EVALUASI TERHADAP LAYANAN INTERNET PERPUSTAKAAN STAIN CURUP, REJANG LEBONG, BENGKULU
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Curup-Rejang Lebong-Bengkulu
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian pemustaka terhadap layanan internet khususnya layanan hotspot atau wifi area. Tipe penelitian ini adalah deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemustaka Perpustakaan STAIN Curup, Rejang Lebong, Bengkulu baik semester I, III, V, VII, IX, yaitu sejumlah 4.000 pemustaka. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Accidental sampling . Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan cara pemeriksaan data (editing), memberi kode (coding) dan penyusunan data (tabulasi). Sedangkan Teknik analisis data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 50 % responden sangat setuju terhadap jaringan akses internet perpustakaan sangat lancar sehingga mempermudah browsing. Penilaian responden terhadap layanan internet berupa hotspot area memudahkan mahasiswa memperoleh informasi dalam menunjang proses belajar dinyatakan dengan jawaban sangat setuju dengan hasil 58,33%. Penilaian pemustaka terhadap ruang akses internet perpustakaan bersih dan nyaman dinyatakan dengan kategori setuju dengan hasil sebanyak 56,25%. Dari hasil penelitian tersebut, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa penilaian responden sangat setuju, bahwa layanan internet Perpustakaan STAIN Curup, Rejang Lebong, Bengkulu sudah sangat menunjang pemustaka dalam mencari informasi yang mereka butuhkan.
Keywords:
evaluasi
· layanan internet
· perpustakaan STAIN Curup
Introduction
Kemajuan zaman yang terjadi sekarang ini menuntut masyarakat kampus (dosen, karyawan dan mahasiswa) untuk berperan serta dalam mewarnai kemajuan tersebut atau sekurang-kurangnya dapat berperan dalam penggunaan fasilitas-fasilitas sebagai hasil kemajuan zaman. Penggunaan tersebut erat kaitannya dengan kebutuhan informasi yang diperlukan oleh pengguna perpustakaan atau pemustaka.Perpustakaan sebagai lembaga informasi tentunya harus mengikuti perkembangan zaman, terutama berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi. Teknologi informasi (TI) turut berkembang sejalan dengan perkembangan peradaban manusia. Perkembangan teknologi informasi meliputi perkembangan infrastruktur TI, seperti hardware, software, teknologi penyimpanan data (storage), dan teknologi komunikasi (Laudon, 2006, 174). Perkembangan TI tidak hanya mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang-bidang lain, seperti kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain.Menurut Richard E. Rubin (2004) bahwa ada beberapa istilah dan sebagai refl eksi dari pesatnya pertumbuhan dan perkembangan teknologi informasi pada zaman sekarang ini, yaitu Pertama, information explosion (ledakan informasi), hal ini sangat jelas bahwa kemajuan teknologi informasi begitu cepat sehingga dalam hitungan detik timbul berbagai macam inovasi teknologi informasi. Kedua, The fl oad of information (banjir informasi), memang kalau kita melihat zaman sekarang ini informasi bisa dikatakan banjir, dalam artian bahwa memang satu sisi berdampak positif tapi di sisi lain menimbulkan bencana bagi yang belum siap menerimanya. Ketiga, Bombarded by information (pengeboman oleh informasi), sudah barang tentu kehadiran informasi ini laksana sebuah bom yang meledak. Keempat, Information overload (Kelebihan/ terlampau banyak informasi), hal inipun juga tak lepas dari derasnya arus informasi sehingga informasi yang ada melebihi kebutuhan masyarakat. Kehadiran internet pada era ini memang di satu sisi membawa dampak yang sangat positif bagi dunia bisnis, perkantoran, pendidikan, penelitian dan sebagainya. Sebab di dalam internet memuat berbagai macam informasi sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Sebagai contoh seseorang yang bergerak di dunia bisnis dia akan mencari informasi tentang bisnis. Jadi dengan demikian boleh dikatakan bahwa internet merupakan gudang ilmu. Sebab di dalamnya memuat berbagai disiplin ilmu. Dari sisi negatifnya yaitu internet ini sering disalahgunakan misalnya untuk mengakses hal-hal yang berbau pornografi . Maka dapat