Upaya Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam Meningkatkan Layanan Anak Periode Tahun 2023
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dalam meningkatkan layanan anak di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara pada tahun 2023. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dan wawancara kepada kepala dan pustakawan Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upaya meningkatkan layanan anak pada tahun 2023, Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara telah banyak melakukan peningkatan dalam ketersediaan berbagai macam unsur-unsur dari layanan anak, yakni dalam segi koleksi, fasilitas, dan jenis layanan anak yang telah memiliki kesesuaian dengan keperluan dan usia anak. Upaya peningkatannya dengan menyediakan komputer untuk menelusur data katalog, komputer untuk pengunjung, ruang loker, ruang lobi, pojok baca serta permainan baru seperti ayunan, mandi bola, dan lain-lain. Pustakawan/ staf layanan di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara belum ada pustakawan anak yaitu pustakawan yang khusus untuk layanan anak. Upaya yang dilakukan adalah mengadakan program khusus serta promosi secara langsung dan tidak langsung.
Abstract
This study aims to determine efforts to improve children's services at the Library Service of Hulu Sungai Utara in 2023. The research method is a qualitative descriptive approach. Data collection techniques used literature studies and interviews with the head and librarian of the North Hulu Sungai District Library Service. The results of the study show that in an effort to improve children's services in 2023, the Library Service of Hulu Sungai Utara Regency has made a lot of improvements in the availability of various elements of children's services, namely in terms of collections, facilities, and types of children's services that are compatible with child's needs and age. Efforts to improve it by providing computers to browse catalog data, computers for visitors, locker rooms, lobby rooms, reading corners as well as new games such as swings, ball baths, and others. Librarians/service staff at the Library Service of Hulu Sungai Utara District do not yet have children's librarians, namely librarians specifically for children's services. Efforts made are holding special programs as well as promotions directly and indirectly.
Keywords:
children's services
· public library
· promotion
· child librarian
Introduction
Perpustakaan adalah pusat pelayanan bagi masyarakat dalam memenuhi keinginan informasi sebagai bentuk fasilitas agar tercipta masyarakat yang berpendidikan dan mempunyai budaya tinggi. Dari Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaba), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI mengemukakan bahwa minat baca pada masyarakat Indonesia masih rendah disebabkan oleh infrastruktur atau fasilitas yang rendah bagi masyarakat terutama yang berada di daerah terpencil (Katarina, 2014). Pemerintah telah menyediakan beragam jenis perpustakaan dalam upaya membangun minat baca masyarakatnya, salah satunya melalui keberadaan perpustakaan umum. Perpustakaan umum merupakan perpustakaan yang menyediakan pelayanan informasi yang mampu dikunjungi oleh semua orang dengan menyamaratakan perbedaan latar belakang, agama, pendidikan, status sosial, suku, dan lain lain, karena perpustakaan umum memiliki konsep oleh masyarakat untuk masyarakat, dan didanai dengan dana masyarakat (Rahma, 2015). Perpustakaan umum memiliki tugas dan fungsi untuk memberikan pelayanan masyarakat dengan berbagai bahan pustaka bagi kebutuhan pendidikan, ilmu pengetahuan dan penelitian. Layanan anak merupakan salah satu layanan pada perpustakaan umum. Perpustakaan anak, memiliki jadwal kegiatan yang tetap tetapi pelayanannya tidak bersifat tetap. Model pelayanannya pun bersifat per kelompok (Rika, 2022) Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 8 menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota berkewajiban menggalakkan promosi gemar membaca dengan memanfaatkan perpustakaan. Salah satu bagian penting dalam perpustakaan umum adalah layanan anak karena mereka merupakan tujuan atau sasaran layanan yang tersedia di perpustakaan umum tersebut yang berada pada rentang usia 0 sampai 13 tahun berupa dongeng, program reading, pengembangan koleksi bagi remaja, dan lain lain (Yunaldi, 2017). Yusuf Taslimah menyatakan bahwa anak-anak merupakan bagian masyarakat sebuah bangsa, yakni sebagai pilar utama yang meneruskan pembangunan sebuah bangsa. Oleh karena itu, agar