Kembali
16
1
2009 Unilib: Jurnal Perpustakaan Vol 2 · 1 ISSN 2715-274X

PENINGKATAN KUANTITAS KOLEKSI:EVALUASI SASARAN MUTU YANG TELAH DITETAPKAN DIDIREKTORAT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Universitas Islam Indonesia; Universitas Islam Indonesia

Abstrak

Koleksi sebagai sumber informasi utama suatu perpustakaan, apapun jenis, bentuk, dan ragam-macamnya dapat dikatakan sebagai ciri dari kekayaan koleksi yang dimiliki perpustakaan. Buku masih mendominasi koleksi sebagian besar peipustakaan kita. Dal am konsep mutu, manajemen mutu universitas, dan sasaran mutu yang akan dicapai harus je/as dan tegas. Parameter pengukurannya mudah dan gampang dipahami semua pihak. Sasaran yang masih menimbu/kan banyak tafsiran dalam parameter t6/ok ukurnya, perlu diubah menjadi /ebih sempit sehingga mudah untuk dipahami dan dimengerti. Sasaran mutu yang telah ditetapkan dalam konsep pengembangan koleksi harus mudah diukur dengan parameter kuantitas seperti: dari sisi jumlah judu/, jum/ah eksemplar, atau dari sisi anggaran untuk pengembangan koleksi per tahun anggaran. Dengan demikian, tingkat pencapaian sasaran mutunya dapat dieva/uasi secara keseluruhan setiap tahunnya.
Keywords: Pengembangan koleksi · Pengadaan · Anggaran · Sistem Manajemen Mutu

Introduction

Perpustakaan merupakan lembaga yang berfungsi sebagai sumber informasi (information of source), khususnya informasi ilmiah yang dibutuhkan oleli para pemustaka,· baik para siswa, guru, mahasiswa, dosen, peneliti dan masyarakat lainnya, Perpustakaan sebagai suatu institusi menyediakan informasi ilmiah melalui koleksi-koleksi yang dimiliki baik koleksi tertulis, tercetak dan terrekam.karya akademik. Di era globalisasi ini kompetisi antar perguruan tinggi semakin ketat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Keberadaan institusi pendidikan sangat tergantung pada kemampuan daya saingnya. Salah satu kunci suksesnya 42 adalah lulusan yang dihasilkan harus memiliki kompetensi yang tinggi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Sistem Manajemen Mutu merupakan sistem yang mengatur semua kegiatan dan aktivitas kerja, yang kesemuannya harus selalu dalam kondisi terukur. Dengan demikian sasaran mutu yang diterapkan dapat tercapai, yang pada akhirnya pelanggan akan merasa puas dengan kinerja yang ada. PENGERTIAN MUTU Juran (dalam Suardi: 2003), menyatakan bahwa mutu berarti kesesuaian dengan penggunaan. Sedangkan Ishikawa berpendapat mutu berarti kepuasan pelanggan, sehingga setiap bagian dalam proses kegiatan organisasi memiliki pelanggan. Setiap kepuasan pelanggan secara internal akan menyebabkan kepuasan pelanggan organisasi. Mutu dalam ISO 9000: 2000 yang mengatur tentang definisi dan kosakata manajemen mutu. ISO 9000: 2000 mendefinlsikan mutu sebagai "derajatltingkat karakteristik yang melekat pada produk yang mencukupi persyaratanl keinginan. • Berdasarkan pada definisi tersebut, maka produk yang dihasilkan perpustakaan yang berupa barang danjasa seyogyanya dapat memenuhi keinginan/ kebutuhan pelanggan. Jasa merupakan aktivitas, kemanfaatan, atau kepuasan yang · ditawarkan untuk "dijual". Dengan demikian;jasa hanya dapat dikonsumsi, tetapi tidakdapat dimiliki (Suardi, 2003: 4). ·Untuk memenuhi keinginan dan selerapelanggan perpustakaan harus memilikipersyaratan berikut:1. Mudah dicapaiPerpustakaan mudah dicapai dalamartian bahwa letak perpustakaan dapat diakses dengan mudah oleh pelanggan. Dengan kalimat lain lokasi perpustakaan perlu ditempatkan pada tempat yang sentral atau di tengah-tengah komunitas pelanggan. Hal ini dimaksudkan agar supaya pelanggan tidak perlu menempuh jarak yang jauh dari kampus mereka berada. 