dikatakan, bahwa internet itu merupakan tamannya dari salah satu taman surga. Dikatakan demikian karena memuat berbagai informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Dari sisi lain dikatakan bahwa internet merupakan salah satu jurang neraka, sebab didalamnya memuat berbagai hal yang bersifat negatif dan menjurus kepada dosa. Selain itu, kehadiran internet tentunya akan menggeser posisi perpustakaan sebagai penyedia informasi, walaupun keakuratan informasi pada internet masih perlu dikaji lebih mendalam.Perpustakaan sebagai salah satu jasa yang bergerak di bidang layanan informasi harus merespon kemajuan zaman ini terutama terkait dengan internet ini. Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap pemustaka yang datang ke perpustakaan tentunya mempunyai kebutuhan informasi yang bermacam-macam. Untuk dapat membantu penemuan informasi yang diperlukan, maka perpustakaan menyediakan layanan yang terpilih dan tepat guna. Maka dari itu, perpustakaan berkewajiban untuk memberikan layanan yang terbaik bagi pemustaka. Dengan kata lain, perpustakaan merupakan suatu institusi yang menyediakan jasa/layanan informasi bagi pemustaka. Begitu juga halnya dengan layanan internet yang merupakan salah satu layanan perpustakaan, tentunya mempunyai orientasi dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Menurut Endang Fatmawati dalam satu tulisannya tentang pergeseran paradigma perpustakaan, menyatakan bahwa perpustakaan harus menyediakan wifi area atau hotspot area, sehingga memungkinkan pemustaka mudah untuk berselancar mencari informasi melalui internet. Maka perpustakaan tidak harus kalah dengan foodcourt, supermarket/mal, pusat kota, dan tempat lainnya yang menyediakan free hotspot area?. Maka dari itu, yang menjadi tujuan utama layanan internet ini adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan pemustaka itu sendiri.Dalam rangka memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kualitas layanan internet, maka perpustakaan perlu mendapatkan masukan dari pemustaka. Masukan ini sangat penting bagi perpustakaan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan. Sesuai dengan paradigma baru dari perpustakaan yaitu berorientasi kepada pemustaka. Ini berarti bahwa pihak perpustakaan harus memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas sehingga pemustaka merasa puas dengan layanan yang diberikan, termasuk di dalamnya adalah kualitas layanan internet.Sebagai gambaran awal bahwa kini STAIN Curup, Rejang Lebong, Bengkulu memiliki jumlah mahasiswa sekitar 4000 orang lebih yang tersebar dalam 3 Jurusan yaitu Dakwah, Tarbiyah dan Syari’ah. Dari tiga jurusan ini terbagi lagi kepada beberapa program studi. Untuk Jurusan Dakwah memiliki empat program studi yaitu Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, Bim bingan Konseling Islam, Al-Qur’an Hadits, dan Prodi Manajemen Informatika. Jurusan Tarbiyah memiliki lima program studi yaitu Prodi Pendidi kan Agama Islam, Prodi Tadris Bahasa Inggris, Prodi Bimbingan dan Konseling, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Sedangkan Jurusan Syari’ah memiliki dua program studi yaitu Prodi Peradilan Agama dan Prodi Ekonomi Islam.Mengamati fenomena yang terjadi di Perpustakaan STAIN Curup, Rejang Lebong, Bengkulu menarik perhatian penulis untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang layanan internet dari perspektif pemustaka dengan mengkaji animo mahasiswa untuk menggunakan layanan internet Perpustakaan STAIN Curup, Rejang Lebong, Bengkulu. Dengan mengetahui animo dan kepuasan pemustaka terhadap kualitas layanan internet yang ada di perpustakaan ini, maka pustakawan akan lebih memiliki pemahaman yang mendalam tentang permasalahan yang dihadapi dan apa yang harus dilakukan ke depan dalam memberikan layanan internet kepada pemustaka. Dengan demikian Perpustakaan STAIN Curup, Rejang Lebong, Bengkulu dapat melakukan peran dan fungsi sebagai pusat sumber pengetahuan dengan memberikan layanan sesuai kebutuhan pemustaka.Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis ingin mengetahui bagaimana animo mahasiswa dalam memanfaatkan layanan internet di Perpustakaan STAIN Curup,Rejang Lebong, Bengkulu.
