Kembali
16
1
2023 Visi Pustaka: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 25 · 1 ISSN 2685-7138

EVALUASI PENGEMBANGAN LAYANAN PERPUSTAKAAN RISET BAGI SIVITAS BRIN

Badan Riset dan Inovasi Nasional; Badan Riset dan Inovasi Nasional; Badan Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak

Dilakukan kajian evaluasi pengembangnan layanan perpustakaan riset bagi sivitas BRINyang bertjuanuntuk (1) Mengetahui profil sivitas BRIN yang menggunakan layanan perpustakaan, (2) Mengetahui jenis layanan perpustakaan yang sudah dimanfaatkan oleh sivita, (3) Mengetahui kebutuhan jenis layanan perpustakaan yang akan dimanfaatkan sivitas BRIN, (4) Mengetahui media yang paling banyak digunakan oleh sivitas BRIN dalam meminta layanan perpustakaan, (5) Mengetahui kendala/hambatan selama proses pemberian layanan perpustakaan. Penelitian menggunakan metode deskriptif untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu fenomena. Pengumpulan Data Dilakukan degan metode survei dengan menggunakan kuesioner elektronik dalam bentuk google form yang dikirim kepada periset dan sivitas BRIN lainnya. Hasil kuesioner yang terkumpul kemudian dianalisis dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil evalusi menunjkkan bahwa profil pemakai layanan perpustakaan BRIN yang terbanyak adalah laki-laki dengan pendidikan master (S2), jabatan peneliti dan lokasi kerja Jakarta. Jenis layanan yang paling banyak dimanfaatkan adalah layanan penelusuran informasi, literasi informasi dan layanan literatur review. Kebutuhan layanan yangakandimanfaatkan yang paling banyak adalah layanan pengecekan plagiarisme kemudian diikuti layanan literatur, layanan pemeriksaan tata bahasa. Media yang paling banyak digunakan untuk meminta layanan adalah menghubungi pengelola perpustakaan melalui whatsApp, kemudian diikuti oleh media layanan kawasan intra BRIN, melalui email dan datang langsung ke perpustakaan. Dalam Proses Pemberian layanan kepada sivitas BRIN sebagian besar mengatakan tidak ada kendala/hambatan.

Abstract

An evaluation study was conducted on the development of research library services for BRINcivitaswith the aim of (1) Knowing the profile of BRIN civitas using library services, (2) Knowing the typesof library services that have been utilized by civitas, (3) Knowing the needs of types of library servicesthat will be utilized by civitas BRIN, (4) Knowing which media are most widely used by BRINmembersinrequesting library services, (5) Knowing the constraints/obstacles during the process of providinglibraryservices. Research uses descriptive methods to describe and interpret a phenomenon. Data collectionwas carried out using a survey method using an electronic questionnaire in the formof a Googleformwhich was sent to researchers and other BRIN members. The results of the questionnaires collectedwere then analyzed using a quantitative and qualitative approach. The results of the evaluationshowthat the profiles of users of BRIN's library services are mostly men with master's education(S2), research positions and work locations in Jakarta. The types of services that are most widely utilizedareinformation retrieval services, information literacy and literature review services. The service needsthat will be used the most are plagiarism checking services, followed by literature services, grammar checking services. The most used medium for requesting services is contacting the library manager viaWhatsApp, followed by intra BRIN area service media, via email and coming directly to the library. Inthe process of providing services to the BRIN community members, most said there werenoobstacles/obstacles.
Keywords: Evaluasi layanan perpustakaan · Perpustakaan riset · Sivitas BRIN