2.Ketersediaan dan daya dukungKetersediaan dan daya dukung fasilitasperpustakaan, mencakup koleksi, ruangan, dan anggaran. a.Koleksi, penyediaan koleksimenurut Buku PedomanPerpustakaan Perguruan Tinggiedisi kedua (1994) bergantung pada jumlah program studi yang dilayani.Buku-buku ajar wajib untuk MataKuliah Umum (MKU) d_an Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK), setiap mata kuliah minimal harus tersedia 1 judul dengan 5 eksemplar, sedangkan buku ajar wajib Mata Kuliah Keahlian (MKK) perlu tersedia minimal 2 judul dengan 10 eksemplar pada setiap mata kuliah. Buku-buku ajar anjuran dan pengayaan untuk MKU, MKDK, dan MKK masing­masing mata kuliah harus memmki 5 judul dengan 25 eksemplar per judulbuku. b.Ruangan, luas perpustakaanperguruan finggi yang dianjurkanadalah 1 meter perseg·i untuksefiap mahasiswa. Menurut MemoProgram Koordinatif DirektoratJenderal Pendidikan Tinggi tahun1984, kebutuhan ruangperpustakaan yang wajar·seharusnya adalah 1,6 meterpersegi per pengguna. Penggunaadalah jumlah mahasiswa yangsecara serentak masukperpustakaan, yaitu 20% jumlahseluruh mahasiswa teknik dan 30%jumlah seluruh mahasiswa sains,serta 25% seluruh mahasiswasosial (Dirjen Dikti : 1994 ).c.Anggaran, besarnya anggaran ·perpustakaan yang ideal adalah5% dari seluruh anggaranperguruan tinggi, tidak termasukgaji pegawai. Anggaran tersebutdialokasikan untuk pengembangandan pemeliharaan koleksi,pengolahan pustaka, pelayanan,tata usaha, pengembangan profesi,pembelian bahan habis pakai, danpengembangan ,, sistemmanejemen yang mengarah padasistem teknologi informasi perpustakaan. 3.Keakuratan dan ketepatanKoleksi perpustakaan menyangkutkoleksi yang up to date artinya koleksi perpustakaan harus selalu i:r,engikuti perkembangan penerbitan. D1harapkan koleksi yang tersedia senantiasa disesuaikan dengan edisi terbaru, kecuali untuk koleksi buku-buku sejarah. Buku sejarah yang up to date adalah koleksi yang terbit tahun-tahun awal, artinya semakin tua tahun penerbitannya semakin terkinilah koleksi itu. Perpustakaan yang dapat . mengikuti perkembangan penerbitan buku dapat dikategorikan sebagai perpustakaan yang dinamis dan· berkembang. Sebaliknya perpustakaan yang tidak d�pat mengikul! perkembangan penerb,tan ber_art, perpustakaan tersebut bersifat statis. Selai� up date koleksi juga harus tepat sesua, bidang kajian induk organisasinya, maka sudah seharusnya perpustakaan memiliki spesialis subjek sebanyak jumlah program studi yang ada di lingkungan perguruan tinggi tersebut. 