tumbuh menjadi orang yang berguna dan bijaksana, harus dibekali dengan pendidikan yang cukup dan memadai, yakni dengan mengenalkan bahan yang akan merangsang kreatifitas dan imajinasi sejak dini. Kegiatan layanan anak ini berupa membaca, layanan rujukan anak, bimbingan anak, dan mendongeng (Lestari, 2015). Penelitian oleh Intan Nurhayati pada tahun 2018 yang berjudul “Peran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pematang Siantar dalam Meningkatkan Layanan Anak” menyebutkan bahwa Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pematang Siantar memiliki peran penting dalam mengembangkan layanan anak dengan membuat wahana belajar yang menyenangkan bagi anakanak, yakni dengan menyediakan berbagai layanan yang tepat bagi anak, memberikan kenyamanan dan sikap ramah kepada pengunjung (Nurhayati, 2018). Nenden Serena Hidayani (2014) dalam penelitian yang berjudul “Layanan Anak pada Perpustakaan Bank Indonesia” menyimpulkan bahwa Perpustakaan Bank Indonesia sasaran penggunanya adalah anak yang berusia 3-10 tahun. Layanan anak ini memiliki tujuan meningkatkan layanan anak terutama minat baca di Perpustakaan Bank Indonesia. Jenis layanan yang disediakan adalah mendongeng, pemutaran film, story telling, mainan anak dan bimbingan membaca (Serena, 2014). Namun, Perpustakaan Bank Indonesia tidak menyiapkan pustakawan yang khusus melayani keperluan anak-anak karena kekurangan jumlah pustakawan dan karyawan. Oleh karena itu, dalam meningkatkan layanan anak, Perpustakaan Bank Indonesia tetap menyediakan layanan anak sebagai wadah untuk belajar anak-anak. Penelitian Rahmatul Jannah tahun 2022 berjudul “Upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam Mengembangkan Layanan Anak” menyimpulkan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara sasaran pengguna berusia 0-13 tahun, jenis layanan yang disediakan dalam upaya mengembangkan layanan anak yaitu menyediakan koleksi baik fiksi maupun nonfiksi, ruangan bermain, layanan sirkulasi dan story telling serta pustakawan layanan anak (Jannah, 2022). Penulis melakukan penelitian kembali di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara yang sebelumnya sudah pernah dilakukan penelitian, akan tetapi ada perbedaan dengan penelitian sebelumnya, yakni penelitian ini menguraikan perbedaan antara perkembangan yang terjadi di tahun 2022 dengan perkembangan yang terjadi di tahun 2023 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara, seperti dalam hal sarana prasarana, serta beberapa kegiatan-kegiatan baru untuk proses pembelajaran dan kemampuan anak-anak. Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara pada tahun 2022 menyediakan layanan anak yang terdapat di lantai 1 dengan jumlah koleksi 3.226 eksemplar dan ruangan dengan luas 5 m x 9 m dengan fasilitas 2 meja, 6 buku rak, 12 kursi, mainan edukatif, DVD Player, LCD Proyektor, TV dan 1 unit AC. Beberapa koleksinya adalah berbagai macam buku pelajaran, agama, fiksi maupun nonfiksi, dongeng, buku bergambar dan buku mewarnai. Perpustakaan menyiapkan berbagai persiapan mulai dari pemilihan bahan pustaka sampai dengan pelayanan yang disesuaikan usia dan selera anak-anak. Dalam memberikan semangat dan motivasi serta dukungan untuk minat baca anak-anak, Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara mengadakan kegiatan seperti lomba membaca, mewarnai, menyanyi lagu kebangsaan, membaca puisi, dan surat-surat pendek. Dalam pelaksanaannya, berdasarkan wawancara dengan kepala dan pustakawan Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara, mengemukakan bahwa setiap dua kali atau bahkan tidak menentu dalam seminggu, pengunjung bergantian antara anak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Kunjungan dari TK ada yang sudah terjadwal sehingga pihak sekolah tinggal menunggu waktu kunjungan ke perpustakaan umum yang berada di lingkungan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Berdasarkan data kunjungan pada tahun 2022, layanan anak termasuk sepi pengunjung karena per harinya kurang dari 10 orang. Mayoritas anak-anak yang berkunjung berusia 4-7 tahun, padahal sasaran penggunanya sampai dengan usia 13 tahun (Khairunida, 2022). Berdasarkan paparan tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait upaya Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam meningkatkan layanan anak tahun 2023 dan apa saja perbedaannya dengan pelayanan anak tahun 2022 dengan mengambil judul penelitian “Upaya Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam Meningkatkan Layanan Anak Periode Tahun 2023”.