Introduction

Peraturan Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor 1 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Riset dan Inovasi Nasional, Pasal 118 menyebutkan bahwa Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah mempunyai tugas menyelenggarakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemberian bimbingan teknis, dan supervisi di bidang reposition ilmiah, multimedia, dan penerbitan ilmiah. Dalam menjalankan tugasnya Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang repositori, multimedia, dan penerbitan ilmiah; b. pelaksanaan layanan dan pengendalian repositori ilmiah; c. pelaksanaan multimedia, pengemasan, dan pengembangan konten; d. pelaksanaan penerbitan ilmiah; e. pelaksanaan akuisisi pengetahuan; f. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang repositori, multimedia, dan penerbitan ilmiah; g. pantauan, evaluasi, dan pelaporan dibidang repositori, multimedia, dan penerbitan ilmiah; dan h. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi. Perpustakaan Riset di Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah mempunyai tugas melayani sivitas pada umumya, dan peneliti pada khususnya dalam mendukung ekosistem riset. Dibutuhkan visi, pandangan jauh ke depan dan keuletan untuk memahami tren internasional untuk menerapkan solusi inovatif bagi semua pemangku kepentingan di perpustakaan lembaga penelitian. Misi perpustakaan lembaga penelitian adalah untuk mendukung kegiatan penelitian yang dilakukan oleh lembaga penelitian yang bertujuan untuk mendukung ekosistem riset yang mempunyai daya saing di tingkat internasional. Tujuan ini akan dapat diwujudkan dengan cara memberikan layanan informasi berkualitas tinggi dan memberikan jaminan akses ke sumber daya informasi yang penting. Manajemen sumber daya elektronik yang hemat biaya harus menjadi prioritas utama dalam memenuhi kebutuhan peneliti sebagai pendorong utama yang dilakukan oleh perpustakaan lembaga penelitian. Misi perpustakaan BRIN ini selaras dengan semangat perubahan yang telah dilakukan sebelumnya oleh Kepustakaan PDDI LIPI. Sejak Tahun 2019 kepustakaan PDDI LIPI mulai mengembangkan layanan kepustakaan untuk mendukung pelaksanaan riset. Berdasarkan Pasal 19 UU No. 43 tahun 2007, disebutkan bahwa pengembangan perpustakaan merupakan upaya peningkatan sumber daya pelayanan dan pengelolaan perpustakaan, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Pengembangan dilakukan berdasarkan karakteristik, fungsi dan tujuan, serta dilakukan sesuai dengan kebutuhan pemustaka dan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pengembanganlayanan di Kepustakaan BRIN ini kemudianmerujuk pada alur hidup kegiatan penelitiansebagai dasar transformasi pengembanganlayanan perpustakaan. Alur hidup kegiatan penelitian dapat menjadi gambaran kebutuhan peneliti. Sebagai gambaran awal, tim mencoba membuat kerangka pengembangan layanan perpustakaan. Perpustakaan BRIN telah melakukanpengembangan layanan mendukungriset berdasarkan alur hidup kegiatan penelitian. Selama memberikan layanan terdapat beberapa permasalahan yang dialami. Adapun Permasalahan yang dikaji adalah (1) Apakah Jenis layanan perpustakaan sudah dikenal/diketahui atau belum oleh para periset BRIN?; (2) Apakah layanan yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan periset BRIN?; (3) Media apakah yang efektif untuk memperoleh layanan perpustakaan?; (4) Kendala/hambatan apa saja yang ditemui selama menggunakan layanan perpustakaan? Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan analisis evaluasi layanan perpustakaan yang bertujuan (1) Mengetahui profil sivitas BRIN yang menggunakan layanan perpustakaan; (2) Mengetahui jenis layanan perpustakaan yang sudah dimanfaatkan oleh civitas BRIN; (3) Mengetahui kebutuhan jenis layanan perpustakaan yang akan dimanfaatkan sivitas BRIN; (4) Mengetahui media yang paling banyak digunakan oleh sivitas BRINdalam meminta layanan perpustakaan; (5) Mengetahui kendala/hambatan selama proses pemberian layanan perpustakaan kepada sivitas BRIN. KAJIAN PUSTAKA 1. Pengembangan layanan perpustakaan riset Perpustakaan sebagai unit pengelola dokumentasi dan penyebarluasan informasi memiliki peran untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi bagi para pemustaka. Untuk perpustakaan khusus dalam bidang riset, pemustaka utamanya adalah para sivitas yang berada di dalam lembaga riset dengan misinya adalah meningkatkan pengetahuan dan produktivitas periset agar bisa bersaing secara global. Riset dilakukan untuk menciptakan sebuah inovasi dan pengetahuan baru. Pengetahuan itu merupakan hal yang fundamental riset guna menciptakan inovasi. Nothing innovation without knowledge (Nonaka Takeuchi, 1995). Di Indonesia secara umum belum memiliki akademisi yang mempunyai ketangguhan dalam bidang keilmuan dari sudut perkembangan keilmuan itu sendiri (state of the art) (Nasution, 2016). Sebuah fenomenal bagi riset di Indonesia, ketika publikasi ilmiah internasional yang berasal dari Indonesia memiliki rasio begitu kecil dibandingkan negara ASEAN lainnya (Nasution, 2016). Kita ketahui bahwa produktivitas riset saat ini masih diukur dari jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan. Publikasi ilmiah merupakan bukti dari riset yang dilakukan. Sedangkan periset yang menulis publikasi ilmiah internasional terindeks membuktikan bahwa riset itu diakui oleh pakar di bidangnya (Nasution, 2016). Untuk meningkatkan pengetahuan dan produktivitas periset maka harus didukung oleh ekosistem riset yang baik. Salah satu bagian dari organisasi yang memiliki peran penting adalah perpustakaan. Layanan perpustakaan dalam lembaga riset berbeda dengan perpustakaan konvensional pada umumnya. Bilamana perpustakaan tidak memahami kebutuhan periset, maka perpustakaan akan segera ditinggalkan oleh periset. Oleh karena itu perpustakaan harus memahami alur hidup penelitian, sehingga perpustakaan bisa memberikan variasi layanan pendukung riset. Selain itu agar layanan bisa dijangkau dimana saja dan kapan saja maka model layanan digital yang responsif dan adaptif juga menjadi hal utama dalam pengembangan layanan. Peran perpustakaan lembaga riset dalampengembangan layanan perpustakaanadalahbersifat research support services dalam rangka mendukung pengembangan penelitian di Badan Riset dan Inovasi Nasional. Research support services yang diberikan selalu memperhatikan siklus hidup riset, mulai dari pengembangan gagasan sampai dengan tahap diseminasi hasil riset. Layanan Yang Dapat dikembangkan perpustakaan dapat bervariasi mulai dari penyediaan/penelusuran informasi, mengembangkan infrastruktur, menyelenggarakan pelatihan, memfasilitasi software, maupun memberikan pendampingan dan konsultasi kepada para peneliti (Setyowati ,2018) 2. Media layanan perpustakaan riset Perkembangan layanan perpustakaan yang terjadi karena kehadiran teknologi informasi di perpustakaan yang terjadi saat ini telah merubah sistem layanan perpustakaan menjadi layanan terotomasi, bahkan adanya internet di perpustakaan telah membawa perpustakaan menuju layanan perpustakaan dalam bentuk digital. Perkembangan teknologi informasi telah menjadikan perpustakaan mengalami perubahan paradigma. Paradigma Baru yang terjadi di perpustakaan adalah perpustakaan yang selalu berkembang, hidup, dinamis, selalu menawarkan sesuatu yang baru, produk layanan yang diberikan selalu diperbaharui dan dikemas sehingga dapat menjadi daya tarik, menyenangkan, interaktif, edukatif, dan rekreatif bagi penggunanya(Silvana dan Damayanty, 2014). Untuk meningkatkan layanan yang disediakan oleh perpustakaan BRI dimanfaatkan oleh sivitas, seharusnya keberadaan layanan serta pemanfaatannya perlu dikomunikasikan dengan