4.Estetika dan kenyamananPenataan ruang perpustakaan harusmemperhatikan faktor kenyamanan ruang. Poole (1981) menyatakan bahwa setiap_ perpustakaan yang direncanakan secara baik ditandai beberapa sifat yang membuatnya berfungsi secara efisien dan · hemat, memudahkan mahasiswa dankaryawan, memberi lingkungan yangnyaman, menyenangkan, menarik sebagaitempat belajar dan bekerja, sertamembuatnya tetap berfungsi untuk sepuluhtahun ke depan sama seperti ketika barusaja dibangun. Perpustakaan harus dapatmengubah image masyarakat dan c,traperpustakaan sebagai tempat yang kumu� dan sebagai "gudang" buku, menJad144 · perpustakaan yang menarik dan_menyenangkan. Perpustakaan bukan hanyatempat penyimpanan buku tetapi jugatersedia koleksi non buku seperti CD-ROM,VCD radio casette tape, . casette video,layanan internet, dan koleksi lainnya yangsangat menarik. Fungsi perpustakaan selarnsebagai tempat belajar juga sebagai tempatberekreasi. Tidak semua pengunjung yangdatang ke perpustakaan untuk belajar, tetapisebagian ada yang bermaksud untukrefressing. Agar kebutuhan ini terpenuhi,maka di perpustakaan perlu tersedia lelevisi,video, radio kaset, koleksi hiburan berupakomik, fiksi. Ruang yang dilengkapi AC,.· penerangan dan ventilasi yang cukup, akan· sangat mendukung kenyamaman bagr· pelanggan untuk berlama-larna di . perpustakaan. Bila perlu, di perpustakaan ada fasilitas tempat yang menyediakan minuman dan makanan ringan untuk pemustaka. Tersedianya meja belajar privat .yang ada lacinya dengan dilengkapi kunci pengaman untuk menyimpan koleksi pada saat pelanggan meninggalkan ruang · perpustakaan dan ingin kembali di lainwaktu, juga akan menambah fasilitaskenyamanan•di perpustakaan ..5. Keamanan dan kepercayaanSituasi yang aman sangat berpengaruh·. terhadap pemenuhan keinginan pelanggan.Dalam menciptakan rasa aman bagipelanggan, satu hal yangperlu diperhatik�n adalah penyediaan lockeryang memada1. KEGIATAN KERJA PENGEMBANGAN KOLEKSI Banyak pengguna yang belum memahami tentang seluk beluk perpustakaan, apalagi untuk memahami kinerja kepustakawanan. Bagi pengguna setiap ada pembelian koleksi bai-u, langsung dapat digunakan dan dipinjamkan. Padahal untuk dapat dipinjamkan harus melalui proses yang panjang. Proses awal dari pengadaan hingga koleksi tersebut dapatdipinjam keluar oleh para pengguna perpustakaan memerlukan waktu dalam penyelesaian. Sebagai gambaran tentang asal usul dan distribusi proses bahan pustaka yang ada di perpustakaan, berikut ini akan di paparkan beberapa macam jenis koleksi yaitu: Jenis koleksi Hadiah Bahan pustaka hadiah merupakan koleksi yang diberikan sebagai hadiah, yang diperoleh karena· sumbangan, hibah, bantuan atau khusus untuk dihadiahkan. Perpustakaan mempunyai kewajiban untuk mengolah koleksi tersebut, tentunya yang sesuai dengan subjek kajian dan kepentingan perpustakaan. Setelah dilakukan seleksi dan dileliti dengan seksama, tentang subjek koleksi dan bahan­bahan tersebut berkaitan dengan lingkungan keberadaan perpustakaan, maka bahan pustaka terse but bisa dikoleksi perpustakaan. Bahan pustaka hadiahjuga ada kaitannya dengan deposit, yaitu penerblt memberikan lerbitannya dengan suka: rela atau wajib merigirimkan conloh terbitannya pada perpustakaan. Pengiriman terbitan tersebut akan menjadi tanggung jawab perpustakaan untuk mengolah (memproses), menyimpan dan memanfaatkannya. Perserikatan Bangsa­Bangsa juga menghadiahkan terbitannya pada perpustakaan deposit yang tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia perpustakaan depo·sit yang men erima adalah perpustakaan Nasional dan perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat. Banyak badan atau lembaga bawahan Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun institusi yang bersedia mengirimkan terbitannya secara cuma-Cuma, sejauh ada surat permohonan permintaan terbitan. Dari negara-negara barat juga bersedia menyumbang dana untuk perpustakaan termasuk juga sumbangan buku-buku. Bahkan perpustakaan dapat minta pada_ perorangan untuk membantu pengadaan buku-buku dan majalah, serta dari bantuan orang lain yang berminat untuk menyumbangkannya. Jenis Koleksi dari Anggota Organlsasi Bahan pustaka yang diperoleh dari anggota organi sasi dapal diperoleh apabila perpustakaan atau badan induk organisasi perpustakaan menjadi anggota s·ebuah perhimpunan atau sebuah organisasi. Biasanya sebagai anggota organisasi, perpustakaan mendapat kiriman dan akan memperoleh terbilan-terbitan dari perhimpunan atau organisasi tersebut secara cuma-cuma, atau dapat memperoleh dan mendapatkan lerbitan-terbitan tersebut dengan cara membeli dan akan mendapat potongan harga yang paling murah. Pustaka Hasil Pertukaran Perpustakaan memperoleh bahan · pustaka melalui pertukaran bahan pustaka.Hal ini dapat dilakukan apabila institusimenjalin kerja sama antar perpustakaan,antar lembaga pemerintah, atau kerja samaantar lembaga/inslansi non pemerintahanyang lain. Terbitan-terbitan yang diperolehdengan melakukan hasil kerja sama inidikarenakan bahan pustaka yang dicetaksangat terbatas, biasanya untuk kalangansendiri, sehingga terbitan yang dikeluarkanini tidak melalui badan penerbil dan tidakditemukan di toko-toko buku. Untuk bukuatau bahan pustaka yang,,. tidak diperdagangkan atau tidak diterbitkan melalui badan penerbit, clan hanya untuk kalangan sendiri, perlu diadakan perjanjian persetujuan untuk tukar menukar koleksi bahan pustaka yang dimiliki masing-masing lembaga. Perpustakaan biasanya menerbitkan berbagai terbitan untuk bahan tukar menukar termasuk penerbitan badan induk organisasi seperti beberapajumal, majalah, buletin dan terbitan-terbitan penunjang lainnya. Publikasi yang dikeluarkan institusi inilah yang di jadikan sebagai bahan tukar menukar koleksi perpustakaan. Sehing.ga perlu dipertimbangkan jug a antara lain berat­ri n g an · koleksinya, · bahasa yang dipergunakannya dan harga terbitannya. Pustaka pembelian Keberhasilan pengadaan bahan pustaka hasil pembelian sangat dipengaruhi oleh komponen- komponen kerja yang melingkupinya. Unit kerja pengadaan bahan pustaka di perpustakaan menjalin kerja sama dengan berbagai komponen kerja dalam upaya untuk mendapatkan bahan pustaka. Dalam proses pemilihan bahan pustaka terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan antara lain: 1. PenerbitPenerbit kadang mengirimkan daftarkatalog penerbit ke perpustakaan, sebagai alat untuk mempromosikan atau memasarkan buku-buku yang diterbitkannya. Dari katalog penerbit ini dijadikan acuan untuk menyeleksi buku­buku yang sesuai untuk perpustakaan. Has ii -ini lalu dibuat daftar program studi. Daftarseleksi buku-buku dari masing-masing pro­gram studi inilah, yang akhirnya dapatdisusun kembali untuk daftar buku yang akandipesan ke penerbit dengan melihat46 anggaran. Sistem inilah yang sekarang digunakan oleh institusi yang menerapkan sistenlm manajemen mutu. Namun terkadang masih ada institusi yang mendapatkan otoritas penuh dalam wewenang dan tanggung-jawabnya, sehingga dari katalog penerbit langsung dapat diseleksi untuk dikirim kembali ke penerbit data buku yang di pesan. 