Method
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dengan studi literatur dan wawancara. Metode studi literatur merupakan kegiatan mengumpulkan data pustaka dengan membaca lalu mencatat dan mengolah bahan penelitian. Data yang dikumpulkan berupa kata kata dan gambar (Zulharmain, 2015). Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, verifikasi lalu penegasan kesimpulan. Pengumpulan data yang diperoleh dari berbagai literatur yang ada, bermacam- macam sumber yang relevan seperti buku, jurnal dan tulisan lain yang memiliki relevansi yang dapat mendukung semua data yang dibutuhkan dalam penelitian ini
Result & Discussion
Perpustakaan Umum Perpustakaan umum merupakan sebuah perpustakaan yang dilaksanakan di pemukiman warga (kota atau desa) ditujukan untuk semua kalangan masyarakat. Salah satu lembaga pendidikan yang menyediakan bermacammacam bahan dari koleksi informasi, teknologi, budaya dan ilmu pengetahuan lainnya adalah perpustakaan umum, yang ditujukan untuk berbagai kalangan mulai dari kalangan anakanak, remaja, dewasa bahkan lanjut usia baik laki- laki maupun perempuan (Hartono, 2016). Menurut Undang-Undang Perpustakaan No. 43 Tahun 2007 pada pasal 1 ayat 6, perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial lainnya (Inayati, 2018). Selain itu, peran perpustakaan umum termasuk dalam memelihara dan mempromosikan kebudayaan (Rodin, 2021). Berdasarkan paparan tersebut, dapat diketahui bahwa upaya perpustakaan umum dalam mengembangkan layanan di perpustakaan adalah sebagai wadah dalam mengembangkan dan menjalin komunikasi antar pemustaka dan antar pustakawan dengan pemustaka yang dilayani. Selain itu, perpustakaan umum juga berperan sebagai salah satu lembaga yang meningkatkan minat baca, kegemaran membaca, dan kebiasaan membaca. Layanan Anak Layanan anak adalah suatu layanan yang disiapkan oleh perpustakaan umum. Terdapat berbagai kegiatan dalam upaya memberikan informasi atas rasa keingintahuan mereka, oleh karena itu, bahan pustaka yang tersedia harus disesuaikan dengan kebutuhan anak (Katarina, 2014). Menurut Joan M. Rietz, layanan anak merupakan salah satu pelayanan yang disediakan oleh perpustakaan bagi anak-anak yang berusia 0-13 tahun. Dalam layanan tersebut terdapat pengembangan koleksi anak muda, mendongeng, lapsit service, dan membantu dalam pengerjaan dan pengajaran tugas yang berada di ruang anak (Santosa, 2022). Yusuf mengemukakan bahwa layanan anak adalah salah satu bagian terpenting karena anak merupakan bagian dari masyarakat sebuah bangsa yang akan meneruskan kemajuan suatu bangsa (Lestari, 2015). Berdasarkan paparan tersebut, dapat diketahui bahwa salah satu upaya dari perpustakaan umum dalam menjaring peminat membaca sejak dini adalah dengan layanan anak. Layanan anak di perpustakaan umum ini di tujukan untuk anak sampai usia 12-13 tahun. Berbagai macam kegiatan yang diadakan mulai dari proses pemilihan bahan pustaka dan berbagai kegiatan anak seperti story telling dengan pelayanan yang di sesuaikan berdasarkan usia dan selera mereka. Layanan anak memiliki tujuan menyiapkan koleksi bermacam-macam bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan anak, dan menarik untuk disajikan. Selain itu, layanan anak ini berperan untuk memelihara, mengembangkan, dan membina agar menjadi salah satu hobi anak serta mendidik mereka untuk terbiasa belajar mandiri. Menurut Dictionary for Library and Information Science, sasaran dari layanan anak adalah bagi anak-anak sampai umur 12-13 tahun, berupa pengembangan koleksi untuk remaja, lapsit service, bimbingan mengerjakan tugas, story telling, serta summer reading programs, yang disiapkan oleh pustakawan umum (Dewanthy, 2018). Berdasarkan paparan di atas, dapat diketahui bahwa layanan anak memiliki sasaran pengguna anak-anak sampai berusia 1213 tahun, yang meliputi