Pengaruh Midnight Reading Club Terhadap Peningkatan Motivasi Membaca di Kalangan Mayarakat
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung; Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Abstrak
Hingga saat ini, kebiasaan membaca masih sulit untuk dilakukan. Padahal dengan membaca dapat memenuhi kebutuhan informasi dan menambah pengetahuan. Untuk itu perlu adanya dorongan atau motivasi untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap membaca. Faktor yang dapat mempengaruhi yaitu lingkungan sosial yang mendukung seperti adanya komunitas. Salah satu komunitas di bidang literasi yaitu Midnight Reading Club. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah Midnight Reading Club berpengaruh terhadap peningkatan motivasi membaca masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 94 responden yang diambil secara random sampling dari anggota Midnight Reading Club. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui survey kuesioner dengan menggunakan instrumen penelitian yang didasarkan teori komunitas virtual dan motivasi membaca., kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Midnight Reading Club berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap peningkatan motivasi membaca di kalangan masyarakat, dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05 dengan koefisiensi determinasi sebesar 0,313, atau diartikan sebagai variabel x memiliki pengaruh terhadap variabel y sebesar 31.3%. Harapannya, penelitian ini dapat melahirkan inspirasi dan metode baru dalam upaya meningkatkan kembali motivasi membaca pada generasi millennial saat ini
Abstract
Until now, the habit of reading is still difficult to do. Reading can fulfill information needs and increase knowledge. For this reason, there needs to be encouragement or motivation to foster people’s love of reading. Factors that can influence are a supportive social environment such as a community. One of the communities in the field of literacy is the Midnight Reading Club. The purpose of this study is to determine whether the Midnight Reading Club has an effect on increasing community reading motivation. This research uses a quantitative descriptive approach with a sample size of 94 respondents taken by random sampling of Midnight Reading Club members. The data in this study were obtained through a question-naire survey using a research instrument based on the theory of virtual communities and reading motivation, then analyzed using a simple linear regression test. The results of this study indicate that Midnight Reading Club has a significant and positive effect on increasing reading motivation among the community, as evidenced by a significance value of 0.000 or less than 0.05 with a coefficient of determination of 0.313, or interpreted as variable x has an influence on variable y by 31.3%. Hopefully, this research can generate inspiration and new methods in an effort to increase reading motivation in today’s millennial generatio
Keywords:
Virtual community
· Reading motivation
Introduction
Salah satu kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan adalah membaca, dengan membaca kita dapat membuka, memperluas wawasan dan menambah ilmu pengetahuan. Membaca termasuk dalam kemampuan berbahasa dan tulis yang memiliki sifat reseptif atau menerima, karena dalam membaca kita akan menemukan ilmu pengetahuan, informasi dan pengalaman baru (Jalil & Elmustian, 2006). Somadayo (2011:7) menjelaskan bahwa setiap aspek kehidupan pasti melibatkan kegiatan membaca. Namun, pada kenyataannya masyarakat indonesia dalam minat baca masih tergolong rendah.Berdasarkan perolehan data UNESCO, masyarakat Indonesia dalam hal minat baca termasuk dalam kategori memprihatinkan karena hanya 0,001%, artinya dari 1.000 orang hanya satu orang yang rajin membaca buku (Davega, 2017).Hal tersebut juga diterangkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Yandini (2019) menunjukkan hasil minat baca di Kota Pare menunjukkan sebesar 23% masyarakat dengan minat baca tinggi, 55% masyarakat dengan minat baca sedang dan 22% dengan minat baca yang rendah dari 100 orang responden. Selanjutnya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Kandow dkk. (2021) rendahnya minat baca juga tampak di Daerah Kabupaten Mangondow Timur, dimana rata-rata masyarakat senang menghabiskan waktu mereka untuk menonton televisi, bermain game online, dan mendengarkan musik, daripada membaca.Berbagai penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya membuktikan bahwa masyarakat Indonesia dalam minat baca masih cenderung rendah. Fenomena tersebut merupakan kondisi yang memprihatinkan mengingat minat baca merupakan aspek yang penting dalam memajukan sebuah bangsa, agar