2. DistributorDistributor buku biasanya membuatdaftar judul buku-buku yang dimilikinya. Berdasarkan daftar judul buku-buku yang dimiliki tersebut, distributor mengirimkannya ke perpustakaan untuk diseleksi. Dari daftar judul buku-buku distributor, bagian pengadaan koleksi dapat menyeleksi judul­judul buku yang sesuai dengan subjek bahan koleksi di perpustakaannya. Dari -daftar seleksi disusun daftar judul buku yangakan dipesan kemudian mengirimkan daftarbuku-buku tersebut ke distributor untukdikirimkan contoh-contoh bukunya. Hal inidilakukan untuk menyesuaikan antarajuduldengan isi buku atau subjek yang dikandungdari sebuah buku. Setelah cocok antaradaftar buku yang dimaksud dengan isi yangdikandungnya, baru dikirim lagi ke distribu­tor untuk menambah eksemplar yangdibutuhkan.3. PialangSalesman atau pialang adalah orangyang menjual,. menawarkan, dan mempromosikan buku-buku secara langsung kepada calon pembeli, instansi, lembaga, atau ke perpustakaan dengan membawa daftar buku-buku terbaru dan membawa contoh-contoh terbitannya. Dari seorang pialang ini kita akan mendapatkan data-data lengkap. Sebab, data-data ini dilampiri daftar harga, sehingga memudahkan pemesanan bagi sualu inslansi perpuslakaan. Seorang pialang biasanya membawa banyak informasi lenlang bahan puslaka sehingga alternatif dalam melakukan penyeleksian juga akan semakin banyak variasi untuk disesuaikan d_engan kebutuhan perpustakaan. 4. TakaBukuApabila dirasakan belum cukup dalamhal pengadaan, dan anggaran masih ada, maka untuk mengurangi kejenuhan dapal juga dilakukan dengan mencari sendiri di loko buku. Di toko buku, koleksi akan dipajang berjajardisesuaikan dengan subjek. tertentu sehingga buku-buku akan mudah. dilemukan. Dengan pemajangan buku-buku di ruangan toko lersebut kita mempunyai kesempatan unluk melihal-lihat, dan memiliki allematif untuk mempertimbangkan pilihan lerhadap buku-buku yang akan dibeli. Proses pembelian di loko buku dan menyeleksi secara langsung tenlang isi atau subjeknya akan lebih sesuai dengan kebuluhan terhadap jenis koleksi buku di perpustakaan, selain ilu waklunyajuga lebih efisien. 5. KelembagaanBagian pengadaan bahan pustaka jug adapal memperoleh bahan koleksi dari instansi pemerintah maupun swasla, yang berwenang menerbilkan buku-buku subjek lertentu. Buku-buku jenis ini antara lain berisi lenlang seperti misalnya, peraluran pemerinlah, buku-buku slandar nasional bangunan, konstruksi bangunan, konstruksi jalan, konstruksi jembalan dan sebagainya. Buku spesifikasi lersebul diterbilkan oleh departemen pekerjaan umum. 6.Perpustakaan lainMencari bahan puslaka alau bahan informasi ke perpuslakaan lain sangal diperlukan apabila koleksi sebuah perpuslakaan dirasa belum ada, dan belum lengkap. Dalam hal ini perlu adanya kerja sama antar perpustakaan, berkaitan dengan usaha penambahan koleksi bahan puslaka yang lidak ada di loko buku, sudah tidak lerbit lagi, susah di cari alau dalam rangka usaha membuka program jurusan baru, perpuslakaan cepal mencari bahan pustaka ke perpustakaan perguruan tinggi yang lain unluk mendukung alau mendapalkan kenaikan stalusnya sebagai penyedia informasi. Tentunya juga diperlukan adanya­jalinari kerjasama inslansional ?nlar lembaga perpuslakaan perguruan tinggi. 