Method
Menurut Mardalis (2008:14), metode penelitian adalah suatu metode ilmiah yang memerlukan sistematika dan prosedur yang harus ditempuh dengan tidak mungkin meninggalkan setiap unsur, tahun, komponen yang diperlukan dalam suatu penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif analitik. Metode penelitian deskriptif analitik, yaitu penelitian dengan cara memusatkan diri pada masalah yang aktual, mengumpulkan data yang relevan, menjelaskan kemudian menganalisa dan dapat ditarik kesimpulan tentang masalah yang dihadapi (Umar, 1997: 37). Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui animo mahasiswa terhadap layanan internet di Perpustakaan STAIN Curup. Tempat dan Waktu PenelitianPenelitian ini dilakukan di Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup Jalan Dr. AK. Gani No.1 Kotak Pos 108 Kelurahan Dusun Curu, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu. Adapun waktu penelitian selama 1 (satu) bulan dari tanggal 01 Oktober sampai dengan 01 November 2012.Subjek dan Objek PenelitianSubjek dari penelitian ini adalah pemustaka dari Perpustakaan STAIN Curup. Pemustaka dalam hal ini didefi nisikan sebagai pemustaka yang datang dan langsung menggunakan sendiri layanan internet. Sedangkan objek penelitian adalah evaluasi atau penilaian pemustaka terhadap la-yanan internet di Perpustakaan STAIN Curup.Populasi dan Sampel PenelitianPowell dan Connaway (2004) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan populasi merupakan keseluruhan hal (cases) yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Kemudian Sugiyono (2007; 90) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/ subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya dan sampel adalah bagian dari jumlah dan ka-rakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STAIN Curup yang merupakan anggota aktif Perpustakaan STAIN Curup. Pe ngambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Penentuan sampel penelitian ini didasarkan pada teknik Accidental Sampling yaitu dengan memberikan angket kepada pemustaka yang menggunakan layanan internet. Nasution (1995; 98) dan Sugiyono (2000; 77) menyatakan bahwa teknik “sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data”.. Oleh karena penelitian ini hanya melihat dari segi animo mahasiswa terhadap layanan internet, maka tentunya yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah pemustaka yang memanfaatkan layanan internet. Sehingga dengan demikian sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemustaka yang ditemui sewaktu penelitian. Oleh karena itu, pengambilan sampel hanya dibatasi selama waktu penelitian saja dengan mengambil semua subjek yang memenuhi kriteria pengguna sebagai informan. Metode Pengumpulan DataPengumpulan data dalam kegiatan penelitian sangat penting karena berkaitan dengan tersedianya data yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian, sehingga kesimpulan yang diambil adalah benar. Oleh karena itu penelitian metode pengumpulan data harus dilakukan dengan tepat. Metode yang digunakan menggunakan metode skala, yaitu suatu metode pengambilan data di mana data-data yang diperlukan dalam penelitian diperoleh melalui pernyataan atau pertanyaan tertulis yang diajukan kepada responden mengenai suatu hal yang disajikan dalam bentuk suatu daftar pertanyaan (Sugiyono, 1994: 173). Dalam hal ini, metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini, yaitu:1. Metode Kuesioner/ AngketKuesioner atau angket adalah teknik pengumpulan data melalui formulir yang berisi pernyataan-pernyataan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau sekum-pulan orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diper-lukan oleh peneliti (Mardalis: 2008: 66). Kuesioner yang digunakan dalam hal ini adalah kuesioner tertutup yaitu kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih dan dijawab secara langsung oleh responden. Bentuk pernyataan dibuat dengan sederhana dan bahasa