Kembali
16
1
2018 Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 4 · 1 ISSN 2685-8363

PERILAKU DEMOKRATIK MASYARAKAT VIRTUAL (STUDI KASUS PEMUSTAKA PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA)

N/A

Abstrak

Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perilaku demokratik masyarakat virtual. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan pada penelitian ini adalah perwakilan pemustaka dari seluruh pemustaka Perpustakaan UIN SUKA. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) perilaku pemustaka terhadap penggunaan internet di tinjau dari teori uses dan gratification yaitu untuk memenuhi kebutuhan kognitif, afektif, personal dan sosial tidak selalu dipenuhi dengan penggunaan jaringan internet, 2) pemustaka Perpustakaan UIN SUKA mengenal internet untuk pertama kali pada saat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 4 orang dan 1 orang mengenal internet untuk pertama kali pada saat kelas 6 Sekolah Dasar (SD), 3) kepentingan pemustaka Perpustakaan UIN SUKA menggunakan internet pada saat sekarang ini secara keseluruhan untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka, intensitas penggunaan internet oleh pemustaka Perpustakaan UIN SUKA yaitu secara keseluruhan pemustaka menyebutkan penggunaan internet dalam mengakses dan mencari sesuatu selama > 3 jam/hari, maka dalam 1 bulan pemustaka menggunakan internet >90 jam, oleh karena itu pengguna melebihi 40 jam dalam 1 bulan maka disebut sebagai Heavy Users.

Abstract

This research was conducted at the State Islamic Library of Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta, the purpose of this study was to find out how the democratic behavior of virtual communities. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. The informants in this study were library representatives from all library users of UIN SUKA. The results of this study indicate that 1) the behavior of users of internet use is reviewed from the uses and gratification theory, namely to meet cognitive, affective, personal and social needs not always fulfilled with the use of internet networks, 2) library UIN SUKA knows the internet for the first time at the time of junior high school (SMP) as many as 4 people and 1 person knew the internet for the first time during grade 6 elementary school (SD), 3) the interests of the library library UIN SUKA using the internet at this time as a whole to meet the information needs of users, intensity of internet usage by UIN SUKA Library users, that is, the entire library mentions the use of the internet in accessing and searching for something> 3 hours / day, then in 1 month the user uses the internet> 90 hours, therefore the user exceeds 40 hours in 1 month then called as Heavy Users.
Keywords: virtual society · democratic behavior

