PENGARUH KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL MILENIAL MOMSBAKUNG TEMENGGUNGAN TERHADAP PERILAKU KEBUTUHANINFORMASI KESEHATAN IBU DAN ANAK DI DESA BAKUNGTEMENGGUNGAN KABUPATEN SIDOARJO
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung; Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Abstrak
Perkembangan teknologi kini membawa perubahan yang sangat menyeluruh hingga menyebabkan terjadinya ledakan informasi yang berlebihan serta belum dapat dipastikan kebenaran suatu informasi tersebut. Hal tersebut sangat berpengaruh terutama pada informasi mengenai kesehatan. Maka perlu diperhatikan oleh generasi milenial momsdalam menyaring suatu informasi digital agar tidak terjadi masalah dalam penerapan di kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh kemampuan literasi digital terhadap perilaku kebutuhan informasi kesehatan ibu dan anak di Desa Bakung Temenggungan Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif statistik inferensi. Populasinya diambil dari milenial moms berusia 20-37 tahun berjumlah 160 dengan sampel sebanyak 61 milenial moms menggunakan rumus slovin.Analisis penelitian ini menggunakan uji analisis regresi linier sederhana yang mana menghasilkan data ada atau tidaknya pengaruh variabel X (kemampuan literasi digital ) dengan variabel Y (perilaku kebutuhan informasi). Dari hasil analisis yang sudah dilakukan mendapatkan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kemampuan literasi digital terhadap perilaku kebutuhan informasi sebesar 0,643 (41,3%) dan sissanya 58,7% dipengaruhi oleh variable lain diluar penelitian
Abstract
Technological developments are now bringing about very comprehensive changes, causing an explosion of excessive information and the veracity of the information cannot yet be ascertained. This is very influential, especially on information regarding health. So, millennial moms need to pay attention when filtering digital information so that there are no problems when applying it to life. The aim of this research is to find out how digital literacy skills influence the behavior of maternal and child health information needs in Bakung Temenggungan Village, Sidoarjo Regency. This research uses quantitative statistical inference research methods. The population was taken from 160 millennial moms aged 20-37 years with a sample of 61 millennial moms using the Slovin formula. This research analysis uses a simple linear regression analysis test which produces data on whether or not there is an influence of variable X (digital literacy ability) with variable Y (information need behavior). From the results of the analysis that has been carried out, research results show that there is an influence of digital literacy skills on information need behavior of 0.526 (27,7%) and the remaining 72,3% is influenced by other variables outside the research</p>
Keywords:
Informasi Kesehatan
· Perilaku Kebutuhan Informasi
· Pencarian Informasi
· Literasi Digital
· Milenial Moms
Introduction
Kemajuan teknologi informasi yang mendukung semakin luasnya jaringan internet memudahkan penggunanya untuk memperoleh berbagai informasi melalui beragam media digital . Dalam waktu singkat, internet menawarkan pengetahuan yang hampir tak terbatas baik dalam jumlah maupun kualitas. Ketika memilah dan mengklasifikasikan informasi yang tepat dan kredibel, masyarakat harus lebih berhati-hati dalam hal ini. Oleh karena itu, literasi digital menjadi semakin penting dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Gilster paul, (1997) “Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan infomasi dari berbagai sumber yang tersedia melalui komputer dan jaringan internet”.Pada era perkembangan teknologi ini berpengaruh juga diberbagai aspek kehidupan begitu juga masing masing individu mempunyai kebutuhan yang harus terpenuhi apalagi pada saat masa setelah pandemi semua kebutuhan dapat dan mudah dijangkau menggunakan teknologi utamanya kebutuhan informasi. Pada milenial momsmemiliki kebutuhan informasi yang berbeda seperti mencari resep makanan atau kue, informasi berita terkini dan lainnya, juga telah mempengaruhi pola perilaku pencarian informasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan informasi juga bisa dipengaruhi dari kalangan pendidikan, usia Kesadaran, sikap, dan kemahiran dengan indera dan fasilitas digital yang memungkinkan orang untuk mengenali, membuka, mengatur, mengga-bungkan, menilai, menelaah, dan mensintesis kekuatan digital, membentuk pengetahuan baru, menciptakan ekspresi media, dan berinteraksi dengan orang lain dalam konteks situasi kehidupan tertentu untuk memfasilitasi tindakan sosial yang positif dan merefleksikan sejumlah proses secara kolektif disebut sebagai literasi digital. (Restianty, 2018). Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, “Literasi digital dipahami sebagai pengetahuan dan keterampilan pengguna dalam berhubungan dengan media digital seperti alat komunikasi, jaringan online, dll. Kompetensi digital merupakan keterampilan untuk mendapati, berkolaborasi, mengevaluasi, menggunakan secara bijaksana, cerdas, penuh pertimbangan dan tujuan dalam menciptakan dan menggunakan”. Seiring pesatnya pertumbuhan dalam penggunan internet literasi digital semakin dibutuhkan dari tahun ke tahun. Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pertumbuhan pengguna internet telah mencapai 171,17 juta jiwa atau 64,8% dari seluruh total jumlah penduduk Indonesia (Wahyudiyono, 2019). Pertumbuhan ini juga diiringi dengan kemunculan media-media digital yang merupakan penyedia informasi berupa situs web dan media sosial yang dapat diakses oleh kalangan orang tua milenial. Banyak aspek kehidupan manusia telah dipen-garuhi oleh era teknologi informasi saat ini, termasuk kesehatan. Selain itu, Kemampuan untuk berkomu-nikasi dan menggunakan teknologi informasi dapat membantu ibu milenial menjalani kehidupan sosial sehari-hari. Era teknologi informasi saat ini telah menyentuh berbagai bidang dan aspek kehidupan, termasuk diantaranya bidang kesehatan. Dalam memperbanyak informasi dan pengetahuan terhadap kegunaan teknologi informasi pada proses pelayanan kesehatan utamanya pada usaha peningkatan mutu website pelayanan kesehatan dalam menyajikan berbagai artikel. (Borrego, 2021)Pada milenial moms, literasi digital memiliki potensi besar dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang kesehatan ibu dan anak. Menurut data dikutip dari jurnal (Jati, 2021),Setidaknya 85 hingga 95 persen orang yang dapat mengakses informasi secara luas adalah perempuan. Sebagian besar yang menggunakan ialah ibu-ibu muda yang berusia kurang dari 35 tahun dan sebagian besar adalah orang tua baru dari generasi milenial. Era generasi itu sendiri mengacu pada generasi keluarga atau generasi sosial, yaitu. sekelompok orang lahir pada tahun yang sama. Strauss dan Neil dalam bukunya Millennials Rising: The Next Great Generation (2000), pertama kali memperkenalkan istilah Generasi Milenial sebagai generasi yang lahir pada tahun 1980-2000. Milenial moms cenderung dikenal sebagai generasi yang lebih cerdas dibanding sebelumnya sebab milenial moms merupakan generasi yang lahir di era tahun 80-90 an yang mana generasi tersebut tumbuh dan berkembang di era pertama millennium dengan teknologi, internet sudah mulai ada dan mengiringi kehidupan yang saling berkaitan. (Tuna, 2021)Terkait hal tersebut media digital menghasilkan beberapa informasi di antaranya informasi terkait topik kesehatan, tumbuh kembang anak, penga-suhan, dan tema seputar kesehatan keluarga (Jati, 2021). Hal tersebut merupakan persoalan yang cukup pelik, karena selain kesehatan anak juga mencakup kesehatan ibu pada masa kehamilan, melahirkan, pasca kelahiran anak, pemberian ASI, MPASI bahkan sampai permasalahan Kesehatan lainnya yang mungkin terjadi sewaktu waktu dalam keluarga. Berdasarkan Anjani (2018)UU Nomor 54 tahun 2009 tentang perkembagan kependudukan dan pembangunan keluarga, Dalam prngoptimalan kesehatan dan pemenuhan gizi serta jaminan kesehatan seluruh anggota keluarga berperan penting tetapi ibu dan anak merupakan golongan yang paling pengaruh dalam upaya pencapaian optimalisasi tersebut (Gani & Rahaju, 2022). Terkait hal tersebut pada saat kehamilan, persalinan, nifas pada ibu, dan saat berkembang nya anak menuju dewasa yang