pengembangan koleksi untuk remaja, lapsit service, story telling, dan bimbingan dalam mengerjakan tugas, yang biasanya disiapkan oleh pustakawan. Unsur-unsur Layanan Anak Berikut unsur-unsur dalam layanan anak menurut Rahmatul Jannah (Jannah, 2022): 1. Koleksi Koleksi anak adalah berbagai bacaan yang disediakan untuk anak, baik dalam bentuk materi maupun buku, diantaranya bacaan fiksi dan nonfiksi, ensiklopedi anak, board books, sajak anak, buku berhitung, easy books, buku cerita bergambar, dan lain-lain. Koleksi non buku di antaranya CD, DVD, VCD, kaset, games, film, dan lain-lain untuk meningkatkan proses belajar mengajar. Menurut Sutarno, buku anak merupakan buku untuk usia 12-13 tahun yang ditulis secara spesifik (Maulidiyah, 2020). Dari paparan tersebut, diperoleh sebuah pengetahuan bahwa koleksi materi layanan anak disesuaikan dengan kebutuhan anak dan umur. Bukanlah hal yang mudah dalam pemilihan bahan pustaka, seorang pustakawan harus dapat memilih buku yang akan meningkatkan imajinasi, pikiran dan kreativitas anak-anak. 2. Fasilitas Fasilitas layanan anak adalah sarana dan prasarana untuk membantu proses pembelajaran anak agar anak merasakan kenyamanan dalam belajar. 3. Jenis Layanan Anak Jenis layanan anak merupakan berbagai kegiatan yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang pelayanannya di sesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak sampai umur 12 -13 tahun, berupa pengembangan koleksi untuk remaja, lapsit service, bimbingan mengerjakan tugas, story telling, serta summer reading programs, yang disiapkan oleh pustakawan. 4. Pustakawan / Staf Layanan Anak Pustakawan adalah bagian terpenting dalam proses mencapai kesuksesan layanan perpustakaan. Oleh karena itu, untuk memenuhi kesuksesan tersebut, staf perpustakaan harus memiliki kemampuan yang memadai. Bukan hanya koleksi saja, namun pustakawan juga ikut berperan penting (Lestari, 2015). 5. Ruang Bermain Edukatif Bermain adalah salah satu kegiatan yang sangat diminati oleh anak- anak. Secara tidak langsung kegiatan bermain ikut berperan signifikan dalam perkembangan anak (Inayati, 2018). Di perpustakaan juga disediakan layanan ruang edukatif selain membaca buku, anak juga mampu bermain sambil belajar. Namun, dengan permainan yang edukatif dan mendidik tentunya (Pratiwi, 2017). Salah satu fungsi dari ruang edukatif ini adalah untuk pertumbuhan anak dalam memenuhi aspek kognitif, sosial, emosi, afektif, dan motorik serta bahasa. Bermain dapat merangsang kreativitas anak, melatih empati, mencerdaskan, terapi, dan lain-lain. Upaya Peningkatan Layanan Anak di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2023 Berikut analisis upaya meningkatkan layanan anak di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara: 1. Upaya dalam Bentuk Penyediaan Barang dan Jasa a) Koleksi Koleksi fiksi dan nonfiksi yang terdapat di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara merupakan salah satu usaha dalam bentuk penyediaan barang dan jasa. Koleksi fiksi berupa buku dongeng dan buku cerita anak-anak. Sedangkan koleksi non fiksi merupakan buku agama dan pelajaran. Koleksi yang disediakan oleh Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara meliputi buku cerita anak-anak, dongeng bergambar, buku pelajaran dan buku agama. Sebagaimana hasil dari wawancara bersama pustakawan M.H dan kepala perpustakaan L.R menyatakan bahwa di layanan anak ini, koleksi yang disediakan adalah buku cerita anak-anak, dongeng bergambar, buku pelajaran dan agama yang bersifat mendidik. Dari paparan di atas, koleksi Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara mempunyai kesinambungan dengan salah satu teori yang diungkapkan oleh Rahmat Hermawan & Zulfikar Zen disebutkan bahwa materi fiksi maupun nonfiksi selain menjadi hiburan, juga dapat menjadi pengetahuan bagi