Kembali
16
1
2017 Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 3 · 1 ISSN 2685-8363

MOTIVASI MAHASISWA JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN UNTUK MEMANFAATKAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN FAKULTAS FISIP SEBAGAI RUJUKAN PERTAMA

Universitas Sam Ratulangi

Abstrak

Perpustakaan perguruan tinggi merupakan sumber rujukan yang penting pada dunia pendidikan, dalam kegiatan belajar, penelitian maupun sebagai informasi tambahan lainnya. Berbagai koleksi yang ada di perpustakaan digunakan sebagai bahan belajar juga sebagai acuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan mereka. Selain buku pegangan perpustakaan fakultas juga memiliki berbagai koleksi yang lain seperti skripsi dan beberpa koleksi referensi. Tulisan ini dimaksud untuk mengetahui motivasi mahasiswa ilmu perpustakaan dan informasi tahun 2015 dalam memanfaatkan koleksi yang ada di perpustakaan fakultas ilmu sosial dan politik sebagai sumber rujukan pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan data dari wawancara dan hasilnya direduksi, disajikan serta dianalisa. Hasil dari penelitian ini, mahasiswa untuk datang ke perpustakaan adalah lokasi, dan motivasi pertama menggunakan koleksi karena koleksi yang dicari berada di perpustakaan tersebut, serta mudah didapat. Koleksi yang dimiliki mutahir dan penelusuran yang tidak sulit, selain motivasi utama karena dosen memberikan tugas yang bahan rujukan berada di perpustakaan fakultas.
Keywords: library · motivation · reference · collection