mengakibatkan perlunya prioritas dalam penyelenggaraan upaya kesehatan. Begitu pun pada literasi digital dimana para milenial moms sudah pasti pandai dalam mendapatkan sebuah informasi terkait kesehatan ibu dan anak. Salah satu contoh permasalahan terkait literasi digital moms pengetahuan tentang pemenuhan gizi pada ibu dan anak yakni masalah stunting. Stunting masih menjadi masalah besar di Indonesia yang mencapai 29,6% pada tahun 2017. Stunting merupakan suatu masalah gizi parah yang dapat mengakibatkan permaslahan stadart tinggi anak tidak sesuai. ( Indah & Rawit, 2019). Selain stunting permasalahan gizi juga berpengaruh terhadap Kesehatan ibu yang sedang hamil dan hal tersebut merupakan gejala awal yang dapat mempengaruhi Kesehatan anak, tidak hanya itu dalam kondisi kekurangan gizi pada saat hamil akan memberikan dampak buruk terhadap proses melahirkan serta kondisi bayi saat lahir. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi menyebabkan informasi yang berlebihan atau overload informasi yang semakin melonjak tinggi yang mana tidak semua informasi yang ada bisa dikatakan benar. Banyak informasi yang tidak akurat atau palsu (hoax) yang dapat berpen-garuh terhadap masyarakat. Hal tersebut juga berpengaruh terutama pada informasi mengenai Kesehatan. Maka perlu diperhatikan oleh generasi milenial moms dalam menyaring suatu informasi digital agar tidak terjadi masalah dalam penerapan di kehidupan. Tidak hanya itu semakin berkembang teknologi juga semakin memudahkan dalam perilaku pencarian informasi yang mana perncarian suatu informasi dimulai dari adanya suatu kebutuhan informasi yang ingin dicari. Kebutuhan informasi merupakan suatu pemenuhan informasi individu terhadap sesuatu guna melengkapi pengetahuan terhadap sesuatu, tentu saja informasi sudah menjadi suatu kebutuhan Menurut Wilson (2000), perilaku pencarian informasi merupakan upaya perilaku untuk memperoleh informasi oleh seseorang dalam berinteraksi dengan segala jenis sistem informasi. Setiap indvidu mencari informasi dengan menyadari kebutuhan informasi untuk memenuhi kebutuhan dalam keberlangsungan kegiatan sehari-hari. Begitu juga dengan kebutuhan informasi Kesehatan ibu dan anak sangat penting diperhatikan guna menge-tahui keperluan yang harus diketahui. Berdasarkan hasil observasi perilaku kebutuhan informasi Kesehatan ibu dan anak Di Desa Bakung Temenggungan Kabupaten Sidoarjo masih terus terjadi permasalahan yaitu terkait pemenuhan gizi anak yang mengakibatkan anak menjadi stunting serta pemantauan perkembangan kesehatan ibu hamil. Selain itu banyak pernikahan dini yang menyebabkan belum bisa dikatakan matang dan masih kurang pengetahuan dalam bidang kesehatan Hal tersebut menjadi daya tarik saya untuk melakukan penelitian pada milenial moms di Desa Bakung Temenggungan Kabupaten Sidoarjo Milenial moms di Desa Bakung Temenggungan Kabupaten Sidoarjo sendiri sudah difasilitasi untuk mendapat informasi yang dibutuhkan terkait Kesehatan dengan adanya pemerintah desa yang ikut andil dalam dan bekerja sama dengan bidang kesehatan tingkat desa maupun kecamatan dengan cara mengadakan sosialisasi kesehatan di desa dan juga dilakukannya posyandu (pos pelayanan terpadu ) yang menyediakan pemeriksaan terhadap anak serta ibu hamil secara rutin setiap 1 bulan sekali. Dari penjelasan latar belakang permasalahan diatas dapat disimpulkan penelitian ini bertujuan menghasilkan gambaran bagaimana kemampuan literasi digital Milenial moms terhadap pemenuhan kebutuhan informasi Kesehatan. Selain itu diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang literasi digital bagi milenial moms dan media digital dipergunakan sebagai media informasi yang semestinya dan dimanfaatkan dengan baik, utamanya tentang kesehatan ibu anak sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kesehatan ibu dan anak serta pemanfaatan kemampuan berteknologi serta kemampuan berliterasi milenial moms
Method