Introduction

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat membuat dampak besar bagi kehidupan masyarakat, salah satu contohnya perkembangan internet. Perkembangan internet berpengaruh terhadap perubahan perilaku masyarakat yang disebut sebagai perilaku masyarakat virtual. Virtual adalah sesuatu hal yang bersifat maya, tidak nyata secara komunikasi (proses dalam penyampaian dan penerimaan pesan dengan menggunakan cyberspace atau ruang maya yang sifatnya interaktif. Setiap orang melakukan hal apa saja dirasa menarik yang ingin dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Hal yang menarik dari masyarakat virtual yaitu: 1) identitas sosial yang tersembunyi, 2) isu politik tersebesar dengan cepat dan bisa menjangkau penerima dimanapun tanpa dibatasi ruang dan waktu, 3) masyarakat diberikan panduan agar bisa mengembangkan kehidupannya melalui jejaring atau jaringan (the network society). Berdasarkan 3 poin menarik dari masyrakat virtual ternyata dapat dikaitkan dengan demokrasi yang berkembang, contoh seperti terjadi di negara kita yaitu Indonesia. Indonesia berada di era demokrasi. Era demokrasi membuat masyarakat bebas dalam berpendapat dimanapun dan menggunakan media apapun, seperti youtobe, vlog, facebook, instagram, twitter dll. Melalui perkembangan internet, membuat masyarakat lebih mudah dalam mengakses informasi dan leluasa dalam menyampaikan apresiasi dan pendapatnya. Perpustakaan UIN Sunan Kalija Yogyakarta (Perpustakaan UIN SUKA) menggunakan media internet sebagai sarana penunjang agar dapat memenuhi kebutuhan pemustaka. Internet tidak hanya digunakan sebagai sarana penelusuran informasi tetapi juga digunakan dalam mengakses media sosial untuk memenuhi kepuasan diri, karena pengaruh terhadap kecanduan internet. Di era demokrasi, pemustaka Perpustakaan UIN SUKA bebas dalam mengakses, menyampaikan dan mengpresiakan pendapatnya. Dalam kebebasan pemustaka melakukan hal tersebut, apa saja perilaku pemustaka terhadap perkembangan internet pada saat sekarang ini, sedangkan perilaku merupakan suatu reaksi atau respon terhadap rangsangan dan pengaruh dari lingkungan. Pada penelitian ini akan memfokuskan kepada apa saja perilaku pemustaka terhadap perkembangan internet. Hal-hal yang dikaji pada penelitian ini yaitu 1) bagaimana perilaku pemustaka terhadap penggunaan internet di tinjau dari teori uses dan gratification? 2) bagaimana pertama kali pemustaka mengenal dan menggunakan internet untuk pertama kali? 3) untuk kepentingan apa pemustaka menggunakan internet pada saat sekarang ini? 4) berapakah intensitas penggunaan internet oleh pemustaka? Dari latar belakang inilah, penulis tertarik mengkaji mengenai “Perilaku Demokratik Masyarakat Virtual (Studi Kasus Pemustaka Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)”. 1. Perilaku Perilaku merupakan suatu ilmu psikologis yang telah di kaji dan didefinisikan sebagai kegiatan yang manifestasi kehidupan psikis. Kajian terhadap perilaku bisa dilihat dari bermacam sumber yaitu (1) sumber dorongan (drive theory) memiliki pandangan akan suatu organism yang memiliki dorongan-dorongan atau disebut dengan drive. Dorongan-dorongan itu berhubungan dengan kebutuhan organism sehingga mendorongnya berperilku sesuatu. Apabila organism itu mempunyai suatu kebutuhan maka bisa terjadi ketegangan didalam diri yang menyebabkan seseorang tersebut berprilaku sehingga terjadi reduksi atas dorongan-dorongan di dalam diri orang