yang mudah dipahami oleh responden. Angket yang digunakan adalah dengan menggunakan metode Skala Likert.2. Wawancara atau InterviewWawancara adalah teknik pengum-pulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberi-kan keterangan pada peneliti. Wawancara ini dapat dipakai untuk melengkapi data yang diperoleh melalui observasi (Mardalis: 2007: 64).3. Metode DokumentasiMetode ini digunakan untuk memperoleh data tentang jumlah anggota Perpustakaan STAIN Curup, atau jumlah mahasiswa yang terdaftar sebagai pengguna layanan Hotspotatau Wifi.Teknik Analisis DataAnalisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam yang lebih mudah dibaca. Teknik analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif adalah metode yang digunakan dengan cara me-nganalisis dan menguraikan untuk menggambarkan keadaan objek yang diteliti yang dijadikan pusat perhatian dalam penelitian
Result
Gambaran Singkat Perpustakaan STAIN Cu-rup, Rejang Lebong, BengkuluDalam rangka menunjang kegiatan civitas akademika, perpustakaan mutlak diperlukan. Perpustakaan telah berdiri sejak bagian dari IAIN Raden Fatah Palembang, maka perpustakaan pun sudah ada. Pada tanggal 24 Agustus 1991 diresmikan gedung perkuliahan dan gedung perpustakaan. Adapun jumlah koleksi pada saat itu sangat terbatas. Pengadaan buku tergantung pada kebijakan yang diberikan oleh pusat. Setelah STAIN Curup menjadi perguruan tinggi Islam yang berdiri sendiri berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 11 tahun 1997, maka perpustakaan mulai membenahi keku atan koleksi sesuai dengan kebutuhan STAIN. Perpustakaan STAIN Curup merupa kan suatu pusat pelaksana teknis di lingku ngan STAIN Curup, yang secara bersama-sa ma dengan unsur penunjang perguruan tinggi lainnya, berperan serta dalam tercapainya tujuan perguruan tinggi yaitu melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yang tercakup dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.Adapun jenis layanan yang ada di Perpustakaan STAIN Curup meliputi : laya-nan sirkulasi, layanan internet, layanan refe rensi/ rujukan, layanan fotokopi dan penitipan, layanan terbitan berseri, layanan multimedia, dan layanan tandon dan khusus.Gedung yang digunakan Perpustakaan STAIN Curup terletak di bagian kanan-tengah wilayah STAIN Curup. Gedung Perpustakaan STAIN Curup sekarang adalah gedung yang ketiga setelah berdirinya STAIN Curup yang merupakan pembangunan dari anggaran DIPA tahun 2008, dan penggunaannya mulai tahun 2009. Gedung Perpustakaan STAIN Curup satu lantai dengan ukuran 600 m2.. Adapun komposisi ruangannya sebagai berikut: ruang kepala dan tamu, ruang koleksi sirkulasi, ruang teknis dan otomasi, ruang koleksi tendon, ruang koleksi referensi, ruang skripsi/ tesis/di sertasi/ karya ilmiah, ruang administrasi, ruang foto kopi dan penitipan, ruang pertemuan, dan ruang pembinaan dan pemeliharaan koleksi. Jumlah koleksi perpustakaan pada saat ini 27.416 eksamplar (14.727 judul) yang terdiri dari koleksi buku teks berbahasa Indonesia dan Inggris, kitab berbahasa Arab, koleksi referensi, koleksi majalah ilmiah/ jurnal/ bulletin, koleksi skripsi, dan koleksi karya ilmiah/ laporan penelitian. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari, Perpustakaan STAIN Curup mempunyai personalia yang terdiri dari 1 orang kepala perpustakaan dan 17 orang staf perpustakaan yang berlatar belakang pendidikan S2 Ilmu Perpustakaan 4 orang, D3 Ilmu Perpustakaan 2 orang, pendidikan S1 non Ilmu Perpustakaan 5 orang, S2 non Ilmu Perpustakaan 4 orang, D3 non-Ilmu Perpustakaan 1 orang dan pendidikan SMA 1 orang. Adapun petugas yang menangani layanan internet ini ada satu orang dengan kualifi kasi pendidikan S1 non-Ilmu Perpustakaan. Sejarah dan Fasilitas Layanan Internet Per-pustakaan STAIN Curup, Rejang Lebong, BengkuluPada awalnya Perpustakaan STAIN Curup memiliki ruangan khusus untuk layananinternet. Tetapi karena fasilitas komputer untuk bagian sirkulasi tidak mencukupi