para penggunanya. Dalam Rangka Memperkenalkan dan memasarkan jasa layanan ke pengguna perpustakaan dilakukan dengan cara melalui promosi baik melalui media cetak maupun elektronik. Promosi layanan perpustakaan merupakan penawaran jasa layanan informasi yang ditujukan untuk menawarkan kepada para pelanggan yang belum mengetahui keberadaan layanan atau juga untuk memberikan motivasi kepada mereka untuk menggunakan produk atau jasa layanan (Silvana dan Damayanty, 2014). Pemanfaatan media digital dalam bentuk website maupun media sosial dapat digunakan oleh perpustakaan sebagai sarana untuk berinteraksi dengan pemustakanya (Meilita, 2020). 3. Kendala yang dihadapi oleh perpustakaan riset dalam memberikan layanan Perpustakaan Badan Riset dan Inovasi Nasional merupakan perpustakaan khusus pendukung riset yang berfungsi menyimpan, mengelola, melayankan, serta menyebarkan informasi hasil riset yang dihasilkan oleh periset. Prabowo dan Heriyanto (2013) menyatakan bahwa kendala dan hambatan yang di alami pemustaka dalam mengakses layanan perpustakaan adalah masalah internet yang lambat, membutuhkan kata sandi untuk meminta layanan dan layar untuk membaca yang kurang fleksibel. Hidayatulloh dkk (2019) mengatakan bahwa kendala yang dialami oleh perpustakaan riset yang pertama adalah kurangnya sumber daya manusia (pustakawan) yang memiliki kompetensi. Kedua koleksi jurnal elektronik yang dimiliki kurang lengkap dan tidak diperbarui. Hal yang sama juga dikatakan oleh Anwar (2017) yang mengatakan bahwa kendala yang dihadapi dalam pengembangan layanan perpustakaan adalah sarana dan prasarana, sumber daya manusia dan pemustaka. 4. Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu yang berhubungan dengan layanan perpustakaan riset dilakukan oleh Maryati dan Nashihuddin (2017) yang melakukan analisis layanan informasi pendukung penelitian bagi peneliti LIPI. Analisis yang dilakukan bertujuan untuk: (1) mengetahui persepsi, perilaku, dan interaksi para Peneliti LIPI terhadap layanan informasi pendukung penelitian di PDII; dan(2) memperoleh masukan dalam upaya peningkatan layanan informasi PDII dalam mendukung kegiatan penelitian, khususnya bagi Peneliti LIPI. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar peneliti LIPI sangat memerlukan layanan informasi pendukungpenelitian terkait dengan pengembanganlayanan perpustakaan yang berorientasi padakebutuhan informasi peneliti. Setyowati (2018) menganalisis peran peran perpustakaan dalam pengembangan layanan yang bersifat research support services dalam rangka mendukung pengembangan riset di perguruan tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa research support services yang dilakukan perlu memperhatikan siklus hidup riset, mulai dari pengembangan gagasan sampai dengan tahap diseminasi hasil riset. Layanan Yang Dapat dikembangkan perpustakaan dapat bervariasi mulai dari penyediaan/penelusuran informasi, mengembangkan infrastruktur, menyelenggarakan pelatihan, memfasilitasi software, maupun memberikan pendampingan dan konsultasi kepada para peneliti. Meilita (2020) melakukan penelitian pemanfaatan website dan media sosial perpustakaan dalam layanan referensi di perpustakaan perguruan tinggi. Penelitian Dilakukan terhadap website dan media sosial dari empat Perpustakaan Perguruan Tinggi di luar negeri. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan objek penelitian adalah website dan media sosial pada empat Perpustakaan Perguruan Tinggi. Website dan media sosial saat ini banyak dimanfaatkan oleh Perpustakaan Perguruan Tinggi terutama di negara maju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website dan media sosial sudah digunakan oleh Perpustakaan NTU Singapura, Harvard University & University of Kentucky Di Amerika Serikat, serta Universitas Indonesia Untuk memberikan layanan referensi kepada pemustaka-nya.

