Mengenal Sumber Rujukan: Paket Informasi
Universitas Sebelas Maret; Universitas Sebelas Maret; Universitas Sebelas Maret; Universitas Sebelas Maret
Abstrak
Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai Paket Informasi yang termasuk salah satu jenis koleksi di perpustakaan. Di masa ini, informasi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan dan menjadi sebuah kebutuhan yang wajib bagi setiap manusia. Perpustakaan sebagai salah satu penyedia sumber informasi berusaha untuk melakukan inovasi, sebagai contoh yaitu melakukan kegiatan pengembangan koleksi. Kegiatan tersebut dilakukan karena informasi pasti akan selalu berkembang setiap waktu atau bisa disebut informasi pasti akan selalu up-to-date. Perpustakaan sebagai penyedia informasi yang relevan sudah pasti memiliki banyak sekali jenis koleksi yang dibutuhkan oleh penggguna atau pemustaka. Salah satu jenis koleksi yang tersedia di perpustakaan adalah paket informasi atau bisa disebut informasi kilat atau current awareness service, paket informasi adalah salah satu jenis bahan referensi yang memuat kumpulan daftar isi majalah yang nantinya dikumpulkan dan dijilid secara khusus. Hasil kajian menunjukkan bahwa Paket Informasi memiliki definisi dan layanan tersendiri serta memiliki proses pembuatan bagaimana paket informasi itu dikumpulkan.
Keywords:
information
· library
· collection
· information package
· library services
Introduction
Informasi merupakan kebutuhan umum setiap manusia, terutama di masa pandemi seperti ini. Perpustakaan disebut sebagai suatu ruangan atau bangunan yang berisi banyak sekali buku yang biasanya disusun secara rapi, sehingga dapat digunakan untuk membaca dan bukan untuk diperjualbelikan (Sulistyo-Basuki, 1991). Perpustakaan sebagai salah satu sumber informasi yang akurat memiliki banyak jenis koleksi baik koleksi umum, referensi dan digital. Salah satu jenis koleksi adalah sumber rujukan (sumber referensi) atau juga bisa disebut bahan rujukan (bahan referensi). Sumber rujukan biasanya akan merujuk pada suatu koleksi yang mana koleksi sumber rujukan tersebut memiliki beberapa jenis. Salah satu contoh sumber rujukan adalah paket informasi yang merupakan sebuah bahan rujukan yang dijilid khusus yang mana berisi kumpulan daftar isi majalah yang nantinya dikumpulkan menjadi satu. Paket Informasi juga dapat disebut sebagai Informasi Kilat atau Current Awareness Service. Koleksi sumber rujukan Paket Informasi jarang ditemui di dalam perpustakaan umum, tetapi sumber rujukan ini dapat ditemukan di Perpustakaan Nasional. Layanan mengenai paket informasi juga diberikan Perpustakaan untuk memberikan kemudahan kepada pemustaka dalam sistem temu kembali informasi. Paket informasi sendiri berupa informasi terbaru yang dikemas secara instan dengan menyesuaikan terhadap kebutuhan informasi bagi para pengguna. Seiring dengan perkembangan jaman, paket informasi melakukan inovasi. Inovasi tersebut dilakukan agar informasi dapat diberikan kepada masyarakat dengan ruang lingkup lebih luas. KAJIAN TEORI Perpustakaan Istilah perpustakaan (The American Library Association dalam Mahmudin : 2006) diartikan sebagai pusat, baik sebagai pusat media dan informasi dalam pendidikan yang otomatis juga sebagai pusat belajar, pusat dokumentasi, dan pusat rujukan. Kemudian perpustakaan juga disebut sebagai suatu institusi yang mengelola informasi dalam rangka memenuhi kebutuhan pengguna baik untuk sarana pendidikan, penelitian, akses informasi, dan sebagai fungsi rekreasi bagi para pengguna (UU No. 43 Tahun 2007 pasal 1 ayat 1). Perpustakaan mempunyai tugas utama yaitu megumpulkan, mengolah, dan menyajikan informasi (baik koleksi tercetak maupun non cetak) bagi pemakai perpustakaan atau pemustaka. Perpustakaan juga memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai salah satu penyedia sumber informasi yang relevan, sumber edukasi, fungsi kebudayaan, fungsi rekreasi bagi para pemustaka, fungsi penelitian, dan juga deposit atau bisa disebut fungsi penyimpanan. Perpustakaan