Kembali
16
1
2018 Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 4 · 1 ISSN 2685-8363

E-RESOURCES SEBAGAI PENYEDIA INFORMASI MURAH DAN BERKUALITAS (STUDI KASUS PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA)

N/A

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui e-resources sebagai penyedia informasi murah dan berkualitas. Dalam penulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif pendekatan studi kasus di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan metode pengunpulan data melalui tinjuan literatur. Hasil pembahasan adalah untuk mengetahui peran e-reources sebagai penyedia informasi yang berkualitas dan pedoman untuk mengakses e-resources yang dimiliki PNRI yang disediakan untuk masyarakat luas sehingga masyarakat dan pengguna Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan berkualitas mudah dan murah.

Abstract

This paper aims to explain e-resources as a provider of information in the National Library of the Republic of Indonesia. In this paper using qualitative research methods descriptive case study approach in the National Library of the Republic of Indonesia with data collection methods through literature review. The result of the discussion is to know the role of e-resources as a provider of quality information and guidelines for accessing e-resources owned PNRI provided for the wider community so that the public and users of National Library of the Republic of Indonesia can obtain the information needed cheap and cheap.
Keywords: e-resources · information · National Library of Indonesia

Introduction

Perkembangan teknologi komputer dan internet sudah menjadi budaya masyarakat dan mengubah gaya hidup masyarakat saat ini. Berdasarkan data e-marketer menyatakan bahwa pengguna internet di Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia tepat di bawah Jepang. Teknologi internet mempengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat seperti proses pembelian, penjualan, pertukaran barang, jasa, dan informasi yang lebih dikenal dengan e-commerce. Penggunanan internet sangat mempengaruhi pola pencarian informasi yang dibutuhkan masyarakat menjadi lebih mudah, murah, dan lebih cepat. Selaras dengan asas dalam undang-undang keterbukaan informasi publik menyatakan informasi publik bersifat terbuka dan dapat diakses setiap pengguna informasi publik. Pengaruh teknologi terutama teknologi internet dan teknologi komunikasi sangat besar di lingkungan perpustakaan. Undang-undang No.43 tahun 2007 menyatakan perpustakaan adalah “institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemus-taka”. Definisi di atas jelas menerangkan perpustakaan manapun berperan penting dalam menyediakan informasi dan sumber informasi kepada masyarakat. Mengingat saat ini banyaknya informasi yang tersebar terkadang kurang valid dan tidak ilmiah. Tujuan Undangundang Keterbukaan Informasi Publik bagian g menjelaskan untuk meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan badan publik untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualitas. Perpustakaan merupakan badan publik yang salah satu perannya sebagai penyedia informasi hendaknya mampu melayani dan menyajikan informasi yang valid dan ilmiah kepada masyarakat. Teknologi internet dalam e-commerce memberikan beberapa manfaat yakni mendapatkan palanggan baru, menarik pelanggan agar tetap berta-han, meningkatkan mutu layanan dan melayani pelanggan tanpa batas waktu. Perpustakaan digital akan dapat menjadi cara baru bagi perpus-takaan yang biaasanya memiliki keterbatasan masalah koleksi. Koleksi merupakan faktor penentu mutu layanan suatu perpustakaan. Koleksi dalam hal ini adalah informasi/literasi yang sangat penting bagi pengguna perpustakaan seperti dosen, mahasiswa, peneliti maupun masyarakat umum. Perpustakaan digital menawarkan kemudahan bagi penguna untuk mengakses sumber-sumber elektronik (e-resources) tanpa harus terikat dengan jam layanan perpustakaan. Hal ini yang mendasari langkah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk menciptakan jenis layanan baru perpustakaan yaitu perpustakaan dengan menyediakan layanan koleksi bahan pustaka elektronik (e-resouces) yang bertujuan memudahkan akses informasi yang ilmiah tak terbatas waktu dan tempat untuk pengguna, semakin luas dan jauh persebaran informasi yang sampai pada pengguna, semua orang dapat mengakses dalam satu waktu. Hal inilah yang mendasari penulis tertarik mengkaji e-resouces sebagai