungan yang terbentuk antara komponen literatur seperti penggunaan literatur, subjek, atau disiplin ilmu, referensi, dan sitasi (Sulistyo-Basuki, 2016). Maryono dan Junandi mengutip pendapat Haeffner dan Claude (2009) yang mengatakan bahwa evaluasi kegiatan riset, selain dilakukan dengan peer review, dapat juga dilakukan dengan metode bibliometrik. Metode bibliometrik mendasarkan pada data sitiran yang terdapat pada publikasi jurnal dan melakukan pengukuran dengan beberapa indikator (Maryono dan Junandi, 2012). Indikator yang diukur dalam bibliometrik di antaranya adalah indikator kuantitas yang mengukur produktivitas penulis dan indikator kualitas yang mengukur kualitas hasil riset. Metode yang digunakan dalam mengukur indikator kuantitas adalah dengan cara menghitung jumlah artikel yang ditulis/diterbitkan oleh penulis atau kelompok penulis dalam kurun waktu tertentu. Ukuran yang lazim adalah jumlah publikasi per satuan waktu tertentu, jumlah publikasi per peneliti, atau kelompok peneliti per satuan waktu (Maryono dan Junandi, 2012).
Method
4.1 Obyek Penelitian Obyek penelitian penelitian ini adalah artikel pada terbitan Jurnal Standardisasi dengan rentang waktu penerbitan mulai Volume 1, Tahun 1999 sampai dengan Volume 18, Ttahun 2016. Semua artikel yang terdapat pada rentang waktu tersebut dikumpulkan dan dianalisis. 4.2 Data Penelitian Data penelitian atau populasi penelitian berasal dari seluruh terbitan Jurnal Standardisasi mulai volume pertama tahun 1999 sampai volume 18 tahun 2016. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karaktristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2014). Menurut Mantra dan Kastro (1989), populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga. Karena sampel penelitian jumlahnya sama dengan populasi, penelitian ini termasuk penelitian populasi. Artikel dari seluruh terbitan Jurnal Standardisasi dikumpulkan kemudian ditabulasi. Format tabel menggunakan MS Excel yang terdiri dari tiga lembar kerja (sheet), yaitu lembar kerja pertama untuk penulis, lembar kerja kedua untuk afi liasi penulis, dan lembar kerja ketiga untuk pustaka referensi artikel. Format data tersebut seperti pada Tabel 1, 2, dan 3 berikut. Tabel 1. Judul Serta Penulis Artikel Pada tabel 2 dan 3, kolom yang berwarna kuning merupakan kolom yang dikopi dari tabel 1 sehingga tidak akan terjadi kekeliruan penempatan data. Tabel 2 . Afi liasi atau Lembaga Tempat Penulis Berasal Tabel 3 . Data Pustaka yang Dijadikan Referensi 4.3 Metode Pengolahan Data Untuk mengetahui pola kepengarangan atau kepenulisan yang ditulis oleh satu atau lebih penulis, dapat diambil langsung dari tabel. Tingkat kolaborasi penulis dihitung menggunakan rumus Subramanyam (1983) sebagaimana dikutip oleh Sutardji dan Maulidyah (2014) dan Maryono dan Junandi (2012) sebagai berikut: C = Nm / (Nm + Ns) C = Tingkat kolaborasi penulis dalam disiplin ilmu (nilai 0-1) Nm = Jumlah penulis ganda (lebih dari satu penulis) Ns = Jumlah penulis tunggal Tingkat produktivitas penulis dihitung melalui mengikuti dalil Lotka. Menurut Lotka, proporsi jumlah penulis yang berkontribusi satu artikel berjumlah 60 % dari seluruh pengarang. Selanjutnya, penulis yang berkontribusi N artikel akan berjumlah sebesar satu per N kuadrat dikalikan dengan jumlah penulis yang menghasilkan satu artikel atau jika ditulis dengan rumus matematika berikut (Sujana, 2002): Y = ( 1/N2 ) x M Y = jumlah penulis dengan n karya tulis N = jumlah karya tulis M = jumlah penulis dengan satu karya tulis 4.4 Metode Analisa Data Hasil tabulasi dan perhitungan kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian dapat berupa orang, lembaga, masyarakat, dan yang lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Menurut Sugiyono (2014), metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian, tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.