memiliki banyak jenis koleksi yang berguna untuk menunjang kebutuhan informasi bagi pengguna perpustakaan atau pemustaka. Koleksi perpustakaan memiliki pengertian yaitu semua informasi yang memiliki nilai pendidikan akan dikumpulkan, diolah, dan dilayankan. Informasi tersebut tidak hanya berupa buku, tetapi juga mencakup informasi yang berupa koleksi tercetak seperti karya tulis dan karya cetak lalu juga mencakup informasi yang berupa koleksi non cetak seperti karya rekam (UU No. 43 Tahun 2007 pasal 1 ayat 2). Di era sekarang, koleksi perpustakaan tidak hanya terpaku pada jenis koleksi yang tercetak saja, tetapi perpustakaan juga terdapat koleksi non-cetak atau digital. Salah satu jenis koleksi yang ada di perpustakaan yaitu koleksi bahan referensi atau bisa disebut sumber rujukan. Sumber Rujukan Sumber rujukan atau bisa disebut referensi adalah suatu sumber atau acuan yang digunakan sebagai petunjuk guna membantu para pengguna atau pemustaka dalam mencari koleksi yang dibutuhkannya. Biasanya bahan referensi berada di ruang tersendiri atau juga ditempatkan di rak tersendiri dengan memiliki kode khusus yaitu berupa huruf “R”. Buku referensi hanya dibaca pada bagian-bagian tertentu sesuai kebutuhan pengguna, yang artinya referensi tersebut tidak dimaksudkan untuk dibaca secara keseluruhan. Sehingga buku referensi biasanya akan memberikan informasi berupa tentang subjek, nama orang, tempat, dan lain-lain. Menurut (Lasa, 2002:1) ada beberapa ciri bahwa sumber rujukan disusun untuk tujuan tertentu yaitu dengan memberi keterangan secara singkat, data akurat dan lain-lain. Sehingga memudahkan pengguna atau pemustaka dalam mencari koleksi yang dibutuhkan tanpa perlu membaca keseluruhan isi buku referensi. Sri Marnodi mengungkapkan bahwa bahan rujukan adalah sumber-sumber dasar yang bisa dipakai untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan rujukan. Dalam hal penyusunan sumber rujukan ada pola tertentu yang harus diikuti seperti pola alfabetis yaitu berurutan sesuai abjad, kemudian ada pola yang berurutan sesuai nomor, lalu berurutan sesuai waktu atau bisa disebut sesuai dengan kronologis, geografis, serta disusun secara sistematis dan memiliki subjek. Dikarenakan koleksi sumber rujukan memiliki banyak sekali peminat, maka koleksi sumber rujukan tidak boleh dipinjamkan dan hanya boleh dibaca. Koleksi sumber rujukan juga dapat di-copy dengan ijin dari petugas perpustakaan.
Discussion
Definisi Layanan Paket Informasi Layanan paket informasi/informasi kilat atau yang juga disebut dengan Current Awareness Service adalah layanan perpustakaan yang diberikan untuk para pengguna terhadap suatu informasi yang sedang dibutuhkannya secara lengkap dengan menggunakan subjek tertentu yang terdapat di sebuah jilidan buku. Menurut Setiawan, Current Awareness Service adalah Informasi tentang literatur baru terkait dengan ilmu pengguna perpustakaan di perpustakaan. Sedangkan menurut Dongardive, Current Awareness Service (CAS) adalah pengemasan ulang informasi. Ini berarti bahwa sistem layanan yang diberikan oleh perpustakaan digunakan untuk memastikan pemustaka menemukan informasi yang dibutuhkan secara mudah, cepat dan tepat. Paket informasi dapat berupa informasi yang up-to-date dikemas secara instan dengan menyesuaikan terhadap kebutuhan informasi bagi para pengguna. Dalam melakukan produksi informasi secara instan terdapat aspek-aspek yang dapat dijadikan sebagai permulaan, antara lain menyediakan publikasi atau publikasi terbaru yang ditambahkan ke daftar, daftar bibliografi topik tertentu yang diterbitkan secara teratur dan informasi dalam daftar indeks jurnal terbaru (“BAB II KAJIAN PUSTAKA,” 2009). Tujuan dari pemberian layanan ini adalah agar pengguna dapat mengikuti perkembangan keilmuan di bidangnya dengan mengirimkan daftar isi jurnal terbaru (Rahayu, 2013). Selain itu, tujuannya juga meliputi: a. Membantu dalam kemudahan akses informasi b. Proses pencarian dan pengambilan informasi dapat dilakukan secara cepat c. Menilai dan menjelaskan tentang