dunia anak (Maulidiyah, 2020). Adapun kriteria dalam pemilihan koleksi pada layanan anak, dipilih dengan melihat terlebih dahulu kebutuhan, kesesuaian usia dan manfaatnya untuk anak- anak. Sebagaimana dijelaskan oleh pustakawan M.H: “Kriteria dalam menyeleksi koleksi pada layanan anak ini harus menyesuaikan dengan anak itu, sehingga anak itu mudah mengerti kirakira buku apa yang akan diabaca dan berguna bagi anak itu, sehingga saat penawaran pengadaan koleksi layanan anak dapur dari perusahaan, kami akan memilih buku- buku tersebut sampai sesuai dengan kebutuhan anak serta rentang usia dan anggaran dan yang dimiliki” (M.H, Wawancara 7 Maret 2023). Dari hasil penelitian di atas, kriteria dalam memilih jenis koleksi layanan anak ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Bunanta dalam Internasional Fedaration of Library Assosiation and Institution, yakni cerita yang menarik untuk setiap umur tentu berbeda, namun bukan hal yang tidak mungkin jika anak yang berada pada tingkat umur lebih kecil memiliki ketertarikan dan memahami cerita yang seharusnya untuk anak yang lebih besar. Hal tersebut berdasarkan dari pengalaman setiap anak yang didapatkan sebelumnya (Inayati, 2018). Dari penyajian data di atas, Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki koleksi buku pada layanan anak yang sudah sesuai dengan keperluan dan usia anak. Selain itu, dari hasil penelitian upaya peningkatan di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam segi koleksi, tidak memiliki perbedaan dengan upaya peningkatan pada tahun 2022 pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rahmatul Jannah (Jannah, 2022). Tabel 1. 1 Perbandingan Peningkatan Koleksi Dinas Perpustakaan Kab. HSU Tahun 2022 dengan 2023 Koleksi Keterangan 2022 2023 Buku cerita anak, dongeng bergambar, buku pelajaran, buku agama Buku cerita anak, dongeng bergambar, buku pelajaran, buku agama Tidak ada peningkatan Sumber: Olah Data Penulis Maret 2023 b) Fasilitas Fasilitas yang terdapat di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara dibuat untuk memberi stimulus yang baik bagi anak guna mendukung kemampuan serta menarik perhatian anak. Sebagaimana teori yang diungkapkan oleh Pratiwi, bahwa fasilitas untuk anak- anak adalah fasilitas pendidikan anak yang mana mereka tidak membaca buku saja, namun juga dapat belajar sambil bermain dengan permainan yang edukatif dan mendidik (Pratiwi, 2017). Fasilitas-fasilitas tersebut di antaranya 2 meja, 6 rak,12 kursi, buku, 1 unit AC, TV, loker DVD player, Permainan edukatif, LCD Proyektor, 3 unit komputer (komputer OPAC dan komputer untuk check in khusus pengunjung), 1 buah ruang laktasi (menyusui), meja belajar, kursi untuk anak yang dibuat ada payungnya sehingga anakanak dapat bersantai dan tidak mudah bosan, buku, papan tulis, mainan, computer, media audio, dan ruang bermain (play ground), seperti ayunan, mandi bola serta perlegkapan lain yang menunjang pembelajaran anak. Demikian yang dikemukakan oleh pustakawan M.H: “Ada 2 meja, 6 rak buku, 12 kursi, 1 unit AC, TV, permainan edukatif, DVD player, LCD proyektor, 1unit loker, 3 unit komputer berfungsi sebagai komputer OPAC dan check in khusus pengunjung) dan 1 buah ruang laktasi (menyusui)” (M.H., Wawancara 7 Maret 2023). Selain itu, Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara juga mempunyai fasilitas berupa buku tamu pengunjung khusus anak, penyimpanan barang atau ruang loker khusus anak yang berjumlah 2 lemari yang terdiri dari 19 pintu. Terdapat ruang lobby dan pojok baca bagi tamu yang berkunjung ke perpustakaan agar bisa menunggu sambil membaca buku di sofa dengan nyaman yang berada di lantai 1. Fasilitas lain yang memicu perkembangan anak adalah stimulus permainan edukatif dalam bentuk lego, ayunan, perosotan sekaligus rumah-rumahan mini, dan puzzle. Pernyataan