penguasaan IPTEK dapat tercapai perlu diimbangi minat baca yang tinggi, bukan hanya sekadar dengan aktivitas menden-garkan atau menyimak. Minat baca merupakan kesenangan yang kuat pada diri seseorang yang terbentuk karena adanya dorongan dari dalam diri mereka sendiri untuk melakukan segala hal yang berhubungan dengan aktivitas membaca dengan tujuan untuk mendapatkan kesenangan, manfaat dan informasi untuk dirinya sendiri (Mansyur, 2018).Pada dasarnya minat baca akan tumbuh karena adanya motivasi atau dorongan dari dalam diri individu. Namun, tidak menutup kemungkinan lingkungan juga dapat menjadi faktor utama yang dapat mendorong seseorang untuk menumbuhkan motivasi membacanya agar dapat menumbuhkan minat baca, sehingga untuk itu perlu adanya lingkungan sosial yang mendukung di kalangan masyarakat. Saat ini telah banyak komunitas, club atau lainnya baik secara langsung atau online yang bergerak untuk membantu meningkatkan minat baca masyarakat, salah satunya yaitu Midnight Reading Club. Midnight Reading Club ini merupakan komunitas virtual yang terbentuk pertama kali pada 18 oktober tahun 2020 dengan menggu-nakan WhatsApp group, kemudian pada 1 april tahun 2021 berpindah pada aplikasi discord. Terbentuknya Midnight Reading Club ini dilatar-belakangi karena adanya pandemi covid-19 yang membuat orang-orang kesulitan untuk bertemu secara langsung. Pengurus di komunitas ini terdiri dari 7 orang, termasuk pendirinya. Untuk menjadi anggota Midnight Reading Club tidak memerlukan kriteria khusus artinya Midnight Reading Club ini mencakup seluruh kalangan masyarakat dimulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa, pekerja maupun pelajar diperbolehkan untuk menjadi anggota Midnight Reading Club.Saat ini per 22 maret 2022 anggota Midnight Reading Club telah memiliki anggota sebanyak 1.504, namun hanya 35% dari anggota ini yang aktif mengikuti kegiatan Midnight Reading Club. Dari 35% tersebut 10% terdiri dari laki-laki dan 25% terdiri dari perempuan. Keunikan dari Midnight Reading Club yaitu memiliki beberapa kegiatan yang menarik dan lebih banyak dari komunitas lainnya, serta dalam melakukan kegiatan membaca bersama Midnight Reading Club membebaskan anggotanya untuk membaca jenis bacaan ataupun tema yang akan dibacanya.Berdasarkan dari hasil observasi di akun social media twitter,yang saat ini berganti nama menjadi X, Instagram dan discord yang dilakukan oleh penulis di akun @iniakunmrc pada tanggal 22 maret 2022 diketahui bahwa akun Midnight Reading Club memiliki tujuan untuk mengajak masyarakat agar meningkatkan minat bacanya dengan mengadakan beberapa acara atau kegiatan seperti midnight hangout yaitu membaca buku yang kemudian di lanjutkan dengan berbincang-bincang, midnight rants yang memanfaatkan fitur space di media sosial twitter atau X, midnight talk yaitu mengundang salah satu tokoh penulis atau penerbit buku, midnight chat yaitu diskusi mengenai buku melalui salah satu akun media sosialnya, reading curcol atau tantangan membaca, midnight chat yaitu diskusi yang dilakukan via chat di grup discord. Kelima acara tersebut dilakukan secara bergantian setiap hari jumat pukul 22.00 WIB. Selain itu, Midnight Reading Club juga memberikan rekomendasi-rekomendasi mengenai perbukuan dan mengadakan bagi-bagi hadiah kepada beberapa anggota yang berhasil memenangkan challenge tersebut.Kegiatan di Midnight Reading Club yang sering dilakukan yaitu midnight reading yang merupakan kegiatan membaca bersama-sama yang dilakukan pada pukul 22.00 sampai dengan pukul 00.00 melalui google meet atau fitur space di twitter atau X. Kemudian kegiatan yang sering dilakukan selan-jutnya yaitu midnight hangout yang merupakan kegiatan membaca buku bersama dimulai pukul 22.00 sampai dengan pukul 00.00 kemudian dilanjutkan mereview hasil yang telah dibacanya. Selain itu midnight rants juga sering dilakukan yaitu kegiatan berbincang-bincang membahas mengenai topik perbukuan di twitter atau X dengan memanfaatkan fitur space. Penelitian yang membahas kegiatan komunitas dalam meningkatkan minat baca masyarakat yang telah dibahas oleh peneliti-pe-neliti lainnya seperti Nurazisah (2021) menjelaskan bahwa kegiatan atau program kerja komunitas Gen Libels memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan minat baca masyarakat meningkat apabila dilihat frekuensi keterlibatan mereka ketika Gen Libels melakukan program kerja atau kegiatan khususnya pada kegiatan mappabaca, mappaguru dan lapak baca. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Wardana (2021) mengungkapkan strategi komunitas medan membaca dalam melakukan peningkatan minat baca, dapat dilihat dari program yang dilakukan yaitu: pojok baca, ngulik buku, rabu review, cak line dan lain-lain, selain itu juga melakukan kegiatan yang bekerja sama dengan organisasi ataupun komunitas lainnya. Selanjutnya, penelitian lain yang dilakukan oleh Ariani (2018)menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif pada program satu tahun menjadi kutu buku di Kabupaten Asahan di desa air teluk hasa terhadap minat baca masyarakatnya dengan persentase 44%.Ketiga penelitian diatas pada dasarnya membahas mengenai topik komunitas dalam meningkatkan minat baca masyarakat, namun pada penelitian yang dilakukan oleh Nurazisah, 2021) dan Wardana (2021) menggunakan penelitian kualitatif dan lebih berfokus pada strategi komunitas dalam meningkatkan minat baca masyarakat melalui kegiatan atau program yang diadakan komunitas tersebut dan bentuk kerjasama yang dilakukan dengan komunitas atau lembaga lain untuk ikut membantu meningkatkan minat baca masyarakat, sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Ariani (2018) menggunakan penelitian kuantitatif dengan fokus penelitian mengenai pengaruh dari adanya program satu tahun menjadi kutu buku (one year being a nerd) terhadap minat baca masyarakat.Keterharuan dari penelitian ini yaitu terletak pada metode dan fokus penelitiannya. Pada penelitian ini menggunakan metodologi kuanti-tatif dengan fokus penelitian berupa bagaimana pengaruh Midnight Reading Club terhadap pening-katan motivasi membaca di kalangan masyarakat. Melihat dari permasalahan ini, peneliti membuat hipotesis sementara yaitu apabila H0 ditolak maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel x dan y. Apabila Ha diterima maka terdapat pengaruh secara signifikan antara variabel x dan y. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menentukan apakah ada pengaruh antara Midnight Reading Club terhadap peningkatan motivasi membaca masyarakat
Method
Metode penelitian pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuantitatif deskriptif. Penelitian kuantitatif adalah metode yang menguji suatu teori tertentu dengan melihat hubungan antar variabel (Creswell, 2019). Variabel-variabel yang diteliti diukur dengan menggunakan suatu instrumen dan kemudian data dianalisis dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik dan disajikan dengan angka. Penelitian deskriptif menurut Sugiyono (2019) yaitu penelitian yang berfungsi untuk menilai suatu variabel dengan cara tanpa membandingkan, atau menghubungkan variabel satu dengan yang lainnya.Populasi dalam penelitian ini merupakan total secara keseluruhan dari anggota Midnight Reading Club yang tergabung dalam grup discord dengan jumlah 1.504. Dalam pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling, yang kemudian dihitung dengan rumus Slovin dengan tingkat presisi 10%. Adapun rumus tersebut adalah sebagai berikut:Keterangan:n = jumlah sampelN = jumlah populasid2 = presisi yang ditetapkanAdapun hasil perhitungan jumlah sampel yaitu:Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka hasil yang diperoleh dari jumlah sampel yang telah didapat pada penelitian ini yaitu 93,76 atau dibulatkan menjadi 94 responden. Dengan demikian responden yang diambil dari jumlah anggota Midnight Reading Club yang tergabung dalam grup discord berjumlah 94 orang.Midnight Reading Club merupakan komunitas yang berkegiatan secara online, sehingga bisa dikatakan sebagai komunitas virtual. Oleh karena itu instrumen pada penelitian ini didasarkan teori komunitas virtual dari Rheingold (2000)dan motivasi membaca Wang & Guthrie (2004). Komunitas virtual memiliki ciri-ciri memiliki hobi atau interest yang sama, terdapat interaksi, memiliki identifikasi atau identitas, dan fokus pada hal tertentu. Sedangkan indikator yang digunakan untuk mengukur motivasi membaca yaitu meliputi efikasi diri, kepentingan, keingintahuan, tantangan, pengakuan dan persaingan. Data pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode statistik dengan bantuan program SPSS for windows ver. 25 yang digunakan untuk menganalisis data yang telah diperoleh. Data dianalisis dengan uji linearitas dan uji normalitas atau keduanya dapat disebut dengan uji asumsi, setelah itu dilakukan uji analisis regresi linear sederhana untuk mencari tahu apakah variabel x berpengaruh pada variabel y. Dengan pengambilan keputusannya apabila variabel x berpengaruh terhadap variabel y maka nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05, sedangkan apabila variabel x tidak berpengaruh terhadap variabel y maka nilai signifikansi lebih dari 0.05
Result & Discussion