tingkat pemanfaatan d. Memuaskan pengguna e. Rak penyimpanan yang hemat tempat dan dapat dicetak untuk barang koleksi f. Mudah mencari informasi g. Mudah digunakan secara praktis dan fleksibel dalam rangka pertukaran informasi antarperpustakaan. Layanan ini memiliki peran penting untuk meningkatkan kualitas pada layanan informasi yang diberikan oleh perpustakaan. Dalam pengemasan ulang informasi ada beberapa hal yang dapat diketahui mulai dari fungsi kegiatan tersebut, tujuan dan manfaat pada organisasi kegiatan kemas ulang informasi. Dongardive memberi penjelasan beberapa fungsi dari kegiatan pengemasan ulang informasi antara lain yang pertama sebagai suatu bentuk alat dalam rangka menyimpan informasi, dalam pengklasifikasian informasi dilakukan secara terstruktur dan secara selektif, sebagai salah satu bentuk sarana yang digunakan dalam penyebaran informasi secara lebih luas, selain itu fungsi kegiatan ini juga bisa dijadikan sebagai alat penerjemah dan merupakan sebuah kesempatan bagi hasil penelitian dapat dipertahankan secara efektif, dan yang terakhir fungsi dari kegiatan ini adalah sebagai sarana untuk melakukan sebuah promosi yang relevan bagi publik. Beberapa contoh paket informasi, diantaranya: a. Berjudul “Potret Buram HAM Indonesia : Kumpulan Tulisan Rubrik Utama Buletin Wahana HAM 2005” dengan penerbit Komnas HAM. b. Berjudul “Buletin informasi Lemigas 1994” dengan penerbit Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi. Ruang Lingkup Paket Informasi Paket informasi atau Current Awareness Service (CAS), juga dikenal sebagai Jasa Kesegiaan Informasi (JKI), memungkinkan pengguna menemukan perpustakaan baru di bidang yang mereka minati. Tujuannya untuk membantu pengguna dalam memberikan pemahaman mengenai perkembangan IPTEK, informasi terbaru yang terdapat di perpustakaan dengan melihat kesesuaian pada bidang minatnya, lalu dapat memunculkan layanan secara efektif untuk menjalin hubungan harmonis antara pemustaka dan perpustakaan sehingga pemustaka dapat memanfaatkan layanan dan koleksi yang ada di perpustakaan dengan maksimal. Menurut Herlina, prinsip JKI yang perlu diperhatikan adalah melakukan pemeriksaan terhadap materi agar mampu diterima dengan baik dan sesuai dengan minat pengguna, dalam rangka memperoleh informasi JKI harus membuat pengguna mendapatkan informasi yang dibutuhkannya secara cepat dan singkat, melakukan pemilihan untuk bahan yang cocok bagi pengguna, harus memiliki relevansi yang tinggi dalam tingkat konsistensi antara pengguna dan sumber informasi, dan yang terakhir adalah menggunakan format yang jelas dan mudah untuk digunakan. Proses Pembuatan Paket Informasi Informasi Kilat atau bisa juga disebut sebagai info baru memiliki pengertian yaitu merupakan sebuah informasi guna memenuhi permintaan atau usulan dari pengguna, yang memuat daftar isi terbaru dari suatu majalah ilmiah luar negeri yang memungkinkan pengguna dapat memperoleh informasi secara lengkap dengan cara memesan daftar isi yang ingin dijadikan langganan (Tupan & Nashihuddin, 2015) Beberapa metode kemas ulang informasi (Tupan & Nasihuddin, 2015) antara lain : a. Metode yang dilakukan pertama adalah mempersiapkan informasi secara singkat dari berbagai informasi yang sudah terpilih oleh profesional informasi b. Metode kedua adalah melakukan analisis singkat mengenai sumber yang dijadikan referensi yang nantinya disesuaikan dengan target pengguna, isi dari informasi tersebut, anggaran yang digunakan dalam proses kemas ulang, dan juga menganalisis bagaimana siklus dari kemasan informasi tersebut c. Membuat kriteria desain dengan mulai merancang dalam berbagai format bentuk dan ukuran mengenai bagaimana kemasan informasi tersebut yang nantinya sebagai pembawa pesan sehingga dapat membuat pembaca berminat dan menjadi tertarik d. Melakukan proses produksi pembawa pesan dengan melakukan sebaik mungkin untuk perancangan kemasan informasi sebelum kemasan informasi tersebut diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak e. Merencanakan