Method

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menjelaskan keadaan atau fenomena yang terjadi. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Atmowardoyo (2018)), metode penelitian deskriptif adalah sebuah metode yang digunakan untuk mendeskripsikan dan diinterpretasikan sesuatu fenomena, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, dengan menggunakan prosedur ilmiah untuk menjawab permasalahan yang ada se-akurat mungkin . Pengumpulan data dilakukan melalui survei, observasi dan studi pustaka berbasis literatur review. Pertanyaan kuesioner dibuat berdasarkan layanan yang tersedia, pemanfaatannya dan kendala/hambatan yang dihadapi selama mengajukan layanan dan saran perbaikan layanan ke depan. Survei dilakukan menggunakan kuesioner elektronik dalam bentuk Google form yang dikirim kepada periset dan sivitas BRIN lainnya. Hasil kuesioner yang terkumpul kemudian dianalisis dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dimana setiap data yang diperoleh diolah menjadi informasi dan kemudian dijabarkan secara kualitatif yang didasarkan pada alasan objektif, yang disampaikan oleh setiap informan pada kuesioner.

Result & Discussion

Profil sivitas BRIN yang menggunakan layanan perpustakaan Profil responden yang dimaksud adalah penjelasan tentang responden yang menggunakan layanan di perpustakaan yang berada dalam pengelolaan BRIN. Responden Dalam penelitian ini adalah sivitas BRI yang terdiri dari SDM IPTEK dan SDM Manajemen yang menggunakan Layanan Penelusuran Informasi, Layanan Bibliometrik, Layanan Literasi Informasi, Layanan Literatur Review, Layanan Visualisasi Data, Layanan Pemeriksaan Tata Bahasa, dan Layanan Pengecekan Plagiarisme. Profil responden mencakupjeniskelamin, tingkat pendidikan, jabatan fungsional dan lokasi unit kerja. Profil responden secara rinci adalah sebagai berikut. Berdasarkan jenis kelamin Hasil survei menunjukkan bahwa responden berdasarkan berdasarkan jenis kelaminyangmenggunakan layanan Perpustakaandi lingkungan BRIN seperti terlihat pada gambar 1. Sivitas BRIN yang menggunakan layananperpustakaan yang terbanyak adalah berjeniskelamin laki-laki yaitu sebanyak 120orang(60,9%) dan perempuan sebanyak 77 orang(39,1%). Gambar 1. Diagram pengguna layanan berdasarkan jenis kelamin Berdasarkan tingkat pendidikan Berdasarkan tingkat pendidikan menunjukkan bahwa pengguna layanan perpustakaan BRIN yang terbanyak adalah pengguna dengan tingkat pendidikan magister (S2) yaitu sebanyak 111 orang (56,3%), kemudian disusul sarjana(S1) sebanyak 48 orang (24,4%) dan doktoral (S3) sebanyak 38 orang (19,3 %). Gambar 2. Diagram pengguna layanan berdasarkan tingkat pendidikan Berdasarkan jabatan fungsional Berdasarkan jabatan fungsional menunjukkan bahwa pengguna layanan perpustakaan yang terbanyak adalah peneliti yaitu sebanyak 162 orang (82,2%), kemudian diikuti rekayasa sebanyak 8 orang (4,1%), pustakawan 4 orang (2%), pengembangteknologi nuklir 4 orang (2%), pengelola data arkeologi 2 orang (1%), dan pranata komputer 2 orang (1%). Gambar 3. Diagram pengguna layanan berdasarkan jabatan fungsional Berdasarkan lokasi unit kerja Berdasarkan lokasi unit kerja menunjukkan bahwa pengguna layanan perpustakaan terbanyak ada di Jakarta yaitu sebanyak 68 orang, kemudian diikuti Serpong sebanyak 27 orang (13,7%), Bandung sebanyak 21orang(10,7%), Yogyakarta 14 orang (7,1%), Bogor 11orang (5,6%), Cibinong 5 orang ( 2,5%), Banjar Baru 5 orang (2,5%), Denpasar 5 orang (2,5%), Purwodadi 5 orang (2,5%), Bali 3 orang ( 1,5%), dan Palembang 3 orang (1,5%). Gambar 4. Diagram pengguna layanan berdasarkan lokasi unit kerja Jenis layanan perpustakaan yang sudah dimanfaatkan Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan bahwa layanan yang paling banyak dimanfaatkan adalah layanan penelusuran informasi sebanyak 58 orang (29,4%), kemudian diikuti oleh