Result & Discussion
5.1 Artikel Jumlah artikel yang berhasil dikumpulkan dari seluruh volume adalah 298 artikel yang tersebar dalam 18 volume terdiri dari 49 nomor dan ditulis oleh 546 penulis. Jumlah ini termasuk penulis yang menulis beberapa artikel yang diterbitkan di beberapa nomor yang berbeda. Ada beberapa nomor yang tidak berhasil ditemukan, yaitu Volume 1, Nomor 3; Volume 2, Nomor 2; dan Volume 3, Nomor 3. Diperoleh informasi dari pengelola Jurnal Standardisasi bahwa nomornomor tersebut memang tidak terbit. Sejak diterbitkan Jurnal Standardisasi terbit secara teratur setiap empat bulan (kwartal). Rata-rata setiap nomor memuat enam artikel. Jumlah artikel pada awal terbit terutama dari tahun 1999--2010 berfl uktuasi antara 3--7 artikel. Terbitan yang paling sedikit jumlah artikelnya adalah terbitan Volume 3, Nomor 2, yaitu tiga artikel, sedangkan terbitan yang paling banyak memuat artikel adalah Volume 11, Nomor 3. Namun demikian, sejak Volume 12, Nomor 3, Tahun 2010 jumlah artikel setiap nomor stabil, yaitu delapan artikel setiap nomor yang terbit. Gambar 1 berikut menggambarkan grafi k fl uktuasi jumlah artikel pada setiap nomor Jurnal Standardisasi. Gambar 1. Grafi k Produktivitas Jurnal Standardisasi Berdasarkan Jumlah Artikel yang Dimuat pada Setiap Nomor 4.2 Pola Kepengarangan Penulis yang berkontribusi pada Jurnal Standardisasi berjumlah 302 nama penulis/ kontributor yang berasal dari 49 lembaga. Penulis pertama yang paling produktif adalah Ellia Kristiningrum dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Standardisasi BSN dengan 14 karya tulis (4,7 %), kedua adalah Biatna Dulbert Tampubolon dan Suminto dari BSN yang masingmasing 13 karya tulis (4,4%), dan ketiga adalah A. Rahman Mustar juga dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Standardisasi BSN dengan jumlah karya tulis sebanyak 12 (4,0%). Tabel 4 berikut memperlihatkan produktivitas penulis/ kontributor artikel dalam menyumbang naskah karya tulisnya pada Jurnal Standardisasi. Tabel 4. Produktivitas Penulis Pada Jurnal Standardisasi No. Nama Penulis/Kontributor Jumlah karya 1 Ellia Kristiningrum 14 2 Biatna Dulbert Tampubolon 13 3 Suminto 13 4 A. Rachman Mustar 12 5 Muti Sophira Hilman 9 6 Danar Agus Susanto 8 7 Sik Sumaedi 8 8 Hasrul Abdi Hasibuan 7 9 Mangasa Ritonga 7 10 Prihadi Waluyo 7 11 Bendjamin B. Louhenapessy 6 12 Miskiyah 6 13 Nazaroh 6 14 Hadi Sardjono 5 15 Sulistijaningsih 5 16 Wahyu Widyatmoko 5 17 Agus Supriatna Somantri 4 18 Bambang H. Hadiwiardjo 4 19 Eddy Herjanto 4 20 Febrian Isharyadi 4 21 Himma Firdaus 4 22 Jimmy Pusaka 4 23 Sylvia Laksmi Sardy 4 24 Teguh Pribadi Adinugroho 4 25 16 Penulis/peneliti 3 26 46 Penulis/peneliti 2 27 237 Penulis/peneliti 1 Produktifi tas pengarang pada umumnya mengikuti dalil Lotka. Menurut Lotka, penulis dengan satu karya tulis selama periode tertentu akan berjumlah sebesar 60% dari seluruh penulis. Selanjutnya penulis dengan dua karya tulis akan berjumlah ¼ dari jumlah penulis dengan satu karya, penulis dengan tiga karya tulis akan berjumlah 1/9 dari penulis