sistem yang nantinya pengguna dapat memberikan umpan balik terhadap hasil kemas ulang informasi yang sudah dilakukan Secara umum metode pembuatan kemas ulang informasi antara lain mencakup pengumpulan, pengolahan, dan penerapan sesuai kebutuhan pengguna atau pemustaka. Berdasarkan metode di atas, Maryati dan Yoganingrum memberikan penjelasan mengenai proses dari kemas ulang informasi diantaranya (Tupan & Nashihuddin, 2015) yang pertama adalah dengan melakukan penentuan konten yang disesuaikan terhadap kebutuhan dan permintaan pengguna, serta juga disesuaikan terhadap ketersediaan informasi. Selanjutnya melakukan pengumpulan informasi dengan cara melakukan penelusuran sumber-sumber informasi untuk dijadikan bahan. Kemudian dilakukan analisis terhadap konten dengan mengelompokkan dan melakukan penyusunan informasi. Lalu dilakukan pengubahan terhadap bentuk informasi dengan cara melakukan pengemasan dan melakukan pemilihan jenis kemasan. Penjelasan terakhir adalah melakukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas kemasan informasi yang telah dibuat mulai dari proses pengemasan hingga hasil akhirnya. Pemasaran / Promosi Layanan Current Awareness Service (CAS) Pemasaran/promosi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan manajemen. Perubahan yang terjadi di masa kini itu adalah akibat dari berkembangnya IT dimana memberikan dampak semakin mudahnya orang dalam mengakses sebuah informasi. Sehingga membuat banyak orang yang sebelumnya mencari informasi di perpustakaan menjadi beralih ketika ingin mencari informasi tidak perlu ke perpustakaan dikarenakan mudahnya dalam mengakses sebuah informasi. Menanggapi hal tersebut perpustakaan mau tidak mau harus bergerak secara aktif dalam memberikan informasi dan sumber-sumber informasi yang relevan kepada para pengguna (Puspohadi, 2016) Cara umum untuk mempromosikan layanan perpustakaan antara lain, memasang spanduk dan papan pengumuman yang dibuat dengan semenarik mungkin supaya pemustaka mengetahui dan memberikan perhatian penuh tentang layanan tersebut setelah melihat pengumuman. Meskipun demikian, dalam kenyataannya masih terdapat perpustakaan saat ini yang belum memiliki layanan current awareness service. Demikian ini biasanya karena faktor kekurangan dana, kurangnya SDM pustakawan ahli, pustakawannya memang belum atau tidak mengetahui tentang layanan ini, dan lain sebagainya. Hal ini membuat kesulitan dalam mempromosikan layanan ini.. Oleh karena itu, sebelum mengadakan layanan current awareness services perlu dipertimbangkan baik-baik, langkah awalnya dengan membenahi internal perpustakaan terlebih dahulu. Kemudian baru layanan ini diadakan dan dapat dipromosikan mengenai fungsi serta tujuan layanan ini agar dapat efektif digunakan oleh pengguna. Maka kegiatan yang dapat dilakukan dalam mempromosikan layanan current awareness service antar lain: a. Memasang spanduk atau papan pengumuman di perpustakaan tentang layanan current awareness service. b. Membuat booth atau corner layanan current awareness service yang rapi, bersih, menarik dan diposisikan dekat pintu masuk agar pengguna memberikan atensinya pada layanan tersebut c. Pustakawan harus ikut serta mempromosikan layanan current awareness service melalui media sosial dan website resmi perpustakaan untuk memberikan kepeduliannya.
Conclusion
Perpustakaan sebagai salah satu penyedia informasi yang memiliki banyak jenis koleksi yang salah satunya adalah Paket Informasi. Paket informasi atau informasi kilat atau Curret Awareness Servise (CAS) adalah salah satu bentuk bahan referensi yang menyajikan kumpulan daftar isi terbaru dari majalah terbitan langganan suatu perpustakaan. Daftar tersebut dijilid dan dikelompokkan berdasarkan subjeknya. Layanan ini diberikan dengan tujuan agar pemustaka bisa memperoleh informasi yang dibutuhkannya secara efisien dan efektif serta dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terkini sesuai dengan bidangnya. Selain hal tersebut, koleksi sumber rujukan memiliki rata-rata harga yang mahal.