tersebut berdasarkan hasil wawancara bersama kepala perpustakaan L.R bahwa fasilitas layanan anak yang disebut efektif: “Untuk fasilitas diluar, kami memiliki permainan edukatif seperti ayunan, mandi bola, perosotan ada rumah mininya juga. Lalu untuk di dalam ruangan, kami memiliki permaianan lego dan puzzle” (L.R., Wawancara 7 Maret 2023). Berdasarkan hasil wawancara di atas, fasilitas layanan anak di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah cukup memadai dan sesuai dengan teori yang dikemukakan Rusiana Sjahrial Pamuntjak bahwa fasilitas- fasilitas yang mendukung layanan anak adalah rak buku untuk anak, meja dan kursi yang disesuaikan untuk anak, papan tulis, komputer, mainan untuk anak, ruang bermain yang cukup luas, media audio visual serta peralatan dan perlengkapan belajar untuk anak (Rodin, 2021). Dari hasil penelitian, upaya peningkatan di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam segi fasilitas, memiliki banyak perkembangan di banding dengan upaya peningkatan Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2022 pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rahmatul Jannah (Jannah, 2022). Kebaruan perkembangan tersebut yakni komputer OPAC, komputer untuk check in khusus pengunjung, ruang loker, ruang lobby, pojok baca serta permainan baru seperti ayunan, dan mandi bola. Tabel 1. 2 Perbandingan Peningkatan Fasilitas Dinas Perpustakaan Kab. HSU pada Tahun 2022 dengan 2023 Fasilitas Keterangan 2022 2023 2 meja, 12 kursi, 6 rak buku, 1 unit AC, 1 unit TV, Permainan edukatif, DVD player, LCD Proyekto, 3 unit komputer dan 1 buah ruang laktasi (menyusui). 2 meja, 6 rak,12 kursi, buku, 1 unit AC, TV, loker DVD player, Permainan edukatif, LCD Proyektor, 3 unit komputer (komputer OPAC dan komputer untuk check in khusus pengunjung) 1 buah ruang laktasi (menyusui), Sumber: Olah Data Penulis Maret 2023 c) Jenis Layanan Anak Jenis layanan anak di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara antara lain peminjaman buku, kartu keanggotaan anak, latihan mewarnai (dipandu oleh pustakawan) Story telling (secara berkelompok dari sekolah atau lembaga), berwisata literasi, pemutaran film, pertunjukan boneka, membaca surah- surah pendek, dan senam. Sebagaimana ungkapan pustakawan M.H: “Jadi disini kami ada berbagai jenis layanan anak; layanan sirkulasi yang mana anak boleh membaca dan meminjam ditempat, lalu kami juga melakukan kegiatan mewarnai yaitu latihan mewarna, dimana latihan mewarnai ini anak-anak dapat meningkatkan pengetahuan mengenai banyak warna dan dapat melatih kefokusan mata serta tangan mereka, selanjutnya kami melaksanakan story telling, yakni mendongeng. Jadi kami membacakan buku sehingga anak itu mampu mengerti denganapa yang dibacakan” (M.H., Wawancara 8 Maret 2023) Selain itu, jenis layanan anak lainnya adalah information desk sebagai tempat untuk berbagai informasi mengenai perpustakaan di layanan anak yang terletak di depan pintu masuk gedung perpustakaan. Fasilitas layanan anak di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah cukup memadai dan sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Rusiana Sjahrial Pamuntjak bahwa fasilitas layanan anak dalam panduan penyelenggaraan perpustakaan daerah diantaranya adalah layanan rujukan anak, pemutaran film, story telling, bimbingan membaca, peminjaman buku, dan pertunjukan boneka serta mainan anak (Rodin, 2021). Dari hasil penelitian di atas, upaya peningkatan di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam segi fasilitas, memiliki banyak perkembangan di banding dengan upaya peningkatan Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2022 pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rahmatul Jannah (Jannah, 2022). Perkembangan tersebut, yakni information desk, kartu keanggotaan baru, pemutaran film, pertunjukan boneka, wisata literasi, membaca surah pendek, dan senam. Tabel 1. 