dengan satu karya tulis. Begitu seterusnya dengan jumlah penulis yang membuat N karya adalah seper-N pangkat 2 dari yang membuat satu karya. Perbandingan antara pola produktifi tas penulis pada Jurnal Standardisasi dengan pola produktivitas menurut dalil Lotka disajikan pada Gambar 2. Dari grafi k tersebut terlihat bahwa pola produktivitas pengarang memang mengikuti dalil Lotka dengan sedikit perbedaan pada penulis dengan tiga sampai enam karya yaitu dibawah grafi k dalil Lotka. Gambar 2. Grafi k Produktivitas Pengarang pada Jurnal Standardisasi Dibandingkan dengan Dalil Lotka Lembaga yang menjadi afi liasi penulis/ kontributor artikel terbanyak adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dengan jumlah penulis/kontributor sebanyak 73 penulis, disusul posisi kedua oleh Badan Standardisasi Nasional dengan jumlah penulis sebanyak 52 penulis, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian berbagi posisi ketiga dengan masingmasing sejumlah 22 penulis. Tabel berikut memperlihatkan peringkat lembaga yang menjadi afi liasi penulis pada Jurnal Standardisasi. Tabel 5. Kontribusi Lembaga Asal Penulis Artikel pada Jurnal Standardisasi No. Instansi/ Lembaga Jumlah Penulis/ Kontributor 1 LIPI 73 2 Badan Standardisasi Nasional 52 3 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) 22 4 Kementerian Pekerjaan Umum 22 5 Kementerian Pertanian 14 6 Kementerian Perindustrian 9 7 Institut Pertanian Bogor 8 8 Kementerian Perdagangan 8 9 Universitas Diponegoro 8 10 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah 6 11 BATAN 6 12 Universitas Indonesia 4 13 Universitas Lampung 4 14 11 lembaga 3 25 8 lembaga 2 33 17 lembaga 1 Jumlah 302 4.3 Tingkat Kolaborasi Penulis Tingkat kolaborasi adalah nilai yang menunjukkan tingkat kolaborasi penulis sebuah artikel. Semakin kecil nilai kolaborasi sebuah artikel, semakin sedikit artikel yang ditulis secara bersama oleh lebih dari seorang pengarang. Jika tingkat kolaborasi bernilai nol, seluruh artikel pada jurnal tersebut ditulis oleh seorang penulis. Sebaliknya, jika tingkat kolaborasi bernilai satu, seluruh artikel pada jurnal tersebut ditulis oleh lebih dari satu orang penulis. Dari hasil perhitungan diperoleh sebanyak 142 artikel (47,7 %) merupakan karya penulis tunggal dan sebanyak 156 artikel (52,3 %) ditulis bersama oleh lebih dari 1 orang pengarang (karya penulis ganda) dengan rincian sebanyak 91 artikel (30,5 %) ditulis oleh dua penulis, 49 artikel (16,4 %) ditulis oleh tiga penulis, 11 artikel (3,7 %) ditulis oleh empat penulis, tiga artikel (1,0 %) ditulis oleh lima penulis, dan dua artikel (0,7 %) ditulis oleh enam penulis. Tabel 6. Nilai Kolaborasi Penulis pada Jurnal Standardisasi No Tahun Jumlah Penulis Total Artikel Nilal Kolaborasi Penulis Tunggal Ganda Jml % 2 3 4 5 6 Jml % 1 1999 6 66.7 2 1 - - - 3 33.3 9 0.3 2 2000 9 81.8 2 - - - - 2 18.2 11 0.2 3 2001 6 60.0 3 1 - - - 4 40.0 10 0.4 4 2002 9 75.0 2 1 - - - 3 25.0 12 0.3 5 2003 6 54.5 2 3 - - - 5 45.5 11 0.5 6 2004 9 69.2 2 2 - - - 4 30.8 13 0.3 7 2005 8 53.3 4 2 1 - - 7 46.7 15 