tersebut. (2) Sumber kognitif, merupakan melihat seseorang harus mampu memilih perilaku yang akan dilakukakannya, apakah bermanfaat atau tidak bagi diri seseorang tersebut. Model perilaku ini disebut dengan SEU atau subjevtive expected utility. Secara sederhana konsep perilaku dapat dilihat dari gambar berikut: Aktifitas/Perilaku Goal/Tujuan Motivasi/Dorongan Kepuasan/Setisfication Need/Kebutuhan Gambar: 1 Konsep Perilaku Pada gambar di atas menjelskan bahwa need atau kebutuhan di dalam diri seseorang akan menyebabkan datangnya motivasi atau dorongan yang mendorong serta menggerakkan seseorang untuk melakukan kegiatan atau aktivitas agar mencapai tujuan yang di inginkan sehingga seseorang tersebut merasa puas. Dari beberapa pernyataan di atas mengenai konsep perilaku, maka dapat di simpulkan bahwa perilaku adalah suatu dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan sesuatu sehingga seseorang tersebut merasa puas dengan apa yang di dapatkannya. 2. Internet Pada saat ini, pengguna yang memanfaatkan internet di dunia sampai dengan seratus juta orang. Bahkan hingga tahun 2010 lebih dari satu miliar orang di dunia bisa menikamati dan memanfaatkan teknologi internet yang saat ini menyediakan hampir semua kebutuhan informasi-informasi bagi semua orang untuk menggunakannya. Siapapun dapat bergabung dengan internet. Internet merupakan contoh dari jaringan terbesar yang dapat menghubungkan jutaan perangkat komputer dimana saja dan tidak terikat pada suatu organisasi. Dengan menggunakan jaringan internet, suatu organisasi apapun dan dimanapun dapat melakukan interaksi melalui pertukaran informasi baik secara internal maupun eksternal atas berbagai jenis sistem operasi dan komputer. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan menggunakan internet, karena apapun yang dibutuhkan dapat di akses melalui jaringan internet. Internet dapat mempermudah pekerjaan penggunanya, tidak hanya menelusur sumber informasi, tetapi juga dapat berinteraksi dengan pengguna manapun di dunia ini. Tidak hanya komputer yang bisa menyambungkan jaringan internet, tetapi handphone, laptop, atau yang lainnya bisa tersambung ke internet. Banyak sumber daya yang disediakan internet untuk mempermudah penggunanya, yaitu: NO Sumber Daya Keterangan 1 e-mail Digunakan untuk media dalam pertukaran surat secara elektronik 2 Usenet Newsgroup Forum diskusi 3 LISTSERV Suatu kelompok diskusi yang menggunakan surat secara elektronik 4 Telnet Fasilitas yang dapat digunakan pengguna untuk mengkoneksikan (login) ke suatu sistem computer 5 File Transfer Protocol Sarana yang digunakan untuk transfer berkas dari komputer lokal ke komputer lainnya 6 Gopher Perangkat yang membantu pemakai dalam menelusur informasi yang terdapat pada server gopher 7 Archie Perangkat yang digunakan untuk penelusuran berkas pada sebuah situs FTP 8 Very Easy Rodent-Oriented Netwide Index to Computer Archives) Suatu kemampuan tambahan yang digunakan dalam melakukan penelusuran informasi melalui situs-situs gopher 9 Wide Area Infor mation Serves Perangkat yang bisa digunakan dalam melakukan pencarian data melalui internet yang dilakukan dengan cara menyebutkan nama basis data beserta kata kunci yang ingin di telusur atau di cari 10 World Wide Web Suatu sistem yang memungkinkan penelusuran informasi dalam internet dengan cara menggunakan hypertex1 . Tabel 1: sumber daya yang disediakan internet untuk mempermudah penggunanya Internet berkembang