7.Usu/an atau dari lnfannanlnformasi tentang bahan puslaka yangharus dibeli bisa berdasarkan alas usulan atau masukan-masukan dari pe,muslaka. Masukan ilu dari dosen, karyawan, mahasiswa, dan pemuslaka lain. Masukan­masu kan lersebul sebagai dasar pertimbangan unluk menambah koleksi bahan perpuslakaan, baik koleksi umum maupun koleksi referensi. Masukan itu bisa juga dari dosen maupun mahasiswa yang lugas belajar/sludi lanjul ke luar negeri. Perpuslakaan bisa titip unluk dicarikan dan dibelikan atau dikirimi buku-buku berbahasa asing yang subjeknya sesuai dengan daya dukung perpuslakaan. METODE PEMBELIAN Unsur-unsur jaringan di alas akan mempermudah kegialan kerja pengadaan bahan pustaka dalam kailannya dengan usaha menambah koleksi · bahan perpuslakaan. Pembelian juga dapat dilakukan secara langsung pada seliap unsur jaringan lerkail, apabila dana sudah 47 lersedia dan tidak menjadi kendala. Unluk perpuslakaan perguruan tinggi biasannya pengadaan bahan pustaka mengacu pada rulinilas anggaran leralur secara periodik. Sislem pengadaan bahan puslaka suatu perpuslakaan ten tu mempunyai sislem .yang berbeda-beda, misalnya; pengadaan bahan puslaka dilakukan dengan pembentukan sebuah lim. Tim ini diberi kewenangan untuk melaksanakan lugas pengadaan bahan pustaka di perpuslakaan. Seperli conloh pada struklur organisasi gambar dibawah ini; pengembangan perpustakaan alau apalah namanya, di sini anlara lain; 1. MenyeleksiMenyeleksi yaitu proses kegiatan untukmemilih bahan pustaka meliputi; judul, pengarang, penerbit, tahun terbil, dan harga. Penyeleksian perlu memperlim bangkan pendidikan dan minal sivilas akademika alau pemustaka lain. Rektor (Wakil Rektor I ) Direktur Perpustakaan . . Admin. Keuangan . . Perpustakaan TimPen�darui , Usulanatau . Penerbit BahanPustaka Book Informan , ,, Distribusi/ Agen . ' Kerjasama dengan perpustakaan lain Salesman/ +--Instansional / Pialani, Lemba= TokoBuku I Tugas-tugas lim pengadaan bahan pustaka alau dapal juga semacam dewan pengembang puslaka atau dewan 2.Menyusun hasil seleksi48 Setelah proses seleksi dilakukan,kemudian menyusun daflar-daflar hasil seleksi meliputi judul buku, pengarang, 6. Pelaporanpenerbit dan harganya,-untuk disesuaikan Hasil pembelian setelah traksaksi dengan besarnya anggaran. Setelah itu dilakukan, dari buku-buku yang sudah dibeli kemudl·an meng1·r1'mkan kembali ke semua tersebut dibuat suatu daftarpembelian buku-unsur jaringan terkait untuk ditindaklanjuti. buku baru sesuai denganjudul, pengarang, 3. Menyeleksi ulang• harga, dan eksemplamya. Juga dilampirkan susunan nota atau kwitansinya, yang Menyeleksi ulang ·adalah proses disusun secara urut sesuai dengan tanggal kegiatan lanjutan. Yaitu setelah terjadi pembelian, bulan pembelian, dan pengiriman buku-buku sesuai dengan daftar sebagainya. Setelah selesai pembuatan pesanan, lalu dilakukan pengecekan dengan daftar pembelian buku-buku baru dan melihat isi kandungan bukunya untuk menyusun buku-buku baru tersebut sesuai melihat subjek buku tersebut. Apakah dengan nota pembelian/kwitansi pembelian, subjeknya sesuai dengan daya dukung lalu melaporkankepimpinanuntukdilakukan. perpustakaan atau tidak. Koleksi itu kira-· · . pengecekan. kira dapat digunakan sebagai pendukung perkembangan masyarakat kampus apa tidak. Pada kegiatan ini dilakukan. penyortiran pada koleksi yang layak sebagai pendukung koleksi perpustakaan, dan koleksi yang tidak mendukung perpustakaan. 