Uji validitas merupakan uji untuk mengukur valid atau tidaknya suatu angket atau instrumen. Sebuah instrumen penelitian dinyatakan valid apabila pertanyaan dalam instrumen dapat mengungkapkan apa yang akan di ukur dengan instrumen tersebut. Uji validitas pada penelitian ini digunakan dengan menggunakan SPSS for windows versi 25. Uji signifikasi dilakukan dengan cara membandingkan antara nilai rhitung dengan rtabel dengan menggunakan taraf kesalahan 5% atau 0,05, maka didapatkan rtabel sebesar 0,482. Hasil dari uji ini menunjukkan bahwa seluruh pernyataan variabel X yang berjumlah 11 item dan variabel Y berjumlah 16 item dinyatakan valid karena rhitung > rtabel. Uji reliabilitas memiliki fungsi untuk menge-tahui apakah hasil dari suatu alat ukur dalam penelitian tetap konsisten atau tidak apabila dilakukan pengukuran beberapa kali dengan fenomena yang sama dan dengan alat pengukuran yang sama juga.Uji reliabilitas instrumen penelitian ini dengan menggunakan SPSS for windows versi25. Kriteria instrumen penelitian berdasarkan Alpha Croncbach dalam instrumen penelitian dapat dinyatakan reliabel apabila nilai r11 lebih dari 0,6. Pada uji ini menunjukkan variabel X dan variabel Y dapat disimpulkan reliabel karena memiliki nilai koefisiensi lebih dari 0,6.2. Analisis DeskriptifDari hasil uji analisis deskriptif didapatkan dari hasil angket secara keseluruhan dari jumlah responden sebanyak 94 orang yang telah dianalisis dari ke-11 pernyataan dapat disimpulkan bahwa Midnight Reading Club di kalangan masyarakat rata-rata memiliki kategori yang cukup tinggi yaitu dengan persentase sebesar 82,21%. Yang memiliki persentase tertinggi yaitu sebesar 85,32% pada pernyataan X10 yang menyatakan mengenai program kegiatan di Midnight Reading Club yang memberikan hal positif bagi responden. Sedangkan persentase terendah yaitu sebesar 73,62% yang terdapat pada pernyataan X4 yang menyatakan mengenai interaksi sesama anggota Midnight Reading Club.Sedangkan pada variabel Y didapatkan hasil uji analisis deskriptif dari hasil angket dari keseluruhan jumlah responden yang telah dianalisis dari ke-16 pernyataan dapat disimpulkan motivasi membaca di kalangan masyarakat dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 75,33%. Yang memiliki persentase tertinggi pada variabel ini yaitu sebesar 81,91% terletak pada pernyataan Y8 yang menya-takan masyarakat senang membaca mengenai hal-hal yang baru. Sedangkan persentase terkecil yaitu terletak pada pernyataan Y15 yang menya-takan senang menjadi satu-satunya orang yang mengetahui sesuatu dari yang dibacanya, dengan persentase sebesar 67,65%.3. Prasyarat Analisis PengujianSyarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan uji regresi linear sederhana adalah melakukan uji normalitas dan uji linearitas, sebagai berikut:a. Uji Normalitas Uji normalitas memiliki tujuan untuk mencari apakah total data secara keseluruhan berdistribusi secara normal. Pada penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Kolmogor-ov-Smirnov untuk menguji normalitas, dengan menggunakan software SPSS for windows ver. 25 yang dapat dilihat pada kolom sig dengan ketentuan hasil hipotesis terdistribusi normal jika memiliki nilai signifikansilebih dari 0,05. Hasil dari uji normalitas pada penelitian ini bersifat normal karena memiliki nilai signifikansi yang didapatkan sebesar 0.200 atau lebih dari pada 0.05.b. Uji LinearitasUji linearitas berfungsi untuk mencari tahu bahwa variabel X dan variabel Y terdapat suatu hubungan. hubungan antar variabel ini dapat bersifat linier apabila nilai Ftabel lebih besar dari Fhitung dengan signifikan sebesar 5%. Uji linearitas pada penelitian ini dilakukan dengan SPSS for windows versi 25. Berdasarkan dari tabel diatas menun-jukkan hasil analisis uji linearitas memiliki nilai signifikansi Definitation From Linearityyaitu 0.493, berarti nilai tersebut lebih besar daripada 0.05. Maka, dapat diartikan terdapat hubungan linear antara variabel independent (X) Midnight Reading Clubdan dependent (Y) motivasi membaca.4. Uji Regresi Linear SederhanaTabel 1. Hasil Uji Regresi Linear SederhanaCoefficientsaModelBUnstandardized CoefficientsStandardized Coefficients tSig.Std. ErrorBeta1(Consent)18.3366.5582.7960.006Midnight Reading Club0.9270.1430.5596.4680.000a. Dependent Variable: Motivasi MembacaSumber. olah data peneliti, 2023Berdasarkan dari tabel 1. hasil dari uji regresi linear sederhana diatas, B pada konstanta (a) yaitu sebesar 18.336 sedangkan pada (b) yaitu memiliki nilai sebesar 0.927. Sehingga, rumus regresinya dapat ditulis sebagai berikut:Y= a+bX atau 18.336 + 0.927XKeterangan: Konstanta (a) = 18.336 hal tersebut berarti, apabila tidak terdapat perubahan pada Midnight Reading Club sebagai variabel bebas, maka nilai motivasi membaca masyarakat 18.336 sebagai nilai konstan.Konstanta (b) = 0.927 hal tersebut berarti, apabila terdapat peningkatan Midnight Reading Club maka akan mempengaruhi motivasi membaca masyarakat sebesar 0.927.5. Uji Hipotesis (Uji F)Tabel 2. Hasil Uji Hipotesis (Uji F)ANOVAaModelSum of squeresDfMean SquareFSig.1Regression3827.07213827.07241.8300.000bResidual8417.2799291.492Total12244.35193a. Dependent Variable: Motivasi Membacab. Predictors: (Constant), Midnight Reading ClubSumber. olah data peneliti, 2023Dalam menentukan ada atau tidaknya pengaruh antar variabel yang signifikan dapat dilihat dengan menggunakan kriteria signifikansi sebesar 5% (0,05). Apabila terdapat signifikansi nilai pada hasil pengujian dengan nilai lebih kecil atau sama dengan 5% (<0,05) maka variabel X memiliki pengaruh pada variabel Y. Berdasarkan pemaparan tabel 2. diatas nilai signifikansi didapatkan yaitu 0.000 hal tersebut dapat diartikan variabel Midnight Reading Club memiliki pengaruh terhadap pening-katan motivasi membaca masyarakat secara signifikan. Dengan begitu pengujian hipotesis dalam penelitian ini disimpulkan bahwa H0 atau hipotesis nihil ditolak dan Ha atau hipotesis alter-natif diterima. 6. Koefisien Determinasi R2 Tabel 3. Hasil Uji Koefisien Determinasi Menggunakan Model SummaryModel SummarybModelRR SquareAdjusted R SquareStf. Error of the Estimate10.559a0.3130.3059.565a. Predictors: (Constant), Midnight Reading ClubSumber. olah data peneliti 2023Pada tabel 3. nilai koefisiensi determinasi yaitu sebesar 0.313, hal tersebut dapat diartikan bahwa Midnight Reading Club (X) berpengaruh terhadap peningkatan motivasi membaca masyarakat (Y) sebesar 31.3% dan sisanya bahwa motivasi membaca masyarakat dipengaruhi oleh faktor lain sebesar 68,7% yang tidak diteliti dalam penelitian.Midnight Reading Club merupakan komunitas virtual yang memiliki tujuan untuk meningkatkan minat baca melalui beberapa kegiatan yang diadakan setiap minggu. Menurut Rheingold (1994) komunitas virtual memiliki beberapa ciri-ciri yaitu memiliki kesamaan hobi atau minat yang dimana dalam setiap komunitas terbentuk diperlukan hal tersebut agar dapat terbentuk sebuah komunitas yang solid (Herlambang, 2014.). Dari analisis data yang didapatkan pada anggota Midnight Reading Club bahwa adanya kesamaan hobi ini menjadi alasan seseorang bergabung menjadi anggota Midnight Reading Club, pada indikator ini dari jawaban responden memiliki rata-rata indeks sebesar 82,76%. Selanjutnya yaitu adanya interaksi yang teratur, dalam hal ini di dalam sebuah komunitas virtual pada setiap anggotanya dapat melakukan interaksi dari individu ke individu lain ataupun dari individu ke banyak orang. Interaksi yang teratur ini menjadi salah satu yang penting untuk menjaga kontak dan kekompakan sesama anggota. Pada indikator ini dari jawaban responden memiliki rata-rata indeks sebesar 78,40%. Kemudian pada indikator 3 yaitu mengenai identitas, identitas ini digunakan sebagai tanda pengenal dari masing-masing anggota Midnight Reading Club, yang harus dipenuhi. Pada indikator ini dari jawaban responden memiliki rata-rata indeks sebesar 81,70%.Selanjutnya yaitu fokus pada satu hal, setiap komunitas memiliki suatu hal yang khusus misalnya mengenai topik atau kesamaan hobi yang dapat dijadikan isi dari komunitas tersebut berupa kegia-tan-kegiatan yang diadakan komunitas tersebut. Pada indikator ini dari jawaban responden memiliki rata-rata indeks sebesar 83,49%. Dari beberapa indikator yang berpengaruh paling tinggi pada komunitas virtual atau Midnight Reading Clubadalah fokus pada satu hal, yaitu sebesar 83,49%. Anggota Midnight Reading merasakan kegiatan yang diadakan oleh Midnight Reading Club yang mendasari mereka tertarik untuk bergabung dan membentuk komunitas tersebut.Menurut Wang dan Guthrie (2004) ada enam aspek yang terdapat dalam motivasi membaca yaitu efikasi membaca, kepentingan, keingin-tahuan, tantangan, pengakuan, persaingan. Efikasi membaca merupakan perasaan yakin pada kemampuan membacanya sendiri karena apabila seseorang tersebut memiliki rasa yakin dengan kemampuan membacanya sendiri maka ia akan terdorong untuk membaca. Pada indikator ini dari jawaban responden memiliki rata-rata nilai indeks sebesar 74,89%.Aspek berikutnya yaitu kepent-ingan, aspek ini merupakan keyakinan yang dimiliki oleh seseorang untuk meyakini bahwa membaca adalah sebuah kebutuhan. Seseorang tersebut akan merasa membutuhkan informasi dan merasa penting untuk menyelesaikan buku yang dibacanya. Pada indikator ini dari jawaban responden memiliki rata-rata nilai indeks sebesar 80,21%. Selanjutnya, aspek ketiga yaitu keingintahuan, aspek ini merupakan perasaan seseorang untuk belajar mengenai apa yang ada di sekitarnya dan mendapatkan pengetahuan melalui bacaannya. Anggota Midnight Reading Club memiliki keinginan untuk membaca topik yang dianggapnya menarik. Pada indikator ini dari jawaban responden memiliki rata-rata nilai indeks sebesar 