layanan literasi informasi sebanyak 32 orang (16,2%), layanan literature review 30 orang (15,2%), layanan pengecekan plagiarisme 28 orang (14,2%), layanan bibliometrik 19 orang (9,6%), layanan pemeriksaan tata bahasa 15 orang (7,6%) dan yang paling sedikit adalah permintaan layanan visualisasi data yaitu sebanyak 4 orang (2%). Dalam rangka meningkatkan layanan, perpustakaan BRIN memberikan layanan Perpustakaan dalam bentuk digital yang memudahkan bagi para penggunanya. Layanan yang diberikanolehperpustakaan dilakukan secara digital yangdapat diakses melalui intra BRIN. Layananyangdapat diakses melalui intra BRIN(layanankawasan) terdiri dari Layanan PenelusuranInformasi, Layanan Bibliometrik, LayananLiterasi Informasi, Layanan Literatur Review, Layanan Visualisasi Data, Layanan PemeriksaanTata Bahasa, dan Layanan PengecekanPlagiarisme. Era digital saat ini, perpustakaandiharapkan sudah menerapkan perpustakaandalam bentuk digital dalampengelolaannya. Layanan digital yang dilakukan olehPerpustakaan Badan Riset dan Inovasi Nasional bertujuan untuk memberi kemudahan aksesdalam bentuk digital secara terpadu danlebihdinamis kepada penggunanya (Pratala, 2022). Gambar 5. Diagram jenis layanan perpustakaan yang sudah dimanfaatkan Kebutuhan jenis layanan perpustakaan yang akan dimanfaatkan Berdasarkan kebutuhan jenis layanan menunjukkan bahwa jenis layanan yang akan dimanfaatkan yang paling banyak adalah layanan pengecekan plagiarisme sebanyak 142 orang (72,1%), kemudian diikuti layanan literature sebanyak 135 orang (68,5%), layanan pemeriksaan tata bahasa sebanyak 127 orang(64,5%), layanan penelusuran informasi 116 orang (58,9%), layanan literasi informasi 94 orang (47,7%), layanan bibliometrik 80 orang(40,6%), dan layanan visualisasi data 68orang(34,5%). Gambar 6. Diagram jenis layanan perpustakaan yang akan dimanfaatkan Media yang paling banyak digunakan oleh sivitas BRIN dalam meminta layanan perpustakaan Berdasarkan hasil survei menunjukkan bahwa media yang paling banyak digunakan untuk meminta layanan adalah menghubungi pengelola perpustakaan melalui WhatsApp sebanyak 114 orang (57,9%), kemudian diikuti oleh media layanan kawasan intraBRANd sebanyak 113 orang (57,4%), melalui email sebanyak 79 orang (40,1%) dan datang langsung ke perpustakaan sebanyak 76 orang(38.6%). Gambar 7. Diagram media yang digunakan sivitas BRIN Kendala/hambatan selama proses pemberian layanan perpustakaan kepada sivitas BRIN Berdasarkan hasil survei menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa dalam proses pemberian layanan kepada sivitas BRIN adalah sebagian besar mengatakan tidak ada kendala/hambatan yaitu sebanyak 98 orang(49,7%), kemudian 35 orang (17,8%) mengatakan lawas intra BRIN sulit digunakan, waktu layanan lama 28 orang (14,2%), respon pengelola informasi lambat 26 orang (13,2%), sikap pengelola informasi kurang ramah 5orang(2,5%) dan belum pernah mengalami sebanyak 4 orang (2%). Gambar 8. Diagram kendala/hambatan dalam pemberian layanan perpustakaan

Conclusion

Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa profil pemakai layanan perpustakaan BRIN yang terbanyak adalah laki-laki dengan pendidikan master (S2), jabatan fungsional peneliti dan lokasi kerja Jakarta. Jenis layanan yang paling banyak dimanfaatkan adalah layanan penelusuran informasi, literasi informasi dan layanan literatur review. Kebutuhan layanan yang akan dimanfaatkan yang paling banyak adalah layanan pengecekan plagiarisme kemudian diikuti layanan literature, layanan pemeriksaan tata bahasa. Media yang paling banyak digunakan untuk meminta layanan adalah menghubungi pengelola perpustakaan melalui WhatsApp, kemudian diikuti oleh media layanan kawasan intra BRIN, melalui email dan datang langsung ke perpustakaan. Dalam Proses pemberian layanan kepada sivitas BRI sebagian besar mengatakan tidak ada kendala/hambat.