Introduction

Perpustakaan merupakan sumber rujukan yang penting pada dunia pendidikan, dalam kegiatan belajar, penelitian maupun sebagai informasi tambahan lainnya. Perguruan tinggi, pada umumnya mempunyai perpustakaan utama sebagai jantung informasi universitas tersebut. Perpustakaan perguruan tinggi sebagai jatung universitas, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan akan sumber-sumber informasi yang dapat dipercaya, terutama sumber rujukan utama. Koleksi perpustakaan merupakan daya tarik bagi pemustaka untuk dapat menggunakan layanannya. Universitas Sam Ratulangi mempunyai UPT Perpustakaan Universitas Sam Ratulangi, sebagai perpustakaan pusat. Lokasinya berada di depan kantor pusat universitas yang jaraknya cukup jauh dari fakultas ilmu sosial dan politik Sumber informasi yang utama untuk mahasiswa adalah buku, buku sebagai acuan biasanya diperoleh dengan melakukan pembelian secara langsung, atau meminjam di perpustakaan. Berbagai koleksi yang ada di perpustakaan digunakan sebagai bahan belajar juga sebagai acuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan mereka. Selain buku pegangan perpustakaan fakultas juga memiliki berbagai koleksi yang lain seperti skripsi dan beberpa koleksi referensi. Perpustakaan fakultas FISIP saat ini semakin banyak memiliki koleksi yang baru dengan tujuan agar dapat mengundang mahasiswa untuk datang ke perpustaakaan dan memanfaatkan koleksi yang mereka miliki. Tujuan dari perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan rujuka utama sesuai dengan kegiatan dan standar akademis yang terdekat dengan mahasiswa, diharapkan perpustakaan fakultas mengetahui kebutuhan informasi secara langsung dan cepat. Pada tulisan ini, peneliti ingin mengetahui “Bagaimana motivasi mahasiswa pada jurusan ilmu perpustakaan dan informasi dalam memanfaatkan koleksi yang ada di perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Sam Ratulangi sebagai tempat rujukan pertama dalam memperoleh sumber informasi?” TINJAUAN PUSTAKA 1. Motivasi motivasi adalah pemberian daya penggerak, yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. (Hasibuan, 2003). Motivasi dapat timbul karena pengaruh lingkungan, selain itu motivasi diartikan sebagai setiap kekuatan yang muncul dari dalam diri individu untuk mencapai tujuan atau keuntungan tertentu di lingkungan dunia kerja atau dipelataran kehidupan pada umumnya (Danim, 2004). Disni motivasi timbul dari dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan yang dimaksudkan untuk kepuasan atau pemenuhan kenbutuhan secara pribadi. Hasibuan (2005) menyatakan ada 2 metode yang biasa didalam motivasi yaitu: a. Motivasi langsung b. Motivasi tidak langsung. Motivasi langsung bersalah dari individu, sedangkan tidak langsung adalah kekuatan yang muncul karena pengaruh lingkungan dari individu tersebut. Porter & Miles dalam Danim (2004) mengemukakan 3 variabel yang mempengaruhi motivasi seseorang dalam bekerja : a. Sifat-sifat individu, meliputi kepentingan setiap individu, sikap, kebutuhan atau harapan yang berbeda dari setiap individu. b. Sifat-sifat pekerjaan, meliputi tugastugas yang harus dilakukan, termasuk tanggung jawab yang harus diemban dan kepuasan yang muncul kemudian. c. Lingkungan kerja dan situasi kerja karyawan, 2. Perpustakaan Perguruan Tinggi Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang didalamnya ada organisasi. (Suwarno, 2009:33). Sedangkan Hartono (2016:23) memaparkan secara teknis perpustakaan dapat diartikan kumpulan buku atau koleksi berbagai bentuk media komunikasi, seperti manuskrip, buku, majalah, surat kabar, brosur, film, microfilm, CD-ROM, kaset dan video. Lebih jauh Sutarno (2006:11) menjelaskan perpustakaan yaitu mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung/ bangunan, atau gedung tersendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan diatur demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca. Dari pengertian tersebut, perpustakaan merupakan suatu ruangan yang dikelola oleh organisasi, yang berisi berbagai koleksi dikelola dan diatur untuk dapat digunakan oleh pemustaka. Pada penelitian ini perpustakaan sebagai tempat yang berada di bawah organisasi peruguruan tinggi Universitas Sam Ratulangi. Universitas mempunyai berbagai perpustakaan, yang utama adalah unit khusus yaitu UPT Perpustakaan Universitas Sam Ratulangi, dan berbagai perpustakaan fakultas di masing-masing lingkungan fakultas tersebut. Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik sudah lama berdiri, dan dikelola oleh dua orang pustakawan. Menurut Pamuntjak dalam bukunya yang berjudul Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan (2000:4) perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang tergabung dalam lingkungan lembaga pendidikan tinggi, baik yang berupa perpustakaan universitas, perpustakaan fakultas, perpustakaan akademi, perpustakaan sekolah tinggi, maupun perpustakaan lembaga penelitian dalam lingkungan perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi seringkali disebut sebagai jantung perguruan tinggi, karena disini kegiatan belajar sebagai sumber informasi utama tersedia bagi civitas akademika. pada Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004:3), terdapat 7 fungsi, yaitu: a. Fungsi edukasi b. Fungsi informasi c. Fungsi riset d. Fungsi rekreasi e. Fungsi publikasi f. Fungsi deposit dan g. Fungsi interpretasi. Perpustakaan perguruan tinggi sering disebut dengan “research library” atau perpustakaan penelitian karena emamng fungsi utamanya untuk sarana meneliti, dan meneliti merupakan salah satu kegiatan utama di perguruan tinggi (Sutarno, 2006:46). Kegiatan peneltian, sudah tidak asing bagi kalangan mahasiswa karena merupakan salah satu prasyarat dalam meraih gelar. Pembuatan tugas akhir, seperti skripsi, thesis dan disertasi. 3. Koleksi Perpustakaan Koleksi merupakan salah satu unsur utama dari perpustakaan selain tempat dan pnegelolaan. Koleksi perpustakaan mengikuti unit organisasinya. Koleksi pada perpustakaan perguruan tinggi, diacu dari standar peraturan kepala perpustakaan nasional Republik Indonesia nomor 13 tahun 2013 ada 2, yaitu jenis koleksi dan jumlah koleksi. Jenis koleksi berupa koleksi monograf, serial, digital maupun koleksi non book. Koleksi perpustakaan perguruan tinggi yang harus ada terdiri dari : a. Buku referensi baik referensi umum maupun untuk bidang studi kasus ; b. Buku teks baik yang diperlukan oleh mahasiswa maupun dosen, baik yang di wajibkan untuk mata kuliah tertentu, maupun yang dianjurkan; c. Buku untuk pengembangan ilmu yang melengkapi dan memperkaya pengetahuan diluar bidang studi yang ditekuni; d. Majalah ilmiah (jurnal ilmiah); e. Penerbitan perguruan tinggi, baik penerbitan sendiri maupun penerbitan perguruan tinggi lainnya; f. Penerbitan pemerintah, terutama produk hukum yang berkaitan dengan perguruan tinggi g. Laporan-laporan terutama dari lembaganya sendiri h. skripsi, tesis dan disertasi dari lembaganya sendiri. (Thaib, 2017)

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Menurut Denzim dan Lincoln dalam Moleong (2014:5) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara mendalam. Informan penelitian diperoleh dengan metode Purpossive Sampling, yaitu mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan dan informasi tahun 2015 dengan jumlah 9 narasumber. Teknik analisa data Dengan Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Ke lima naramuber tersebut dengan inisial IK, AI, MY, ER, AR, MS, NL, ML dan SC.