4. Menyiapkan danaDana disiapkan oleh tim pengadaansesuai dengan jatah dari lembaga melalui bagian keuangan. Persiapan anggaran secara tunai harus sudah disiapkan untuk mengantisipasi setiap saat terjadi. pengiriman buku. Transaksi dapat secara langsung dilakukan dan pembayaran tidak tertunda. 5. PembayaranSetelah anggaran sudah disiapkan,maka transaksi dapat dilakukan secara langsung. Dengan cara ini terjalin kemitraan, karena proses pembelian berjalan lancar. Sebelum ·transaksi pembayaran tentu dilakukan pengecekan ulang terlebih dahulu, baik judul, pengarang maupun jumlah eksemplar. 7. Menyusun berita acarapemeriksaan Hal ini perlu dilakukan dan disesuaikan karena merupakan pertanggung jawaban tim kepada pimpinan bahwa tugas .yang diberikan telah dilaksanakan. Berita acara itu antara lain berisi sekian jumlah judul berbahasa asing dan sekian jumlah eksemplamya, dan sekian jumlah judul dan sekianjumlah eksemplamya berbahasa In-. donesia. Dari daftar dan barangnya harus sesuai. Disini perlunya pengecekan/ pengontrolan langsung.dari pimpinan selaku penanggungjawab langsung. B. Penandatanganan berita acaraSetelah diketahui kesesuaian anggarandan buku-buku yang dipesan meliputijudul, eksemplar, bahasa, dan tahun, lalu penanggung jawab menandatangani berita acara. Kemudian berita acara itu disampaikan kepada kepala bidang pengembangan untuk ·disetujui dan selanjutnya diserahkan perpustakaan untuk diproses lebih lanjut. 49 9. Penga,sipanSetelah pembelian bahan pustakadinyatakan selesai dan proses pengecekan telah beres, maka berkas laporan hasil pembelian buku-buku baru itu diserahkan ke bagian keuangan 1 (satu) bendel dari 1 bendel arsip di perpustakaan atau bagian pengadaan untuk diproses lebih lanjut. PENCAPAIAN SASARAN MUTU 60% Perpustakaan yang mempunyai target pencapaian sasaran mutu untuk peningks1tan kuantilas koleksi minimal 60 %, dapat dilihat sesuai dengan target pencapaian sasaran mutu dari peningkatan kuanlilas koleksi 60 % adalah menggunakan parameter dari to­tal anggaran per tahun. Maka dari aspek kemungkinan yang dapat diterima dengan mudah oleh logika berkaitan dengan masalah anggaran dan bukan dari jumlah judul atau jumlah eksemplar dari total koleksi perpustakaan. Berdasarkan laporan bulanan dapat diperoleh data-data tentang pengembangan koleksi perpustakaan tahun anggaran 2006/ 2007 sebagai berikut; Tabel 1. PENGADAAAN KOLEKSI TAHUN 2006/2007 DIREKTORAT PERPUSTAKAAN UII I. BULANJUDUL JANUARI 113 FEBRUARI 109 MARET 105 APRIL 119 MEI 128 JUNI 31 JULI 206 AGUSTUS 87 SEPTEMBER 161 OKTOBER . 