penyedia informasi yang murah dan berkualitas studi kasus Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI). C. Landasan Teori 1. Perpustakaan Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi. Sutarno menyatakan tugas perpustakaan antara lain : “Menghimpun informasi meliputi kegiatan mencari, menyeleksi, dan mengisi perpustakaan dengan sumber informasi yang memadai dan lengkap baik dalam arti jumlah, jenis, maupun mutu yang disesuaikan dengan kebijakan organisasi, ketersediaan dana, dan keinginan pemakai serta mutakhir, kemudian tugas mengelola, meliputi proses pengolahan, penyusunan, penyimpanan, dan pengemasan agar tersusun rapi, mudah ditelusuri kembali (temu balik informasi)dan diakses oleh pengguna, serta merawat bahan pustaka serta bertugas memberdayakan dan memberikan layanan secara optimal.” Pendapat tersebut diperkuat oleh Lasa menyatakan perpustakaan merupakan lembaga informasi yang memberikan jasa layanan informasi, ilmu pengetahuan dan dokumentasi ilmiah kepada masyarakat pada umumnya. seiring dengan perkembangan teknologi penyediaan koleksi dan layanan perpustakaan dari konvensional mengarah pada perpustakaan digital. Perpustakaan digital menurut Widyawan menjelaskan bahwa perpustakaan digital adalah perpustakaan yang terkait dengan sumbersumber informasi lain dan pelayanan informasinya terbuka bagi pengguna seluruh dunia. Sutarno menjelaskan jenis- jenis perpustakaan, yaitu sebagai berikut. a. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Yang sering disebut dengan Perpusnas, Perpustakaan Nasional mempunyai jangkauan dan ruang lingkup secara Nasional dan salah satu Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang bertanggung jawab kepada Presiden. b. Badan Perpustakaan Daerah Perpustakaan yang bertugas mengelola perpustakaan yang berkedudukan di tiap provinsi di Indonesia. c. Perpustakaan Umum Perpustakaan yang ditujukan untuk kepentingan pendidikan kepada masyarakat umum. d. Perpustakaan Perguruan Tinggi Perpustakaan yang berada di perguruan tinggi yang memiliki tugas dan fungsi melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. e. Perpustakaan Sekolah Perpustakaan yang berfungsi untuk sarana kegiatan belajar mengajar, penelitian sederhana, menyediakan bahan bacaan, dan tempat rekreasi. f. Perpustakaan Khusus Perpustakaan khusus diadakan sebagai sumber informasi dan ilmu penge-tahuan yang berkaitan baik langsung maupun tidak langsung dengan instansi induknya. g. Perpustakaan Lembaga Keagamaan Perpustakaan yang dimiliki dan dikelola oleh lembaga-lembaga keagamaan, misalnya perpustakaan masjid, gereja. h. Perpustakaan Digital Perpustakaan digital bukan merupakan salah satu jenis perpustakaan yang berdiri sendiri, tetapi merupakan pengembangan dalam system pengelolaan dan layanan perpustakaan. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk menciptakan perpustakaan digital untuk menyediakan layanan koleksi bahan pustaka elektronik (e-resouces) kepada pengguna perpustakaan untuk mendapat-kan informasi yang murah dan berkualitas. 2. Layanan Perpustakaan Undang-undang no 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan dalam bab V Pasal 14 layanan perpustakaan di sebutkan: “Layanan perpustakaan yang telah diatur tersebut antara lain, yaitu: a. Layanan perpustakaan dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pengguna. b. Setiap perpustakaan menerapkan tata cara layanan perpustakaan berdasarkan standar nasional perpustakaan. c. Setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. d. Layanan perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikembangkan melalui pemanfaatan sumber daya perpustakaan untuk me-menuhi kebutuhan pengguna. e. Layanan perpustakaan diselenggarakan sesuai dengan standar nasio-nal perpustakaan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada pemustaka. f. Layanan perpustakaan terpadu diwujudkan melalui kerja sama antar perpustakaan g. Layanan perpustakaan secara terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dilaksanakan melalui jejaring telematika” Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyediakan layanan sebagai berikut. a. Direktori (meliputi Kantor Berita, Perpustakaan Online, Center of Excellence). b. Umum (Keanggotaan, e-Resources, Sistem Informasi Pelaporan Pelanggaran). c. Penerbit dan Perpustakaan Lain (Layanan ISBN, Layanan NPP, Portal Informasi Serah Simpan KCKR). d. Katalog, Bibliografi Nasional Indonesia, Katalog Induk Nasional, Open