79,71%. Aspek keempat yaitu tantangan, aspek ini merupakan hal yang ada di dalam diri seseorang untuk menerima tantangan. Misalnya yaitu tantangan untuk menyelesaikan bacaan yang memiliki halaman hingga beratus-ratus. Pada indikator ini dari jawaban responden memiliki rata-rata nilai indeks sebesar 81,91%.Kemudian, aspek kelima yaitu pengakuan, pada aspek ini merupakan keinginan untuk dan mendaptkan respon yang positif orang-orang disekitar dari kegiatan membaca. Pada indikator ini dari jawaban responden mengenai pengakuan ini memiliki indeks rata-rata sebesar 75,52%. Terakhir yaitu persaingan, pada aspek ini merupakan keinginan seseorang untuk mengungguli orang lain atau teman-temannya dan mendapatkan sesuatu atau standar. Pada indikator ini dari jawaban responden mengenai persaingan memiliki indeks rata-rata sebesar 70,55%. Dari indikator-indikator motivasi membaca, diketahui bahwa peningkatan motivasi membaca anggota Midnight Reading Clubterdapat pada aspek kepentingan, keingintahuan, dan tantangan. Tiga aspek tersebut memiliki nilai rata-rata tertinggi pada variabel motivasi membaca yaitu sebesar 80,21%, 79,71% dan 81,91%.Pada koefisiensi korelasi memiliki hubungan R sebesar 0.559 hal tersebut dapat diartikan ada hubungan antara pengaruh Midnight Reading Club terhadap peningkatan motivasi membaca di kalangan masyarakat adalah “kuat”. Sedangkan pengaruh Midnight Reading Club terhadap variabel motivasi membaca yaitu sebesar 31,3% dan sisanya motivasi membaca masyarakat dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini yaitu sebesar 68,7%.Dari hasil analisis regresi linear sederhana yang telah dilakukan sebelumnya, dengan menggu-nakan model persamaan Y= a + bX. Didapatkan nilai konstan sebesar 18.336 yang memiliki arti bahwa nilai konsisten variabel terhadap peningkatan motivasi membaca masyarakat adalah sebesar 18.336. sedangkan, koefisien regresi X sebesar 0.927 hal tersebut berarti apabila terdapat penambahan 1% nilai pengaruh Midnight Reading Club, maka nilai terhadap peningkatan motivasi membaca masyarakat akan bertambah sebesar 0.927. Sedangkan pada uji F, hipotesis Ha diterima dan H0ditolak, dapat diartikan bahwa Midnight Reading Club berpengaruh pada peningkatan motivasi membaca di kalangan masyarakat.PembahasanPengaruh Midnight Reading Club (X) terhadap peningkatan motivasi membaca (Y) dibuktikan dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.05. hal tersebut membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara Midnight Reading Club (X) terhadap peningkatan motivasi membaca (Y) dalam hal kegiatan yang dilakukan oleh Midnight Reading Club. Pada awal terbentuknya Midnight Reading Club ini adalah untuk menyediakan wadah membaca bersama dan untuk bertukar informasi mengenai perbukuan. Saat dilakukan penelitian pada indikator keempat mengenai kegiatan yang ada di Midnight Reading Club memiliki hasil yang tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberadaan Midnight Reading Club ini memiliki pengaruh terhadap motivasi membaca masyarakat melalui kegiatan yang diadakan.Terdapat beberapa kegiatan Midnight Reading Club yang rutin dilakukan setiap minggunya secara berganti-ganti yaitu (1) Midnight Chat atau diskusi yang dilakukan via chat di grup discord; (2) Midnight Talk yaitu kegiatan bincang-bincang dengan agen literasi misalnya penulis, penerbit buku dll; (3) Midnight Rants yaitu acara bincang-bincang yang dilakukan di media sosial twitter dengan memanfaatkan fitur space; (4) #inirecsmrc yaitu rekomendasi buku dari owls (anggota Midnight Reading Club) yang dapat dilihat dan diakses semua anggota di grup discord; (5) Midnight Reading yaitu baca buku bersama dengan memanfaatkan google meet atau fitur space di twitter atau X; (6) Midnight Hangout yaitu gabungan antara baca buku bersama dan membahas topik perbukuan; (7) Reading Curcol yaitu tantangan membaca, dan (8) #inikadomrc yaitu kegiatan Minowl (admin Midnight Reading Club) mengadakan kegiatan bagi-bagi kado atau hadiah kepada anggota Midnight Reading Club. Gambar 1: Kegiatan Midnight ReadingSalah satu cara agar minat baca masyarakat dapat meningkat yaitu dengan mengikuti kegia-tan-kegiatan literasi yang dilakukan oleh komunitas (Pamungkas, 2023). Hal tersebut juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati (2020) bahwa dengan mengikuti kegiatan-kegiatan literasi yang dilakukan oleh komunitas dapat memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan minat baca masyarakat. Sehingga untuk meningkatkan motivasi membaca pada masyarakat, masyarakat diharapkan dapat aktif mengikuti kegiatan-kegiatan literasi. Oleh karena itu, anggota Midnight Reading Club untuk terus meningkatkan keikutsertaanya pada saat pelaksanaan kegiatan Midnight Reading Club agar kegiatan Midnight Reading Club ini dapat bermanfaat dan memberikan nilai yang positif bagi masyarakat.Indikator kedua yaitu adanya kesamaan minat dan hobi. Pada indikator ini dari jawaban responden memiliki rata-rata dengan kategori tinggi. Dari analisis data yang didapatkan pada anggota Midnight Reading Club bahwa adanya kesamaan hobi ini menjadi alasan seseorang bergabung menjadi anggota Midnight Reading Club. Menurut Nurhidayah dkk. (2022) adanya kesamaan hobi dapat membentuk suatu komunitas yang memiliki ciri khas sendiri. Yandini (2019) menyatakan bahwa komunitas dapat terbentuk karena adanya kesamaan hobi atau pun memiliki persepsi yang sama dalam memaknai buku. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa sebuah komunitas dapat terbentuk karena para anggotanya memiliki kesamaan hobi dan bergabung dalam komunitas tersebut dengan alasan yang sama.Indikator selanjutnya yaitu interaksi. Adanya interaksi yang terjalin antar sesama anggota ini dapat dilakukan melalui pesan terbuka di dalam grup yang dapat diakses oleh semua anggota grup. Anggota dapat melakukan kegiatan berdiskusi, berkomentar atau menanyakan mengenai suatu hal di dalam grup tersebut. Selain itu ada juga interaksi yang dilakukan secara pribadi atau personal dengan melalui privat chat. Kemudahan dalam melakukan interaksi memungkinkan seseorang mendapatkan informasi yang dibutuhkannya secara cepat dan seseorang dapat mendapatkan teman yang sama-sama memiliki ketertarikan dalam hal tertentudalam hal ini yaitu mengenai perbukuan. Hal tersebut dapat mempengaruhi peningkatan motivasi membaca seseorang.Interaksi atau komunikasi antar sesama anggota komunitas merupakan salah satu cara agar suatu komunitas dapat bertahan (Maulina Putri, 2018). Berdasarkan yang diungkapkan oleh Lestari (2013) interaksi yang dilakukan antar individu satu dengan individu lainnya dalam sebuah kelompok atau komunitas dapat mempengaruhi perubahan pada individu lainnya. Dengan begitu semakin sering melakukan interaksi sesama anggota komunitas maka akan semakin mempengaruhi anggota lainnya. Pada hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya interaksi di dalam Midnight Reading Club ini memiliki hasil sedang, hal tersebut dapat diartikan bahwa anggota Midnight Reading club jarang melakukan interaksi pada sesama anggota dan dibuktikan pada kegiatan midnight chat yaitu kegiatan melakukan diskusi yang dilakukan via chatdi grup discord jarang dilakukan. Indikator keempat yaitu identitas, dalam hasil penelitian ini pada indikator identitas memiliki kategori tinggi. Identitas yang dimaksud pada indikator ini dapat berupa identitas yang digunakan oleh anggota Midnight Reading Club. Sari (2017) menyatakan identitas yang dimiliki oleh individu dapat mempengaruhi cara individu dalam berin- teraksi dan berkomunikasi dengan individu lainnya. Dalam hasil penelitian ini rata-rata anggota Midnight Reading Club menggunakan nickname sebagai identitasnya, dengan tujuan untuk memudahkan seseorang mengetahui identitas sesama anggota dan dapat mengenal sesama anggota Midnight Reading Club dan agar terdapat perbedaan antara anggota dan admin Midnight Reading Club.Menurut Wang & Guthrie (2004) terdapat enam aspek yang terdapat dalam motivasi membaca yaitu efikasi membaca, kepent-ingan, keingintahuan, tantangan, pengakuan, persaingan. Pada aspek pertama yaitu efikasi membaca dalam penelitian ini mendapatkan hasil rata-rata sedang. Hal tersebut dapat diartikan bahwa beberapa anggota Midnight Reading Clubtidak yakin akan kemampuan membacanya sendiri. Menurut Zaker dkk. (2016) menyatakan bahwa adanya efikasi dalam diri seseorang dapat mempe-ngaruhi perilaku seseorang tersebut. Efikasi diri dapat menjadi salah satu faktor psikologis yang dapat memberikan pengaruh tertinggi dalam menentukan keberhasilan seseorang (Rosyida, 2016). Dapat diartikan bahwa efikasi diri dapat mempengaruhi seseorang untuk mendorong dirinya sendiri untuk melakukan kegiatan membaca.Aspek selanjutnya yaitu kepentingan, pada aspek kepentingan dalam penelitian ini mendapatkan rata-rata dengan kategori tinggi. Hal tersebut dapat diartikan anggota Midnight Reading Club menyadari bahwa membaca merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Menurut Dafit dkk. (2020) memiliki kesadaran akan pentingnya berliterasi akan dapat membuka mata untuk membiasakan diri mereka membaca dan agar dapat membuka pikiran dan menambah wawasan. Dengan begitu dapat diartikan bahwa semakin seseorang menyadari pentingnya membaca akan membuat seseorang tersebut memiliki minat baca yang tinggi. Selanjutnya aspek keingintahuan, pada aspek ini anggota Midnight Reading Club memiliki rata-rata perolehan dengan kategori tinggi hal tersebut