102 NOPEMBER 160 DESEMBER 0 JUMLAH . . i' J.321: . dari parameter yang mana ? . Apakah dari jumlah koleksi yang harus dibeli, dari seluruh koleksi yang ada, target dan sasaranriya terlalu besar dan belum mungkin dari aspek pendanaan. Kemungkinan parameter peningkatan 60 % dari jumlah judul yang ada di perpustakaan ini juga terlalu besar untuk sebuah target pencapaian dari aspek pendanaan. Dengan demikian yang paling 50 EKS JMLHARGA 329 19101700 261 17079600 297 16835800 334 24670300 322 24849000 76 19515800 530 22691500 223 15233700 215 19835800 251 20295100 410 27589400 0 0 3248. . 227697700. Dari label 1 dapat diperoleh data tentang perkembangan dan pengadaan koleksi Tahun anggaran 2006/2007, sejumlah 1321 judul; 3248 eksemplardengan total anggaran Rp227.697.700,00. atau dua ratus dua puluh tujuh juta enam ratus sembilan puluh tujuh ribu tujuh ratus rupiah. Sedangkan selama tahun 2006/2007 total anggaran perpustakaan sebanyak Rp 348,394,000.00. Tiga ratus empat puluh delapan juta tiga ratus sembilan puluh empat ribu rupiah). Maka peningkatan kuantitas koleksi mini­mal 60 % dari total anggaran adalah 65.36 %, perhitungan dari; Total Harga Pembelian Per Tahtm Total Anggaran Per Tahun 227 .697. 700 X 100 = 65.36 % 348,394,000 X lCJO Dengan demikian untuk target mutu peningkatan kuantitas koleksi minimal 60 % Direktorat Perpustakaan Tahlm 2006/ 2007 telah tercapai dan terlampaui dengan 65, 36 %, bahkan melebihi target 5, 36 %. Laporan bulanan untuk lahun anggaran 2007/2008 dapat diperoleh data-data numerik tentang pengembangan koleksi perpuslakaan sebagai berikut; Dari label 2 dapat diperoleh dall! ten tang perkembangan dan pengadaan koleksi. Tahun anggaran 2007/2008, sejumlah 435 judul; 1017 eksemplar dengan total anggaran Rp109.494.160,00. atau seratus sembilan juta em pat ratus sembilan puluh ·empat ribu seratus enam puluh rupiah. Sedangkan selama tahun 2007/2008 total anggarari perpustakaan untuk koleksi buku sebanyak Rp 369,902,000.00. (Tiga ratus enam puluh sembilan juta sembilan ratus dua ribu ru­piah). Maka peningkatan kuantitas koleksi minimal 60 % dari total anggaran. adalah 29,6%; Total Harga Pembelian Per Tahtm -----------· XlOO Total Anggaran Per Tahun 109.494.160 X 100 = 29.6% 369.902000 Dengan demikian untuk target mutu peningkatan kuantitas koleksi minimal 60 % Direktorat Perpustakaan tahun 2007 /2008 tidak tercapai dan hanya mencapai 29.6 % . Tabel 2 . · PENGADAAAN KOLEKSI TAHUN 2007/2008 DIREKTORAT PERPUSTAKAAN UII BULAN JUDUL EKS JMLHARGA JANUARI 3 3 1212000 FEBRUARI 0 0 0 MARET 0 0 0 APRIL 0 0 0 MEI 0 0 0 JUN! 119 240 24213900 JULI SI 136 10856950 AGUSTUS 108 253 17135060 SEPTEMBER 0 0 0 OKTOBER 95 274 28813750 NOPEMBER 53 98 20467500 DESEMBER 6 13 6795000 JUl\lLAH 435 1017 109494160 Selisih target pencapaian sasaran mutu untuk peningkatan kuantitas koleksi minimal 60 % Tahun 2007/2008 dibandingkan dengan Tahun 2006/2007 mempunyai penurunan sebesar 48 %. Hasil perhitungan dari; menyelesaikan buku-buku hibah tersebut Ketiga, seandainya koleksi dari Kedutaan Besar Arab Saudi ke perpustakaan total nilai dan harganya dimasukkan kedalam anggaran Direktorat Perpustakaan UII, maka pada tahun 2007/2008 tingkat . pencapaian peningkatan kuantitas koleksi Total Harga Pembelian Tahun 2006/2007X 100 f!!inimal 60 % dapat mencapai 300 %. Has iiTotal Harga Pembelian Tahun 2006/2007 perhitungan dari; 109.494.160 X 100 48.09% 227 .697. 700 otal Harga Pembelian PerTahun + Hibah 2007/2008 ---------'---X 100 . Total Anggaran PerTahun2007/W08 1.109.494.100 X 100 = 299.9 %369.902000