Public Access Catalog (OPAC). PNRI memanfaatkan teknologi informasi menjadi nilai lebih dalam layanan dan memudahkan penelusuran sumber informasi. Pengguna perpustakaan dapat mengakses langsung sumber informasi melalui alat penelusur yang semakin lengkap, cepat, mudah bukan hanya melalui OPAC saja tetapi dapat memakai layanan elektronik lainnya, seperti layanan penelusuran sumber informasi elektronik atau e-Resourcess. Dalam hal ini pengakajian fokus pada e-resources. E-resources adalah menunjuk pada semua bahan (koleksi) yang membutuhkan akses komputer baik secara remote (jarak jauh) maupun secara lokal melalui komputer personal (PC), mainframe, atau perangkat mobile. Hal ini menunjukkan bahwa setiap sumber informasi atau sumber daya informasi yang aksesnya melalui perangkat komputer, maka dapat dinamakan sebagai sumber daya elektronik. Demikian penulis menyimpulkan bahwa e-reources merupakan koleksi yang telah digitalisasikan oleh perpustakaan sebagai sumber informasi yang berkualitas serta dalam mengaksesnya dibutuhkan perangkat yang mendukungaksesnnya. 3. Sumber Informasi a. Informasi Sumber informasi (information resource) disebut juga sebagai referensi yang artinya sumber acuan atau sumber rujukan. Definisi informasi sendiri yaitu “Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tandatanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun non-elektronik .“ (Undang – undang No 14 Tahun 2008). Definisi di atas jelas menerangkan deskripsi informasi, selain itu informasi dapat tersimpan dalam dokumen dan non dokumen untuk itu perlunya menghimpun di suatu wadah. Sumber informasi merupakan sarana penyimpanan informasi. (Sri AtiSuwanto, 1997) b. Jenis Sumber Informasi Jenis sumber informasi terdiri atas sumber informasi primer, sekunder dan tertier. 1) Sumber informasi primer Merupakan sumber utama/rekaman permanen dari perkembangan sains yang telah di publikasikan untuk kepentingan pengetahuan atau informasi yang berupa laporan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam berbagai bentuk, seperti: a) Jurnal atau majalah b) Laporan penelitian c) Risalah(proceeding) konfrensi informasi d) Dokumen hak paten e) Tesis dan disertasi 2) Sumber Informasi Sekunder Sumber informai yang berfungsi sebagai kunci bibliografis menuju sumber primer yang dipublikasikan dalam berbagai bentuk yaitu a) Jurnal penelitian b) Tinjauan kepustakaan atau review c) Buku rujukan misalnya ensiklopedi d) Traktat (treatise) 3) Sumber Informasi Tertier Sumber informasi yang biasanya tidak berisi ulasan mengenai bidang subjek, melainkan mendaftar sumber yang berisi ulasan bidang subjek. terkait tokoh, organisasi dan lembaga. Adapun yang termasuk sumber informasi tertier meliputi: a) Direktori dan buku tahunan b) Bibliografi c) Daftar penelitian yang sedang berjalan (research in progress) d) Panduan ke perpustakaan dan sumber informasi lain e) Panduan ke organisasi Sumber-sumber informasi dilihat dari segi format penyajiannya dapat berupa cetak, audiovisual, dan elektronik/digital.. Produk perpustakaan yang menampilkan sumber informasi digital adalah e-resources. Sumber Informasi Elektronik (E-Resources) E-resourcess juga dapat dikatakan sebagai sumber-sumber informasi yang dikemas atau disimpan dalam bentuk elektronik atau digital. E-Resourcess adalah sumber daya yang diakses memanfaatkan komputer, baik komputer personal, mainframe atau perangkat bergerak dari jarak jauh melalui internet atau intranet. Sumber-sumber informasi elektronik dapat me-rupakan hasil alih bentuk dari format lain yang dikenal dengan reproduksi atau digitalisasi, dan dapat pula merupakan terbitan yang sengaja dikemas dalam format elektronik atau digital (digital born) sebagai bentuk suatu penerbitan atau e-publishing. IFLA (International Federation of Library Associations and Institutions) mendefinisikan e-resources sebagai berikut. “Electronic resources refer to those materials that require computer access, whether through a personal computer, mainframe, or handheld mobile device. They may either be accessed remotely via the Internet or locally.” IFLA (International Federation of Library Associations and Institutions) menyebutkan e-resourcess memiliki beberapa jenis antara lain : 1) e-journal 2) e-books 3) Database full text 4) Database indexing dan abstracting, 5) Database referensi (biografi, kamus, direktori, ensiklopedia, dll) 6) Data dan statistik 7) E-images, E-Audio dan 8) Sumber daya visual.