3 Perbandingan Peningkatan Jenis Layanan Dinas Perpustakaan Kab. HSU pada Tahun 2022 dengan 2023 Jenis Layanan Keterangan 2022 2023 Layanan sirkulasi (peminjaman buku) dan Story telling. Peminjaman buku, kartu keanggotaan anak, latihan mewarnai (dipandu oleh pustakawan) Story telling (secara berkelompok dari sekolah atau lembaga), berwisata literasi, pemutaran film, pertunjukan boneka, membaca surah- surah pendek, bimbingan membaca dan senam Terdapat peningkatan Sumber: Olah Data Penulis Maret 2023 d) Pustakawan/ Staf Layanan Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah memberikan layanan yang ramah, namun belum menyediakan pustakawan khusus yang melayani kebutuhan anak- anak. Layanan anak baru dilayani oleh pustakawan umum dengan jadwal bergantian. Sebagaimana yang dikemukakan oleh kepala perpustakaan berinisial L.R sebagai berikut: “Untuk pelayanan layanan anak disini belum ada pelatihan khusus karena pustakawan yang disini masih menggunakan sistem rolling atau bergantian” (L.R., Wawancara 8 Maret 2023) Berdasarkan hasil wawancara, Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara belum memiliki kesesuaian dengan teori yang dikemukakan oleh Reitz yakni yang disebut dengan pustakawan anak adalah pustakawan yang khusus untuk layanan anak hingga dengan usia 12- 13 tahun dengan berpengetahuan yang luas terkait literatur anak yang sudah dilatih dengan seni dalam bercerita (Jannah, 2022). Dari hasil penelitian, upaya peningkatan di Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam segi pustakawan, belum ada perkembangan dibanding dengan upaya peningkatan Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2022 yang dilakukan oleh Rahmatul Jannah (Jannah, 2022). Tabel 1. 4 Perbandingan Peningkatan Pustakawan Dinas Perpustakaan Kab. HSU Tahun 2022 dengan 2023 Pustakawan Ket 2022 2023 Layanan sirkulasi (peminjaman buku) dan Story telling. Peminjaman buku, kartu keanggotaan anak, latihan mewarnai (dipandu oleh pustakawan) Story telling (secara berkelompok dari sekolah atau lembaga), berwisata literasi, pemutaran film, pertunjukan boneka, membaca surah- surah pendek, bimbingan membaca dan senam Tidak ada peningkatan Sumber: Olah Data Penulis Maret 2023 e) Sasaran Pengguna Layanan Anak. Layanan anak pada Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara sasaran penggunanya adalah untuk anak yang berusia sampai 12- 13 tahun yang mana hal tersebut sudah sesuai dengan teori Rietz yang menyatakan bahwa layanan anak adalah bagi anak usia 12-13 tahun (Santosa, 2022). Demikian pula ungkapan pustakawan berinisial M.H bahwa: “Dengan ruangan yang terbatas, layanan anak hanya pada usia 0- 13 tahun. Namun, untuk usia 13 tahun menggunakan layanan umum” (M.H., Wawancara 7 Maret 2023). Hal ini memiliki kesesuaian dengan teori Internasional Fedaration of Library Assosiation and Institution yaitu Guidelines for children’s library bahwa bayi, balita, anak pra sekolah, murid sampai usia 13 tahun, orang tua dan anggota keluarga yang berkaitan, anak berkebutuhan khusus, pemerhati anak, serta orang dewasa lainnya yang mendampingi anak-anak (Inayati, 2018). Pustakwaan M.H juga menjelaskan terkait rentang umur pengguna yang sering datang untuk menggunakan atau memanfaatkan layanan anak, yakni usia 4-7 tahun: “Dengan batasan usia yang ada, layanan anak ini lebih sering dimanfaatkan oleh anak dalam rentang usia 4-7 tahun” (M.H., Wawancara 7 Maret 2023). 