Kembali
16
1
2017 Jupiter Vol 16 · 1 ISSN 2777-046X

PERFORMA WEBSITE PERPUSTAKAAN NASIONAL DI ASIA TENGGARA : STUDI WEBOMETRIK

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Abstrak

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis website Perpustakaan Nasional yang ada di Asia Tenggara berdasarkan demografi penduduk Negara serta performa website Perpustakaan Nasional. Metode yang dilakukan dengan webometriks dimana suatu metode yang membantu penulis meneliti dokumen terekam dalam website. Dari 11 Negara yang ada ternyata tidak semua website Perpusatakan Naaional dapat diteliti karena kurang maksimalnya pengembangan website perpustakaan nasional itu sendiri. Hasil temuan penelitian ini adalah Website Perpustakaan Nasional Singapore menduduki peringkat pertama dalam pemanfaatan website berdasarkan demografi penduduk, kemudian peringkat no 2 yakni Thailand. Disamping itu Website Perpustakaan Nasional Sinagpore juga menduduki peringkat teratas menurut Alexa dibanding website Perpustakaan Nasional lainnya. Dengan adanya penelitian ini dilihat bahwa ternyata pemanfaatan website Perpustakaan Nasional di Asia Tenggara masih kurang diperhatikan dan hal tersebut sangat disayangkan mengingat tugas dan peran dari Perpustakaan Nasional yang seharusnya menjadi role model bagi perpustakaan lainnya di suatu negara serta menjadi acuan untuk mempertahankan keeksistensian peran perpustakaan dalam menghadapi kompetitor dalam melayani kebutuhan informasi. Originality dari penelitian ini adalah akan bermanfaat bagi administrator perpustakaan nasional serta pengembangan keilmuan ilmu perpustakaan terutama dalam kajian webometrik

Abstract

This study aims to analyze the National Library website in Southeast Asia based on population demography and the performance of National Library website. The method is done with webometriks where a method that helps the author examine the document recorded in the website. Of the 11 countries, not all of the Naaional Library website can be studied because of the lack of maximum development of the national library website itself. The findings of this research is the National Library of Singapore website ranked first in the utilization of websites based on population demography, then ranked no 2 ie Thailand. Besides, the National Library Website of Sinagpore also tops according to Alexa compared to other National Library website. With this research, it is seen that the utilization of National Library website in Southeast Asia is still unnoticed and it is unfortunate considering the task and role of National Library which should be role model for other libraries in a country and become a reference to maintain the library role's role in facing competitors in serving the information needs. The origin of this research will be useful for national library administrators as well as the development of library science especially in webometric study
Keywords: Asia Tenggara · Perpustakaan Nasional · Pemanfaatan Perpustakaan · Webometrics

Introduction

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin massif, perpustakaan dituntut untuk lebih aktif, dinamis, cepat, tepat dan akurat dalam memberikan pelayanan kepada usernya. Beberapa dekade terakhir ini teknologi yang digunakan di dalam perpustakaan juga cukup signifikan karena merupakan salah satu hal tersebut sesuai dengan konsep “Library Is The Growing” dimana perpustakaan merupakan organisasi yang selalu tumbuh dan sangat penting yang bertujuan untuk mempertahankan keeksistensian peran perpustakaan dalam menghadapi kompetitor dalam melayani kebutuhan informasi masyarakat. Hal tersebut senada menurut Fatmawati (2013) bahwa Kebutuhan akan suatu informasi menjadi sangat penting dan sangat menentukan pada saat pemustaka membutuhkan informasi yang akurat dan tepat sehingga tingkat efektivitas dan efisiensi menjadi parameter kepuasan pemustakanya agar tidak ditinggalkan oleh penggunanya salah satunya yaitu dengan melayani pengguna melalui internet. Masyarakat sekarang mengalami perubahan dalam memenuhi kebutuhan informasinya dimana dari beberapa penelitian bahwa masyarakat lebih senang mengakses informasi dengan teknologi informasi daripada harus pergi ke perpustakaan. Ini merupakan pergeseran perilaku masyarakat sehingga merupakan salah tugas dari perpustakaan nasional untuk menjemba-tani kebutuhan ini dimana tugas Perpustakaan nasional merupakan perpustakaan ditunjuk oleh negara untuk melayani keperluan informasi dari para penduduk. Untuk menjangkau layanan di Perpustakaan Nasional, Menurut Verma (2017),pengguna mengakses internet melalui website perpustakaan nasional merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan informasi. Penelitian tentang website perpustakaan Nasional pernah dilakukan oleh Verma (2017), dimana sampel yang diambil adalah website Perpustakaan Nasional di Asia Selatan dan hasil penelitiannya adalah bahwa Perpustakaan Nasional India memiliki Website Impac Faktor yang paling tinggi. Penelitian ini ingin melanjutkan penelitian tentang website perpustakaan nasional namun mengambil sampel di Asia Tenggara dengan fokus penelitian tentang pemanfaatan website Perpustakaan Nasional menurut demografi masyarakat serta tentang performa website yang dimilikinya