Method

Dalam tulisan ini penulis mengggunakan penelitian kualitatif deskriptif pendekatan studi kasus. Penelitian kualitatif ini bertujuan memperoleh gambaran seutuhnya mengenai sesuatu hal menurut pandangan manusia yang diteliti (Sulistyo-Basuki, 2006: 78). Sesuai dengan tulisan ini yang berusaha memperoleh gambaran secara utuh dan jelas E-Resources seba-gai penyedia informasi yang murah dan berkualitas studi kasus Perpusta-kaan Nasional Republik Indonesia.

Discussion

1. Peran E-Resources Sebagai Penyedia Informasi Murah dan Berkualitas di Perpustakaan Nasional Repuslik Indonesia Adanya perkembangan teknologi internet dan tuntutan kebutuhan informasi ilmiah yang meningkat perpustakaan harus menetapkan model perpustakaan elektronik (menentukan web dan sistem yang dipakai) dan komponen fungsional yang menjadi salah satu layanan di perpustakaan untuk menyediakan dan memudahkan akses ke perpustakaan elektronik. Komponen fungsional ada 6 sebagai berikut. a. Pencerna (ingest) Fungsinya adalah suatu proses penerimaan materi dari perpustakaan dan mempersiapakan agar materi dapat masuk dapat masuk dalam kumpulan koleksi perpustakaan elektronik. b. Simpan arsip (archival storage) Fungsinya sebagai penyimpanan materi jangka panjang c. Manajemen data (data management) Fungsi ini merawat pangkalan data metadata untuk memudahkan proses temu kembali informasi yang dibutuhkan d. Perencanaan preservasi (preservation planning) Fungsi ini untuk pembuatan strategi preservasi jika diperlukan adanya pembaharuan di dalam sistem. e. Akses (acces) Fungsi ini mengelola proses permintaan dan penyediaan materi elektronik oleh perpustakaan yang dapat gunakan pengguna perpustakaan dalam mencari informasi. Agar akses informasi secara ekonomis dapat efektif dan efisien. f. Administrasi (administration) Fungsi ini menjalankan semua kegiatan dan sebagai koordinator lima komponen di atas. Komponen fungsional tersebut dapat diterapkan dalam website perpustakaan/ perpustakaan elektronik yang menyediakan fasilitas e-resourcess yang memberikan keuntungan kepada pengguna yaitu : pengguna yang global dapat menjangkau informasi koleksi yang ada di perpustakaan, beroperasi 24 jam, kecepatan penyebaran informasi, relatif murah dalam mendapatkan informasi karena tidak terbatas jarak dan waktu, membangun jaringan perpustakaan dan memberikan layanan yang beragam. Dalam menyediakan sumber informasi e-resources diharapkan dapat memberikan pelayanan sesuai dengan prinsip pelayanan yaitu : a. Sederhana b. Reabilitas c. Tanggung jawab d. Kecakapan petugas e. Kemudahan akses f. Ramah g. Terbuka h. Komunikasi petugas dan pengguna i. Kredibilitas j. Kejelasan dan kepastian k. Keamanan l. Mengerti kebutuhan pengguna m. Wujud nyata n. Efisien o. Ekonomis Berdasarakan penjelasan keseluruhan di atas dalam rangka menyediakan informasi yang berkualitas untuk kepentingan masyarakat luas dan memberikan kemudahan akses kepada pegguna untuk mendapatkan informasi yang valid dan murah maka PNRI menyediakan layanan e-reourcess yang dapat diakses di link berikut. http://e-resources.perpusnas.go.id/index2. php Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam rangka menyediakan informasi guna memenuhi kebutuhan pemustaka, melang-gan berbagai bahan perpustakaan digital online (e-Resources) seperti jurnal, ebook, dan karya-karya referensi online lainnya. No Nama Jurnal Berdasarkan Penerbit yang Dilanggan PNRI No Nama Jurnal