sangat pesat pada saat sekarang ini, karena terdapat berbagai macam fasilitas-fasilitas yang memiliki tujuannya masing-masing, yaitu: a. Sebagai media untuk melakukan pengiriman atau transfer file b. Sebagai sarana untuk mengirimkan surat elektronik (e-mail) c. Sebagai sarana pusat pendidikan dan pembelajaran d. Sebagai sarana melakukan pemasaran dan penjualan e. Dapat melakukan mailing list, newsgroup dan konferensi f. Sebagai sarana untuk chatting g. Sebagai mesin pencari (Search Engine) h. Untuk melakukan pengiriman sms ke handphone i. Sebagai sarana permainan dan entertainment. Kepentingan penggunaan internet Aktivitas-aktivitas internet yang dilakukan oleh pengguna internet menjadi 4 kelompok kepentingan yaitu: a. Email b. Fun Activities / aktivitas kesenangan merupakan aktivitas yang bersifat hanya untuk kesenangan dan hiburan misalnya online, klip video/audio, pesan singkat, mendengarkan atau download musik, bermain game atau chatting. c. Information Utility / sebagai kepentingan informasi merupakan aktivitas internet agar dapat mengakses informasi seperti informasi travel, produk, film, cuaca, berita, musik, berita, kesehatan, sekolah, pemerintahan politik, keuangan dll. d. Transaction / sebagai transaksi merupakan kegiatan transaksi (jual beli) melalui internet, seperti memesan tiket perjalanan, online banking, dll. Dimensi kepentingan penggunaan internet menurut Wayne Buente dan Alice Robbin yaitu: No Dimensi kepentingan penggunaan internet Contoh dari aktivitas penggunaan internet 1 Informasi (Information) Mendapatkan informasi dalam bentuk berita secara online 2 Kesenangan (Leisure/fun activities) Online dengan alasan yang tidak istimewa, hanya untuk menghabiskan waktu dan kesenangan sementara 3 Komunikasi (Communication) Menerima dan mengirim pesan, seperti email 4 Transaksi (Transactions) Membeli sesutu secara online seperti pakaian, buku, peralatan, dll. Tabel 2: Dimensi kepentingan penggunaan internet Perilaku Penggunaan Internet di Tinjau dari Teori Uses dan Gratification Pada teori ini menjelaskan mengeni “seseorang/audience mempunyai suatu kebutuhan yang kompleks sehingga harus bisa dipenuhi dengan cara memanfaatkan dan menggunakan suatu media”. Untuk melihat lebih jelas teori uses and gratification yaitu melalui gambar berikut: Gambar 2: Uses and Gratification Model Model uses dan gratification yang di kemukakan oleh Katz, Gurevicth dan Hazz menjelaskan memulai dari struktur dan lingkungan sosial yang menentukan berbagai kebutuhan individu. Berbagai macam pilihan media seperti di atas untuk memenuhi kebutuhan individu. Kebutuhan tersebut bisa seperti non-media atau media. Kebutuhan terhada media menghasilkan media gratification yaitu seperti pengawasan atau penjagaan (surveillance), hiburan, hubungan sosial dan identitas personal. Intensitas Penggunaan Internet Untuk intensitas penggunaan internet terdapat 2 hal yang harus di perhatikan agar dapat mengetahui intensitas penggunaan internet yaitu frekuensi penggunaan internet oleh seseorang yang sering digunakan dan yang lama di akses. The Grapich, Visualization & Usability Center, the Georgia Institute of The Technology (dalam Yuyun Surya W.I, 2002) membagi terhadap penggunaan internet menjadi 3 bagian berdasarkan intensitas internet yang digunakan, yaitu: a. Lebih 40 jam dalam 1 bulan (Heavy Users) b. Antara 10 sampai 40 jam dalam 1 bulan (Medium Users) c. Kurang dari 10 jam dalam 1 bulan (Light User).