Discussion

Hasil yang didapat dari wawancara ini, terlihat paling dominan adalah motivasi secara langsung, yaitu motivasi yang digunakan untuk memenuhi kepuasannya dan kebutuhannya. Dari motivasi langsung tersebut dari sifatnya dapat ditelaah yang hasilnya: 1. sifat individu, yang meliputi kepentingan setiap individu. Informan MY mengatakan ia datang ke perpustakaan karena untuk melihat koleksi skripsi, untuk koleksi buku sering meminjam karena mencari tugas. 5 dari 8 informan menggunakan koleksi yang ada di perpustakaan karena terdorong oleh keinginan untuk sekedar mencari tambahan informasi bacaan dan bahan acuan. 3 informan lain mengatakan jawaban yang bervariasi seperti menggunakan koleksi karena lebih dekat dari pada harus ke perpustakaan UPT UNSRAT malas berjalan jauh. Narsumber NL, MS memberikan informasi jika mereka tahu kalau disini banyak terdapat buku baru yang cukup banyak, sehingga mereka sering datang untuk mengecek, dan sekiranya jika ada yang menarik mereka akan baca walau hanya sekilas. Seluruh informan mengatakan sedang persiapan menyusun proposal penelitian, mereka datang memang untuk melihat koleksi skripsi untuk dijadikan inspirasi judul. Skripsi yang ada di perpustakaan lebih mudah didapat dan ditelusur, dari pada mereka harus ke UPT karena penelusuran masih manual dan kadang kala skripsi disusun tercampur dengan jurusan lain, sehingga mereka kesusahan mendapatkan inspirasi, jika waktu mencari susah, menjadikan semangatnya menurun. Keinginan sendiri untuk menambah informasi juga memotivasi, walau tidak ada tugas, atau disuruh oleh dosen. Keinginan sematamata untuk membaca buku yang ada dari pada membuang waktu dengan melakukan hal yang tidak bermanfaat seperti yang dikemukakan oleh informan NL. 2. sifat pekerjaan, motivasi yang utama adalah tugas yang disuruh oleh dosen, seluruh informan mengatakan sebagai motivasi yang paling kuat, tugas untuk bisa mendapatkan nilai yang baik. Informan ER mengatakan ada dosen di jurusan yang memang seringkali memberikan tugas yang bahan dan rujukannya ada di perpustakaan ini. Informan SC menambahkan, jika mereka datang ke perpustakaan ini dan mengerjakan tugas berdasarkan koleksi yang ada disini nilai yang diraih bisa maksimal. Saat ini mereka sedang menempuh mata kuliah metodologi penelitian dan semester depan dalam proses penyusunan proposal penelitian untuk skripsi, sehingga agar lebih jelas bagaimana itu skripsi informan IK dan AI sering datang ke perpustakaan ini untuk melihat isi dan judul-judul skripsi, hal ini dilakukan untuk mempermudah mereka penyusunan kelak. Sedangkan narasumber yang lain lebih memanfaatkan internet karena lebih mudah tidak perlu membaca secara keseluruhan isi dan mencari lebih rumit. Informan AR, MY, ML, SC dan ER mengatakan jika tugas tersebut dari buku, mereka harus membaca secara keseluruhan dan tidak langsung pada yang mereka cari karena, untuk dapat menemukan informasai harus membacanya terlebih dahulu, berbeda jika mencari menggunkan internet, dengan kata kunci bias langsung menuju halaman yang diinginkan. 3. sifat lingkungan kerja, terlihat jika mereka datang berkelompok dan melihat teman datang secara beramai-ramai, pada saat itu 2 informan mengatakan mereka kurang termotivasi, tetapi karena teman mengajak untuk datang akhirnya memanfaatkan koleksi yang ada, mulai dari sekedar melihat-lihat atau membaca buku yang tipis iseng saja. Sifat ini secara individu tidak terlihat penuh tetapi akan berdampak jika mereka berkelompok atau secara bersamasama, yang awalnya mereka tidak ada kepentingan menjadikan memanfaatkan koleksi sembari berdiskusi dengan teman yang lain. Motivasi secara tidak langsung, terlihat kurang dominan tapi pada sifat individu 1 informan MS mengatakan ke perpustakaan karena sekarang perpustakaan telihat bersih, terang dan lebih rapi, sehingga mereka memanfaatkan koleksi yang ada, informanini mengatakan dulu pernah datang dan ingin membaca, tapi buku yang ada lama dan berdebu menjadikan semangatnya langsung hilang untuk membaca. Alasan yang lain, di kemukakan jika kondisi lingkungan perpustakaan yang terlalu strategis menyebabkan banyak orang berlalu lalang dan dijakdikan tempat berkumpul karyawan untuk mengobrol menjadikan suasana berisik dan tidak focus untuk belajar atau membaca. Beberapa hal yang mengurangi motivasi untuk memanfaatkan koleksi adalah koleksi yang tidak lengkap, untuk koleksi yang mutakhir mereka mengakui sudah banyak buku baru walaupun kadang kurang relevan. Pengruh sifat pekerjaan, dilihat dari pustakawan yang kurang menguasai sumber-sumber informasu yang mereka miliki, 5 informan mengemukakan kalau ditanya sering tidak tuntas dalam membantu, seperti menelusur atau menemukan informasi yang mereka inginkan. Motivasi para informan ditilik dari segi fungsi perpustakaan terlihat 3 fungsi yaitu fungsi edukasi, informasi dan riset. Fungsi edukasi dan informasi terlihat dari pemanfaatan buku teks yang digunakan untuk membantu dalam penyelesaian tugas, fungsi informasi untuk menambah wawasan, walau tidak sesuai dengan bidang ilmu tetapi karena ketertarikan individu, dan yang terakhir fungsi riset untuk membantu penyelsaian tugas proposal penelitian mereka sebagair rujukan. Kendala yang dihadapi adalah jika buku menarik, dan membaca satu hari tidak tuntas, koleksinya tidak dapat dipinjam atau difotokopi. Seluruh narasumber setuju jika hal tersebut cukup merugikan, karena waktu yang terbatas yang digunakan untuk membaca. Pemanfaatan koleksi lebih banyak pada buku teks dan skripsi. Ketersediaan koleksi sesuai bidang ilmu mereka ilmu perpustakaan masih kurang, koleksi dominasi pada jurusan yaitu ilmu komunikasi. Informan setuju jika koleksi tentang ilmu perpustakaan banyak dan mutakhir, mereka akan lebih termotivasi untuk datang dan memanfaatkan koleksi yang ada, karena literature bidang ilmunya yang sulit didapat. Frekuensi pemanfaatan koleksi perpustakaan oleh informan di perpustakaan dari hasil kunjungan, 3 informan mengatakan mereka 1 minggu sekali selama kurang lebih 2 jam. Sedangkan sisanya bervariasi tetapi dalam satu bulan biasa 2 sampai 3 kali atau lebih untuk kunjungan, dengan durasi kurang lebih 1 jam.