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif statistik inferensi dengan Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Statistika digunakan dalam metode penjabaran data dalam penelitian kuantitatif. Dengan demikian, statistik inferensi digunakan dalam penelitian ini. Sementara analisis data dengan menggabungkan informasi dari semua responden atau sumber data lain yang diperoleh, statistik inferensi adalah cabang ilmu statistik yang meneliti interpretasi dan perumusan kesimpulan yang luas. Dikarenakan penelitian ini mengambil jumlah sampel dari populasi secara random atau acak maka penulis menggunakan statistik infer-ensial. Kemudian, menggunakan pengukuran skala interval.Pada penelitian ini populasi yang digunakan adalah milenial moms mulai usia 20-37 thn di Desa Bakung Temenggungan Kabupaten Sidarjo yang berjumlah 160 orang pada tahun 2023 berdasarkan data pos pelayanan terbadu (posyandu). Teknik yang digunakan adalah purposive sampling dengan metode slovin yakni pengambilan sampel dengan metode sesuai kapabilitas yang sudah ditentukan dengan presisi 10%. Adapun rumus tersebut adalah sebagai berikut:Keterangan :n: Ukuran SampelN: PopulasiE: Prosentase yang ditentukan(10 %)Sehingga didapatkan perhitungan jumlah sampel berikut:Dari perhitungan rumus yang ada dengan total populasi milenial moms usia 20-37 adalah 160 orang maka dapat ditemukan bahwa sampel yang dapat digunakan berjumlah 61 Responden.Data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode statistic dengan bantuan program SPSS for windows ver.25 yang digunakan untuk mengnalisis data didapat. Data dianalisis dengan uji prasyarat yakni uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan uji linieritas baru setelah itu dilakukan uji analisis rrgresi linier sederhana untuk mengetahui apakah variabel x berpengaruh terhadap variabel y dengan syarat nilai signifikannya lebih kecil dari 0,05 menunjuukan adanya pengaruh jika sebaliknya nilai signifikan lebih besar dari 0,05 tidak adanya pengaruh variabel X terhadap variabel Y.Variabel X yaitu kemampuan literasi digital, Menurut Glister dalam Nasionalita (2020) memilki 4 indikator yakni:a. Pencarian di internetb. Pandu arah hypertextc. Evaluasi konten informasid. Penyusunan pengetahuan.Sedangkan variabel Y yaitu perilaku kebutuhan informasi Mengutip pendapat Morgan dan King
Result
Uji validitas dan reliabilitas Uji validitas pada penelitian Ini menggunakan SPSS for windows versi. 25. Uji signifikan dengan cara membandingkan antara niai r hitung dengan r table dengan taraf kesalahan 5% atau 0,05 dan didapatkan r table sebesar 0,361 dengan demikian menujjukkan bahwa pertanyaan yang peneliti ajukan kepada 30 responden layak dijadikan patokan penelitian Uji reliabilitas juga menggunakan SPSS for windows versi 25 dan didapatkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,917 dan 0,728 yang berarti item pertanyaan dalam kuisioner memiliki reliabilitas yang tinggi dan mampu mendapatkan hasil yang konsisten. 2. Uji prasyaratUji normalitas digunakan guna mengetahui normal atau tidak distribusi data yang terkumpul. Pada penelitian ini uji normalitas yang diganakan ialah uji normalitas Kolmogorov-smirnov dengan menggunakan SPSS for windows ver. 25 berdasarkan data hasil uji normalitas diketahui nilai signifikan 0,200 yang mana bahwa nilai signifikan 0,200 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai residusi berdistribusi normal. Uji linieritas bertujuan guna menentukan kaitan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Uji linieritas ini menggunakan SPSS for windows ver.25 dengan hasil data menunjukkan bahwasannya nilai signifikan Deviation from Linearity adalah 0,009. Sebab nilai signifikan lebih besar dari 0,05 , maka dapat diambil kesimpulan terdapat adanya pengaruh kemampuan litersai digital dan perilaku kebutuhan informasi tersebut linier. 