Method

Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penulisan ini menggunakan wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Informan pada penelitian ini tidak ditentukan jumlahnya, akan tetapi informan yang digunakan dapat dijadikan sebagai perwakilan dari seluruh pemustaka Perpustakan UIN yang mengerti dan memahami perilaku demokratik masyarakat virtual.

Result & Discussion

Pemustaka di Perpustakaan UIN SUKA tidak hanya mahasiswa di lingkungan kampus UIN tetapi juga dari mahasiswa kampus lain. Tujuan pemustaka datang ke perpustakaan UIN adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi dari tugas perkuliahan. Tidak hanya memenuhi tugas perkuliahan, ada sebagian pemustaka hanya memanfaatkan jaringan internet (wifi) secara gratis. Dalam menggunakan internet, pemustaka dapat bebas mengakses apa saja yang dibutuhkan, salah satu kebutuhan tersebut adalah mengakses sosial media seperti facebook, instagram, twitter, youtobe, dll. Pada penulisan ini, peneliti melakukan wawancara secara langsung tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Narasumber tersebut dalah pemustaka yang berada di lantai dasar Perpustakaan UIN SUKA, pemustaka tersebut merupkan wakil dari seluruh pemustaka yang memahami dan mengerti mengenai perilaku demokratik masyarakat virtual. Hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Pertama, perilaku pemustaka terhadap penggunaan internet di tinjau dari teori uses dan gratification dapat disimpulkan bahwa perilaku pemustaka secara keseluruhn dalam memenuhi kebutuhannya seperti kebutuhan kognitif, afektif, personal dan sosial tidak selalu dipenuhi dengan penggunaan jaringan internet. Akan tetapi, kebutuhan tersebut bisa dipenuhi melalui media dan non media yang tersedia, contoh dari media yaitu televisi, radio, koran, majalah dll, sedangkan contoh dari non media yaitu teman sebaya, keluarga, hobbi, tidur, jalan-jalan, dll. Ke dua, pemustaka Perpustakaan UIN SUKA mengenal internet untuk pertama kali dapat dijelaskan sebanyak 4 pemustaka pertama kali mengenal internet pada saat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 1 orang pemustaka yang mengenal internet untuk pertama kali pada saat kelas 6 Sekolah Dasar (SD). Pemustaka pertama kali mengenal internet melalui teman sebaya dan keluarga. Pemustaka yang mengenal internet pada saat SMP karena adanya dorongn dari teman sebaya untuk mencari tugas sekolah di warnet. Pemustaka juga mengenal internet pertama kali dengan menggunakan friendster yang merupakan salah satu sosial media yang popular dikalangan remaja pada tahun 2000an, melakukan chatting dengan orang lain melalui aplikasi MRC melalui jaringan internet explorer karena terpengaruh dari teman sebaya dan keluarga. Ke tiga, kepentingan pemustaka Perpustakaan UIN SUKA menggunakan internet pada saat sekarang ini secara keseluruhan pemustaka menggunakan internet untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Informasi tersebut dalam bentuk: 1. memenuhi kebutuhan civitas akademik seperti mengerjakan tugas perkuliahan, membuka portal untuk mengakses nilai, mengisi krs, pendaftaran wisuda dll. 2. untuk memenuhi kecanduan dalam penggunaan sosial media seperti facebook, instagram, twitter, youtobe, vlog dll. 3. untuk berkomunikasi secara online melalui email dan aplikasi sosial media lainnya 4. untuk memenuhi kepuasaan diri seperti berbelanja secara online melalui aplikasiaplikasi belanja online, dan aplikasi yang paling sering digunakan yaitu lazada dan shopee. 5. Untuk mencari informasi mengenai kesehatan 6. Men-dwonload musik/lagu dan film. Film yang paling sering di download yaitu film korea dan komedi. 7. Bermain game online 8. Mengunjungi situs buku dan komik online 9. Mencari gambar menarik untuk tema power poin 10. Mencari informasi terkait hobi dan minat 11. Mencari dan mengkses berita terkini maupun terdahulu 12. Mencari informasi lokasi, hiburan, dll. Untuk mengetahui kepentingan penggunaan internet dari aktivitas internet yang dilakukan oleh pemustaka Perpustakaan UIN SUKA, peneliti mengklasifikasi kepentingan penggunaan internet menurut Wayne Buente dan Alice Robbin (2008) dengan cara mengidentifikasi terlebih dahulu aktivitasaktivitas melalui internet yang dilakukan pemustaka Perputakaan UIN SUKA, kemudian dilakukan probing atau mencaritau dari beberapa narasumber dengan tujuan untuk mengetahui alasan yang sebenarnya terhadap aktivitasaktivitas dalam penggunaan internet. Adapun rincian klasifikasinya yaitu sesuai dengan dimensi kepentingan penggunaan internet: NO Kepentingaan penggunaan internet Aktivitas internet yang dilakukan 1 Informasi (Information) memenuhi kebutuhan civitas akademik seperti mengerjakan tugas perkuliahan, membuka portal untuk mengakses nilai, mengisi krs, pendaftaran wisuda dll mencari informasi mengenai kesehatan Mencari gambar menarik untuk tema power poin Mencari informasi terkait hobi dan minat Mencari dan mengkses berita terkini maupun terdahulu Mencari informasi lokasi, hiburan, dll 2 Kesenangan (Leisure/fun activities) untuk memenuhi kecanduan dalam penggunaan sosial media seperti facebook, instagram, twitter, youtobe, dll. Men-dwonload musik/lagu dan film. Film yang paling sering di download yaitu film korea Bermain game online Mengunjungi situs buku dan komik online 3 Komunikasi (Communication) untuk berkomunikasi secara online melalui email dan aplikasi sosial media lainnya 4 Transaksi (Transactions) untuk memenuhi kepuasaan diri seperti berbelanja secara online melalui aplikasi-aplikasi belanja online, dan aplikasi yang paling sering digunakan yaitu lazada dan shopee. Ke empat, intensitas penggunaan internet oleh pemustaka Perpustakaan UIN SUKA yaitu secara keseluruhan pemustaka menyebutkan penggunaan internet dalam mengakses dan mencari sesuatu selama > 3 jam/hari, maka dalam 1 bulan pemustaka menggunakan internet >90 jam, oleh karena itu pengguna melebihi 40 jam dalam 1 bulan maka disebut sebagai Heavy Users. Sebagaimana dijelaskan melalui The Graphic, Visualization and Usability Center, The Georgia Institute of Technology (dalam Surya: 2002) menjelaskan bahwa penggunaan internet yang tergolong sebagai heavy users merupakan salah satu ciri-ciri pengguna yang addicted. Pengguna yang addicted yaitu pengguna yang cenderung melakukan apapun dengan cara mengakses internet sehingga dalam 1 bulan bisa menggunakan internet lebih dari 40 jam.

Conclusion

Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, perilaku pemustaka Perpustakan UIN SUKA terhadap perkembangan internet di era demokrasi yaitu sangat beragam atau berfariasi. Berbagai perilaku yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan informasi dan kepuasan diri pemustaka, yang dapat dilihat dari kepentingan dan kebutuhan pemustaka itu sendiri.