berarti, bahwa anggota Midnight Reading Club ingin membaca mengenai apa saja yang ingin diketa-huinya. Menurut Elendiana (2020) menyatakan rasa keingintahuan atau perhatian pada suatu objek (buku/teks) yang dibaca dapat menimbulkan rasa ketertarikan atau dapat menaruh minat pada objek tersebut, rasa ketertarikan akan menimbulkan keinginan dan kemauan untuk melakukan kegiatan membaca. Maka, semakin tinggi rasa ingin tahu seseorang akan dapat memunculkan keinginan untuk membaca dan ingin selalu memenuhi kebutuhan membacanya.Aspek tantangan, pada aspek ini hasil penelitian menunjukkan perolehan dengan kategori tinggi hal tersebut dapat diartikan anggota Midnight Reading Club senang menerima tantangan dari orang lain dalam hal membaca salah satunya yaitu dengan mengikuti kegiatan reading curcol. Menurut (Khoeriyah et al., 2021) yang menun-jukkan bahwa adanya tantangan membaca dapat meningkatkan minat baca seseorang. Menurut Tarmidzi & Astuti (2020) terdapat beberapa hal yang dapat menunjang keberhasilan seseorang dalam melakukan kegiatan tantangan membaca yaitu seseorang tersebut harus dapat membiasakan diri untuk membaca buku. Dengan begitu adanya tantangan membaca dapat memberikan dampak yang positif bagi seseorang untuk meningkatkan minat bacanya karena seseorang tersebut akan mulai membiasakan diri mereka terlebih dahulu untuk membaca agar dapat berhasil menyelesaikan tantangan membaca.Kemudian aspek kelima yaitu pengakuan, dalam penelitian ini mendapatkan hasil rata-rata dengan kategori sedang hal tersebut dapat diartikan bahwa anggota Midnight Reading Club tidak terlalu menginginkan pengakuan dari orang lain mengenai kemampuan membacanya. Pengakuan dapat mendorong tumbuhnya minat baca pada seseorang (Suyanti, 2022). Suratman (2019) menyatakan bahwa adanya pengakuan dari orang lain dapat menambah semangat seseorang untuk membaca. Dengan begitu ketika kita memberikan pengakuan kepada seseorang bahwa orang tersebut memiliki kemampuan membaca yang baik atau orang tersebut senang membaca buku maka seseorang tersebut akan semakin berse-mangat untuk membaca buku.Selanjutnya yaitu aspek persaingan, pada aspek ini memiliki kategori sedang, hal tersebut dapat diartikan bahwa anggota Midnight Reading Club tidak terlalu ingin mengungguli orang lain atau teman-temannya karena mereka menganggap membaca merupakan hobi untuk mengisi waktu luang dan untuk mendapatkan informasi. Makdis (2022) menyatakan persaingan atau kompetisi dapat mendorong seseorang untuk mendapatkan kedudukan atau sebuah penghargaan. Adanya persaingan dapat mendorong seseorang untuk membaca lebih banyak. Hal tersebut dapat diartikan bahwa adanya kompetisi dapat mempengaruhi seseorang untuk melakukan kegiatan membaca dengan begitu persaingan dapat memotivasi seseorang untuk membaca.Apabila dikaji berdasarkan teori deter-minisme teknologi menurut McLuhan dalam (Iva & Febriana, 2018) pada teori ini mengemukakan adanya perubahan yang terjadi dari beragamnya cara berkomunikasi antar individu akan mempen-garuhi keberadaan individu itu sendiri. Teknologi dapat membentuk dan mengubah cara berpikir dan karakter seseorang, dan teknologi juga dapat menggerakkan individu dari satu abad teknologi ke teknologi lainnya. Komunitas virtual dalam hal ini yaitu Midnight Reading club tercipta karena adanya perubahan cara berkomunikasi yang semakin mudah dengan memanfaatkan jaringan internet yang terus mengalami perubahan. Seseorang dapat melakukan komunikasi dan melakukan kegiatanbersama satu dengan yang lainnya dari jarak yang jauh tanpa melakukan tatap muka, yang pada akhirnya membentuk sebuah perilaku yang dapat mendorong anggota grup menjadi tertarik untuk membaca buku dan ingin mengetahui lebih mengenai suatu informasi tertentu. Perubahan perilaku inilah yang membuat pengaruh yang besar terutama pada peningkatan motivasi membaca masyarakat.
Conclusion
Berdasarkan hasil dan pengolahan data dengan uji regresi linier sederhana menggunakan SPSS versi 25 menunjukkan bahwa variabel Midnight Reading Club (Komunitas Virtual) yang terdiri dari indikator kesamaan minat atau hobi, interaksi, identitas anggota, dan kegiatan yang diadakan komunitas memiliki pengaruh terhadap variabel motivasi membaca yang terdiri atas indikator efikasi diri, kepentingan, keingintahuan, tantangan, pengakuan dan persaingan, hal tersebut ditunjukkan dengan hipotesis yang diperoleh pada penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara Midnight Reading Club (komunitas virtual) terhadap motivasi membaca, artinya Ha ditolak dan H0 ditolak. Sumbangan pengaruh variabel Midnight Reading Club terhadap motivasi membaca adalah sebesar 31.3% dan sisanya sebesar 68.7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.