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan webometrik, dimana webometrik menurut Bjorneborn (2004) adalah sebuah kajian aspek kuantitatif dari konstruksi dan penggunaan sumber daya informasi, struktur dan teknologi website, atau menkaji dokumen terekam dalam website. Subjek dari penelitian ini adalah website Perpustakaan Nasional di Asia Tenggara terdiri dari 11 Negara yakni Brunai Darussalam, Indonesia, Laos, Malaysia, Philipine, Singapore, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Timur Leste akan dianalisis menggunakan googlespeed untuk mengetahui kecepatan website perpustakaan serta situs website informer untuk mengetahui pengunjung harian yang mengakses website perpustakaan nasional serta pageview di dalam website. Adapun hasil observasi website dilakukan pada tanggal 13 Sepetember 2017. Setelah hasil analisis didapatkan dari situs webiste informer maka untuk mengetahui pemanfaatan website perpustakaan nasional maka jumlah harian yang diperoleh akan dibagi dengan jumlah masyarakat negara tersebut. Adapun jumlah masyarakat di Asia Tenggara dipeoleh dari http://www.Dosen-pendidikan. com. Pemanfaat Website = Dari perhitungan tersebut akan diperoleh hasil dari persentasi pemanfaatan website perpustakaan nasional suatu negara.