2. Upaya dalam Bentuk Tindakan Promosi pada Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara diadakan secara langsung dengan kerja sama bersama perpustakaan serta melakukan kegiatan sosialisasi dengan berbagai sekolah. Hal tersebut di ungkapkan oleh pustakawan M.H: “Promosi layanan anak kami dengan kerjasama dengan perpustakaan lainnya serta menyelenggarakan sosialisasi bersama sekolah taman kanak- kanak dan SD dengan jadwal kunjungan” (M.H., Wawancara 13 Maret 2023) Paparan tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Sutaryo bahwa sosialisasi perpustakaan merupakan sebuah proses mengenalkan sistem kepada sekelompok orang serta cara orang tersebut dalam menanggapinya. Maka, dapat disimpulkan bahwa sosialisasi perpustakaan adalah proses perpustakan mengenalkan layanan perpustakaan, koleksi, dan kegiatan- kegiatan yang diadakan oleh perpustakaan kepada pengguna (Dewanthy, 2018). Dari penyajian data, Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah memiliki kesesuaian dengan mengadakan kegiatan sosialisasi dengan berbagai sekolah. Sosialisasi dilakukan dengan mengadakan promosi secara tidak langsung dan mengadakan program khusus. Promosi secara tidak langsung melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Hal tersebut berdasarkan hal yang dikemukakan oleh pustakawan berinisial M.H: “Promosi kami juga melalui media sosial seperti Youtube, Instagram, Facebook berupa foto, pamphlet, video dan poster” (M.H., Wawancara 13 Maret 2023) Hasil wawancara di atas, sama dengan teori yang dikemukakan oleh Dinda Sekar dan Reni Nuraeni, yakni promosi sama pentingnya dengan jenis layanan anak. Promosi melalui media sosial merupakan promosi melalui media digital Instagram, website, facebook, blog, dan lain-lain (Yunaldi, 2017). Program khusus yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah panggung gembira dan taman membaca yang dilaksanakan satu bulan sekali serta program story telling (mendongeng) dan pertunjukkan boneka dengan menghadirkan tokoh pendongeng ternama yang dilaksanakan waktunya tidak menentu. Berdasarkan wawancara bersama pustakawan berinisial M.H dan kepala perpustakaan berinisial L.R sebagai berikut:: “Setiap satu bulan sekali kami menyelenggarakan program taman membaca dan panggung gembira” (M.H., Wawancara 13 Maret 2023) “Kami menggelar kegiatan sosialisasi minat baca, melaksanakan story telling bersama Kak Ozan pendongeng nasional dari Jakarta yang hadir untuk menghibur dan memberikan pengetahuan kepada anak-anak sekolah PAUD. Lalu juga pernah melaksanakan story telling dengan pertunjukkan boneka bersama Kak Oni dari Banjarmasin dalam meningkatkan IPLM (Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat) menggelar sosialisasi penguatan literasi bagi anak sekolah TK dengan sosialisasi ini, orang tuanya dapat mengurangi untuk memberikan gadget/HP kepada anaknya, serta dapat meningkatkan minat baca mulai dari usia dini. Alhamdulillah kegemaran membaca mengalami peningkatan di kawasan Kabupaten Hulu Sungai Utara” (L.R., Wawancara 13 Maret 2023) Dari paparan di atas, Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki kesesuaian dengan program penyelenggaraan perpustakaan yang dikemukakan oleh Rusiana Sjahrial Pamuntjak, yakni bimbingan membaca, panggung gembira, layanan rujukan anak, taman membaca, pertunjukan boneka dan peminjaman buku (Rodin, 2021).
Conclusion
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam upayanya meningkatkan pelayanan layanan anak telah menyediakan dengan dua cara, pertama dengan menyiapkan barang dan jasa seperti koleksi, jenis layanan, fasilitas, pustakawan serta sasaran pengunjung layanan anak. Kedua, sebagai upaya untuk membentuk tindakan, yakni dengan promosi secara langsung, tidak langsung dan program khusus. Promosi secara langsung, yakni dengan sosialisasi dengan berbagai sekolah dan kerja sama antar perpustakaan, lalu promosi secara tidak langsung, yakni dengan promosi melalui media sosial Instagram, youtube dan Facebook (foto, pamphlet, video dan poster). Selain itu, perpustakaan juga mengadakan program khusus, seperti taman membaca, story telling dan pertunjukan boneka serta panggung gembira.