3. Uji Regresi Linier SederhanTabel 1 Uji Regresi Linier SederhanaCoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientstSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)18,6742,9416,350,000kemampuan literasi digital,260,055,5264,755,000Sumber: olah data peneliti, 2024Berdasarkan dari tabel 1 hasil uji regresi linier sederhana diatas didapatkan persamaan dari pengaruh antara kemampuan literasi digital dan perilaku kebutuhan informasi adalah sebagai berikut:Y= a + bX = 18,674+ 0,260XBerdasarkan persamaan diatas diketahui nilai konstanta sebesar 18,674 menunjukkan bahwa apabila variabel kemampuan literasi digital tetap/tidak berubah 0 . Maka perilaku kebutuhan informasi memiliki nilai sebesar 18,674.Selanjutnya pada koefisien regresi variabel independent (kemampuan literasi) terdapat nilai positif yaitu 0,260 yang menggam-barkan bahwa adanya pengaruh antara variabel independent ( kemampuan literasi digital) dengan variabel dependen (perilaku kebutuhan informasi) ialah satu arah dimana masing-masing kenaikan satu satuan variabel kemampuan literasi digital dapat mengaki-batkan kenaikan perilaku kebutuhan informasi.4. Uji hipotesis (Uji F)Tabel 2 hasil uji hipotesisModel SummarybModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate1,526a,277,2652,25438,25438Sumber: Olah data peneliti, 2024Hasil dari tabel tersebut diketahui bahwa nilai F hitung 22,609 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Adapun syarat dalam pengujiannya adalah apabila nilai sign > 0,05 maka H0 diterima sedangkan apabila nilai sign < 0,05 maka H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi dapat digunakan guna memprediksi variabel partisipasi atau dengan kata lain terdapat pengaruh antara variabel x (kemampuan literasi digital ) terhadap variabel y (perilaku kebutuhan informasi).5. Koefisien determinasi R2Tabel 3 hasil Uji Koefisien determinasi menggunakan model summaryANOVAaModelSum of SquaresdfMean SquareFSig.1Regression114,9021114,90222,609,000bResidual299,852595,082Total414,75460Sumber: Olah data peneliti, 2024Uji ini berguna untuk mengukur besar variabel X (kemampuan literasi digital) terhadap variabel Y (perilaku kebutuhan Informasi). Dan dari tabel di atas diketahui besar nilai korelasi/ hubungan (R) yaitu sebesar 0.526. Dan dari hasil tersebut juga diperoleh koefisien determinasi R square 0,277 atau 27,7% yang menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang stimultan antara variabel x dan variabel y sebesar 27,7% dan sisanya 72,3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Selanjutnya peneliti melakukan analisis regresi guna mengetahui apakah ada pengaruh antara kemampuan literasi digital terhadap perilaku kebutuhan informasi. Literasi digital diartikan sebagai kemahiran menulis, membaca,membuka, dan menggunakan teknologi guna mendapat informasi. Menurut Glister dalam Nasionalita (2020), orang yang dapat menguasai keterampilan digital memiliki empat keterampilan(Mariani, 2022) diantara nya : pencarian di internet, pandu arah hypertext, evaluasi konten informasi, dan penyusunan pengetahuan tergolong setuju. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rata rata jawaban 61 reponden pada indikator pencarian di internet dengan pernyataan “saudari menggu-nakan internet sebagai alat pencarian informasi” (X1) memiliki nilai tertinggi sebesar 4,62 dengan jawaban responden 38 menjawab sangat setuju, 23 menjawab setuju dan 0 menjawa ragu – ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Diketahui 38 menjawab sangat setuju karena mengikuti perkem-bangan teknologi sehingga menjadikan internet sebagai alat pencarian suatu informasi.Pada indikator pandu arah hypertext dengan pernyataan “saudari mampu mengakses web informasi” (X6) memiliki nilai tertinggi yaitu sebesar 4,26 dengan jawaban responden 19 menjawab sangat setuju, 39 menjawab setuju, 3 menjawab ragu- ragu, dan 0 menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju. Diketahui 39 menjawab setuju bahwa milenial mampu mengakses web dengan adanya pandu arah hypertext. Pada indikator evaluasi konten informasi dengan pernyataan “saudari menggunakan metode penelitian dan proses pengumpulan informasi sesuai dengan kebutuhan” (X9) memiliki nilai tertinggi sebesar 4,30 dengan jawaban responden 20 menjawab sangat setuju, 39 menjawab setuju, 2 menjawab ragu- ragu dan 0 menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju. Diketahui 39 menjawab setuju bahwa dalam evaluasi konten informasi mereka menggunakan metode penelitian dan proses pengumpulan informasi sesuai dengan kebutuhan. Pada indikator penyusunan pengetahuan dengan pernyataan “saudari mampu mengulas Kembali suatu informasi” (X12) memiliki jawaban tertinggi sebesar 