Result & Discussion

Berdasarkan observasi website yang telah dilakukan oleh peneliti, hasil yang didapatkan tentang wesbite Perpustakaan Nasional di Asia Tenggara adalah sebagai berikut : Tabel 1. Pemanfaatan Website Perpustakaan Nasional Negara Daily User PageView Alexa Rank Page Speed Insight (/100) Persentase Pemanfaatan Website Brunei Darussalam - - - 12 Indonesia 2837 9080 304481 61 0.0011 Laos - - - - - Malaysia - - 386.309 4 - Philiphine 666 1532 400.000 - 0.0006 Singapore 32.372 106828 32522 25 0.58 Thailand 661 13887 812690 98 0.01 Vietname 1172 2670 349698 - 0.001 Kamboja - - - - - Myanmar - - - - - Timor Leste - - - - - Diambil pada tanggal 13 September di www.website.informer.com Perpustakaan Nasional Malaysia beralamat website di http://www.pnm.gov.my/, Peringkat website ini di Alexa menduduki peringkat 386.309. ketika penulis membuka website tersebut, websitenya tidak dapat dibuka. Menurut hasil analisa di Website informer juga tidak ada keterangan tentang pengunjung harian di website ini. Perpustakaan Nasional Brunei Daruusalam yang beralamat https://www.librarybrunei. gov.bn ketika dianalisis di wesbsite informer tidak ada data yang dapat diperoleh tentang perpsuatakaan nasional ini. Website Perpustakaan nasional laos beralamatkan nationallibraryoflaos. net namun informasi tentang website inibelum terindeks di website informer. Website perpustakaan philiphine beralamat nlv.gov.vn/ef/ menempati rangking lebih dari 400.000 berdasarkan alexa dimana pengunjung website setiap harinya sebesar 666 dan pageviewnya sebesar 1532. Untuk kecepatan website ketika dianalis dengan page speed insigth tidak muncul. Untuk website perpustakaan Nasional Singapore https://www.nlb.gov.sg/, berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa memiliki yang cukup tinggi dibanding dengan negara lainnya yakni 32.372 dan pageview harian sebesar 106.828 dimana rangking alexa adalah 32522. Website perpustakaan nasional thailand beralamat www.nlt.go.th, dimana pengunjung harian website perpustakaan ini adalah 661 dan page view sebanyak 13887 sesuai dengan tabel diatas. Website Perpustakaan ini memiliki rangking 812690 dan kecepatan sebesar 98. UntukWebsite Perpustakaan Nasional Vietname memiliki peringkat 349698 Alexa, dimana kunjungan perharinya sebesar 1172 dan pageview oleh pengunjung sebanyak 2670. Alamat perpustakaan nasional Myanmar adalah http://www.nlm.gov. mm/. Ketika penulis mengunjungi website tersebut server wesbite perpustakaan nasional tersebut sedang mati dan hasil analisa di wesbite informer tidak ada yang muncul tentang website ini. Hal tersebut juga terjadi pada perpustakaan nasional Camboga, ketika dianalis menggunakan website informer tidak ada data yang keluar. Sedangkan Website Perpustakaan Nasional Timur Leste masih belum memiliki website Perpustakaan Nasional dikarenakan pada tahun ini masih berfokus pada pembangunan fisik gedung perpustakaan. prosentase sebesar 0.58, sedangkan jumlah tertinggi no 2 penduduknya yang sering mengakses website perpustakaan adalah Thailand dengan prosentase 0.01. selain itu juga website perpustakan nasional di Asia Tenggara yang memiliki peringkat di Alexa adalah Perpustakaan Naional Singapore yakni sebesar 32522, dimana alexa itu sendiri adalah suatu situs yang menyediakan informasi tsecara lengkap tentang pemeringkatan website yang ada didunia dan situs ini menjadi acuan banyak orang untuk mengukur kesuksesan dari website yang dimilikinya, dimana semakin kecil peringkat dari suatu situs maka peringkatnya semakin bagus. Dilihat dari uraian diatas bahwa banyak website Perpustakaan Nasional yang dikelolah secara kurang maksimal dan hal ini sangat berbeda dengan yang diutaran oleh Verma (2017) bahwa Perpustakaan nasional di seluruh dunia memelihara situs web mereka yang digunakan untuk menawarkan berbagai layanan informasi yang konsisten dengan berbagai aktivitas kepada user dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Disamping itu, peran perpustakaan nasional di era digital seperti sekarang tidaklah mudah karena menurut Brindley (2002) bahwa Perpustakaan Nasional harus mendukung untuk penelitian; Melestarikan warisan budaya dan intelektual, memberikan lokus untuk nasional identitas budaya; dukungan untuk ekonomi pengetahuan; dukungan untuk pendidikan dan pembelajaran sepan-jang hayat; dukungan untuk pengembangan masyarakat; dukungan untuk warga negara dan Kepemimpinan untuk sistem perpustakaan. Melihat Pentingnya peran dan fungsi Perpusatkaan Nasional sudah semestinya jika mulai sekarang Perpusatakan Nasional di Asia Tenggara secara khusunya seperti pada penelitian ini untuk mempertimbangkan dan membangun secara konsisten sumber daya informasi yang dimiliki yakni website perpustakaan nasional.

Conclusion

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Negara Singapore menduduki peringkat pertama dalam pemanfaatan website perpustakaan nasional dengan perban-dingan jumlah penduduknya yakni persentase sebesar. Disamping itu berdasarkan penelitian ini ditemukan juga bahwa ternyata perpustakaan nasional di Asia Tenggara kurang memanfaatkan maksimal penggunaan website hal tersebut terlihat dari ada yang tidak mempunyai website, kurang adanya pemeliharaan wesbite serta pengembangan baik dalam hal layanan maupun kecepatan. Dengan adanya penelitian ini diharapakn untuk Perpustakaan Nasional lebih mempedulikan wesbite perpustakaan nasional karena ini merupakan salah satu cara agar bisa mendekatkan user dalam hal memenuhi kebutuhan informasinya. Selain itu juga, penelitian selanjutnya diharapkan adanya penelitian tentang webometrik terkait perpustakaan lain baik dalam pemanfaatan-nya maupun yang lain.