0.5 8 2006 8 53.3 5 2 - - - 7 46.7 15 0.5 9 2007 8 53.3 5 2 - - - 7 46.7 15 0.5 10 2008 7 46.7 6 2 - - - 8 53.3 15 0.5 11 2009 10 41.7 6 6 2 - - 14 58.3 24 0.6 12 2010 11 55.0 7 2 - - - 9 45.0 20 0.5 13 2011 11 45.8 11 2 - - - 13 54.2 24 0.5 14 2012 9 37.5 7 7 1 - - 15 62.5 24 0.6 15 2013 8 33.3 9 5 1 - 1 16 66.7 24 0.7 16 2014 8 33.3 9 5 2 - - 16 66.7 24 0.7 17 2015 5 20.8 6 5 4 3 1 19 79.2 24 0.8 18 2016 4 50.0 3 1 - - - 4 50.0 8 0.5 Total 142 47,7 91 49 11 3 2 156 52,3 298 0.52 Tingkat kolaborasi penulis dihitung dengan rumus Subramanyam sebagaimana dikutip oleh (Sutardji dan Maulidyah, 2014) menunjukkan nilai yang berbeda setiap volume (tahun) berkisar antara 0,2--0,8 dengan rata-rata sebesar 0,52 (lihat Tabel 6). Rata-rata sebuah artikel ditulis oleh sekitar dua penulis. Ini lebih sedikit dibandingkan dengan rata-rata penulis ganda artikel pada Indonesian Journal of Chemistry, yaitu rata-rata sebanyak tiga orang penulis per artikel (Maryono dan Junandi, 2012). Gambar 3 merupakan grafi k yang menggambarkan fl uktuasi tingkat kolaborasi kepengarangan Jurnal Standardisasi. Gambar 3. Fluktuasi Nilai Kolaborasi Kepenulisan pada Jurnal Standardisasi Dari grafi k tersebut terlihat bahwa pada awal terbit, artikel pada Jurnal Standardisasi sebagian besar ditulis oleh penulis tunggal, sedangkan semakin ke belakang artikel pada jurnal tersebut banyak ditulis oleh penulis ganda. Dengan tingkat kolaborasi rata-rata sebesar 0,52 dapat dikatakan cukup banyak artikel atau penelitian yang kerjakan secara bersama-sama. Nilai kolaborasi ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan tingkat kolaborasi kepengarangan pada Buletin Palawija (Sutardji dan Maulidyah, 2014) namun lebih rendah bila dibandingkan dengan kolaborasi pada Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan dengan nilai 0,92 (Sutardji, 2011) sebagaimana dikutip oleh Sutardji dan Maulidyah (2014). 4.4 Sumber informasi yang disitir Sumber informasi yang dijadikan referensi oleh 298 artikel dalam Jurnal Standardisasi berjumlah 3.589. Tabel 7 memperlihatkan sumber informasi yang digunakan sebagai referensi. Tabel 7. Sumber Informasi yang Dijadukan Referensi pada Jurnal Standardisasi Berdasarkan Bahasa Vol Tahun Pustaka Berbahasa Indonesia Pustaka berbahasa Asing Total 1 1999 17 23 40 2 2000 28 28 56 3 2001 31 67 98 4 2002 22 53 75 5 2003 22 53 75 6 2004 50 38 88 7 2005 60 46 106 8 2006 77 82 159 9 2007 100 54 154 10 2008 60 56 116 11 2009 157 160 317 12 2010 109 111 220 13 2011 133 173 306 14 2012 117 186 303 15 2013 182 165 347 16 2014 173 266 439 17 2015 192 291 483 18 2016 62 145 207 Total 1.592 1.997 3.589 Kisaran referensi pada artikel berkisar antara 1-61 dengan rata-rata sebanyak 12 referensi setiap artikel. Referensi berbahasa Indonesia lebih sedikit digunakan dibandingkan referensi berbahasa asing cukup, yaitu 1.607 (44,9 %) berbahasa Indonesia dan 1.974 (55,1 %) berbahasa asing. Tabel 8. Sumber Informasi yang Dijadikan Referensi pada Jurnal Standardisasi Berdasarkan Jenis Sumbernya Vol Tahun Artikel Jurnal Buku We b SNI