Conclusion

Motivasi langsung mahasiswa terlihat secara dominan dengan “sifat pekerjaan” yang paling kentara. Dorongan dari dosen, akan tugas-tugas yang diberikan membuat mereka memanfaatkan koleksi yang menurut mereka sudah maksimal sesuai dengan sumber-sumber informasi yang disedikan perpustakaan. Tujuan paling besar untuk pemenuhan tugas dan meningkatkan prestasi, untuk hasil menambah wawasan mereka kurang setuju karena informasi dari internet lebih banyak memiliki dampak dari pada koleksi yang ada. Frekuensi dalam penggunaan koleksi semakin sering karena semakin atas semester yang ditempuh saat melakukan penelitian. Adanya koleksi yang terbatas, membuat motivasi mereka menurun apalagi jika sumber informasi yang sesuai dengan jurusan mereka terbatas. Seluruh informan setuju jika motivasi mereka dalam pemenuhan informasi sebaiknya didukung dengan fasilitas, layanan dan sumbersumber yang lebih memadai daripada yang ada sekarang, seperti kebersihan koleksi, alat penelusuran koleksi serta fasilitas ruang baca yang mereka katakan kurang kondusif karena berisik sehingga tidak nyaman, apalagi koleksinya hanya bisa dibaca ditempat dan tidak boleh dipinja