Berdasarkan Penerbit yang Dilanggan PNRI 1 Alexander Street Press 13 Ebrary 2 Indonesia Heritage Digital Library 14 Sage Knowledge 3 Alexander Street Video 15 Ebsco Host 4 KITLV 16 IGI Global 5 BalaiPustaka 17 Westlaw 6 Bowker 18 IG Publishing 7 Myilibrary 19 American Library Association American Society for Training & Development Amsterdam University Press, University Of California Press) 8 Brill Online 20 ScienceDirect 9 Nexis Direct 21 Britannica Library 10 Cambridge University Press 22 Lexis Nexis 11 Proquest 23 Taylor & Francis 12 Cengage Learning 24 Ulrichs Berikut koleksi e-resources (menyediakan informasi dari seluruh dunia dengan berbagai bidang keilmuan) yang dimiliki Perpustkaan Nasional Republik indonesia. Berikut tampilan E-resorces PNRI sebagai berikut. Dengan adanya begitu banyak koleksi yeng tersedia di perpustakaan Nasional Republik Indnesia sehingga diharapkan pengguna atau masyarakat dapat menemukan informasi secara cepat tepat dengan biaya yang murah dan menjadikan perpustakaan sebagai sumber informasi yang utama. 2. Pedoman Akses E-resources dalam menyediakan Informasi di Perpustakaan Nasional Repuslik Indonesia Untuk kemudahan mengakses e-reources Perpustakan Nasional Republik Indonesia masyarakat harus melakukan pendaftaran sebagai member atau anggota dengan mengikuti prosedur sebagai berikut. Pedoman untuk dapat mengakses dan memanfaatkan new-eresources.pnri.go.id dengan menjadi anggota Perpusnas. Jika belum menjadi menjadi anggota Perpusnas, wajib melakukan registrasi melalui http:// keanggotaan.pnri.go.id, dan kemudian klik menu “Daftar”. a. Kemudian melanjutkan pendaftaraan dengan identitas diri yang berlaku, dengan membaca secara cermat, terkait syarat, tata tertib serta hak dan kewajiban. b. Kemudian pengisian identitas diri di form yang tersedia c. Jika telah mengisi formulir keanggotaan dan setuju dengan syarat dan ketentuan yang diterangkan, formulir keanggotaan segera kirim dan akan di-approve oleh admin Perpusnas. Jika akses sudah diapprove dapat segera mengakses dan memanfaatkan http://e-resources. pnri. go.id untuk mencari informasi yang dibutuhkan. d. Setelah formulir di-approve akan menerima Nomor ID dan Password, masukan ID dan Password ke kolom yang tersedia untuk log in ke e-resources Perpusnas jangan lupa klik “Login”. e. Anda dapat mengakses e-resources yang dimiliki PNRI untuk menemukan informasi yang anda butuhkan yang berkualitas, mudah, dan murah. Informasi lainnya selain koleksi digital anggota Perpusnas dapatkan juga dapat melihat statistik kunjungan. Demikian pembahasan terkait E-resources yang dimiliki Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Mari manfaatkan fasilitas yang tersedia untuk mendapat informasi yang berkualitas dan terhindar dari berita hoax. Membangun msyarakat Indo-nesia cerdas dengan sumber informasi yang berkualitas.

Conclusion

Perpustakaan di era informasi dengan didukung perkembangan teknologi internet dan tetap menunjukan keberadaan perpustakaan yang dapat berkembang mengikuti perkembangan jaman dengan tetap menyediakan dan memberikan layanan informasi yang berkualitas, ilmiah kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan informasi melalui layanan e-resources yang diselenggarakan dan dimiliki oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dengan tujuan memudahkan masyarakat mengjangkau informasi yang berkualitas dengan aksesnya menjadi lebih mudah dan murah.