3,98 dengan jawaban responden 10 menjawab sangat setuju, 33 menjawab setuju, 17 menjawab ragu ragu, 1 menjawab tidak setuju dan 0 menjawab sangat tidak setuju. Diketahui 33 menjawab setuju bahwa penyusunan pegetahuan mampu mengulas kembali suatu informasi serta mengulas kebenaran suatu informasi tanpa menelan mentah mentah. Kebutuhan informasi juga dapat disebabkan oleh situasi problematis atau persoalan yang ada di masyarakat. Keinginan akan informasi ini mengarahkan orang untuk mengembangkan strategi dalam mencari dan memperoleh informasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasinya. (Purnama, 2021). Hal ini ditunjukkan dengan adanya nilai rata rata pada jawaban 61 responden dalam beberapa indikator yang ada diantaranya : kebutuhan fisiologis, kebutuhan afektif, kebutuhan kognitif. Pada indikator kebutuhan fisiologis dengan pernyataan “ saudari mampu memahami kebutuhan gizi” (Y1) memiliki jawaban tertinggi sebesar 4,19 dengan jawaban responden: 16 menjawab sangat setuju, 41 menjawab setuju, 4 menjawab ragu- ragu,0 menjawab tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Diketahui bahwa 44 responden menjawab setuju karena dalam kebutuhan fisiologi tentunya mereka mampu dalam memahami kebutuhan gizi bagi Kesehatan ibu dan anak. Pada indikator kebutuhan afektif dengan pernyataan “saudari memiliki minat terhadap sesuatu” (Y5) memiliki jawaban tertinggi sebesar 4,23 dengan jawaban responden : 18 menjawab sangat setuju, 40 menjawab setuju, 2 menjawab ragu-ragu,1 menjawab tidak setuju dan 0 menjawab sangat tidak setuju. Diketahui 40 menjawab setuju karena dengan adanya memilii minat terhadap sesuatu yang mereka rasa butuhkan. Pada indikator kebutuhn kognitif dengan pernyataan “saudari mampu memahami pengaruh kebutuhan gizi terhadap perkembangan kognitif anak”(Y8) memiliki jawaban tertinggi sebesar 4,11 dengan jawaban responden : 12 menjawab sangat setuju, 46 menjawab setuju, 1 menjawab ragu- ragu, dan 2 menjawab tidak setuju dan 0 sangat tidak setuju. Diketahui 46 menjawab setuju karena dalam kebutuhan kognitif anak dipengaruhi oleh kebutuhan dalam pemenuhan gizi.
Discussion
Dari hasil analisis data peneitian yang ada menjelaskan bahwa adanya pengaruh yang positif antara kemampuan literasi digital milenial momsterhadap perilaku kebutuhan informasi kesehatan ibu dan anak di Desa Bakung Temenggungan Kabupaten Sidoarjo. Dengan begitu semakin skala kemampuan literasi digital tingi semakin tinggi pula skala perilaku kebutuhan informasi yang dicari. Pada penelitian ini kemamapuan literasi digital diukur dengan indikator yang ada yaitu: pencarian di internet, pandu arah hypertext, evaluasi konten informasi, serta penyusunan pengetahuan. Dari ke empat indikator variabel bebas (kemampuan literasi digital) yang lebih dominan berpengaruh terhadap variabel terikat (perilaku kebutuhan informasi) adalah indikator pencarian di internet. Hal ini dikarenakan rata rata total jawaban indikator pencarian di internet lebih besar daripada indikator variabel bebas lainnya yaitu sebesar 4,43 dengan begitu semakin baiknya pencarian di internet dalam kemampuan literasi digital akan semakin memudahkan milenial moms dalam menyikapi perilaku kebutuhan informasi. Dengan adanya pencarian di internet selain memanfaatkan kemampuan teknologi saat ini untuk membantu masyarakat mengetahui tentang kesehatan ibu dan anak agar tetap sehat kemampuan teknologi saat ini untuk membantu masyarakat mengetahui tentang kesehatan ibu dan anak agar tetap sehat (Wahyuni Mohamad, 2021) selain itu terdapatnya pengaruh kemampuan literasi digital milenial moms terhadap perilaku kebutuhan informasi Kesehatan ibu dan anak sesuai dengan teori kemampuan literasi digital menurut Glister dalam nasionaita (2020).Pada perilaku kebutuhan informasi diukur menjadi tiga indikator yakni: kebutuhan fisiologis, kebutuhan afektif dan kebutuhan kognitif yang mana ketiga indikator tersebut dapat menjadi patokkan seseorang dalam menentukan perilaku kebutuhan informasi tersebut. Dari ketiga indikator dalam variabel y (perilaku kebutuhan informasi) ini indikator yang paling dominan berpengaruh adalah indikator kebutuhan fisiologis karena kebutuhan ini selain mempunyai rata rata nilai paling tinggi yaitu 4,19 kebutuhan ini juga salah satu yang paling utama dari kebutuhan lain yakni kebutuhan makan,minum,dan gizi yang masih berkaitan dengan perilaku kebutuhan informasi kesehatan. Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikemu-kakan oleh Muthi’ah (2020) mengutip dari Morgan dan King bahwa munculnya kebutuhan informasi terdapat kaitannya dengan kebutuhan individu juga peran seseorang dalam lingkungannya. Dari survey yang sudah dilakukan pada saat pengisian kuisioner milenial moms menjawab setuju terhadap penggunaan media digital sebagai pendukung pencarian informasi sebagai pemenuhan kebutuhan informasi mengenai kesehatan dan kebutuhan informasi terkait pemenuhan gizi yang di dapatkan melalui media digital, selain itu pemerintah Desa Bakung Temeng-gungan juga memberikan layanan posyandu dan sosialisasi terkait informasi Kesehatan yang mana dilakukan rutin setiap 1 bulan sekali untuk layanan pemeriksaan posyandu sedangkan untuk sosialisasi diadakan 1 tahun 1-2 kali. Biasanya sosial-isasi tersebut terkait pemenuhan kebutuhan gizi yang diperlukan serta penanganan, pencegahan terkait masalah kesehatan namun tidak hanya itu secara garis besar media digital yang disediakan untuk menunjang pemenuhan informasi sesuai kebutuhan yakni menggunakan media digital tiktok dan Instagram dengan akun @dinkes sidoarjo, @puskesmas balongbendo, dan @cegah stunting yang mana dari ketiga akun Instagram tersebut memuat informasi kesehatan bagi masyarakat serta edukasi dan cara penanganan terhadap stunting yang sedikit banyak dapat membantu milenial moms mendapatkan informasi. Gambar 1 akun Instagram @dinkes_sidoarjo Dari dua varibel tersebut menjelaskan adanya pengaruh antara kemampuan literasi digital terhadap perilaku kebutuhan informasi. Hal tersebut terbukti dengan adanya uji hipotesis yang menun-jukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara kedua variabel yakni kemampuan literasi digital terhadap perilaku kebutuhan informasi. Berdasarkan uji hipotesis dengan hasil F hitung 22,609, dari data tersebut dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh antara kemampuan literasi digital terhadap perilaku kebutuhan informasi.Dari hasil analisis statistik regresi linier sederhana diperoleh nilai korelasi (r) sebesar 0,643 yang artinya adanya pengaruh yang stimultan antara variabel x (kemampuan literasi digital) dan variabel y ( perilaku kebutuhan informasi ) sebesar 27,7% dan sisanya 72,3 % dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Hasil uji hipotesis juga diperoleh t hitung =4,755. Dengan (df )= 61-2 =59 dan t tabel = 2,001. Karena t hitung (4,755) > t tabel (2,001) maka Ho ditolak dan H1 Diterima. Dengan demikian, maka terdapat pengaruh Kemampuan Literasi digital milenial moms terhadap perilaku kebutuhan informasi Kesehatan ibu dan anak di Desa Bakung Temenggungan Kabupaten Sidoarjo
Conclusion
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi digital milenial moms memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku kebutuhan informasi Kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan adanya indikator pada masing-masing variabel dominan sebagai pengaruh kemampuan literasi digital terhadap perilaku pencarian informasi, melalui media digital dan menggu-nakan internet berupaya untuk dapat mencari lebih banyak informasi dan mengukur kevalidan suatu informasi utamanya pada indikator perilaku kebutuhan informasi lebih dominan kebutuhan fisiologis yang mana merupakan kebutuhan paling utama. Selain itu juga dibuktikan dengan adanya nilai signifikan sebesar 0,000 > 0,05, maka Ho ditolak serta HI diterima. Apabila kemampuan literasi digital meningkat maka terjadi pula peningkatan pada perilaku kebutuhan informasi karena kemampuan literasi digital memiliki nilai pengaruh terhadap perilakukebutuhan informasi sebesar 27,7% dan sisanya 72,3% dipengaruhi oleh variabel lain. Hal ini memberikan hasil yang positif karena dengan adanya kemampuan literasi digital yang baik akan mampu meningkatkan perilaku kebutuhan informasi utamanya pada milenial moms dalam kebutuhan informasi Kesehatan ibu dan anak