Standar asing Lainlain Jumlah 1 1999 5 22 0 0 2 11 40 2 2000 5 31 0 4 1 15 56 3 2001 9 66 0 0 1 21 97 4 2002 10 36 0 5 8 16 75 5 2003 10 36 0 5 8 16 75 6 2004 6 64 3 3 6 6 88 7 2005 8 58 6 9 4 21 106 8 2006 9 55 50 4 8 33 159 9 2007 6 87 2 14 0 45 154 10 2008 12 57 10 8 2 27 116 11 2009 63 142 28 17 4 63 317 12 2010 36 60 25 4 19 76 220 13 2011 82 80 25 16 13 89 305 14 2012 19 128 49 30 27 51 304 15 2013 55 104 44 29 8 115 355 16 2014 102 112 67 30 29 95 435 17 2015 84 236 42 30 27 72 491 18 2016 98 12 8 8 9 72 207 Total 619 1.386 359 216 176 844 3.600 Tabel 8 memperlihatkan pola penggunaan referensi pada artikel yang dimuat dalam Jurnal Standardisasi berdasarkan jenis sumbernya. Sumber informasi yang paling banyak digunakan sebagai referensi adalah buku, yaitu sebesar 1.386 judul (38,5 %), diikuti oleh sumber informasi lain yang terdiri dari peraturan perundangan, pedoman, guide, laporan, dan lain-lain sebesar 844 judul (24,4 %), dan kemudian sumber informasi yang berasal dari artikel jurnal dan majalah sebesar 619 judul (17,2 %). Proporsi sumber referensi yang berasal dari artikel jurnal ini jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan Buletin Palawija sebesar 48,8 % dan pada Indian Journal of Agricultural Research sebesar 37,7 % (Sutardji dan Maulidyah, 2014). Sumber informasi yang berasal dari website pada awalnya tidak pernah dijadikan referensi maka sejak tahun 2004 mulai dirujuk sebagai referensi dengan jumlah sumber informasi sebanyak 359 judul (10%). Yang menarik adalah penggunaan sumber informasi standar yang jumlahnya sangat kecil, yaitu SNI sebesar 216 judul (6%) dan standar internasional dan asing/ mancanegara sebesar 176 judul (4,9%). Padahal, Jurnal Standardisasi ini merupakan jurnal yang memiliki fokus pada pembahasan masalahmasalah standar. Seharusnya, sumber-sumber informasi standar lebih banyak dijadikan referensi dibandingkan dengan sumber informasi lainnya atau setidaknya sebanding.
Conclusion
Berdasarkan analisis, dapat ditarik beberapa butir kesimpulan sebagai berikut. 1. Jumlah artikel setiap nomor mulai stabil dengan delapan artikel pada setiap nomor adalah sejak Volume 12, Nomor 3, Tahun 2010. 2. Penulis paling produktif adalah Ellia Kristiningrum dengan 14 karya tulis (4,7 %), Biatna Dulbert Tampubolon dan Suminto dengan 13 karya tulis (4,4 %), dan A. Rahman Mustar dengan 12 (4,0%) karya tulis. 3. Lembaga yang paling banyak berkontribusi adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dengan 73 penulis. Kemudian, Badan Standardisasi Nasional dengan 52 penulis dan Kementerian PU dan Kementerian Pertanian masing-masing dengan 22 penulis. 4. Tingkat kolaborasi kepengarangan rata-rata adalah sebesar 5,2 yang berarti karya penulis tunggal dan penulis ganda berjumlah hampir seimbang. Karya penulis ganda rata-rata ditulis oleh dua orang penulis. 5. Sumber informasi yang disitir sebagian besar dari buku, sedangkan dari aspek bahasa sumber informasi yang dijadikan referensi lebih banyak berbahasa asing (55,1%) dibandingkan dengan yang berbahasa Indonesia (44,9%).