lalu ditambah beberapa komputer di bagian sirkulasi yang mengalami kerusakan. Maka pimpinan mengambil kebijakan untuk memindahkan semua komputer di ruangan layanan internet ke bagian sirkulasi, karena layanan sirkulasi ini sangat urgen bagi perpustakaan. Untuk sementara waktu layanan internet terhenti. Selanjutnya diambil inisiatif oleh pimpinan bahwa layanan internettetap ada, akan tetapi menggunakan akses point yaitu melalui Wifi Area atau Hotspot Area. Dalam hal ini, pasti yang bisa menggunakan layanan ini adalah mereka yang mempunyai laptop dan notebookyang terlebih dahulu harus didaftarkan ke bagian otomasi untuk mendapatkan layanan internet ini. Adapun Acces Point yang digunakan saat ini adalah TP-LINK dan SISCO LINKSYS. Kapasitas TP-LINK adalah sekitar 64 pendaftar, sedangkan untuk SISCO kapasitasnya tidak terbatas. Berdasarkan data unit teknis dan otomasi Perpustakaan STAIN Curup, sampai saat ini jumlah pengguna yang terdaftar adalah 57 orang yang terdiri dari dosen, karyawan dan mahasiswa. Dari 57 pengguna tersebut, mahasiswa merupakan pengguna yang terbanyak yaitu 48 mahasiswa. Sehingga dengan demikian sangat jelas bahwa mahasiswa sangat antusias untuk menggunakan layanan internet ini.Untuk memanfaatkan layanan internet hotspot ini, para pengguna dikenakan biaya administrasi atau pemeliharaan sebagai berikut: Tabel 1. Paket Layanan Internet Perpustakaan STAIN CurupNoPaket LayananBiaya11 BulanRp. 10.00023 BulanRp. 25.00036 Bulan (satu semester) Rp. 50.000Berdasarkan Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Perpustakaan STAIN Curup tahun 2011 disebutkan bahwa urusan layanan internet melakukan dua hal yaitu penanganan pendaf taran internet dan pelayanan Hotspot atau Wifi. Jadi dua hal yang menjadi tugas utama dari petugas yang menangani layanan internet. Memang secara struktur organisasi layanan internet ini berada di bawah Unit Teknis dan Otomasi. Pemustaka dapat menggunakan jaringan nirkabel di dalam perpustakaan dengan menggunakan laptop pribadi. Untuk menggunakan fasilitas tersebut diperlukan :1. Laptop atau peralatan mobile yang kompatibel2. Terpasang wireless LAN Adapter yang menggunakan standard IEEE 802.11g atau 802.11b3. Tercatat sebagai anggota perpustakaan aktif yang memiliki akun di Perpustakaan STAIN Curup (memiliki username & password sendiri)Web browser yang sering dipakai oleh kebanyakan pemakai internet seperti Mozilla Firefox, Internet Explorer, Opera dan lain-lain.Adapun jam buka layanan internet di perpustakaan STAIN Curup dilaksanakan setiap hari yaitu selama 24 jam, bahkan malampun para pemustaka bisa memanfaatkan layanan ini sepuasnya. Beda halnya dengan layanan yang lain hanya memberikan pela yanan pada jam kerja atau jam kantor saja.Karakteristik RespondenAdapun karakteristik responden yang diambil dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota perpustakaan yang merupakan mahasiswa STAIN Curup. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 orang. Selama penelitian, berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan kepada responden, diperoleh data tentang jenis kelamin responden yang menggunakan layanan internet perpustakaan STAIN Curup, yaitu diperoleh18 orang perempuan atau 37,5% dari jumlah responden dan 30 orang laki-laki atau 62,5% dari jumlah responden, seperti digambarkan pada diagram berikut ini:Diagram 1. Pengguna Layanan Internet Berdasarkan Jenis KelaminDiagram 1. tersebut di atas menunjukkan bahwa pengguna jasa layanan internet yang datang dan menggunakan layanan internet berjenis kelamin perempuan adalah 37,5 % dari keseluruhan responden yang berjumlah 48 orang. Sedangkan pengguna berjenis kelamin laki-laki yang datang dan memanfaatkan layanan internet yaitu 62,5% dari keseluruhan responden. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna layanan internet adalah laki-laki. Evaluasi Terhadap Layanan Internet Per-pustakaan STAIN CurupSalah satu layanan Perpustakaan STAIN Curup adalah layanan internet. Dimana dalam layanan internet ini terdapat layanan hotspotatau wifi. Dengan layanan hotspot dan wifi ini para pemustaka diharapkan mampu mencari informasi yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan terhadap pemustaka, penulis merasa perlu untuk mendapat penilaian, masukan dan kritik dari pemustaka melalui evaluasi dengan instrumen penelitian berupa angket atau kuesioner ini.Evaluasi adalah proses stimulasi untuk menentukan keberhasilan. Lebih lanjut dikatakan bahwa evaluasi adalah seperangkat tindakan yang saling berhubungan untuk mengukur pelaksanaan dan berdasarkan pada tujuan dan kriteria. Dengan demikian dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan evaluasi adalah penilaian pemustaka yang memanfaatkan la yanan internet di perpustakaan STAIN Curup.Secara universal, IFLA (International Federation of Library Associations) sebagaimana dikutip oleh Putu Laxman Pendit (2009 : 191), telah mengeluarkan sebuah Internet manifesto yang antara lain diyatakan bahwa:1. Penyediaan akses tak terbatas ke internet oleh perpustakaan dan lembaga jasa informasi akan mendukung komunitas maupun pribadi dalam mencapai kebebasan, kesejahteraan dan perkembangan.2. Hambatan terhadap aliran informasi harus disingkirkan, terutama hambatan yang dapat menimbulkan ketidaksetaraan, kemiskinan dan kesengsaraan.Menurut hemat penulis, hal inilah yang memotivasi Perpustakaan STAIN Curup memberikan akses internet seluas-luasnya kepada pemustaka dalam rangka mencari informasi yang mereka butuhkan. Karena memang tujuan utama didirikan perpustakaan adalah untuk memuaskan pemustaka.Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, diketahui bahwa penilaian atau evaluasi dan pendapat mahasiswa terhadap akses internet dapat dilihat pada tabel berikut:Tabel 2. Jawaban Responden tentang Layanan internet bisa diakses 24 jam (kecuali kalau lampu padam)NoJawaban RespondenFrekuensi (orang)Prosentase (%)1Sangat Setuju (SS)3164,582Setuju (S)1531,253Tidak Setuju (TS)24,174Sangat Tidak Setuju (STS)00Total48100Sumber: Data yang diolahBerdasarkan tabel 2. di atas, menunjukkan bahwa 64% menjawab sangat setuju bahwa layanan internet bisa diakses 24 jam (kecuali kalau lampu padam). Hal ini menunjukkan harapan dari pemustaka bahwa me reka masih mengharapkan aksesinternet ini bisa dilakukan kapanpun, sehingga bisa menunjang aktivitas perkuliahan mereka. Tabel 3. Jawaban Responden tentang Jaringan akses internet perpustakaan sangat lancar sehingga mempermudah browsingNoJawaban RespondenFrekuensi (orang)Prosentase (%)1Sangat Setuju (SS)24502Setuju (S)24503Tidak Setuju (TS)004Sangat Tidak Setuju (STS)00Total48100Sumber : Data yang diolahBerdasarkan tabel 3. di atas, menunjukkan bahwa 50% menjawab sangat setuju dan 50% juga setuju bahwa jaringan akses internet perpustakaan sangat lancar sehingga mempermudah browsing. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat puas terhadap kelancaran mereka dalam browsing sehingga mempermudah me reka men searching informasi yang dibutuhkan. Tabel 4. Jawaban Responden tentang Layananinternet berupa Hotspot Area memudahkan mahasiswa memperoleh informasi dalam menunjang proses belajar dan perkuliahanNoJawaban RespondenFrekuensi (orang)Prosentase (%)1Sangat Setuju (SS)2858,332Setuju (S)2041,673Tidak Setuju (TS)004Sangat Tidak Setuju (STS)00Total48100Sumber : Data yang diolahBerdasarkan tabel 4. di atas, menunjukkan bahwa 58,33% menjawab sangat setuju layanan internet berupa hotspot area memudahkan mahasiswa memperoleh informasi dalam menunjang proses belajar dan perkuliahan. Hal ini mengindikasikan bahwa la yanan hotspot area ini sangat membantu mahasiswa dalam mencari informasi yang dibutuhkan untuk menunjang proses perkuliahan.Tabel 5. Jawaban responden tentang sistem layanan internet berupa hotspot area mempermudah mahasiswa dalam mencari informasi yang dibutuhkanNoJawaban RespondenFrekuensi (orang)Prosentase (%)1Sangat Setuju (SS)3164,582Setuju (S)1735,423Tidak Setuju (TS)004Sangat Tidak Setuju (STS)00Total48100Sumber : Data yang diolahBerdasarkan tabel 5. Di atas, menunjukkan bahwa 64,58% menjawab sangat setuju sistem layanan internet berupa hotspot area mempermudah mahasiswa dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Artinya bahwa layanan internet ini mempermudah pemustaka untuk mencari informasi yang dibutuhkan.Tabel 6. Jawaban Responden tentang Petugas memproses pendaftaran internet secara cepatNoJawaban RespondenFrekuensi (orang)Prosentase (%)1Sangat Setuju (SS)1837,502Setuju (S)3062,503Tidak Setuju (TS)004Sangat Tidak Setuju (STS)00Total48100Sumber : Data yang diolahBerdasarkan tabel 6. di atas, menunjukkan bahwa 37,50% menjawab sangat setuju dan 62,50% setuju bahwa sistem layanan internet berupa hotspot area mempermudah mahasiswa dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Sehingga dengan demikian dapat dipahami bahwa petugas sangat proaktif dan cepat tanggap terhadap kebutuhan pemustaka.Tabel 7. Jawaban Responden tentang Petugas melayani mahasiswa dengan ramah dan sabarNoJawaban RespondenFrekuensi (orang)Prosentase (%)1Sangat Setuju (SS)1633,332Setuju (S)3266,673Tidak Setuju (TS)004Sangat Tidak Setuju (STS)00Total48100Sumber : Data yang diolahBerdasarkan tabel 7. di atas, menunjukkan bahwa 33,33% menjawab sangat setuju bahwa petugas melayani mahasiswa dengan ramah dan sabar sehingga para pemustaka merasa nyaman untuk berinteraksi dengan petugas layanan internet ini abel 8.Jawaban Responden tentang Ruang akses internet perpustakaan bersih dan nyamanNoJawaban RespondenFrekuensi (orang)Prosentase (%)1Sangat Setuju (SS)1633,332Setuju (S)2756,253Tidak Setuju (TS)36,254Sangat Tidak Setuju (STS)24,17Total48100Sumber : Data yang diolahBerdasarkan tabel 8. di atas, menunjukkan bahwa 33,33% menjawab sangat setuju dan 56,25% menjawab setuju bahwa ruang akses internet perpustakaan bersih dan nyaman. Hal ini menunjukkan bahwa ada penilaian positif dari pemustaka terhadap ruangan ini walaupun ada sekitar 6,25% tidak setuju dan 4,17% sangat tidak setuju terhadap hal tersebut. Berdasarkan hasil pengolahan angket tersebut sangat sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh Endang Fatmawati. Menurut Endang Fatmawati menyatakan, bahwa perpustakaan harus menyediakan wifi area atau hotspot area, sehingga memungkinkan pemustaka mudah untuk berselancar mencari informasi melalui internet. seharusnya perpustakaan tidak kalah dengan foodcourt, supermarket/mal, pusat kota, dan tempat lainnya yang menyediakan free hotspot area. Maka dari itu, yang menjadi tujuan utama layananinternet ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pemustaka itu sendiri. Dengan tersedianya akses internet di perpustakaan, hal ini merupakan salah satu kiat agar dengan adanya dunia cyber tersebut perpustakaan lebih berperan dalam menunjang kemajuan pemustaka dan lingkungannya.Eksistensi perpustakaan harus mengimbangi kemajuan zaman terutama berkaitan dengan teknologi informasi. Kehadiran internet ini hendaknya menjadi salah satu bagian di perpustakaan. Oleh karena itu, perpustakaan STAIN Curup menyikapi hal ini secara positif, maka layanan internetdijadikan sebagai salah satu layanan yang ada di perpustakaan
Conclusion
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada bab terdahulu, maka dapat disimpulkan bahwa:1. Menurut pemustaka bahwa jaringan akses internet perpustakaan sangat lancar sehingga mempermudah browsing. Hal ini ditunjukkan dengan hasil kuesioner berupa 50% sangat setuju dan 50% setuju terhadap pernyataan tersebut.2. Layanan internet berupa hotspot areamemudahkan mahasiswa memperoleh informasi dalam menunjang proses belajar dan perkuliahan, mendapat jawaban 58,33 sangat setuju dan 41,67 setuju dengan pernyataan tersebut, sehingga dengan demikian dapat dipahami bahwa pemustaka menilai bahwa layananinternet sangat membantu mer reka dalam proses pencarian informasi yang dibutuhkan.